Pembukaan Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi PPG Universitas Terbuka

Tangerang Selatan, 16 Desember 2024 – Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan pembukaan asesmen lapangan akreditasi Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dilaksanakan pada tanggal 16-17 Desember 2024. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang 2 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UT dan dihadiri oleh sejumlah Pimpinan Universitas serta tim penyusun borang akreditasi. Acara pembukaan asesmen ini dibuka langsung oleh Rektor UT, Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Ojat memaparkan perkembangan UT yang kini telah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), sekaligus menekankan keunikan karakteristik UT sebagai institusi pendidikan jarak jauh (PJJ) yang berbeda dari universitas tatap muka. “UT berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan PJJ yang inovatif, sehingga mampu memberikan akses pendidikan tinggi kepada seluruh lapisan masyarakat, keunikan UT tidak ada batas waktu tempuh studi bagi mahasiswa” ujar Prof. Ojat. Turut hadir dalam kegiatan pembukaan ini Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A.; Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si.; Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) UT; Dekan FKIP; Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM); Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM); Kepala Puslakeu; Direktur Direktorat Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (DAAK); Direktur Direktorat Sistem Informasi (DSI); Wakil Dekan 1 dan 2 FKIP; Manajer Penjaminan Mutu; Ketua Program Studi (Kaprodi); dosen Program Studi PPG; Tim Gugus Kendali Mutu FKIP; dan Tim Penyusun Borang Prodi PPG. Tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) yang bertugas dalam asesmen ini adalah Prof. Dr. Kisyani Laksono, M.Hum., sebagai Lead Asesor, dan Dr. Idam Ragil Widianto Atmojo, M.Si., sebagai anggota asesor. Dalam dua hari asesmen ini, tim asesor akan melakukan penilaian terhadap Unit Pengelola Program Studi (UPPS) serta mencocokkan dokumen dan data yang telah disampaikan sebelumnya melalui Borang Akreditasi. Hari pertama kegiatan asesmen diawali dengan sesi konfirmasi kepada UPPS untuk memastikan kesesuaian dokumen dengan implementasi di lapangan. Proses ini mencakup berbagai aspek, termasuk tata kelola, penjaminan mutu internal, kurikulum, kualitas dosen, serta infrastruktur pendukung pembelajaran. Kegiatan ini merupakan langkah strategis bagi Program Studi PPG UT dalam upaya meningkatkan kualitas dan reputasi akademiknya. Dengan dukungan seluruh civitas akademika, diharapkan hasil asesmen ini akan menjadi tonggak pencapaian akreditasi unggul bagi Prodi PPG, sekaligus memperkuat kontribusi UT dalam mencetak guru profesional yang kompeten di seluruh Indonesia. [Written by Pesi Suryani]
AUN-QA International Conference 2024

Pada tanggal 11 – 12 Desember 2024, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka Prof. M. Imam Farisi dan Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja ikut berpartisipasi menghadiei AUN-QA International Conference 2024 (AUN-QA IC) di Universitas Ton Duc Thang (TDTU), Ho Chi Minh City, Vietnam. AUN-QA merupakan jaringan penjaminan mutu ASEAN di bidang pendidikan tinggi dengan tanggung jawab untuk mempromosikan penjaminan mutu di institusi pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, serta bekerja sama dengan badan regional dan internasional demi kepentingan komunitas ASEAN. Universitas Ton Duc Thang (TDTU) menjadi tuan rumah AUN-QA International Conference 2024 yang dihadiri oleh peserta lebih dari 400 