Asesmen Lapangan LAMEMBA: Program Studi Ekonomi Syariah UT Siap Raih Akreditasi Unggul

Tangerang Selatan, 19 Agustus 2024 – Program Studi Sarjana Ekonomi Syariah (S1) Universitas Terbuka (UT) menjalani asesmen lapangan oleh tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari Senin – Selasa, 19 – 20 Agustus 2024, diawali dengan acara pembukaan pukul 08.00 WIB di Ruang Sidang Rasamala, Wisma II Lt. Dasar, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan UT. Asesmen lapangan ini dibuka secara resmi oleh Rektor UT, Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Ojat menegaskan bahwa proses akreditasi adalah langkah krusial untuk meningkatkan mutu pendidikan di UT dan memperkuat posisi universitas dalam persaingan global. Beliau juga menekankan komitmen UT dalam memastikan bahwa setiap program studi yang ditawarkan memenuhi standar yang telah ditetapkan baik di tingkat nasional maupun internasional. Jajaran pimpinan UT turut hadir dalam acara pembukaan ini, termasuk Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum, Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Bisnis, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Ketua lembaga, Direktur Direktorat, Kepala Kantor, Para Wakil Dekan FEB, staf ahli, tim penyusun borang, serta pihak-pihak terkait lainnya. Asesmen ini dipimpin oleh Prof. Dr. Hadi Sasana, S.E., M.Si. sebagai lead asesor, dengan Dr. M. Nazer, S.E., M.A. sebagai anggota asesor. Selama dua hari, tim asesor melakukan evaluasi mendalam terhadap tata kelola, penjaminan mutu, proses pembelajaran, serta kinerja dosen dalam tridharma perguruan tinggi. Selain itu, tim asesor juga meninjau fasilitas pendukung di UT dan mengadakan dialog dengan dosen dan mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif terkait pelaksanaan program studi. Penutupan asesmen dilaksanakan pada Selasa, 20 Agustus 2024, pukul 17.00 WIB di tempat yang sama. Pada kesempatan tersebut, hasil asesmen awal telah disampaikan oleh tim asesor kepada pimpinan UT dan FEB, yang akan menjadi dasar bagi evaluasi dan pengembangan lebih lanjut. Dengan pelaksanaan asesmen lapangan ini, Program Studi Sarjana Ekonomi Syariah (S1) UT diharapkan dapat meraih akreditasi unggul, yang akan memperkuat posisi UT sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terbaik di Indonesia. [Written by Pesi Suryani]

Benchmarking (Studi Petik) KPM ke UGM: “Akreditasi Internasional dan Sistem Penjaminan Mutu Internasional untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan UT”

