Program Doktor Ilmu Manajemen UT Jalani Asesmen Lapangan LAMEMBA untuk Penguatan Mutu Berkelanjutan

Universitas Terbuka, 11 Juni 2025 – Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) untuk Program Studi Doktor Ilmu Manajemen (DIM) sebagai bagian dari proses akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA). Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada 11 hingga 12 Juni 2025, bertempat di Ruang Sidang Rasamala, Wisma II, Lantai Dasar, Universitas Terbuka. Acara pembukaan Asesmen Lapangan berlangsung pada Rabu, 11 Juni 2025 pukul 08.00 – 08.30 WIB, yang ditandai dengan sambutan pimpinan universitas dan penyambutan resmi terhadap tim asesor LAMEMBA. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Terbuka, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., menyampaikan bahwa UT menyambut baik kedatangan tim asesor LAMEMBA. Ia juga mengungkapkan harapan agar asesmen ini tidak hanya menjadi bentuk evaluasi, tetapi juga mampu memberikan rekomendasi konstruktif guna perbaikan berkelanjutan Program Studi Doktor Ilmu Manajemen. “Kami berharap kegiatan asesmen ini dapat menjadi proses refleksi akademik yang mendalam dan mendorong penguatan kualitas program DIM berkelanjutan,” ungkap Dr. Yunus. Lebih lanjut, beliau menyampaikan, “Semangat yang diberikan oleh para asesor memberikan energi untuk menata program DIM menjadi lebih baik.” Turut hadir dalam acara pembukaan antara lain Rektor Universitas Terbuka, Ketua Senat Akademik Universitas, Ketua Majelis Wali Amanat, serta para Wakil Rektor. Hadir pula Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Direktur Sekolah Pascasarjana, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ketua Lembaga Layanan Operasi Pembelajaran, dan Direktur Direktorat Sistem Informasi. Selain itu, Kepala Kantor Penjaminan Mutu, perwakilan Pusat Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Pusat Produksi Bahan Ajar dan Multimedia, perwakilan dari Pusat Layanan Bahan Ajar, Kepala Pusat Pengolahan Pengujian, dan Kepala Pusat Pengelolaan Pembelajaran juga hadir dalam kegiatan ini. Para Wakil Dekan FEB, Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana, para Manajer pada Kantor Penjaminan Mutu, serta Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen turut hadir dalam kegiatan asesmen ini. Pada hari pertama asesmen, tim asesor LAMEMBA melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap Dokumen Evaluasi Diri (DED) yang telah disusun oleh program studi. Proses asesmen juga mencakup sesi wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan, seperti pimpinan universitas, pengelola program, dosen, mahasiswa, dan mitra institusi, guna memperoleh gambaran menyeluruh dan objektif mengenai penyelenggaraan Program Studi Doktor Ilmu Manajemen di UT. Universitas Terbuka terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kualitas program pendidikan tinggi jarak jauh, termasuk pada jenjang doktoral. Asesmen ini menjadi momentum strategis untuk melakukan refleksi institusional dan penguatan terhadap tata kelola, kualitas akademik, serta sistem pembelajaran yang adaptif dan berstandar internasional. Pada hari kedua, kegiatan ditutup dengan penyerahan berita acara pelaksanaan asesmen lapangan dan penyampaian rekomendasi awal dari tim asesor kepada pihak fakultas dan program studi sebagai dasar untuk perbaikan dan pengembangan mutu berkelanjutan. [Written by Pesi Suryani]
Tim UT Persiapkan Akreditasi Internasional Bersama Robert Raback dari ACQUIN

