KPM Dampingi FKIP dalam Pembahasan SOP Dokumen Kendali Mutu Akademik

TANGERANG SELATAN – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka menyelenggarakan rapat mengenai Pembahasan Standar Operasional Prosedur (SOP) Dokumen Kendali Mutu Akademik bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Rapat yang berlangsung pada Senin, 8 Juni 2026 ini dipimpin langsung oleh Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si., selaku pimpinan rapat, dengan Adam Suryapratama, S.Pt. bertindak sebagai notulis. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB bertempat di Ruang Sidang KPM, Gedung DAAK Lantai II. Rapat ini difokuskan pada pembaruan dokumen akademik di lingkungan FKIP, mengingat mayoritas dokumen pedoman, SOP, dan rekaman yang ada saat ini masih menggunakan versi lama, yaitu terbitan tahun 2013, 2015, dan 2017. Diperlukan konfirmasi teknis dari tiap program studi (prodi) untuk memastikan keberlakuan dokumen-dokumen tersebut di lapangan. Digitalisasi dan Identifikasi Dokumen Mutu Salah satu agenda utama yang dibahas adalah transisi menuju digitalisasi layanan akademik. Untuk mata kuliah praktik dan praktikum, FKIP kini mulai beralih menggunakan aplikasi Silayar guna pemantauan tutor dan proses penilaian. Melalui langkah digitalisasi ini, seluruh proses pemantauan dan penilaian diharapkan dapat berjalan secara lebih terintegrasi dan sistematis. Sebagai langkah tindak lanjut, setiap prodi di lingkungan FKIP diwajibkan untuk melakukan identifikasi dokumen melalui tautan file Ms. excel yang telah dibagikan. Proses ini bertujuan untuk memetakan secara jelas dokumen mana yang masih berlaku, memerlukan revisi, atau sudah tidak berlaku. Selain itu, prodi yang telah memiliki panduan terbaru di Ruang Baca Virtual (RBV) diminta mencantumkan kodenya dalam daftar demi memastikan sinkronisasi data yang akurat. Penyusunan Suplemen Khusus dan Target Penyelesaian Dalam diskusi tersebut, forum juga mengidentifikasi adanya kerancuan pada beberapa dokumen penting, seperti pedoman Karya Ilmiah (Karil) dan Tugas Akhir Program Sarjana (TAPS). Selama ini, prodi cenderung merujuk pada panduan umum universitas (MKWI 4560). Melihat kondisi ini, FKIP merasa perlu menyusun suplemen khusus yang mengatur skema penyusunan skripsi dan proyek pendidikan mereka sendiri agar lebih relevan dengan kebutuhan fakultas. Rapat ini menghasilkan komitmen bersama terkait lini masa penyelesaian target. Hasil identifikasi dokumen oleh tiap prodi ditargetkan selesai pada akhir bulan Juni 2026, sedangkan proses revisi keseluruhan dokumen ditargetkan rampung pada akhir bulan Juli 2026. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat tertib administrasi, mendukung implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), serta mewujudkan budaya mutu Universitas yang sistematis dan berkelanjutan di lingkungan Universitas Terbuka, sebagaimana yang terus didorong oleh Kepala KPM, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. [Written By Muhammad Rafy Zildan S.E]

Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi Biologi FST UT Perkuat Inovasi Pembelajaran dan Pengembangan Akademik