Bulaksumur – Jumat, 23 Agustus 2024, Tim dari Kantor Penjaminan Mutu (KPM) dan Program Studi Sarjana (S1) Agribisnis Universitas Terbuka melakukan benchmarking (studi petik) ke Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU), Universitas Gadjah Mada. Sebelumnya SPMRU UGM ini dikenal dengan nama Kantor Jaminan Mutu (KJM) yang merupakan unsur pelaksana administrasi dan pengembangan di UGM. Dalam melaksanakan tugasnya SPMRU terutama menyelenggarakan fungsi pengelolaan penjaminan mutu dan pengelolaan reputasi tingkat universitas. Kegiatan benchmarking atau “studi petik” ini merupakan agenda dari KPM dalam upaya untuk memperoleh insight terkait konsep, pengalaman, dan praktik baik yang dilakukan oleh PT lain dalam rangka penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan serta akreditasi nasional maupun internasional, dalam rangka untuk mewujudkan visi dan misi Universitas Terbuka (UT) sebagai perguruan tinggi jarak jauh berkualitas dunia. Agenda studi petik ini telah dilakukan sebelumnya oleh KPM bersama program-program studi yang berencana untuk melakukan akreditasi internasional ke lembaga internasional (LAI) bereputasi dan diakui oleh Kemendikbudristek, diantaranya yaitu ASIIN (Accreditation Agency for Study Programmes in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics) untuk displin ilmu rekayasa, matematika dan sains, pertanian, biologi. ASIIN berkantor pusat di Düsseldorf, Jerman. Studi petik dilakukan ke ke Universitas Bengkulu (UNIB), Institut Pertanian Bogor (sekarang lebih populer sebagai IPB University), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Tim UT dipimpin oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. ketua KPM, didampingi oleh Dra. Eko Kuswanti, M.Pd., Manajer Perencanaan, Pengembangan, dan Manajemen Risiko KPM; Dr. Ernik Yuliana, S.Pi., M.T., Wakil Dekan Bidang Akademik FST; Drs. Jan Hotman, M.Si. kaprodi S1 Agribisnis, dan 3 orang staf KPM dan prodi, yakni Mohamad Kautsar Firdaus, S.T., Nurul Aulia Rahma, A.Md., dan Bayu Eka Wicaksana, M.P. Rombongan diterima oleh Kepala SPMRU, Prof. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., Ph.D., Koordinator Bidang Sistem Penjaminan Mutu Internal, Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho,M.Agr., dan Koordinator Bidang Akreditasi Internasional, dr. Widya Wasityastuti, M.Sc., M.Med.Ed., Ph.D. Kegiatan benchmarking di Ruang Multimedia 2, Gedung Pusat UGM, Lantai 3 Sayap Selatan. Selain dari Tim UT, hadir pula pada saat yang bersamaan Tim penjaminan mutu dari Universitas Sriwijaya (UNSRI), dan Universitas Taruma Negara (UNTAR). Acara dibuka oleh Kepala SPMRU Prof. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., Ph.D. dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Tim dari UT telah berkenan untuk saling berbagi pemikiran, pengalaman dan praktik baik dalam pelaksanaan SPMI dan Akreditasi Internasional. Menurut beliau, pengelolaan penjaminan mutu dan pengelolaan reputasi universitas dilaksanakan bukan semata mata demi mengikuti persaingan global dan internasionalisasi saja, namun yang utama adalah meningkatnya kepercayaan stakeholders karena memang adanya kualitas mutu yang terjaga dan meningkat secara berkelanjutan dan diakui secara global, baik di bidang akademik, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta bidang pendukung lainnya dan menjadi universitas riset kelas dunia yang tetap beridentitas kerakyatan dan berakar pada sosio budaya Indonesia. Selanjutnya, Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho,M.Agr., Koordinator Bidang Sistem Penjaminan Mutu Internal, memberikan paparan tentang aturan, prosedur dan mekanisme, serta manajemen pelaksanaan SPMI yang berlaku di UGM. Dalam paparannya, Prof. Hartanto menyatakan bahwa SPMI di UGM seperti halnya SPMI di PT lain, mengikuti siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). SPMI di UGM juga merupakan jembatan bagi universitas dan program studi menuju pengakuan nasional dan internasional melalui proses akreditasi/sertifikasi nasional dan internasional. Paparan selanjutnya disampaikan oleh dr. Widya Wasityastuti, M.Sc., M.Med.Ed., Ph.D., Koordinator Bidang Akreditasi Internasional pada SPMRU UGM. Dalam paparannya, Ibu Widya menyatakan bahwa seiring dengan visi UGM untuk dapat menjadi perguruan tinggi berkelas dunia yang unggul dan inovatif (world-class university), maka kualitas UGM harus selevel dengan universitas bereputasi di dunia. Salah satu ukuran obkektifnya adalah melalui capaian internasional, yaitu akreditasi internasional. Dengan demikian tugas SPMRU semakin berkembang, tidak hanya bertugas dalam kegiatan terlaksananya penjaminan mutu internal dan mengawal proses akreditasi nasional, namun juga harus menjaga reputasi universitas secara internasional. Pengelolaannya dilakukan oleh SPMRU antara lain melalui koordinasi persiapan program-program studi untuk mendapatkan akreditasi internasional.  Saat ini, UGM memiliki 286 program studi, 129 prodi terakreditasi “Unggul” dan dari prodi Unggul tersebut, 72 prodi memperoleh akreditasi internasional, dan 15 memperoleh sertifikasi internasional. ASIIN merupakan salah satu lembaga akreditasi Internasional yang telah mengakreditasi 37 prodi UGM. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan tali asih dari Kepala KPM-UT, Prof. Dr. Imam Farisi, M.Pd., kepada Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho,M.Agr., dan dr. Widya Wasityastuti, M.Sc., M.Med.Ed., Ph.D. Semoga benchmarking atau studi petik ini semakin menambah wawasan dan pengalaman bagi KPM UT dalam rangka mempersiapkan diri untuk menuju akreditasi internasional melalui ASIIN.

