Perkuat Tata Kelola dan Daya Saing Lulusan, Prodi S1 Ilmu Pemerintahan FHISIP UT Laksanakan Asesmen Lapangan

Tangerang Selatan — Program Studi S1 Ilmu Pemerintahan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka (UT) telah melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi pada 10 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses penjaminan mutu eksternal untuk memverifikasi kesesuaian Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi di tingkat program studi. Asesmen dilakukan oleh tim asesor LAMSPAK, yakni Dr. Suranto, M.Pol dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Dr. Fauzi, Drs., M.Si. dari Universitas Brawijaya. Kegiatan berlangsung secara intensif melalui sesi klarifikasi dan dialog bersama pimpinan universitas, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan. Dalam sesi umpan balik, tim asesor memberikan apresiasi atas visi program studi yang telah diarahkan pada daya saing internasional serta dukungan tata kelola yang berjalan akuntabel dan transparan. Kurikulum juga dinilai telah disusun berbasis OBE dan selaras dengan KKNI, disertai ketersediaan peta jalan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Namun demikian, sejumlah penguatan strategis disampaikan untuk pengembangan berkelanjutan. Di antaranya adalah perlunya monitoring dan evaluasi VMTS secara berkala dan terdokumentasi dengan baik, peningkatan prestasi mahasiswa pada level nasional dan internasional, serta optimalisasi peran alumni dan pengguna lulusan dalam penyempurnaan kurikulum. Pada aspek pembelajaran, asesor menekankan pentingnya keseragaman RPS berbasis OBE pada seluruh mata kuliah, kejelasan keterkaitan antara CPL dan peta kurikulum, serta tindak lanjut hasil monitoring dan evaluasi pembelajaran secara konsisten. Fasilitasi bagi mahasiswa berkebutuhan khusus juga menjadi perhatian dalam rangka menjamin kesetaraan akses pendidikan. Penguatan juga diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia, termasuk percepatan jabatan akademik dosen, peningkatan sertifikasi dan studi lanjut, serta dorongan publikasi pada jurnal terakreditasi nasional maupun internasional. Di sisi lain, peningkatan kerja sama tridharma, penguatan kebijakan penelitian dan PkM berbasis roadmap, serta penguatan sistem penjaminan mutu internal menjadi bagian dari agenda perbaikan berkelanjutan. Melalui pelaksanaan asesmen lapangan ini, Prodi S1 Ilmu Pemerintahan FHISIP UT menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas lulusan, tata kelola akademik, serta daya saing institusi dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi di tingkat nasional maupun global. [Written by Muhammad Rafy Zildan]

