Penyusunan Instrumen AMI MPJJ untuk Penyelenggaraan PTJJ di UT Daerah Berkualitas

Universitas Terbuka, 23 April 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan Workshop Penyusunan Instrumen Asesmen Mutu Internal (AMI) Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) Untuk UT Daerah. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi keterlaksanaan Sistem Penjaminan Kualitas (SIMINTAS) UT di UT Daerah. Selama ini, AMI MPJJ UT Daerah menggunakan instrumen berbasis klausul-klausul ISO 9001:2018 tentang Sistem Manajemen Mutu (SMM). Mulai tahun 2025, instrumen AMI MPJJ UT Daerah disusun berdasarkan area kualitas (quality areas) dan kebijakan kualitas (quality policies) yang terdapat di dalam dokumen SIMINTAS UT 2024. Langkah ini diambil untuk mengetahui sejauh mana relevansi proses-proses bisnis UT Daerah dengan kebijakan kualitas dalam SIMINTAS UT, mengingat pentingnya penjaminan kualitas pendidikan jarak jauh dalam menghadapi tantangan zaman dan untuk mendorong tercapainya upaya peningkatan berkelanjutan (continuous improvement) di semua unit operasional UT, khususnya UT Daerah. Penyusunan Instrumen AMI MPJJ UT Daerah bertujuan untuk menjadi alat ukur yang efektif dalam mengidentifikasi dan memastikan pelaksanaan berbagai kebijakan mutu di dalam SIMINTAS UT 2024 yang telah ditetapkan pada proses-proses bisnis UT Daerah. Instrumen ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan standar kualitas pendidikan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan jarak jauh yang diselenggarakan oleh UT berbasis SIMINTAS. Workshop Penyusunan Instrumen AMI MPJJ telah dilaksanakan pada hari Rabu-Kamis, tanggal 23-24 April 2025, dihadiri oleh seluruh Asesor Internal, Kepala Kantor Penjaminan Mutu KPM, serta Manajer Pengembangan, Pengendalian Mutu, dan Manajemen Risiko pada KPM. Dalam kegiatan ini, peserta berkolaborasi untuk merumuskan dan mendiskusikan berbagai aspek penting yang harus tercakup dalam instrumen tersebut. Instrumen AMI MPJJ UT Daerah dirancang dengan komprehensif, terdiri dari tujuh area kualitas dan tiga puluh kebijakan kualitas. Di dalam instrumen ini terdapat bobot, kebijakan sasaran mutu UT daerah, serta sejumlah indikator dan kriteria penilaian. Dokumen pendukung dan acuan seperti pedoman, panduan, serta formulir rekaman juga disertakan untuk mendukung proses penilaian yang lebih akurat dan menyeluruh. Sebelum penerapan secara luas di seluruh UT Daerah, akan dilakukan review oleh pakar dari UT yang berpengalaman di bidang audit dan asesmen serta akan dilaksanakan uji coba dan simulasi berbasis aplikasi di UT Daerah terdekat untuk mendapatkan masukan. Penilaian awal ini diyakini akan mengevaluasi efisiensi dan efektivitas instrumen yang telah disusun, sehingga dapat diterapkan dengan baik dan berguna di seluruh wilayah. Dengan adanya Instrumen AMI MPJJ UT Daerah, UT berkomitmen untuk terus meningkatkan standar kualitasnya dan memastikan bahwa pendidikan yang diberikan memenuhi tuntutan dan kebutuhan mahasiswa. [Written by Sakina Nusarifa Tantri/Nisa Permata Basti/Pesi Suryani/Nyayu Miftahul Ilmiyyah]

UT Siap Melaju Global: RTM 2025 Bahas Strategi Penguatan Akademik dan Digitalisasi PTJJ

