Palangkaraya – Universitas Terbuka (UT) Daerah Palangkaraya menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam pelaksanaan Asesmen Mutu Internal Bidang Pendidikan Jarak Jauh (AMI MPJJ) yang dilaksanakan 28-29 juli tahun 2026.
AMI MPJJ di Universitas Terbuka merupakan kegiatan asesmen dan evaluasi berkala yang diselenggarakan setiap tahun oleh Kantor Penjaminan Mutu (KPN) untuk memastikan tata kelola, layanan akademik, serta operasional PJJ di UT daerah berjalan efektif sesuai standar. AMI MPJJ juga merupakan langkah strategis KPM untuk meningkatkan kinerja institusi sekaligus mewujudkan transparansi dalam tata kelola layanan akademik maupun non-akademik di seluruh UT daerah.
Pelaksanaan AMI MPJJ di UT daerah Palangka Raya bertempat di ruang sidang Lantai 2. Adapun Tim Asesor yang melakukan asesmen Adalah Drs. Jamaludin, M.Si. dan Deri Aswar, S.E., M.Ak. serta disupervisi oleh Kepala KPM, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd.

Tujuan dan fokus AMI MPJJ di UT Palangka Raya adalah: 1) mengevaluasi tata kelola, dengan memeriksa praktik manajemen internal di unit atau sentra layanan UT; 2) memastikan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) standar mutu penyelenggaraan pendidikan jarak jauh berjalan baik sesuai standar dan prosedur yang berlaku; 3) memverifikasi kesesuaian dokumen dengan praktik nyata pengelolaan PJJ.
Hasil AMI MPJJ ini diharapkan menjadi dasar bagi UT Palangkaraya dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan mutu secara berkelanjutan. Dengan komitmen terhadap sistem penjaminan mutu internal, UT Palangkaraya diharapkan dapat terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang berkualitas, inklusif, dan adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa di wilayah Palangka Raya.

Hasil asesmen lapangan AMI MPJJ menunjukkan bahwa tata kelola, layanan akademik, serta operasional PJJ di UT Palangka Raya secara umum telah berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat beberapa area yang memerlukan peningkatan untuk mencapai standar yang lebih optimal. Terutama pada beberapa indikator yang masih berkategori cukup perlu menjadi perhatian utama dalam upaya perbaikan berkelanjutan.