Prodi Akuntansi Keuangan Publik FEB UT Jalani Asesmen Lapangan LAMEMBA: Komitmen Menuju Akreditasi Unggul

Tangerang Selatan, 13 Agustus 2024 – Program Studi Akuntansi Keuangan Publik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Terbuka (UT), menjalani asesmen lapangan oleh tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA). Kegiatan asesmen yang berlangsung selama dua hari ini dimulai pada Selasa, 13 Agustus 2024, pukul 08.00 WIB di Ruang Sidang Rasamala, Wisma II Lt. Dasar, dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait. Acara asesmen lapangan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya proses akreditasi sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di UT. Dr. Yunus menyatakan bahwa asesmen ini merupakan bagian dari komitmen UT untuk memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh lembaga akreditasi, serta untuk memastikan bahwa program studi yang ada di UT selalu relevan dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Tim asesor dari LAMEMBA yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari dua orang, yaitu Prof. Dr. Wirawan Endro Dwi Radianto, M.ScA., Ak., CA sebagai lead asesor, dan Dr. Fazli Syam BZ, S.E., M.Si.Ak, CA sebagai anggota asesor. Selama dua hari pelaksanaan asesmen, tim asesor melakukan berbagai aktivitas penilaian, termasuk verifikasi data dan informasi yang telah disampaikan sebelumnya melalui Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS) dan Dokumen Evaluasi Diri (DED). Proses asesmen lapangan ini mencakup berbagai aspek, seperti evaluasi terhadap sistem tata pamong, penjaminan mutu internal, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kinerja dosen tetap dalam kegiatan tridharma. Selain itu, tim asesor juga meninjau fasilitas pendukung dan berdialog dengan dosen serta mahasiswa untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif terkait layanan pendidikan yang diberikan program studi. Acara penutupan asesmen dilaksanakan pada Rabu, 14 Agustus 2024, pukul 15.30 WIB di tempat yang sama. Pada sesi penutupan ini, hasil asesmen awal akan disampaikan oleh tim asesor kepada pimpinan FEB dan UT sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan dan pengembangan lebih lanjut. Dengan adanya asesmen lapangan ini, diharapkan Prodi Akuntansi Keuangan Publik FEB UT dapat meraih hasil yang optimal, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan di UT secara keseluruhan. [Written by Pesi Suryani]

Workshop Akselerasi Penyelesaian Dokumen Kendali Mutu Universitas Terbuka

Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Prof. Mohamad Imam Farisi, menyoroti situasi “darurat kendali mutu” yang tengah dihadapi UT. Prof. Imam menjelaskan bahwa tantangan ini disebabkan oleh dua faktor utama: perubahan peraturan tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti) dari Permenristekdikti Nomor 62/2016 ke Permendikbudristek 53/2023 dan banyaknya dokumen kendali mutu yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan saat ini. Selama workshop, peserta yang merupakan anggota Tim GPM dari berbagai unit operasional diminta untuk menyelesaikan tiga tugas utama:  1.        Mengidentifikasi Dokumen Kendali Mutu – Peserta diminta untuk mengidentifikasi keberlakuan dokumen kendali mutu yang ada di laman Kantor Penjaminan Mutu (KPM). Tujuan dari tugas ini adalah untuk memastikan semua dokumen yang ada masih relevan dan digunakan sebagai panduan dalam pelaksanaan tugas di unit masing-masing. 2.        Identifikasi Dokumen Kendali Belum Terdaftar – Peserta juga harus mengidentifikasi dokumen kendali yang telah disusun oleh unit masing-masing tetapi belum terdaftar dan diotorisasi oleh KPM. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua dokumen kendali telah melalui proses validasi dan dapat digunakan secara resmi. 3.        Identifikasi Kebutuhan Dokumen Kendali Mutu Baru – Kegiatan ini melibatkan identifikasi kebutuhan dokumen kendali mutu baru yang diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengendalian mutu di unit operasional. Workshop ini menjadi langkah awal untuk identifikasi kebutuhan dokumen mutu di setiap unit operasional, dan tindak lanjutnya akan mencakup workshop penyusunan dokumen kendali mutu yang akan didampingi oleh tim ahli dari KPM. Acara ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan kemampuan anggota GPM dalam mengelola dan mengendalikan dokumen kendali mutu, sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas keseluruhan di UT. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan setiap unit operasional di UT dapat lebih mandiri dan proaktif dalam mengembangkan, mengelola serta mengendalikan dokumen kendali mutu sesuai dengan standar dan kebutuhan operasional masing-masing. Workshop ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana berbagi pengetahuan tetapi juga sebagai momen penting untuk memperkuat kerjasama dan koordinasi antar berbagai unit operasional di UT dalam upaya mencapai mutu yang lebih baik dan berkelanjutan.

