Enam Program Studi UT Raih Akreditasi Unggul, FKIP Dominasi dan Ilmu Pemerintahan Cetak Sejarah

Universitas Terbuka (UT) kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui hasil asesmen lapangan program studi tahun 2026, di mana 6 (enam) program studi berhasil meraih predikat Unggul dari berbagai Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Adapun lembaga akreditasi yang terlibat dalam capaian ini meliputi Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA), serta Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK), yang masing-masing melakukan penilaian sesuai dengan bidang keilmuan program studi. Program studi yang memperoleh predikat Unggul tersebut meliputi Pendidikan Kimia , Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Bahasa Inggris dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Statistika dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta Ilmu Pemerintahan dari Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP). Dari capaian tersebut, FKIP menjadi fakultas dengan jumlah program studi Unggul terbanyak, dengan 4 (empat) program studi yang berhasil meraih predikat tertinggi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Sementara itu, Program Studi Statistika memperoleh predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA). Secara khusus, Program Studi Ilmu Pemerintahan mencatatkan capaian strategis dengan meraih akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK). Capaian ini menjadi tonggak penting, karena Ilmu Pemerintahan UT merupakan program studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) pertama yang berhasil memperoleh predikat Unggul dari LAMSPAK. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif Unit Penjaminan Mutu UT melalui KPM dalam memfasilitasi proses akreditasi, mulai dari pendampingan penyusunan dokumen, koordinasi asesmen lapangan, hingga penguatan implementasi sistem penjaminan mutu internal di setiap program studi. Selain itu, peningkatan mutu program studi di UT dilaksanakan secara berkelanjutan melalui penerapan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Siklus ini memastikan bahwa setiap standar yang ditetapkan tidak hanya dilaksanakan, tetapi juga dievaluasi dan ditingkatkan secara konsisten guna mencapai kualitas pendidikan tinggi yang unggul. UT berkomitmen untuk mempertahankan capaian tersebut sekaligus terus mendorong peningkatan mutu program studi lainnya guna mencapai standar akreditasi tertinggi. [Written by Muhammad Rafy Zildan S.E]
Pembelajaran dan Penjaminan Mutu S1 Matematika FST Dinilai Memiliki Praktik Baik oleh Tim Asesor

Tangerang Selatan — Program Studi S1 Matematika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka proses akreditasi pada tanggal 2–3 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium FST dan menjadi tahapan krusial dalam memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan implementasi nyata penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi di Program Studi S1 Matematika. Pelaksanaan asesmen dihadiri oleh pimpinan universitas yakni Rektor, Wakil Rektor, Ketua Senat Akademik, serta Sekretaris MWA pimpinan fakultas, Ketua dan Sekretaris Program Studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta Kantor Penjaminan Mutu (KPM). Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan komitmen institusi dalam memastikan mutu akademik terjaga dan terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Selama dua hari kegiatan, Tim Asesor yang hadir terdiri dari 2 orang yakni Prof. Dr. Edi Cahyono M.Si dan Prof. Dr. Mardijah M.T melaksanakan penelaahan dokumen, pendalaman data, serta sesi klarifikasi dan wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan. Proses ini bertujuan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai tata kelola program studi, sumber daya, pelaksanaan pembelajaran, kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta capaian luaran tridharma perguran tinggi. Berdasarkan hasil Asesmen Lapangan, Tim Asesor menyampaikan sejumlah catatan strategis bagi Program Studi S1 Matematika. Beberapa praktik baik yang patut diapresiasi meliputi pelaksanaan pembelajaran yang berjalan sistematis, implementasi penjaminan mutu yang konsisten, pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mendukung tridharma perguruan tinggi, serta dukungan institusi terhadap pengembangan karier dosen. Di sisi lain, terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan untuk penguatan budaya mutu dan peningkatan berkelanjutan. Tim Asesor menyoroti perlunya konsistensi dan pemerataan kualitas pada Tugas Akhir Program (TAP), serta peningkatan angka kelulusan tepat waktu dan penyelesaian studi mahasiswa. Dalam aspek tata kelola strategis, penyusunan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) didorong untuk melibatkan pemangku kepentingan yang lebih luas, khususnya dari unsur eksternal. Hal serupa juga menjadi perhatian dalam proses peninjauan dan reviu kurikulum, yang diharapkan tidak hanya melibatkan mitra eksternal, tetapi juga mendapatkan masukan dari pakar yang dikenal luas di bidang matematika guna memastikan relevansi dan daya saing kurikulum. Selain itu, Tim Asesor mendorong perluasan dan peningkatan kolaborasi riset serta publikasi ilmiah dengan akademisi atau kerjasama penelitian luar negeri, khususnya di negara-negara yang memiliki mahasiswa Universitas Terbuka. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat jejaring internasional sekaligus meningkatkan reputasi akademik program studi. Pelaksanaan asesmen lapangan ini menjadi momentum reflektif bagi Program Studi S1 Matematika dalam memperkuat budaya mutu. Tindak lanjut atas seluruh rekomendasi Tim Asesor akan dilaksanakan melalui mekanisme Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dengan pendekatan siklus PPEPP secara konsisten dan terdokumentasi. Dengan terlaksananya Asesmen Lapangan yang terlaksana pada 2–3 Maret 2026 ini, diharapkan Program Studi S1 Matematika semakin mantap dalam menjalankan komitmen peningkatan mutu berkelanjutan serta menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. [Written by Muhammad Rafy Zildan, S.E.]
