AMI MPJJ 2026 : UT Bandar Lampung Perkuat Komitmen terhadap Peningkatan Mutu Berkelanjutan

BANDAR LAMPUNG – 20 Agustus 2026 – Universitas Terbuka (UT) Bandar Lampung melaksanakan Asesmen Mutu Internal Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (AMI MPJJ) Tahun 2026 pada 18 – 19 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Universitas Terbuka dalam menjaga konsistensi penjaminan mutu sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh secara berkelanjutan. Pelaksanaan AMI MPJJ UT Bandar Lampung Tahun 2026 dipimpin oleh Dra. Eko Kuswanti, M.Pd. sebagai Lead Asesor, bersama tim asesor Pesi Suryani, M.Ak. dan Uliya Khoirun Nisa, M.Pd. Kegiatan asesmen melibatkan Direktur UT Bandar Lampung, Dra. Sri Ismulyaty, M.Si., beserta jajaran pimpinan dan tim terkait di lingkungan UT Bandar Lampung. AMI MPJJ merupakan salah satu instrumen dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UT untuk menilai kesesuaian antara standar mutu yang telah ditetapkan dan implementasinya dalam pengelolaan pendidikan jarak jauh. Melalui kegiatan ini, dokumen, proses kerja, bukti pelaksanaan, serta berbagai praktik yang telah berjalan ditelaah secara sistematis sebagai dasar penguatan budaya mutu dan perbaikan berkelanjutan. Lead Asesor mengawali presentasi dengan menekankan pentingnya penerapan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) sebagai kerangka untuk memastikan penjaminan mutu berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan di Universitas Terbuka. Pada kesempatan yang sama, disampaikan pula alur pelaksanaan AMI MPJJ melalui SIMINTAS UT, mulai dari penelaahan dokumen dan pemeriksaan eviden, klarifikasi melalui wawancara, hingga perumusan hasil asesmen dan rekomendasi sebagai dasar tindak lanjut perbaikan mutu. Hasil AMI MPJJ 2026 menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan penjaminan mutu di UT Bandar Lampung telah berjalan dengan baik, namun masih terdapat beberapa area yang perlu diperkuat, terutama terkait kelengkapan dan keterlacakan bukti pelaksanaan, penataan dokumen sesuai indikator, serta konsistensi dalam perencanaan, monitoring dan evaluasi, hingga tindak lanjut kegiatan. Hasil asesmen ini menjadi dasar bagi UT Bandar Lampung untuk terus memperkuat budaya mutu secara berkelanjutan. Menutup pelaksanaan AMI MPJJ Tahun 2026, Direktur UT Bandar Lampung menegaskan komitmen institusi untuk terus melakukan pembenahan internal dan meningkatkan mutu pelayanan berdasarkan hasil evaluasi yang disampaikan oleh tim asesor. “Evaluasi ini menjadi acuan penting bagi kita untuk mengenali kelemahan dan perbaikan yang harus dilakukan. Dengan kerja sama dan komitmen bersama, kita optimistis dapat meningkatkan kualitas tata kelola UT Lampung ke depannya,” tegasnya. Dalam rangkaian kegiatan AMI MPJJ 2026, Tim Asesor turut memberikan penguatan terkait penerapan manajemen risiko kepada jajaran UT Bandar Lampung. Pembahasan mencakup proses mengenali potensi risiko, menganalisis faktor penyebab dan dampaknya, menentukan langkah pengendalian, serta melakukan pemantauan dan evaluasi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan risiko yang lebih sistematis dan terintegrasi dengan pelaksanaan PPEPP serta Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Pelaksanaan AMI MPJJ 2026 menjadi momentum bagi UT Bandar Lampung untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat praktik penjaminan mutu di berbagai aspek pengelolaan. Hasil asesmen dan masukan yang diperoleh diharapkan dapat ditindaklanjuti secara konsisten untuk penyempurnaan proses kerja, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan kualitas layananpendidikan jarak jauh yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa serta pemangku kepentingan. {Written by Uliya Khoirun Nisa}