Tangerang Selatan — Program Studi S1 Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi pada tanggal 7–8 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Auditorium dan Ruang Sidang FST UT, sebagai bagian dari tahapan penting dalam memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan implementasi tridarma perguruan tinggi pada Program Studi Biologi. Pelaksanaan asesmen lapangan dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), Ketua Program Studi, dosen, serta tim penjaminan mutu. Kegiatan ini mencerminkan komitmen Universitas Terbuka dalam menjaga dan meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan. Kegiatan asesmen dilakukan oleh Tim Asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA), yaitu Prof. Dr. Dirayah Rauf Husain, DEA. dari Universitas Hasanuddin dan Prof. Dr. Fida Rachmadiarti, M.Kes. dari Universitas Negeri Surabaya. Kegiatan ini dibuka oleh Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Dalam proses asesmen, Tim Asesor melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek penyelenggaraan program studi, termasuk tata kelola, kurikulum, sumber daya manusia, sistem pembelajaran, serta luaran tridarma. Program Studi Biologi dinilai telah memiliki praktik baik berupa pemanfaatan berbagai sistem informasi dan Learning Management System (LMS) yang inovatif, serta ketersediaan bahan ajar dalam bentuk modul yang lengkap sebagai sumber belajar mahasiswa. Namun demikian, Tim Asesor juga memberikan sejumlah catatan strategis untuk pengembangan program studi ke depan. Dalam aspek kurikulum, Program Studi Biologi didorong untuk melakukan reviu dan pembaruan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), khususnya pada capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) dan sub-CPMK agar semakin selaras dengan capaian pembelajaran lulusan (CPL). Selain itu, kesesuaian antara metode asesmen dan penugasan mata kuliah dengan CPL juga perlu diperkuat guna memastikan ketercapaian kompetensi lulusan secara optimal. Lebih lanjut, Tim Asesor menekankan pentingnya pelaksanaan asesmen CPL secara menyeluruh pada satu angkatan mahasiswa sebagai upaya untuk mengukur tingkat ketercapaian kompetensi lulusan. Pengembangan portofolio mata kuliah juga dinilai penting untuk melihat kontribusi masing-masing mata kuliah terhadap pencapaian CPL program studi. Dalam mendukung kegiatan praktikum dan penelitian, Program Studi Biologi juga didorong untuk memperkuat kapasitas laboratorium melalui perekrutan tenaga laboran yang kompeten serta perencanaan pengadaan peralatan analisis biologi terkini. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan praktikum, validasi modul, serta mendorong integrasi penelitian dosen dan mahasiswa secara lebih optimal. Selain itu, peningkatan inovasi pembelajaran juga menjadi perhatian utama. Program studi didorong untuk mengembangkan berbagai kegiatan akademik yang memungkinkan interaksi langsung antara mahasiswa dan dosen melalui kegiatan tatap muka atau luring. Pendekatan ini dinilai penting untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran serta mendorong penyelesaian studi secara tepat waktu.Pelaksanaan asesmen lapangan ini menjadi momentum refleksi bagi Program Studi Biologi dalam memperkuat budaya mutu dan pengembangan berkelanjutan. Rekomendasi yang diberikan oleh Tim Asesor diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi peningkatan kualitas program studi secara sistematis. Peran sistem penjaminan mutu internal menjadi krusial dalam memastikan seluruh tindak lanjut dilakukan secara konsisten melalui siklus PPEPP. Dengan demikian, proses akreditasi tidak hanya menjadi bentuk evaluasi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan di Program Studi S1 Biologi FST Universitas Terbuka. [Written by Muhammad Rafy Zildan, S.E.]

Asesmen Lapangan S1 Sistem Informasi oleh LAM INFOKOM : UT Tampilkan Kesiapan Menuju Akreditasi Unggul

Universitas Terbuka (UT) melalui Program Studi S1 Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), menyelenggarakan kegiatan Asesmen Lapangan sebagai bagian dari proses akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM). Kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 14 hingga 15 Juli 2025, bertempat di Auditorium FST Universitas Terbuka. Acara pembukaan asesmen lapangan ini diselenggarakan secara bersamaan dengan pembukaan asesmen lapangan Program Studi S1 Agribisnis, yang dilakukan oleh tim asesor dari BAN-PT. Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Terbuka, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dekan dan Para Wakil Dekan FST, Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA), para Ketua Lembaga, para Kepala Pusat, Ketua Program Studi S1 Sistem Informasi, Ketua Program Studi S1 Agribisnis, serta seluruh dosen dan tenaga kependidikan dari kedua program studi. Asesmen untuk Program Studi S1 Sistem Informasi dilakukan oleh dua asesor dari LAM INFOKOM, yaitu Prof. Paulus Insap Santosa, M.Sc., Ph.D., IPU dan Prof. Dr. Kusrini, M.Kom. Selama asesmen berlangsung, asesor melakukan evaluasi terhadap dokumen akademik, tata kelola, kurikulum, SDM, serta fasilitas pendukung pembelajaran. Asesor juga berdiskusi dengan pengelola program studi, dosen, dan tenaga kependidikan untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang pelaksanaan sistem penjaminan mutu internal di lingkungan program studi. Kegiatan ini merupakan langkah strategis UT dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan terukur, sekaligus sebagai bagian dari komitmen terhadap sistem akreditasi nasional yang transparan dan berkelanjutan. Dengan pelaksanaan asesmen ini, Universitas Terbuka optimis bahwa Program Studi S1 Sistem Informasi dapat meraih hasil terbaik dan semakin memperkokoh posisinya sebagai program studi unggulan dalam bidang teknologi informasi berbasis pendidikan jarak jauh. [ditulis oleh: Nyayu Miftahul ilmiyyah]

