Asesmen Lapangan Jadi Langkah Penguatan Mutu Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis UT

Universitas Terbuka (UT) menerima kunjungan asesmen lapangan untuk Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis pada tanggal 19 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari proses akreditasi program studi untuk menilai mutu penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan tata kelola akademik. Asesmen lapangan berlangsung di Ruang Rasamala, Wisma 2 Universitas Terbuka, dan dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta pihak-pihak terkait lainnya. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. selaku Rektor Universitas Terbuka yang dalam sambutannya menyampaikan komitmen UT untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui penguatan tata kelola, pembelajaran, dan layanan akademik. Rektor juga menegaskan bahwa asesmen lapangan menjadi sarana evaluasi sekaligus masukan strategis bagi pengembangan program studi secara berkelanjutan. Tim asesor yang melakukan asesmen lapangan terdiri dari Prof. Dr. Ria Arifianti, S.IP., M.Si. dari Universitas Padjadjaran dan Dr. Margaretha Banowati Talim, M.Si. dari Universitas Katolik Parahyangan. Selama asesmen, tim melakukan penelaahan dokumen serta wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperoleh gambaran menyeluruh terkait penyelenggaraan Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis. Dalam sesi penutupan, tim asesor menyampaikan sejumlah catatan dan rekomendasi sebagai bahan pengembangan program studi ke depan. Beberapa poin utama yang menjadi perhatian antara lain perlunya penguatan metode pembelajaran agar lebih mendorong kompetensi mahasiswa, pengembangan mata kuliah praktik yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta evaluasi berkala terhadap materi pembelajaran agar tetap aktual sesuai perkembangan keilmuan dan masukan dari tutor. Selain itu, asesor juga menekankan pentingnya peningkatan dukungan institusi kepada dosen agar dapat lebih fokus menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk mendorong kolaborasi keilmuan serta peningkatan publikasi pada tingkat internasional. Aspek penjaminan mutu internal juga menjadi perhatian, terutama perlunya peninjauan kembali siklus PPEPP pada implementasi standar SPMI. Melalui kegiatan asesmen lapangan ini, Universitas Terbuka berharap Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis dapat terus meningkatkan mutu akademik dan tata kelola, serta memperoleh hasil akreditasi terbaik sesuai target yang diharapkan. [Written By Muhammad Rafy Zildan S.E]
LAMSPAK Laksanakan Asesmen Lapangan pada Program Studi S1 Ilmu Administrasi Negara

Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan asesmen lapangan untuk Program Studi Sarjana Administrasi Negara pada tanggal 8 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium FST, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari proses akreditasi program studi oleh LAMSPAK. Asesmen lapangan yang berlangsung secara luring di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Terbuka ini dibuka secara resmi oleh, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. selaku Rektor Universitas Terbuka. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa asesmen lapangan merupakan bagian penting dalam upaya penjaminan mutu dan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di UT. Kegiatan ini dihadiri oleh para pimpinan universitas, tim akreditasi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta para pemangku kepentingan terkait. Dalam kegiatan tersebut, Tim Asesor yang melakukan asesmen terdapat dua asesor dari LAMSPAK, yakni Dr. Rd Ahmad Buchari, S.IP., M.Si dari Universitas Padjadjaran dan Dr. Drs. Abdul Mahsyar, M.Si. dari Universitas Muhammadiyah Makassar, melakukan asesmen lapangan terhadap penyelenggaraan Program Studi Sarjana Administrasi Bisnis. Selama asesmen berlangsung, para asesor melakukan konfirmasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan program studi, meliputi tata kelola, proses pembelajaran, sistem penilaian, sumber daya manusia, sarana prasarana, penelitian, serta sistem penjaminan mutu. Berdasarkan hasil asesmen, para asesor menyampaikan bahwa secara umum program studi telah menunjukkan kinerja yang baik dalam implementasi pendidikan jarak jauh yang terintegrasi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, asesor memberikan sejumlah catatan sebagai rekomendasi pengembangan ke depan. Beberapa di antaranya adalah perlunya peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan akademik dan kompetisi, penguatan kolaborasi penelitian, optimalisasi kerja sama eksternal, serta peningkatan kualitas sarana pendukung pembelajaran daring, khususnya jaringan internet. Asesor juga menekankan pentingnya penguatan implementasi sistem penjaminan mutu internal sesuai siklus PPEPP agar tata kelola program studi semakin efektif dan berkelanjutan. Menanggapi masukan tersebut, Prof. Rahmat Budiman selaku Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan menyampaikan bahwa Universitas Terbuka terus berupaya meningkatkan layanan akademik melalui pengembangan platform digital, penyediaan sarana pendukung pembelajaran, serta penguatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan. Beliau juga menegaskan bahwa hasil asesmen lapangan ini akan menjadi bahan evaluasi dan refleksi bagi program studi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Melalui pelaksanaan asesmen lapangan ini, diharapkan Program Studi Sarjana Administrasi Bisnis Universitas Terbuka dapat memperoleh hasil terbaik dalam proses akreditasi serta semakin memperkuat komitmennya dalam memberikan pendidikan tinggi yang unggul, inklusif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.[Written By Muhammad Rafy Zildan]
Uji Kualitas Layanan dan Lulusan, Asesor LAMSPAK Bedah Keunggulan Prodi Ilmu Perpustakaan UT

Tangerang Selatan – Universitas Terbuka (UT) resmi menerima kunjungan tim asesor dalam rangka asesmen lapangan untuk Program Studi Sarjana Ilmu Perpustakaan pada Selasa, 5 Mei 2026 bertempat diR. Rasamala – Wisma 2 Kegiatan ini merupakan bagian krusial dari proses akreditasi yang dijalankan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK). Dalam kesempatan ini, hadir tim asesor yang terdiri dari dua asesor yaitu Dr. Jonner Hasugian, M.Si. dan Dr. Suwandi Sumartias, M.Si.. Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., membuka kegiatan dengan menekankan komitmen UT dalam menjaga mutu pendidikan tinggi agar lulusan tetap adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. Selaras dengan hal tersebut, sistem penjaminan mutu di UT dikawal ketat oleh Kantor Penjaminan Mutu (KPM) melalui siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Prof. Imam selaku kepala KPM menyampaikan KPM berperan memastikan standar kualitas diimplementasikan secara konsisten di seluruh unit operasional, termasuk melalui Asesmen Mutu Internal (AMI) berkala. Dalam sesi diskusi, tim asesor menggali keunggulan prodi yang mengintegrasikan teknologi informasi dalam kurikulumnya sesuai karakteristik Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ). Selain itu, dipaparkan pula upaya percepatan kualifikasi doktor bagi dosen serta keterlibatan aktif mahasiswa dalam program MBKM di instansi seperti Perpustakaan Nasional. Sebagai bagian dari rekomendasi, tim asesor menekankan pentingnya sinkronisasi data borang serta penguatan dokumentasi implementasi kerja sama di daerah. Melalui asesmen ini, Universitas Terbuka optimis Prodi Ilmu Perpustakaan dapat terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan menghasilkan lulusan yang profesional serta berdaya saing global. [Written By Muhammad Rafy Zildan S. E]