Dari Asesmen Menuju Perbaikan UT Yogyakarta Perkuat Mutu MPJJ

Yogyakarta, 28 Agustus 2026 Asesmen Mutu Internal (AMI) Bidang Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) Universitas Terbuka (UT) Yogyakarta resmi ditutup setelah berlangsung selama dua hari, 27–28 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UT Yogyakarta untuk melihat kembali proses yang telah berjalan, mengapresiasi praktik baik yang telah dibangun, sekaligus memperkuat komitmen terhadap peningkatan mutu secara berkelanjutan. Pembukaan, proses, dan penutupan AMI berlangsung dalam suasana hangat dan penuh apresiasi. Melalui pembukaan Direktur UT Yogyakarta, Prof. Dr. Agus Santoso, M.Si. menyampaikan rasa senang dan penghargaan atas kehadiran para asesor AMI yang telah meluangkan waktu untuk melakukan asesmen serta memberikan perspektif dan masukan bagi penguatan mutu di UT Yogyakarta. Bagi UT Yogyakarta, kehadiran para asesor yaitu Prof. Dr. Yumiati, M.Si. (Lead) dan Editha Natalina Nababan, M.Ak. bukan hanya menjadi bagian dari pelaksanaan AMI, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendapatkan sudut pandang yang objektif terhadap pelaksanaan proses bisnis dan layanan MPJJ. Berbagai masukan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan refleksi sekaligus pijakan untuk melakukan perbaikan secara lebih terarah. “AMI bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan bagian dari perjalanan untuk terus memperbaiki dan meningkatkan mutu,” menjadi semangat yang mewarnai penutupan kegiatan, ujar Prof. Dr. Yumiati, M.Si. Melalui AMI, setiap proses yang telah berjalan dapat dipertahankan ketika sudah baik dan diperkuat ketika masih memerlukan peningkatan. Dalam pelaksanaan AMI, sebanyak 29 indikator telah dinilai. Secara umum, implementasi Sistem Manajemen Mutu Terintegrasi (Simintas) di UT Yogyakarta telah berjalan dengan baik. Hal tersebut menunjukkan adanya komitmen unit dalam menjalankan proses sesuai prosedur dan mendukung keberlangsungan layanan Manajemen Pendidikan Jarak Jauh. Dua praktik baik turut menjadi catatan positif dalam asesmen. Pelaksanaan rapat unit secara rutin menunjukkan adanya konsistensi koordinasi internal dalam mendukung pelaksanaan tugas dan layanan. Selain itu, hampir seluruh mata kuliah telah ujiannya dilaksanakan secara online, yang menunjukkan kesiapan UT Yogyakarta dalam mendukung digitalisasi layanan akademik. Namun, AMI juga memberikan ruang bagi UT Yogyakarta untuk melihat sejumlah aspek yang masih perlu diperkuat. Perhatian utama diarahkan pada kelengkapan dan konsistensi dokumentasi, standardisasi risalah rapat, serta kapasitas analisis risiko. AMI juga memberikan perhatian pada lingkungan kerja sebagai bagian dari dukungan terhadap kenyamanan dan representasi capaian institusi. Misalnya keindahan taman, kenyamanan ruang tunggu dan diskusi Tidak hanya pada aspek proses dan dokumentasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Asesor menyarankan penguatan kompetensi public speaking, pemahaman mengenai mutu Pendidikan Tinggi Jarak Jauh (PTJJ), serta berbagai pelatihan relevan lainnya guna mendukung peningkatan kapasitas staf UT Yogyakarta. Secara keseluruhan, hasil AMI menunjukkan bahwa kinerja mutu UT Yogyakarta pada bidang MPJJ tergolong baik. Kepatuhan terhadap prosedur, konsistensi pelaksanaan rapat unit, serta hampir seluruh mata kuliah ujiannya dilaksanakan secara online menjadi indikator positif yang menunjukkan kesiapan layanan akademik dalam mendukung transformasi digital. Di sisi lain, hasil asesmen menjadi pengingat bahwa mutu tidak hanya dibangun melalui pelaksanaan kegiatan, tetapi juga melalui dokumentasi yang lengkap, bukti yang tertata, proses yang terstandar, dan kemampuan melakukan analisis serta tindak lanjut secara tepat. Karena itu, penguatan dokumentasi dan analisis menjadi arah penting dalam langkah perbaikan UT Yogyakarta ke depan. Setelah penutupan AMI, proses perbaikan pun segera berlanjut. UT Yogyakarta diberikan waktu untuk menyelesaikan tindak lanjut paling lambat 12 September 2026, termasuk mengisi kolom tindak lanjut pada aplikasi dan melengkapi atau memperbaiki dokumen sesuai catatan asesor. Dengan demikian, AMI MPJJ UT Yogyakarta tidak berhenti pada angka, catatan, maupun hasil asesmen. Lebih dari itu, AMI menjadi ruang bersama untuk belajar, berbenah, dan memastikan setiap proses bergerak menuju kualitas yang lebih baik. Dari asesmen menuju perbaikan, dari perbaikan menuju peningkatan mutu. UT Yogyakarta terus melangkah untuk menghadirkan layanan Pendidikan Jarak Jauh yang semakin berkualitas, konsisten, dan berkelanjutan. (Editha Natalina Nababan, S.T.,M.Ak.)

