Sosialisasi Manajemen Risiko di UT Kendari Dorong Penguatan Tata Kelola dan Pencapaian Tujuan Strategis

Kendari, 31 Agustus 2026 — Universitas Terbuka (UT) terus memperkuat penerapan manajemen risiko sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola universitas yang baik dan mendukung pencapaian tujuan strategis institusi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Manajemen Risiko di Lingkungan Universitas Terbuka yang dilaksanakan di UT Kendari pada 31 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur UT Kendari, Anfas, S.T., M.M., bersama dua orang manajer dan sejumlah staf UT Kendari. Kegiatan menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman unit kerja terhadap pentingnya manajemen risiko dalam mendukung pelaksanaan operasional dan pencapaian indikator kinerja universitas. Dalam sambutannya, Direktur UT Kendari menyampaikan gambaran mengenai kondisi operasional UT Kendari. Saat ini, jumlah mahasiswa yang melakukan registrasi pada Semester 2026 Ganjil mencapai sekitar 8.500 mahasiswa. Dari sisi jangkauan layanan, wilayah kerja UT Kendari mencakup 17 kabupaten/kota dengan dukungan 16 Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) yang tersebar pada 13 kabupaten/kota. Kondisi tersebut menunjukkan kompleksitas pengelolaan layanan pendidikan jarak jauh yang dihadapi UT Kendari. Dengan cakupan wilayah yang luas dan jumlah mahasiswa yang cukup besar, pengelolaan risiko menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan proses layanan akademik dan nonakademik tetap berjalan secara efektif, efisien, dan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan. Dalam sesi sosialisasi, perwakilan Kantor Penjaminan Mutu (KPM) UT menjelaskan bahwa tujuan utama manajemen risiko bukan sekadar mengidentifikasi kesalahan atau permasalahan yang telah terjadi, tetapi terutama mendukung pencapaian tujuan strategis UT dan membantu pimpinan mengambil keputusan yang tepat berdasarkan risiko yang dihadapi. Penerapan manajemen risiko di lingkungan pendidikan juga memiliki landasan kebijakan, salah satunya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2015 yang menjadi salah satu rujukan dalam penerapan manajemen risiko di lingkungan perguruan tinggi. Di tingkat internal UT, penguatan manajemen risiko semakin dipertegas melalui Peraturan Rektor Universitas Terbuka Nomor 53 Tahun 2025 tentang Kebijakan Manajemen Risiko di Lingkungan Universitas Terbuka, yang mengadopsi prinsip-prinsip ISO 31000:2018. Melalui kebijakan tersebut, penerapan manajemen risiko menjadi bagian dari tanggung jawab seluruh unit kerja, baik di UT Pusat maupun UT Daerah. Manajemen risiko diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas administratif, tetapi berkembang menjadi bagian dari budaya tata kelola universitas yang baik (Good University Governance/GUG). Salah satu materi utama yang disampaikan dalam kegiatan adalah penggunaan Risk Register. Perwakilan KPM menjelaskan bahwa setiap unit kerja perlu mengisi risk register sebagai instrumen untuk merekam, mencatat, dan memantau berbagai kejadian maupun kondisi yang berpotensi atau sedang terjadi dan dapat menghambat pencapaian tujuan unit, khususnya pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT). Melalui risk register, unit kerja diharapkan mampu mengidentifikasi risiko sejak dini, memahami penyebab dan dampaknya, menentukan tingkat risiko, serta menetapkan langkah mitigasi yang sesuai. Dengan demikian, pengelolaan risiko dapat dilakukan secara proaktif dan tidak hanya bersifat reaktif setelah permasalahan terjadi. Dalam kesempatan tersebut, KPM juga menyampaikan perkembangan digitalisasi manajemen risiko di lingkungan UT. Saat ini, aplikasi manajemen risiko UT sedang dalam tahap pengembangan untuk memudahkan unit kerja dalam melakukan pengisian, pencatatan, pemantauan, dan pengelolaan risiko secara lebih terintegrasi. Aplikasi tersebut direncanakan untuk diluncurkan pada September 2026. Kehadiran aplikasi diharapkan dapat meningkatkan kemudahan bagi pengguna (user) sekaligus memperkuat proses monitoring dan pengendalian risiko di seluruh unit kerja UT. Sosialisasi di UT Kendari diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman para pengelola unit mengenai konsep dan instrumen manajemen risiko, tetapi juga mendorong terbentuknya kesadaran bahwa setiap unit memiliki peran dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko. Dengan pengelolaan risiko yang terstruktur, UT dapat memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta menjaga keberlangsungan pencapaian sasaran strategis universitas.