Asesmen Lapangan BAN-PT Program Studi Sarjana Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi Sebagai bentuk Continous Improvement

Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi Sarjana Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) yang berlangsung pada hari Senin, 14 Juli 2025 bertempat di Ruang Einstein, Gedung FST. Acara pembukaan Asesmen Lapangan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Terbuka, antara lain: Dalam Asesmen Lapangan ini, asesor BAN-PT yang hadir dan melakukan konfirmasi adalah Prof. Dr. Ir. Abdul Latief, M.S. dan Mahdi, M.Si., Ph.D.. Para asesor melakukan verifikasi dan validasi data, serta konfirmasi langsung kepada para stakeholder yaitu pimpinan universitas, pimpinan fakultas, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan. Rektor UT, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., membuka secara resmi kegiatan asesmen lapangan, menyambut tim Asesor dan menyampaikan pentingnya dilakukan akreditasi untuk peningkatan kualitas di UT dan Dekan FST UT, Dr. Subekti Nurmawati, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap proses asesmen lapangan dalam akreditasi BAN-PT ini sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan mutu Program Studi S1 Agribisnis. Kegiatan asesmen lapangan ini ditutup secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., Direktur Sistem Informasi, Dr. Muhammad Rif’an, S.T., M.T., serta Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. Melalui asesmen lapangan ini, diharapkan Program Studi S1 Agribisnis FST UT dapat memperoleh hasil akreditasi terbaik, sehingga semakin memperkuat kepercayaan masyarakat dan para pemangku kepentingan terhadap mutu layanan pendidikan jarak jauh yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka. (Written by Nisa Permata Basti)

Menjelang Asesmen Mutu Internal MPJJ 2025, Asesor Bersinergi dalam Penyamaan Persepsi

Sebagai wujud komitmen dalam penjaminan mutu Pendidikan Jarak Jauh, Kantor Penjaminan Mutu UT mengadakan kegiatan penyamaan persepsi terkait instrumen Asesmen Mutu Internal Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (AMI MPJJ). Acara tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 7 Juli 2025 dengan menghadirkan seluruh asesor AMI MPJJ, baik yang berasal dari KPM maupun berasal dari fakultas. Penyelenggaraan acara penyamaan persepsi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan dan keselarasan pemahaman asesor dalam melaksanakan asesmen yang akan dilakukan. Dalam acara ini, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. selaku Kepala KPM memberikan sambutan sekaligus mensosialisasikan instrumen AMI MPJJ 2025. Selain itu, disampaikan juga pengarahan teknis oleh Manajer Pengembangan, Penjaminan, dan Manajemen Risiko pada KPM UT, yaitu Dra. Eko Kuswanti, M.Pd. Ibu Eko juga menyampaikan jadwal pelaksanaan AMI MPJJ yang akan dimulai pada pertengahan Bulan Juli hingga akhir bulan September 2025. Para asesor berpartisipasi secara aktif dalam menyampaikan pendapat dan bertukar pikiran terkait instrumen yang disampaikan oleh pimpinan KPM dalam sesi diskusi. Hal ini dapat memperkuat semangat dan komitmen bersama demi tercapainya penjaminan mutu yang optimal, yang menjadi kunci keberhasilan dalam pelaksanaan AMI MPJJ. Hasil dari sesi diskusi interaktif mengindikasikan bahwa hal-hal terkait instrumen dan jadwal pelaksanaan AMI MPJJ akan segera disepakati dengan mempertimbangkan masukan dari asesor yang hadir. Kegiatan ini memberi gambaran bahwa kerja sinergi dari semua pihak yang terlibat menjadi dasar utama dalam peningkatan mutu layanan pendidikan untuk masa depan PJJ yang lebih baik. [written by: Sakina]

