Kantor Penjaminan Mutu Gelar Orientasi Tugas dan Fungsi GPM Akademik

Tangerang Selatan, 8 Juli 2024 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan “Orientasi Tugas dan Fungsi Gugus Pengendali Mutu (GPM) Akademik” pada hari Senin, 8 Juli 2024. Acara ini berlangsung mulai pukul 09.30 WIB hingga 12.00 WIB di Aula Gedung Kualitas, Lantai 3. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., yang menyampaikan pentingnya pemahaman mendalam tentang tugas dan fungsi GPM Akademik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di UT. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Kepala Kantor KPM dan para manajer, yaitu: Acara ini dihadiri oleh para undangan yang terdiri dari Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Wakil Dekan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Politik (FHISIP), Asisten Direktur Sekolah Pascasarjana, Auditor KPM, serta Ketua dan Anggota Gugus Pengendali Mutu (GPM) dari berbagai fakultas, termasuk FEB, FHISIP, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Kegiatan orientasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang peran dan tanggung jawab GPM Akademik dalam menjaga dan meningkatkan standar mutu pendidikan di UT. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan kerjasama antara berbagai unit di UT dalam upaya mewujudkan sistem penjaminan mutu yang efektif dan berkelanjutan.

Terakreditasi A, Universitas Terbuka Konsisten Terdepan dalam Penyelenggaraan Kualitas Pendidikan Tinggi Jarak Jauh

