Audit Mutu Internal Program Studi Matematika Tahun 2023

Dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan program studi, setiap tahun UT melaksanakan kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) bagi seluruh program studi. Pada tahun 2023 ini, AMI diselenggarakan pada pertengahan November hingga awal Desember 2023. Adapun proses pengisian data AMI telah dilakukan sejak awal September 2023. AMI kali ini begitu istimewa karena tahun ini instrumen AMI telah menggunakan Instrumen Akreditasi Program Studi 4.0. Visitasi AMI Program Studi Matematika dilaksanakan pada tanggal 17 November 2023 oleh auditor internal UT. Dalam kesempatan ini, auditor yang ditugaskan adalah Purwaningdyah Murti Wahyuni, S.H., M.Hum. dan Deri Aswar, M.Ak. Dalam proses audit, program studi diminta untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi seluruh kegiatan tri dharma perguruan tinggi di program studi disertai dengan bukti kegiatan. Secara keseluruhan, Program Studi Matematika telah memberikan penjelasan dengan baik namun masih ada dokumen kegiatan yang belum lengkap. Oleh karena itu, program studi diminta untuk melengkapi dan menyempurnakan dokumen yang diminta. AMI merupakan bagian penting dalam proses evaluasi program studi. Dengan pelaksanaan AMI ini, program studi dapat menilai dan memperbaiki diri sehingga nantinya program studi dapat memberikan layanan terbaik kepada pihak terkait khususnya mahasiswa, mitra, dan pengguna lulusan. Selain itu, program studi juga akan mempunyai dokumen evaluasi yang tercatat dan menjadi bagian dari proses penjaminan mutu. Adapun hasil evaluasi dari auditor akan ditindaklanjuti untuk perbaikan penyelenggaraan program studi di tahun depan.

WUJUDKAN VISI MENJADI PT BERKUALITAS DUNIA, UT DIAKREDITASI INTERNASIONAL OLEH FIBAA

Sistem Penjaminan Mutu menjadi kata kunci bagi Univesitas Terbuka (UT) untuk menyediakan pembelajaran jarak jauh berkualitas tanpa batas. Selama ini semua Prodi yang ditawarkan UT telah mengacu Permendikbud Nomor 53 Tahun 2023 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.  Semua Prodi yang ada di UT juga telah dikareditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT) atau melalui Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Kini telah ada 13 program studi di UT yang mendapatkan Peringkat A dari BAN-PT. UT menyadari bahwa memperoleh rekognisi secara nasional, tidaklah cukup. Untuk itu, UT melakukan akreditasi program studi secara internasional untuk memperoleh perspektif global untuk menjamin bahwa program dan layanan yang disediakan UT sudah memenuhi tuntutan kriteria kualitas secara internasional. Disamping itu, UT juga mengundang the International Council for Open and Distance Education (ICDE) untuk melakukan reviu kualitas terhadap proses bisnis yang diselenggarakan UT sebagai institusi Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh. Sejak tahun 2022, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) sudah mempersiapkan diri untuk mengajukan akreditasi internasional untuk empat program studi ke lembaga Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) yang berasal dari Jerman. Empat Program Studi yang akan diakreditasi adalah S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan S1 Ekonomi Pembangunan dari FEB, serta S1 Ilmu Hukum dari FHISIP. Sesuai dengan prosedur pengusulan akreditasi, FIBAA melakukan online visit pada 16-18 Oktober 2023, dengan Tim Reviewer yang terdiri dari: (1) Prof. Dr. Michael Koch (Science & Distance Learning Expert) dari SRH Distance University-The Mobile University, Dusseldorf, Germany; (2) Prof. Dr. Gabriel Lentner (Science) dari University for Further Education Krems, Austria; (3) Prof. Dr. Marcus Oehlrich (Science) dari University of Applied Sciences Bad Homburg, Germany; (4) Dr. Manfred Schmidt (Professional Practice) dari Sikos GnbH; (5) Carl Johann (Student Representative) dari Free University of Berlin, Germany; (6) Dr. Fosa Sarassina (Country Expert) dari Univesitas Gadjah Mada, Indonesia; dan (7) Prof. Dr. Sabine Haller (FIBAA Project Manager). Para pimpinan di lingkungan UT, FEB, dan FHISIP menghadiri online visit secara bersama-sama dari Ruang Sidang Sinabung Gedung Prof Setijadi Lt. 2 pada Senin (16 Oktober 2023). Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof. Ojat Darojat, Ph.D, menerima visitasi secara resmi dengan mempresentasikan profil UT, dilanjutkan dengan pemaparan profil program studi oleh Dekan FEB, Dr. Mairani Harsasi, M.Sc. Beberapa hal yang dibahas dalam pemaparan tersebut adalah perkembangan penyelenggaraan pendidikan UT, strategi pengembangan UT ke depan, hingga langkah internasionalisasi. Dalam upaya memperkuat internasionalisasi, Prof. Ojat menyampaikan bahwa UT sudah menyiapkan mata kuliah yang dapat diikuti mahasiswa luar negeri melalui Indonesia Cyber Education (ICE) Institute. Program lainnya adalah melaksanakan pertukaran mahasiswa ke luar negeri melalui program IISMA (Indonesian International Student Mobility Award). Agenda visitasi selanjutnya adalah focus group discussion (FGD) berdasarkan kelompok:  manajemen program studi; dosen dan tutor; mahasiswa dan alumni; serta unit pendukung di UT. Kegiatan online visit ditutup dengan pemaparan umpan balik singkat dari panel asesor kepada manajemen program studi serta kesan selama visitasi. Pada tanggal 18 Oktober 2023 telah dilakukan penutupan visitasi online oleh para asesor FIBAA dengan penyampaian sejumlah rekomendasi, terurama terkait internasionalisasi. Semoga empat Prodi FEB dan FHISIP UT yang divisitasi (Prodi S1 Manajemen. S1 Akuntansi, S1 Ekonomi Pembangunan, dan S1 Ilmu Hukum) mendapatkan hasil yang terbaik, mendapat sertifikat akreditasi internasional FIBAA. Semoga UT makin jaya dan sukses, mewujudkan visi menjadi Perguruan Tinggi Berkualitas Dunia.