Rapat Persiapan Re-Akreditasi Prodi FEB dan FHISIP UT, KPM Tekankan Strategi Pengajuan melalui LAM

Tangerang Selatan, 13 Februari 2026 – Universitas Terbuka melalui Kantor Penjaminan Mutu (KPM) menggelar rapat persiapan proses re-akreditasi program studi di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP). Rapat berlangsung di Ruang Mahoni, Gedung Wisma 3, dan dipimpin oleh Kepala KPM, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. Dalam pengantarnya, Prof. Imam Farisi menyampaikan bahwa terdapat beberapa program studi yang masih memiliki Surat Keputusan (SK) akreditasi sementara. Selain itu, ditemukan pula adanya kekeliruan SK pada Program Studi Sastra Inggris serta perpindahan kewenangan akreditasi Program Studi Pariwisata ke LAMWISATA berdasarkan penyampaian dari BAN-PT. Sejumlah program studi di FEB dan FHISIP juga direncanakan akan segera mengajukan re-akreditasi. Pada kesempatan tersebut, turut disampaikan penjelasan mengenai skema akreditasi LAMWISATA untuk Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). KPM UT memberikan sejumlah catatan dan usulan terhadap instrumen APT Unggul PJJ LAMWISATA, khususnya pada 16 indikator yang dinilai memberatkan karena masih mengacu pada indikator non-PJJ. UT mendorong adanya penyesuaian instrumen agar lebih relevan dengan karakteristik PJJ. Materi utama disampaikan oleh Prof. Dr. rer. nat. Imam Buchori, S.T. mengenai arah kebijakan penjaminan mutu dan akreditasi nasional. Disampaikan bahwa Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) telah disesuaikan dengan kebutuhan rumpun ilmu masing-masing program studi melalui kesepakatan bersama Badan Kerja Sama (BKS), sehingga proses akreditasi menjadi lebih komprehensif dan kontekstual. Lebih lanjut dijelaskan bahwa saat ini BAN-PT masih menghadapi kendala dalam memproses akreditasi Unggul pada tingkat perguruan tinggi. Sementara itu, LAM telah dapat memproses akreditasi Unggul sehingga menjadi alternatif strategis bagi program studi yang menargetkan peringkat tertinggi. Bahkan, beberapa LAM baru tengah dalam proses pendirian, seperti LAMGAMA, LAM Depilar, LAMHUM, dan LAM Translog. Dalam konteks regulasi terbaru, BAN-PT telah menerbitkan ketentuan berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 yang membawa sejumlah perubahan penting, antara lain: Batas waktu dua tahun untuk re-akreditasi dari status akreditasi sementara. Prinsip akreditasi tetap menekankan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dengan berbasis evaluasi diri. Selain itu, instrumen APT Unggul kini mulai dibedakan sesuai karakteristik perguruan tinggi di Indonesia. Pengajuan akreditasi Unggul melalui LAM dinilai lebih sederhana karena kategori “Baik Sekali” telah dihapuskan. Menutup diskusi, ditegaskan bahwa pengajuan akreditasi akan diproses sesuai regulasi yang berlaku pada tanggal pengajuan berkas. Jika berkas diajukan sebelum peraturan baru diresmikan, maka proses akan mengikuti regulasi lama; sebaliknya, jika diajukan setelahnya, akan mengikuti ketentuan terbaru. Melalui rapat ini, UT menegaskan komitmennya untuk memperkuat kesiapan dokumen, penyesuaian instrumen PJJ, serta strategi pengajuan akreditasi yang tepat guna mendukung peningkatan mutu dan capaian akreditasi unggul di lingkungan FEB dan FHISIP. [Written by Muhammad Rafy Zildan]
Perkuat Tata Kelola dan Daya Saing Lulusan, Prodi S1 Ilmu Pemerintahan FHISIP UT Laksanakan Asesmen Lapangan

Tangerang Selatan — Program Studi S1 Ilmu Pemerintahan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka (UT) telah melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi pada 10 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses penjaminan mutu eksternal untuk memverifikasi kesesuaian Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi di tingkat program studi. Asesmen dilakukan oleh tim asesor LAMSPAK, yakni Dr. Suranto, M.Pol dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Dr. Fauzi, Drs., M.Si. dari Universitas Brawijaya. Kegiatan berlangsung secara intensif melalui sesi klarifikasi dan dialog bersama pimpinan universitas, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan. Dalam sesi umpan balik, tim asesor memberikan apresiasi atas visi program studi yang telah diarahkan pada daya saing internasional serta dukungan tata kelola yang berjalan akuntabel dan transparan. Kurikulum juga dinilai telah disusun berbasis OBE dan selaras dengan KKNI, disertai ketersediaan