AMI MPJJ UT Jayapura: Skor Meningkat, Semangat Mutu Terus Menguat

Jayapura, 21 Agustus 2026 Rangkaian Asesmen Mutu Internal (AMI) Bidang Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) UT Jayapura yang berlangsung pada 17- 21 Agustus 2026 resmi dibuka dalam suasana hangat dan penuh optimisme. Direktur UT Jayapura, Fajar Rahmadhani, S.Kom., M.M. menyambut hangat kedatangan tim asesor AMI yaitu Dra. Ace Sriati Rachman, M.S. (Lead) dan Editha Natalina Nababan,S.T., M.Ak. Melalui pembukaan AMI, Dra. Ace Sriati Rachman, S.Kom., M.M. menyampaikan apresiasi atas proses asesmen yang menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu, bukan sekadar penilaian. AMI menjadi momentum untuk melihat capaian sekaligus menemukan ruang perbaikan agar layanan UT Jayapura semakin berkualitas. Kabar menggembirakan datang dari hasil asesmen. Skor AMI UT Jayapura mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini disambut dengan rasa syukur sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus mempertahankan praktik baik dan melakukan perbaikan secara konsisten. Berdasarkan hasil asesmen, 29 indikator telah dievaluasi, dengan temuan berupa 6 praktik baik dan 9 area yang memerlukan peningkatan. Praktik baik yang teridentifikasi meliputi kepatuhan terhadap prosedur kerja yang berlaku, pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung efektivitas pelaksanaan tugas, koordinasi dan komunikasi internal yang terlaksana secara konsisten melalui kegiatan morning briefing, pembagian wilayah binaan yang memperjelas tanggung jawab layanan, serta pemahaman SDM yang memadai terhadap tugas dan fungsi masing-masing. AMI menjadi momentum untuk melihat bahwa budaya mutu terus tumbuh di UT Jayapura, tercermin dari dukungan budaya kerja terhadap penerapan sistem penjaminan mutu dan keberlangsungan layanan akademik maupun nonakademik. Sementara itu, terdapat beberapa aspek yang masih perlu mendapat perhatian untuk ditingkatkan, yaitu kelengkapan dan konsistensi dokumentasi pendukung, standardisasi format dan substansi risalah rapat, penguatan sistem monitoring dan evaluasi program secara berkelanjutan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam identifikasi dan analisis risiko, optimalisasi sinergi serta koordinasi antarbidang, percepatan digitalisasi layanan guna meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan, serta penguatan strategi branding dan promosi UT Jayapura untuk meningkatkan visibilitas, citra institusi, dan jangkauan layanan kepada masyarakat. Menutup kegiatan, AMI ditegaskan bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah perbaikan berikutnya. Dengan capaian yang semakin baik dan semangat untuk terus berbenah, UT Jayapura berkomitmen memperkuat budaya mutu dan menghadirkan layanan pendidikan jarak jauh yang semakin efektif, responsif, dan berkualitas. “AMI telah selesai dilaksanakan, tetapi semangat peningkatan mutu harus terus berlanjut.” (Editha Natalina Nababan, S.T.,M.AK.)