Universitas Terbuka (UT) kembali menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Bidang Akademik dan Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) secara luring pada 14–17 April 2025 di Bogor, dengan mengusung tema “Mengukuhkan Keunggulan Akademik UT sebagai PTJJ Berkualitas Dunia”. RTM tahun ini menjadi momentum strategis bagi UT untuk menyatukan langkah menjawab tantangan pendidikan tinggi berbasis teknologi di era disrupsi. Kegiatan tahunan ini diikuti oleh 225 peserta dari segenap jajaran pimpinan universitas, fakultas, Sekolah Pascasarjana, UT Daerah, pusat, dan para staf ahli. Tidak hanya menjadi wadah evaluasi dan refleksi, RTM 2025 dirancang sebagai forum integratif antara bidang akademik dan manajemen pendidikan jarak jauh yang tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan secara terpisah. Ketua Panitia RTM Tahun 2025, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., menyampaikan bahwa penyelenggaraan RTM ini merupakan tahapan “Pengendalian” dalam siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di UT. “RTM ini menjadi forum penting bagi manajemen UT untuk meninjau kinerja sistem manajemen mutu dan kinerja pelayanan institusi, dan memastikan kelanjutan, kesesuaian, kecukupan, keefektifan, dan keselarasannya dengan arah rencana strategis UT, baik di bidang akademik maupun manajemen pendidikan jarak jauh,” ungkap Prof. Imam. Beliau mengungkapkan, melalui RTM ini harapannya dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang lebih komprehensif dan efektif baik berupa Program Kerja maupun Kebijakan di bidang akademik dan MPJJ serta tindak lanjutnya. “Selanjutnya, rekomendasi-rekomendasi tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko, meningkatkan kinerja, dan memberikan pengakuan publik atas keunggulan akademik UT sebagai PTJJ berkualitas dunia,” tutupnya. Sementara itu, Rektor UT, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. dalam sambutannya menyampaikan bahwa RTM ini menjadi momentum yang sangat penting. Pasalnya, tema RTM yang diusung pada tahun ini menjadi pengingat akan pentingnya keseimbangan antara menjaga kualitas dan upaya untuk terus meningkatkan daya saing UT di tingkat global sesuai dengan visi yang ingin dicapai. Mohamad Yunus juga menekankan keberhasilan UT dalam meraih berbagai pengakuan internasional selama 2024, termasuk akreditasi dari Asian Association of Open Universities (AAOU), Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dengan nilai A, serta sertifikat ISO 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi. “Tak hanya itu, 4(empat) program studi UT program Sarjana/S1 (Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Hukum) juga meraih akreditasi unggul di tingkat nasional dan internasional, “ ungkap Dr. Mohamad Yunus. Berbicara soal pengakuan dan prestasi UT, Dr. Mohamad Yunus juga mengingatkan bahwa saat ini menghadapi tantangan kompleks yang harus dihadapi bersama. “Di tahun 2025 ini, tantangan global semakin kompleks, dan kita harus siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tuntutan industri, serta kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Oleh karena itu, kita perlu mengukuhkan keunggulan akademik UT sebagai PTJJ yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat dunia, “ ungkap Rektor UT. Selaras dengan hal tersebut, maka UT pun bergerak cepat dan bertransformasi guna beradaptasi dan menjawab tantangan tersebut. Ini dibuktikan dengan pada semester ini, seluruh program studi di UT mulai mengimplementasikan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang menitikberatkan pada capaian pembelajaran terukur dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. “Implementasi OBE menjadi langkah konkret untuk menjawab tantangan global dan memperkuat sistem pendidikan di UT,” tambah  Dr. Mohamad Yunus. Selama empat hari pelaksanaan, peserta RTM membahas beragam isu strategis, antara lain status tindak lanjut RTM 2024, arah kebijakan manajemen (Rektorat, SAU, & MWA), hasil pengukuran/survei, analisis, dan/atau asesmen mutu, kinerja dan efektivitas manajemen internal UT 2024, implementasi kurikulum baru, hingga pengembangan riset dan pengabdian masyarakat. Sesi diskusi juga melibatkan pemaparan dari Rektor, para Wakil Rektor, Dekan, Direktur UT Daerah, serta pemangku kebijakan seperti Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) dan Senat Akademik Universitas (SAU). RTM 2025 juga menjadi ajang apresiasi bagi fakultas dan UT Daerah yang menunjukkan performa terbaik dalam capaian mutu. Sertifikat penghargaan diberikan langsung oleh Rektor dan para Wakil Rektor kepada unit-unit terbaik berdasarkan hasil Audit Mutu Internal (AMI) Akademik dan MPJJ tahun 2024. Kegiatan diakhiri dengan penyampaian rekomendasi hasil RTM oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM), serta arahan penutup dari pimpinan UT. “Sinergi dan kolaborasi yang kuat dari seluruh sivitas akademika UT adalah fondasi agar UT tetap menjadi market leader pendidikan tinggi jarak jauh di Indonesia, sekaligus memperluas pengaruhnya secara global,” tutup Rektor. Melalui RTM ini, UT menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi, menjaga mutu, dan memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan inklusivitas pendidikan.