peta jalan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Namun demikian, sejumlah penguatan strategis disampaikan untuk pengembangan berkelanjutan. Di antaranya adalah perlunya monitoring dan evaluasi VMTS secara berkala dan terdokumentasi dengan baik, peningkatan prestasi mahasiswa pada level nasional dan internasional, serta optimalisasi peran alumni dan pengguna lulusan dalam penyempurnaan kurikulum. Pada aspek pembelajaran, asesor menekankan pentingnya keseragaman RPS berbasis OBE pada seluruh mata kuliah, kejelasan keterkaitan antara CPL dan peta kurikulum, serta tindak lanjut hasil monitoring dan evaluasi pembelajaran secara konsisten. Fasilitasi bagi mahasiswa berkebutuhan khusus juga menjadi perhatian dalam rangka menjamin kesetaraan akses pendidikan. Penguatan juga diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia, termasuk percepatan jabatan akademik dosen, peningkatan sertifikasi dan studi lanjut, serta dorongan publikasi pada jurnal terakreditasi nasional maupun internasional. Di sisi lain, peningkatan kerja sama tridharma, penguatan kebijakan penelitian dan PkM berbasis roadmap, serta penguatan sistem penjaminan mutu internal menjadi bagian dari agenda perbaikan berkelanjutan. Melalui pelaksanaan asesmen lapangan ini, Prodi S1 Ilmu Pemerintahan FHISIP UT menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas lulusan, tata kelola akademik, serta daya saing institusi dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi di tingkat nasional maupun global. [Written by Muhammad Rafy Zildan]
Menuju Penguatan Mutu Berkelanjutan, PBIS FKIP UT Rampungkan Asesmen Lapangan

Tangerang Selatan — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBIS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka proses akreditasi pada 6 – 7 Februari 2026 yang dilaksanakan di ruang sidang FKIP. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya evaluasi dan peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, khususnya pada program studi Pendidikan Bahasa Inggris. Tim asesor teridiri dari Prof. Basikin, S.Pd., M.Phil., M.Ed., Ph. D. dan Dr. Ngadiso, M. Pd. Asesmen Lapangan dilaksanakan untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dengan kondisi faktual di lapangan. Selama proses asesmen, tim asesor melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek, mulai dari tata kelola, visi dan misi, sumber daya manusia, pembelajaran, hingga luaran dan capaian tridarma perguruan tinggi. Pada sesi penutupan, tim Asesor menyampaikan sejumlah catatan strategis sebagai bahan refleksi dan penguatan ke depan bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Catatan tersebut mencakup perlunya kejelasan Program dan Rencana Strategis (PRGS) pada setiap kriteria akreditasi, serta pemahaman yang utuh mengenai perbedaan dan keterkaitan antara visi kelembagaan, visi Unit Pengelola Program Studi (UPPS), dan visi keilmuan program studi. Tim Asesor menekankan bahwa visi keilmuan, visi UPPS, dan visi perguruan tinggi perlu disosialisasikan secara berkelanjutan kepada seluruh pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal, agar menjadi acuan nyata dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Selaras dengan hal tersebut, profil lulusan diharapkan tetap konsisten dengan visi dan misi yang telah ditetapkan. Dalam aspek penjaminan mutu, Program Studi PBIS dinilai telah memiliki sistem penjaminan mutu, namun perlu terus diperkuat melalui pelaksanaan audit mutu internal secara berkelanjutan serta audit mutu eksternal, termasuk melalui asesmen lapangan. Integrasi sistem informasi juga menjadi perhatian, dengan dorongan agar berbagai layanan akademik, seperti Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM) dan tracer study, terintegrasi dalam satu sistem yang mendorong tingkat partisipasi secara optimal. Tim Asesor juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas lulusan melalui penguatan kinerja tutor pada tutorial online (tuton) dan tutorial webinar (tuweb). Selain itu, survei kepuasan tutor dinilai perlu dilaksanakan secara sistematis dan dilaporkan sebagai bagian dari evaluasi mutu layanan akademik. Pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, catatan diberikan terkait perlunya peningkatan kolaborasi dan luaran kegiatan di tingkat nasional di luar lingkungan Universitas Terbuka. Produktivitas dosen dalam penelitian dan PKM juga menjadi perhatian untuk terus ditingkatkan guna