Pembukaan AMI Akademik 2026 : KPM UT Sosialisasikan Pelaksanaan dan Aplikasi AMI Akademik 2026

Tangerang Selatan, 13 Agustus 2026 — Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan Sosialisasi Pelaksanaan dan Aplikasi Asesmen Mutu Internal (AMI) Akademik 2026 di lingkungan Universitas Terbuka. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang KPM, Gedung Direktorat Administrasi Akademik lantai 2, ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. Kegiatan sosialisasi diikuti oleh unsur pimpinan dan pengelola mutu akademik, di antaranya Para Wakil Dekan, Ketua Program Studi, serta Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Fakultas. Sosialisasi ini sekaligus pembukaan  menjadi bagian penting dalam pelaksanaan AMI Akademik 2026 yang merupakan kegiatan rutin dan wajib dalam rangka memastikan ketercapaian standar mutu pendidikan tinggi di UT. Dalam paparannya, Kepala Kantor Penjaminan Mutu menjelaskan bahwa AMI merupakan bagian dari siklus penjaminan mutu pendidikan tinggi yang mencakup penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar pendidikan tinggi. AMI juga bersifat formatif sehingga hasil asesmen diharapkan dapat menjadi dasar bagi program studi untuk melakukan perbaikan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Pelaksanaan AMI Akademik 2026 mengukur dua aspek utama, yaitu ketercapaian standar pendidikan tinggi sesuai dengan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) serta ketercapaian standar mutu yang telah ditetapkan oleh UT. Dengan demikian, AMI tidak hanya menjadi instrumen evaluasi internal, tetapi juga diharapkan dapat membantu program studi mempersiapkan proses akreditasi. Pada tahun 2026, instrumen AMI Akademik secara langsung mengacu pada instrumen BAN-PT dan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) sesuai dengan program studi masing-masing. Pelaksanaan AMI dilakukan melalui aplikasi AMI Akademik yang dapat diakses melalui laman KPM UT. Melalui aplikasi tersebut, program studi melakukan pengisian instrumen dan mengunggah dokumen serta bukti pendukung yang diperlukan. Melalui pelaksanaan AMI Akademik 2026, KPM UT mendorong seluruh program studi untuk memanfaatkan proses asesmen sebagai sarana evaluasi dan peningkatan mutu. Pelaksanaan AMI diharapkan tidak hanya menghasilkan pemetaan ketercapaian standar, tetapi juga mendukung kesiapan program studi dalam menghadapi proses akreditasi serta mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan di Universitas Terbuka. [Penulis: Nyayu Miftahul Ilmiyyah]