Universitas Terbuka Berbagi Best Practices Dengan Hamdan Bin Mohammed Smart University Dalam Benchmarking Cycle 2024

Universitas Terbuka, 18 Februari 2025 – Universitas Terbuka (UT) terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam pendidikan jarak jauh dengan berpartisipasi dalam Benchmarking Cycle 2024 bersama Hamdan Bin Mohammed Smart University (HBMSU). Dalam pertemuan daring ini, UT dan HBMSU berbagi pengalaman serta praktik terbaik dalam penerapan Student Information System (SIS) guna meningkatkan efektivitas layanan akademik berbasis teknologi. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 18 Februari 2025, pukul 14.00 WIB melalui Microsoft Teams ini dihadiri oleh perwakilan dari kedua institusi. Dari pihak HBMSU, hadir Maitha Al Teneiji (Vice Chancellor for AI & Technology), Bassel Al Daoudi (Smart Learning Solutions Development Manager), Waliullah Bukhari (e-Enterprise Solutions Development Manager), Mouzah Qareiny (Senior Software Engineer), serta Elena Tarasova (Senior Manager International Relations). Sementara itu, Universitas Terbuka diwakili oleh Erika Pradana Putri, S.T., M.Sc. sebagai pembicara, didampingi oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., Dr. Muhammad Rif’an, S.T., M.T., Firmansyah, S.Kom., M.M., Dr. Tuti Purwoningsih, S.Pd., M.Sc., Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si., ing. Mohamad Rajih Radiansyah, B.AS., M.Sc., Astri Dwi Jayanti Suhandoko, M.Ed., Ph.D., Irwandi, S.Kom., M.M., Pesi Suryani, M.Ak., serta Berthon Jonathan, M.H. Sesi diskusi diawali dengan sambutan dari Maitha Al Teneiji yang memaparkan implementasi SIS di HBMSU dan bagaimana sistem tersebut mendukung strategi pembelajaran berbasis teknologi. Erika Pradana Putri kemudian mempresentasikan sistem informasi akademik Universitas Terbuka, yang telah dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam sistem pembelajaran jarak jauh. Diskusi ini diikuti dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana kedua institusi saling berbagi wawasan mengenai efektivitas implementasi SIS, tantangan yang dihadapi, serta strategi inovatif untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa. Maitha Al Teneiji menyampaikan bahwa HBMSU sangat mengapresiasi kesempatan ini untuk bertukar pengalaman dengan Universitas Terbuka. “Kami percaya bahwa kolaborasi antarinstitusi merupakan kunci dalam membangun sistem pendidikan berbasis teknologi yang lebih inklusif dan efisien,” ujarnya. Sementara itu, Erika Pradana Putri menekankan bahwa sesi ini menjadi peluang berharga bagi UT untuk terus mengembangkan sistem informasi akademiknya agar lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. Keterlibatan Universitas Terbuka dalam Benchmarking Cycle 2024 menegaskan komitmen institusi dalam mengadopsi dan mengembangkan solusi digital yang mendukung pembelajaran jarak jauh berkualitas tinggi. Ke depan, UT dan HBMSU akan terus menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas dalam inovasi teknologi pendidikan untuk meningkatkan aksesibilitas dan pengalaman belajar mahasiswa.[Written by Pesi Suryani]

