Asesmen Lapangan Akreditasi sebagai Upaya Peneguhan Identitas Keilmuan dan Peningkatan Mutu Program Studi Pendidikan Agama Islam FKIP UT

Tangerang Selatan — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) telah merampungkan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi yang berlangsung pada 12–13 Desember 2025. Bertempat di Ruang Sidang FKIP UT, kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk memverifikasi kesesuaian Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan realitas tata kelola dan penyelenggaraan akademik di lapangan. Kehadiran jajaran pimpinan universitas, yaitu Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., didampingi Wakil Rektor I, II, III, dan Wakil Rektor IV, serta Dekan FKIP beserta jajaran Wakil Dekan dan Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM), menegaskan dukungan penuh institusi terhadap proses penjaminan mutu tersebut. Sinergi antara pimpinan universitas dan fakultas ini dinilai oleh tim asesor sebagai modal penting dalam pengembangan Program Studi Pendidikan Agama Islam ke depan. Keterlibatan pimpinan universitas, fakultas, serta unit penjaminan mutu menunjukkan komitmen bersama dalam pelaksanaan asesmen lapangan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan. Selama kegiatan berlangsung, tim asesor melakukan rangkaian verifikasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan program studi, mulai dari tata pamong, pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, hingga dukungan sumber daya dan layanan pembelajaran. Catatan dan Rekomendasi Asesmen Lapangan Tim asesor menekankan pentingnya penegasan visi keilmuan Program Studi Pendidikan Agama Islam yang bersifat komparatif (distingsi) dan kompetitif (ekselensi). Kekhasan atau mazhab keilmuan PAI Universitas Terbuka diharapkan terdistribusi secara jelas dalam struktur dan implementasi kurikulum, tidak terbatas pada mata kuliah PAI yang bersifat konvensional. Asesor memberikan apresiasi terhadap kinerja dosen, tenaga kependidikan, serta pengembangan bahan ajar dan artikel ilmiah, yang diharapkan dapat terus ditingkatkan secara periodik sebagai bagian dari penguatan budaya akademik. Sistem pembelajaran PJJ dinilai telah berjalan dengan baik, namun perlu terus dikembangkan agar mampu membangun kesadaran, karakter, dan sikap (aspek afektif) mahasiswa. Dalam aspek kemahasiswaan, diperlukan penguatan interaksi dan kedekatan akademik melalui pengembangan kegiatan non-akademik untuk menciptakan academic climate yang kondusif bagi mahasiswa PJJ. Selain itu, bahan ajar diharapkan semakin mencerminkan visi dan mazhab keilmuan Program Studi PAI UT. Tata pamong dan tata kelola program studi dinilai telah berjalan baik dan konsisten hingga tingkat UT Daerah. Capaian Pembelajaran Lulusan juga dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat, mencerminkan pendidikan yang dinamis dan organis. Secara prinsip, pendidikan dipandang bukan sekadar proses administratif, melainkan upaya strategis dalam membangun peradaban bangsa. Sorotan Strategis Asesor: Penguatan Identitas Keilmuan dan Karakter Lulusan Dalam sesi penyampaian umpan balik, tim asesor memberikan apresiasi terhadap tata pamong Program Studi Pendidikan Agama Islam yang dinilai telah berjalan sesuai dengan fungsi dan ketentuan yang berlaku. Meski demikian, sejumlah catatan konstruktif disampaikan sebagai upaya penguatan mutu prodi secara berkelanjutan. Salah satu sorotan utama adalah perlunya penajaman identitas dan kekhasan keilmuan Program Studi Pendidikan Agama Islam. Asesor mendorong agar keunikan (uniqueness) prodi semakin dipertegas, khususnya dalam pengembangan keilmuan PAI yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan pendidikan keislaman di era modern. Pada aspek Sumber Daya Manusia (SDM), asesor menekankan pentingnya pemetaan keahlian dosen secara lebih terstruktur. Penyusunan roadmap pengembangan dosen, termasuk studi lanjut doktoral (S3), diharapkan dapat mengisi kebutuhan kepakaran prodi secara proporsional serta menghindari tumpang tindih bidang keahlian. Penguatan Kompetensi Mahasiswa dan Alumni Dalam bidang pembelajaran dan kemahasiswaan, tim asesor menyoroti pentingnya penguatan literasi digital mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam. Mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan pemanfaatan teknologi pembelajaran, baik dalam penggunaan perangkat lunak pendukung pembelajaran maupun optimalisasi Learning Management System (LMS) yang tersedia. Penempatan mata kuliah berbasis teknologi dan digital disarankan untuk diberikan pada semester awal, guna membekali mahasiswa sejak dini. Selain itu, masukan dari pengguna lulusan (user) menegaskan perlunya penguatan soft skills serta kemampuan berbahasa Inggris bagi alumni, agar lulusan PAI memiliki daya saing yang lebih luas. Mahasiswa juga menyampaikan harapan adanya penambahan porsi pembelajaran berbasis praktik guna memperkuat kompetensi aplikatif, khususnya dalam konteks pendidikan dan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Melalui pelaksanaan asesmen lapangan ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam FKIP Universitas Terbuka diharapkan dapat menjadikan seluruh catatan dan rekomendasi asesor sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, dalam rangka peningkatan mutu akademik, tata kelola program studi, serta pemenuhan standar akreditasi yang ditetapkan. [Written by Muhammad Rafy Zildan S. E.]