Surabaya, 4 Juni 2025 – Saat ini Universitas Terbuka sudah memiliki 4 (empat) program studi terakreditasi internasional oleh FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation). Keempat program studi tersebut adalah S1 Ekonomi Pembangunan, S1 Akuntansi, S1 Manajemen, dan S1 Ilmu Hukum. Keempatnya juga sudah diakui oleh Kementerian dan terdaftar di Pangkalan Data Dikti (PDDIKTI). Sukses yang diraih oleh 4 (empat) program studi tersebut, mendorong program-program studi lain di UT untuk meraih akreditasi internasional. Sebelas program studi jenjang sarjana (S1) sedang menyiapkan diri untuk mengajukan akreditasi internasional melalui lembaga akreditasi internasional ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute). Sebelas program studi tersebut adalah 8 (delapan) prodi FHISIP yaitu prodi Ilmu Pemerintahan, Ilmu Perpustakaan, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi, Ilmu Administrasi Bisnis, Sosiologi, Kearsipan, dan Perpajakan, serta 3 prodi FEB yaitu Pariwisata, Akuntansi Keuangan Publik, dan Ekonomi Syariah. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis UT menuju perguruan tinggi berkualitas dan berkelas dunia, serta menjadikan program-program studi UT terakreditasi internasional. Selain itu, akreditasi internasional melalui ACQUIN juga diharapkan dapat menumbuhkan motivasi baru bagi civitas academika UT untuk terus berkarya, melakukan penelitian kolaboratif, terlibat aktif dalam jejaring akademik internasional, serta menciptakan lebih banyak peluang kerja sama dan kolaborasi dengan lembaga pendidikan, riset, dan industri di berbagai negara. Untuk mempersiapkan akreditasi internasional tersebut, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) bersama FHISIP, dan FEB berkoordinasi untuk melaksanakan audiensi dan asistensi dokumen Self-Assessment Report (SAR) dengan perwakilan ACQUIN. Audiensi diikuti oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Irsanti Widuri Asih, S.Sos., M.Si., dan Prof. Daryono, S.H., M.A., Ph.D. sebagai koordinator internal untuk akreditasi internasional melalui ACQUIN. Audiensi dan asistensi dilakukan di Surabaya bersama Robert Raback, Project Manager lembaga akreditasi internasional ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute). Audiensi dan asistensi bersama Robert tidak hanya terkait penyusunan dokumen Self-Assessment Report (SAR), melainkan juga memperjelas mekanisme dan teknis akreditasi, jumlah program studi yang akan diakreditasi dalam satu klasterisasi, sekaligus menjadi momen transfer pengetahuan mengenai standar dan indikator mutu internasional yang harus dipenuhi. Selama diskusi, Robert juga menyampaikan berbagai masukan terkait strategi penyusunan dokumen SER & dokumen-dokumen penting lainnya, mekanisme pelaksanaan asesmen (luring, daring, dan/atau hybrid) agar memenuhi syarat yang ditetapkan oleh EQAR (the European Quality Assurance Register for Higher Education) dan BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi), penyajian data akademik, hingga penyesuaian sistem penjaminan mutu internal sesuai dengan kerangka kerja Eropa. Satu hal penting dan krusial yang juga perlu disiapkan oleh Tim Internal UT adalah menyiapkan materi overview komprehensif tentang sistem pembelajaran jarak jauh yang dipraktikkan UT. hal ini penting menurut Robert, karena ini kali pertama ACQUIN akan melakukan akreditasi terhadap institusi pendidikan jarak jauh. (written by Farisi)
Universitas Terbuka Sambut Asesmen Lapangan BAN-PT untuk Program Studi Magister Ilmu Administrasi Publik