Tahun 2024 menjadi tahun yang gemilang bagi Universitas Terbuka (UT). Pasalnya semenjak berdirinya UT pertama kali pada 40 tahun silam, sepanjang perjalanannya UT selalu berkomitmen dan memegang teguh mandat pemerintah yaitu memberikan akses pendidikan tinggi yang seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia. Tentunya pemberian akses pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada kuantitas semata, melainkan tetap dengan konsisten menjamin kualitas pendidikannya yang sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. Selaras dengan hal tersebut, UT terus berkomitmen dengan penuh dan bertindak secara nyata dalam meningkatkan kualitas mutu dan pelayanannya. Salah satu bukti kualitas penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) UT adalah dilihat dari peringkat Akreditasi Perguruan Tinggi (APT). Peringkat APT sangat penting sebagai wujud jaminan mutu pendidikan tinggi yang diselenggarakan UT dan tentunya akan menjadi salah satu pertimbangan bagi calon mahasiswa dalam memilih UT sebagai tempat kuliah. Predikat APT diukur dengan berbagai indikator antara lain kurikulum pendidikan, standar sarana dan prasarana pendidikan, sistem tata kelola akademik, kualitas SDM, hingga pencapaian Tri Dharma Perguruan Tinggi. Reakreditasi ini didasari oleh berakhirnya masa akreditasi APT UT tanggal 18 Juni 2024. Menindaklanjuti hal tersebut, UT telah menyiapkan dokumen borang akreditasi dan laporan evaluasi diri (LED) sejak 2022 dan dokumen-dokumen yang dibutuhkan sudah di-submit 6 bulan sebelum berakhirnya masa akreditasi, yaitu tanggal 18 Desember 2023. Proses akreditasi ini menggunakan instrumen akreditasi 7  standar khusus PJJ. Terdapat beberapa aspek yang menjadi penilaian, di antaranya adalah Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Tata Kelola dan Kerja Sama, Mahasiswa, Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Sarana Prasarana, Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Capaian dan Luaran. Proses reakreditasi APT UT terdiri dari 2 tahap yaitu Asesmen Kecukupan dan Asesmen Lapangan. Setelah tahapan Asesmen Kecukupan terpenuhi,  pada Kamis 16 Mei 2024 telah dilaksanakan Asesmen Lapangan APT UT yang diselenggarakan secara hybrid. Asesmen Lapangan APT UT ini diselenggarakan secara luring di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Kantor Pusat UT dan secara daring melalui Zoom Meeting. Tentunya dalam proses Asesmen Lapangan ini melibatkan seluruh elemen Civitas Academica UT, yang dimulai dari pemaparan oleh Rektor UT, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. Rektor pun menyampaikan kualitas proses penyelenggaraan PTTJJ dipelihara dengan sertifikasi dari the International Council for Open and Distance Education (ICDE) dan dalam operasionalisasinya dituangkan dalam milestone tahapan strategis 2021-2035 mulai Tahap I (2021-2025) menuju Integrasi jejaring Cyber University, Tahap II (2026-2030) menuju Ekosistem Pendidikan Digital, dan Tahap II (2031-2035) menuju Ekosistem Digital yang Tangguh. Berlangsung juga proses diskusi antara para asesor dan para pimpinan yang hadir secara luring, terdapat beberapa hal terkait bagaimana solusi UT dalam menghadapi berbagai kendala untuk menjaga kualitasnya, apa program-program operasional sebagai turunan dari Rencana Strategis UT, juga apa program-program besar UT setelah berubah status menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN-BH) dari status sebelumnya Pengelola Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU). Setelah diskusi antara Tim Asesor dan Jajaran Pimpinan UT, dilanjutkan dengan tahapan sinkronisasi data melalui wawancara Asesor Lapangan dengan para dosen, pegawai/tendik, pengguna lulusan, mahasiswa, alumni, dan mitra. Setelah itu dilanjutkan dengan bagian yang paling krusial yaitu  pembacaan Berita Acara oleh Tim Asesor dan diskusi hasil Berita Acara antara Tim Asesor, Jajaran Pimpinan UT, dan Tim Akreditasi. Setelah melewati proses asesmen, hasilnya berdasarkan No. SK: 1282/SK/BAN-PT/Ak/PT/VII/2024, BAN PTmenyatakan bahwa UT mendapatkan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dengan Peringkat A yang ditetapkan pada 02 Juli 2024. Rektor UT, Prof Ojat menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian UT saat ini, “Alhamdulillah melalui perjuangan yang sangat panjang, kerja keras, dan komitmen dari seluruh pimpinan dan staf, pada 2 Juli 2024, UT mendapatkan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) “A” dari Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT),” ungkapnya. Selain itu beliau juga mengucapkan rasa terima kasih dan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh keluarga besar UT serta seluruh pihak terkait yang telah berkontribusi ada capaian prestasi tertinggi ini. Tentunya untuk mencapai hasil ini bukanlah hal yang mudah untuk UT, terdapat banyak aspek yang harus UT maksimalkan agar dapat mencapai hasil tersebut. Bentuk konkret peningkatan kualitas UT dapat dilihat dari banyaknya layanan pendidikan UT yang telah mengalami peningkatan kualitas, mulai dari registrasi, LPKBJJ, tutorial, hingga ujian. Begitu juga dengan aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan publikasi dosen yang semakin meningkat, baik secara kuantitas maupun kualitas. Meningkatnya Akreditasi UT menjadi A ini menjadi bukti nyata bahwa UT secara konsisten menjamin mutu pendidikan tingginya mengingat penjaminan mutu bagi perguruan tinggi adalah kewajiban yang diatur melalui sejumlah regulasi pemerintah. UT memiliki sistem penjaminan kualitas (Simintas) yang terdiri atas 12 area (Kebijakan dan Perencanaan; Manajemen Internal; Sumber Daya; Pemasaran, Promosi, Admisi dan Registrasi; Mahasiswa dan Profil Mahasiswa; Pengembangan Program Studi; Pengembangan Mata Kuliah; Prasarana, Media, dan Sumber Belajar; Pembelajaran dan Layanan Bantuan Belajar; Asesmen dan Evaluasi Keberhasilan Belajar; Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat; dan Kerja Sama) serta kebijakan kualitas yang memuat 150 pernyataan praktik baik dalam penyelenggaraan PJJ. Simintas ini menjadi pegangan bagi seluruh proses bisnis UT dan dilaksanakan oleh seluruh unit baik di UT Pusat maupun di UT Daerah. Dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), UT melaksanakan Asesmen Mutu Internal (AMI) secara rutin bagi seluruh program studi di fakultas dan asesmen Manajemen Pembelajaran Jarak Jauh (MPJJ) bagi seluruh UT Daerah. Untuk Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) UT melakukan proses akreditasi untuk institusi dan program studi serta sertifikasi untuk institusi, manajemen keamanan informasi, perpustakaan, dan kearsipan. Melalui simintas baik secara internal maupun eksternal, maka kualitas layanan pendidikan tinggi yang diberikan UT bisa dipastikan terjamin. Hasil yang gemilang ini tentunya tidak terlepas dari keterlibatan kerja keras serta kolaborasi dan sinergi dari seluruh civitas academica dan para stakeholder UT. Harapannya dengan Akreditasi UT saat ini, UT terus menjadi semakin yang terdepan dan terpercaya dalam penyelenggaraan PTJJ dan tentunya yang utama adalah dengan konsisten dan memperluas jangkauannya kepada masyarakat akan Pendidikan Tinggi, mewujudkan Pendidikan Tinggi berkualitas dunia menuju World Class University, dan dapat memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas. Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Rektor (WR) Bidang Akademik, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. menyampaikan, “UT akan bergerak menuju apa yang menjadi balikan dari para asesor BAN PT saat asesmen lapangan, Insyaallah ke depannya UT akan makin baik dan lebih membanggakan,” ungkapnya.