Peningkatan Mutu Akademik Fakultas dan Pascasarjana UT Melalui Workshop Gugus Pengendali Mutu

Universitas Terbuka berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang berkualitas dengan mengandalkan pengendalian mutu yang efektif. Untuk mendukung komitmen tersebut, pada hari Jumat, 7 Februari 2025, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) menggelar Workshop Gugus Pengendali Mutu (GPM) Fakultas dan Sekolah Pascasarjana yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman tentang tugas dan fungsi Gugus Pengendali Mutu (GPM) di lingkungan Fakultas dan Sekolah Pascasarjana UT. Kegiatan workshop yang diinisiasi oleh KPM ini dihadiri oleh para Wakil Dekan Bidang Akademik dan anggota GPM pada Fakultas Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Pada saat pembukaan, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. selaku Kepala KPM memberikan sambutan dengan menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya kegiatan workshop ini. Selain itu, dalam materi sambutan, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. juga memaparkan hasil Asesmen Mutu Internal (AMI) yang telah dilakukan di tahun 2024 sebagai bahan evaluasi bersama terkait indikator-indikator yang perlu menjadi perhatian masing-masing Fakultas dan Sekolah Pascasarjana, sehingga lebih mampu mengenali kekurangan yang harus diperbaiki dan merumuskan langkah-langkah perbaikan yang konkret. Acara yang dilaksanakan di Auditorium FST ini diharapkan menjadi wadah komunikasi yang sinergis untuk berdiskusi dan berkolaborasi dalam rangka implementasi strategi untuk meningkatkan mutu akademik di Universitas Terbuka. Melalui workshop ini, diharapkan Fakultas dan Sekolah Pascasarjana memiliki kesiapan dalam menghadapi tantangan dalam peningkatan mutu akademik serta memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Menyelaraskan Standar Akreditasi LAMSPAK dengan Karakteristik PJJ: Tantangan dan Solusi

Universitas Terbuka, 5 Februari 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Pengkajian Instrumen Akreditasi LAMSPAK untuk Identifikasi dan Penyesuaian dengan Karakteristik Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) pada Rabu, 5 Februari 2025, di Ruang Sidang KPM, Gedung DAAK Lantai 2. Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau kembali instrumen akreditasi yang digunakan saat ini serta mengidentifikasi aspek yang perlu disesuaikan agar lebih relevan dengan sistem PJJ yang diterapkan oleh UT. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan 1 Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP), Wakil Direktur 1 Sekolah Pascasarjana (SPs), Prof. Aminudin Zuhairi, Ph.D., serta Tim Gugus Penjaminan Mutu (GPM) dari FHISIP dan SPs. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Prof. Imam Farisi, menyampaikan bahwa terdapat beberapa aspek dalam instrumen akreditasi yang kurang sesuai dengan karakteristik PJJ. “Beberapa poin yang perlu diperhatikan antara lain masa tempuh kurikulum yang di UT bersifat fleksibel dan tidak dibatasi oleh masa studi tertentu karena mengusung konsep belajar sepanjang hayat,” ungkap Prof. Imam Farisi. “Selain itu, syarat masuk mahasiswa di UT hanya mensyaratkan lulusan SMA/sederajat, sehingga memberikan kesempatan belajar yang lebih luas dan inklusif.” Lebih lanjut, Prof. Imam Farisi juga menyoroti peraturan terkait pendidik dalam PJJ yang termuat dalam Permendikbud No. 7 Tahun 2020 Pasal 50 Ayat 2, yang mendefinisikan pendidik dalam PJJ mencakup Dosen, Tutor, atau sebutan lainnya. Dalam sesi pengarahan, Prof. Aminudin Zuhairi, Ph.D., menyampaikan beberapa isu krusial terkait instrumen akreditasi PJJ, antara lain rasio dosen-mahasiswa yang berbeda dengan sistem pendidikan konvensional. “Dalam PJJ, konsep keterbukaan dan fleksibilitas sangat penting. BAN-PT telah mulai menerima model penerimaan mahasiswa baru yang diterapkan oleh UT, yang memungkinkan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya. Selain itu, beliau menambahkan bahwa instrumen akreditasi baru direncanakan akan mulai berlaku Agustus 2025 oleh BAN-PT. “Kita perlu memastikan bahwa standar yang ditetapkan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan karakteristik PJJ, agar tidak ada kesenjangan dalam proses penilaian akreditasi,” ujarnya. Dalam diskusi yang berlangsung, ditemukan bahwa dari 11 standar yang digunakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ilmu Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) berdasarkan PERBAN-PT No. 9 dan 16 Tahun 2024, terdapat 5 standar yang belum mengakomodasi unsur PJJ, yaitu: 1.      Standar 1: Standar Kompetensi Lulusan 2.      Standar 4: Standar Pengelolaan 3.      Standar 6: Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan 4.      Standar 7: Standar Sarana dan Prasarana 5.      Standar 8: Standar Biaya Sebagai langkah tindak lanjut, UT berencana untuk melakukan analisis mendalam terkait Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) guna memastikan bahwa kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia kerja. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam upaya penyesuaian instrumen akreditasi agar lebih relevan dengan sistem PJJ, memastikan bahwa standar yang diterapkan dapat mencerminkan karakteristik unik dari pendidikan jarak jauh yang berbasis fleksibilitas dan keterbukaan. [Written by Pesi Suryani]