Menembus Jurnal Global Scopus: Strategi “Out of the Box” Universitas Terbuka Siap Mengelevasi Jurnal Lokal ke Kancah Dunia

Jakarta, 8 – 10 Mei 2026 – Universitas Terbuka (UT) tengah mengambil langkah agresif untuk mendorong tiga jurnal utamanya agar terindeks di basis data bereputasi global, Scopus. Melalui sebuah sesi diskusi dan bimbingan teknis yang komprehensif, para pengelola jurnal tidak hanya diajarkan hal-hal normatif, melainkan diajak untuk berpikir kritis, radikal, dan out of the box dalam mempersiapkan strategi indeksasi. Acara yang berlangsung selama tiga hari pada 8–10 Mei 2026 di Mercure Jakarta Simatupang ini resmi dibuka oleh Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si, selaku Manajer Penjaminan Mutu dan Reputasi Internasional pada Kantor Penjaminan Mutu. Kegiatan ini turut menghadirkan dua pakar dari Universitas Muhammadiyah Magelang sebagai narasumber, yakni Prof. Dr. Ir. Muji Setiyo, S.T. dan Dr. Chrisna Bagus Edhita Praja, S.H., M.H. Melalui pendampingan intensif yang dirancang untuk jangka waktu enam hingga sembilan bulan ke depan, para pengelola jurnal didorong untuk tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga mampu “menjual kualitas” dengan menonjolkan keunikan (uniqueness) yang menjadi ciri khas jurnal di tengah persaingan jurnal internasional. Sebagai narasumber utama, Prof. Muji Setiyo menegaskan bahwa pengelolaan jurnal menuju taraf internasional tidak lagi bisa dilakukan dengan cara-cara konvensional. Beliau menekankan bahwa menembus indeksasi Scopus memerlukan strategi yang luar biasa dan di luar standar umum. “Upaya yang biasa saja tidak akan cukup untuk menembus Scopus,” tegasnya di hadapan para pengelola. Menurutnya, pengelola jurnal harus berani melakukan terobosan ekstrem karena jurnal dengan kualitas rata-rata akan sulit untuk diterima di level tersebut. Lebih lanjut, Prof. Muji menekankan pentingnya keberanian pengelola jurnal untuk keluar dari pola pengelolaan yang konvensional agar mampu bersaing di tingkat internasional. Menurut beliau, jurnal yang hanya berfokus pada ruang lingkup nasional akan sulit berkembang dan kurang memiliki daya tarik di tingkat global. Sementara itu, Dr. Chrisna Bagus menyoroti pentingnya evaluasi kualitas bahasa Inggris pada situs web jurnal guna menghindari penggunaan terjemahan yang kaku dan berpotensi memengaruhi hasil penilaian indeksasi. Selain itu, beliau juga menyarankan agar jurnal memiliki tampilan visual yang khas serta menyajikan informasi statistik jurnal secara transparan, seperti tingkat penerimaan artikel (acceptance rate), pada laman utama jurnal. Sebagai luaran dari kegiatan Workshop Indeksasi Jurnal tanggal 08–10 Mei 2026, terdapat tiga jurnal ilmiah Universitas Terbuka yang berhasil melakukan pengajuan (submission) ke Scopus melalui domain Scopus. Adapun jurnal yang telah melakukan submission adalah: 1. International Journal of English Language and Pedagogy (IJELP) 2. Jurnal Pendidikan (JP) 3. Jurnal Matematika Sains dan Teknologi (JMST) Seluruh submission diterima (Submission Received) pada tanggal 09 Mei 2026. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kegiatan workshop memberikan dampak nyata terhadap percepatan proses internasionalisasi jurnal ilmiah Universitas Terbuka serta peningkatan kesiapan jurnal menuju indeksasi bereputasi internasional. Hal tersebut menjadi salah satu poin utama yang disampaikan pada penutupan rangkaian kegiatan workshop di hari ketiga. [Ditulis oleh : Agung Pratama, S.Kom.]