Audiensi tentang Pendidikan Jarak Jauh UT Bersama Direktur Kelembagaan Ditjendikti

Universitas Terbuka (UT) sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) memiliki otonomi atau kemandirian dalam mengelola bidang akademik dan nonakademik. Namun demikian, UT tetap harus mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku, dalam hal pembukaan dan atau penamaan program studi, akreditasi, dan aspek-aspek akademik dan nonakademik lainnya. Dalam kaitan ini, tim dari UT yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik (Warek I) melakukan audiensi dengan Direktur Kelembagaan, Ditjen Dikti – Kemendiktisaintek, Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M. di Gedung D Kemendiktisaintek Jakarta pada hari Rabu, 3 Juli 2025. Hadir pula Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM), Sekretaris Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Jarak Jauh Indonesia (APPJJI), Wakil Dekan FKIP, Staf Ahli Warek I, dan Manajer Penjaminan Mutu KPM. 3 (tiga) hal yang dibahas bersama, yaitu: 1) pembukaan prodi baru; 2) perubahan nama prodi; dan 3) instrumen akreditasi prodi PJJ. Pembukaan prodi baru, terkait dengan keinginan FKIP UT untuk membuka program studi S1 Bimbingan dan Konseling, dan S1 Pendidikan Jasmani dan Olah Raga. Kedua prodi tersebut terkendala karena termasuk prodi yang “dimoratorium” berdasarkan Keputusan Menteri. Direktur Kelembagaan memahami hal itu, karena saat ini pemerintah fokus pada pengembangan prodi-prodi STEM untuk mencapai target 50%. Sementara saat ini prodi STEM masih berada di kisaran 20% dari total prodi yang ada. Terkait hal ini, Direktur Kelembagaan meminta UT untuk berkirim surat ke Mendiktisaintek disertai dengan Naskah Akademik dan data-data faktual di lapangan yang mendukung kebutuhan masyarakat untuk membuka kedua prodi tersebut. Perubahan nama prodi, terkait dengan beberapa program studi UT yang “perlu” melakukan penyesuaian/perubahan nama (nomenklatur) sesuai dengan Keputusan Dirjendikti yang mengalami beberapa kali perubahan. Dalam kaitan ini Direktur Kelembagaan memahami, dan akan melakukan sosialisasi ke kementerian terkait bagaimana memahami dan memaknai nomenklatur prodi yang terdapat di dalam Keputusan Dirjendikti tersebut. Beliau meminta UT untuk mengajukan surat yang ditujukan kepada Mendiktisaintek disertai Naskah Akademik, Kurikulum (Capaian Pembelajaran Lulusan), dan dokumen lain yang dibutuhkan. Instrumen akreditasi prodi PJJ merupakan hal yang paling mendesak dan krusial yang harus diikhtiarkan oleh UT sebagai penyelenggara PJJ. Undang-Undang No. 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional memberikan “legalitas-formal” pelaksanaan pendidikan secara tatap muka dan/atau “jarak jauh”. Bahkan Permendikbud No. 2/2020 secara jelas menyatakan pada pasal 90 ayat 2, perlunya pemerintah “mengatur dalam ketentuan tersendiri penyelenggaraan PJJ pada UT”. Namun, tampaknya ketentuan dan instrumentasi yang mengatur tentang Akreditasi prodi PJJ belum semua mengadaptasi “keunikan/karakteristik” pendidikan jarak jauh UT. Dalam kaitan ini, Dirjen Kelembagaan akan menyampaikan ke pihak BAN-PT dan LAM. Menurut beliau, UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, yang juga didalamnya mengatur tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi sebagaimana ditetapkan dalam Permendikbudristek No. 53/2023 saat ini sedang dilakukan evaluasi bersama oleh Kementerian dan lembaga/badan akreditasi, juga dalam proses pengajuan uji material di Mahkamah Konstitusi (MK). Melalui audiensi ini, kita berharap UT sebagai PTNBH yang memiliki kekhasan dalam sistem pendidikan dapat memiliki “otonomi” yang lebih luas dalam mengelola bidang akademik dan nonakademik sebagaimana ditetapkan di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2022 tentang Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) Universitas Terbuka. (written by Imam)

Membangun Fondasi Mutu Pendidikan Jarak Jauh melalui Sosialisasi Asesmen Mutu Internal MPJJ Tahun 2025

