Universitas Terbuka Meningkatkan Kualitas Layanan dengan Resertifikasi Transisi Audit Eksternal ISO 27001:2022

Dalam rangka pemenuhan standar Internasional untuk sistem manajemen kemanan informasi atau lebih sering disebut dengan Information Security Management Systems (ISMS), Universitas Terbuka melaksanakan audit eksternal bersama BSI Group untuk sertifikasi ISO 27001:2022. Proses audit eksternal resertifikasi transisi ISO 27001:2022 dimulai pada hari Kamis (17/10/2024) di Gedung Prof.Setijadi Universitas Terbuka. Proses visitasi resertifikasi transisi ini akan berlangsung selama dua hari, hingga 18 Oktober 2024. Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan Universitas Terbuka, Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si. secara resmi membuka acara resertifikasi transisi ISO 27001:2022 di dampingi dengan Para Pimpinan Direktorat Sistem Informasi dan Kantor Penjaminan Mutu. Dalam sambutanya beliau menyampaikan pentingnya UT dalam menjaga dan meningkatkan layanan UT khususnya terkait standar Internasional untuk sistem manajemen kemanan informasi atau lebih sering disebut dengan Information Security Management Systems (ISMS) yang khususnya bagi UT karena Sistem Informasi merupakan backbone bisnis proses dan layanan di Universitas Terbuka sehingga wajib bagi UT untuk menjaga dan meningkatkan hal tersebut Proses audit eksternal resertifikasi transisi ISO 27001:2022 diketuai oleh Bapak Imam Rofii dari PT BSI Group Indonesia. Beliau mengatakan pada audit eksternal kali ini adalah transisi karena sebelumnya UT sudah meraih sertifikasi ISO 27001:2018 sehingga pada resertifikasi ini hanya ada penambahan dan penyesuaian untuk ke versi 2022 terkait dengan Information Security Management Systems (ISMS). Metode audit dilakukan dengan cara observasi dengan agenda hari pertama akan difokuskan pada konteks organisasi di level pimpinan lalu lanjut pada masing masing sub direktorat pada Direktorat Sistem Informasi dan hari kedua akan fokus pada pengecekan fasilitas dan data centre yang ada di UT.
Universitas Terbuka Memperoleh Sertifikat Akreditasi Internasional Dari Asian Association of Open Universities

KAMIS, 3 Oktober 2024, Universitas Terbuka (UT) memperoleh “Certificate of Accreditation” dari Asian Association of Open Universities (AAOU). Sertifikat diserahkan langsung kepada Rektor UT oleh Prof. Melinda dP Bandalaria, Ph.D., selaku Ketua Tim Akreditasi AAOU. Sertifikat Akreditasi AAOU ini, juga merupakan yang pertama kali dikeluarkan oleh AAOU. Pemerolehan sertifikat akreditasi ini menjadi bukti kuat bahwa “internal quality assurance system” UT yang dikenal dengan nama SIMINTAS (Sistem Penjaminan Kualitas) UT terlaksana dengan baik dan konsisten. Sertifikat akreditasi diperoleh UT setelah dilaksanakan visitasi lapangan (onsite visitation) oleh Tim Akreditasi AAOU yang terdiri dari Melinda dP Bandalaria (Ketua, Chancellor of University of Philiipines Open University), Prof. Li Kam Cheong (Anggota, Hongkong Metropolitan University), dan Prof. Drs. T. Basaruddin, M.Sc., Ph.D. (Anggota, Universitas Indonesia, Dewan Eksekutif BAN-PT). Visitasi dilaksanakan di UT Pusat & UT Bogor selama 3(tiga) hari (1-3 Oktober 2024). Akreditasi tahun 2024 ini merupakan kali pertama dilakukan oleh AAOU Accreditation System Board kepada 3(tiga) institusi Pendidikan tinggi jarak jauh di Kawasan Asia, anggota AAOU, yaitu Open University of Malaysia (OUM), Universitas Terbuka, dan University of Philiipines Open University (UPOU). Di dalam Handbook of AAOU QA-Based Accreditation System (2023), tujuan akreditasi adalah: (1) mendorong dan membantu institusi dan universitas untuk