UT Palangkaraya Tunjukkan Kinerja Baik dalam AMI MPJJ 2026

Palangkaraya – Universitas Terbuka (UT) Daerah Palangkaraya menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam pelaksanaan Asesmen Mutu Internal Bidang Pendidikan Jarak Jauh (AMI MPJJ) yang dilaksanakan 28-29 juli tahun 2026. AMI MPJJ di Universitas Terbuka merupakan kegiatan asesmen dan evaluasi berkala yang diselenggarakan setiap tahun oleh Kantor Penjaminan Mutu (KPN) untuk memastikan tata kelola, layanan akademik, serta operasional PJJ di UT daerah berjalan efektif sesuai standar. AMI MPJJ juga merupakan langkah strategis KPM untuk meningkatkan kinerja institusi sekaligus mewujudkan transparansi dalam tata kelola layanan akademik maupun non-akademik di seluruh UT daerah. Pelaksanaan AMI MPJJ di UT daerah Palangka Raya bertempat di ruang sidang Lantai 2. Adapun Tim Asesor yang melakukan asesmen Adalah Drs. Jamaludin, M.Si. dan Deri Aswar, S.E., M.Ak. serta disupervisi oleh Kepala KPM, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. Tujuan dan fokus AMI MPJJ di UT Palangka Raya adalah: 1) mengevaluasi tata kelola, dengan memeriksa praktik manajemen internal di unit atau sentra layanan UT; 2) memastikan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) standar mutu penyelenggaraan pendidikan jarak jauh berjalan baik sesuai standar dan prosedur yang berlaku; 3) memverifikasi kesesuaian dokumen dengan praktik nyata pengelolaan PJJ. Hasil AMI MPJJ ini diharapkan menjadi dasar bagi UT Palangkaraya dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan mutu secara berkelanjutan. Dengan komitmen terhadap sistem penjaminan mutu internal, UT Palangkaraya diharapkan dapat terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang berkualitas, inklusif, dan adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa di wilayah Palangka Raya. Hasil asesmen lapangan AMI MPJJ menunjukkan bahwa tata kelola, layanan akademik, serta operasional PJJ di UT Palangka Raya secara umum telah berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat beberapa area yang memerlukan peningkatan untuk mencapai standar yang lebih optimal. Terutama pada beberapa indikator yang masih berkategori cukup perlu menjadi perhatian utama dalam upaya perbaikan berkelanjutan.

Universitas Terbuka (UT) Tunjukkan Komitmen Kuat pada Pembangunan Berkelanjutan di GSDC 2026 dan Catat Lompatan Peringkat di THE Impact Ratings 2026

TANGERANG – Universitas Terbuka (UT) kembali mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi terdepan dalam agenda keberlanjutan global dengan berpartisipasi aktif dalam momentum Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 di Jakarta. Keterlibatan ini bertepatan dengan lonjakan prestasi UT yang luar biasa pada pemeringkatan Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026 tingkat global. Keterlibatan langsung UT dalam kongres global ini disorot secara menonjol melalui partisipasi Dr. Kurnia Indah Riana, Sekretaris Universitas Terbuka. Pada tanggal 22 Juni 2026, di ajang GSDC tersebut, Dr. Riana mewakili UT dengan memberikan pemaparan bertajuk “Let’s collaborate for inclusive, quality higher education” pada sesi SDG Showcase di Impact Stage. Pemaparan ini menggarisbawahi misi utama UT dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif, fleksibel, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Sejalan dengan kiprah global tersebut, UT juga menorehkan pencapaian bersejarah dalam THE Impact Ratings 2026. Peringkat UT secara gemilang berhasil melesat ke posisi 801–1000 dunia, naik signifikan dari rentang posisi 1001–1500 pada tahun 2025. Lonjakan peringkat ini turut diikuti dengan peningkatan skor keseluruhan dari 51,8 menjadi 56,9, yang sekaligus menegaskan bahwa UT telah sukses melampaui target Rencana Strategis (Renstra) perguruan tinggi. Evaluasi THE Impact Ratings 2026, yang menilai 1.603 universitas dari 116 negara dan wilayah, menyoroti komitmen total UT terhadap seluruh aspek pembangunan berkelanjutan. Tahun ini, tingkat partisipasi UT meningkat drastis dengan mengikuti dan dievaluasi pada seluruh 17 Sustainable Development Goals (SDGs) secara penuh, sebuah ekspansi masif dari yang sebelumnya hanya berpartisipasi di 5 SDGs pada edisi tahun 2025. Komitmen komprehensif ini tercermin dari lima pilar kategori dengan perolehan skor tertinggi (Top Scorers) yang berhasil diraih oleh UT di tahun 2026: Pencapaian luar biasa yang menempatkan UT pada posisi terbaik di SDG 16 menegaskan dedikasi universitas terhadap tata kelola kelembagaan yang kuat, akuntabilitas, transparansi, serta konsistensi dalam membangun kepercayaan publik. Sementara itu, kekuatan pada SDG 4 sangat relevan dengan jati diri UT sebagai perguruan tinggi jarak jauh (PTJJ) perintis yang adaptif dalam menjangkau masyarakat tanpa sekat batasan ruang maupun waktu. Keberhasilan UT di THE Impact Ratings 2026 serta perannya di ajang GSDC membuktikan bahwa kampus ini tidak sekadar berpartisipasi dalam wacana keberlanjutan global, melainkan telah mengambil langkah nyata terukur untuk memberikan dampak positif ke tengah masyarakat luas. UT akan terus mendefinisikan ulang makna ekosistem pendidikan masa depan menjadi institusi yang responsif yang hadir mendekat untuk memberdayakan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Maju.