Universitas Terbuka, 3 Juni 2025 – Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi Magister Ilmu Administrasi Publik (MIAP) secara daring selama 2 (dua) hari, yaitu pada tanggal 2-3 Juni 2025, bertempat di Ruang Auditorium FST UT. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penjaminan mutu eksternal yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) terhadap program S-2 yang berada di bawah naungan Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Terbuka. Dalam proses asesmen ini, BAN-PT mengutus dua asesor, yaitu: Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Terbuka, antara lain: Selama proses asesmen lapangan, Para Asesor melakukan verifikasi dan konfirmasi terkait data yang disajikan dalam borang akreditasi serta sesi wawancara dengan pimpinan UT, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan tutor. Para asesor menyampaikan apresiasi atas kerja keras Tim Akreditasi Prodi S-2 Administrasi Publik sehingga asesmen lapangan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Penutupan kegiatan asesmen dilaksanakan pada Selasa, 3 Juni 2025, dihadiri oleh: Dalam penutupan, para asesor BAN-PT secara resmi menyerahkan dokumen berita acara hasil asesmen kepada Direktur SPs, disertai dengan penyampaian rekomendasi untuk ditindaklanjuti sebagai bagian dari perbaikan yang berkelanjutan. Kegiatan akreditasi merupakan bukti nyata bahwa UT senantiasa melakukan evaluasi untuk perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan sehingga dapat menjangkau setiap lapisan masyarakat baik yang terjangkau maupun yang tidak terjangkau oleh jarak dan waktu. Prodi MIAP diharapkan mampu meraih akreditasi terbaik dan menjadi rujukan bidang ilmu administrasi publik melalui sistem pendidikan jarak jauh yang berkualitas dunia. [Written by Berthon Jonathan]
Tingkatkan Akreditasi Program Studi KPM Gelar Workshop Asesmen Mutu Internal (AMI) Bidang Akademik 2025

Dalam rangka mendukung peningkatan mutu akademik Program Studi, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka menyelenggarakan kegiatan workshop Asesmen Mutu Internal (AMI) Bidang Akademik Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung selama 3 (tiga) hari mulai 26 sampai dengan 28 Mei 2025 ini dihadiri oleh pimpinan, pejabat terkait, serta seluruh program studi di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), dan Sekolah Pascasarjana (SPs). Kegiatan ini diselenggarakan di Wisma UT dan Aula Gedung Kualitas Lantai 3 dengan dipimpin oleh Kepala KPM, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. Kegiatan workshop ini bertujuan menyosialisasikan langkah-langkah pelaksanaan AMI Akademik 2025, yang berbasis siklus PPEPP (Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Dalam kegiatan workshop tersebut, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. menjelaskan bahwa AMI Akademik merupakan bagian dari siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UT yang dilakukan setiap tahun untuk evaluasi dan peningkatan mutu akademik di lingkungan Program Studi dan UPPS (Fakultas dan SPs). Pelaksanaan AMI Akademik direncanakan akan berlangsung dari bulan Juni hingga Desember 2025. Sebagai upaya mempersiapkan diri, UPPS (Fakultas dan SPs) dan Program Studi didorong untuk menyiapkan dokumen-dokumen berupa Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS) dan Dokumen/Lembar/Formulir Evaluasi Diri (DED/LED/FED) sesuai dengan standar instrumen Badan Akreditasi Nasional Pergurua Tinggi (BAN-PT) dan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) yang digunakan oleh masing-masing Program Studi dan instrumen terbaru yang berlaku mulai 19 Agustus 2025. Selain itu, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. juga menegaskan bahwa untuk pelaksanaan AMI Akademik tahun 2025 ini, Program Studi wajib mengunggah dokumen pendukung pada folder yang akan disediakan oleh KPM. Sebagai bahan evaluasi, UPPS (Fakultas dan SPs) dan Program Studi juga dihimbau untuk mengutamakan pentingnya kebaruan kurikulum sesuai capaian pembelajaran lulusan dan memastikan kelengkapan dokumentasi. Hingga saat ini, sejumlah Program Studi di FKIP, FST, FHISIP, FEB, dan SPs sedang mempersiapkan diri untuk diakreditasi, dan Kepala KPM menjelaskan bahwa Program