Dengan semangat meningkatkan kualitas pendidikan jarak jauh, Kantor Penjainan Mutu (KPM) menggelar acara Sosialisasi dan Penyamaan Persepsi Pelaksanaan Asesmen Mutu Internal (AMI) Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) secara daring pada Senin, 30 Juni 2025. Acara ini bertujuan untuk mempersiapkan pelaksanaan AMI MPJJ yang akan dilaksanakan mulai bulan Juli 2025 secara luring. Kegiatan ini dihadiri oleh para Direktur Universitas Terbuka (UT) Daerah, Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Manajer Pengembangan Pengendalian Mutu dan Manajemen Risiko pada Kantor Penjaminan Mutu, para asesor dan tim ICT. Rangkaian acara ini dimulai dari sambutan sekaligus pembukaan secara resmi AMI MPJJ oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., dilanjutkan dengan penjelasan teknis terkait AMI MPJJ 2025 oleh Manajer Pengembangan Pengendalian Mutu dan Manajemen Risiko, Dra. Eko Kuswanti, M.Pd., dan simulasi aplikasi AMI MPJJ oleh ICT pada KPM, Yogie Bagas Pambagyo, S.T. Dalam acara sosialisasi dan penyamaan persepsi ini, Kepala KPM menyampaikan bahwa KPM berupaya untuk terus mengawal Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME), termasuk evaluasi tahunan melalui AMI. Beliau juga menyampaikan bahwa paradigma asesor juga mengalami perubahan menuju fokus perbaikan dan peningkatan mutu. Pada sesi pembahasan teknis pelaksanaan AMI MPJJ, disampaikan bahwa dalam AMI MPJJ 2025, digunakan tiga trilogi utama, yaitu Daya Jangkau, Tata Kelola, dan Kualitas Akademik, yang menjadi dasar penilaian di tujuh area kualitas dari total 12 area dalam sistem SIMINTAS 2024. Selain itu, sosialisasi ini juga memberikan gambaran kepada seluruh peserta mengenai peran penting asesmen dalam meningkatkan mutu akademik dan tata kelola di tingkat masing-masing UT Daerah. Para peserta didorong untuk aktif berpartisipasi, menyiapkan data dan dokumen secara lengkap serta mengikuti seluruh proses asesmen dengan penuh tanggung jawab. Melalui kolaborasi yang baik, pelaksanaan AMI MPJJ diharapkan akan berjalan lancar dan memberi hasil yang optimal bagi peningkatan mutu pendidikan jarak jauh secara berkelanjutan. Dengan sosialisasi ini, diharapkan seluruh pihak terkait dapat menyambut pelaksanaan AMI MPJJ 2025 dengan kesiapan dan pemahaman yang utuh, demi peningkatan mutu pendidikan jarak jauh yang berkualitas.  Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antar semua pihak yang terlibat, mulai dari pimpinan UT Daerah hingga tim asesor. KPM menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan memantau setiap langkah pelaksanaan AMI MPJJ sehingga kualitas pendidikan yang dihasilkan mampu memenuhi standar nasional dan internasional. [written by: Sakina]

Universitas Terbuka Perkuat Sistem Penjaminan Mutu melalui Studi Banding ke LPPMP UNS

Solo, 17 Juni 2025 – Dalam upaya memperkuat kapabilitas kelembagaan di bidang pembelajaran dan sistem penjaminan mutu internal, Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka (KPM UT) melakukan kunjungan studi banding ke Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo. Kegiatan yang berlangsung di ruang sidang LPPMP UNS ini dipimpin langsung oleh Kepala KPM UT, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., bersama tim yang terdiri dari para manajer KPM UT dan staf ahli Wakil Rektor I UT. Rombongan KPM UT disambut hangat oleh jajaran pimpinan LPPMP UNS, antara lain Ketua LPPMP Prof. Dr. Sarwanto, S.Pd., M.Si., Sekretaris LPPMP Dr. Anjar Sri Ciptorukmi Nugraheni, S.H., M.Hum., serta sejumlah kepala unit terkait lainnya. Pertemuan dimulai pukul 08.30 WIB dan diawali dengan sambutan resmi dari Ketua LPPMP UNS, yang menekankan keterbukaan institusinya untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan penjaminan mutu dan kinerja unit-unit internal. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Imam Farisi menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta harapannya agar kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kerja sama strategis antara UT dan UNS dalam memberdayakan potensi kelembagaan, mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta meningkatkan daya saing kedua institusi. Kegiatan berlanjut dengan pemaparan materi mengenai sistem penjaminan mutu internal UNS oleh Dr. Anjar Sri Ciptorukmi Nugraheni, dilanjutkan dengan sesi presentasi pengelolaan manajemen risiko, dan diskusi interaktif. Para peserta aktif berdialog mengenai tantangan dan strategi implementasi penjaminan mutu akademik, termasuk pentingnya keterlibatan dosen dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan tinggi. Kunjungan ditutup dengan sesi tukar cinderamata sebagai simbol apresiasi dan penguatan hubungan kelembagaan antara UT dan UNS.