KPM Universitas Terbuka Matangkan Persiapan Akreditasi Prodi

TANGERANG SELATAN — Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) menggelar rapat koordinasi strategis guna membahas Progress Persiapan Pengajuan Akreditasi Program Studi pada hari Senin, 20 Juli 2026. Bertempat di Ruang Sidang KPM Lantai 2, Gedung DAAK Kantor UT Pusat Pondok Cabe, pertemuan ini dipimpin langsung oleh Kepala KPM UT, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., undangan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan bidang akademik di tiap fakultas, para pengelola dan perwakilan dari rogram studi, dan tim Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Akademik. Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis dan krusial dalam menyelaraskan pemahaman terkait pengalihan proses akreditasi beberapa program studi dari BAN-PT ke Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) sesuai rumpun keilmuan masing-masing. Dalam diskusi pembahasan tersebut, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) dipastikan dialihkan ke LAM DEPILLAR, sementara Program Studi Pariwisata akan memproses akreditasinya melalui LAM Wisata. Prof. Imam mengingatkan agar setiap tim prodi menetapkan tenggat pengunggahan dokumen maksimal enam bulan sebelum masa berlaku akreditasi berakhir demi menjaga kepastian dan kelancaran proses penilaian. Menyesuaikan Keunikan PJJ dan Solusi Fasilitas di Daerah Salah satu yang menjadi fokus diskusi yang mengemuka dalam rapat ini adalah strategi penyesuaian karakteristik Sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dengan kriteria penilaian lembaga akreditasi. Pihak KPM menekankan pentingnya menyampaikan keunikan dan spesifikasi model PJJ secara langsung kepada masing-masing LAM agar proses evaluasi dapat berjalan objektif. Menjawab tantangan pemenuhan fasilitas laboratorium dan sarana praktikum—seperti yang disyaratkan pada rumpun LAM INFOKOM maupun LAMSAMA—UT menyiasatinya dengan mendorong UT Daerah/UPBJJ membangun kerja sama strategis bersama perguruan tinggi setempat di berbagai wilayah. Langkah ini memastikan mahasiswa di daerah tetap mendapatkan akses fasilitas praktikum yang memadai. Selain itu, guna memenuhi ketentuan LAM WISATA, UT juga siap memfasilitasi pembentukan Industrial Board of Directors demi menguatkan keterlibatan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) dalam penerapan Tridarma Perguruan Tinggi. Target Predikat “Unggul” dan Penguatan Asosiasi Profesi Dalam rapat ini, sejumlah langkah aksi konkret untuk masing-masing program studi turut dirumuskan: Di samping target teknis prodi, Prof. Imam mengimbau seluruh pengelola prodi dan para dosen/asesor untuk lebih proaktif terlibat dalam asosiasi profesi nasional. Keaktifan ini dinilai penting agar suara, aspirasi, serta sistem pembelajaran PJJ semakin dipahami dan diperhitungkan di tingkat nasional. Komitmen Pendampingan Mutu Berkelanjutan Menutup rangkaian rapat, Kepala KPM menegaskan pentingnya konsistensi serta sinkronisasi data antara Data Kuantitatif Program Studi (DKPS) dan narasi Laporan Evaluasi Diri (LED). Tim KPM menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan intensif berlandaskan pada siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Melalui sinergi lintas unit ini, Universitas Terbuka optimistis seluruh target peningkatan mutu dan status akreditasi program studi dapat tercapai dengan hasil optimal dan terbaik. [Written By Muhammad Rafy Zildan S. E.]