Tingkatkan Mutu Akademik, Prodi S1 Akuntansi UT Rampungkan Asesmen Lapangan LAMEMBA

TANGERANG SELATAN — Program Studi S1 Akuntansi Universitas Terbuka (UT) resmi merampungkan agenda Asesmen Lapangan yang digelar oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) pada 20–21 Agustus 2026. Pembukaan acara yang berlangsung di Ruang Rasamala, Wisma 2 UT ini dihadiri langsung oleh Rektor UT Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Rahmat Budiman, M.Hum., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan SDM Prof. Dr. Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi, Layanan Jarak Jauh dan Alumni Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si., Sekretaris Universitas Dr. Kurnia Endah Riana, S.E., M.Com., Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) UT Prof. Dr. Ake Wihadanto, S.E., M.Si., serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UT Dr. Meirani Harsasi, S.E., M.Si. Penilaian lapangan ini dipimpin oleh tim asesor LAMEMBA, yaitu Prof. Dr. Baldric Siregar, MBA., CMA., CA., Ak. dan Dr. Agung Budi Sulistiyo, SE, M.Si, Ak. Dalam proses evaluasi tersebut, Prodi S1 Akuntansi UT berhasil menunjukkan kinerja positif di berbagai lini tata kelola dan akademik. Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) didukung secara solid oleh ekosistem digital terintegrasi seperti platform MyUT, SIPPP, ProMISE, dan LMS yang menjamin akuntabilitas serta transparansi operasional. Di samping itu, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) memainkan peran sentral dalam mengawal siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) secara konsisten guna memastikan standar mutu akademik prodi terjaga secara berkelanjutan. Kualitas pembelajaran juga dibuktikan lewat capaian 101 prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional, ketersediaan fasilitas kesejahteraan yang lengkap, hingga dukungan 42 dosen tetap dan 974 tutor teruji. Dari sisi Tridharma, prodi mencatatkan kinerja riset yang produktif dengan total 500 publikasi penelitian, termasuk 46 artikel terindeks Scopus pada periode 2023–2025. Sebagai upaya penguatan mutu berkelanjutan, tim asesor menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis bagi pengembangan prodi ke depan. Pengelola prodi diarahkan untuk mempercepat pengembangan bahan ajar interaktif, penguatan bank soal, serta pengintegrasian aplikasi akuntansi dan perpajakan modern yang sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, asesor menekankan pentingnya peningkatan pendampingan mahasiswa pada mata kuliah berisiko tinggi guna mendorong angka kelulusan tepat waktu, perluasan program MBKM, hingga optimalisasi tindak lanjut kerja sama internasional. Peningkatan kapasitas SDM melalui studi lanjut dosen dan penguatan infrastruktur jaringan di daerah dengan keterbatasan akses juga menjadi fokus perhatian utama. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penandatanganan berita acara asesmen lapangan dan penyampaian dokumen rekomendasi. Hasil evaluasi ini menjadi landasan penting bagi Prodi S1 Akuntansi UT untuk terus meningkatkan standar mutu pendidikan tinggi jarak jauh yang berkualitas, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan dunia industri. [Written By Muhammad Rafy Zildan S.E]

Perkuat Penjaminan Mutu Nasional Melalui Temu Nasional JPM PTNBH

Universitas Hasanuddin (Unhas) himpun 24 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dalam memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi dalam acara Temu Nasional ke-7 Jaringan Penjaminan Mutu PTNBH. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan dan staf organ pelaksana penjaminan mutu yang berasal dari 24 PTNBH di Indonesia, dan dilaksanakan selama dua hari, tanggal 6 dan 7 Agustus 2026 bertempat di Hotel Aston Makassar, yang juga dikenal sebagai Kota Anging Mammiri dan Kota Daeng. Dalam temu nasional ke-7 ini, Kepala Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., hadir langsung, bersama Manajer Manajemen Risiko dan Kepatuhan Internal, Dr. Zulkifli Sultan, M.M. Forum Temu Nasional ini merupakan agenda rutin dari seluruh anggota Jaringan Penjaminan Mutu (JPM) PTNBH seluruh Indonesia. Sebuah forum yang mempertemukan seluruh organ pelaksana penjaminan mutu 24 PTNBH, dalam rangka menyamakan persepsi dalam merespons perubahan kebijakan sekaligus memperkuat budaya mutu di perguruan tinggi. Melalui forum ini, setiap organ pelaksana penjaminan mutu PTNBH dapat saling berbagi pengalaman dan praktik baik sehingga lahir rekomendasi yang dapat memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi secara nasional. Acara dibuka langsung oleh Rektor Unhas Prof. Dr. Jamaluddin Jompa. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa peningkatan kualitas perguruan tinggi harus dibangun melalui semangat bertumbuh bersama. “Target kita adalah membawa perguruan tinggi Indonesia agar semakin maju. Kita tidak perlu saling bersaing, tetapi bagaimana seluruh perguruan tinggi dapat tumbuh bersama melalui kolaborasi dan saling belajar,” katanya. “Perubahan kebijakan hendaknya dipandang sebagai peluang untuk melakukan pembenahan. Perguruan tinggi dituntut menghadirkan berbagai inovasi dalam pembelajaran, tata kelola akademik, hingga penyusunan instrumen akreditasi yang mampu menjawab kebutuhan zaman. “Jangan menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti berkembang. Justru dari tantangan lahir berbagai solusi yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi,” urai Prof JJ. Forum juga menghadirkan Direktur Kelembagaan, Kemendiktisaintek, yang menyajikan tentang Permendiktisaintek nomor 10/2026 yang merupakan perubahan dari Permendiktisaintek nomor 39/2025 tentang penjaminan mutu pendidikan tinggi. Dilanjutkan kemudian oleh Ketua Dewan Eksekutif Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc. Rangkaian forum juga diisi dengan paparan best practice pengusulan Akreditasi Internasional Perguruan Tinggi (AIPT) oleh Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Negeri Yogyakarta. Melalui pemaparan tersebut, peserta mendiskusikan berbagai strategi dalam membangun budaya mutu yang berdaya saing global. Setiap perguruan tinggi memiliki pengalaman dan praktik baik, yang dapat dibagikan untuk memperkuat sistem mutu pendidikan tinggi di masing-masing PTNBH dan secara nasional. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan penyusunan rekomendasi implementasi Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, dan Peraturan BAN-PT Nomor 35 Tahun 2025 tentang Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi, yang diharapkan dapat memperkuat tata kelola penjaminan mutu di lingkungan PTNBH.