Studi yang diakreditasi pada tahun 2025 ini tidak wajib mengikuti AMI Akademik 2025, namun harus melakukan perbaikan berkelanjutan untuk menghadapi AMI Akademik di tahun berikutnya. Hal ini juga berkaitan dengan materi yang disampaikan oleh Kepala KPM, bahwa AMI Akademik akan dilakukan dengan mengikuti pola siklus berulang dari AMI 1 hingga AMI 5, sampai dilakukannya akreditasi. Selain itu, AMI Akademik tidak ditujukan untuk menggantikan proses akreditasi formal, tetapi mendukung pengembangan mutu internal. Selama diskusi, peserta menanyakan penggunaan instrumen dan template sesuai panduan BAN-PT dan LAM dan ketentuan internal. Selain aspek teknis, diskusi juga mencakup standar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), perubahan nama Program Studi, serta mekanisme perpindahan dari penggunaan instrumen LAMEMBA ke LAMSPAK. Peserta sepakat bahwa pelaksanaan AMI Akademik 2025 akan disesuaikan dengan kebutuhan Program Studi dan mengikuti ketentuan yang berlaku, agar proses akreditasi berjalan lancar dan efisien. Pelaksanaan kegiatan workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Lingkungan Universitas Terbuka dan memastikan kesiapan seluruh Program Studi dalam mencapai standar mutu dan akreditasi yang diharapkan. [written by: Sakina]
Persiapkan ICDE Quality Review, KPM menyelenggarakan penyusunan Self Assesment Report (SAR) ICDE Tahap I

Universitas Terbuka, 27 Mei 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Workshop Penyusunan Self-Assessment Report (SAR) ICDE Tahap 1, bertempat di lantai dasar ruang Mahoni Wisma 3. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 09.00 hingga pukul 16.30 WIB. Kegiatan workshopini dibuka oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. selaku Kepala Kantor Penjaminan Mutu dan dihadiri oleh Manajer Penjaminan Mutu Akademik, para Asesor internal di KPM serta seluruh anggota tim penyusun SAR ICDE Tahun 2026. Hal yang menjadi fokus dalam kegiatan workshop penyusunan SAR ini adalah para tim penyusun menindaklanjuti action taken recommendation dari rumusan action plan recommendation dan kemudian akan menjadi bahan untuk dilakukan pemetaan atas kebutuhan data dan dokumen pendukung serta penyusunan SAR ICDE tahun 2026. Dalam kegiatan diskusi para tim Penyusun SAR menyampaikan pendapatnya dan memberikan masukan atas hasil action plan recommendation ke dalam bentuk action taken recommendation dan memetakan kebutuhan data dan dokumen dalam bentuk list sebagai sumber data yang mendukung penyusunan SAR ICDE tahun 2026. Ibu Dr. Tuti Purwoningsih, S.Pd., M.Sc. dan Ibu Irla Yulia, M.Si., hadir mewakili tim penyusun SAR untuk kriteria Course Design memberikan tanggapan dan masukan atas hasil action plan dan action taken recommendation menyusul kemudian di sesi selanjutnya Ibu Kurnia Endah Riana, S.E., M.Com., turut menyampaikan tanggapan dan pendapatnya untuk kriteria Course Design, Ibu Mailani Hamdani, S.E., M.Si. memberikan tanggapan dan pendapatnya mengenai action taken recommendation untuk kriteria Staff Support dan ibu Astri Dwi Jayanti Suhandoko, M.Ed., Ph.D. juga memberikan masukan, tanggapan dan pendapatnya untuk action taken recommendation kriteria bagian Course Delivery. Melalui kegiatan workshop ini, UT dan KPM kembali menegaskan komitmennya dalam rangka mewujudkan continuous improvement guna meningkatkan standar mutu pendidikan jarak jauh, memperluas rekognisi dalam skala internasional, serta memberikan layanan pendidikan berkualitas tinggi.(ditulis oleh: Nisa Permata Basti)
Universitas Terbuka Sambut Asesmen LAMEMBA untuk Prodi D-III Perpajakan