Menuju Penguatan Mutu Berkelanjutan, PBIS FKIP UT Rampungkan Asesmen Lapangan

Tangerang Selatan — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBIS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka proses akreditasi pada 6 – 7 Februari 2026 yang dilaksanakan di ruang sidang FKIP. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya evaluasi dan peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, khususnya pada program studi Pendidikan Bahasa Inggris. Tim asesor teridiri dari Prof. Basikin, S.Pd., M.Phil., M.Ed., Ph. D. dan Dr. Ngadiso, M. Pd. Asesmen Lapangan dilaksanakan untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dengan kondisi faktual di lapangan. Selama proses asesmen, tim asesor melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek, mulai dari tata kelola, visi dan misi, sumber daya manusia, pembelajaran, hingga luaran dan capaian tridarma perguruan tinggi. Pada sesi penutupan, tim Asesor menyampaikan sejumlah catatan strategis sebagai bahan refleksi dan penguatan ke depan bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Catatan tersebut mencakup perlunya kejelasan Program dan Rencana Strategis (PRGS) pada setiap kriteria akreditasi, serta pemahaman yang utuh mengenai perbedaan dan keterkaitan antara visi kelembagaan, visi Unit Pengelola Program Studi (UPPS), dan visi keilmuan program studi. Tim Asesor menekankan bahwa visi keilmuan, visi UPPS, dan visi perguruan tinggi perlu disosialisasikan secara berkelanjutan kepada seluruh pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal, agar menjadi acuan nyata dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Selaras dengan hal tersebut, profil lulusan diharapkan tetap konsisten dengan visi dan misi yang telah ditetapkan. Dalam aspek penjaminan mutu, Program Studi PBIS dinilai telah memiliki sistem penjaminan mutu, namun perlu terus diperkuat melalui pelaksanaan audit mutu internal secara berkelanjutan serta audit mutu eksternal, termasuk melalui asesmen lapangan. Integrasi sistem informasi juga menjadi perhatian, dengan dorongan agar berbagai layanan akademik, seperti Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM) dan tracer study, terintegrasi dalam satu sistem yang mendorong tingkat partisipasi secara optimal. Tim Asesor juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas lulusan melalui penguatan kinerja tutor pada tutorial online (tuton) dan tutorial webinar (tuweb). Selain itu, survei kepuasan tutor dinilai perlu dilaksanakan secara sistematis dan dilaporkan sebagai bagian dari evaluasi mutu layanan akademik.  Pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, catatan diberikan terkait perlunya peningkatan kolaborasi dan luaran kegiatan di tingkat nasional di luar lingkungan Universitas Terbuka. Produktivitas dosen dalam penelitian dan PKM juga menjadi perhatian untuk terus ditingkatkan guna memperkuat kontribusi keilmuan program studi. Dalam aspek pembelajaran, Tim Asesor menekankan pentingnya proses pembelajaran yang menyenangkan, didukung oleh penampilan pengajar, pemanfaatan media pembelajaran yang variatif, serta pengembangan Learning Management System (LMS) yang memiliki kekhasan dan keunggulan signifikan dibandingkan perguruan tinggi non pendidikan jarak jauh. LMS diharapkan mampu mendorong interaksi antar mahasiswa, fasilitasi unggah karya, serta diferensiasi materi sesuai dengan karakteristik mahasiswa. Catatan lainnya berkaitan dengan Dosen Tetap Program Studi (DTPS), khususnya terkait kualifikasi pendidikan doktor dan jabatan fungsional. Tim Asesor mendorong adanya kebijakan dan sistem yang lebih tegas untuk mendukung studi lanjut dosen, percepatan kepangkatan, serta penataan sumber daya dosen guna mendukung keberlanjutan mutu program studi. Penyediaan ruang dosen bersama juga dinilai penting untuk membangun atmosfer akademik yang lebih kuat. Selain itu, Tim Asesor mencatat bahwa animo calon mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris terus menunjukkan tren peningkatan. Hal ini menjadi modal penting yang perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan akademik, capaian pembelajaran, serta perbaikan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan yang saat ini masih perlu dioptimalkan agar dapat meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja. Melalui penutupan Asesmen Lapangan ini, FKIP Universitas Terbuka menegaskan komitmennya untuk menjadikan seluruh catatan dan masukan Tim Asesor sebagai dasar penguatan tata kelola, peningkatan mutu pembelajaran, serta pengembangan berkelanjutan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sesuai dengan karakteristik PJJ. [Written By Muhammad Rafy Zildan, S. E]

Asesmen Lapangan Akreditasi Nilai Kesiapan Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UT sebagai Model PJJ

Tangerang Selatan — Program Studi S1 Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi pada 23 Januari 2026 bertempat di Ruang sidang FKIP UT. Kegiatan ini merupakan tahapan penting untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi riil penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi pada Program Studi Pendidikan Matematika. Pelaksanaan asesmen lapangan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan dan para Pimpinan Fakultas, Para Pimpinan Fakultas Unit Pengelola Program Studi (UPPS), Ketua Program Studi, dosen, Kepala Kantor Penjamin Mutu serta tim penjaminan mutu. Kehadiran pimpinan institusi mencerminkan komitmen kuat Universitas Terbuka dalam menjamin mutu pendidikan jarak jauh (PJJ) secara berkelanjutan. Tim Asesor yang bertugas dalam Asesmen Lapangan ini adalah Prof. Yaya S. Kusumah, M.Sc. Ph.D. dan Prof. Dr. I Gusti Putu Suharta, M.Si. Berdasarkan hasil asesmen, Tim Asesor memberikan apresiasi terhadap dukungan sarana prasarana yang dimiliki Universitas Terbuka. Fasilitas yang luas, modern, serta ditopang oleh teknologi informasi yang andal dinilai sangat mendukung penyelenggaraan pendidikan jarak jauh dan bahkan berpotensi menjadi model bagi perguruan tinggi lain yang akan mengembangkan sistem PJJ. Pada aspek tata pamong dan tata kelola, Program Studi Pendidikan Matematika dinilai telah berjalan sangat baik. Proses pengambilan keputusan berlangsung cepat dan tepat, terutama ketika dibutuhkan dalam mendukung kegiatan akademik dan akreditasi. Kolaborasi yang solid antara dosen, program studi, dan UPPS juga menjadi kekuatan utama yang mempercepat dan melancarkan proses asesmen lapangan. Dalam aspek Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS), tim asesor menilai arah pengembangan program studi telah selaras dengan visi institusi. Namun demikian, VMTS disarankan untuk dilengkapi dengan indikator kinerja dan target tahun yang jelas agar ketercapaian visi dapat diukur secara lebih objektif dan terarah. Pada aspek kerja sama, tim asesor menekankan bahwa kemitraan tidak cukup berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU), tetapi perlu ditindaklanjuti melalui implementasi nyata dan keberlanjutan kerja sama. Selain itu, penguatan jejaring dengan pakar luar negeri dinilai penting untuk meningkatkan kompetensi dan kepakaran dosen melalui kolaborasi riset dan publikasi bersama, sebagai langkah menuju world class university. Publikasi dan diseminasi hasil tridarma juga didorong untuk terus ditingkatkan, khususnya pada level internasional, guna memperkuat reputasi akademik program studi. Pada aspek sumber daya manusia, pembinaan dosen dan tenaga kependidikan melalui pelatihan, peningkatan kesejahteraan, serta dukungan pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dinilai sudah baik dan layak diapresiasi. Ke depan, tim asesor mendorong peningkatan pendanaan dari sumber eksternal guna meningkatkan daya saing (competitiveness) dosen dan tenaga kependidikan. Selain itu, percepatan kenaikan jabatan akademik dosen, mulai dari Lektor, Lektor Kepala hingga Profesor, perlu terus didorong melalui pendampingan dan dukungan pendanaan yang memadai. Penerapan sistem reward and punishment yang adil dan proporsional juga dipandang penting sebagai bagian dari pengelolaan SDM yang profesional. Pada aspek tracer study, tim asesor mencatat bahwa pelaksanaannya belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan inovasi kegiatan dan program yang dapat melibatkan alumni secara lebih aktif agar data lulusan semakin representatif dan bermanfaat bagi pengembangan program studi. Tim asesor memberikan apresiasi tinggi terhadap sistem penjaminan mutu Universitas Terbuka yang dinilai sangat kuat dalam menetapkan standar serta memastikan implementasinya secara konsisten dan terkontrol, baik di UT pusat maupun UT daerah. Sistem ini dinilai mampu menjamin kualitas seluruh layanan pendidikan secara menyeluruh. AL ini menegaskan peran strategis Kantor Penjaminan Mutu (KPM) dalam membangun dan menjaga budaya mutu melalui implementasi siklus PPEPP secara konsisten. Akreditasi dipandang sebagai instrumen peningkatan berkelanjutan, di mana seluruh rekomendasi hasil asesmen menjadi dasar perbaikan dan pengembangan Program Studi S1 Pendidikan Matematika secara sistematis dan berkelanjutan. [Written by Muhammad Rafy Zildan S.E]