delegasi berasal dari hampir 120 universitas dari seluruh wilayah ASEAN. AUN-QA IC ini berfungsi sebagai forum akademik bagi para ahli, pendidik, dan pemimpin universitas untuk bertukar dan berbagi pengalaman mengenai penjaminan mutu pendidikan tinggi, memberikan pembaruan, serta menawarkan perspektif beragam tentang masa depan sektor pendidikan. Tujuannya adalah untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di kawasan ASEAN agar dapat memenuhi tuntutan masyarakat yang semakin meningkat serta tren integrasi internasional. Kegiatan konferensi hari pertama (11 Desember 2024), diawali dengan opening session yang selanjutnya sesi diskusi panel. Sesi diskusi panel terbagi menjadi 4 sesi. Sesi 1 dengan tema Going ‘All Out’: Knockout Strategies for Higher Education Success. Ada dua panelis yaitu Assoc. Prof. Dr. Dinh Hoang Bach dan Assoc. Prof. Dr. Bundit Thipakorn. Moderator: Mr. Johnson Ong Chee Bin. Sesi ini membahas strategi untuk mendorong perbaikan berkelanjutan dalam pendidikan tinggi. Fokusnya adalah pada keunggulan dalam pengajaran, penelitian, dan inovasi, serta peningkatan kesejahteraan dan kesuksesan mahasiswa. Para panelis juga membahas pentingnya keterlibatan global dan tanggung jawab sosial untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia yang terus berkembang. Sesi selanjutnya adalah Sesi kedua dengan tema Good Practices in Southeast & East Asia & Australia: Suggestions on Integrating AI with Database for Quality Assurance in Higher Education. Sesi ini membahas tentang integrasi AI dengan sistem database di institusi pendidikan tinggi. Panelis: Mr. Irving Neil Kwok, Prof. HongSeok Na, Assoc. Prof. Sheridan Gentili, Prof. Dongwook Han. Moderator: Prof. Dr. Eddy Chong Siong Choy. Panelis berbagi pengalaman dari Asia Tenggara, Asia Timur, dan Australia mengenai cara integrasi ini mendukung hasil pendidikan. Sesi 3:Leveraging AI for Forward-Thinking Quality Standards in ASEAN Higher Education. Fokus pada sesi 3 yaitu bagaimana AI dapat mentransformasikan pendidikan tinggi di ASEAN, memungkinkan institusi untuk menetapkan standar mutu yang lebih visioner. Panelisnya Mr. Adam Brimo, Prof. Dr. Chan Basaruddin, Assoc. Prof. Dr. Hamimah Ujir dengan moderator: Prof. Dr. Wan Ahmad Kamil Mahmood sebagai Special Advisor to AUN Executive Director. Sesi 4:Crafting and Utilizing an Effective Database Ecosystem. Sesi ini membahas pentingnya membangun ekosistem database yang efektif di pendidikan tinggi. Panelis yang terdiri dari Dr. Sawit Kasuriya, Mr. Fabrice Hénard, Assoc. Prof. Ir. Dr. Ungku Anisa Ungku Amirulddin dan Moderator: Prof. Dr. Satria Bijaksana berbagi strategi untuk mengelola data dalam jumlah besar, meningkatkan proses administratif, mendukung penelitian, dan memperbaiki pengalaman mahasiswa melalui sistem database yang kokoh. Selanjutnya kegiatan hari kedua (12 Desember 2024), dilanjutkan sesi diskusi panel yang terdiri dari 3 sesi panel sesi 5, sesi 6 dan sesi 7. Sesi 5 dengan temaHarboring an Environment of Excellence. Sesi ini membahas tentang pentingnya universitas membangun budaya mutu yang proaktif, institusi dapat mengantisipasi tantangan, mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Panelisnya adalah Prof. Dr. Fauza Ab. Ghaffar, Prof. Dr. Wyona C. Patalinghug, Dr. Nguyen Huy Phuc, dan Ms. Kylie Colvin. Moderator: Dr. Yu Un Oppusunggu (Anggota Dewan AUN-QA dan Dosen Senior di Universitas Indonesia). Sesi 6 memiliki tema Strategies for Future-Proofing Quality Culture in ASEAN Higher Education. Fokus sesi ini mempersiapkan budaya kualitas di pendidikan tinggi ASEAN untuk masa depan memerlukan pendekatan strategis yang dapat beradaptasi dengan perubahan