Belajar dari ITB, Prodi S1 Biologi FST UT Akan Ajukan Akreditasi Internasional ke ASIIN

Institut Teknologi Bandung (ITB) memiliki 134 program studi (prodi), 48 di antaranya sudah terakreditasi internasional. Dua puluh di antara ke 48 prodi dengan akreditasi internasional tersebut telah mendapatkan akreditasi dari ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik) yang merupakan lembaga akreditasi internasional asal Jerman untuk disiplin ilmu rekayasa, matematika dan sains, pertanian, serta biologi. Komitmen kuat Universitas Terbuka (UT) untuk terus meningkatkan kualitas layanan dibuktikan dengan rencana untuk kembali melakukan akreditasi internasional. Kali ini, Prodi S1 Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) yang akan mengajukan akreditasi ke ASIIN. Untuk tujuan tersebut, pada Kamis 15 Agustus 2024, Prodi S1 Biologi UT melakukan studi banding (benchmarking) ke Satuan Penjaminan Mutu (SPM) ITB untuk belajar tentang seluk beluk pelaksanaan pengajuan akreditasi internasional ke ASIIN. Pada kegiatan ini, delegasi UT yang terdiri atas Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UT, Dr. Subekti Nurmawati, M.Si., Kaprodi S1 Biologi, Dr. Elizabeth Novi Kusumaningrum, S.Si., M.Si., Manajer Penjaminan Mutu Akademik, Dr. Irsanti Widuri Asih, M.Si. dan Sri Utami, S.ST., M.Kes., Dosen Prodi S1 Biologi diterima dengan tangan terbuka dan semangat berbagi oleh Sekretaris SPM ITB, Ir. Winny Wulandari, Ph.D. Selain itu, Bapak Intan Taufik S.Si., M.Si., Ph.D., seorang pengajar dari Prodi S1 Mikrobiologi Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB turut menyambut Delegasi UT untuk memberikan penjelasan terkait pengajuan akreditasi ke ASIIN. Pada pertemuan yang bertempat di Ruang Pertemuan A Gedung Rektorat ITB, Ir. Winny Wulandari, Ph.D. menyambut Delegasi UT dengan semangat berbagi untuk bisa sama-sama meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada Masyarakat melalui pendidikan tinggi. Delegasi UT yang diwakili oleh Dekan FST, Dr. Subekti Nurmawati, M.Si. mengekspresikan ungkapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada ITB karena telah menerima permohonan melakukan studi banding ini. Ibu Nurma menyatakan bahwa ITB dan UT sudah seperti saudara sepersusuan karena di awal UT berdiri, UT mendapat support penuh dari ITB dan banyak akademisi ITB yang menduduki posisi penting di UT, di antaranya Prof. Dr. Ir. Bambang Sutjiatmo yang pernah menjabat sebagai Rektor UT ke 3 periode (1996-2001) dan Prof. Ir. Subagjo yang pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor I UT. Pada acara diskusi, Ir. Winny Wulandari, Ph.D. menjelaskan terlebih dulu mengenai sistem penjaminan mutu yang diimplementasikan ITB. Untuk Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), ITB meramu sendiri instrumen Audit Mutu Internal (AMI) berbasis Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) yang ditentukan oleh Kemendikbudristek. SPMI ITB mengalami transformasi instrumen hingga yang terakhir digunakan menjadi 32 standar. Untuk Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME), ITB melakukan akreditasi baik pada Tingkat nasional maupun internasional ke BAN-PT, Lembaga Akreditasi Mandiri dan ke Lembaga Akreditasi Internasional. Untuk pengajuan akreditasi internasional ke ASIIN, selain penjelasan dari Ir. Winny Wulandari, Ph.D. terkait teknis pelaksanaan akreditasi, Delegasi UT juga mendapatkan penjelasan terkait substansi dari Bapak Intan Taufik S.Si., M.Si., Ph.D. Bapak Intan berbagi apa yang menjadi “ruh” dari akreditasi ASIIN dan berbagi tips apa saja yang perlu dipersiapkan secara matang dan fokus ketika mengisi instrument Sels-Assessment Report dan ketika visitasi. Sebagai bonus, di akhir pertemuan juga hadir Dr. Yosi Agustina Hidayat ST, MT, yang juga menjabat sebagai Sekretaris SPM ITB yang berbagi tentang strategi ITB untuk terus meningkatkan posisi pada pemeringkatan World Class University (WCU) terutama di QS World University Ranking (WUR) dan QA By Subject. Dari pertemuan ini, banyak hal yang didapatkan oleh Delegasi UT. Semoga semua oleh-oleh yang didapat dari ITB akan segera dieksekusi oleh Prodi S1 Biologi FST UT agar proses pengajuan akreditasi ke ASIIN dapat segera direalisasikan.

