Fokus pada Internasionalisasi dan Prestasi Mahasiswa, Prodi PBIN FKIP UT Rampungkan Asesmen Lapangan

Tangerang Selatan — Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBIN) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) telah menuntaskan rangkaian kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka proses akreditasi. Kegiatan yang berlangsung intensif pada 15–16 Desember 2025 di Ruang Sidang FKIP UT ini menjadi momentum strategis untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan fakta penyelenggaraan akademik di lapangan. Pelaksanaan asesmen ini mendapat perhatian serius dari pucuk pimpinan universitas. Hadir secara langsung memberikan dukungan adalah Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, Dekan FKIP beserta jajaran Wakil Dekan, Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM), serta Ketua Program Studi PBIN. Kehadiran para pimpinan ini dinilai oleh tim asesor sebagai bukti kuat komitmen UT dalam menjaga budaya mutu yang berkelanjutan.Dorongan Internasionalisasi dan Harmonisasi Visi Berdasarkan hasil telaah selama dua hari, tim asesor memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan, peraturan, dan pedoman Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) yang dinilai sudah sangat baik. Namun, asesor menyoroti pentingnya internalisasi visi yang lebih merata hingga ke tingkat UT Daerah, serta pelibatan pemangku kepentingan (stakeholders) yang lebih intensif dalam penyusunannya. Di sisi tata pamong, sistem penjaminan mutu internal UT dinilai telah berjalan sangat memadai. Kendati demikian, asesor mendorong Prodi PBIN untuk mulai melangkah ke kancah global. Penguatan kepemimpinan publik melalui kerja sama dengan institusi luar negeri menjadi rekomendasi utama untuk meningkatkan rekognisi prodi. Tanggapan Wakil Rektor I Menanggapi hasil asesmen tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., menekankan bahwa masukan asesor sejalan dengan peta jalan akademik universitas. “Kami melihat catatan asesor ini bukan sekadar evaluasi, melainkan akselerator bagi Prodi PBIN. Poin tentang penguatan jejaring internasional dan kompetensi kewirausahaan lulusan adalah hal yang sangat relevan. Prodi PBIN UT tidak boleh hanya unggul dalam kuantitas mahasiswa, tetapi juga harus memimpin dalam riset kebahasaan dan menghasilkan lulusan yang adaptif serta berdaya saing global,” tegas Prof. Rahmat Budiman. Fokus pada Riset, PKM, dan Inklusivitas Dalam aspek Tridharma Perguruan Tinggi, asesor memberikan catatan khusus terkait peta jalan (roadmap) Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Prodi diharapkan menyusun roadmap yang spesifik menonjolkan kekhasan keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Selain itu, partisipasi dosen dalam riset dan PKM perlu didorong agar lebih merata, termasuk melibatkan dosen mandiri, guna menghindari kesenjangan produktivitas. Asesor juga memberikan perspektif menarik terkait inklusivitas. Visualisasi media publikasi prodi disarankan untuk lebih mencerminkan kesetaraan gender sebagai bagian dari komitmen sosial institusi. Di sisi lain, meski infrastruktur dan pendanaan dinilai mapan, prodi didorong untuk lebih agresif mencari sumber pendanaan eksternal (hibah kompetitif) untuk mendukung keberlanjutan riset. Penguatan Prestasi dan Kreativitas Mahasiswa Pada aspek kemahasiswaan, tingginya animo mahasiswa yang melebihi daya tampung diapresiasi sebagai bukti kepercayaan publik. Namun, hal ini membawa tantangan tersendiri dalam penyediaan wadah pengembangan minat dan bakat. Asesor merekomendasikan adanya ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkreasi guna mendongkrak indeks kumulatif karya dan prestasi mahasiswa yang saat ini dinilai masih perlu ditingkatkan. Pendampingan intensif terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan hak paten, serta penanaman jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) dalam kurikulum, diharapkan dapat memperkaya profil lulusan PBIN UT di masa depan. Melalui asesmen lapangan ini, Prodi PBIN FKIP UT berkomitmen untuk segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi guna memastikan layanan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman dan standar mutu nasional. Melalui pelaksanaan asesmen lapangan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Terbuka diharapkan dapat terus melakukan perbaikan dan penguatan mutu secara berkelanjutan, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja. [Written by Muhammad Rafy Zildan S. E.]