Penyamaan Persepsi Asesor AMI MPJJ Tahun 2024

Universitas Terbuka, 20 Juni 2024 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) melaksanakan kegiatan Penyamaan Persepsi Asesor Audit Mutu Internal (AMI) untuk Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) di Ruang Rasamala Wisma 2 Lantai Dasar. Acara ini diadakan dengan tujuan utama untuk menyatukan pemahaman para asesor terkait dengan proses pelaksanaan AMI MPJJ tahun 2024. Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., selaku Kepala Kantor Penjaminan Mutu, memberikan paparan mendalam mengenai evaluasi pelaksanaan AMI MPJJ tahun 2023. Dalam paparannya, beliau menyoroti pencapaian yang telah dicapai serta area yang perlu ditingkatkan untuk memperbaiki kualitas pendidikan jarak jauh. Materi lain yang disampaikan mencakup peran Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam implementasi AMI MPJJ, dasar-dasar, area fokus audit, dan tahapan-tahapan yang perlu diikuti oleh para asesor. “Kegiatan ini sangat penting untuk memastikan konsistensi dan keselarasan dalam pelaksanaan AMI MPJJ ke depan, sehingga kualitas pendidikan jarak jauh dapat terus meningkat,” ungkap Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. Acara ini dihadiri oleh para asesor yang akan terlibat dalam AMI MPJJ tahun 2024, termasuk perwakilan dari berbagai lembaga terkait. Diskusi interaktif antara narasumber dan peserta turut dilakukan untuk memperjelas berbagai aspek terkait pelaksanaan AMI MPJJ ke depan. Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan para asesor AMI MPJJ dapat memiliki pemahaman yang seragam serta siap menjalankan tugas mereka secara optimal. Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam mencapai tujuan peningkatan mutu pendidikan jarak jauh sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Penguatan Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTJJ) dalam Konteks Akreditasi Nasional

Universitas Terbuka, 14 Juni 2024 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka menyelenggarakan acara bertajuk “Penguatan Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTJJ) dalam Konteks Akreditasi Nasional” di Ruang Sidang FHISIP Lt. 2. Acara ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mengenai akreditasi nasional bagi pendidikan jarak jauh. Acara dibuka oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., yang menjelaskan bahwa UT telah memperoleh sertifikat ICDE sebagai penyelenggara pendidikan jarak jauh. UT sebelumnya merupakan satu-satunya penyelenggara PJJ dengan mode tunggal, sementara kini banyak perguruan tinggi lainnya yang menyelenggarakan PJJ dengan mode ganda. Untuk memastikan proses bisnis internal UT sesuai dengan standar ISO, UT juga mengundang ISO Quality Assurance Agencies seperti SGS. Saat ini, UT memiliki sekitar 551 ribu mahasiswa dan lebih dari 2 juta alumni, yang banyak di antaranya berhasil menjadi ASN pada Seleksi CPNS. Harapannya, PJJ dapat terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Prof. Ari Purbayanto, Ph.D., Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, dan Prof. Dr. Mulyono S. Baskoro, M.Sc., Asesor BAN-PT, dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), menjadi narasumber utama dalam acara ini. Prof. Ari Purbayanto menjelaskan bahwa BAN-PT telah memperbarui instrumen khusus PJJ sesuai dengan Permendikbud No. 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Perguruan tinggi diberikan keleluasaan untuk menentukan target dan rencana strategis yang mengatur mengenai kebijakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan dosen diberi kebebasan untuk menentukan fokus Tri Dharma mereka. Evaluasi diri berdasarkan data dari lingkungan internal dan eksternal, analisis SWOT, dan identifikasi akar masalah menjadi bagian penting dari strategi pencapaian akreditasi unggul. Prof. Dr. Mulyono S. Baskoro membahas tentang draft instrumen PJJ dan pentingnya akreditasi internasional. Ia juga menyoroti bahwa hasil akreditasi internasional perlu dilaporkan kepada BAN-PT untuk penyetaraan selama masa transisi. Selain itu, Prof. Mulyono menegaskan bahwa PTJJ perlu menyesuaikan dengan standar dan kriteria yang ditetapkan untuk memastikan akreditasi nasional dan internasional dapat dicapai. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ari Purbayanto juga menjelaskan tentang skema automasi akreditasi yang akan diterapkan pada tahun 2025, di mana perpanjangan akreditasi akan diberikan selama PT memenuhi sejumlah parameter dalam pemantauan dan evaluasi mutu Pendidikan Tinggi (PEMPT) standar nasional pendidikan tinggi (SN Dikti). Pemerintah juga mendorong program studi untuk melakukan akreditasi internasional guna meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan di kancah global. Acara ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan kesiapan seluruh sivitas akademika Universitas Terbuka dalam mengimplementasikan standar penjaminan mutu yang baru, serta memastikan bahwa PTJJ tetap relevan dan akuntabel dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.

Menuju Universitas Kelas Dunia: UT Menerima Sertifikat Kualitas Internasional ke-5 dari ICDE saat ICDE Leadership Summit 2024 di Jenewa – Swiss