S1 Sastra Inggris FHISIP Optimistis Raih Hasil Terbaik dalam Asesmen Lapangan BAN-PT

Tangerang Selatan, 4 Mei 2026 – Program Studi S1 Sastra Inggris Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) sebagai bagian dari proses akreditasi yang dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). AL dilaksanakan bertempat di ruang Auditorium FST. Pelaksanaan asesmen lapangan diawali dengan sambutan pembuka oleh Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. selaku Rektor, yang menegaskan komitmen universitas dalam meningkatkan mutu pendidikan serta mendorong program studi untuk terus berkembang dan mencapai predikat unggul. Kegiatan asesmen lapangan ini dilaksanakan oleh tim asesor BAN-PT, yaitu Prof. Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, S.S., M.Hum. dari Universitas Udayana dan Dr. Adi Sutrisno dari Universitas Gadjah Mada. Dalam pelaksanaannya, Tim Asesor melakukan konfirmasi data dan dokumen terhadap pemenuhan indikator AL, wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan, serta peninjauan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran. Berdasarkan hasil asesmen, Program Studi S1 Sastra Inggris menunjukkan sejumlah capaian positif, khususnya pada indikator infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta ketersediaan bahan ajar yang dinilai sangat baik. Selain itu, para pemangku kepentingan, termasuk mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, dan tenaga kependidikan, memberikan kesan yang sangat positif terhadap layanan dan fasilitas yang disediakan oleh Universitas Terbuka. Meski demikian, Tim Asesor juga memberikan sejumlah masukan strategis sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu berkelanjutan. Program studi didorong untuk mengembangkan sistem evaluasi ketercapaian visi secara lebih terukur serta mengoptimalkan pemanfaatan hasil tracer study, tidak hanya sebagai bahan evaluasi, tetapi juga sebagai dasar penyempurnaan visi, misi, kurikulum, dan profil lulusan yang meningkatkan kompetensi lulusan. Selain itu, penguatan dalam indikator tata kelola menjadi perhatian melalui integrasi sistem informasi yang terpadu serta penyusunan mekanisme pemetaan awal kemampuan bahasa Inggris mahasiswa. Program studi juga diharapkan dapat mengembangkan diferensiasi layanan bagi mahasiswa, termasuk peningkatan aksesibilitas bagi mahasiswa berkebutuhan khusus. Dalam indikator sumber daya manusia, diperlukan upaya berkelanjutan dalam peningkatan kualifikasi dan kompetensi profesional dosen, pengelolaan beban kerja yang lebih proporsional, serta penyusunan roadmap pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang jelas dan terarah. Di bidang akademik, pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA), penguatan suasana akademik, serta peningkatan produktivitas karya ilmiah dosen menjadi hal yang perlu mendapat perhatian signifikan. Lebih lanjut, integrasi antara kegiatan penelitian dan pembelajaran, serta pengembangan pengabdian kepada masyarakat berbasis keilmuan yang didukung oleh sistem monitoring yang terintegrasi, juga menjadi bagian penting dalam peningkatan Kualitas Tridharma Perguruan Tinggi. Peran strategis Kantor Penjaminan Mutu (KPM) dalam membangun dan menjaga budaya mutu melalui implementasi siklus PPEPP secara konsisten.dalam akreditasi Secara umum, pelaksanaan asesmen lapangan berlangsung dengan lancar dan menunjukkan komitmen kuat dari seluruh pihak dalam mendukung peningkatan mutu Program Studi S1 Sastra Inggris pada FHISIP. Diharapkan, melalui proses ini, program studi dapat terus berbenah dan meraih hasil akreditasi terbaik. [Written by Muhammad Rafy Zildan]
Menuju Akreditasi Unggul, S1 Manajemen UT Sukses Jalani Asesmen Lapangan