Perkuat Identitas Keilmuan dan Kompetensi Lulusan, Prodi Pendidikan Biologi FKIP UT Tuntaskan Asesmen Lapangan

Tangerang Selatan — Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) telah merampungkan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi yang berlangsung pada 12–13 Desember 2025. Bertempat di Ruang Sidang FKIP UT, kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk memverifikasi kesesuaian Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan realitas tata kelola dan akademik di lapangan. Kehadiran jajaran pimpinan tertinggi Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. didampigi Wakil Rektor I, II, III dan Wakil Rektor IV, serta Dekan FKIP beserta jajaran para Wakil Dekan dan Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM), menegaskan dukungan penuh institusi terhadap proses penjaminan mutu ini. Sinergi pimpinan universitas dan fakultas ini dinilai asesor sebagai modal kuat dalam pengembangan program studi ke depan. Kehadiran pimpinan universitas, fakultas, dan unit penjaminan mutu menunjukkan dukungan dan komitmen penuh terhadap pelaksanaan asesmen lapangan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan. Selama kegiatan berlangsung, asesor melakukan rangkaian verifikasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan program studi, mulai dari tata kelola, pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, hingga dukungan sumber daya dan layanan pembelajaran. Catatan dan Rekomendasi Asesmen Lapangan Sorotan Strategis Asesor: Dari Identitas hingga Kompetensi Digital Dalam sesi penyampaian umpan balik, tim asesor memberikan apresiasi atas tata pamong yang telah berjalan sesuai fungsi. Namun, sejumlah catatan konstruktif disampaikan untuk mengakselerasi kualitas Prodi Pendidikan Biologi. Salah satu sorotan utama adalah perlunya penajaman visi keilmuan. Asesor mendorong agar ciri khas atau uniqueness Prodi Pendidikan Biologi UT lebih dipertegas, sehingga memiliki diferensiasi yang kuat dibandingkan prodi sejenis di perguruan tinggi lain. Selain itu, aspek Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi perhatian khusus. Asesor menyarankan adanya pemetaan (roadmap) keahlian dosen yang lebih presisi. Hal ini penting agar studi lanjut doktoral (S3) para dosen dapat mengisi kekosongan kepakaran yang dibutuhkan prodi, serta menghindari penumpukan keahlian di satu bidang tertentu. Penguatan Kompetensi Mahasiswa dan Alumni Di sisi pembelajaran dan kemahasiswaan, asesor menekankan urgensi literasi digital. Mahasiswa perlu mendapatkan pendalaman pemanfaatan teknologi, mulai dari penguasaan perangkat lunak produktivitas hingga optimalisasi Learning Management System (LMS). Penempatan mata kuliah berbasis digital disarankan untuk ditarik ke semester awal guna membekali mahasiswa sejak dini. Masukan dari pengguna lulusan (user) juga menjadi catatan penting. Alumni diharapkan tidak hanya kuat secara teoretis, tetapi juga dibekali soft skills dan kemampuan Bahasa Inggris yang mumpuni. Merespons hal ini, mahasiswa turut mengusulkan penambahan porsi mata kuliah praktikum untuk memperkuat kompetensi aplikatif mereka. Melalui asesmen lapangan ini, Program Studi Pendidikan Biologi diharapkan dapat menjadikan seluruh catatan dan rekomendasi sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam rangka peningkatan mutu akademik dan tata kelola, serta pemenuhan standar akreditasi yang ditetapkan. [Written by Muhammad Rafy Zildan S. E.]