Memperkokoh Kualitas Pendidikan, Prodi S-1 Ilmu Hukum FHISIP UT Sukses Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT

Tangerang Selatan, 11 Juni 2026 – Dalam upaya berkelanjutan untuk menjaga mutu pendidikan tinggi, Program Studi (PS) S-1 Ilmu Hukum Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka (UT) telah sukses melaksanakan asesmen lapangan sebagai bagian dari proses akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Kegiatan yang berlangsung pada hari/tanggal kamis, 11 juni 2026 Bertempat di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi (FST) ini menjadi momen penting bagi sivitas akademika untuk mendemonstrasikan komitmen mereka dalam penyelenggaraan pendidikan hukum yang berkualitas. Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., yang menekankan pentingnya pengembangan mutu akademik secara konsisten. Kehadiran Tim Asesor, Prof. Dr. Muhammad Fauzan, S.H., M.Hum. dari Universitas Jenderal Soedirman dan Prof. Dr. Yudho Taruno Muryanto, S.H., M.Hum. dari Universitas Sebelas Maret, menjadi pusat rangkaian kegiatan ini. Dalam sambutannya, Tim Asesor menjelaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk melakukan verifikasi dan konfirmasi terhadap dokumen akreditasi, bukan untuk mencari kesalahan institusi. Dalam sesi pemaparan, FHISIP menyoroti sistem Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) yang tangguh, didukung oleh infrastruktur digital mutakhir yang menjangkau 515 kabupaten/kota di Indonesia hingga 51 negara. Prodi S-1 Ilmu Hukum pun memaparkan berbagai pencapaian strategisnya, di antaranya keberhasilan meraih sertifikasi internasional FIBAA pada tahun 2024 sebagai bukti pengakuan kualitas global. Selain itu, inovasi teknologi pembelajaran seperti Laboratorium Ilmu Hukum berbasis metaverse dan Massive Open Online Courses (MOOCs) kini menjadi andalan dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Pengelolaan skala mahasiswa yang masif, dengan lebih dari 100.000 mahasiswa aktif yang didampingi oleh ribuan tutor yang kompeten dan berkualitas, juga menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut. Seluruh sistem penjaminan mutu, mulai dari Audit Mutu Internal (AMI) hingga Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), telah dijalankan secara konsisten setiap tahunnya di bawah koordinasi Kantor Penjaminan Mutu (KPM). Menutup rangkaian kegiatan, tim asesor memberikan apresiasi atas kelancaran acara dan ketertiban tata kelola dokumen yang ditunjukkan oleh pihak prodi. Sebagai langkah peningkatan mutu ke depan, Tim Asesor memberikan rekomendasi strategis, seperti memperkuat intensitas pendampingan akademik serta meningkatkan pembelajaran berbasis praktik. Secara keseluruhan, pelaksanaan asesmen lapangan berjalan dengan sangat produktif, mencerminkan kerja sama tim dan semangat kolaborasi yang kuat bagi kemajuan Program Studi S-1 Ilmu Hukum FHISIP UT di masa depan.