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK), termasuk kecerdasan buatan (AI), sektor pendidikan harus beradaptasi dengan cepat. International Council for Open and Distance Education (ICDE), sebuah organisasi global terkemuka yang didedikasikan untuk menyediakan pendidikan berkualitas bagi semua, menyelenggarakan ICDE Leadership Summit 2024 dari 5-7 Juni di Jenewa, Swiss, sebuah kota global, pusat keuangan, dan pusat diplomasi dunia. Tema konferensi Tingkat tinggi (KTT) ini, “Ethical Leadership in the Age of AI: Rethinking Futures of Education,” menekankan pentingnya kepemimpinan etis di tengah perkembangan AI. Acara ini mempertemukan para pemimpin dari institusi pendidikan tinggi jarak jauh (DHEI) di seluruh dunia, termasuk Direktur Kebijakan dan Pembelajaran Sepanjang Hayat UNESCO, pimpinan ICDE, dan pejabat pemerintah. Acara ini menjadi panggung penting bagi para pemimpin DHEI untuk membahas tantangan dan peluang terkait AI dalam pendidikan. KTT ini bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi tentang etika terkait AI dalam pendidikan tinggi yang akan membentuk masa depan pendidikan. Presiden ICDE Dr. Mark Nichols secara resmi membuka acara tersebut, yang menampilkan 11 pembicara utama dan sekitar 100 peserta dari berbagai institusi. Selain itu, beberapa sesi panel diadakan setiap hari. Salah satu pembicara yang menonjol adalah Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., yang mempresentasikan tentang “Technological Infrastructures for Access, Diversity, Equity, and Inclusion at Universitas Terbuka.” Beliau juga berbicara dalam sesi panel bersama dengan dua panelis lainnya tentang “Prinsip Etis untuk Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan.” Pada 6 Juni 2024, Prof. Ojat, didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Direktur Sekolah Pascasarjana, Staf Ahli Rektor, dan Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Urusan Internasional, menerima Certificate of Completion for ICDE Quality Review 2023. Sertifikat ini diberikan oleh Dr. Mark Nichols sebagai Presiden ICDE, Dr. Torunn Gjelsvik sebagai Sekretaris Jenderal, dan Prof. Dr. Ebba Ossianilson dan Prof. Dr. KC Li as quality reviewers. Sertifikat ini menegaskan dedikasi UT terhadap pendidikan berkualitas dan pengembangan di semua sektor agar sesuai dengan standar internasional.

Meningkatkan Standar Pendidikan Tinggi: Sosialisasi Permendikbudristek No. 53/2023 di Universitas Terbuka

Pada tanggal 28 Mei 2024, Universitas Terbuka mengadakan kegiatan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) No. 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi di Aula Gedung Kualitas Lantai III. Acara ini menghadirkan narasumber terkemuka, Prof. Dr. Rer. Nat Imam Buchori, ST., Ketua Majelis Akreditasi BAN-PT, yang memaparkan pengetahuan dan wawasan mendalam mengenai implementasi kebijakan baru ini serta pentingnya penjaminan mutu dalam pendidikan tinggi di Indonesia. Prof. Dr. Imam Buchori menekankan beberapa poin kunci dari Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023, termasuk peningkatan standar mutu pendidikan, sistem akreditasi terpadu, peran aktif perguruan tinggi, dan penggunaan teknologi dalam proses penjaminan mutu. Beliau juga menjelaskan bahwa program studi yang sudah memiliki Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) harus mengajukan akreditasi dan reakreditasi ke LAM yang bersangkutan, sedangkan program studi yang belum memiliki LAM tetap mengajukan akreditasi dan reakreditasi ke BAN-PT. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 54 Tahun 2023, akreditasi perguruan tinggi kini hanya memiliki dua status: terakreditasi dan tidak terakreditasi. Adapun status akreditasi program studi akan terdiri atas akreditasi sementara, terakreditasi, unggul, dan internasional. Sosialisasi ini dihadiri secara luring oleh Ketua Senat Akademik Universitas, Sekretaris Majelis Wali Amanat, Para Wakil Rektor, Ketua Lembaga, Para Dekan Fakultas, Direktur Pascasarjana, Para Direktur pada Direktorat, Kepala Kantor, Kepala Pusat, Wakil Dekan Bidang Akademik, Staf Ahli Rektorat, Ketua Program Studi, dan Ketua Tim Gugus Penjaminan Mutu Fakultas. Sementara itu, peserta daring terdiri dari Direktur UT Daerah dan Tim Gugus Penjaminan Mutu UT Daerah. Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. menyampaikan apresiasi kepada Prof. Dr. Imam Buchori atas kesediaannya menjadi narasumber dalam kegiatan ini. Beliau juga berharap agar sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesiapan seluruh sivitas akademika Universitas Terbuka dalam mengimplementasikan standar penjaminan mutu yang baru. Acara sosialisasi ini ditutup dengan diskusi interaktif antara narasumber dan seluruh peserta guna mengklarifikasi beberapa hal terkait penerapan Permendikbud No. 53 dalam konteks UT sebagai Perguruan Tinggi yang menerapkan Sistem Pendidikan Tinggi Jarak Jauh.