ICDE Kawal UT Menjaga Kualitas Layanan PTJJ Berstandar Internasional

Dalam upaya menjaga kewibawaan akademik dan menghasilkan pendidikan berkualitas, Universitas Terbuka (UT) terus melakukan perbaikan dan peningkatan standar penyelenggaraan Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTTJJ) skala internasional sejak tahun 2005. Dalam hal ini, UT secara berkala dan berkelanjutan berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan untuk menjadi lembaga penyelenggara Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang unggul. Salah satu langkah penting yang diambil UT untuk meningkatkan dan menjamin kualitas layanan pendidikan adalah dengan mengundang quality reviewers dari the International Council for Open and Distance Education (ICDE). Pada tahun ini, UT telah melakukan review kualitas untuk kali kelima oleh ICDE setelah sebelumnya dilakukan pada tahun 2005, 2010, 2016, dan 2019. Tim reviewer dari ICDE tahun ini terdiri dari Prof. Ebba Ossiannilsson (Chair of the ICDE OER Advocacy Committee and ICDE OER Ambassador for Global Advocacy, Sweden), Prof. Morten Flate Paulsen (The Norwegian of Science and Technology dan Former ICDE Secretary General), dan Prof. Kam Cheong Li (Dean of School of Open Learning at Hong Kong Metropolitan University). Para quality reviewers dari ICDE tersebut akan memastikan seluruh proses bisnis penyelenggaraan pendidikan jarak jauh UT mulai dari proses rekrutmen, pengembangan bahan ajar, layanan pembelajaran, asesmen, hingga sistem manajemen kelembagaan PTJJ UT sesuai standar internasional. ICDE sangat menekankan pentingnya penjaminan kualitas pendidikan tinggi dalam sistem Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ). Review kualitas yang dilakukan oleh ICDE bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung kualitas lembaga pendidikan terbuka dan jarak jauh. Proses review kualitas yang dilakukan oleh ICDE di UT melibatkan berbagai pihak, termasuk pimpinan UT (rektorat, fakultas/sekolah pascasarjana, program studi, dan kepala unit lainnya) di kantor UT Pusat dan kantor UT Daerah, serta melibatkan mahasiswa, alumni, dan tutor. Review dilaksanakan selama lima hari di Kantor UT Pusat dan Kantor UT Daerah di Jambi, Bandung, dan Malang, pada tanggal 17-21 Juli 2023. Dalam membuka acara Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., Rektor UT menyampaikan tema Visitasi ICDE Quality Review tahun 2023 kali ini yaitu “Transforming for Greater Autonomy in the New Indonesia’s Distance Higher Education Competitive Environment”. “Tahun ini merupakan kegiatan ICDE review yang kelima, setelah 2005, 2010, 2016, dan 2019. Hal ini menandakan bahwa Universitas Terbuka selalu menjadikan Penjaminan Kualitas Pendidikan institusi selalu seiring dengan standar terbaik yang disepakati oleh konsorsium pendidikan jarak jauh (PJJ) internasional,” ujar Pak Rektor.   Prof. Ojat menambahkan, setelah UT menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), terdapat tantangan besar yang dihadapi sebagai perguruan tinggi negeri jarak jauh di Indonesia. UT bertekad untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, UT juga dipercaya oleh pemerintah untuk meningkatkan jumlah 1 juta mahasiswa sebagai langkah untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi masyarakat Indonesia di berbagai pelosok tanah air. UT juga dipercaya menjadi ketua konsorsium  Indonesia Cyber Education (ICE) Institute sebagai lokapasar digital mata kuliah daring berkualias yang disediakan mitra-mitra PTN dan PTS terkenal di Indonesia. Dengan kolaborasi yang kuat antara UT dan ICDE, diharapkan layanan pendidikan terbuka jarak jauh semakin maju dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Sambutan awal disampaikan oleh Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D., Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi melalui zoom. Beliau menekankan bahwa UT saat ini adalah PTN-BH, yakni memiliki otonomi dalam hal pengelolaan layanan pendidikan dan juga keuangan, sehingga menjadi sangat penting bagi UT untuk bisa mendapatkan masukan dari para reviewer untuk penyelenggaraan kampus PJJ dengan status PTN BH. Kementerian Dikbud Ristekdikti selalu mendukung rekognisi internasional dan masukan dari konsorsium Pendidikan Jarak jauh (PJJ) internasional untuk meningkatkan kualitas dan layanan pendidikannya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan aspek Penjaminan Kualitas untuk Pendidikan untuk dapat meningkatkan kualitas ilmu seluruh mahasiswanya, agar bisa menjadi lulusan yang bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, serta solusi atas berbagai permasalahan yang dimiliki bangsa ini. Prof. Nizam pun sangat mengapresiasi seluruh upaya yang dilakukan oleh Universitas Terbuka agar bisa menjadi kampus PJJ dengan visi menjadi pelopor kampus PJJ terbaik dalam skala dunia. Terkait peningkatan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi, Prof. Nizam menyampaikan hal sejalan dengan ulasan Prof. Ojat. “Akses kuliah PTJJ seperti yang dilakukan UT, membuka kesempatan masyarakat khususnya para generasi muda yang mengalami hambatan geografis untuk bisa kuliah secara berkulitas,” ujar Prof. Nizam. Prof. Ebba Ossiannilsson dalam sambutannya sangat mengapresiasi undangan dari Universitas Terbuka dalam kegiatan Quality Reviewers pada ICDE 2023, dimana beliau sudah lima kali bertugas sebagai reviewer, dan dari setiap kunjungan yang dilakukan, beliau sangat menikmati keindahan kampus Universitas Terbuka dengan nuansa alam dan taman lingkungan di dalam kampus. Berdasarkan pengalaman ICDE Quality Review sebelumnya, didapat kesan bahwa seluruh dosen, pegawai, manajer, dan pengelola yang bekerja di Universitas Terbuka sudah menerapkan kaidah-kaidah kampus PJJ dan sangat menjiwainya, dimulai “dari tangan, hati, hingga kepala”. Prof. Ebba menantikan kolaborasi dengan Universitas Terbuka untuk dapat bekerja sama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pengelolaan institusi PTTJJ hingga dapat mendapatkan rekognisi internasional dan menjangkau mahasiswa dari luar negeri.   Prof. Morten Flate Paulsen dan Prof. Kam Cheong Li pun menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada ICDE untuk dapat mereview berbagai layanan di UT. Prof. Morten saat bertemu tim media menyampaikan, setelah Pandemi Covid-19, memang ada tantangan PTJJ karena perguruan tinggi konvensional pun memanfaatkan teknologi digital. “Karakteristik UT dibanding PT konvensional adalah UT terbuka bagi semua orang untuk kuliah, termasuk bagi para pekerja, ibu rumah tangga, dan kelompok disabilitas yang tidak mungkin kuliah di PT konvensional, bisa kuliah di UT. Lewat PTJJ bisa terlayani,” jelas Prof. Morten. Sementara Prof. Kam Cheong Li menyampaikan ke media dari aspek lain. Beliau mengapresiasi tentang komitmen UT yang bersungguh-sungguh menunjukkan pada kualitas internasional. “Sebagai salah satu universitas terbuka di Asia, kualitas layanan UT terus meningkat,” papar Prof. Kam Cheong Li. Hal ini sejalan dengan paparan akhir Prof. Ojat saat menutup presentasi terkait upaya UT untuk menjamin kualitas proses penyelenggaraan PTJJ. “Kualitas adalah pilar terpenting UT dan akan terus dipertahankan untuk ke depannya,” tegas Pak Rektor.  Dengan adanya review yang dilakukan oleh lembaga internasional seperti ICDE, UT terus berupaya meningkatkan kualitasnya hingga menjadi lembaga pendidikan terbuka jarak jauh yang berkualitas dunia. Hal ini merupakan perwujudan dari komitmen UT dalam menjaga kewibawaan akademik yang semakin kuat. UT sebagai penyelenggara pendidikan tinggi dan jarak jauh sangatkah memberikan akses kuliah berkualitas bagi seluruh masyarakat