Asesmen Lapangan LAMDIK: Prodi Teknologi Pendidikan Jalani Verifikasi Mutu Akademik

Tangerang Selatan — Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Terbuka (UT) melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) sebagai bagian dari proses akreditasi dan penjaminan mutu pendidikan tinggi. Kegiatan ini berlangsung pada 5–6 Desember 2025 dan bertujuan untuk menilai kesesuaian antara Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi faktual penyelenggaraan program studi di lapangan. Asesmen lapangan dilaksanakan oleh Prof. Dr. Drs. Darmansyah, ST., M.Pd. dan Dr. Utari Dewi, S.Sn., M.Pd. selaku asesor LAMDIK, yang melakukan verifikasi dan validasi data secara komprehensif pada program studi Teknologi Pendidikan yang diketuai oleh Dra. Marisa, M.Pd. Kehadiran asesor mencerminkan komitmen LAMDIK dalam memastikan proses akreditasi berjalan objektif, transparan, dan akuntabel. Kegiatan asesmen dibuka oleh Rektor Universitas Terbuka  Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. dihadiri dan didampingi oleh jajaran pimpinan lainnya Prof. Rahmat Budiman, Ph.D. – Wakil Rektor I, Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si. – Wakil Rektor III, Dr. Hendrian, S.E., M.Si. – Wakil Rektor IV. Selain itu, Dekan FKIP Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc. dan para Wakil Dekan FKIP Dr. Heni Safitri, S.Pd., M.Si. (Wakil Dekan bidang Akademik), Dra. Isti Rokhiyah, M.A., Ph.D. (Wakil Dekan bidang Keuangan, SDM, dan Umum), Dr. Mukti Amini, M.Pd. (Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan, Layanan Pembelajaran, dan Kerja Sama). Kehadiran seluruh pimpinan universitas dan unit pendukung memperlihatkan dukungan penuh terhadap peningkatan mutu Prodi Teknologi Pendidikan. Selama pelaksanaan asesmen, asesor melakukan serangkaian kegiatan yang meliputi penelaahan dokumen akademik dan nonakademik, evaluasi kurikulum, pemeriksaan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran, serta wawancara dengan pimpinan program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni. Proses ini dilakukan untuk memastikan keselarasan antara data yang dilaporkan dalam LED dengan kondisi nyata di lapangan. Berdasarkan hasil asesmen lapangan, asesor LAMDIK memberikan sejumlah catatan positif terhadap Program Studi Teknologi Pendidikan. Visi, Misi, Strategi, dan Tujuan (VMST) dinilai telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, bersifat realistis, serta memiliki relevansi yang kuat dengan Unit Pengelola Program Studi (UPPS). Selain itu, visi program studi juga dinilai memiliki keunikan keilmuan yang menjadi ciri khas Prodi Teknologi Pendidikan. Dari aspek tata pamong, UPPS dinilai telah menunjukkan kepemimpinan yang baik dan efektif dalam mendukung penyelenggaraan dan pengembangan program studi. Di samping capaian tersebut, asesor juga menyampaikan beberapa rekomendasi perbaikan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu berkelanjutan. Rekomendasi tersebut mencakup perlunya peninjauan kembali pendataan kerja sama agar lebih akurat dan terdokumentasi secara sistematis, penyempurnaan dokumen kurikulum agar sepenuhnya sesuai dengan ketentuan, serta penguatan dan pelengkapan data penelitian pada Kriteria 7. Selain itu, prestasi mahasiswa perlu terus dikawal dan ditingkatkan sebagai bagian dari capaian kinerja akademik program studi. Menanggapi hasil asesmen tersebut, pimpinan Program Studi Teknologi Pendidikan bersama unit penjaminan mutu menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh catatan dan rekomendasi yang diberikan. Asesmen lapangan ini dipandang tidak hanya sebagai proses evaluasi, tetapi juga sebagai momentum refleksi dan perbaikan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kualitas akademik, tata kelola, dan daya saing lulusan. Selanjutnya, hasil asesmen lapangan akan dirumuskan dalam Berita Acara resmi oleh asesor dan disampaikan kepada LAMDIK untuk proses penilaian lebih lanjut. Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Terbuka berharap hasil akreditasi yang diperoleh dapat mencerminkan komitmen kuat terhadap mutu pendidikan tinggi dan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Prodi Teknologi Pendidikan berharap dapat memenuhi standar LAMDIK dan meraih peringkat akreditasi UNGGUL sebagai bukti komitmen terhadap mutu pendidikan.