AMI MPJJ 2026 : UT PALU Perkuat Tata Kelola dan Budaya Mutu Berkelanjutan

PALU – 30 Juli 2026- Universitas Terbuka (UT) Palu melaksanakan Asesmen Mutu Internal (AMI) Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) Tahun 2026 padatanggal 28-29 Juli 2026 sebagai bagian dari implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Kegiatan ini bertujuan  memastikan penyelenggaraan pendidikan tinggi jarak jauh berjalan sesuai standar mutu, sekaligus  memperkuat budaya dan mendorong  peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri Direktur UT Palu beserta jajaran pimpinan dan Tim Asesor dari Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka yang terdiri atas Dra. Eko Kuswanti, M.Pd. sebagai Lead Asesor dan Editha Natalina Nababan, M.Ak. sebagai Asesor. Pelaksanaan AMI  menjadi momentum penting bagi UT Palu untuk merefleksi implementasi sistem penjaminan mutu sekaligus mengidentifikasi praktik naik serta peluang peningkatan di berbagai proses, Direktur UT Palu, Wijanarko, S.P., M.Si. menyampaikan bahwa AMI bukan sekedar asesmen, tetapi merupakan sarana evaluasi untuk memperoleh masukan  objektif dalam meningkatkan tata kelola,  dan layanan kepada mahasiswa.  AMI memberikan kesempatan bagi kami untuk mengidentifikasi praktik baik sekaligus menyusun langkah guna mendukung peningkatan mutu secara berkelanjutan,“ ujarnya Pada sesi pembukaan, Lead Asesor, memaparkan menjelaskan pentingnya penerapan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) sebagai fondasi utama Sistem Penjaminan Mutu Internal Universitas Terbuka. Selain itu mekanisme pelaksanaan AMI MPJJ melalui SIMINTAS UT, yang mencakup  telaah dokumen, verifikasi eviden, wawancara, hingga penyusunan rekomendasi tindak lanjut. Selama asesmen, Tim Asesor mengidentifikasi sejumlah praktik baik (good practices) yang telah diterapkan oleh UT Palu, diantaranya  pengelolaan kerja sama yang  dibuktikan dengan keberhasilan dalam meningkatkanjumlah mahasiswa peneriman beasiswa secara konsisten dan berkelanjutan. Capaian tersebut menunjukkan efektivitas upaya UT Palu dalam menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai penyedia program beasiswa, serta melakukan sosialisasi, pendampingan, dan fasilitasi kepada mahasiswa dalam mengakses berbagai skema bantuan pendidikan. Praktik baik ini memberikan kontribusi positif terhadap perluasan akses pendidikan, peningkatan keberlanjutan studi mahasiswa, serta mendukung pencapaian indikator kinerja Universitas Terbuka di bidang layanan kemahasiswaan. Menutup pelaksanaan AMI MPJJ Tahun 2026, Direktur Palu  menyampaikan apresiasi kepada Tim Asessor atas pendampingan dan rekomendasi yang diberikan. Seluruh hasil asesmen akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu berkelanjutan. Sebagai bagian dari pendampingan, Tim Asesor juga memberikan sosialisasi mengenai implementasi manajemen risiko. Materi yang disampaikan mencakup identifikasi risiko, analisis penyebab dan dampak, penyusunan strategi mitigasi, hingga pemantauan risiko sebagai bagian integral dari siklus PPEPP dan Sistem Penjaminan Mutu Internal. Pelaksanaan AMI MPJJ 2026 menunjukkan komitmen UT Palu dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan, serta membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Melalui implementasi siklus PPEPP, penguatan manajemen risiko, dan tindak lanjut hasil asesmen, UT Palu optimistis mampu meningkatkan kinerja institusi dan memberikan layanan yang semakin berkualitas kepada mahasiswa serta para pemangku kepentingan.