Mengatasi Kesenjangan Paradigma Penilaian: UT Menginisiasi Adaptasi Instrumen Akreditasi LAMSPAK yang Responsif terhadap Karakteristik PJJ

Tangerang Selatan, 10 Desember 2025 – Dalam upaya memperkuat fondasi penjaminan mutu eksternal pada lanskap pendidikan tinggi yang kian dinamis, Universitas Terbuka (UT) menghelat Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pembahasan Usulan Instrumen PJJ kepada LAMSPAK”. Forum strategis yang diselenggarakan di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi (FST) ini menjadi titik temu krusial antara pimpinan UT, pakar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), dan regulator akreditasi. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh urgensi epistemologis untuk menjembatani kesenjangan antara karakteristik unik model pembelajaran PJJ dengan instrumen akreditasi yang saat ini diterapkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK). Sebagai pelopor PJJ di Indonesia, UT memandang perlu adanya rekontekstualisasi instrumen penilaian agar mampu memotret kinerja dan kualitas program studi PJJ secara presisi, komprehensif, dan berkeadilan. Hadir dalam kegiatan ini para pimpinan UT, ketua Asosiasi Profesi Pendidikan Jarak Jauh Indonesia (APPJJI), dan para pakar akreditasi dan regulasi PJJ. FGD dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik sekaligus Ketua APPJJI , Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Universitas Terbuka telah lebih dari empat dekade menyelenggarakan pendidikan jarak jauh dengan prinsip keterbukaan dan inklusivitas. Karena itu, diperlukan instrumen akreditasi yang benar-benar mencerminkan karakteristik PJJ UT. Kegiatan FGD dipandu oleh Dr. Zainur Hidayah, S.Pi., M.M., yang menjelaskan alur kegiatan serta tujuan utama FGD, yaitu mengkaji kesesuaian standar dan indikator instrumen LAMSPAK dengan regulasi yang mengatur PJJ. Materi utama disampaikan oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., yang menyoroti perlunya penyesuaian indikator agar sesuai dengan karakteristik PJJ. Beliau menekankan bahwa walaupun standar yang ada umumnya sudah relevan, terdapat beberapa indikator yang memerlukan adaptasi. Hal ini merujuk pada berbagai dasar regulasi, seperti: UU No. 20 Tahun 2003, PP No. 39 Tahun 2002, Permendikbud No. 84 Tahun 2017, Permendikbud No. 7 Tahun 2020. Dalam pemaparannya, sejumlah indikator usulan disampaikan, antara lain masa studi, keberhasilan studi, kebijakan penerimaan mahasiswa baru, rasio dosen terhadap mahasiswa aktif, jumlah bimbingan tugas akhir, serta dana operasional pendidikan yang dihitung dari keseluruhan unit penyelenggara layanan mahasiswa UT. FGD menghadirkan narasumber ahli, Prof. Dr. M. R. Khairul Muluk, M.Si., yang memberikan berbagai catatan penting terkait perubahan regulasi, terutama setelah berlakunya Permen 53 Tahun 2023. Beliau menjelaskan bahwa beberapa indikator dapat disesuaikan dan tidak harus menjadi syarat unggul apabila dianggap tidak relevan bagi konteks PJJ UT. Beberapa indikator yang dibahas secara rinci meliputi: Rerata IPK lulusan, Masa studi, Persentase keberhasilan studi, Kebijakan penerimaan mahasiswa baru, Rasio dosen terhadap mahasiswa, Rerata jumlah bimbingan tugas akhir, Dana operasional pendidikan. Prof. Muluk juga menegaskan bahwa beberapa indikator masih dapat dimodifikasi atau diusulkan kembali kepada LAMSPAK dan BAN-PT untuk disesuaikan dengan karakteristik khas PJJ. Ia turut memberikan solusi terhadap beberapa indikator yang berpotensi menjadi beban penilaian, seperti rerata IPK dan keberhasilan studi. Selain itu, disampaikan catatan khusus bagi Program Studi Perpajakan yang wajib melakukan reakreditasi pertama dan tetap dapat meluluskan mahasiswa berdasarkan status akreditasi sementara sesuai ketentuan Permen 53 Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023. Kegiatan FGD ditutup oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh peserta dan narasumber. Rektor UT turut menyerahkan cinderamata kepada Prof. Dr. M. R. Khairul Muluk, M.Si. sebagai bentuk penghargaan atas kesediaan beliau hadir dan memberikan masukan dalam FGD ini. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat landasan penyusunan instrumen akreditasi LAMSPAK yang lebih adil dan sesuai karakteristik Pendidikan Jarak Jauh, serta mendukung komitmen UT dalam menjamin mutu pendidikan tinggi bagi seluruh mahasiswa di Indonesia. Inisiatif strategis ini menegaskan peran Universitas Terbuka tidak hanya sebagai penyelenggara pendidikan, tetapi juga sebagai pemimpin pemikiran (thought leader) dalam pengembanan sistem penjaminan mutu PJJ di Indonesia, memastikan bahwa rekognisi terhadap kualitas akademik berjalan seiring dengan inovasi pembelajaran. [Penulis: Adam Suryapratama, S.Pt.]