tuntutan dan tantangan. Panelis terdiri dari Dr. Karen Treloar, Assoc. Prof. Sompop Prathanturarug, Prof. Dr. Clarita D. Carillo, dan Prof. Reini Wirahadikusumah. Moderator: Dr. Milabel E. Ho (Direktur Eksekutif, AACCUP, Filipina) Sesi terakhir sesi 7 dengan tema Methods, Techniques, and Practices to Stay Ahead of the Curve. Sesi ini menyumpulkan bahwa untuk tetap terdepan dalam pendidikan tinggi, pemangku kepentingan harus mengadopsi metode dan praktik yang proaktif. Pendekatan ini melibatkan pencarian peluang perbaikan secara berkelanjutan, mengikuti tren industri, dan menerapkan strategi inovatif. Panelis yang berbagi pengalaman adalah Assoc. Prof. Dr. Tan Kay Chuan, Prof. Dr. Rosemary Seva, Ms. Cara Dinneen, dan Assoc. Prof. Dr. Amalina Muhammad Afifi. Moderator: Assoc. Prof. Dr. Thanapan Laiprakopsub (Wakil Direktur Eksekutif AUN). Berpartisipasi dalam mengikuti AUN-QA IC 2024 dapat memberikan berbagai manfaat bagi Universitas Terbuka, di antaranya adalah peningkatan kualitas Pendidikan, UT dapat memperoleh wawasan dan strategi terbaru tentang pengelolaan kualitas pendidikan yang dapat diimplementasikan dan untuk meningkatkan standar akademik dan pengajaran. Selain itu, UT dapat mengadopsi praktik terbaik berbagai metode, teknik, dan praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan tinggi yang telah terbukti efektif, yang dapat diterapkan untuk memperbaiki sistem internal. Kemudian mengikuti AUN-QA IC 2024 dapat sebagai Persiapan untuk Akreditasi Internasional dapat memperoleh pemahaman lebih baik tentang kriteria dan proses akreditasi AUN-QA yang dapat meningkatkan proses akreditasi internasional dan meningkatkan pengakuan global.
Benchmarking Sistem Penjaminan Mutu Internal: Kolaborasi KPM Universitas Terbuka dan LP2MP Universitas Diponegoro

Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka (KPM-UT) melaksanakan benchmarking implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) ke Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Diponegoro (LP2MP-UNDIP). Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas sistem penjaminan mutu internal di Universitas Terbuka. Benchmarking berlangsung pada Selasa, 10 Desember 2024, di Ruang Rapat Gedung LP2MP Universitas Diponegoro. Tim KPM-UT dipimpin oleh Manajer Pengembangan, Penjaminan, dan Manajemen Risiko, Dra. Eko Kuswanti, M.Pd, didampingi Staf Ahli Penjaminan Mutu Akademik dan Akreditasi, Dr. Tuti Purwoningsih, M.Sc, serta tiga anggota tim lainnya. Kedatangan Tim KPM-UT disambut dengan hangat oleh Ketua LP2MP-UNDIP, Prof. Dr. Ir. Setia Budi Sasongko, DEA, bersama Kepala Pusat Penjaminan Mutu Internal, Dr. Naniek Utami Handayani, S.Si, MT, dan Sekretaris Pusat Penjaminan Mutu Internal, Dr. Diana Puspita Sari, ST, MT. Dalam paparannya, Prof. Dr. Ir. Setia Budi Sasongko, DEA, menjelaskan berbagai aspek terkait implementasi SPMI di Universitas Diponegoro. Topik yang dibahas meliputi standar audit manajemen mutu internal, pengembangan aplikasi untuk integrasi data, mekanisme pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), dan pemberian penghargaan kepada program studi serta auditor yang berprestasi. Kegiatan benchmarking ditutup dengan pertukaran cenderamata antara KPM-UT dan LP2MP-UNDIP, yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka berharap dapat mengadopsi praktik terbaik dari Universitas Diponegoro dalam pelaksanaan audit mutu internal, sekaligus mempererat kerja sama antara kedua institusi. Kegiatan ini mencerminkan komitmen Universitas Terbuka dalam terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi jarak jauh di Indonesia melalui penerapan sistem penjaminan mutu yang andal dan efektif.