Universitas Terbuka Raih Peringkat 1001-1500 dalam THE Impact Rankings 2025, Perkuat Komitmen pada Pembangunan Berkelanjutan

Tangerang Selatan, 18 Juni 2025 – Universitas Terbuka (UT) kembali menunjukkan komitmennya terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) dengan meraih peringkat 1001-1500 secara keseluruhan dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2025. Capaian ini menjadi bukti nyata kontribusi UT dalam upaya global mencapai pembangunan berkelanjutan melalui berbagai inisiatif akademik dan komunitas. THE Impact Rankings menilai kinerja institusi pendidikan tinggi berdasarkan 17 tujuan SDGs Perserikatan Bangsa-Bangsa. Universitas Terbuka menunjukkan performa signifikan dalam beberapa SDG kunci yang diukur dalam skor dengan skala 0-100. Pencapaian ini merefleksikan dedikasi UT dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam seluruh aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Peringkat ini akan memotivasi UT untuk terus meningkatkan kontribusinya dalam mencapai tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan secara global. Capaian UT ini sejalan dengan tren dari berbagai perguruan tinggi di Asia Tenggara dan Asia Timur yang mengalami peningkatan pesat dalam kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, menurut peringkat terbaru Times Higher Education Impact Rankings 2025. Capaian UT dapat dilihat pada tautan berikut: https://www.timeshighereducation.com/world-university-rankings/universitas-terbuka-indonesia-open-university

Aligning Perspectives on Risk Management in Higher Education Institutions

Universitas  Terbuka, 13 Juni 2025 –  Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan rapat Aligning Perspectives on Risk Management in Higher Education Institutions pada tanggal 13 Juni 2025, bertempat di Ruang Sidang Besar FEB Lt.3. Kegiatan ini merupakan penyelarasan perspektif untuk pengembangan dan peningkatan manajemen risiko di lingkungan UT. Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor bidang Keuangan Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum Bapak Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. dan dihadiri oleh para pimpinan dan jajaran staf dari Kantor Pengawas Internal dan Kantor Penjaminan Mutu sebagai unit-unit pengembang dan pengawas implementasi manajemen risiko UT.Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor bidang Keuangan Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum Bapak Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. dan dihadiri oleh para pimpinan dan jajaran staf dari Kantor Pengawas Internal dan Kantor Penjaminan Mutu sebagai unit-unit pengembang dan pengawas implementasi manajemen risiko UT. Materi Manajemen Risiko dibawakan oleh Bapak Marwoto, S.E., M.Sc. Beliau merupakan Anggota Komite Pemantau Risiko pada Dana Pensiun Bank  Indonesia (DAPENBI). Materi yang dibawakan meliputi: Beliau memaparkan pentingnya melakukan pemetaan risiko yang dihadapi oleh UT sebagai PTN-BH serta mitigasi risiko pada setiap unit operasional baik pada UT Pusat maupun UT Daerah. Pengukuran dan pemantauan risiko merupakan hal-hal yang wajib dilakukan sehingga risiko dapat dikendalikan dan dievaluasi secara berkala. Manajemen risiko memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian visi dan misi serta mampu menciptakan dan melindungi nilai organisasi UT. Manajemen risiko juga dapat memberikan awareness dan governance kepada pemangku jabatan terhadap akibat buruk yang mungkin terjadi. Kepemimpinan dan komitmen berperan penting dalam penerapan manajemen risiko. [written by Berthon Jonathan Lumbantobing]