Perkuat Komitmen Mutu Pendidikan, Prodi PPKn FKIP UT Jalani Asesmen Lapangan Menuju Akreditasi Unggul

Tangerang Selatan — Universitas Terbuka (UT) kembali membuktikan komitmen seriusnya dalam penjaminan mutu akademik secara berkelanjutan. Kali ini, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di bawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) sebagai tahapan krusial dalam proses akreditasi. Kegiatan ini berlangsung intensif selama dua hari, mulai tanggal 10 hingga 11 Desember 2025, bertempat di Ruang Sidang FKIP Universitas Terbuka. Asesmen lapangan ini merupakan tindak lanjut dari pengajuan dokumen akreditasi, di mana tim asesor melakukan verifikasi dan validasi lapangan untuk mencocokkan data pada Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi faktual di lapangan. Fokus evaluasi mencakup tata kelola program studi, kurikulum, kualitas sumber daya manusia, hingga sarana prasarana penunjang pembelajaran. Dukungan Penuh Pimpinan Universitas Agenda strategis ini mendapatkan atensi penuh dari jajaran pimpinan tinggi universitas. Kehadiran Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. dan lengkap dengan para Wakil Rektor menjadi bukti nyata bahwa penjaminan mutu bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan prioritas utama institusi. Turut hadir memberikan dukungan dalam pembukaan dan pelaksanaan asesmen tersebut adalah Wakil Rektor I, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D.; Wakil Rektor II, Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si.; Wakil Rektor III, Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si.; serta Wakil Rektor IV, Dr. Hendrian, S.E., M.Si. Di tingkat fakultas, Dekan FKIP Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc. memimpin langsung pendampingan didampingi oleh jajaran wakil dekan, yakni Dr. Heni Safitri, S.Pd., M.Si. (WD I), Dr. Mestika Sekarwinahyu, M.Pd. (WD II), dan Dr. Mukti Amini, M.Pd. (WD III). Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM) beserta tim, serta sivitas akademika Prodi PPKn juga hadir untuk memfasilitasi kebutuhan data yang diperlukan oleh asesor. Optimisme dan Budaya Mutu Selama proses asesmen, para asesor melakukan pendalaman terhadap keterlaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi di lingkungan Prodi PPKn. Dialog interaktif dilakukan tidak hanya dengan pimpinan, tetapi juga melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa guna mendapatkan gambaran utuh mengenai ekosistem akademik yang berjalan. Menanggapi pelaksanaan asesmen ini, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim dan dukungan pimpinan universitas. “Asesmen lapangan ini adalah momen pembuktian akuntabilitas akademik kami kepada masyarakat. Kami telah berupaya menyajikan potret tata kelola dan layanan pendidikan terbaik yang selama ini dijalankan oleh Prodi PPKn. Kami optimistis, sinergi antara dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan akan membuahkan hasil akreditasi Unggul yang menjadi standar kualitas FKIP UT,” ujar Prof.Ali di sela-sela kegiatan. Pelaksanaan Asesmen Lapangan ini diharapkan tidak hanya bermuara pada perolehan status akreditasi, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi pengelola program studi. Masukan konstruktif dari para asesor akan menjadi landasan penting dalam upaya perbaikan berkelanjutan (Continuous Quality Improvement) guna mencetak lulusan pendidik Pancasila dan Kewarganegaraan yang kompeten dan berdaya saing tinggi. (Penulis : Muhammad Rafy Zildan, S.E.)