Asesmen Lapangan Akreditasi Soroti Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran Program Studi Statistika FST UT

Tangerang Selatan — Program Studi S1 Statistika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi pada 23 Januari 2026 yang dilaksanakan di Ruang Auditorium FST. Kegiatan ini merupakan tahapan penting untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi riil dalam penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi pada Program Studi S1 Statistika. Pelaksanaan asesmen lapangan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Para pimpinan fakultas, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), Ketua Program Studi, dosen, Kepala Kantor Penjaminan Mutu serta tim penjaminan mutu. Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan. Tim Asesor yang bertugas dalam proses asesmen ini adalah Dr. Swasono Rahardjo, M.Si. dan Prof. Dr. Admi Nazra, M.Si., M.Sc. Berdasarkan hasil asesmen, Tim Asesor mencatat bahwa Program Studi Statistika memiliki potensi pengembangan yang besar. Namun demikian, peningkatan animo mahasiswa perlu terus didorong melalui strategi sosialisasi yang lebih masif dan terarah agar program studi semakin dikenal luas oleh masyarakat. Upaya ini dipandang penting untuk meningkatkan jumlah dan kualitas calon mahasiswa, sekaligus memperkuat daya tarik program studi di tengah persaingan pendidikan tinggi. Dalam aspek internasionalisasi, Tim Asesor mendorong agar Program Studi Statistika semakin menekankan penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini dinilai strategis untuk memastikan capaian pembelajaran lulusan selaras dengan kebutuhan global, dunia kerja, serta perkembangan keilmuan statistika. Penguatan kurikulum OBE juga diharapkan dapat menjadi fondasi dalam mengembangkan kerja sama akademik internasional, baik dalam bentuk kolaborasi kurikulum, riset bersama, maupun pertukaran akademik. Tim Asesor juga menyoroti pentingnya respons program studi terhadap pesatnya perkembangan teknologi. Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung dan meningkatkan kualitas pembelajaran statistika, baik dalam pengembangan bahan ajar, evaluasi pembelajaran, maupun penguatan pengalaman belajar mahasiswa. Integrasi teknologi ini diharapkan mampu memperkaya proses pembelajaran serta meningkatkan relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan era digital dan data-driven society. Penjaminan Mutu dan Peningkatan Berkelanjutan Pelaksanaan asesmen lapangan ini menjadi momentum refleksi bagi Program Studi Statistika dalam memperkuat budaya mutu dan peningkatan berkelanjutan. Tim Asesor menegaskan pentingnya peran sistem penjaminan mutu internal dalam memastikan seluruh rekomendasi hasil asesmen ditindaklanjuti secara sistematis. Dalam hal ini, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) memiliki peran strategis dalam mengawal implementasi siklus PPEPP secara konsisten, sehingga akreditasi tidak hanya dipandang sebagai proses penilaian, tetapi sebagai instrumen penguatan mutu berkelanjutan bagi Program Studi S1 Statistika. [Written by Muhammad Rafy Zildan S.E]