Asesmen Lapangan Pertama Prodi Bidang Ilmu Ekonomi Dan Bisnis oleh LAMEMBA

Tangerang Selatan, 5 Agustus 2024 – Pada tahun 2024, sejumlah program studi pada bidang ilmu ekonomi dan bisnis di Universitas Terbuka (UT), baik pada level sarjana maupun magister, mengajukan akreditasi ke Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA). Program studi yang mengajukan akreditasi antara lain S1 Akuntansi Keuangan Publik, S1 Ekonomi Syariah, dan Magister Manajemen. Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS) dan Dokumen Evaluasi Diri (DED) telah diunggah ke LAMEMBA melalui laman sistem akreditasi Lexa pada tanggal 8 Mei. Setelah menunggu sekitar tiga bulan, pada hari Senin, 5 Agustus 2024, untuk pertama kalinya, program studi Magister Manajemen menjalani asesmen lapangan oleh asesor LAMEMBA. Asesmen ini dihadiri oleh dua orang asesor LAMEMBA, yaitu Prof. Dr. Tanti Handriana, S.E., M.Si., dan Prof. Dr. Nur Afifah, S.E., M.Si. Acara pembukaan asesmen lapangan dihadiri oleh Rektor UT, Ketua Senat Akademik Universitas (SAU), Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA), Wakil Rektor 2 dan Wakil Rektor 3, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Para Direktur Direktorat, Para Kepala Pusat, Kaprodi Magister Manajemen, Staf Ahli, Ketua Gugus Pengendali Mutu (GPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Sekolah Pascasarjana (SPs). Dalam acara pembukaan, Rektor UT menyampaikan bahwa budaya mutu telah menggelora di UT sejak 2002. UT telah melalui berbagai proses sertifikasi untuk memastikan bahwa proses bisnis layanan pendidikan yang diberikan telah memenuhi standar-standar yang ditentukan, antara lain standar dari the International Council for Open and Distance Education (ICDE) dan International Standard Organisations (ISO). Selanjutnya, Prof. Tanti dan Prof. Afifah sebagai tim asesor menyampaikan bahwa esensi pelaksanaan asesmen lapangan adalah untuk mengklarifikasi, mengkonfirmasi, dan memvalidasi semua data dan informasi yang dituangkan dalam DKPS dan DED dan akan dilaporkan ke Dewan Eksekutif LAMEMBA. Agenda asesmen lapangan yang diselenggarakan selama dua hari ini antara lain mencakup konfirmasi hal-hal terkait kebijakan pengembangan, sistem tata pamong, sistem penjaminan mutu internal (SPMI), kerja sama, proses pembelajaran, penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), dan keluaran dari kegiatan tri dharma dosen tetap. Selain melakukan pengecekan fasilitas, para asesor juga akan melakukan konfirmasi kinerja Prodi Magister Manajemen kepada dosen dan mahasiswa. Dari proses asesmen lapangan ini, diharapkan Prodi Magister Manajemen akan mendapatkan hasil maksimal, yaitu peringkat akreditasi Unggul. Selamat dan sukses untuk Prodi Magister Manajemen!