Fokus pada Internasionalisasi dan Prestasi Mahasiswa, Prodi PBIN FKIP UT Rampungkan Asesmen Lapangan

Tangerang Selatan — Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBIN) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) telah menuntaskan rangkaian kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka proses akreditasi. Kegiatan yang berlangsung intensif pada 15–16 Desember 2025 di Ruang Sidang FKIP UT ini menjadi momentum strategis untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan fakta penyelenggaraan akademik di lapangan. Pelaksanaan asesmen ini mendapat perhatian serius dari pucuk pimpinan universitas. Hadir secara langsung memberikan dukungan adalah Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, Dekan FKIP beserta jajaran Wakil Dekan, Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM), serta Ketua Program Studi PBIN. Kehadiran para pimpinan ini dinilai oleh tim asesor sebagai bukti kuat komitmen UT dalam menjaga budaya mutu yang berkelanjutan.Dorongan Internasionalisasi dan Harmonisasi Visi Berdasarkan hasil telaah selama dua hari, tim asesor memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan, peraturan, dan pedoman Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) yang dinilai sudah sangat baik. Namun, asesor menyoroti pentingnya internalisasi visi yang lebih merata hingga ke tingkat UT Daerah, serta pelibatan pemangku kepentingan (stakeholders) yang lebih intensif dalam penyusunannya. Di sisi tata pamong, sistem penjaminan mutu internal UT dinilai telah berjalan sangat memadai. Kendati demikian, asesor mendorong Prodi PBIN untuk mulai melangkah ke kancah global. Penguatan kepemimpinan publik melalui kerja sama dengan institusi luar negeri menjadi rekomendasi utama untuk meningkatkan rekognisi prodi. Tanggapan Wakil Rektor I Menanggapi hasil asesmen tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., menekankan bahwa masukan asesor sejalan dengan peta jalan akademik universitas. “Kami melihat catatan asesor ini bukan sekadar evaluasi, melainkan akselerator bagi Prodi PBIN. Poin tentang penguatan jejaring internasional dan kompetensi kewirausahaan lulusan adalah hal yang sangat relevan. Prodi PBIN UT tidak boleh hanya unggul dalam kuantitas mahasiswa, tetapi juga harus memimpin dalam riset kebahasaan dan menghasilkan lulusan yang adaptif serta berdaya saing global,” tegas Prof. Rahmat Budiman. Fokus pada Riset, PKM, dan Inklusivitas Dalam aspek Tridharma Perguruan Tinggi, asesor memberikan catatan khusus terkait peta jalan (roadmap) Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Prodi diharapkan menyusun roadmap yang spesifik menonjolkan kekhasan keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Selain itu, partisipasi dosen dalam riset dan PKM perlu didorong agar lebih merata, termasuk melibatkan dosen mandiri, guna menghindari kesenjangan produktivitas. Asesor juga memberikan perspektif menarik terkait inklusivitas. Visualisasi media publikasi prodi disarankan untuk lebih mencerminkan kesetaraan gender sebagai bagian dari komitmen sosial institusi. Di sisi lain, meski infrastruktur dan pendanaan dinilai mapan, prodi didorong untuk lebih agresif mencari sumber pendanaan eksternal (hibah kompetitif) untuk mendukung keberlanjutan riset. Penguatan Prestasi dan Kreativitas Mahasiswa Pada aspek kemahasiswaan, tingginya animo mahasiswa yang melebihi daya tampung diapresiasi sebagai bukti kepercayaan publik. Namun, hal ini membawa tantangan tersendiri dalam penyediaan wadah pengembangan minat dan bakat. Asesor merekomendasikan adanya ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkreasi guna mendongkrak indeks kumulatif karya dan prestasi mahasiswa yang saat ini dinilai masih perlu ditingkatkan. Pendampingan intensif terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan hak paten, serta penanaman jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) dalam kurikulum, diharapkan dapat memperkaya profil lulusan PBIN UT di masa depan. Melalui asesmen lapangan ini, Prodi PBIN FKIP UT berkomitmen untuk segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi guna memastikan layanan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman dan standar mutu nasional. Melalui pelaksanaan asesmen lapangan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Terbuka diharapkan dapat terus melakukan perbaikan dan penguatan mutu secara berkelanjutan, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja. [Written by Muhammad Rafy Zildan S. E.]