Terus Berkomitmen Memberikan Yang Terbaik dalam Mutu dan Layanan, UT Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi

Universitas Terbuka (UT) sebagai penyelenggara pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh (PTTJJ) selalu mengedepankan mutu dan layanan pembelajarannya. Salah satu bukti kualitas penyelenggaraan PTTJJ UT dapat dilihat dari nilai Akreditasi Perguruan Tinggi (APT). Nilai Akreditasi Perguruan Tinggi sangatlah penting sebagai wujud jaminan mutu pendidikan tinggi yang diselenggarakan UT yang akan menjadi salah satu pertimbangan bagi calon mahasiswa dalam memilih UT sebagai tempat kuliah. Predikat Akreditasi Perguruan Tinggi diukur dengan berbagai indikator antara lain kurikulum pendidikan, standar sarana dan prasarana pendidikan, sistem tata kelola akademik, kualitas SDM, hingga pencapaian Tri Dharma.   Sebagai upaya menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan serta layanan, pada Kamis, 16 Mei 2024 telah dilaksanakan Asesmen Lapangan APT UT secara hybrid. Acara ini diselenggarakan secara luring di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Kantor Pusat UT yang dihadiri Rektor, Prof. Dr. Paulina Pannen, M.Ls. dan Prof. Aminudin Zuhairi, Ph.D. (perwakilan para senior UT), para dekan, para direktur, Ketua LPPM, Kepala Kantor Penjaminam Mutu (KPM), para Kapus, Kepala UPPDJI, para Wadek Bagian Akademik, para staf ahli rektorat, tim penyusunan Borang dan Evaluasi Diri. Sedangkan secara daring dihadiri para Kaprodi, para Direktur dan manajer UT Daerah. Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang bertugas melaksanakan asesmen lapangan APT di UT adalah Prof. Dr. Angkasa, S.H., M. Hum. (Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman), Prof. Dr. Mulyono Baskoro, M.Sc. (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB), Prof. Dr. Indrianty  Sudirman, S.E., M.Si. (FEB Universitas Hasanuddin), dan Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. (Universitas Sebelas Maret). Para asesor didampingi staf dari BAN-PT yaitu Ambar Setyaningsih. Pada kesempatan tersebut, Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. menyampaikan sambutan yang antara lain mengungkapkan terkait Visi dan Misi UT. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri ke-45 di Indonesia yang diresmikan pada 4 September 1984 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 41 Tahun 1984. Rektor UT menyampaikan, visi UT adalah menjadi Perguruan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) berkualitas dunia. Adapun Misi UT adalah; 1) Meningkatkan daya tampung pendidikan tinggi negeri; 2) Meningkatkan pemerataan akses pendidikan tinggi yang berkualitas dunia; 3) Mengembangkan budaya belajar sepanjang hayat; 4) Mendiseminasikan hasil kajian keilmuan dan pendidikan jarak jauh untuk mendukung pembangunan nasional dan global. Rektor pun menyampaikan kualitas proses penyelenggaraan PTTJJ dipelihara dengan sertifikasi dari the International Council for Open and Distance Education (ICDE) dan dalam operasionalisasinya dituangkan dalam milestone tahapan strategis 2021-2035 mulai Tahap I (2021-2025) menuju Integrasi jejaring Cyber University, Tahap II (2026-2030) menuju Ekosistem Pendidikan Digital, dan Tahap II (2031-2035) menuju Ekosistem Digital yang Tangguh. Dalam diskusi antara para asesor dan para pimpinan yang hadir secara luring, terdapat beberapa hal terkait bagaimana solusi UT dalam menghadapi berbagai kendala untuk menjaga kualitasnya,  apa program-program operasional sebagai turunan dari Rencana Strategis UT, juga apa program-program besar UT setelah berubah status menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN-BH) dari status sebelumnya Pengelola Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU).  Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM) UT menyampaikan bahwa UT selalu menjaga manajemen mutu penyelenggaraan PTTJJ-nya, sedangkan kendala mewujudkannya antara lain terkait ketersediaan SDM. Untuk itu dibutuhkan upaya mitigasi risiko dalam menjaga quality enhancement berupa pengembangan format legal untuk penyelenggaraan proses pembelajaran e-learning UT yang antara lain perlu disinkronkan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) .  Dalam diskusi tersebut, Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) UT, Dr. Ake Wihadanto, S.E., M.T. menyampaikan wujud transformasi UT PTNBH, antara lain perombakan bidang kelembagaan, SDM, maupun akademik. Dalam bidang akademik, misalnya, UT telah melakukan lompatan peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi menuju World Class University (WCU). “Salah satunya yaitu pencapaian akreditasi internasional oleh Program Studi-Program Studi yang ada dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tegas Ake.  Dalam hal wujud inovasi transformasi UT PTN-BH, Rektor juga menambahkan, UT telah melakukan sinergi internasional dengan perguruan-perguruan tinggi di luar negeri, misalnya dengan Chungbuk National University dan Yeungnam University untuk pengembangan Prodi Entrepreuneurship dan program-program MBKM, misalnya untuk program magang, pertukaran atau lanjut studi untuk dosen dan mahasiswa, maupun untuk riset bersama. UT juga telah berkolaborasi dengan Coursera dan IDX untuk memperkaya bahan pembelajarannya. Rektor juga menegaskan, “Setelah menjadi PTN-BH, UT akan terus meningkatkan layanannya menjadi lebih cepat, UT akan terus berproses menjadi lebih baik, dan biaya pendidikan UT diupayakan tetap terjangkau”. Terkait biaya pendidikan, Pak Ake pun menambahkan, “UT telah mengelola endownment fund yang digunakan untuk peningkatan performa penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, peningkatan proses pembelajaraan yang lebih berkualitas, juga menjaga efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan tinggi.” Sedangkan Ketua Senat Akademik UT Prof. Dr. Chanif Nurcholis, M.Si. menyampaikan salah satu wujud pengembangan program-program UT setelah menjadi PTN-BH antara lain pengembangan Prodi-Prodi yang dibutuhkan masyarakat yang layanan pembelajarannya didukung dengan perangkat teknologi informasi untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa.  Dalam sesi diskusi antara asesor dan pimpinan itu pula, Dr. Muhamad Rohadi, S.S., M.H., salah satu asesor lapangan menyampaikan Rencana Strategi (Renstra) UT harus menjadi rujukan dari setiap komponen dari tiap jabaran program Tri Dharma PT. Pertanyaan beliau terkait perbedaan UT dengan PT konvensional pun dijelaskan oleh Pak Rektor, ”Perbedaan UT dan Perguruan Tinggi Konvensional adalah pada sistem pembelajarannya yang fleksibel dan akses layanannya yang menjangkau seluruh pelosok wilayah. UT nomor 1 untuk penyelenggaraan PTJJ, dan kini UT makin diminati dan menjadi pilihan masyarakat terbukti jumlah mahasiswa UT yang makin banyak. Dengan demikian UT yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi masyarakat”.  Pada akhir diskusi, Dr Rohmadi pun memberikan masukan bahwa hasil evaluasi diri yang disampaikan para asesor diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan kualitas penyelenggaraan PTTJJ UT yang lebih baik ke depannya. Dalam hal ini, semua unit yang ada di UT harus siap bersinergi untuk be better, sehingga kekuatan UT untuk mengakses pendidikan tinggi untuk semua masyarakat bisa makin terwujud. Dr Rohmadi menegaskan, ”Ke depan, UT akan lebih bisa menyinari dunia, lebih bermaslahat bagi masyarakat”.   Tahapan selanjutnya dari asesmen lapangan setelah sesi diskusi adalah dilakukan tahapan sinkronisasi data melalui wawancara asesor lapangan dengan para dosen, karyawan/tendik, pengguna, mahasiswa, alumni, dan mitra. Hal yang paling krusial dari asesmen lapangan APT UT ini adalah saat dibacakan Berita Acara oleh tim Asesor dan diskusi hasil Berita Acara antara tim asesor, pimpinan UT, dan tim akreditasi. Puji syukur kunjungan asesmen lapangan oleh para asesor Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) UT telah berjalan lancar, semoga hasil asesmen lapangan tim asesor ini sangat memuaskan sesuai harapan seluruh