Acara Tasyakuran Akreditasi Universitas Terbuka: Merayakan Pencapaian Akreditasi A di Usia Ke-40

Tangerang Selatan, 2 Agustus 2024 – ​Universitas Terbuka (UT) merayakan pencapaian luar biasa dengan menggelar acara tasyakuran atas perolehan akreditasi A di UTCC pada hari Jumat, 2 Agustus 2024. Acara ini menandai momentum bersejarah bagi UT yang berhasil meraih akreditasi tertinggi tersebut, tepat pada usianya yang ke-40 tahun. Acara tasyakuran ini dibuka dengan sambutan dari Rektor UT, Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., yang menyampaikan rasa syukur yang luar biasa atas pencapaian ini. Dalam sambutannya, beliau menyatakan, “Meraih akreditasi A merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh sivitas akademika UT. Pencapaian ini menjadi hadiah istimewa di usia UT yang ke-40 tahun dan menjadi pendorong bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Kami berharap dengan capaian ini, UT bisa mencapai target 1 juta mahasiswa dalam waktu dekat.” Setelah sambutan Rektor, acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat akreditasi perguruan tinggi secara simbolik dari Wakil Rektor Bidang Akademik kepada Rektor UT. Penyerahan sertifikat ini menjadi simbol komitmen UT dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan di masa mendatang. Acara ini dihadiri oleh berbagai undangan penting, termasuk Ketua Senat Akademik, para Wakil Rektor, Ketua LPPM, para Dekan Fakultas, Direktur Sekolah Pascasarjana, Direktur Direktorat, Wakil Dekan dan Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana, Kepala Kantor, Kepala Pusat, Sekretaris Senat Akademik, para Manajer, para Staf Ahli, Kepala Subdirektorat, para Ketua Program Studi, para Kasubbag Tata Usaha, serta tim penyusun borang dan LED Re-akreditasi PT UT. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan penuh terhadap UT dalam upaya mencapai akreditasi A dan memajukan pendidikan jarak jauh di Indonesia. Acara tasyakuran ini tidak hanya menjadi ajang syukur dan perayaan, tetapi juga sebagai momentum refleksi dan motivasi bagi seluruh civitas akademika UT untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam dunia pendidikan. Dengan semangat baru, UT bertekad untuk menjaga prestasi ini dan terus melangkah maju menuju visi menjadi perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh berkualitas dunia.

Benchmarking (Studi Petik) KPM ke IPB “Tingkatkan Kualitas Pendidikan UT Melalui Akreditasi Internasional”