Penyelenggaraan Workshop Progress Check Dokumen Kendali Mutu pada Gugus Pengendali Mutu (GPM) Operasional Universitas Terbuka

Dengan semangat meningkatkan budaya mutu yang berkelanjutan, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Workshop Progress Check Dokumen Kendali Mutu pada Gugus Pengendali Mutu (GPM) Operasional. Kegiatan ini dilangsungkan pada selama 2 hari, yaitu Kamis dan Jumat, 23 – 24 Januari 2025 di Gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC). Penyelenggaraan workshop ini merupakan upaya KPM untuk dapat berkolaborasi dengan unit-unit operasional dalam rangka melakukan pembaharuan pada dokumen kendali mutu. Workshop ini dibuka oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., selaku Kepala KPM dan Dr. Paken Pandiangan S.Si., M.Si., selaku Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan. Keduanya menekankan pentingnya dokumen kendali mutu yang mutakhir dari seluruh unit operasional di UT. Peserta dalam workshop ini merupakan GPM unit-unit operasional yang terdiri dari: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Direktorat Administrasi Akademik dan Kelulusan (DAAK), Direktorat Manajemen Aset Umum Pengadaan Barang dan Jasa (DMAUPBJ), Direktorat Pemasaran dan Kerja Sama (DPKS), Direktorat Sistem Informasi (DSI), Pusat Perpustakaan dan Kearsipan (PPK), Pusat Sumber Daya Manusia (PSDM), Pusat Pengelolaan Bisnis dan Investasi (PPBI), Pusat Produksi Bahan Ajar Multimedia (P2BAM), Pusat Pengelolaan Pembelajaran (P3B), Pusat Pengolahan Pengujian (Pusjian), Pusat Layanan Bahan Ajar (Puslaba), Pusat Perencanaan dan Pelaporan (Pusrenpor), Pusat Pengelolaan Keuangan (Puslakeu), Kantor Pengawas Internal (KPI), Unit Pengembangan Pembelajaran Dalam Jaringan Indonesia (UPPDJI), dan Sekretariat Rektorat dan Urusan Hukum (SRUH). Unit-unit ini didampingi oleh 7 (tujuh) orang fasilitator dari KPM dalam melakukan pembaharuan dan pemutakhiran dokumen. Dengan berfokus pada pembaharuan, workshop ini berkontribusi untuk mendukung upaya peningkatan mutu dari seluruh unit operasional di lingkungan UT melalui adanya dokumen-dokumen kendali mutu yang ter-update. Melalui workshop ini, diharapkan seluruh peserta dapat berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi yang kuat demi tercapainya budaya mutu berkelanjutan di Universitas Terbuka.