memperkuat kontribusi keilmuan program studi. Dalam aspek pembelajaran, Tim Asesor menekankan pentingnya proses pembelajaran yang menyenangkan, didukung oleh penampilan pengajar, pemanfaatan media pembelajaran yang variatif, serta pengembangan Learning Management System (LMS) yang memiliki kekhasan dan keunggulan signifikan dibandingkan perguruan tinggi non pendidikan jarak jauh. LMS diharapkan mampu mendorong interaksi antar mahasiswa, fasilitasi unggah karya, serta diferensiasi materi sesuai dengan karakteristik mahasiswa. Catatan lainnya berkaitan dengan Dosen Tetap Program Studi (DTPS), khususnya terkait kualifikasi pendidikan doktor dan jabatan fungsional. Tim Asesor mendorong adanya kebijakan dan sistem yang lebih tegas untuk mendukung studi lanjut dosen, percepatan kepangkatan, serta penataan sumber daya dosen guna mendukung keberlanjutan mutu program studi. Penyediaan ruang dosen bersama juga dinilai penting untuk membangun atmosfer akademik yang lebih kuat. Selain itu, Tim Asesor mencatat bahwa animo calon mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris terus menunjukkan tren peningkatan. Hal ini menjadi modal penting yang perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan akademik, capaian pembelajaran, serta perbaikan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan yang saat ini masih perlu dioptimalkan agar dapat meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja. Melalui penutupan Asesmen Lapangan ini, FKIP Universitas Terbuka menegaskan komitmennya untuk menjadikan seluruh catatan dan masukan Tim Asesor sebagai dasar penguatan tata kelola, peningkatan mutu pembelajaran, serta pengembangan berkelanjutan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sesuai dengan karakteristik PJJ. [Written By Muhammad Rafy Zildan, S. E]
Asesmen Lapangan Akreditasi Nilai Kesiapan Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UT sebagai Model PJJ

Tangerang Selatan — Program Studi S1 Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi pada 23 Januari 2026 bertempat di Ruang sidang FKIP UT. Kegiatan ini merupakan tahapan penting untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi riil penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi pada Program Studi Pendidikan Matematika. Pelaksanaan asesmen lapangan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan dan para Pimpinan Fakultas, Para Pimpinan Fakultas Unit Pengelola Program Studi (UPPS), Ketua Program Studi, dosen, Kepala Kantor Penjamin Mutu serta tim penjaminan mutu. Kehadiran pimpinan institusi mencerminkan komitmen kuat Universitas Terbuka dalam menjamin mutu pendidikan jarak jauh (PJJ) secara berkelanjutan. Tim Asesor yang bertugas dalam Asesmen Lapangan ini adalah Prof. Yaya S. Kusumah, M.Sc. Ph.D. dan Prof. Dr. I Gusti Putu Suharta, M.Si. Berdasarkan hasil asesmen, Tim Asesor memberikan apresiasi terhadap dukungan sarana prasarana yang dimiliki Universitas Terbuka. Fasilitas yang luas, modern, serta ditopang oleh teknologi informasi yang andal dinilai sangat mendukung penyelenggaraan pendidikan jarak jauh dan bahkan berpotensi menjadi model bagi perguruan tinggi lain yang akan mengembangkan sistem PJJ. Pada aspek tata pamong dan tata kelola, Program Studi Pendidikan Matematika dinilai telah berjalan sangat baik. Proses pengambilan keputusan berlangsung cepat dan tepat, terutama ketika dibutuhkan dalam mendukung kegiatan akademik dan akreditasi. Kolaborasi yang solid antara dosen, program studi, dan UPPS juga menjadi kekuatan utama yang mempercepat dan melancarkan proses asesmen lapangan. Dalam aspek Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS), tim asesor menilai arah pengembangan program studi telah selaras dengan visi institusi. Namun demikian, VMTS disarankan untuk dilengkapi dengan indikator kinerja dan target tahun yang jelas agar ketercapaian visi dapat diukur secara lebih objektif dan terarah. Pada aspek kerja sama, tim asesor menekankan bahwa kemitraan tidak cukup berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU), tetapi perlu ditindaklanjuti melalui implementasi nyata dan keberlanjutan kerja sama. Selain itu, penguatan jejaring dengan pakar luar negeri dinilai penting untuk meningkatkan kompetensi dan kepakaran dosen melalui kolaborasi riset dan publikasi bersama, sebagai langkah menuju world class university. Publikasi dan diseminasi hasil tridarma juga didorong untuk terus