Perkuat Identitas Keilmuan dan Kompetensi Lulusan, Prodi Pendidikan Biologi FKIP UT Tuntaskan Asesmen Lapangan

Tangerang Selatan — Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) telah merampungkan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi yang berlangsung pada 12–13 Desember 2025. Bertempat di Ruang Sidang FKIP UT, kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk memverifikasi kesesuaian Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan realitas tata kelola dan akademik di lapangan. Kehadiran jajaran pimpinan tertinggi Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. didampigi Wakil Rektor I, II, III dan Wakil Rektor IV, serta Dekan FKIP beserta jajaran para Wakil Dekan dan Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM), menegaskan dukungan penuh institusi terhadap proses penjaminan mutu ini. Sinergi pimpinan universitas dan fakultas ini dinilai asesor sebagai modal kuat dalam pengembangan program studi ke depan. Kehadiran pimpinan universitas, fakultas, dan unit penjaminan mutu menunjukkan dukungan dan komitmen penuh terhadap pelaksanaan asesmen lapangan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan. Selama kegiatan berlangsung, asesor melakukan rangkaian verifikasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan program studi, mulai dari tata kelola, pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, hingga dukungan sumber daya dan layanan pembelajaran. Catatan dan Rekomendasi Asesmen Lapangan Sorotan Strategis Asesor: Dari Identitas hingga Kompetensi Digital Dalam sesi penyampaian umpan balik, tim asesor memberikan apresiasi atas tata pamong yang telah berjalan sesuai fungsi. Namun, sejumlah catatan konstruktif disampaikan untuk mengakselerasi kualitas Prodi Pendidikan Biologi. Salah satu sorotan utama adalah perlunya penajaman visi keilmuan. Asesor mendorong agar ciri khas atau uniqueness Prodi Pendidikan Biologi UT lebih dipertegas, sehingga memiliki diferensiasi yang kuat dibandingkan prodi sejenis di perguruan tinggi lain. Selain itu, aspek Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi perhatian khusus. Asesor menyarankan adanya pemetaan (roadmap) keahlian dosen yang lebih presisi. Hal ini penting agar studi lanjut doktoral (S3) para dosen dapat mengisi kekosongan kepakaran yang dibutuhkan prodi, serta menghindari penumpukan keahlian di satu bidang tertentu. Penguatan Kompetensi Mahasiswa dan Alumni Di sisi pembelajaran dan kemahasiswaan, asesor menekankan urgensi literasi digital. Mahasiswa perlu mendapatkan pendalaman pemanfaatan teknologi, mulai dari penguasaan perangkat lunak produktivitas hingga optimalisasi Learning Management System (LMS). Penempatan mata kuliah berbasis digital disarankan untuk ditarik ke semester awal guna membekali mahasiswa sejak dini. Masukan dari pengguna lulusan (user) juga menjadi catatan penting. Alumni diharapkan tidak hanya kuat secara teoretis, tetapi juga dibekali soft skills dan kemampuan Bahasa Inggris yang mumpuni. Merespons hal ini, mahasiswa turut mengusulkan penambahan porsi mata kuliah praktikum untuk memperkuat kompetensi aplikatif mereka. Melalui asesmen lapangan ini, Program Studi Pendidikan Biologi diharapkan dapat menjadikan seluruh catatan dan rekomendasi sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam rangka peningkatan mutu akademik dan tata kelola, serta pemenuhan standar akreditasi yang ditetapkan. [Written by Muhammad Rafy Zildan S. E.]