Mencapai Pengakuan atas Kekuatan Institusi dan Area Penguatan Strategis dari Tim Asesor LAMDIK, Program Studi Pendidikan Kimia Jalani Asesmen Lapangan

Tangerang Selatan — Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) telah melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka proses akreditasi pada 13–14 Januari 2026 bertempat di Ruang sidang FKIP. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan FKIP UT dan menjadi tahapan penting untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi riil penyelenggaraan pendidikan di lapangan. Pelaksanaan asesmen lapangan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas dan fakultas sebagai bentuk komitmen institusional terhadap penjaminan mutu berkelanjutan. Turut hadir Rektor, Para Wakil Rektor, Dekan FKIP beserta para jajaranya. Tim asesor yang bertugas dalam acara ini adalah Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D. dan Prof. Dr. Hairida, M.Pd. Hasil Asesmen: Pengakuan atas Kekuatan Institusi dan Area Penguatan StrategisBerdasarkan hasil asesmen lapangan, Tim asesor menilai bahwa Universitas Terbuka dan Prodi S1 Pendidikan Kimia telah menunjukkan kinerja yang sangat baik, terutama ditopang oleh komitmen kuat pimpinan universitas dan prodi sebagai modal utama dalam menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan. Pada aspek Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS), prodi dinilai telah selaras dan konsisten mulai dari tingkat universitas, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), hingga prodi. VMTS juga dinilai realistis dan didukung secara memadai oleh sarana prasarana serta sumber daya yang tersedia. Meski demikian, tim asesor merekomendasikan agar visi keilmuan prodi Pendidikan Kimia ke depan dapat lebih menonjolkan kekhasan atau keunggulan spesifik prodi sebagai pembeda akademik. Dari sisi tata pamong dan tata kelola, Prodi Pendidikan Kimia dinilai telah berjalan sangat baik serta didukung jejaring kerja sama nasional dan internasional yang kuat. Namun demikian, Tim asesor mencatat bahwa pendokumentasian kegiatan dan luaran masih perlu ditata lebih sistematis dan terorganisasi agar mudah ditelusuri dan dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan strategis. Pada aspek kerja sama, tim asesor mendorong agar ke depan tidak hanya berfokus pada kuantitas kerja sama, tetapi juga disertai pengukuran dampak yang nyata terhadap mahasiswa dan institusi, baik dalam peningkatan kompetensi, prestasi, maupun penguatan reputasi prodi. Penguatan Layanan Mahasiswa, SDM, dan Pembelajaran Dalam bidang kemahasiswaan, layanan yang diberikan dinilai sudah optimal. Tim asesor merekomendasikan agar layanan tersebut terus diarahkan untuk meningkatkan produktivitas karya akademik mahasiswa, sehingga mampu menghasilkan luaran yang berdampak dan berdaya saing. Aspek sumber daya manusia secara umum juga memperoleh penilaian positif. Meski demikian, tim asesor mendorong peningkatan jumlah dosen yang melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi serta penguatan jenjang jabatan fungsional sebagai bagian dari pengembangan karier dan mutu akademik. Sementara itu, pada aspek sarana prasarana dan keuangan, pengelolaan dinilai transparan dan terintegrasi melalui pemanfaatan sistem informasi. Untuk mendukung karakteristik pendidikan jarak jauh, asesor menyarankan pengembangan praktikum-praktikum virtual sebagai solusi atas keterbatasan akses praktik secara langsung di beberapa wilayah. Dalam aspek pendidikan dan pembelajaran, Prodi Pendidikan Kimia dinilai memiliki keunggulan yang sejalan dengan karakter Universitas Terbuka. Namun, integrasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ke dalam proses pembelajaran serta pemanfaatan bahan-bahan lokal dinilai belum terdokumentasi secara optimal dan perlu diperkuat ke depan. Riset, PKM, Kurikulum, dan Capaian Lulusan Pada bidang penelitian, Tim asesor mendorong peningkatan produktivitas publikasi ilmiah dosen agar kontribusi keilmuan prodi semakin terlihat. Adapun pada aspek pengabdian kepada masyarakat (PKM), kegiatan dinilai telah berkelanjutan, memiliki roadmap yang jelas, serta telah menjadi implementasi dari hasil penelitian dosen. Terkait kurikulum, tim asesor merekomendasikan adanya dokumentasi best practice sebagai contoh praktik baik yang dapat direplikasi dan dikembangkan. Sementara itu, pada aspek keluaran dan capaian, khususnya capaian IPK mahasiswa, dinilai masih dapat dioptimalkan mengingat jumlah mahasiswa yang relatif tidak besar sehingga layanan akademik dapat lebih terfokus. Selain itu, pelaksanaan tracer study juga perlu ditingkatkan, terutama dari sisi persentase partisipasi lulusan, agar data yang diperoleh semakin representatif dalam mendukung evaluasi dan pengembangan prodi. Akreditasi juga dipandang sebagai sarana penguatan budaya mutu dan peningkatan berkelanjutan. Dalam hal ini, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) memegang peran penting dalam memastikan siklus PPEPP berjalan efektif, mulai dari perencanaan hingga tindak lanjut hasil evaluasi dan rekomendasi asesor, sehingga mutu program studi dapat terus ditingkatkan secara sistematis. [Written by Muhammad Rafy Zildan]