KPM Dampingi FHISIP dalam Pembahasan dan Penyempurnaan Dokumen Kendali Mutu Unit

Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka menyelenggarakan kegiatan Pembahasan Dokumen Kendali Mutu Unit bersama Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) pada Rabu, 3 Juni 2026, di Ruang Sidang KPM Gedung BAKP Lantai 2. Kegiatan ini dihadiri oleh Perwakilan KPM, perwakilan Gugus Pengendali Mutu (GPM), serta unsur terkait di lingkungan FHISIP. Sebagai bagian dari upaya penguatan pengelolaan dokumen mutu dan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan pemahaman mengenai pengelolaan dokumen kendali mutu serta memastikan ketersediaan dan kesesuaian dokumen yang mendukung implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di lingkungan FHISIP. Dalam pembahasan yang berlangsung, peserta melakukan telaah terhadap dokumen kendali mutu yang telah dimiliki FHISIP untuk mengidentifikasi dokumen yang masih berlaku, memerlukan revisi, maupun yang sudah tidak relevan. Selain itu, peserta juga mendiskusikan kebutuhan dokumen pendukung yang perlu disusun guna melengkapi sistem dokumentasi mutu dan mendukung pelaksanaan proses penjaminan mutu secara lebih efektif. Melalui kegiatan ini, diperoleh pemetaan awal mengenai kondisi dokumen kendali mutu di lingkungan FHISIP beserta kebutuhan pengembangannya. Diskusi yang berlangsung secara interaktif antara KPM dan FHISIP menghasilkan berbagai masukan untuk penyempurnaan dokumen serta langkah tindak lanjut yang diperlukan dalam pengelolaan dokumen mutu. Hasil pembahasan tersebut diharapkan dapat mendukung tertib administrasi mutu, memperkuat implementasi SPMI, serta mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan di lingkungan FHISIP. Sebagai tindak lanjut dari pembahasan tersebut, FHISIP akan melakukan peninjauan dan penyempurnaan dokumen kendali mutu berdasarkan hasil identifikasi yang telah dilakukan. Upaya ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan dokumen mutu yang lebih sistematis, terdokumentasi dengan baik, serta memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan budaya mutu di Universitas Terbuka.[Written By Muhammad Rafy Zildan S.E.]

Tim Asesor Soroti Penguatan VMTS dan Kualitas Pembelajaran pada AL Prodi Ekonomi Pembangunan UT

Tangerang Selatan — Program Studi Ekonomi Pembangunan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka proses akreditasi pada tanggal 5–6 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rasamala, Wisma 2 Universitas Terbuka (UT) dan menjadi tahapan penting dalam memverifikasi kesesuaian antara dokumen Dokumen Evaluasi Diri (DED) dengan implementasi nyata penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi di Program Studi Ekonomi Pembangunan. Pelaksanaan asesmen dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas, Ketua dan Sekretaris Program Studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta perwakilan dari Kantor Penjaminan Mutu (KPM). Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen institusi dalam menjaga serta meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan. Selama dua hari pelaksanaan asesmen, Tim Asesor yang terdiri dari Amirullah Setya Hardi, S.E., Cand.Oecon., Ph.D. dari Universitas Gajah Mada dan Drs. Hefrizal Handra M.Soc.Sc., P.h D dari Universitas Andalas melakukan penelaahan dokumen, pendalaman data, serta sesi klarifikasi dan wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan. Proses ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai tata kelola program studi, ketersediaan sumber daya, pelaksanaan pembelajaran, kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta capaian luaran tridharma perguruan tinggi. Berdasarkan hasil AL, Tim Asesor menyampaikan sejumlah catatan dan rekomendasi strategis bagi Program Studi Ekonomi Pembangunan. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penguatan perumusan dan implementasi Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) agar lebih menonjolkan kekhasan program studi, khususnya dalam konteks penyelenggaraan pendidikan jarak jauh di UT. Selain itu, orientasi global dalam rumusan visi dan tujuan program studi juga didorong untuk diperjelas melalui indikator kinerja yang terukur serta didukung dengan bukti capaian lulusan di tingkat internasional. Penjaminan Mutu dan Peningkatan Berkelanjutan Pelaksanaan Asesmen Lapangan ini menjadi momentum reflektif bagi Program Studi Ekonomi Pembangunan dalam memperkuat budaya mutu. Tindak lanjut atas berbagai masukan dan rekomendasi dari Tim Asesor akan dilaksanakan melalui mekanisme Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dengan pendekatan siklus PPEPP secara konsisten dan terdokumentasi. Dengan terlaksananya AL pada 5–6 Maret 2026, diharapkan Program Studi Ekonomi Pembangunan semakin mantap dan konsisten dalam menjalankan komitmen peningkatan mutu berkelanjutan serta menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.[Muhammad Rafy Zildan S. E]