Asesmen Lapangan LAMDIK: Prodi Teknologi Pendidikan Jalani Verifikasi Mutu Akademik

Tangerang Selatan — Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Terbuka (UT) melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) sebagai bagian dari proses akreditasi dan penjaminan mutu pendidikan tinggi. Kegiatan ini berlangsung pada 5–6 Desember 2025 dan bertujuan untuk menilai kesesuaian antara Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi faktual penyelenggaraan program studi di lapangan. Asesmen lapangan dilaksanakan oleh Prof. Dr. Drs. Darmansyah, ST., M.Pd. dan Dr. Utari Dewi, S.Sn., M.Pd. selaku asesor LAMDIK, yang melakukan verifikasi dan validasi data secara komprehensif pada program studi Teknologi Pendidikan yang diketuai oleh Dra. Marisa, M.Pd. Kehadiran asesor mencerminkan komitmen LAMDIK dalam memastikan proses akreditasi berjalan objektif, transparan, dan akuntabel. Kegiatan asesmen dibuka oleh Rektor Universitas Terbuka  Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. dihadiri dan didampingi oleh jajaran pimpinan lainnya Prof. Rahmat Budiman, Ph.D. – Wakil Rektor I, Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si. – Wakil Rektor III, Dr. Hendrian, S.E., M.Si. – Wakil Rektor IV. Selain itu, Dekan FKIP Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc. dan para Wakil Dekan FKIP Dr. Heni Safitri, S.Pd., M.Si. (Wakil Dekan bidang Akademik), Dra. Isti Rokhiyah, M.A., Ph.D. (Wakil Dekan bidang Keuangan, SDM, dan Umum), Dr. Mukti Amini, M.Pd. (Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan, Layanan Pembelajaran, dan Kerja Sama). Kehadiran seluruh pimpinan universitas dan unit pendukung memperlihatkan dukungan penuh terhadap peningkatan mutu Prodi Teknologi Pendidikan. Selama pelaksanaan asesmen, asesor melakukan serangkaian kegiatan yang meliputi penelaahan dokumen akademik dan nonakademik, evaluasi kurikulum, pemeriksaan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran, serta wawancara dengan pimpinan program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni. Proses ini dilakukan untuk memastikan keselarasan antara data yang dilaporkan dalam LED dengan kondisi nyata di lapangan. Berdasarkan hasil asesmen lapangan, asesor LAMDIK memberikan sejumlah catatan positif terhadap Program Studi Teknologi Pendidikan. Visi, Misi, Strategi, dan Tujuan (VMST) dinilai telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, bersifat realistis, serta memiliki relevansi yang kuat dengan Unit Pengelola Program Studi (UPPS). Selain itu, visi program studi juga dinilai memiliki keunikan keilmuan yang menjadi ciri khas Prodi Teknologi Pendidikan. Dari aspek tata pamong, UPPS dinilai telah menunjukkan kepemimpinan yang baik dan efektif dalam mendukung penyelenggaraan dan pengembangan program studi. Di samping capaian tersebut, asesor juga menyampaikan beberapa rekomendasi perbaikan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu berkelanjutan. Rekomendasi tersebut mencakup perlunya peninjauan kembali pendataan kerja sama agar lebih akurat dan terdokumentasi secara sistematis, penyempurnaan dokumen kurikulum agar sepenuhnya sesuai dengan ketentuan, serta penguatan dan pelengkapan data penelitian pada Kriteria 7. Selain itu, prestasi mahasiswa perlu terus dikawal dan ditingkatkan sebagai bagian dari capaian kinerja akademik program studi. Menanggapi hasil asesmen tersebut, pimpinan Program Studi Teknologi Pendidikan bersama unit penjaminan mutu menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh catatan dan rekomendasi yang diberikan. Asesmen lapangan ini dipandang tidak hanya sebagai proses evaluasi, tetapi juga sebagai momentum refleksi dan perbaikan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kualitas akademik, tata kelola, dan daya saing lulusan. Selanjutnya, hasil asesmen lapangan akan dirumuskan dalam Berita Acara resmi oleh asesor dan disampaikan kepada LAMDIK untuk proses penilaian lebih lanjut. Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Terbuka berharap hasil akreditasi yang diperoleh dapat mencerminkan komitmen kuat terhadap mutu pendidikan tinggi dan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Prodi Teknologi Pendidikan berharap dapat memenuhi standar LAMDIK dan meraih peringkat akreditasi UNGGUL sebagai bukti komitmen terhadap mutu pendidikan.