Peningkatan Mutu Akademik di Universitas Terbuka Melalui Benchmarking Penjaminan Mutu

Dalam upaya meningkatkan akademik di Universitas Terbuka, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka melakukan benchmarking terkait penjaminan mutu akademik di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 5 Desember 2024 ini dihadiri oleh 5 (lima) orang perwakilan dari Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka dan 2 (dua) orang perwakilan dari Kantor Penjaminan Mutu ITS Surabaya. Kegiatan benchmarking ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dan best practices dalam implementasi sistem penjaminan mutu yang efektif di institusi pendidikan tinggi. Kegiatan ini ini diisi dengan pemaparan proses penjaminan mutu di ITS, diskusi, dan penyerahan cinderamata. Kepala Kantor Penjaminan Mutu ITS, Prof. Dr. Ir. Aulia Siti Aisjah, MT. menyampaikan bahwa seluruh proses penjaminan mutu akademik di ITS telah menggunakan sistem yang terintegrasi, sehingga program studi yang akan melakukan akreditasi tidak mengalami kesulitan akan penyajian data dan dokumen. Informasi ini diterima dengan baik oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. sebagai motivasi bagi Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka untuk melakukan perbaikan dan integrasi pada sistem penjaminan mutu di UT. Dalam kegiatan ini, seluruh peserta benchmarking sangat antusias untuk melakukan tanya jawab terkait tantangan dan solusi dalam penjaminan mutu akademik, termasuk perlunya melibatkan seluruh dosen untuk berkomitmen membangun budaya mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Kegiatan benchmarking ini diakhiri dengan penyerahan cinderamata sebagai bentuk kenang-kenangan. Kantor Penjaminan Mutu UT berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi titik awal bagi UT agar memiliki kesiapan dalam menghadapi tantangan untuk meningkatkan daya saing di dunia pendidikan di Indonesia.
Pelatihan Penyusunan Dokumen SPMI Tahun 2024: Tingkatkan Kompetensi Gugus Penjaminan Mutu Universitas Terbuka

Universitas Terbuka, 29 November 2024 – Universitas Terbuka (UT) melalui Pusat Sumber Daya Manusia dan Kantor Penjaminan Mutu (PSDM dan KPM) sukses menggelar Pelatihan Penyusunan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Tahun 2024. Kegiatan berlangsung pada tanggal 26, 28, dan 29 November 2024 di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi UT dengan jumlah peserta sebanyak 38 orang Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Fakultas, Sekolah Pascasarjana, serta unit UT Pusat. Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kompetensi GPM dalam menyusun dokumen SPMI serta dokumen penjaminan mutu lainnya sebagai standar untuk peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi di UT. Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Imam Farisi, Kepala Kantor Penjaminan Mutu UT. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa “Dokumen SPMI adalah fondasi utama yang menentukan arah dan kualitas layanan pendidikan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan UT dapat terus menjaga standar tinggi dalam semua aspek operasional.” Pelatihan ini menghadirkan lima narasumber ahli dari IPB University: 1. Dr. Wonny Ahmad Ridwan 2. Dr. Yudi Chadirin, S.TP., M.Agr 3. Dr. Warcito, SP. MM 4. Umi Fadillah, SE., MM 5. Prof. Tria Astika Endah Permatasari Para narasumber memandu peserta dalam berbagai sesi yang mencakup pemaparan materi, diskusi interaktif, praktik mandiri, hingga presentasi hasil. Peserta juga mendapatkan wawasan tentang best practices penjaminan mutu dan cara efektif menyusun dokumen yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional. Dalam penutupan acara, Dr. Agus Joko Purwanto, Kepala PSDM, menekankan pentingnya kualitas SDM dalam menunjang keberhasilan institusi pendidikan tinggi. Beliau menyatakan, “Jumlah mahasiswa yang besar harus diimbangi dengan standar SDM yang tinggi. Jika kita dapat menjamin kualitas, maka reputasi kita akan meningkat, dan mahasiswa akan datang dengan sendirinya.” Kegiatan diakhiri dengan presentasi draf dokumen SPMI sebagai hasil pelatihan dari perwakilan beberapa peserta. Diharapkan, pelatihan penyusunan dokumen SPMI ini akan menjadi langkah awal yang konkret dalam memperkuat sistem penjaminan mutu di Universitas Terbuka. Pelatihan Penyusunan Dokumen SPMI 2024 menjadi bukti nyata komitmen UT dalam menjaga dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan, sejalan dengan misinya untuk menjadi perguruan tinggi terbuka berkualitas dunia. [Written by Pesi Suryani]
Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka Lakukan Benchmarking Sistem Penjaminan Mutu ke Badan Penjaminan Mutu Universitas Negeri Malang

Malang, 12 November 2024 – Dalam upaya meningkatkan kualitas sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi, Tim Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Negeri Malang (UM). Dalam melaksanakan tugasnya, terutama menyelenggarakan fungsi pengelolaan penjaminan mutu dan pengelolaan reputasi universitas, Kepala BPM dibantu oleh 4 Ketua Bidang, yaitu Ketua Bidang Standar, Bidang Monev dan AMI, Bidang Akreditasi Nasional dan Bidang Akreditasi Internasional. Kegiatan benchmarking ini bertujuan untuk memperkuat sistem penjaminan mutu di UT dengan menggali pengalaman dan praktik-praktik baik yang telah diterapkan di UM di mana fokus utama diskusi mencakup implementasi sistem penjaminan mutu internal, pengelolaan audit mutu akademik, hingga inovasi dalam pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (outcome-based education). Rombongan dari UT yang dipimpin oleh Dra. Eko Kuswanti, M.Pd., selaku Manajer Pengembangan, Pengendalian Mutu, dan Manajemen Risiko pada KPM, didampingi oleh Staf Ahli Bidang Penjaminan Mutu dan Akreditasi Dr. Tuti Purwoningsih, S.Pd., M.Sc., Kasubbag Tata Usaha Nuriyawati, A.md., dan staf KPM Yogie Bagas Prambagyo, S.T. Rombongan diterima oleh Dr. Swasono Rahardjo, S.Pd, M.Si. selaku Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) didampingi oleh Ketua Bidang Monev dan AMI Maria Hidayati, S.S, M.Pd., Ketua Bidang Akreditasi Internasional Dr. Yogi Dwi Satrio, M.Pd., Subkoordinator Administrasi Fatikha Floressya A, M.M., dan beberapa dosen UM di Gedung Graha Rektorat UM. Dalam sambutannya, Kepala BPM UM menyampaikan apresiasinya atas inisiatif UT untuk belajar bersama demi meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Perwakilan Universitas Terbuka, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa UM dipilih sebagai mitra benchmarking karena rekam jejaknya yang telah diakui sebagai salah satu perguruan tinggi unggul dalam sistem penjaminan mutu internal. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan inspirasi dan wawasan baru untuk menyempurnakan sistem penjaminan mutu internal kami, sehingga layanan pendidikan jarak jauh di UT semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan stakeholder,” ujar perwakilan UT. UM, yang dikenal memiliki sistem mutu yang kuat, mengelola 139 program studi di berbagai jenjang pendidikan, termasuk program sarjana, magister, doktor, diploma, dan profesi. Dengan dukungan 1.180 dosen dan 970 tenaga kependidikan, UM telah berhasil mencapai berbagai prestasi akreditasi, di antaranya 21 program studi dengan peringkat A secara nasional, 63 program dengan predikat Unggul, dan Akreditasi International AQAS sebanyak 25 program studi dan ASIIN sebanyak 9 program studi. Dalam pelaksanaan SPMI, UM mengadopsi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang terintegrasi dengan sistem berbasis teknologi informasi. Aplikasi seperti AIMA (Audit Mutu Internal Aplikasi) dan Monevjar menjadi inovasi utama dalam memonitor monev pembelajaran dan memastikan mutu terjaga secara konsisten. Hasil evaluasi dari aplikasi ini dapat diakses langsung oleh berbagai pihak terkait, mulai dari BPM hingga Gugus Kendali Mutu (GKM) di tingkat program studi. Selain itu, UM juga menggunakan aplikasi SIAP (Sistem Informasi Akreditasi Prodi) untuk pengarsipan SK dan Sertifikat akreditasi prodi. Selain inovasi