meningkatkan diri melalui budaya evaluasi berkelanjutan dan bersiklus, penilaian mandiri, dan akreditasi untuk penjaminan mutu dan peningkatan; (2) memenuhi kebutuhan akan pengakuan internasional di antara lembaga-lembaga yang menawarkan pembelajaran terbuka; (3) meningkatkan kualitas pembelajaran terbuka; (4) memfasilitasi perbaikan berkelanjutan dalam penyediaan pembelajaran terbuka; dan (5) menentukan sumber pendanaan bagi keberlanjutan layanan akreditasi AAOU. Ada 10 kriteria (quality areas) yang diobservasi & diverifikasi secara empirik oleh Tim Akreditasi, untuk memastikan bahwa 10 kriteria tersebut secara konsisten dan regular dilaksanakan di semua lini dan jenjang di selingkung UT, dari pusat hingga daerah. Kesepuluh kriteria atau area kualitas tersebut didasarkan pada AAOU Quality Assurance Framework yang meliputi: policy and planning; internal management system; learners and learners’ profiles; infrastructure, media and learning resources; learner assessment and evaluation; research and community services; human resources; learner support; program design and curriculum development; and course design and development (https://www.aaou.org/quality-assurance-framework/). Kesepuluh kriteria atau area kualitas tersebut, lebih lanjut diidentifikasi dari 4(empat) dimensi kualitas, yaitu: Agility (mencakup indikator flexibility, responsiveness, adaptability, timeliness, relevance); Equity (mencakup indikator comprehensiveness, inclusiveness, impartiality, fairness, accessibility); Sustainability (mencakup indikator consistency, resiliency, innovativeness, progressiveness, creativity); dan Excellence (mencakup indikator efficiency, effectiveness, distinctiveness, outstanding). Sementara, jenjang atau peringkat akreditasi terdiri atas 4(empat) peringkat. Level-1 diberikan apabila institusi atau universitas memiliki pengetahuan dan kesadaran (knowledge & awareness) tentang pendidikan jarak jauh dan/atau pendidikan yang dimediasi teknologi. Level-2 diberikan apabila institusi atau universitas telah menerapkan atau menggunakan (application/use) pendidikan jarak jauh dan/atau pendidikan yang dimediasi teknologi. Level-3 diberikan apabila institusi atau universitas telah menerapkan dan memiliki inisiatif/kreativitas untuk menciptakan sesuatu yang “baru” (application and creation) dalam bentuk teknologi untuk pendidikan jarak jauh dan/atau pendidikan yang dimediasi teknologi. Level-4 diberikan apabila institusi atau universitas telah menerapkan, memiliki inisiatif/kreativitas untuk menciptakan sesuatu yang “baru” dalam bentuk teknologi, dan memiliki budaya berbagi, berkolaborasi, dan kemitraan (application, creation, and sharing) pendidikan jarak jauh dan/atau pendidikan yang dimediasi teknologi. Kami dari KPM menghaturkan terima kasih & apresiasi yang tinggi kepada Rektor, para Warek, Dekan & Wakil Dekan Fakultas, Direktur & Wakil Direktur SPs, Ketua LPPM, para Kepala Pusat, Direktur UT Bogor, para Penyusun Self-Assessment Report (SAR), partisipan mahasiswa & alumni UT Bogor, dan Bapak/Ibu teman2 yang telah berkontribusi aktif dalam kegiatan akreditasi ini. Semoga ini menjadi amal ibadah bagi kita. Semoga pencapaian ini menjadi pemicu & pemacu bagi kita agar semakin meningkatkan kesadaran dan komitmen kita untuk menjadikan kualitas sebagai parameter utama dalam penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi dalam rangka memberikan layanan terbaik & berkualitas bagi masyarakat secara berkelanjutan. Mengutip pernyataan Rektor, “kualitas merupakan satu-satunya cara dan jalan hidup bagi UT untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat & bangsa”.