Tangerang Selatan, 27-28 April 2026 — Program Studi S1 Manajemen Universitas Terbuka telah melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan pada tanggal 27–28 April 2026 yang bertempat di Ruang Rasamala, Wisma 2 Universitas Terbuka. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses akreditasi yang dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) guna menilai mutu akademik dan tata kelola program studi secara komprehensif. Kegiatan ini menghadirkan dua asesor, yaitu Prof. Dr. Ratni Prima Lita, S.E., M.M. dari Universitas Andalas dan Prof. Dr. Dyah Kusumastuti, M.Sc. dari Universitas Sangga Buana. Asesmen diawali dengan sambutan Rektor Universitas, Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si yang disampaikan secara daring melalui Zoom Meeting, yang menegaskan komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi berbasis pembelajaran jarak jauh. Selama asesmen berlangsung, dilakukan pemaparan capaian kinerja program studi serta diskusi terkait penguatan sistem akademik, tata kelola, dan pengelolaan sumber daya. Secara umum, asesor menilai bahwa kinerja institusi telah berjalan dengan baik, didukung oleh sistem yang terstruktur serta implementasi pembelajaran jarak jauh yang adaptif dan terintegrasi. Asesor menyampaikan sebagai bagian dari penguatan ke depan, antara lain pentingnya penguatan nilai organisasi sebagai dasar strategi pengembangan, peningkatan kualitas dan produktivitas penelitian dosen, serta optimalisasi proses pembelajaran dan evaluasi mutu secara berkelanjutan. Selain itu, pengelolaan mahasiswa dan tata pamong dinilai telah berjalan efektif dan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan akses pendidikan. Dalam sesi diskusi, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. dan Kemahasiswaan menyampaikan bahwa berbagai upaya peningkatan kualitas terus dilakukan, termasuk pembinaan penelitian dosen, pemetaan studi lanjut, serta penguatan indikator kinerja utama (KPI) secara sistematis. Asesmen lapangan ini menjadi momentum refleksi bagi Program Studi S1 Manajemen dalam memperkuat budaya mutu dan peningkatan berkelanjutan. Tim Asesor menegaskan pentingnya peran sistem penjaminan mutu internal dalam memastikan seluruh rekomendasi hasil asesmen ditindaklanjuti secara sistematis. Sebagai penutup, kegiatan Asesmen Lapangan telah menghasilkan rekomendasi strategis yang diharapkan dapat mendorong Program Studi S1 Manajemen Universitas Terbuka untuk terus berkembang dan meningkatkan daya saingnya pada tingkat nasional dan internasional. [Written by Muhammad Rafy Zildan]
Penguatan Mutu Perguruan Tinggi melalui Sosialisasi IAPT 4.1 dan IAPS 5.1 di Universitas Terbuka

Tangerang Selatan, 21 April 2026 — Universitas Terbuka menggelar kegiatan sosialisasi terkait kebijakan akreditasi terbaru bagi perguruan tinggi dan program studi. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan serta perwakilan unit kerja sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Dr. Slamet Wahyudi S.T. M.T. yang merupakan anggota dewa eksekutif BAN-PT sebagai narasumber dan Dr. Ake Wihadanto, S.E., M.T. sebagai moderator dalam kegiatan ini yang dilaksanakan di UTCC (Universitas Terbuka Convention Center) Kegiatan tersebut dibuka oleh Dr. Kurnia Endah Riana, S.E., M.Com. Dalam kegiatan tersebut disampaikan pentingnya kesiapan seluruh unit dalam menghadapi dinamika kebijakan akreditasi yang terus berkembang. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya fokus pada pemenuhan dokumen, tetapi juga pada penguatan implementasi sistem penjaminan mutu secara konsisten. Sosialisasi ini juga memaparkan gambaran umum mengenai sistem akreditasi terbaru, termasuk penekanan pada penilaian berbasis kinerja dan data. Selain itu, dibahas pula mekanisme evaluasi akreditasi yang kini lebih adaptif serta mendorong perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kualitas secara berkelanjutan. Beberapa poin penting yang menjadi perhatian antara lain penguatan budaya mutu, peningkatan relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, serta optimalisasi pengelolaan data akademik. Hal ini menjadi bagian dari upaya untuk mendorong perguruan tinggi mencapai status akreditasi yang lebih baik. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab, di mana peserta menyampaikan berbagai pertanyaan serta tantangan yang dihadapi dalam proses akreditasi. Melalui forum ini, diharapkan terbangun pemahaman yang selaras serta komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas institusi. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Terbuka menegaskan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi. [Muhammad Rafy Zildan S. E]
Perkuat Kualitas Lulusan, Asesor Soroti Kesenjangan Kualitas Tutor dan Akurasi Modul pada AL Prodi Data Sains UT

