PALU – 30 Juli 2026- Universitas Terbuka (UT) Palu melaksanakan Asesmen Mutu Internal (AMI) Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) Tahun 2026 padatanggal 28-29 Juli 2026 sebagai bagian dari implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Kegiatan ini bertujuan memastikan penyelenggaraan pendidikan tinggi jarak jauh berjalan sesuai standar mutu, sekaligus memperkuat budaya dan mendorong peningkatan kualitas secara berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri Direktur UT Palu beserta jajaran pimpinan dan Tim Asesor dari Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka yang terdiri atas Dra. Eko Kuswanti, M.Pd. sebagai Lead Asesor dan Editha Natalina Nababan, M.Ak. sebagai Asesor. Pelaksanaan AMI menjadi momentum penting bagi UT Palu untuk merefleksi implementasi sistem penjaminan mutu sekaligus mengidentifikasi praktik naik serta peluang peningkatan di berbagai proses, Direktur UT Palu, Wijanarko, S.P., M.Si. menyampaikan bahwa AMI bukan sekedar asesmen, tetapi merupakan sarana evaluasi untuk memperoleh masukan objektif dalam meningkatkan tata kelola, dan layanan kepada mahasiswa.
AMI memberikan kesempatan bagi kami untuk mengidentifikasi praktik baik sekaligus menyusun langkah guna mendukung peningkatan mutu secara berkelanjutan,“ ujarnya

Pada sesi pembukaan, Lead Asesor, memaparkan menjelaskan pentingnya penerapan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) sebagai fondasi utama Sistem Penjaminan Mutu Internal Universitas Terbuka. Selain itu mekanisme pelaksanaan AMI MPJJ melalui SIMINTAS UT, yang mencakup telaah dokumen, verifikasi eviden, wawancara, hingga penyusunan rekomendasi tindak lanjut. Selama asesmen, Tim Asesor mengidentifikasi sejumlah praktik baik (good practices) yang telah diterapkan oleh UT Palu, diantaranya pengelolaan kerja sama yang dibuktikan dengan keberhasilan dalam meningkatkanjumlah mahasiswa peneriman beasiswa secara konsisten dan berkelanjutan.
Capaian tersebut menunjukkan efektivitas upaya UT Palu dalam menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai penyedia program beasiswa, serta melakukan sosialisasi, pendampingan, dan fasilitasi kepada mahasiswa dalam mengakses berbagai skema bantuan pendidikan. Praktik baik ini memberikan kontribusi positif terhadap perluasan akses pendidikan, peningkatan keberlanjutan studi mahasiswa, serta mendukung pencapaian indikator kinerja Universitas Terbuka di bidang layanan kemahasiswaan.

Menutup pelaksanaan AMI MPJJ Tahun 2026, Direktur Palu menyampaikan apresiasi kepada Tim Asessor atas pendampingan dan rekomendasi yang diberikan. Seluruh hasil asesmen akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu berkelanjutan.

Sebagai bagian dari pendampingan, Tim Asesor juga memberikan sosialisasi mengenai implementasi manajemen risiko. Materi yang disampaikan mencakup identifikasi risiko, analisis penyebab dan dampak, penyusunan strategi mitigasi, hingga pemantauan risiko sebagai bagian integral dari siklus PPEPP dan Sistem Penjaminan Mutu Internal.

Pelaksanaan AMI MPJJ 2026 menunjukkan komitmen UT Palu dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan, serta membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Melalui implementasi siklus PPEPP, penguatan manajemen risiko, dan tindak lanjut hasil asesmen, UT Palu optimistis mampu meningkatkan kinerja institusi dan memberikan layanan yang semakin berkualitas kepada mahasiswa serta para pemangku kepentingan.