Menyala! RTM Akademik UT 2024, Pacu Budaya Akademik Kompetitif Menuju World Class University

Dalam rangka peningkatan kualitas layanan pendidikan serta memastikan implementasi manajemen  bidang akademik berjalan dengan efektif, Universitas Terbuka (UT) menggelar agenda tahunan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang diselenggarakanpada 6 sd 8 Mei 2024 secara hybrid. Rapat dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan UT yang dikoordinasikan oleh Kantor Penjaminan Mutu (KPM) UT. Acara secara luring di Gedung Jaminan Kualitas Kantor UT Pusat dihadiri para pimpinan UT Pusat, sedangkan secara daring yang dihadiri para Direktur UT Daerah serta Koordinator/Manajer UT Daerah, para Manajer pada Kantor UT Pusat dan Ketua Senat Akademik Fakultas, para Ketua Program Studi (Kaprodi), staf dosen Prodi, Para Kasubbag Akademik pada FakultasKetua Tim Gugus Kendali Mutu UT. Dalam laporannya, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., Kepala Kantor Penjaminan Mutu, menyampaikan RTM kali ini dilaksanakan untuk mengevaluasi keefektifan implementasi manajemen bidang akademik untuk kemudian menyusun tindak lanjut  dengan menghasilkan solusi efektif dalam mencapai kualitas akademik guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UT menuju WCU. Kemudian dalam sambutannya, Rektor UT menyampaikan bahwa sebagai satu-satunya leading institution perguruan tinggi jarak jauh. UT berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanannya agar dapat menunjang kegiatan pembelajaran sehingga dapat menciptakan lulusan yang berkualitas. Berbagai upaya dilakukan UT, antara lain dengan mengevaluasi, meningkatkan mutu, maupun mengadakan perbaikan manajemen sistem layanan mahasiswa. Rektor menyampaikan RTM secara tradisi tahunan dilaksanakan sejak UT mempunyai unit jaminan kualitas. Rektor menyampaikan, RTM Akademik 2024 ini mengambil tema, “Meningkatkan Budaya Akademik Kompetitif Menuju World Class University (WCU)”. Tema ini seiring dengan peningkatan status UT dari PKU-BLU menjadi PTN-BH, yang tentu meniscayakan kebutuhan budaya akademik yang lebih kompetitif menuju PT yang lebih berkualitas dan otonom. World Class University merupakan tuntutan yang harus dipenuhi UT sesuai dengan visi dan misi UT. Upaya keras harus dilakukan untuk mendongkrak UT berkualitas dunia dan sejajar perguruan tinggi lain dengan level internasional. Karena itu, pimpinan UT terus didorong dan menyiapkan program-program studi untuk memperoleh rekognisi secara internasional. Rekognisi internasional bagi UT sangat penting sebagai bentuk jaminan kualitas sebuah perguruan tinggi yang berkualitas dunia. Alhamdulillah, pada tahun 2023, UT telah memperoleh sertifikat kualitas dari International Council for Open and Education (ICDE) yang ke 5 kalinya. Pada tahun 2024, 4 (empat) program studi yaitu S1 Hukum, S1 Akuntansi, S1 Ekonomi Pembangunan, dan S1 Manajemen juga telah memperoleh Akreditasi Internasional dari FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation). Hal ini menunjukkan bahwa UT telah menyelenggarakan PTTJJ sesuai dengan standar kualitas penyelenggaraan PTTJJ di dunia dan telah diakui oleh lembaga akreditasi internasional. UT sebagai penyelenggara PTTJJ terus berupaya mengembangkan dan memperbaiki sistem penjaminan kualitas sesuai dengan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi secara nasional dan internasional. Budaya mutu merupakan salah satu variabel penting untuk peningkatan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Peningkatan budaya mutu, karenanya harus menjadi komitmen seluruh sivitas akademika UT dalam menerapkan sistem penjaminan kualitas UT, agar mampu menghasilkan manajemen yang memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki, dengan demikian UT tetap konsisten sebagai market leader Perguruan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh di Indonesia. Keberhasilan ini dapat dilihat dalam peningkatan jumlah mahasiswa dalam 5 tahun terakhir. Hal ini menunjukkan eksistensi dan konsistensi UT dalam meningkatkan jumlah