UT Bengkulu Laksanakan Asesmen Mutu Internal MPJJ 2026, Raih Apresiasi atas Kerapian Dokumentasi

Bengkulu – Universitas Terbuka (UT) Bengkulu menjalani Asesmen Mutu Internal (AMI) Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) pada 27–30 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka. Asesmen dipimpin oleh Dra. Susy Puspitasari, M.Pd. selaku lead asesor, bersama Dr. Ir. Rinda Noviyanti, M.Si. sebagai asesor. Proses asesmen mencakup penilaian terhadap 29 indikator yang terbagi ke dalam beberapa sasaran, antara lain tata kelola, daya jangkau, dan kualitas akademik. Salah satu catatan positif yang mengemuka adalah kerapian dokumentasi UT Bengkulu. Lead asesor menyampaikan apresiasi tinggi karena dokumen yang tertata rapi sangat memudahkan tim asesor dalam menelusuri bukti pada setiap indikator. Selain itu, tim asesor juga menyoroti banyaknya inovasi di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang telah dikembangkan UT Bengkulu. Secara umum, tim asesor menilai kinerja UT Bengkulu sudah baik, dengan sejumlah indikator yang masih dapat disempurnakan agar mutu layanan semakin optimal. Berbagai masukan konstruktif yang disampaikan asesor menjadi bahan bagi UT Bengkulu untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. Direktur UT Bengkulu, Anton Robiansyah, S.E., M.Ak., menyambut baik pelaksanaan asesmen ini. Menurutnya, AMI MPJJ menjadi sarana penting untuk terus memperkuat budaya mutu serta menghadirkan layanan pendidikan jarak jauh yang semakin berkualitas bagi mahasiswa. Pelaksanaan AMI MPJJ 2026 diharapkan menjadi momentum bagi seluruh sivitas UT Bengkulu untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi asesor, sehingga proses penjaminan mutu berjalan berkesinambungan dan berdampak nyata pada peningkatan layanan. UT Bengkulu pun berkomitmen untuk terus berinovasi demi memberikan yang terbaik bagi mahasiswa.

Mahasiswa UT Wakili Indonesia di Ajang ISLMS 2026 Taiwan: Dorong Inovasi Kampus Berkelanjutan

TANGERANG SELATAN, 2026 – Universitas Terbuka (UT) kembali mencatatkan prestasi di kancah internasional. Mahasiswa UT atas nama Faris Andrian Siagian dari Program Studi S1 Sastra Inggris resmi terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam ajang The 4th International Student Leaders Meeting on Sustainability (ISLMS) 2026. Kegiatan berskala global ini berlangsung pada 15–17 Juli 2026 di National Pingtung University of Science and Technology (NPUST), Taiwan. Partisipasi ini menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa UT dalam merumuskan solusi konkret bagi keberlanjutan lingkungan di kanah internasional. ISLMS ke-4 merupakan hasil kolaborasi strategis antara UI GreenMetric dan NPUST. Mengusung tema “Global Youth Leadership for Sustainable Campuses: Driving Innovation, Collaboration, and Digital Action,” acara ini mempertemukan 38 delegasi pemimpin muda pilihan dari 12 negara di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika. Pertemuan ini bertujuan membangun jaringan internasional untuk merumuskan inovasi nyata dalam mewujudkan kampus berkelanjutan. Dalam pembukaan, Chairperson UI GreenMetric, Dr. Vishnu Juwono, S.E., M.I.A., menegaskan tanggung jawab individu terhadap bumi. “Jangan tanya apa yang Bumi bisa berikan kepadamu; tanyalah apa yang bisa kamu lakukan untuk Bumi,” ungkapnya. Pesan ini memotivasi para delegasi, termasuk Faris, untuk berperan aktif sebagai penggerak perubahan (changemakers). Partisipasi Strategis dan Pembekalan Akademik Selama kegiatan, Faris terlibat aktif dalam sesi akademik intensif. Vice-Chairperson UI GreenMetric, Dr. Abellia Anggi Wardani, S.Hum., M.A., menyampaikan bahwa mahasiswa telah bertransformasi dari sekadar partisipan menjadi penggerak utama kebijakan dan perubahan sosial di universitas. Sesi diskusi panel turut menghadirkan para pakar internasional, di antaranya: Gagasan strategis tersebut kemudian didiskusikan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti Faris, dengan berfokus pada tujuh kriteria utama UI GreenMetric: Praktik Lapangan dan Komitmen Global Selain pembekalan teoritis, para delegasi mengikuti experiential learning di lingkungan kampus NPUST. Faris berkesempatan mempelajari implementasi teknologi ramah lingkungan, seperti: Puncak acara ditandai dengan pembacaan dan penandatanganan International Youth Declaration. Faris bersama seluruh delegasi mengukuhkan komitmen kolektif terhadap aksi iklim guna menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih hijau dan tangguh secara global. Dukungan Universitas Terbuka Keikutsertaan Faris sebagai delegasi UT di ajang internasional ini mempertegas posisi UT dalam mendukung mahasiswa berprestasi yang berorientasi pada nilai-nilai keberlanjutan. Langkah strategis ini memperkuat posisi UT dalam pemeringkatan UI GreenMetric World University Rankings, sekaligus membuktikan visi UT dalam mencetak lulusan yang unggul, inovatif, dan peduli lingkungan. Melalui pencapaian ini, UT berharap dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkontribusi di panggung dunia demi masa depan bumi yang lebih baik. Informasi mengenai inisiatif keberlanjutan UT dapat diakses melalui situs resmi Universitas Terbuka (ut.ac.id) atau kanal resmi UI GreenMetric (https://greencampus.ut.ac.id/).