Universitas Terbuka Gelar Sosialisasi ISO 21001 Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan

Tangerang Selatan, 21 Januari 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka menyelenggarakan Sosialisasi Standar ISO 21001 di Aula Gedung Kualitas Lantai 3, Universitas Terbuka. Peserta kegiatan ini adalah para Dekan, Direktur Sekolah Pascasarjana, para Wakil Dekan Bidang Akademik, Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana, para Manajer pada Kantor Penjaminan Mutu, para Staf Ahli Wakil Rektor Bidang Akademik, serta para Ketua Program Studi di lingkungan UT. Acara dibuka oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., Kepala KPM UT, yang menekankan pentingnya implementasi ISO 21001. “Standar ini menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan hasil pembelajaran dengan memenuhi kebutuhan dan harapan pemangku kepentingan serta persyaratan dokumen akreditasi internasional yang relevan,” ujar beliau dalam sambutannya. Bapak Naufal Faturohman Nugroho, narasumber dari British Standards Institution (BSI), menjadi pembicara utama. Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya penerapan standar ISO 21001 dalam meningkatkan kualitas manajemen dan layanan pendidikan di perguruan tinggi. Beliau membahas secara rinci 10 klausul dalam ISO 21001, mulai dari Scope, Normative References, Terms & Definitions (Klausul 1-3), Context of the Organization (Klausul 4), Leadership (Klausul 5), Planning for the EOMS (Klausul 6), Support (Klausul 7), Operation (Klausul 8), Performance Evaluation (Klausul 9), dan Improvement (Klausul 10). Peserta yang hadir mendapatkan kesempatan untuk memahami ISO 21001 sebagai standar internasional yang memberikan panduan bagi sistem manajemen organisasi pendidikan. Standar ini berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan melalui manajemen sesuai harapan pemangku kepentingan, mendukung pembelajaran berkelanjutan, dan memperkuat lingkungan belajar yang inklusif. Melalui sosialisasi ini, Universitas Terbuka mempertegas komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan. Implementasi ISO 21001 diharapkan dapat memperbaiki proses pendidikan secara berkelanjutan, menciptakan pengalaman belajar yang relevan bagi mahasiswa, serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global. [Written by ​Rini Dwiyani Hadiwidjaja]

Workshop Pengembangan dan Evaluasi Dokumen Kendali Mutu Pusat Pengolahan Pengujian

Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka sukses menyelenggarakan Workshop Pengembangan dan Evaluasi Dokumen Kendali Mutu Pusat Pengolahan Pengujian (Pusjian) yang berlangsung dari Selasa hingga Kamis, 14 hingga 16 Januari 2025. Acara ini dihadiri oleh para pimpinan dan pegawai dari Pusjian serta perwakilan dari Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka. Workshop yang dilaksanakan di Ruang Sidang Pusat Pengolahan Pengujian, Gedung Pengujian Lantai 4 ini bertujuan untuk pengembangan dan pemutakhiran dokumen kendali mutu Pusjian dalam rangka meningkatkan kualitas layanan ujian di lingkungan UT. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh peserta untuk mendorong sinergi dalam upaya peningkatan sistem kendali mutu. Acara dibuka oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. selaku Kepala KPM, yang menyampaikan pentingnya peningkatan sistem kendali mutu terutama dalam penyelenggaraan ujian di Pendidikan Tinggi Jarak Jauh (PTJJ). Pembukaan ini dilanjutkan dengan pembahasan umum dan pengarahan dari Kepala Pusjian, Drs. Timbul Pardede, M.Si., yang menggarisbawahi komitmen Pusjian dalam menjamin kualitas dan transparansi dalam pengelolaan ujian. Dalam workshop ini, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari narasumber yang berkompeten di bidang penjaminan mutu, yaitu Ir. Arif Sadono Budisatrio. Sebagai pakar di bidang dokumen penjaminan mutu, Ir. Arif Sadono Budisatrio membagikan pengalaman dan pengetahuannya dalam pengembangan dokumen sistem kendali mutu yang efektif. Materi yang disampaikan sangat relevan dan memberikan wawasan baru bagi seluruh peserta yang hadir dalam acara iniSelama tiga hari pelaksanaan workshop, para peserta terlibat aktif dalam berbagai sesi yang terdiri dari pembahasan prosedur dan diskusi bersama. Workshop ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan kontribusi nyata bagi pengelolaan mutu Universitas Terbuka dalam memberikan layanan kepada mahasiswa.