Universitas Terbuka, 22 Mei 2025 – Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi D-III Perpajakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 22 hingga 23 Mei 2025, bertempat di Ruang Rasamala, Wisma 2 UT. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penjaminan mutu eksternal yang dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) terhadap program vokasi yang berada di bawah naungan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka. Dalam proses asesmen ini, LAMEMBA mengutus dua asesor, yaitu: Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Terbuka, antara lain: Dalam sambutannya, Rektor Universitas Terbuka, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. menyampaikan bahwa proses akreditasi merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menegakkan budaya mutu. “Kami menyambut baik asesmen lapangan ini sebagai bagian dari proses reflektif untuk memastikan bahwa program studi yang kami kelola benar-benar memenuhi standar nasional maupun internasional. Melalui proses akreditasi ini, kami ingin memastikan bahwa lulusan kami siap bersaing, memiliki daya saing tinggi, dan relevan dengan kebutuhan industri perpajakan saat ini,” tegas Pak Yunus. Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Universitas Terbuka terus mendorong peningkatan kualitas program vokasi sebagai bentuk konkret dukungan terhadap agenda nasional dalam penguatan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan dunia kerja. Selama dua hari pelaksanaan, para asesor melakukan verifikasi dokumen borang, observasi fasilitas pendukung, serta sesi wawancara mendalam dengan pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, dan mitra pengguna lulusan. Para asesor juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan kesiapan UT dalam menghadapi proses asesmen. Mereka menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh sivitas akademika, keterpaduan sistem penjaminan mutu, serta keselarasan antara tata kelola akademik dengan standar mutu nasional dan internasional. Penutupan kegiatan asesmen dilaksanakan pada Jumat, 23 Mei 2025, dihadiri oleh: Dalam penutupan, para asesor LAMEMBA secara resmi menyerahkan dokumen berita acara hasil asesmen kepada Dekan FHISIP, disertai dengan penyampaian rekomendasi dan catatan evaluatif kepada Wakil Rektor Bidang Akademik untuk ditindaklanjuti sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi refleksi dari semangat UT dalam membangun tata kelola pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan dunia kerja. Dengan sinergi lintas unit yang solid dan komitmen terhadap mutu, Prodi D-III Perpajakan FHISIP UT diharapkan mampu meraih akreditasi terbaik dan menjadi rujukan nasional dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi perpajakan secara terbuka dan jarak jauh. [Written by Pesi Suryani]
Selenggarakan Workshop Pengukuran dan Analisis Capaian Pembelajaran Lulusan, Universitas Terbuka Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka mengkoordinasikan kegiatan Workshop Pengukuran dan Analisis Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Acara ini dilaksanakan pada hari Jumat, 09 Mei 2025, dari pukul 09:00 hingga 16:00 WIB, bertempat di Ruang Meranti, Gedung Wisma 3 Lantai Dasar. Kegiatan workshop ini bertujuan untuk memfasilitasi kolaborasi antara program studi dan Pusat Pengolahan Pengujian (PPP), dan Pusat Pengolahan Pembelajaran (P3b) dalam menganalisis dan mengukur capaian pembelajaran lulusan. Sebagai bagian dari komitmen Universitas Terbuka untuk terus berinovasi dalam sistem pendidikan agar lulusan mampu bersaing di dunia profesional, workshop ini menghadirkan sejumlah pejabat yang memiliki peran penting dalam pengelolaan pendidikan, antara lain Kepala Pusat Pengolahan Pengujian, Kepala Pusat Pengelolaan Pembelajaran, Wakil Dekan Bidang Akademik dari berbagai fakultas, dan Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan pada Sekolah Pascasarjana. Selain itu, hadir juga Manajer Penjaminan Mutu Akademik pada KPM, Manajer Sumber Daya dan Layanan Pembelajaran, Kepala Subdirektorat Operasi pada DSI, dan Staf Ahli Bidang Penjaminan Mutu dan Akreditasi. Kegiatan workshop ini dibuka oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. selaku Kepala Kantor Penjaminan Mutu, dilanjutkan dengan pemaparan singkat mengenai analisis CPL dan sesi diskusi. Sebagai pembahasan, ditampilkan aplikasi pengembangan kurikulum yang telah digunakan oleh program studi di lingkungan Universitas Terbuka. Dalam aplikasi tersebut, dosen pengampu dapat mengakses data-data terkait pemenuhan CPL oleh mahasiswa dan memperoleh hasil analisis CPL yang dapat di-export ke file luaran Excel. Aplikasi ini sangat memudahkan dosen dan dapat mendukung pemenuhan kriteria dalam standar Akreditasi Program Studi dan Akreditasi Perguruan Tinggi. Namun, ke depannya, perlu dilakukan sosialisasi secara lebih menyeluruh ke semua program studi agar pengukuran dan analisis CPL dapat berjalan secara efektif. Melalui sesi diskusi yang dilakukan oleh seluruh peserta secara interaktif, keterlibatan seluruh peserta di dalam workshop ini diharapkan dapat menghasilkan sinergi yang positif dalam pengembangan kualitas pendidikan di Universitas Terbuka. Sinergi tersebut mampu menciptakan pemahaman yang lebih mendalam bagi seluruh program studi, fakultas, dan unit-unit terkait mengenai pentingnya penilaian yang akurat dalam menilai kualitas lulusan. [Written by: Sakina]
UT Menghadiri Times Higher Education (THE) Masterclass di Universitas Indonesia

Sebagai bentuk komitmen dalam pengembangan Universitas Berkelas Dunia (WCU), Universitas Terbuka (UT) menghadiri undangan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (DIKTI) kepada 21 PTNBH untuk berpartisipasi dalam kegiatan Times Higher Education (THE) Masterclass 2025 dengan agenda utama Ranking Masterclass and Dashbord Training Session data pemeringkatan. Pada kegiatan ini, UT diwakili oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. selaku kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM) serta Khalis Narendra dan Rifqi Indra Putra selaku tenaga ahli KPM. Pada kegiatan ini, secara umum membahas dua aspek yang terbagi dalam dua sesi yaitu sesi pagi membahas THE World University Rankings (WUR) dan THE Impact Rankings. Pada sesi ini, dijelaskan secara umum bahwa pemeringkatan per subjek (rumpun ilmu) PTN di Indonesia sudah hampir menyamai Universitas-universitas di dunia, bahkan mengungguli untuk subjek Ekonomi dan Bisnis dan Ilmu Sosial. Sedangkan pada sesi THE Impact Rankings, dijelaskan bahwa tren partisipasi dalam pemeringkatan dari PT di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tercatat per 2024, terdapat 31 PT yang berpartisipasi dalam pemeringkatan berbasis SDGs ini. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak PT dalam negeri yang berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Secara umum, terdapat 5 indikator SDGs tertinggi yang dicapai oleh PT di Indonesia yaitu SDG2: food waste; SDG6: water usage; SDG7: energy usage; SDG15: Alien species impact; dan SDG9: number of university spin offs. Selain itu, THE juga memberikan penjelasan singkat mengenai contoh bukti (evidence) yang baik sebagai syarat wajib submisi data THE Impact Rankings. Kehadiran UT dalam event ini sangat penting dalam upaya UT untuk menuju PTNBH berkualitas dunia, melalui lembaga pemeringkatan dunia THE Online Learning Rankings. Melalui partisipasi aktif dalam agenda THE Impact Rankings ini, diharapkan dapat memperoleh insights luar biasa kepada UT, sehingga diharapkan UT dapat menyusun strategi dan kembali berpartisipasi pada kegiatan pemeringkatan THE Impact Rankings 2026.