Kembali, UT Memperoleh Gelar Akreditasi A Bagi Program Magister Pendidikan Dasar

Universitas Terbuka (UT) kembali mendapat pengakuan membanggakan. Kali ini, Program Studi Pendidikan Dasar pada Program Magister Universitas Terbuka mendapatkan Akreditasi A  dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) untuk periode 22 Februari 2023 sd 22 Februari 2028 dengan SK Direktur Dewan Eksekutif  BAN-PT No. 553/SK/BAN-PT/Ak/M/II/2023. Penilaian akreditasi A ini merupakan penghargaan BAN PT atas kerja keras perbaikan kualitas berkelanjutan yang dilakukan UT umumnya dan Program Magister Pendidikan Dasar khususnya, baik terkait baik terkait dengan proses maupun mutu  lulusan. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc. mengungkapkan rasa syukurnya, atas diraihnya Akreditasi A oleh Prodi Magister Pendidikan Dasar (MPDr), setelah sebelumnya FKIP juga telah mendapatkan akreditasi A pada Prodi PGPAUD, PGSD, dan Pendidikan Matematika. “Kami, UT khususnya  FKIP dan Program Pascasarjana (PPs) bersyukur atas diraihnya akreditasi A untuk prodi Magister Pendidikan Dasar,”ungkap Prof. Ucu Rahayu. Beliau menyampaikan bahwa upaya perolehan akreditasi A ini tidaklah mudah, Prodi MPDr terus menerus melakukan perbaikan, perbaikan berkelanjutan (continues improvement) di berbagai aspek, baik itu pada aspek tata pamong, akademik (kurikulum, proses pembelajaran, kegiatan penelitian dan abdimas), kemahasiswaan, sarana prasarana, dan lainnya. “Dengan diraihnya Akreditasi A oleh Prodi MPDr, harapannya akan membuka jalan perolehan akreditasi unggul bagi Prodi-Prodi lain di PPs. Dan dengan akreditasi A ini, MPDr siap bekerja sama dengan international bachalaurate untuk menghasilkan lulusan terstandar internasional,” tambah Prof. Ucu Rahayu.  Ungkapan rasa syukur disampaikan juga oleh Ketua Program Studi MPDr, Dr. Ir. Amalia Sapriati, M.A. “Hasil tersebut diperoleh atas kerja sama, partisipasi, dan dukungan, serta doa seluruh civitas Universitas Terbuka, mulai dari dukungan dari Prof. Ojat Darojat, M. Bus., Ph.D. selaku Rektor Universitas Terbuka, Dekanat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UT, pendampingan penuh dari Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan (PPMP-UT), para Kepala Pusat di UT dan jajarannya, para kepala UPBJJ dan jajarannya, Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi, dosen-dosen UT baik di UT Pusat maupun di UPBJJ, dan seluruh tim task force MPDr-PPs UT,” jelas Dr. Amalia. Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. pun menyatakan bahwa perolehan akreditasi A merupakan harapan dan sekaligus apresiasi atas kerja keras Program Magister Pendidikan Dasar. Namun demikian, perbaikan mutu berkelanjutan hendaknya menjadin kultur kualitas bagi semua pihak. Ada atau tidak ada akreditasi. continuous improvemet, terobosan, dan berbagai inovasi harus terus dilakukan agar program studi memiliki keunggulan dan mempu melahirkan kebanggaan bagi mahasiswa, masyarakat, dan para pemangku kepentingan lain. Tak lupa, Yunus pun menyanpaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang terlibat: Kepala Pusat Pengelolaan dan Penyelenggaraan Program Pascasarjana pada Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Dr. Siti Julaeha, M.A., Dekan FKIP Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc., Ketua Program Studi MPDr, Dr. Ir. Amalia Sapriati, M.A., pada pimpinan dan staf Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan (PPMP), para tutor, para mahasiswa, dan alumni, serta semua pihak yang telah berkontribusi atas diperolehnya Akreditasi A oleh Prodi Pendidikan Dasar pada Program Magister-UT tersebut. Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus.Ph.D pun menyampaikan ucapan syukur. “Alhamdulillah. Selamat atas capaian akreditasi Prodi MPDR UT yang luar biasa. Terimakasih atas kontribusi semua pihak yang telah membantu. Semoga berkah,” jelas Pak Rektor.  Prof. Ojat mengungkapkan bahwa capaian perolehan akreditasi di awal tahun 2023 ini sangat membanggakan dan kepada seluruh Prodi dan civitas akademika pendukungnya agar lebih meningkatkan kualitas di segala aspek proses pembelajaran, serta terus melakukan evaluasi diri dalam peningkatan mutu menuju Universitas Terbuka yang Berjaya. Dengan kualitas akademik yang terpercaya, diharapkan UT makin diminati oleh masyarakat Indonesia dan menjadi pilihan utama untuk melanjutkan studi.