Workshop Persiapan Akreditasi Internasional ACQUIN Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Terbuka

Universitas Terbuka, 17 Januari 2025 – Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan Workshop Persiapan Akreditasi Internasional ACQUIN pada 15-17 Januari 2025 di Ruang Rasamala, Wisma 2 Universitas Terbuka. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan delapan program studi FHISIP dalam mengajukan akreditasi internasional melalui lembaga ACQUIN (Accreditation, Certification, and Quality Assurance Institute). Acara dimulai dengan sambutan dari Dekan FHISIP, Dr. Meita Istianda, S.IP., M.Si., yang menekankan pentingnya akreditasi internasional untuk meningkatkan daya saing global. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan, “Delapan program studi di FHISIP yang akan mengajukan akreditasi internasional ACQUIN diharapkan dapat memenuhi standar pendidikan global. Hal ini akan membuka peluang kolaborasi dosen dan mahasiswa dengan universitas internasional, serta meningkatkan layanan kepada mahasiswa.” cara secara resmi dibuka oleh Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Terbuka. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan, “Kami mendorong setiap program studi untuk dapat meraih akreditasi internasional. Salah satu langkah penting adalah memastikan bahan ajar yang digunakan dalam kurikulum baru sudah siap, termasuk penerjemahannya untuk memenuhi standar ACQUIN.” Workshop ini dipandu oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., Kepala Kantor Penjaminan Mutu UT, dan menghadirkan narasumber yang berpengalaman dalam bidang akreditasi dan penjaminan mutu: 1.      Prof. Dr.rer.nat. Imam Buchori, Ketua Majelis Akreditasi BAN-PT, yang memaparkan kebijakan akreditasi internasional pasca berlakunya Permendikbud No. 53 tahun 2023. 2.      Riyan Putra, M.Hum., dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang berbagi materi tentang persiapan akreditasi internasional ACQUIN serta pengalaman terbaik dalam pengajuan akreditasi tersebut. 3.      Prof. Daryono, S.H., M.A., Ph.D., yang memberikan penjelasan tentang penyamaan persepsi dalam penyusunan Self-Assessment Report (SAR) untuk ACQUIN. Workshop berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan seluruh peserta, yaitu dosen dan tim penjamin mutu dari program studi yang akan mengajukan akreditasi internasional. Kegiatan ini merupakan langkah strategis Universitas Terbuka dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring internasional, serta memastikan layanan pendidikan yang unggul sesuai standar global. Diharapkan, melalui persiapan yang matang ini, FHISIP UT dapat meraih akreditasi internasional ACQUIN dengan sukses. [Written by Pesi Suryani]

Pengumuman Perpanjangan Batas Akhir Pengajuan Akreditasi LAMEMBA

Sehubungan dengan terbitnya Pengumuman LAMEMBA Nomor 869/DE/A.5/HA.1/IX/2023 Tentang Proses Akreditasi Terkait dengan Terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (PERMENDIKBUDRISTEK) Nomor 53 Tahun 2023 Tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi dan Rapat Pleno Dewan Eksekutif LAMEMBA tertanggal 18 Desember 2024, maka bersama ini diumumkan kepada Program Studi bidang ilmu, sebagai berikut: Demikian informasi ini disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. Lampiran: DE LAMEMBA Tentang Perpanjangan Batas Akhir Pengajuan Proses Akreditasi Dengan Instrumen yang Berlaku Sekarang ini