Tangerang Selatan – Program Studi (Prodi) Data Sains Universitas Terbuka (UT) menjalani proses Asesmen Lapangan (AL) sebagai bagian dari komitmen penjaminan kualitas pendidikan tinggi. Prodi Sains Data termasuk dalam cakupan LAMINFOKOM, Dalam kegiatan yang berlangsung pada 31 Maret 2026 tersebut, tim asesor LAMINFOKOM memberikan berbagai catatan strategis mulai dari apresiasi terhadap bahan ajar hingga penguatan sarana pendukung berbasis teknologi cloud. Tim Asesor yang bertugas adalah Prof. Dr. Ir. R. Rizal Isnanto, S.T, M.M., M.T., IPU, ASEAN Eng. dan Prof. Dr. Kusrini, M. Kom. Kegiatan ini berangsung di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi) dan dibuka oleh. Rektor Universitas Terbuka. Apresiasi Kesiapan Bahan Ajar dan Posisi Strategis Tim asesor memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan UT dalam menyediakan bahan ajar dan sistem ujian yang terstruktur dengan baik. Hal ini dinilai menunjukkan keseriusan institusi dalam menjaga standar kualitas pendidikan jarak jauh. Selain itu, Prodi Data Sains dinilai memiliki posisi strategis dengan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi, terbukti dari profil mahasiswa yang mayoritas sudah bekerja dan bahkan ada yang telah menempuh jenjang S2 di perguruan tinggi lain. Peningkatan Kualitas Tutor dan Integrasi Sistem Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah adanya kesenjangan (gap) kualitas antara dosen tetap UT dengan para tutor (dosen tidak tetap). Mahasiswa melaporkan adanya masalah kedisiplinan waktu tatap muka serta penguasaan kasus nyata di industri oleh para tutor. Menanggapi hal tersebut, tim asesor menyarankan agar tutor segera diintegrasikan ke dalam Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISMA) agar kinerjanya dapat terpantau secara terpusat oleh fakultas maupun prodi. “Rekrutmen tutor ke depan harus memprioritaskan praktisi data science aktif untuk memperkuat studi kasus nyata di kelas,” tegas tim asesor dalam diskusinya. Audit Konten Modul dan Inovasi Virtual Lab Dalam aspek pembelajaran, ditemukan adanya kesalahan teknis pada beberapa rumus di modul, seperti pada modul Statistika. Sebagai tindak lanjut, prodi berkomitmen untuk segera melakukan audit dan menyediakan mekanisme Errata (koreksi cepat) demi memastikan akurasi materi bagi mahasiswa. Terkait sarana prasarana, meski fasilitas fisik di pusat dinilai sangat baik, aksesibilitas virtual lab di daerah masih menjadi keluhan mahasiswa. Tim asesor merekomendasikan transisi ke solusi Virtual Lab berbasis Cloud atau Virtual Desktop Infrastructure (VDI) yang lebih ringan diakses dari berbagai kondisi jaringan internet di daerah. Diversifikasi Riset dan Portofolio Mahasiswa Di bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PkM), Prodi Data Sains mencatatkan capaian signifikan dengan 28 judul penelitian dalam dua tahun terakhir. Namun, tim asesor mendorong adanya diversifikasi luaran HKI ke arah hak cipta perangkat lunak, algoritma, atau paten, bukan sekadar hak cipta buku. Mahasiswa juga didorong untuk membangun portofolio publik di platform seperti GitHub sebagai bukti kompetensi teknis yang relevan dengan standar industri global. Dalam hal ini, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) memiliki peran strategis dalam mengawal implementasi siklus PPEPP secara konsisten, sehingga akreditasi tidak hanya dipandang sebagai proses penilaian, tetapi sebagai instrumen penguatan mutu berkelanjutan bagi prodi S1 Sains Data. Asesmen Lapangan prodi Sains Data ditutup oleh Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan pada tanggal 1 April 2026. [Written by Muhammad Rafy Zildan S.E]
KPM UT Bahas Persiapan Implementasi Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 4.1

Universitas Terbuka (UT) melalui Kantor Penjaminan Mutu (KPM) menyelenggarakan rapat pembahasan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 4.1 dari BAN-PT pada Kamis, 12 Maret 2026, di Ruang Rapat Meranti, Wisma III. Rapat ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Kerjasama, dan Bisnis. Rapat ini dipimpin oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. ini secara khusus membahas implementasi indikator dan kriteria penilaian dalam IAPT 4.1 sesuai Peraturan BAN-PT Nomor 35 Tahun 2025, yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Dalam bidang pendidikan, pembahasan menitikberatkan pada capaian kompetensi lulusan, termasuk