ditingkatkan, khususnya pada level internasional, guna memperkuat reputasi akademik program studi. Pada aspek sumber daya manusia, pembinaan dosen dan tenaga kependidikan melalui pelatihan, peningkatan kesejahteraan, serta dukungan pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dinilai sudah baik dan layak diapresiasi. Ke depan, tim asesor mendorong peningkatan pendanaan dari sumber eksternal guna meningkatkan daya saing (competitiveness) dosen dan tenaga kependidikan. Selain itu, percepatan kenaikan jabatan akademik dosen, mulai dari Lektor, Lektor Kepala hingga Profesor, perlu terus didorong melalui pendampingan dan dukungan pendanaan yang memadai. Penerapan sistem reward and punishment yang adil dan proporsional juga dipandang penting sebagai bagian dari pengelolaan SDM yang profesional. Pada aspek tracer study, tim asesor mencatat bahwa pelaksanaannya belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan inovasi kegiatan dan program yang dapat melibatkan alumni secara lebih aktif agar data lulusan semakin representatif dan bermanfaat bagi pengembangan program studi. Tim asesor memberikan apresiasi tinggi terhadap sistem penjaminan mutu Universitas Terbuka yang dinilai sangat kuat dalam menetapkan standar serta memastikan implementasinya secara konsisten dan terkontrol, baik di UT pusat maupun UT daerah. Sistem ini dinilai mampu menjamin kualitas seluruh layanan pendidikan secara menyeluruh. AL ini menegaskan peran strategis Kantor Penjaminan Mutu (KPM) dalam membangun dan menjaga budaya mutu melalui implementasi siklus PPEPP secara konsisten. Akreditasi dipandang sebagai instrumen peningkatan berkelanjutan, di mana seluruh rekomendasi hasil asesmen menjadi dasar perbaikan dan pengembangan Program Studi S1 Pendidikan Matematika secara sistematis dan berkelanjutan. [Written by Muhammad Rafy Zildan S.E]
Asesmen Lapangan Akreditasi Soroti Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran Program Studi Statistika FST UT

Tangerang Selatan — Program Studi S1 Statistika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi pada 23 Januari 2026 yang dilaksanakan di Ruang Auditorium FST. Kegiatan ini merupakan tahapan penting untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi riil dalam penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi pada Program Studi S1 Statistika. Pelaksanaan asesmen lapangan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Para pimpinan fakultas, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), Ketua Program Studi, dosen, Kepala Kantor Penjaminan Mutu serta tim penjaminan mutu. Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan. Tim Asesor yang bertugas dalam proses asesmen ini adalah Dr. Swasono Rahardjo, M.Si. dan Prof. Dr. Admi Nazra, M.Si., M.Sc. Berdasarkan hasil asesmen, Tim Asesor mencatat bahwa Program Studi Statistika memiliki potensi pengembangan yang besar. Namun demikian, peningkatan animo mahasiswa perlu terus didorong melalui strategi sosialisasi yang lebih masif dan terarah agar program studi semakin dikenal luas oleh masyarakat. Upaya ini dipandang penting untuk meningkatkan jumlah dan kualitas calon mahasiswa, sekaligus memperkuat daya tarik program studi di tengah persaingan pendidikan tinggi. Dalam aspek internasionalisasi, Tim Asesor mendorong agar Program Studi Statistika semakin menekankan penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini dinilai strategis untuk memastikan capaian pembelajaran lulusan selaras dengan kebutuhan global, dunia kerja, serta perkembangan keilmuan statistika. Penguatan kurikulum OBE juga diharapkan dapat menjadi fondasi dalam mengembangkan kerja sama akademik internasional, baik dalam bentuk kolaborasi kurikulum, riset bersama, maupun pertukaran akademik. Tim Asesor juga menyoroti pentingnya respons program studi terhadap pesatnya perkembangan teknologi. Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung dan meningkatkan kualitas pembelajaran statistika, baik dalam pengembangan bahan ajar, evaluasi pembelajaran, maupun penguatan pengalaman belajar mahasiswa. Integrasi teknologi ini diharapkan mampu memperkaya proses pembelajaran serta meningkatkan relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan era digital dan data-driven society. Penjaminan Mutu dan Peningkatan Berkelanjutan Pelaksanaan asesmen lapangan ini menjadi momentum refleksi bagi Program Studi Statistika dalam memperkuat budaya mutu dan peningkatan berkelanjutan. Tim Asesor menegaskan pentingnya peran sistem penjaminan mutu internal dalam memastikan seluruh rekomendasi hasil asesmen ditindaklanjuti secara sistematis. Dalam hal ini, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) memiliki peran strategis dalam mengawal implementasi siklus PPEPP secara konsisten, sehingga akreditasi tidak hanya dipandang sebagai proses penilaian, tetapi sebagai instrumen penguatan mutu berkelanjutan bagi Program Studi S1 Statistika. [Written by Muhammad Rafy Zildan S.E]