Naik Kelas: UT Gapai World Class University dengan AAOU Accreditation System Pilot Run

Sebagai Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH) yang berupaya mengejar predikat World Class University (WCU), Universitas Terbuka (UT) terus melakukan perbaikan dan peningkatan standar penyelenggaraan Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTTJJ) bertaraf internasional. UT secara berkala dan berkelanjutan berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan untuk menjadi lembaga penyelenggara Pendidikan TInggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) yang unggul. Langkah strategis pun diambil UT dengan mengajukan diri sebagai salah satu dari 3 (tiga) open university anggota Asian Association of Open Universities (AAOU) yang diakreditasi sebagai bagian dari Pilot Run of the AAOU Accreditation System yang pertama. AAOU Accreditation System adalah sistem akreditasi yang dibentuk oleh AAOU untuk open universities khususnya di kawasan Asia. Melalui kegiatan Pilot Run ini, AAOU diharapkan dapat menyempurnakan instrumen akreditasi yang dapat diterapkan di seluruh perguruan tinggi jarak jauh di Asia, bahkan seluruh dunia. Selain itu, model akreditasi ini akan memperkuat posisi UT sebagai institusi pendidikan terbuka jarak jauh unggulan, tidak hanya di Asia tetapi juga di panggung global. Berita Selengkapnya: https://www.ut.ac.id/berita/2024/10/naik-kelas-ut-gapai-world-class-university-dengan-aaou-accreditation-pilot/
Pelatihan dan Sertifikasi Asesor untuk Asesmen Mutu Internal Perguruan Tinggi (AMI-PT) di Universitas Terbuka

Universitas Terbuka, 18 September 2024 –Universitas Terbuka (UT) mengadakan Pelatihan dan Sertifikasi Asesor untuk Asesmen Mutu Internal Perguruan Tinggi (AMI-PT) sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 18 hingga 20 September 2024, bertempat di Aula Gedung Kualitas Lantai 3. Pelatihan ini dihadiri oleh 40 peserta yang terdiri dari Ketua Program Studi, Tim Gugus Penjamin Mutu (GPM) pada fakultas dan Sekolah Pascasarjana, serta beberapa staf akademik dari Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada asesor internal yang akan bertugas untuk melakukan asesmen internal terhadap program studi di UT. Dalam pembukaan, Kepala Pusat Sumber Daya Manusia sebagai pihak penyelenggara menekankan pentingnya penjaminan mutu internal sebagai bagian integral dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. “Kegiatan ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua aspek penjaminan mutu internal dapat berjalan dengan baik dan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ungkap Dr. Agus Joko Purwanto, M.Si. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kantor Manajemen Mutu IPB, yakni Dr. Wonny A. Ridwan, Prof. Pribadiyono, Dr. Yudi Chandirin, dan Dr. Warsito, S.P., M.M. Para narasumber telah membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka dalam implementasi penjaminan mutu. Selama pelatihan, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai AMI-PT, serta penerapan prinsip-prinsip penjaminan mutu dalam konteks pendidikan tinggi. Diharapkan, dengan pelatihan ini, para asesor dapat lebih siap melaksanakan tugas sebagai asesor internal, sehingga dapat berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan di Universitas Terbuka. Kegiatan ini merupakan langkah penting bagi UT dalam komitmennya untuk terus meningkatkan sistem penjaminan mutu internal demi memenuhi ekspektasi dan kebutuhan seluruh pihak terkait dalam dunia pendidikan. [Written by Pesi Suryani]
Audit Internal Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) untuk Direktorat Sistem Informasi (DSI) Universitas Terbuka Sesuai Kriteria ISO/IEC 27001

Universitas Terbuka sebagai penyedia Pendidikan Tinggi Terbuka Jarak Jauh (PTJJ) harus memastikan bahwa penyelenggaraan organisasi memiliki instrumen yang memadai untuk mengontrol keamanan informasi. Untuk mendukung hal tersebut, dilakukan kegiatan audit internal Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) berdasarkan kriteria ISO/IEC 27001 tahun 2022 yang telah diimplementasikann di Direktorat Sistem Informasi (DSI), selama dua hari, yaitu tanggal 11-12 September 2024. Audit ini merupakan bagian integral dari upaya institusi dalam menjaga dan meningkatkan integritas serta keamanan data dan informasi di Universitas Terbuka. Audit SMKI yang dilakukan oleh 6 orang auditor ini bertujuan untuk menilai efektivitas SMKI yang telah kita implementasikan, mengidentifikasi potensi risiko, serta memastikan bahwa kebijakan dan prosedur yang ada telah sesuai dengan standar yang berlaku dan kebutuhan organisasi. Selama proses audit, tim auditor melakukan penilaian menyeluruh terhadap kebijakan, prosedur, serta praktik keamanan yang ada di Universitas Terbuka. Adapun ruang lingkup audit SMKI ini adalah manajemen keamanan informasi dalam penyediaan layanan Student Record System (SRS) termasuk pengembangan sistem dan aplikasi, pemrosesan data, pemeliharaan infrastruktur, dan general affairs. Dalam proses audit ini, partisipasi dan keterbukaan dari semua elemen organisasi sangat dibutuhkan untuk memastikan hasil yang akurat dan implementasi yang efektif. Dengan menerapkan SMKI secara efektif, organisasi dapat mengelola dan mengurangi risiko keamanan informasi dengan lebih baik, serta melindungi aset informasi mereka dari ancaman dan kerugian yang potensial.