teknologi, UM juga memperhatikan aspek manajemen risiko yang dikelola secara sinergis antara BPM dan Badan Pengawasan Internal (BPI). Dalam pelaksanaan audit mutu, UM melibatkan 80 auditor yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan. Setiap auditor dijadwalkan untuk melaksanakan tiga kali audit per siklus, memastikan proses evaluasi berjalan konsisten sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kegiatan benchmarking ini menjadi kesempatan bagi UT untuk mengadopsi praktik terbaik dari UM serta menjadi wadah diskusi interaktif antara kedua institusi untuk saling berbagi pengalaman serta tantangan dalam menerapkan standar mutu yang berkelanjutan. Kegiatan diakhiri dengan pertukaran cinderamata antara Universitas Negeri Malang dan Universitas Terbuka. [Written by Yogie Bagas & Eko Kuswanti]
Temu Nasional IV Jaringan Penjaminan Mutu PTNBH di Bali Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pendidikan Tinggi

Universitas Terbuka, 5 November 2024 – Universitas Terbuka (UT) sukses menjadi tuan rumah Temu Nasional IV Jaringan Penjaminan Mutu (JPM) PTNBH yang diselenggarakan di Hotel Santika, Seminyak, Bali, pada 5-7 November 2024. Acara ini dihadiri para pemimpin dan praktisi penjaminan mutu dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) di seluruh Indonesia, sebagai ajang strategis dalam memperkuat kolaborasi dan berbagi praktik terbaik untuk peningkatan mutu pendidikan tinggi nasional. Tema yang diusung dalam Temu Nasional IV ini adalah “Sinergitas Lembaga Akreditasi Nasional dan PDDIKTI dalam Konteks Akreditasi Pasca Berlakunya Permendikbudristek 53 Tahun 2023 Menuju PTN-BH Berkualitas Unggul”. Dalam konteks akreditasi, tema ini menjadi sangat penting bagi kita untuk berkolaborasi, mengingkat implikasi dari berlakunya Permendikbudristek 53 Tahun 2023 sangat besar bagi implementasi penjaminan mutu bagi PTN-BH. Hal tersebut dikarenakan adanya beberapa perubahan signifikan yang harus diantisipasi bersama. Transformasi menuju perguruan tinggi yang unggul tidak terlepas dari peran penting Lembaga Akreditasi Nasional (BAN-PT/LAM). BAN-PT dan LAM memiliki tanggung jawab besar dalam menstandarkan mutu pendidikan yang ditawarkan oleh PTN-BH. BAN-PT dan LAM juga harus menjamin dan memastikan bahwa setiap proses akreditasi dilakukan secara objektif dan transparan, serta mampu mencerminkan mutu dan daya saing institusi kita di tingkat Nasional maupun Internasional. Sementara itu, pada sistem akreditasi sesuai Permendikbudristek No. 53 tahun 2023, PDDIKTI sebagai portal kumpulan data penyelenggaraan Pendidikan tinggi seluruh perguruan tinggi yang terintegrasi secara nasional, memegang peran strategis dan krusial sebagai basis data utama bagi BAN-PT dan LAM untuk melakukan Pemantauan dan Evaluasi Mutu Perguruan Tinggi untuk Perpanjangan Status Terakreditasi (PEMPT) maupun untuk keperluan Akreditasi/Reakreditasiperguruan tinggi dan program studi. Oleh karena itu, penting bagi 24 PTN-BH untuk mengetahui secara detail bagaimana mekanisme kerja dan interkonektivitas antara situs BAN-PT, Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM), dan PDDIKTI. Kegiatan hari pertama, diawali dengan sesi internal diantara pimpinan Lembaga/Satuan/Kantor Penjaminan Mutu (JPM) PTNBH. Pada sesi ini diisi oleh Dr. Ir. I Wayan Nurjaya, M.Sc., Kepala Kantor Manajemen Mutu IPB University, yang memaparkan hasil dan tindak lanjut dari Temu Nasional III JPM PTNBH sebelumnya yang dilaksanakan di Bogor. Dr. I Wayan menyajikan sekilas perjalanan kegiatan temu nasional JPM-PTNBH sejak pertama di ITB (2023) hingga ketiga di IPB (2024). Acara dilanjutkan dengan sesi perkenalan dari 24 penjamin mutu PTNBH di Indonesia, di mana setiap institusi berbagi pengalaman mengenai penerapan sistem penjaminan mutu. Sesi ini berlangsung interaktif dengan moderator Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho, M.Agr., Koordinator Bidang Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi UGM, yang mendorong diskusi yang penuh antusiasme. Sesi selanjutnya