Asesmen Lapangan Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP, mendorong Penguatan Good Corporate University dan Tridarma Perguruan Tinggi

Tangerang Selatan — Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi FKIP UT melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi pada 19–20 Januari 2026 bertempat di Ruang sidang FKIP.  Kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi nyata penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi di Program Studi Pendidikan Ekonomi. Pelaksanaan asesmen lapangan dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor I, dan Wakil Rektor IV, serta  jajaran Pimpinan Fakultas, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), Ketua Program Studi, serta Tim Akademik dan Penjaminan Mutu. Kehadiran pimpinan institusi menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung peningkatan mutu dan tata kelola program studi secara berkelanjutan. Para Asesor yang bertugas dalam acara ini adalah Prof. Indra Maipita, S.Pd., M.Si., Ph.D dan Dr. Mintasih Indriayu, M.Pd. Evaluasi VMTS, Tata Kelola, dan Kerja Sama Berdasarkan hasil asesmen, tim asesor menilai bahwa visi Program Studi Pendidikan Ekonomi telah relevan dengan arah pengembangan institusi. Namun demikian, pengukuran capaian visi ke depan disarankan tidak hanya menitikberatkan pada tingkat pemahaman, tetapi lebih diarahkan pada implementasi visi dalam bentuk program kerja dan kegiatan tridarma yang terukur. Pada aspek tata pamong dan tata kelola, program studi dinilai telah berjalan dengan baik. Meski demikian, tim asesor merekomendasikan agar kerja sama yang telah terjalin tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU), melainkan ditingkatkan hingga tahap implementasi kerja sama yang berdampak nyata, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kemahasiswaan, SDM, dan Penjaminan Mutu Dalam bidang kemahasiswaan, masa tunggu lulusan dinilai baik dan layanan kemahasiswaan berjalan optimal. Namun, asesor mendorong adanya upaya yang lebih sistematis untuk meningkatkan prestasi akademik dan nonakademik mahasiswa, termasuk melalui kebijakan dan program yang dapat memotivasi mahasiswa untuk berprestasi. Aspek sumber daya manusia dosen memperoleh penilaian positif, terutama dari sisi jabatan fungsional dan pengembangan karier. Ke depan, tim asesor merekomendasikan peningkatan kualifikasi pendidikan dosen serta penguatan rekognisi dosen di tingkat nasional dan internasional sebagai bagian dari penguatan reputasi akademik program studi. Pada aspek penjaminan mutu, tim asesor menekankan pentingnya sinkronisasi pengembangan bahan ajar dan bahan ujian secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Kolaborasi dosen dengan pakar eksternal dalam pengembangan bahan ajar dan evaluasi pembelajaran dipandang sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas akademik. Sarana Prasarana, Pembelajaran, dan Laboratorium Dalam aspek keuangan dan sarana prasarana, sumber pendanaan program studi dinilai memadai dengan dukungan sarana prasarana digital yang sangat baik. Namun demikian, tim asesor mendorong peningkatan pendanaan eksternal, khususnya melalui hibah dari luar perguruan tinggi. Pada aspek pendidikan dan pembelajaran, proses pembelajaran dinilai berjalan baik dengan dukungan sarana prasarana yang lengkap. Tim asesor memberikan perhatian pada pentingnya pemetaan dan penempatan mata kuliah per semester agar capaian pembelajaran mahasiswa dapat lebih optimal. Selain itu, keberadaan laboratorium microteaching dinilai tetap penting bagi mahasiswa kependidikan sebagai sarana penguatan kompetensi pedagogik. Penelitian, PKM, dan Kompetensi Lulusan Dalam bidang penelitian, tim asesor merekomendasikan penguatan roadmap, target, serta peningkatan kualitas luaran penelitian dosen. Hal serupa juga disampaikan pada aspek pengabdian kepada masyarakat (PKM), di mana pendanaan PKM diharapkan tidak hanya bersumber dari internal, tetapi juga dari pendanaan eksternal. Pada aspek luaran dan capaian, tim asesor mendorong peningkatan jumlah dan kualitas luaran, termasuk melalui kerja sama penelitian. Selain itu, program studi juga didorong untuk membekali lulusan dengan kompetensi tambahan di luar profesi guru, mengingat profesi pendidik juga dapat diakses oleh lulusan program studi nonkependidikan. Tim asesor juga memberikan masukan agar Program Studi Pendidikan Ekonomi dapat membuka peluang penerimaan mahasiswa dari fresh graduate, sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas input dan daya saing lulusan. Pelaksanaan Asesmen Lapangan ini diharapkan menjadi momentum refleksi dan penguatan berkelanjutan bagi Program Studi Pendidikan Ekonomi dalam meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi serta menghasilkan lulusan yang adaptif, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Asesmen lapangan juga menegaskan pentingnya peran Kantor Penjaminan Mutu (KPM) dalam membangun dan menjaga budaya mutu melalui implementasi siklus PPEPP secara konsisten. Akreditasi dipandang sebagai instrumen peningkatan berkelanjutan, di mana KPM berperan memastikan hasil evaluasi dan rekomendasi asesor ditindaklanjuti secara sistematis sebagai dasar perbaikan mutu program studi. [Written by Muhammad Rafy Zildan S.E]