kepemilikan sertifikasi profesional, pengembangan karier, kontribusi inklusif, serta adaptasi global. Target yang ditetapkan antara lain minimal 30% lulusan memiliki sertifikasi atau menunjukkan peningkatan karier serta keterlibatan dalam aktivitas global. Pada bidang penelitian, yang menjadi isu dalam rapat adalah menyoroti pentingnya keterlibatan lulusan dalam riset kolaboratif, relevansi penelitian terhadap kebutuhan industri, serta pemanfaatan teknologi digital seperti big data. Selain itu, peningkatan jumlah lulusan yang berkarier di lembaga riset maupun memperoleh penghargaan penelitian juga menjadi perhatian. Sementara itu, dalam bidang PKM, pembahasan difokuskan pada kontribusi lulusan melalui inovasi berbasis teknologi, keterlibatan dalam program pemberdayaan masyarakat, serta penciptaan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Rapat juga membahas indikator penilaian lain, seperti penguatan data tracer study sebagai dasar evaluasi capaian lulusan. Berdasarkan data tracer study tahun 2023–2025, tingkat partisipasi program studi menunjukkan dinamika, yaitu sebesar 24,76% pada tahun 2023, meningkat menjadi 50,59% pada tahun 2024, dan kembali menurun menjadi 39,83% pada tahun 2025. Hal ini menjadi perhatian dalam upaya peningkatan kualitas dan konsistensi pengumpulan data tracer study ke depan. Selain itu, analisis terhadap penurunan mahasiswa baru, prestasi mahasiswa, serta tingkat keterserapan lulusan dalam dunia kerja menjadi bagian penting dalam evaluasi kinerja perguruan tinggi sesuai indikator IAPT 4.1. Melalui pembahasan ini, UT berkomitmen untuk memastikan kesiapan institusi dalam memenuhi standar akreditasi terbaru sekaligus meningkatkan kualitas lulusan yang kompeten dan berdaya saing global. [Written by Muhammaf Rafy Zildan S.E]
Enam Program Studi UT Raih Akreditasi Unggul, FKIP Dominasi dan Ilmu Pemerintahan Cetak Sejarah

Universitas Terbuka (UT) kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui hasil asesmen lapangan program studi tahun 2026, di mana 6 (enam) program studi berhasil meraih predikat Unggul dari berbagai Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Adapun lembaga akreditasi yang terlibat dalam capaian ini meliputi Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA), serta Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK), yang masing-masing melakukan penilaian sesuai dengan bidang keilmuan program studi. Program studi yang memperoleh predikat Unggul tersebut meliputi Pendidikan Kimia , Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Bahasa Inggris dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Statistika dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta Ilmu Pemerintahan dari Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP). Dari capaian tersebut, FKIP menjadi fakultas dengan jumlah program studi Unggul terbanyak, dengan 4 (empat) program studi yang berhasil meraih predikat tertinggi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Sementara itu, Program Studi Statistika memperoleh predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA). Secara khusus, Program Studi Ilmu Pemerintahan mencatatkan capaian strategis dengan meraih akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK). Capaian ini menjadi tonggak penting, karena Ilmu Pemerintahan UT merupakan program studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) pertama yang berhasil memperoleh predikat Unggul dari LAMSPAK. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif Unit Penjaminan Mutu UT melalui KPM dalam memfasilitasi proses akreditasi, mulai dari pendampingan penyusunan dokumen, koordinasi asesmen lapangan, hingga penguatan implementasi sistem penjaminan mutu internal di setiap program studi. Selain itu, peningkatan mutu program studi di UT dilaksanakan secara berkelanjutan melalui penerapan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Siklus ini memastikan bahwa setiap standar yang ditetapkan tidak hanya dilaksanakan, tetapi juga dievaluasi dan ditingkatkan secara konsisten guna mencapai kualitas pendidikan tinggi yang unggul. UT berkomitmen untuk mempertahankan capaian tersebut sekaligus terus mendorong peningkatan mutu program studi lainnya guna mencapai standar akreditasi tertinggi. [Written by Muhammad Rafy Zildan S.E]