Prodi PG PAUD UT Mendapat Akreditasi A dari BAN PT

Universitas Terbuka (UT) sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pilihan masyarakat, kembali mencetak penghargaan membanggakan dengan raihan akreditasi A untuk Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) untuk tahun 2022-2027. Akreditasi adalah pengakuan terhadap Perguruan Tinggi (PT) atau Program Studi (Prodi) yang menunjukkan PT atau Prodi tersebut dalam melaksanakan program pendidikan dan mutu lulusan yang dihasilkannya telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Penetapan peringkat akreditasi oleh BAN-PT dilakukan dengan menilai proses dan kinerja serta keterkaitan antara tujuan, masukan, proses, dan keluaran suatu perguruan tinggi atau Prodi. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr. Ucu Rahayu, M.Sc. mengungkapkan rasa syukurnya, “Kami panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Prodi PGPAUD memperoleh akreditasi A, setelah sebelumnya menyusul Prodi PGSD dan Pendidikan Matematika mendapatkan akreditasi yang sama. Akreditasi A ini diperoleh tidak dengan mudah. Prodi melakukan pembenahan dari berbagai aspek baik kurikulum, proses pembelajaran, mutu lulusan, serta SDM prodi. Hal ini sudah dilakukan dari beberapa tahun lalu. Perolehan akreditasi A ini tentunya merupakan suatu anugerah dan tantangan bagi kami untuk meningkatkan kualitas prodi semakin lebih baik lagi.” Ungkapan rasa syukur disampaikan juga oleh Ketua Program Studi PG PAUD UT, Dr. Mukti Amini, M.Pd. “Hasil tersebut diperoleh atas kerja sama dan dukungan seluruh civitas Universitas Terbuka, mulai dari dukungan dari Prof. Ojat Darojat, M. Bus selaku rektor Universitas Terbuka, Dekanat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UT, pendampingan penuh dari Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan (PPMP-UT), para Kepala Pusat di UT dan jajarannya, para kepala UPBJJ dan jajarannya, Ketua Jurusan, dosen PGPAUD-UT baik di pusat maupun di UPBJJ, dan seluruh tim task force PG PAUD UT.” Kaprodi PG PAUD Mukti Amini menjelaskan perjuangan program studi PG PAUD dalam hal akreditasi sudah dilakukan sejak tahun 2020. Perjalanan diawali dari himbauan dari Prof. Udan Kusmawan, M.A., Ph.D. selaku Dekan periode sebelumnya untuk melakukan reakreditasi, hingga akhirnya hari ini menerima hasil dari sebuah perjuangan yang cukup panjang. Akreditasi sebaiknya selalu diintegrasikan dengan kualitas dan jati diri Program Studi S1 PG PAUD UT yang sesungguhnya. Sehingga tidak hanya di atas kertas terakreditasi A, namun kualitas dan daya saing yang dimiliki tidak sesuai dengan capaian akreditasi tersebut. Walaupun capaian akreditasi tahun ini sangat membanggakan, Rektor meminta kepada seluruh civitas akademika untuk tidak berpuas diri. Kedepan Rektor mengharapkan kualitas setiap Prodi dapat ditingkatkan lagi sebagai upaya untuk terus melakukan evaluasi diri dalam peningkatan mutu menuju Universitas Terbuka yang Berjaya di kancah Internasional.