Sejumlah Program Studi Universitas Terbuka Raih Akreditasi Unggul dan Baik Sekali dari LAMDIK

Tangerang Selatan — Sejumlah program studi di Universitas Terbuka (UT) berhasil meraih peringkat akreditasi Unggul dan Baik Sekali dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), menunjukkan komitmen kuat perguruan tinggi tersebut dalam menjaga mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Keputusan akreditasi ini disahkan melalui ketetapan LAMDIK pada 30 Desember 2025 dan berlaku selama lima tahun, hingga 29 Desember 2030. Program studi jenjang sarjana yang meraih akreditasi Unggul antara lain, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pendidikan Biologi, Teknologi Pendidikan. Sementara itu, di jenjang magister, program studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini (MPAD) memperoleh akreditasi Baik Sekali. Kepala Subdirektorat Humas dan Pemasaran UT, Vika Ariyani, mengatakan capaian ini merupakan hasil dari proses penilaian komprehensif LAMDIK, yang mencakup berbagai aspek akademik, mulai dari kurikulum dan kualitas dosen hingga tata kelola program studi serta sistem pembelajaran yang diterapkan. “Hasil akreditasi tersebut mencerminkan bahwa program-program studi UT telah memenuhi standar mutu pendidikan tinggi secara konsisten,” ujar Vika dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/2026). Ia menambahkan bahwa UT sebagai perguruan tinggi negeri penyelenggara pendidikan jarak jauh terus berupaya memastikan fleksibilitas pembelajaran selaras dengan kualitas akademik. Menurut Vika, status akreditasi Unggul dan Baik Sekali ini menegaskan bahwa pendidikan tinggi yang bersifat terbuka tetap mampu mempertahankan standar mutu yang tinggi. Sistem pembelajaran UT yang adaptif dan berbasis teknologi dinilai mampu menjangkau masyarakat luas tanpa mengesampingkan kualitas proses belajar mengajar. UT dikenal sebagai perguruan tinggi yang menjangkau mahasiswa dari berbagai latar belakang dan wilayah. Dengan layanan pendidikan yang terstruktur, terukur, dan relevan dengan kebutuhan zaman, capaian akreditasi ini dipandang sebagai bukti nyata kemampuan UT dalam menghadapi tantangan dinamika pendidikan tinggi modern. Sumber dari: https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-8293442/sejumlah-prodi-ut-raih-akreditasi-unggul-baik-sekali-dari-lamdik

Asesmen Lapangan Akreditasi sebagai Upaya Peneguhan Identitas Keilmuan dan Peningkatan Mutu Program Studi Pendidikan Agama Islam FKIP UT