Mencapai Pengakuan atas Kekuatan Institusi dan Area Penguatan Strategis dari Tim Asesor LAMDIK, Program Studi Pendidikan Kimia Jalani Asesmen Lapangan

Tangerang Selatan — Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) telah melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka proses akreditasi pada 13–14 Januari 2026 bertempat di Ruang sidang FKIP. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan FKIP UT dan menjadi tahapan penting untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi riil penyelenggaraan pendidikan di lapangan. Pelaksanaan asesmen lapangan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas dan fakultas sebagai bentuk komitmen institusional terhadap penjaminan mutu berkelanjutan. Turut hadir Rektor, Para Wakil Rektor, Dekan FKIP beserta para jajaranya. Tim asesor yang bertugas dalam acara ini adalah Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D. dan Prof. Dr. Hairida, M.Pd. Hasil Asesmen: Pengakuan atas Kekuatan Institusi dan Area Penguatan StrategisBerdasarkan hasil asesmen lapangan, Tim asesor menilai bahwa Universitas Terbuka dan Prodi S1 Pendidikan Kimia telah menunjukkan kinerja yang sangat baik, terutama ditopang oleh komitmen kuat pimpinan universitas dan prodi sebagai modal utama dalam menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan. Pada aspek Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS), prodi dinilai telah selaras dan konsisten mulai dari tingkat universitas, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), hingga prodi. VMTS juga dinilai realistis dan didukung secara memadai oleh sarana prasarana serta sumber daya yang tersedia. Meski demikian, tim asesor merekomendasikan agar visi keilmuan prodi Pendidikan Kimia ke depan dapat lebih menonjolkan kekhasan atau keunggulan spesifik prodi sebagai pembeda akademik. Dari sisi tata pamong dan tata kelola, Prodi Pendidikan Kimia dinilai telah berjalan sangat baik serta didukung jejaring kerja sama nasional dan internasional yang kuat. Namun demikian, Tim asesor mencatat bahwa pendokumentasian kegiatan dan luaran masih perlu ditata lebih sistematis dan terorganisasi agar mudah ditelusuri dan dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan strategis. Pada aspek kerja sama, tim asesor mendorong agar ke depan tidak hanya berfokus pada kuantitas kerja sama, tetapi juga disertai pengukuran dampak yang nyata terhadap mahasiswa dan institusi, baik dalam peningkatan kompetensi, prestasi, maupun penguatan reputasi prodi. Penguatan Layanan Mahasiswa, SDM, dan Pembelajaran Dalam bidang kemahasiswaan, layanan yang diberikan dinilai sudah optimal. Tim asesor merekomendasikan agar layanan tersebut terus diarahkan untuk meningkatkan produktivitas karya akademik mahasiswa, sehingga mampu menghasilkan luaran yang berdampak dan berdaya saing. Aspek sumber daya manusia secara umum juga memperoleh penilaian positif. Meski demikian, tim asesor mendorong peningkatan jumlah dosen yang melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi serta penguatan jenjang jabatan fungsional sebagai bagian dari pengembangan karier dan mutu akademik. Sementara itu, pada aspek sarana prasarana dan keuangan, pengelolaan dinilai transparan dan terintegrasi melalui pemanfaatan sistem informasi. Untuk mendukung karakteristik pendidikan jarak jauh, asesor menyarankan pengembangan praktikum-praktikum virtual sebagai solusi atas keterbatasan akses praktik secara langsung di beberapa wilayah. Dalam aspek pendidikan dan pembelajaran, Prodi Pendidikan Kimia dinilai memiliki keunggulan yang sejalan dengan karakter Universitas Terbuka. Namun, integrasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ke dalam proses pembelajaran serta pemanfaatan bahan-bahan lokal dinilai belum terdokumentasi secara optimal dan perlu diperkuat ke depan. Riset, PKM, Kurikulum, dan Capaian Lulusan Pada bidang penelitian, Tim asesor mendorong