Gelar Sosialisasi Permendiktisaintek No. 10 Tahun 2026, Universitas Terbuka Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal

TANGERANG SELATAN — Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Permendiktisaintek) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi pada Selasa, 21 Juli 2026. Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Besar FEB Lantai 3 Kantor Pusat UT ini dihadiri oleh jajaran pimpinan bidang akademik fakultas, pengelola sekolah/lembaga, hingga para Ketua Program Studi dari berbagai jenjang. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Rd. Ahmad Bushari, S.IP., M.Si., Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Kelautan dan Perikanan (LAMSPAK) sekaligus Kepala Penjaminan Mutu FISIP Universitas Padjadjaran (UNPAD), sebagai narasumber utama untuk mengupas tuntas penyempurnaan kebijakan penjaminan mutu tersebut. Dipimpin oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM) UT, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., sosialisasi ini dihadiri oleh para Wakil Dekan Bidang Akademik, pimpinan sekolah/lembaga, serta puluhan Ketua Program Studi dari berbagai jenjang. Dalam pemaparannya, Dr. Rd. Ahmad Bushari, S.IP., M.Si. menggarisbawahi pentingnya kesesuaian dan keakuratan data di PD Dikti. Beliau menegaskan bahwa data PD Dikti harus senantiasa diperbarui sesuai kondisi riil agar saat proses pencocokan data (cross-check) pada visitasi asesmen lapangan akreditasi dapat berjalan lancar. Selain itu, narasumber juga sempat menyebutkan bahwa penyesuaian atau perubahan nama program studi memang memakan waktu yang cukup lama—paling cepat sekitar 1 tahun—karena proses pembaruan data di PD Dikti yang membutuhkan tahapan tersendiri. Di samping itu, pembahasan bersama Dr. Rd. Ahmad Bushari, S.IP., M.Si. juga mencakup penentuan diferensiasi misi Universitas Terbuka dalam klaster Tridharma serta penyesuaian instrumen penjaminan mutu khusus bagi penyelenggara Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Selain itu, sosialisasi ini menggarisbawahi pentingnya membangun 3 Pilar Budaya Mutu: Rapat ini juga menekankan krusialnya peran Kantor Penjaminan Mutu (KPM) di tingkat fakultas dan sekolah. Unit ini bertugas mengawal siklus SPMI, mengordinasikan Audit Mutu Internal (AMI), serta mendampingi persiapan akreditasi secara berkelanjutan. Di sisi lain, peserta sosialisasi turut memperoleh gambaran umum terkait reformasi tata kelola pada lembaga akreditasi nasional. Hal tersebut mencakup perjelas kewenangan makro BAN-PT hingga penataan tata kelola dan independensi Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) agar proses penilaian akreditasi berjalan lebih profesional dan transparan. Melalui sosialisasi ini, Universitas Terbuka berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan kebijakan kementerian terbaru demi menjaga standar kualitas dan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan tinggi jarak jauh. [Written By Muhammad Rafy Zildan S. E.]