Asesmen Lapangan LAMDIK di Prodi MPAD: Kolaborasi Kuat untuk Memastikan Mutu Pendidikan

Tangerang Selatan — Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini (MPAD)Sekolah Pascasarjana FKIP Universitas Terbuka (UT) menjadi salah satu prodi yang menjalani proses penting dalam siklus penjaminan mutu, yakni Asesmen Lapangan (AL) oleh LAMDIK, yang diselenggarakan pada 2-3 Desember 2025 Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang FKIP dan menjadi forum evaluasi mendalam terhadap penyelenggaraan akademik MPAD. Sejak pagi, rangkaian asesmen dibuka dengan sambutan dari Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. ditemani oleh para Wakil Rektor, Beliau menekankan bahwa asesmen bukan sekadar tahapan menuju akreditasi, melainkan instrumen strategis untuk memastikan bahwa proses akademik berjalan dengan standar kualitas terbaik. Kehadiran Pimpinan Menguatkan Komitmen Mutu Pelaksanaan AL mendapat dukungan penuh dari pimpinan universitas dan fakultas. Hadir dalam kegiatan tersebut dari pascasarjana dan fakultas turut menyertai:  Beserta jajaran para Wakil Dekan dan Wakil Direktur Selain itu, beberapa unit strategis UT juga hadir memberikan dukungan teknis, termasuk Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. (Kepala KPM), Dr. Sri Sediyaningsih (Kepala Puslata), dan Dr. Ake Wihadanto (Sekretaris MWA). Tim Prodi MPAD, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa dan alumni turut berperan aktif selama kegiatan. Asesor LAMDIK Lakukan Verifikasi Menyeluruh Proses asesmen berjalan intensif melalui beberapa tahapan evaluasi. Tim asesor melakukan: Verifikasi implementasi kurikulum dan proses pembelajaran Setiap sesi didesain untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai bagaimana Prodi MPAD mengelola kegiatan akademik dan memastikan layanan pendidikan tetap terjaga mutunya. Catatan Asesor: Visi Kuat & Tata Kelola Baik Setelah rangkaian verifikasi, tim asesor memberikan sejumlah catatan positif. Mereka menilai bahwa: Catatan ini menunjukkan bahwa MPAD berada di jalur yang tepat dalam pengembangan mutu. Rekomendasi Asesor untuk Penguatan Ke Depan Asesor juga menyampaikan beberapa rekomendasi strategis, yaitu: Temuan dan rekomendasi tersebut menjadi perhatian penting bagi prodi untuk ditindaklanjuti secara berkelanjutan. AL sebagai Ruang Refleksi Bersama Dekan FKIP, Prof. Dr. Ucu Rahayu, menegaskan bahwa asesmen seperti ini membawa manfaat lebih luas daripada sekadar pemenuhan persyaratan akreditasi. “AL menjadi kesempatan bagi kami untuk meninjau kembali efektivitas pembelajaran dan tata kelola, sekaligus memperkuat budaya mutu di lingkungan prodi,” ujarnya. Sentimen serupa juga disampaikan tim prodi dan fakultas yang memandang asesmen ini sebagai ruang refleksi menyeluruh untuk meningkatkan kualitas layanan akademik. (Muhammad Rafy Zildan, S.E.)

Targetkan Hasil Terbaik, Prodi Pendidikan Fisika FKIP UT Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK dengan Kesiapan Prima