peningkatan produktivitas publikasi ilmiah dosen agar kontribusi keilmuan prodi semakin terlihat. Adapun pada aspek pengabdian kepada masyarakat (PKM), kegiatan dinilai telah berkelanjutan, memiliki roadmap yang jelas, serta telah menjadi implementasi dari hasil penelitian dosen. Terkait kurikulum, tim asesor merekomendasikan adanya dokumentasi best practice sebagai contoh praktik baik yang dapat direplikasi dan dikembangkan. Sementara itu, pada aspek keluaran dan capaian, khususnya capaian IPK mahasiswa, dinilai masih dapat dioptimalkan mengingat jumlah mahasiswa yang relatif tidak besar sehingga layanan akademik dapat lebih terfokus. Selain itu, pelaksanaan tracer study juga perlu ditingkatkan, terutama dari sisi persentase partisipasi lulusan, agar data yang diperoleh semakin representatif dalam mendukung evaluasi dan pengembangan prodi. Akreditasi juga dipandang sebagai sarana penguatan budaya mutu dan peningkatan berkelanjutan. Dalam hal ini, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) memegang peran penting dalam memastikan siklus PPEPP berjalan efektif, mulai dari perencanaan hingga tindak lanjut hasil evaluasi dan rekomendasi asesor, sehingga mutu program studi dapat terus ditingkatkan secara sistematis. [Written by Muhammad Rafy Zildan]
Asesmen Lapangan Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP, mendorong Penguatan Good Corporate University dan Tridarma Perguruan Tinggi

Tangerang Selatan — Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi FKIP UT melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi pada 19–20 Januari 2026 bertempat di Ruang sidang FKIP. Kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi nyata penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi di Program Studi Pendidikan Ekonomi. Pelaksanaan asesmen lapangan dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor I, dan Wakil Rektor IV, serta jajaran Pimpinan Fakultas, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), Ketua Program Studi, serta Tim Akademik dan Penjaminan Mutu. Kehadiran pimpinan institusi menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung peningkatan mutu dan tata kelola program studi secara berkelanjutan. Para Asesor yang bertugas dalam acara ini adalah Prof. Indra Maipita, S.Pd., M.Si., Ph.D dan Dr. Mintasih Indriayu, M.Pd. Evaluasi VMTS, Tata Kelola, dan Kerja Sama Berdasarkan hasil asesmen, tim asesor menilai bahwa visi Program Studi Pendidikan Ekonomi telah relevan dengan arah pengembangan institusi. Namun demikian, pengukuran capaian visi ke depan disarankan tidak hanya menitikberatkan pada tingkat pemahaman, tetapi lebih diarahkan pada implementasi visi dalam bentuk program kerja dan kegiatan tridarma yang terukur. Pada aspek tata pamong dan tata kelola, program studi dinilai telah berjalan dengan baik. Meski demikian, tim asesor merekomendasikan agar kerja sama yang telah terjalin tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU), melainkan ditingkatkan hingga tahap implementasi kerja sama yang berdampak nyata, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kemahasiswaan, SDM, dan Penjaminan Mutu Dalam bidang kemahasiswaan, masa tunggu lulusan dinilai baik dan layanan kemahasiswaan berjalan optimal. Namun, asesor mendorong adanya upaya yang lebih sistematis untuk meningkatkan prestasi akademik dan nonakademik mahasiswa, termasuk melalui kebijakan dan program yang dapat memotivasi mahasiswa untuk berprestasi. Aspek sumber daya manusia dosen memperoleh penilaian positif, terutama dari sisi jabatan fungsional dan pengembangan karier. Ke depan, tim asesor merekomendasikan peningkatan kualifikasi pendidikan dosen serta penguatan rekognisi dosen di tingkat nasional dan internasional sebagai bagian dari penguatan reputasi akademik program studi. Pada aspek penjaminan mutu, tim asesor menekankan pentingnya sinkronisasi pengembangan bahan ajar dan bahan ujian secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Kolaborasi dosen dengan pakar eksternal dalam pengembangan bahan ajar dan evaluasi pembelajaran dipandang sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas akademik. Sarana Prasarana, Pembelajaran, dan Laboratorium Dalam aspek keuangan dan sarana prasarana, sumber pendanaan program studi dinilai memadai dengan dukungan sarana prasarana digital yang sangat baik. Namun demikian, tim asesor mendorong peningkatan pendanaan eksternal, khususnya melalui hibah