Asesmen Lapangan LAMDIK di Prodi MPAD: Kolaborasi Kuat untuk Memastikan Mutu Pendidikan

Tangerang Selatan — Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini (MPAD)Sekolah Pascasarjana FKIP Universitas Terbuka (UT) menjadi salah satu prodi yang menjalani proses penting dalam siklus penjaminan mutu, yakni Asesmen Lapangan (AL) oleh LAMDIK, yang diselenggarakan pada 2-3 Desember 2025 Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang FKIP dan menjadi forum evaluasi mendalam terhadap penyelenggaraan akademik MPAD. Sejak pagi, rangkaian asesmen dibuka dengan sambutan dari Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. ditemani oleh para Wakil Rektor, Beliau menekankan bahwa asesmen bukan sekadar tahapan menuju akreditasi, melainkan instrumen strategis untuk memastikan bahwa proses akademik berjalan dengan standar kualitas terbaik. Kehadiran Pimpinan Menguatkan Komitmen Mutu Pelaksanaan AL mendapat dukungan penuh dari pimpinan universitas dan fakultas. Hadir dalam kegiatan tersebut dari pascasarjana dan fakultas turut menyertai:  Beserta jajaran para Wakil Dekan dan Wakil Direktur Selain itu, beberapa unit strategis UT juga hadir memberikan dukungan teknis, termasuk Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. (Kepala KPM), Dr. Sri Sediyaningsih (Kepala Puslata), dan Dr. Ake Wihadanto (Sekretaris MWA). Tim Prodi MPAD, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa dan alumni turut berperan aktif selama kegiatan. Asesor LAMDIK Lakukan Verifikasi Menyeluruh Proses asesmen berjalan intensif melalui beberapa tahapan evaluasi. Tim asesor melakukan: Verifikasi implementasi kurikulum dan proses pembelajaran Setiap sesi didesain untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai bagaimana Prodi MPAD mengelola kegiatan akademik dan memastikan layanan pendidikan tetap terjaga mutunya. Catatan Asesor: Visi Kuat & Tata Kelola Baik Setelah rangkaian verifikasi, tim asesor memberikan sejumlah catatan positif. Mereka menilai bahwa: Catatan ini menunjukkan bahwa MPAD berada di jalur yang tepat dalam pengembangan mutu. Rekomendasi Asesor untuk Penguatan Ke Depan Asesor juga menyampaikan beberapa rekomendasi strategis, yaitu: Temuan dan rekomendasi tersebut menjadi perhatian penting bagi prodi untuk ditindaklanjuti secara berkelanjutan. AL sebagai Ruang Refleksi Bersama Dekan FKIP, Prof. Dr. Ucu Rahayu, menegaskan bahwa asesmen seperti ini membawa manfaat lebih luas daripada sekadar pemenuhan persyaratan akreditasi. “AL menjadi kesempatan bagi kami untuk meninjau kembali efektivitas pembelajaran dan tata kelola, sekaligus memperkuat budaya mutu di lingkungan prodi,” ujarnya. Sentimen serupa juga disampaikan tim prodi dan fakultas yang memandang asesmen ini sebagai ruang refleksi menyeluruh untuk meningkatkan kualitas layanan akademik. (Muhammad Rafy Zildan, S.E.)

Targetkan Hasil Terbaik, Prodi Pendidikan Fisika FKIP UT Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK dengan Kesiapan Prima

Tangerang Selatan – Program Studi Sarjana (S-1) Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT), baru saja merampungkan agenda krusial dalam siklus penjaminan mutu eksternal. Selama dua hari, tepatnya pada 26 dan 27 November 2025, Prodi Pendidikan Fisika melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) dengan kesiapan maksimal sebagai bagian dari proses akreditasi. Kegiatan yang berpusat di Ruang Sidang 2 FKIP ini dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Suasana pembukaan berlangsung khidmat, dibuka secara resmi langsung oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si.. Dukungan Penuh Pimpinan Universitas Salah satu poin istimewa dalam asesmen kali ini adalah hadirnya dukungan penuh dari jajaran pimpinan puncak UT, yang menunjukkan komitmen institusi terhadap mutu pendidikan. Selain Rektor, turut hadir mendampingi jalannya kegiatan antara lain: Kehadiran unit penjaminan mutu beserta seluruh jajaran prodi, dosen, staf, dan perwakilan mahasiswa menegaskan soliditas tim dalam menghadapi asesmen ini. Potret Komprehensif Kualitas Akademik Penilaian dilakukan secara mendalam oleh tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Fokus evaluasi mencakup spektrum luas, mulai dari dokumen administratif seperti Laporan Evaluasi Diri (LED), kualitas kurikulum, hingga kualifikasi sumber daya manusia. Asesor juga meninjau proses pembelajaran, sarana dan prasarana pendukung, serta sistem manajemen akademik yang diterapkan. Proses verifikasi dilakukan melalui wawancara dengan dosen, staf, serta mahasiswa/alumni, dan peninjauan fasilitas secara langsung. Setelah seluruh data diverifikasi, tim asesor menyusun laporan hasil asesmen untuk diajukan ke lembaga akreditasi. Lebih dari Sekadar Formalitas Dalam sambutannya, pimpinan fakultas menegaskan bahwa asesmen ini dimaknai lebih dari sekadar formalitas untuk mendapatkan sertifikat akreditasi. “Ini adalah momentum untuk mengevaluasi dan memperbaiki sistem pembelajaran, layanan akademik, dan kualitas lulusan,” ujar pimpinan fakultas. Melalui proses ini, diharapkan Prodi Pendidikan Fisika tidak hanya memperkuat reputasinya, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing lulusan di tengah masyarakat. Harapan Menuju Akreditasi Unggul Seluruh sivitas akademika FKIP menaruh harapan besar agar Asesmen Lapangan ini membuahkan hasil manis tanpa temuan serius. Target utamanya adalah meraih predikat akreditasi sesuai standar tertinggi. Hal ini menjadi wujud nyata komitmen UT terhadap budaya mutu, transparansi, dan peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan. Hasil akhir dari asesmen ini akan diumumkan setelah seluruh tahapan evaluasi dari LAMDIK selesai. (Written by : Muhammad Rafy Zildan, S.E.)

UT Mantapkan Langkah Akreditasi Internasional untuk FHSIP dan FEB

Tangerang Selatan, 17 Oktober 2025 – Universitas Terbuka (UT) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu dan daya saing program studi melalui upaya meraih akreditasi internasional. Dalam rapat koordinasi yang berlangsung secara daring, tim dari Fakultas Hukum, Sosial, dan Ilmu Politik (FHSIP) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) membahas perkembangan, tantangan, serta strategi menuju pencapaian standar akreditasi global. Rapat yang dipimpin oleh Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si. tersebut menyoroti pentingnya kesiapan akademik dan administratif di setiap program studi. Diskusi melibatkan sejumlah pimpinan dan dosen yang aktif dalam proses akreditasi, termasuk Dr. Della Raymena Jovanka, S.Pd., M.Si., Dr. Irsanti Widuri Asih, S.Sos., M.Si., dan Ratna Marta Dhewi, S.E., M.Acc., Ak. Dalam pertemuan tersebut, tim membahas rencana akreditasi internasional untuk prodi di FHISIP dan FEB melaui lembaga AHPGS dan IACBE yang akan kita mulaii tahun 2026, menggantikan lembaga akreditasi sebelumnya, ACQUIN. Pengajuan akreditasi ke ACQUIN ditunda dan tidak lagi digunakan karena ketentuan regulasi dan kesepakatan pimpinan. “Proses akreditasi internasional merupakan langkah strategis menuju pengakuan global. Namun, setiap tahapan harus ditempuh dengan cermat dan sesuai prosedur,” ujar Dr. Rini Dwiyani. Dr. Della Raymena sebagai Staf Ahli Bidang Penjaminan Mutu dan Akreditasi UT menambahkan bahwa secara langsung, keberhasilan memperoleh akreditasi internasional pada tingkat program studi maupun institusi merupakan bukti nyata capaian IKU 8 yang diatur oleh Kemendikbudristek. Namun demikian, akreditasi internasional bukan hanya target administratif untuk memenuhi IKU, tetapi merupakan “strategi transformasi mutu UT yang memastikan bahwa setiap aspek penyelenggaraan pendidikan jarak jauh memenuhi standar global, relevan dengan kebutuhan industry” tuturnya. Melalui langkah konsisten ini, UT berharap dapat meningkatkan jumlah program studi berakreditasi internasional sekaligus memperkuat reputasi di tingkat global. Capaian ini diharapkan menjadi bukti nyata kesungguhan UT dalam menghadirkan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang diakui secara internasional. [Written by Muhammad Rafy Zildan]

Pengumuman Pelaksanaan Perpanjangan Akreditasi Melalui Mekanisme Pemantauan

Dalam rangka transformasi dari Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 ke Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, berikut disampaikan hal-hal teknis tindaklanjut pelaksanaan perpanjangan akreditasi melalui mekanisme pemantauan yang perlu dilakukan oleh Perguruan Tinggi maupun Program Studi.Selengkapnya pada Lampiran : ​SURAT EDARANNomor : 1509/BAN-PT/LL/2025