Tangerang Selatan — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) telah merampungkan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi yang berlangsung pada 12–13 Desember 2025. Bertempat di Ruang Sidang FKIP UT, kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk memverifikasi kesesuaian Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan realitas tata kelola dan penyelenggaraan akademik di lapangan. Kehadiran jajaran pimpinan universitas, yaitu Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., didampingi Wakil Rektor I, II, III, dan Wakil Rektor IV, serta Dekan FKIP beserta jajaran Wakil Dekan dan Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM), menegaskan dukungan penuh institusi terhadap proses penjaminan mutu tersebut. Sinergi antara pimpinan universitas dan fakultas ini dinilai oleh tim asesor sebagai modal penting dalam pengembangan Program Studi Pendidikan Agama Islam ke depan. Keterlibatan pimpinan universitas, fakultas, serta unit penjaminan mutu menunjukkan komitmen bersama dalam pelaksanaan asesmen lapangan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan. Selama kegiatan berlangsung, tim asesor melakukan rangkaian verifikasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan program studi, mulai dari tata pamong, pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, hingga dukungan sumber daya dan layanan pembelajaran. Catatan dan Rekomendasi Asesmen Lapangan Tim asesor menekankan pentingnya penegasan visi keilmuan Program Studi Pendidikan Agama Islam yang bersifat komparatif (distingsi) dan kompetitif (ekselensi). Kekhasan atau mazhab keilmuan PAI Universitas Terbuka diharapkan terdistribusi secara jelas dalam struktur dan implementasi kurikulum, tidak terbatas pada mata kuliah PAI yang bersifat konvensional. Asesor memberikan apresiasi terhadap kinerja dosen, tenaga kependidikan, serta pengembangan bahan ajar dan artikel ilmiah, yang diharapkan dapat terus ditingkatkan secara periodik sebagai bagian dari penguatan budaya akademik. Sistem pembelajaran PJJ dinilai telah berjalan dengan baik, namun perlu terus dikembangkan agar mampu membangun kesadaran, karakter, dan sikap (aspek afektif) mahasiswa. Dalam aspek kemahasiswaan, diperlukan penguatan interaksi dan kedekatan akademik melalui pengembangan kegiatan non-akademik untuk menciptakan academic climate yang kondusif bagi mahasiswa PJJ. Selain itu, bahan ajar diharapkan semakin mencerminkan visi dan mazhab keilmuan Program Studi PAI UT. Tata pamong dan tata kelola program studi dinilai telah berjalan baik dan konsisten hingga tingkat UT Daerah. Capaian Pembelajaran Lulusan juga dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat, mencerminkan pendidikan yang dinamis dan organis. Secara prinsip, pendidikan dipandang bukan sekadar proses administratif, melainkan upaya strategis dalam membangun peradaban bangsa. Sorotan Strategis Asesor: Penguatan Identitas Keilmuan dan Karakter Lulusan Dalam sesi penyampaian umpan balik, tim asesor memberikan apresiasi terhadap tata pamong Program Studi Pendidikan Agama Islam yang dinilai telah berjalan sesuai dengan fungsi dan ketentuan yang berlaku. Meski demikian, sejumlah catatan konstruktif disampaikan sebagai upaya penguatan mutu prodi secara berkelanjutan. Salah satu sorotan utama adalah perlunya penajaman identitas dan kekhasan keilmuan Program Studi Pendidikan Agama Islam. Asesor mendorong agar keunikan (uniqueness) prodi semakin dipertegas, khususnya dalam pengembangan keilmuan PAI yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan pendidikan keislaman di era modern. Pada aspek Sumber Daya Manusia (SDM), asesor menekankan pentingnya pemetaan keahlian dosen secara lebih terstruktur. Penyusunan roadmap pengembangan dosen, termasuk studi lanjut doktoral (S3), diharapkan dapat mengisi kebutuhan kepakaran prodi secara proporsional serta menghindari tumpang tindih bidang keahlian. Penguatan Kompetensi Mahasiswa dan Alumni Dalam bidang pembelajaran dan kemahasiswaan, tim asesor menyoroti pentingnya penguatan literasi digital mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam. Mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan pemanfaatan teknologi pembelajaran, baik dalam penggunaan perangkat lunak pendukung pembelajaran maupun optimalisasi Learning Management System (LMS) yang tersedia. Penempatan mata kuliah berbasis teknologi dan digital disarankan untuk diberikan pada semester awal, guna membekali mahasiswa sejak dini. Selain itu, masukan dari pengguna lulusan (user) menegaskan perlunya penguatan soft skills serta kemampuan berbahasa Inggris bagi alumni, agar lulusan PAI memiliki daya saing yang lebih luas. Mahasiswa juga menyampaikan harapan adanya penambahan porsi pembelajaran berbasis praktik guna memperkuat kompetensi aplikatif, khususnya dalam konteks pendidikan dan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Melalui pelaksanaan asesmen lapangan ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam FKIP Universitas Terbuka diharapkan dapat menjadikan seluruh catatan dan rekomendasi asesor sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, dalam rangka peningkatan mutu akademik, tata kelola program studi, serta pemenuhan standar akreditasi yang ditetapkan. [Written by Muhammad Rafy Zildan S. E.]