UT Kukuhkan Transformasi Digital Lewat ICDE Quality Review 2026, Perkuat Langkah Menuju Kampus Siber Kelas Dunia

TANGERANG SELATAN – Bagi lebih dari 766 ribu mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia hingga berbagai negara, Universitas Terbuka (UT) bukan sekadar perguruan tinggi berbasis pembelajaran jarak jauh, melainkan jembatan yang membuka akses pendidikan berkualitas tanpa dibatasi jarak, waktu, maupun latar belakang. Namun, bagi UT, memperluas akses saja tidak cukup. Di balik jutaan proses pembelajaran yang berlangsung secara daring, terdapat komitmen kuat untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu layanan pendidikan. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui International Council for Open and Distance Education (ICDE) Quality Review 2026 yang resmi dibuka di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis UT untuk memperkuat budaya mutu sekaligus mempercepat transformasi menuju perguruan tinggi berkelas dunia. ICDE merupakan organisasi internasional yang menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan terbuka dan pembelajaran jarak jauh di berbagai negara. Quality Review yang dilakukan ICDE menjadi salah satu mekanisme penjaminan mutu yang diakui secara internasional bagi institusi penyelenggara open and distance learning. Mengusung tema Strengthening UT’s Digital Learning Ecosystem for World Quality, peninjauan mutu internasional ICDE Quality Review yang berlangsung pada 5–11 Juli 2026 menjadi momentum bagi UT untuk mengukur dan memperkuat kualitas ekosistem pembelajaran digital sesuai standar global. Kegiatan ini menghadirkan para pakar pendidikan terbuka dunia, yaitu Prof. Li Kam Cheong (Hong Kong) sebagai Lead Reviewer, Prof. Linda Amrane-Cooper (Inggris), dan Dr. Sanjaya Mishra (India). Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menyatakan bahwa ICDE Quality Review bukan sekadar pemenuhan standar mutu internasional, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi institusional, memperoleh perspektif baru, dan memperkuat arah pengembangan universitas ke depan.  Komitmen tersebut menjadi semakin relevan mengingat UT saat ini melayani mahasiswa dengan latar belakang yang sangat beragam. Mulai dari fresh graduate, guru, aparatur sipil negara, pekerja profesional, hingga masyarakat yang kembali menempuh pendidikan setelah bertahun-tahun meninggalkan dunia akademik. Keberagaman itu menjadi kekuatan sekaligus tantangan yang harus dijawab melalui layanan pendidikan yang semakin inklusif dan adaptif. “Keberagaman ini adalah kekuatan khas UT, tetapi pada saat yang sama juga menuntut dukungan yang lebih adaptif dan personal,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UT, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. Untuk menjawab tantangan tersebut, UT terus memperkuat transformasi digital melalui berbagai inovasi, mulai dari Predictive Analytics dan Early Warning System untuk mendukung deteksi dini dan pendampingan mahasiswa, hingga penerapan Single Sign-On (SSO), platform pembelajaran terintegrasi, aplikasi mobile, layanan berbasis Artificial Intelligence (AI), chatbot akademik, dan Learning Analytics. Berbagai inovasi ini menjadi fondasi strategis UT dalam membangun ekosistem pembelajaran digital yang terintegrasi dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan bagi seluruh pemangku kepentingan.  Upaya tersebut sekaligus memperkuat kontribusi UT terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses pendidikan tinggi yang inklusif, fleksibel, dan terjangkau. Di sisi lain, penguatan kompetensi digital dan inovasi teknologi juga mendukung SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Apresiasi terhadap transformasi UT juga disampaikan tim reviewer internasional ICDE. Lead Reviewer, Prof. Li Kam Cheong, menilai berbagai kemajuan yang dicapai UT sejak Quality Review sebelumnya menunjukkan komitmen kuat dalam menindaklanjuti setiap rekomendasi sekaligus melampaui standar mutu yang ada. Menurutnya, semangat tersebut tercermin dalam perluasan cakupan ICDE Quality Review 2026 yang kini tidak hanya menilai enam area utama, tetapi juga mencakup aspek penelitian, luaran dan dampak (outcomes and impact), serta keberagaman dan inklusi (diversity and inclusion). Penilaian positif juga disampaikan Dr. Sanjaya Mishra dan Prof. Linda Amrane-Cooper. Keduanya menilai konsistensi UT dalam menghadirkan inovasi pendidikan terbuka, kemampuan melayani ratusan ribu mahasiswa di wilayah kepulauan yang beragam, serta kapasitas beradaptasi terhadap perubahan telah menjadikan UT sebagai salah satu rujukan penting dalam pengembangan pendidikan terbuka dan pembelajaran jarak jauh di tingkat internasional. “Kami melihat bahwa UT tidak hanya berusaha memenuhi standar yang ada, tetapi juga ingin melampauinya dan menjadi institusi yang mampu menciptakan standar baru bagi pendidikan terbuka dan jarak jauh,” ujar Prof. KC Li.  Lebih dari sekadar proses penilaian, ICDE Quality Review 2026 menjadi bagian dari komitmen UT dalam membangun budaya peningkatan mutu yang berkelanjutan. Melalui evaluasi, refleksi, dan kolaborasi dengan para pakar pendidikan terbuka dunia, UT terus memperkuat tata kelola, layanan akademik, serta ekosistem pembelajaran digital agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Di tengah perubahan yang berlangsung begitu cepat, komitmen tersebut menjadi pijakan bagi UT untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi terbuka yang inklusif, berkualitas, dan berdaya saing global, sekaligus semakin memantapkan langkah menuju World Class Cyber University. sumber: https://www.ut.ac.id/berita/2026/07/ut-kukuhkan-transformasi-digital-lewat-icde-quality-review-2026-perkuat-langkah-menuju-kampus-siber-kelas-dunia/