APK mahasiswa dan meningkatkan daya jangkau layanan pendidikan. Peningkatan jumlah mahasiswa ini merupakan bukti nyata bahwa UT semakin dikenal dan diakui kualitasnya oleh masyarakat. Prof. Ojat pun menyampaikan, “RTM Bidang Akademik adalah bagian yang tidak boleh ditinggalkan, sebagai bagian dari internal quality system, salah satu caranya yaitu dengan pemeliharaan budaya akademik.” Beliau menambahkan bahwa UT terus melakukan continuous improvement melalui program-program akademik yang ditawarkan. Kewibawaan akademik perlu dikawal dengan internal quality system yang ketat sehingga citra PJJ UT terjaga dan pencapaian target Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi masyarakat Indonesia oleh UT pun makin dapat diraih. “Diperlukan komitmen dan integritas akademik, maka kualitas UT makin bagus dan menjadi pilihan masyarakat.  Saat ini UT menjadi strategic player dalam lingkungan PT. Dengan kerja keras pengabdian semua staf maka UT menjadi makin dikenal masyarakat,” tegas Pak Rektor. Terdapat beberapa poin penting yang akan dibahas dalam RTM Akademik 2024 hari pertama kali ini, yaitu membahas mengenai: 1) Arah dan Kebijakan Pendidikan Tinggi di Indonesia menuju World Class University dengan penyaji Dr. Lukman, S.T., M.Hum. (Direktur Kelembagaan Dirjen Dikti); 2) Akreditasi Internasional dalam Perspektif Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 dengan penyaji Prof. Dr. Ir. Tjokorde Walmiki Samadhi, ST, MT​ (Dewan Eksekutif BAN-PT); 3) Peningkatan Budaya Akademik Kompetitif  Menuju W​orld Class University (WCU) oleh Prof. Ojat Darojat, M. Bu., Ph.D. (Rektor UT); 4) Kebijakan Akademik, Transformasi UT menuju World Class University dengan penyaji Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. (Wakil Rektor Bidang Akademik); 5) Arah dan Kebijakan Bidang Keuangan, Sumber Daya dan Umum Menuju UT World Class University dengan penyaji Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. (Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum); 6) Arah & Kebijakan Bidang Sistem Informasi & Kemahasiswaan dengan penyaji Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si. (Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan); 7) Arah & Kebijakan Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Bisnis: UT Menjadi Perguruan Tinggi Jarak Jauh (PTJJ) Berkualitas Dunia dengan penyaji Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. (Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Bisnis); 8) Mengapa Rekognisi sebagai World Class University Penting Bagi Perguruan Tinggi? dengan penyaji Dr. Vivi Indra Amelia Nasution, S.I.P., M.A.​ (Ketua Tim EQUITY UT). Pada sesi paparan hari pertama, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., Direktur Kelembagaan Dirjen Dikti menjelaskan UT masuk kelompok perguruan tinggi dengan status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum  (PTNBH) dimana jumlah PTNBH adalah 21 PTN ternama di Indonesia. Ini mencerminkan UT termasuk kelompok PTN besar di tanah air dan untuk itu UT perlu melakukan serangkaian langkah peningkatan kewibawaan akademik melalui pengembangan program-program studi yang memperoleh rekognisi secara internasional sebagai bentuk jaminan kualitas perguruan tinggi yang berkualitas dunia. Dalam sesi siang harinya, paparan disampaikan oleh para pimpinan UT. Rektor saat sesi paparan berpesan agar semua pimpinan dan staf UT berperan dalam berkomunikasi intensif dengan mahasiswa UT sebagai bagian tugas mengembangkan customer intimacy. Sedangkan Wakil Rektor Bidang Akademik dalam sesi paparan menyampaikan kebijakan akademik UT Menuju Perguruan Tinggi Kelas Dunia sehingga transformasi yang dikoordinasikan adalah berupa arah strategi yang menyelaraskan dengan strategi Ditjen Diktiristek berupa pentingnya penguatan inovasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum menekankan terkait kebijakan bidang keuangan, sumber daya dan umum menuju UT WCU. Termasuk penjelasan tentang skema pengelolaan dana abadi (Endowment Fund) yang salah satunya digunakan untuk pengembangan Tri