Dalam upaya untuk mewujudkan visi dan misi Universitas Terbuka (UT) sebagai perguruan tinggi jarak jauh berkualitas dunia, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) menginisiasi untuk melakukan benchmarking (studi petik) ke sejumlah perguruan tinggi (PT) yang telah memiliki program-program studi terakreditasi oleh Lembaga Akreditasi Internasional (LAI) bereputasi dan diakui oleh Kemendikbudristek. Setelah sebelumnya melakukan studi petik ke Universitas Bengkulu (UNIB), KPM bersama program studi S1 Teknologi Pangan pada Fakultas Sains dan Teknologi (FST) kembali melakukan kunjungan ke Kantor Manajemen Mutu (KMM) Institut Pertanian Bogor (sekarang lebih populer sebagai IPB University). Tujuannya adalah untuk belajar dan memperoleh sharing pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik (good practices) KPM dan prodi-prodi IPB melakukan akreditasi internasional melalui LAI ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik) yang berasal dari Jerman untuk displin ilmu rekayasa, matematika dan sains, pertanian, biologi. Berdasarkan data, ada 20 program studi (S1 dan S2) di IPB yang terakreditasi melalui LAI ASIIN. Benchmarking dilaksanakan hari Rabu, 31 Juli 2024 bertempat di ruang sidang Rektor 2 gedung Andi Hakim Nasoetion Lt. 2 Kampus IPB Dramaga Bogor. Hadir dari KPM UT adalah Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. (Kepala Kantor Penjaminan Mutu) ditemani oleh Dr. Dewi Juliah Ratnaningsih, S.Si., M.Si. (Wadek Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FST), Rina Rismaya, Ssi., M.Si., dan Dr. Ing. Mohammad Rajih Radiansyah, B.As., M.Sc. Keduanya adalah dosen prodi S1 Teknologi pangan FST. Dari pihak IPB, hadir Dr. Veralianta Br Sebayang, S.P., M.Si. (KepalaBidang Standar dan Asesment Mutu pada KMM), Dr. Dimas Andrianto, S.Si., M.Si. (Sekretaris Departemen Biokimia), Eny Widiya Astuti, S.T.P., M.Si. (Asdir Kajian Strategis pada Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik), dan staf dari KMM. Selama tiga jam dimanfaatkan penuh untuk sesi presentasi dan diskusi dengan pihak KMM IPB seputar pelaksanaan akreditasi ASIIN, mulai persiapan, penyusunan dokumen self-evaluation report, pelaksanaan asesmen lapangan, hingga pasca pelaksanaan asesmen lapangan. Acara diakhiri dengan pertukaran cinderamata, dan foto bersama. Menurut Dr. Dimas Andrianto, ASIIN telah mengakreditasi 61 program studi pada 5 universitas di Indonesia. Untuk mengajukan akreditasi via ASIIN, seperti pada lembaga-lembaga akreditasi nasional maupun internasional, sejumlah dokumen yang harus disiapkan, yaitu: kurikulum; dokumen akademik mahasiswa (portofolio, transkrip akademik, dan data mahasiswa); aturan dan prosedur akademik, non-akademik serta penjaminan mutu; hasil-hasil survei (lulusan dan pengguna); suplemen ijazah sesuai dengan format dan ketentuan ASIIN; serta dokumen-dokumen pendukung lainnya. Semoga benchmarking ini semakin menambah wawasan dan pengalaman bagi UT dalam rangka mempersiapkan diri untuk menuju akreditasi internasional melalui ASIIN.

Berburu Tips dan Semangat Positif Universitas Bengkulu dalam Meraih Akreditasi ACQUIN