Peringkat THE Sustainability Impact Ratings UT Melesat ke 801–1000, Bukti Pendidikan Terbuka Makin Diakui Dunia

Universitas Terbuka (UT) mencatatkan capaian penting dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026 melalui lima tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dengan skor tertinggi. Capaian terbaik diraih pada SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions dengan peringkat 201–300 dunia, disusul SDG 4: Quality Education di peringkat 401–600 dunia, SDG 17: Partnerships for the Goals dengan peringkat 601–800 dunia, SDG 5: Gender Equality di peringkat 401–600 dunia, serta SDG 6: Clean Water and Sanitation pada peringkat 401–600 dunia. Berdasarkan data yang dipublikasikan pada 24 Juni 2026, capaian tersebut menempatkan UT dalam peta pemeringkatan global yang semakin kompetitif. THE Sustainability Impact Ratings 2026 mengevaluasi 1.603 universitas dari 116 negara/wilayah. Pemeringkatan ini menilai kontribusi perguruan tinggi terhadap 17 SDGs, sehingga capaian UT tidak hanya mencerminkan reputasi akademik, tetapi juga kontribusi institusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan. Lima capaian tertinggi tersebut menjadi penanda bahwa kontribusi UT tidak bertumpu pada satu bidang saja. Kekuatan UT terbaca dari penguatan tata kelola, perluasan akses pendidikan berkualitas, pengembangan kemitraan, kesetaraan, hingga kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Dalam konteks perguruan tinggi modern, capaian ini menunjukkan bahwa reputasi tidak lagi hanya dibangun melalui aktivitas akademik, tetapi juga melalui manfaat yang dapat dirasakan publik secara luas. Posisi terbaik UT pada SDG 16 memperlihatkan pentingnya tata kelola kelembagaan dalam membangun kepercayaan. Sebagai perguruan tinggi negeri terbuka, UT terus memperkuat prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kualitas layanan. Capaian ini menjadi relevan karena pendidikan tinggi hari ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menghadirkan institusi yang kredibel, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sementara itu, capaian pada SDG 4 memiliki kedekatan paling kuat dengan jati diri UT. Sejak awal, UT hadir untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang tidak selalu dapat mengikuti pola perkuliahan konvensional. Melalui sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT menghadirkan ruang belajar yang lebih fleksibel bagi lulusan SMA/Sederajat, pekerja, guru, aparatur, pelaku usaha, orang tua, hingga pembelajar di berbagai daerah. Sebagai perguruan tinggi jarak jauh (PTJJ), ruang pembelajaran UT tidak selalu berbentuk kelas fisik. Ia bisa hadir melalui layar komputer/laptop/gawai setelah jam kerja, di rumah seorang guru di daerah, di sela aktivitas keluarga, atau dalam rutinitas seseorang yang sedang menata ulang masa depannya. Dalam sistem pembelajaran seperti itu, pendidikan tinggi jarak jauh menjadi lebih dekat dengan kehidupan nyata dan lebih mungkin dijangkau oleh masyarakat dari berbagai usia, profesi, wilayah, dan latar sosial ekonomi. Rangkaian capaian tersebut menjadi bagian dari lompatan besar UT pada pemeringkatan tahun ini. Secara keseluruhan, UT berhasil naik dari kelompok peringkat 1001–1500 dunia pada 2025 menjadi 801–1000 dunia pada 2026. Kenaikan ini sekaligus melampaui target yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) UT. Peningkatan juga terlihat dari skor keseluruhan UT yang naik dari 51,8 pada 2025 menjadi 56,9 pada 2026. Lompatan lain yang tidak kalah penting adalah meningkatnya jumlah SDGs yang diikuti UT. Pada 2025, UT berpartisipasi dalam lima SDGs. Tahun 2026, jumlah tersebut bertambah signifikan menjadi 17 SDGs. Artinya, UT kini mengambil bagian dalam seluruh tujuan pembangunan berkelanjutan, sehingga kontribusinya semakin utuh terbaca dalam berbagai bidang pembangunan. Pengakuan dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026 semakin memperkuat posisi UT sebagai perguruan tinggi terbuka yang membangun reputasi melalui manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat. Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang fleksibel, kredibel, dan berkualitas, UT hadir sebagai pilihan yang semakin relevan bagi pembelajar masa kini. UT menjadi ruang bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kapasitas diri tanpa harus memutus ritme hidup, meninggalkan pekerjaan, keluarga, maupun lingkungan sosialnya. Pada akhirnya, capaian ini tidak hanya menempatkan UT dalam daftar pemeringkatan dunia. Lebih dari itu, UT menunjukkan arah pendidikan tinggi yang semakin dibutuhkan hari ini: terbuka, adaptif, dekat dengan kehidupan masyarakat, dan mampu menghadirkan kesempatan yang lebih luas. Dari ruang nyata dan digital yang menembus seluruh wilayah pelosok tanah air, UT terus memperluas makna kampus sebagai ekosistem belajar yang tidak sekadar menunggu mahasiswa datang, tetapi hadir mendekat kepada mereka yang ingin bertumbuh dan mengambil peran dalam masa depan Indonesia. sumber: https://www.ut.ac.id/berita/2026/07/peringkat-the-sustainability-impact-ranking-ut-melesat-ke-801-1000-bukti-pendidikan-terbuka-makin-diakui-dunia/