Workshop Progress Check I Penyusunan Self-Assessment Report AAOU Accreditation

Dalam rangka mewujudkan visi Universitas Terbuka menjadi Perguruan Tinggi Terbuka  dan Jarak Jauh (PTJJ) Berkualitas Dunia, maka kualitas penyelenggaraan program pembelajaran yang diselenggarakan UT harus juga diakui oleh lembaga akreditasi internasional. Asian Association of Open University (AAOU) yang merupakan konsorsium universitas terbuka (open universities) di kawasan Asia saat ini tengah melakukan pilot project untuk menjadi lembaga pengakreditasi internasional tidak hanya bagi open university tapi juga bagi perguruan tinggi yang berbasis teknologi dalam penyelenggaraan pembelajarannya. UT menjadi salah satu perguruan tinggi yang memperoleh kesempatan untuk melakukan uji coba instrumen Self-assessment Report yang nantinya akan menjadi instrumen yang digunakan untuk melakukan akreditasi. Pengisian instrumen Self-assessment Report (SAR) tersebut berada di bawah koordinasi Kantor Penjaminan Mutu (KPM). Untuk itu pada hari Kamis dan Jumat, tanggal 29 Februari 2024 dan 01 Maret 2024 KPM menyelenggarakan Workshop I terkait Progress Check Penyusunan instrumen SAR AAOU. Kegiatan ini dihadiri oleh tim penyusun instrumen SAR AAOU yang terdiri atas perwakilan dosen dan asesor KPM sebagai penulis dan reviewer. Kegiatan workshop ini dibuka oleh Kepala KPM Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. Dalam arahannya beliau menyampaikan beberapa arti penting UT dalam menyusun SAR AAOU Accreditation karena diharapkan suatu saat UT akan bisa diakreditasi oleh AAOU ketika sudah resmi menjadi lembaga pengakreditasi. Pada workshop ini, Dr. Irsanti Widuri Asih, S.Sos.,M.Si selaku Manajer Penjaminan Mutu Akademik KPM berharap pengisian instrument AAOU Accreditation ini dapat selesai sesuai timeline yang telah ditentukan.

Audit Mutu Internal (AMI) Prodi S1 Administrasi Publik

Program Studi S1 Administrasi Publik di Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Terbuka (FHISIP UT) menggelar kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memastikan kualitas internal dari program studi tersebut. Acara tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pengelolaan administrasi di lingkungan FHISIP U. Audit ini dipimpin oleh Dr. Idha Novianti, S.Si., M.Pd. dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka, serta Nisa Permata Basti, M.H. dari Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka. Kedua auditor tersebut memiliki pengalaman dan keahlian yang relevan dalam bidang administrasi dan manajemen pendidikan. Tim Program Studi S1 Administrasi Publik yang dipimpin oleh Ridho Harta, S.Sos., M.Si. menunjukkan keseriusan dan antusiasme selama sesi audit. Mereka dengan teliti menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh para auditor, menunjukkan pemahaman yang baik terhadap sistem administrasi, dan prosedur yang diterapkan di dalam program studi tersebut. Hasil dari AMI menunjukkan bahwa Program Studi S1 Administrasi Publik telah mencapai tingkat kualitas yang cukup baik, meskipun terdapat beberapa area yang memerlukan revisi. Evaluasi ini merupakan langkah penting dalam menjaga dan meningkatkan standar kualitas pendidikan di FHISIP UT. Diharapkan bahwa rekomendasi dari AMI ini dapat diimplementasikan dengan efektif untuk terus mengoptimalkan kualitas program studi tersebut. Kegiatan monitoring AMI terdiri dari audit, asesmen dan evaluasi yang dilakukan secara berkala untuk mengetahui kesesuaian dan ketidaksesuaian antara pelaksanaan dengan perencanaan.