adalah pemilihan tuan rumah berikutnya, yang dipandu oleh Prof. Dr. Abna Hidayati, M.Pd., Kepala Badan Penjaminan Mutu Internal Universitas Negeri Padang (UNP), terpilih tiga nominasi tuan rumah Temu Nasional selanjutnya, yaitu: 1) Universitas Negeri Padang (UNP); 2) Universitas Sumatera Utara (USU), atau 3) Universitas Syiah Kuala (USK). Kegiatan hari pertama diakhiri dengan Gala Dinner di restoran “Merah Saga” di Hotel Santika, diikuti dengan ramah tamah yang mempererat relasi antar perwakilan PTNBH. Hari kedua, diawali dengan diskusi tentang “Kebijakan Akreditasi Nasional dan Internasional Pasca Berlakunya Permendikbudristek 53/2023”. Sajian disampaikan oleh 2(dua) orang narasumber, yaitu: 1) Prof. Dr. rer. nat. Imam Buchori, S.T. (Ketua Majelis Akreditasi BAN-PT); dan 2) David Aulia Akbar Adhieputra, S.Kom., M.T.I. (PJ Sistem Informasi Pendidikan Tinggi PDDikti). Sesi ini dipandu oleh Prof. Dr. Mohammad Ima Farisi, M.Pd., Kepala Kantor Penjaminan Mutu UT sebagai Moderator. Dari paparan kedua narsumber dan tanya-jawab dari peserta, menjadi sangat jelas betapa sinergitas antara Lembaga Akreditasi Nasional (BAN-PT dan LAM) dan PDDIKTI sangat penting dan krusial dalam konteks akreditasi pasca berlakunya Permendikbud No. 53 tahun 2023. Dengan kata lain, sinergitas antara BAN-PT, LAM, dan PDDIKTI sangat krusial dalam hal ini. Melalui kolaborasi yang baik, kita dapat meningkatkan sistem penjaminan mutu, yang akan berdampak langsung pada peningkatan mutu akademik dan daya saing universitas kita. Implementasi akreditasi yang efektif sesuai dengan ketentuan Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023, akan sangat membantu PTN-BH dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan serta merumuskan kebijakan untuk pengembangan pendidikan di masa mendatang. Sesi selanjutnya adalah Focus Group Discussion (FGD) bersama Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM), membahas tentang perkembangan terbaru dalam sistem penjaminan mutu, termasuk perubahan paradigma sistem akreditasi dan peran LAM sesuai Permendikbudristek No. 53/2023. Sebagai pembicara dari masing-masing LAM adalah: • Prof. Dr. H. Muchlas Samani, M.Pd. (Ketua Majelis Akreditasi LAMDIK): Proses akreditasi berdasar Permendikbudristek No. 53/2023. • Prof. Dr. Dian Agustia, SE., M.Si., Ak., CA. (Ketua Majelis Akreditasi LAMEMBA): Peran dan tanggung jawab LAM dalam akreditasi. • Dr. Dra. Melania Suweni Muntini, M.T. (Wakil Direktur Keuangan LAMSAMA): Peran LAMSAMA dalam proses akreditasi. • Prof. Zainal A. Hasibuan, Ph.D. (Ketua Majelis Akreditasi LAMINFOKOM): Pergeseran paradigma sistem akreditasi nasional. • Dr. Deasy Silvya Sari, S.IP., M.Si. (Bendahara Dewan Eksekutif LAMSPAK): Tanggung jawab LAMSPAK dalam akreditasi. Temu Nasional ini menghasilkan kesepakatan untuk mengadakan pertemuan JPM PTNBH maksimal dua kali dalam setahun secara luring di PTNBH yang telah disepakati. Dalam kondisi tertentu yang mengharuskan pertemuan karena ada isu-isu penting yang perlu didiskusikan & ditindaklanjuti, pertemuam bisa dilaksanakan secara daring. Inisiatif ini bertujuan memperluas partisipasi dan efektivitas komunikasi antar universitas. Temu Nasional IV JPM PTNBH 2024 ini berhasil memperkuat sinergi dan memberikan perspektif baru dalam menghadapi tantangan penjaminan mutu di era pendidikan global. Pertemuan ini diharapkan akan mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, sehingga mencetak lulusan kompeten yang siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. [Written by Pesi Suryani]
Pemberitahuan Penamaan Program Studi Baru