Pendampingan Pengisian Kelengkapan Dokumen Akreditasi Minimum Prodi S1 Kewirausahaan

Universitas Terbuka, 2 Mei 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka menggelar rapat pendampingan pengisian kelengkapan dokumen akreditasi minimum sebagai bagian dari persiapan pembukaan Program Studi S1 Kewirausahaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sidang 1 Gedung DAAK dan dipimpin oleh Ibu Rini Dwiyani H., selaku Manajer Penjaminan Mutu Akademik. Rapat dihadiri oleh tim KPM, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Tim Prodi, termasuk calon dosen dan tenaga kependidikan. Fokus utama rapat adalah finalisasi dokumen akreditasi minimum yang akan submit pada akun LEXA Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) pada hari Senin, 5 Mei 2025. Sejumlah dokumen penting yang telah dipastikan kelengkapannya antara lain: surat permohonan pimpinan perguruan tinggi, surat pertimbangan senat, dokumen identitas dan ijazah calon dosen tetap dan tidak tetap, surat pernyataan kesediaan bekerja penuh waktu, serta dokumen kebijakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Salah satu tantangan yang berhasil diselesaikan dalam rapat ini adalah penyelesaian Rencana Pembelajaran Semester (RPS) untuk seluruh mata kuliah, dengan satu RPS terakhir yang ditargetkan rampung pada hari yang sama. Disampaikan pula bahwa rekomendasi dari LLDikti tidak diperlukan, cukup diupload Peraturan Pemerintah (PP) No. 39 Tahun 2022 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Universitas Terbuka. Beberapa dokumen administratif lainnya disepakati untuk diunggah dalam bentuk PDF kosong sesuai dengan panduan dari LAMEMBA. Proses unggah (submit) dokumen akreditasi minimum akan dilakukan oleh tim prodi di KPM pada 5 Mei 2025. Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka menegaskan komitmennya dalam membuka Program Studi S1 Kewirausahaan yang diharapkan dapat menjawab tantangan zaman, serta mencetak lulusan berjiwa wirausaha yang inovatif, tangguh, dan kompetitif di dunia usaha dan industri. [Written by Pesi Suryani]
Perkuat Kesiapan, KPM Gelar Pembahasan Awal Penyusunan SAR ICDE 2026

Universitas Terbuka, 28 April 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) mengadakan kegiatan Pembahasan Template dan Timeline Self-Assessment Report (SAR) ICDE bertempat di Ruang Sidang KPM, Gedung DAAK Lantai 2. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang krusial dalam upaya UT memperoleh sertifikasi dari International Council for Open and Distance Education (ICDE) pada tahun 2026. Akreditasi ICDE merupakan salah satu pengakuan internasional bergengsi di bidang pendidikan jarak jauh, yang tidak hanya akan memperkuat posisi UT di kancah global, tetapi juga meningkatkan kepercayaan stakeholders terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan di UT. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala KPM, Manajer Penjaminan Mutu Akademik, serta seluruh anggota tim Penyusun Self-Assessment Report (SAR) ICDE 2026. Dalam arahannya, Kepala KPM, Prof. Imam, menegaskan pentingnya ketepatan waktu dan kualitas dalam penyusunan dokumen SAR. Berdasarkan arahan dari ICDE, Self-Assessment Report harus diserahkan paling lambat 31 Desember 2025. Initial meeting dengan pihak ICDE dijadwalkan sebelum 15 Februari 2026, penandatanganan kontrak antara UT dan ICDE harus dilaksanakan sebelum 20 Maret 2026, dan proses review oleh tim ICDE akan berlangsung antara Mei hingga Agustus 2026. “Kita targetkan akhir Oktober 2025 semua dokumen SAR sudah selesai. Ini membutuhkan kerja sama yang solid, pemahaman mendalam terhadap standar ICDE, dan kedisiplinan dalam mengikuti timeline,” ujar Prof. Imam. “Semakin rapi dan tepat waktu kita bekerja, semakin besar peluang UT untuk mendapatkan hasil terbaik.” Pada sesi diskusi, salah satu anggota tim penyusun SAR ICDE, Pak Ake, menekankan pentingnya keterkaitan tema SAR dengan arah strategis universitas. “Tema penyusunan SAR harus selaras dengan RPJP atau Renstra UT. Minimal kita harus siapkan tiga sampai empat tema yang relevan, dan semua anggota tim wajib memahami isi RPJP atau Renstra lima tahun ke depan. RPJP ini dapat diunduh di website UT,” jelas Pak Ake. Selama pembahasan, tim juga mendiskusikan struktur template SAR yang akan digunakan, pembagian tugas antaranggota, serta jadwal teknis untuk review dan finalisasi dokumen. Dengan pemahaman yang sama dan komitmen tinggi dari seluruh tim, KPM optimis dapat menyelesaikan penyusunan SAR sesuai target. Melalui kegiatan ini, UT kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan standar mutu pendidikan jarak jauh, memperluas pengakuan internasional, serta memberikan layanan pendidikan berkualitas tinggi bagi seluruh masyarakat di Indonesia dan dunia. [Written by Pesi Suryani]