Tangerang Selatan – Program Studi Sarjana (S-1) Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT), baru saja merampungkan agenda krusial dalam siklus penjaminan mutu eksternal. Selama dua hari, tepatnya pada 26 dan 27 November 2025, Prodi Pendidikan Fisika melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) dengan kesiapan maksimal sebagai bagian dari proses akreditasi. Kegiatan yang berpusat di Ruang Sidang 2 FKIP ini dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Suasana pembukaan berlangsung khidmat, dibuka secara resmi langsung oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si.. Dukungan Penuh Pimpinan Universitas Salah satu poin istimewa dalam asesmen kali ini adalah hadirnya dukungan penuh dari jajaran pimpinan puncak UT, yang menunjukkan komitmen institusi terhadap mutu pendidikan. Selain Rektor, turut hadir mendampingi jalannya kegiatan antara lain: Kehadiran unit penjaminan mutu beserta seluruh jajaran prodi, dosen, staf, dan perwakilan mahasiswa menegaskan soliditas tim dalam menghadapi asesmen ini. Potret Komprehensif Kualitas Akademik Penilaian dilakukan secara mendalam oleh tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Fokus evaluasi mencakup spektrum luas, mulai dari dokumen administratif seperti Laporan Evaluasi Diri (LED), kualitas kurikulum, hingga kualifikasi sumber daya manusia. Asesor juga meninjau proses pembelajaran, sarana dan prasarana pendukung, serta sistem manajemen akademik yang diterapkan. Proses verifikasi dilakukan melalui wawancara dengan dosen, staf, serta mahasiswa/alumni, dan peninjauan fasilitas secara langsung. Setelah seluruh data diverifikasi, tim asesor menyusun laporan hasil asesmen untuk diajukan ke lembaga akreditasi. Lebih dari Sekadar Formalitas Dalam sambutannya, pimpinan fakultas menegaskan bahwa asesmen ini dimaknai lebih dari sekadar formalitas untuk mendapatkan sertifikat akreditasi. “Ini adalah momentum untuk mengevaluasi dan memperbaiki sistem pembelajaran, layanan akademik, dan kualitas lulusan,” ujar pimpinan fakultas. Melalui proses ini, diharapkan Prodi Pendidikan Fisika tidak hanya memperkuat reputasinya, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing lulusan di tengah masyarakat. Harapan Menuju Akreditasi Unggul Seluruh sivitas akademika FKIP menaruh harapan besar agar Asesmen Lapangan ini membuahkan hasil manis tanpa temuan serius. Target utamanya adalah meraih predikat akreditasi sesuai standar tertinggi. Hal ini menjadi wujud nyata komitmen UT terhadap budaya mutu, transparansi, dan peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan. Hasil akhir dari asesmen ini akan diumumkan setelah seluruh tahapan evaluasi dari LAMDIK selesai. (Written by : Muhammad Rafy Zildan, S.E.)

UT Mantapkan Langkah Akreditasi Internasional untuk FHSIP dan FEB

Tangerang Selatan, 17 Oktober 2025 – Universitas Terbuka (UT) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu dan daya saing program studi melalui upaya meraih akreditasi internasional. Dalam rapat koordinasi yang berlangsung secara daring, tim dari Fakultas Hukum, Sosial, dan Ilmu Politik (FHSIP) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) membahas perkembangan, tantangan, serta strategi menuju pencapaian standar akreditasi global. Rapat yang dipimpin oleh Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si. tersebut menyoroti pentingnya kesiapan akademik dan administratif di setiap program studi. Diskusi melibatkan sejumlah pimpinan dan dosen yang aktif dalam proses akreditasi, termasuk Dr. Della Raymena Jovanka, S.Pd., M.Si., Dr. Irsanti Widuri Asih, S.Sos., M.Si., dan Ratna Marta Dhewi, S.E., M.Acc., Ak. Dalam pertemuan tersebut, tim membahas rencana akreditasi internasional untuk prodi di FHISIP dan FEB melaui lembaga AHPGS dan IACBE yang akan kita mulaii tahun 2026, menggantikan lembaga akreditasi sebelumnya, ACQUIN. Pengajuan akreditasi ke ACQUIN ditunda dan tidak lagi digunakan karena ketentuan regulasi dan kesepakatan pimpinan. “Proses akreditasi internasional merupakan langkah strategis menuju pengakuan global. Namun, setiap tahapan harus ditempuh dengan cermat dan sesuai prosedur,” ujar Dr. Rini Dwiyani. Dr. Della Raymena sebagai Staf Ahli Bidang Penjaminan Mutu dan Akreditasi UT menambahkan bahwa secara langsung, keberhasilan memperoleh akreditasi internasional pada tingkat program studi maupun institusi merupakan bukti nyata capaian IKU 8 yang diatur oleh Kemendikbudristek. Namun demikian, akreditasi internasional bukan hanya target administratif untuk memenuhi IKU, tetapi merupakan “strategi transformasi mutu UT yang memastikan bahwa setiap aspek penyelenggaraan pendidikan jarak jauh memenuhi standar global, relevan dengan kebutuhan industry” tuturnya. Melalui langkah konsisten ini, UT berharap dapat meningkatkan jumlah program studi berakreditasi internasional sekaligus memperkuat reputasi di tingkat global. Capaian ini diharapkan menjadi bukti nyata kesungguhan UT dalam menghadirkan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang diakui secara internasional. [Written by Muhammad Rafy Zildan]