Benchmarking Universitas Surabaya ke Universitas Terbuka Terkait Penjaminan Mutu Pendidikan PTJJ

Universitas Terbuka, 23 September 2024 – Universitas Terbuka (UT) menerima kunjungan delegasi dari Universitas Surabaya (Ubaya) dalam rangka kegiatan benchmarking terkait penjaminan mutu pendidikan pada Program Pendidikan Jarak Jauh (PTJJ). Acara ini berlangsung di Ruang Sidang Mahoni Wisma 3 dan bertujuan untuk berbagi pengalaman praktik terbaik dalam sistem penjaminan mutu pendidikan. Kunjungan ini dipimpin oleh Dr. Dina Natalia Prayogo, Direktur Direktorat Pengembangan Mutu Akademik dan Inovasi (DPMAI) Universitas Surabaya, yang didampingi oleh Dianne Frisko Koan, Ph.D. (Manajer Audit Internal dan Monitoring Evaluasi) serta Audia Ratnasari, S.Psi., M.M. (Manajer Pengembangan dan Penerapan Standar). Mereka disambut oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu UT, Prof. Dr. Imam Farisi, M.Pd., serta Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si. (Manajer Penjaminan Mutu Akademik UT) dan beberapa staf dari penjaminan mutu. Dalam sambutannya, Prof. Imam menekankan pentingnya kegiatan benchmarking ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan jarak jauh. “Kunjungan ini merupakan kesempatan bagi kita untuk saling belajar dan memperkuat sistem penjaminan mutu yang ada”. Kami berharap kegiatan benchmarking ini dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan,” ungkapnya. Selama diskusi, Prof. Imam menjelaskan berbagai kebijakan dan praktik penjaminan mutu yang telah diterapkan di UT. Diskusi ini berlangsung interaktif, antara kedua belah pihak berbagi pengalaman terkait praktik baik, tantangan dan solusi dalam mengimplementasikan sistem penjaminan mutu untuk PTJJ. Kegiatan ini diakhiri dengan harapan bahwa benchmarking antara Universitas Surabaya dan Universitas Terbuka akan terus berlanjut, serta dapat menghasilkan inovasi dan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Kunjungan ini menunjukkan komitmen kedua institusi untuk terus berkolaborasi dalam meningkatkan standar pendidikan dan akreditasi di tanah air. [Written by Pesi Suryani]
Penyamaan Persepsi Asesmen Mutu Internal (AMI) Akademik 2024

Asesmen Mutu Internal (AMI) adalah kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun untuk memastikan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Perguruan Tinggi telah berjalan secara efektif. AMI merupakan suatu proses yang memberikan diagnostik dan refleksi untuk perbaikan dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Dalam memastikan hal tersebut, Universitas Terbuka akan menyelenggarakan kegiatan AMI mulai bulan September sampai dengan November 2024. Dengan akan dilaksanakannya kegiatan AMI tersebut, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka mengadakan kegiatan penyamaan persepsi bagi yang diikuti oleh seluruh Ketua Program Studi dan para asesor AMI pada tanggal 10 September 2024 secara online melalui Zoom Meeting. Kegiatan penyamaan persepsi AMI dilakukan untuk memberikan kesamaan dalam persepsi terkait tujuan AMI, langkah-langkah asesmen yang dilakukan, jadwal pelaksanaan, instrumen yang akan digunakan, serta cara pengisian instrumen. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Ketua Program Studi, lead asesor, asesor, asesor magang, dan staf Kantor Penjaminan Mutu (KPM). Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. selaku Kepala KPM memberikan sambutan dalam kegiatan penyamaan persepsi, sekaligus membuka rangkaian kegiatan AMI 2024 dengan mengutip kalimat dari Bapak Rektor, Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D: “Kualitas merupakan satu-satunya pilihan dan cara hidup kita dalam rangka menawarkan program-program pendidikan berkualitas kepada masyarakat.” Hal ini memiliki makna bahwa kualitas merupakan branding utama dari Universitas Terbuka yang harus diwujudkan bersama. Dalam kegiatan penyamaan persepsi AMI tersebut, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. juga menyampaikan hasil AMI yang telah dilaksanakan pada tahun 2023 untuk masing-masing kriteria di seluruh Program Studi, baik di jenjang Diploma, Sarjana, Magister, dan Doktor. Hasil AMI 2023 ini merupakan dasar bagi Program Studi untuk melakukan perbaikan-perbaikan untuk AMI 2024. Diharapkan melalui AMI 2024 nantinya, kualitas akademik di UT mengalami peningkatan berkelanjutan untuk mendukung terselenggaranya pendidikan jarak jauh yang berkualitas tanpa batas.
RTM MPJJ 2024: Langkah Strategis UT Menuju PTN-BH Berkualitas Dunia

Setelah perayaan puncak Dies Natalis ke-40, Universitas Terbuka (UT) melanjutkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas manajemen pendidikan jarak jauh dengan mengadakan Rapat Tinjauan Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (RTM MPJJ) 2024. RTM dilakukan secara periodik untuk meninjau kinerja sistem manajemen mutu dan kinerja pelayanan institusi serta memastikan keberlanjutan, kesesuaian, kecukupan, keefektifan, dan keselarasannya dengan arah rencana strategis UT. RTM MPJJ juga merupakan forum penting untuk memastikan apakah temuan Asesmen Mutu Internal bidang MPJJ (AMI MPJJ) dapat ditindaklanjuti dengan baik, dan memastikan apakah sistem penjaminan mutu internal UT berjalan efektif dan efisien dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan jarak jauh secara keseluruhan. RTM MPJJ pada tahun ini mengambil tema “Dari Visi ke Tindakan: Mengawal Transformasi UT sebagai PTNBH Berkualitas Dunia melalui RTM MPJJ Berkelanjutan”. Dengan tema ini, RTM MPJJ diharapkan dapat mengawal proses transformasi UT sebagai PTN-BH dalam upayanya untuk merealisasikan visi dan misinya menjadi PTJJ berkualitas dunia dalam bidang manajemen pendidikan jarak jauh. RTM MPJJ kali ini juga diharapkan dapat memberikan berbagai alternatif solusi, strategi dan rekomendasi untuk kebijakan UT terutama dalam memperkuat tata kelola dan layanan UT dalam meningkatkan kualitas dan rekognisi publik serta mendukung transformasi UT PTN-BH. Berita selengkapnya di : https://www.ut.ac.id/berita/2024/09/rtm-mpjj-2024-langkah-strategis-ut-menuju-ptn-bh-berkualitas-dunia/
Penjaminan Kualitas Manajemen Berkelanjutan Melalui AMI MPJJ 2024

Dalam rangka meningkatkan kualitas manajemen secara berkelanjutan, Universitas Terbuka telah melaksanakan Audit Mutu Internal Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (AMI MPJJ), yang dikoordinasikan oleh Kantor Penjaminan Mutu (KPM). AMI MPJJ merupakan suatu proses pengujian untuk memastikan kegiatan penjaminan mutu di UT telah sesuai dengan prosedur dan standar yang ditentukan untuk mencapai visi misi UT. AMI MPJJ juga dapat memberikan informasi mengenai area-area yang memerlukan perbaikan lebih lanjut. Fokus pada AMI MPJJ ini meliputi kebijakan mutu terkait daya jangkau, tata kelola, dan kualitas akademik. Implementasi pelaksanaan AMI MPJJ dilakukan melalui 3 (tiga) tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. AMI MPJJ pada tahun 2024 ini dilakukan menggunakan bantuan aplikasi e-audit yang diakses melalui laman https://e-audit.mpjj.ut.ac.id/. Pelaksanaan AMI MPJJ dimulai pada bulan Juni 2024 sampai dengan bulan Agustus 2024. Sebanyak 39 UT Daerah dan 1 UT Layanan Luar Negeri telah diaudit oleh para auditor kompeten yang terdiri dari Lead Auditor, Auditor, dan Auditor Magang, yang secara keseluruhan berjumlah 48 orang. Pelaksanaan AMI MPJJ secara luring ini berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Hasil dari AMI MPJJ ini adalah temuan-temuan audit yang terdiri dari temuan besar (major), yaitu temuan yang berdampak luas dan mengancam kegiatan organisasi dan temuan kecil (minor), yaitu temuan yang tidak berdampak luas terhadap kegiatan organisasi. Temuan-temuan tersebut nantinya menjadi dasar untuk merekomendasikan saran perbaikan dalam pelaksanaan manajemen pendidikan jarak jauh. Saran perbaikan yang diberikan melalui rangkaian kegiatan AMI MPJJ ini diharapkan lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses yang telah berjalan. Selain temuan dan saran perbaikan, juga ditemukan praktik baik yang dilakukan di beberapa UT Daerah. Praktik baik tersebut juga dapat diinformasikan dan diimplementasikan di UT Daerah lain.
FHISIP dan FKIP UT Bersiap Mengajukan Akreditasi Internasional ke ACQUIN

Tangerang Selatan, 30 Agustus 2024 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan Workshop Persiapan Pengajuan Akreditasi ke Lembaga Akreditasi Internasional ACQUIN. Workshop ini dilaksanakan pada hari Jumat, 30 Agustus 2024, bertempat di Ruang Merbabu Gedung DSI Lantai 2, dan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., yang menekankan pentingnya pencapaian akreditasi internasional dalam upaya meningkatkan reputasi dan kualitas pendidikan di UT. Dalam sambutannya, Dr. Yunus menyampaikan bahwa akreditasi internasional tidak hanya merupakan pengakuan atas kualitas pendidikan UT di tingkat global, tetapi juga menjadi komitmen UT untuk terus meningkatkan standar akademik dan layanan kepada mahasiswa. Workshop ini menghadirkan Ir. Hendy Santosa, S.T., M.T., Ph.D., Sekretaris Bidang Penjaminan Mutu pada Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Bengkulu (Unib), sebagai narasumber utama. Beliau adalah sosok di balik kesuksesan Unib memperoleh akreditasi internasional untuk 68 program studi dan akreditasi institusi pada tahun 2023. Dalam sesi presentasinya, Ir. Hendy Santosa membagikan pengalaman dan panduan praktis mengenai pengisian Instrumen Self Assesment Report (SAR) sesuai dengan standar ACQUIN, memberikan wawasan dan langkah-langkah konkret kepada peserta untuk mempersiapkan diri dalam proses akreditasi. Peserta workshop terdiri dari Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dekan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik, Kepala KPM, Wakil Dekan Bidang Akademik di FKIP dan FHISIP, Manajer Penjaminan Mutu pada KPM, serta para ketua program studi di kedua fakultas tersebut. Selain itu, turut hadir staf ahli bidang penjaminan mutu dan akreditasi serta para dosen yang mewakili program studi masing-masing. Partisipasi para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen UT dalam memastikan setiap program studi mampu mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi proses akreditasi internasional. Tujuan utama workshop ini adalah memberikan asistensi kepada dosen dan pimpinan program studi dalam memahami dan mengisi Instrumen Self Assessment Report sesuai dengan standar ACQUIN. Melalui workshop ini, UT berharap dapat memperkuat kemampuan seluruh unit operasional dan program studi dalam mempersiapkan akreditasi internasional, yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing UT di tingkat global. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis UT untuk meraih pengakuan internasional, memperkuat kualitas pendidikan, dan memastikan bahwa setiap proses dan prosedur di dalam UT memenuhi standar global yang ditetapkan. Dengan demikian, Universitas Terbuka dapat terus memberikan yang terbaik bagi para mahasiswa dan masyarakat luas. [Written by Pesi Suryani]