dari luar perguruan tinggi. Pada aspek pendidikan dan pembelajaran, proses pembelajaran dinilai berjalan baik dengan dukungan sarana prasarana yang lengkap. Tim asesor memberikan perhatian pada pentingnya pemetaan dan penempatan mata kuliah per semester agar capaian pembelajaran mahasiswa dapat lebih optimal. Selain itu, keberadaan laboratorium microteaching dinilai tetap penting bagi mahasiswa kependidikan sebagai sarana penguatan kompetensi pedagogik. Penelitian, PKM, dan Kompetensi Lulusan Dalam bidang penelitian, tim asesor merekomendasikan penguatan roadmap, target, serta peningkatan kualitas luaran penelitian dosen. Hal serupa juga disampaikan pada aspek pengabdian kepada masyarakat (PKM), di mana pendanaan PKM diharapkan tidak hanya bersumber dari internal, tetapi juga dari pendanaan eksternal. Pada aspek luaran dan capaian, tim asesor mendorong peningkatan jumlah dan kualitas luaran, termasuk melalui kerja sama penelitian. Selain itu, program studi juga didorong untuk membekali lulusan dengan kompetensi tambahan di luar profesi guru, mengingat profesi pendidik juga dapat diakses oleh lulusan program studi nonkependidikan. Tim asesor juga memberikan masukan agar Program Studi Pendidikan Ekonomi dapat membuka peluang penerimaan mahasiswa dari fresh graduate, sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas input dan daya saing lulusan. Pelaksanaan Asesmen Lapangan ini diharapkan menjadi momentum refleksi dan penguatan berkelanjutan bagi Program Studi Pendidikan Ekonomi dalam meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi serta menghasilkan lulusan yang adaptif, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Asesmen lapangan juga menegaskan pentingnya peran Kantor Penjaminan Mutu (KPM) dalam membangun dan menjaga budaya mutu melalui implementasi siklus PPEPP secara konsisten. Akreditasi dipandang sebagai instrumen peningkatan berkelanjutan, di mana KPM berperan memastikan hasil evaluasi dan rekomendasi asesor ditindaklanjuti secara sistematis sebagai dasar perbaikan mutu program studi. [Written by Muhammad Rafy Zildan S.E]
Sejumlah Program Studi Universitas Terbuka Raih Akreditasi Unggul dan Baik Sekali dari LAMDIK

Tangerang Selatan — Sejumlah program studi di Universitas Terbuka (UT) berhasil meraih peringkat akreditasi Unggul dan Baik Sekali dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), menunjukkan komitmen kuat perguruan tinggi tersebut dalam menjaga mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Keputusan akreditasi ini disahkan melalui ketetapan LAMDIK pada 30 Desember 2025 dan berlaku selama lima tahun, hingga 29 Desember 2030. Program studi jenjang sarjana yang meraih akreditasi Unggul antara lain, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pendidikan Biologi, Teknologi Pendidikan. Sementara itu, di jenjang magister, program studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini (MPAD) memperoleh akreditasi Baik Sekali. Kepala Subdirektorat Humas dan Pemasaran UT, Vika Ariyani, mengatakan capaian ini merupakan hasil dari proses penilaian komprehensif LAMDIK, yang mencakup berbagai aspek akademik, mulai dari kurikulum dan kualitas dosen hingga tata kelola program studi serta sistem pembelajaran yang diterapkan. “Hasil akreditasi tersebut mencerminkan bahwa program-program studi UT telah memenuhi standar mutu pendidikan tinggi secara konsisten,” ujar Vika dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/2026). Ia menambahkan bahwa UT sebagai perguruan tinggi negeri penyelenggara pendidikan jarak jauh terus berupaya memastikan fleksibilitas pembelajaran selaras dengan kualitas akademik. Menurut Vika, status akreditasi Unggul dan Baik Sekali ini menegaskan bahwa pendidikan tinggi yang bersifat terbuka tetap mampu mempertahankan standar mutu yang tinggi. Sistem pembelajaran UT yang adaptif dan berbasis teknologi dinilai mampu menjangkau masyarakat luas tanpa mengesampingkan kualitas proses belajar mengajar. UT dikenal sebagai perguruan tinggi yang menjangkau mahasiswa dari berbagai latar belakang dan wilayah. Dengan layanan pendidikan yang terstruktur, terukur, dan relevan dengan kebutuhan zaman, capaian akreditasi ini dipandang sebagai bukti nyata kemampuan UT dalam menghadapi tantangan dinamika pendidikan tinggi modern. Sumber dari: https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-8293442/sejumlah-prodi-ut-raih-akreditasi-unggul-baik-sekali-dari-lamdik