Pengumuman Pelaksanaan Perpanjangan Akreditasi Melalui Mekanisme Pemantauan

Dalam rangka transformasi dari Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 ke Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, berikut disampaikan hal-hal teknis tindaklanjut pelaksanaan perpanjangan akreditasi melalui mekanisme pemantauan yang perlu dilakukan oleh Perguruan Tinggi maupun Program Studi.Selengkapnya pada Lampiran : ​SURAT EDARANNomor : 1509/BAN-PT/LL/2025

Menuju Akreditasi Unggul: UT Bahas Rencana dan Target Reakreditasi Program Studi Tahun 2025

Jakarta, 9 Oktober 2025 — Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan rapat pengajuan reakreditasi bagi program studi di seluruh fakultas. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna UT ini dibuka oleh Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si. dan dipimpin oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd.  Rapat ini membahas kesiapan dan rencana tindak lanjut masing-masing program studi dalam menghadapi proses reakreditasi. Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. mengatatakan ”Berdasarkan data Kantor Penjaminan Mutu (KPM) prodi yang reakreditasi tahun 2025 dilingkungan UT sebanyak 25 prodi. Terdiri dari FKIP dangan 10 prodi, FST dengan 4 prodi, FHISIP dengan 9 prodi, FEB dengan 1 prodi, dan  Sekolah Pascasarjana dengan 1 prodi.” Dalam kesempatan tersebut, juga dibahas penetapan batas waktu pengajuan reakreditasi serta penyesuaian lembaga akreditasi bagi beberapa program studi, batas penyelesaian pengajuan reakreditasi tiap program studi berbeda-beda, batas pengajuan reakreditasi program studi Ilmu Pemerintahan, Ilmu Perpustakaan, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi dan Ilmu Hukum pada bulan Oktober 2025. Batas Pengajuan dokumen reakreditasi untuk program studi Ilmu Administrasi Bisnis, Sosiologi, dan Perpajakan pada bulan Desember 2025. Program studi FST juga memiliki batas pengajuan reakreditasi yang berbeda-beda, batas pengajuan dokumen reakreditasi untuk Program studi Matematika dan Sains data pada Desember 2025, sedangkan untuk Program studi Statistika dan Biologi batas pengajuan reakreditasi pada November 2025. FEB hanya terdapat 1 program studi yang mengajukan reakreditasi yaitu, program studi Ekonomi Pembangunan yang memiliki batas akhir pengajuan dokumen reakreditasi pada bulan November 2025. Tahun 2025 ini terdapat 6 (enam) program studi mengajukan reakreditasi melalui LAMSPAK, 2 (dua) Program studi mengajukan reakreditasi  ke BAN-PT, 2 (dua) Program studi mengajukan reakreditasi ke LAMEMBA, serta sebanyak 3 (tiga) program studi mengajukan reakreditasi ke LAMSAMA, dan hanya satu program studi mengajukan reakreditasi ke LAMINFOKOM UT menekankan pentingnya setiap program studi untuk menargetkan akreditasi unggul serta senantiasa mengacu pada matrik penilaian BAN-PT sebagai acuan utama dalam proses asesmen. Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu akademik di seluruh program studi guna mendukung pencapaian visi universitas sebagai pendidikan tinggi berkualitas dunia. [Written by Muhammad Rafy Zildan]