Kamis, 4 Juli 2024, menjadi tonggak perjalanan UT dalam mengupayakan teraihnya akreditasi internasional untuk sejumlah program studi (prodi) pada rumpun ilmu sosial dan humaniora. Delegasi UT yang terdiri atas Manajer Penjaminan Mutu pada Kantor Penjaminan Mutu (KPM), Ketua Program Studi (Kaprodi) S1 Sosiologi, Kaprodi S1 Administrasi Bisnis, Kaprodi S1 Administrasi Publik, Kaprodi S1 Ilmu Komunikasi, Dosen Prodi S1 Ilmu Pemerintahan, dan Dosen Prodi D4 Kearsipan pada FHISIP serta Kaprodi S1 Pendidikan Matematika, Kaprodi S1 Pendidikan Fisika, Kaprodi S1 Teknologi Pendidikan, Kaprodi S1 Pendidikan Kewarganegaraan, dan Koordinantor Akreditasi Internasional pada FKIP, melakukan benchmarking ke Universitas Bengkulu (Unib) dalam rangka pengajuan akreditasi internasional ke lembaga ACQUIN (The Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute). Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Bengkulu, Dr. Yulian Fauzi, S.Si, M.Si, didampingi  Kepala Pusat Penjaminan Mutu LPMPP Unib Dr. Gita Mulyasari, SP, M.Si, dan anggota Task Force Akreditasi Internasional ACQUIN Unib, menerima delegasi UT di Ruang Pertemuan Gedung Rektorat dalam suasana penuh kekeluargaan. Pada acara pembukaan, Ketua LPMPP Unib menyampaikan keterbukaan mereka dalam menerima berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang datang dan berniat belajar dari pengalaman mereka, termasuk delegasi UT. Sementara itu, Manajer Penjaminan Mutu Akademik KPM UT, Dr. Irsanti Widuri Asih, S.Sos., M.Si. menyampaikan ungkapan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada Unib yang dengan tangan terbuka menerima kunjungan delegasi UT untuk mempelajari seluk beluk akreditasi internasional oleh ACQUIN. Capaian Unib dengan terakreditasinya 68 prodi dan 1 akreditasi institusi oleh ACQUIN, merupakan alasan utama mengapa Unib menjadi tujuan utama kegiatan benchmarking ini. Setelah acara pembukaan, pihak UT dan Unib terlibat dalam diskusi seru seputar pelaksanaan akreditasi ACQUIN, mulai persiapan, penyusunan dokumen self-evaluation report, pelaksanaan asesmen lapangan, hingga pasca pelaksanaan asesmen lapangan. Delegasi UT tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menggali berbagai informasi yang perlu diketahui dari pengalaman Unib. Acara pagi hingga siang hari itu diakhiri dengan pertukaran cinderamata, foto bersama, dan santap siang. Setelah acara di LPMPP, agenda selanjutnya adalah diskusi dengan perwakilan FISIP dan FKIP Unib. Delegasi UT pun terpisah ke dua klister, FISIP dan FKIP. Di dua fakultas ini, delegasi UT kembali mendapat sambutan hangat dan berbagai insights penting seputar proses akreditasi oleh ACQUIN. Dari hasil kunjungan ini, delegasi UT seperti mendapat energi baru karena aura positif yang ditularkan oleh teman-teman Unib. Delegasi UT pulang ke Pondok Cabe dengan segudang rencana di kepala untuk bersiap menghadapi proses akreditasi oleh ACQUIN.

Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Gelar Kick Off Meeting Transformasi Akreditasi Menuju Peringkat Unggul

Tangerang Selatan, 25 Juli 2024 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) telah melaksanakan kegiatan kick off meeting penyusunan borang konversi peringkat Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) pada Kamis, 25 Juli 2024, mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai, di Ruang Sidang KPM Lt. 2. UT telah memperoleh peringkat akreditasi A saat re-akreditasi institusi pada 2 Juli 2024. Namun, dengan komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan, UT berupaya mengonversi peringkat akreditasi yang telah diraih menjadi peringkat akreditasi unggul. Langkah ini sejalan dengan visi UT untuk menjadi perguruan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing global. Kegiatan ini melibatkan tim penyusun yang terdiri atas berbagai unit terkait di UT, termasuk dosen dari beberapa fakultas, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta Pusat Sumber Daya Manusia (PSDM). Kolaborasi lintas unit ini diharapkan dapat menghasilkan borang konversi yang komprehensif dan memenuhi standar akreditasi unggul. Berbagai materi penting dibahas dalam acara ini, antara lain pemaparan strategi dan rencana kerja tim penyusun, pembahasan standar dan kriteria akreditasi unggul, serta diskusi dan penyelarasan data serta informasi yang diperlukan. Kepala Kantor Penjaminan Mutu UT, Prof. Mohamad Imam Farisi, dalam sambutannya menyatakan, “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di UT. Melalui kegiatan penyusunan borang konversi ini, kami berharap dapat mencapai akreditasi unggul yang menjadi bukti nyata dedikasi kami dalam memberikan pendidikan terbaik bagi mahasiswa.” Kick off meeting penyusunan borang konversi ini menjadi langkah awal yang penting bagi UT dalam upaya peningkatan peringkat akreditasi. Diharapkan, dengan kerjasama dan komitmen dari seluruh pihak yang terlibat, UT dapat menghasilkan borang konversi yang memenuhi untuk mencapai akreditasi unggul.