Tingkatkan Mutu PJJ, Prodi Sosiologi Universitas Terbuka Gelar Asesmen Lapangan Akreditasi

TANGERANG SELATAN – Program Studi (Prodi) Sosiologi pada Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka (UT) resmi melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka reakreditasi program studi. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini dipusatkan di Kantor Pusat UT, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dr. Kurnia Endah Riana, S.E., M.Com. selaku Sekretaris Universitas UT. Dalam sambutannya, perwakilan Sekretariat Universitas menegaskan komitmen penuh institusi dalam mendukung setiap upaya peningkatan mutu akademik dan layanan pendidikan bagi seluruh mahasiswa. Momentum asesmen lapangan ini juga menjadi bukti nyata dari peran aktif Kantor Penjaminan Mutu (KPM) UT dalam mengawal siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Melalui siklus ini, KPM memastikan bahwa proses asesmen bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari tahapan evaluasi dan pengendalian mutu yang terukur demi menjaga standar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di UT tetap berada di level tertinggi. Dalam pemaparannya, pihak manajemen FHISIP dan Program Studi menjelaskan perkembangan S-1 Sosiologi UT yang telah berdiri di bawah FHISIP sejak tahun 2017. Sebagai perguruan tinggi berstatus PTN-BH, UT merancang sistem pembelajaran jarak jauh yang sangat fleksibel melalui layanan SIPAS dan Non-SIPAS untuk mengakomodasi mayoritas mahasiswa yang berkuliah sambil bekerja. Di sisi lain, terungkap pula data riil mengenai kekuatan operasional prodi, di mana S-1 Sosiologi UT tercatat memiliki 6.947 mahasiswa aktif pada Tahun Sasaran (TS). Untuk melayani jumlah yang masif tersebut, prodi diperkuat oleh 12 Dosen Homebase Program Studi (DPRS) dan didukung oleh 220 tutor berkualifikasi minimal Magister (S-2) yang tersebar di berbagai UT Daerah. Rasio ini sengaja disesuaikan dengan karakteristik PJJ berdasarkan Permendikbud Nomor 7 Tahun 2020. Selain aspek SDM, penguatan proses belajar mandiri mahasiswa juga difasilitasi melalui layanan digital mumpuni seperti Perpustakaan Digital dan Ruang Baca Virtual. Prodi S-1 Sosiologi UT juga memaparkan berbagai capaian strategis, termasuk perolehan sertifikasi internasional sebagai langkah menuju world class university. Di bidang kemahasiswaan, mahasiswa UT berhasil menorehkan prestasi internasional, seperti Shan Syuja Adiwinata dalam program IISMA di Korea University, serta Galih Hermawan sebagai atlet badminton tingkat nasional dan internasional. Sementara di bidang Tridarma, kinerja prodi ditunjukkan lewat pelaksanaan satu kegiatan PkM internasional dan 28 PkM nasional yang melibatkan dosen serta mahasiswa, hingga keterlibatan dosen dalam riset kolaboratif internasional yang mendanai penelitian bersama melibatkan lima negara. Pada sesi penutupan, Tim Asesor LAMSPAK memberikan apresiasi yang tinggi terhadap efektivitas sistem penjaminan mutu dan integrasi SOP berbasis teknologi informasi di UT. Asesor merekomendasikan penguatan pada aspek pemetaan kompetensi lulusan (tracer study), optimalisasi inovasi modul ajar, serta peningkatan publikasi luaran riset dosen. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UT menyampaikan terima kasih atas rekomendasi strategis tersebut dan menegaskan komitmen UT dalam mendukung prinsip pembelajaran sepanjang hayat. Melalui persiapan yang matang dan berjalannya siklus PPEPP yang sehat, sivitas akademika Prodi S-1 Sosiologi UT optimis dapat meraih hasil terbaik dengan predikat “Unggul” [Written By Muhammad Rafy Zildan S.E.]