Berdasarkan data pada kantor Wakil Rektor Bidang Akademik, terdapat 15 program studi baru yang rencananya akan diusulkan oleh fakultas untuk dibuka. Untuk memastikan bahwa penamaan program studi baru tersebut sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 32 Tahun 2021 tentang “Penamaan Program Studi Pada Perguruan Tinggi’”, perlu diperhatikan Ayat Pasal 2 berikut. (1) Penamaan Program Studi merupakan proses pemberian nama Program Studi berdasarkan capaian pembelajaran lulusan. (2) Penamaan Program Studi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sesuai dengan rumpun ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah diakui oleh masyarakat ilmiah yang relevan dan asosiasi atau organisasi profesi yang kredibel. Rumpun ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaimana dimaksud Pasal 2 Ayat (2) tersebut di atas dapat dilihat pada Keputusan Dirjendiktiristek sebagai berikut. (1) Keputusan Dirjendiktiristek Nomor 163/E/KPT/2022 tentang Nama Program Studi pada J enis Pendidikan Akademik dan Profesi, dan (2) Keputusan Dirjendiktiristek Nomor 27/D/M/2022 tentang Nama Program Studi pada Jenis Pendidikan Vokasi. Atas perhatian dan kebijaksanaannya, kami ucapkan terima kasih. Lampiran : 1. Permendikbudristek 32 Tahun 20212. Keputusan Dirjendiktiristek Nomor 27 Tahun 2022 tentang Nama Program Studi pada Jenis Pendidikan Vokasi3. Keputusan Dirjendiktiristek Nomor 163 Tahun 2022 tentang Nama Program Studi pada Jenis Pendidikan Akademik dan Profesi
Penyampaian Informasi Batas Akhir Pengajuan Proses Akreditasi

Sehubungan dengan Surat Edaran Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) terkait batas akhir pengajuan akreditasi program studi dengan instrumen (lama), bersama ini kami sampaikan surat edaran tersebut dengan rincian sebagai berikut: Lembaga Batas Akhir Pengajuan Lampiran BAN-PT 31 Des 2024 SE 274/BAN-PT/LL/2023 LAMDIK 18 Feb 2025 SE No. 2702/SE-C/LAMDIK/VIII/2024 LAMEMBA 31 Des 2024 Pengumuman No. 791/DE/A.5/HA.1/IX/2023 LAMSAMA 28 Feb 2025 Pengumuman No. 05/LAMSAMA/X/2024 LAMINFOKOM 15 Mei 2025 SE No. 02/SE/DE/LAM-INFOKOM/VII/2024 Demikian informasi ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.
Evaluasi DAPT UT: Dorong Percepatan Universitas Terbuka Menuju World Class University

Tangerang Selatan — Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) melaksanakan evaluasi terhadap penggunaan Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT) di Universitas Terbuka (UT). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 16-17 Oktober 2024, ini bertujuan memastikan pengelolaan dana berjalan efektif, efisien, dan transparan guna mendukung percepatan UT menuju predikat World Class University. Hari pertama evaluasi, 16 Oktober 2024, difokuskan pada aspek keuangan. Tim dari LPDP, dipimpin oleh Dhani Setyawan, Ph.D., Kepala Divisi Kerja Sama dan Pengembangan Layanan Riset LPDP, melakukan peninjauan terhadap laporan keuangan serta pemanfaatan anggaran. Fokus utama evaluasi ini adalah memantau efektivitas dan efisiensi penggunaan dana DAPT, sekaligus memastikan bahwa anggaran yang tersedia dikelola secara optimal dan tepat sasaran. Beberapa temuan dan rekomendasi disampaikan sebagai pedoman untuk peningkatan pengelolaan dana di tahun mendatang. Pada hari kedua, 17 Oktober 2024, evaluasi berlanjut dengan meninjau substansi program. Tim evaluator dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., Rektor Universitas Pertamina, bekerja sama dengan tim LPDP. Evaluasi ini berfokus pada pencapaian target program, relevansi kegiatan dengan tujuan awal, dan efektivitas implementasi program. Para evaluator memberikan sejumlah masukan strategis untuk meningkatkan capaian program di masa depan agar lebih selaras dengan tujuan pendidikan tinggi Indonesia. Proses evaluasi berlangsung lancar dengan kerja sama erat antara LPDP dan UT. Kedua pihak menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin selama evaluasi, yang dinilai bermanfaat dalam meningkatkan tata kelola program dan anggaran. Hasil evaluasi ini diharapkan dapat memastikan pemanfaatan dana yang lebih tepat guna, sejalan dengan berbagai inisiatif riset dan pendidikan di masa mendatang. Dengan tuntasnya proses evaluasi, Universitas Terbuka optimistis dapat mengelola dan memanfaatkan dana hibah secara lebih baik. UT berkomitmen untuk terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia dan mencapai tujuan strategis sebagai bagian dari perguruan tinggi berkelas dunia.