Mengatasi Kesenjangan Paradigma Penilaian: UT Menginisiasi Adaptasi Instrumen Akreditasi LAMSPAK yang Responsif terhadap Karakteristik PJJ

Tangerang Selatan, 10 Desember 2025 – Dalam upaya memperkuat fondasi penjaminan mutu eksternal pada lanskap pendidikan tinggi yang kian dinamis, Universitas Terbuka (UT) menghelat Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pembahasan Usulan Instrumen PJJ kepada LAMSPAK”. Forum strategis yang diselenggarakan di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi (FST) ini menjadi titik temu krusial antara pimpinan UT, pakar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), dan regulator akreditasi. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh urgensi epistemologis untuk menjembatani kesenjangan antara karakteristik unik model pembelajaran PJJ dengan instrumen akreditasi yang saat ini diterapkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK). Sebagai pelopor PJJ di Indonesia, UT memandang perlu adanya rekontekstualisasi instrumen penilaian agar mampu memotret kinerja dan kualitas program studi PJJ secara presisi, komprehensif, dan berkeadilan. Hadir dalam kegiatan ini para pimpinan UT, ketua Asosiasi Profesi Pendidikan Jarak Jauh Indonesia (APPJJI), dan para pakar akreditasi dan regulasi PJJ. FGD dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik sekaligus Ketua APPJJI , Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Universitas Terbuka telah lebih dari empat dekade menyelenggarakan pendidikan jarak jauh dengan prinsip keterbukaan dan inklusivitas. Karena itu, diperlukan instrumen akreditasi yang benar-benar mencerminkan karakteristik PJJ UT. Kegiatan FGD dipandu oleh Dr. Zainur Hidayah, S.Pi., M.M., yang menjelaskan alur kegiatan serta tujuan utama FGD, yaitu mengkaji kesesuaian standar dan indikator instrumen LAMSPAK dengan regulasi yang mengatur PJJ. Materi utama disampaikan oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., yang menyoroti perlunya penyesuaian indikator agar sesuai dengan karakteristik PJJ. Beliau menekankan bahwa walaupun standar yang ada umumnya sudah relevan, terdapat beberapa indikator yang memerlukan adaptasi. Hal ini merujuk pada berbagai dasar regulasi, seperti: UU No. 20 Tahun 2003, PP No. 39 Tahun 2002, Permendikbud No. 84 Tahun 2017, Permendikbud No. 7 Tahun 2020. Dalam pemaparannya, sejumlah indikator usulan disampaikan, antara lain masa studi, keberhasilan studi, kebijakan penerimaan mahasiswa baru, rasio dosen terhadap mahasiswa aktif, jumlah bimbingan tugas akhir, serta dana operasional pendidikan yang dihitung dari keseluruhan unit penyelenggara layanan mahasiswa UT. FGD menghadirkan narasumber ahli, Prof. Dr. M. R. Khairul Muluk, M.Si., yang memberikan berbagai catatan penting terkait perubahan regulasi, terutama setelah berlakunya Permen 53 Tahun 2023. Beliau menjelaskan bahwa beberapa indikator dapat disesuaikan dan tidak harus menjadi syarat unggul apabila dianggap tidak relevan bagi konteks PJJ UT. Beberapa indikator yang dibahas secara rinci meliputi: Rerata IPK lulusan, Masa studi, Persentase keberhasilan studi, Kebijakan penerimaan mahasiswa baru, Rasio dosen terhadap mahasiswa, Rerata jumlah bimbingan tugas akhir, Dana operasional pendidikan. Prof. Muluk juga menegaskan bahwa beberapa indikator masih dapat dimodifikasi atau diusulkan kembali kepada LAMSPAK dan BAN-PT untuk disesuaikan dengan karakteristik khas PJJ. Ia turut memberikan solusi terhadap beberapa indikator yang berpotensi menjadi beban penilaian, seperti rerata IPK dan keberhasilan studi. Selain itu, disampaikan catatan khusus bagi Program Studi Perpajakan yang wajib melakukan reakreditasi pertama dan tetap dapat meluluskan mahasiswa berdasarkan status akreditasi sementara sesuai ketentuan Permen 53 Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023. Kegiatan FGD ditutup oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh peserta dan narasumber. Rektor UT turut menyerahkan cinderamata kepada Prof. Dr. M. R. Khairul Muluk, M.Si. sebagai bentuk penghargaan atas kesediaan beliau hadir dan memberikan masukan dalam FGD ini. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat landasan penyusunan instrumen akreditasi LAMSPAK yang lebih adil dan sesuai karakteristik Pendidikan Jarak Jauh, serta mendukung komitmen UT dalam menjamin mutu pendidikan tinggi bagi seluruh mahasiswa di Indonesia. Inisiatif strategis ini menegaskan peran Universitas Terbuka tidak hanya sebagai penyelenggara pendidikan, tetapi juga sebagai pemimpin pemikiran (thought leader) dalam pengembanan sistem penjaminan mutu PJJ di Indonesia, memastikan bahwa rekognisi terhadap kualitas akademik berjalan seiring dengan inovasi pembelajaran. [Penulis: Adam Suryapratama, S.Pt.]

Perkuat Komitmen Mutu Pendidikan, Prodi PPKn FKIP UT Jalani Asesmen Lapangan Menuju Akreditasi Unggul

Tangerang Selatan — Universitas Terbuka (UT) kembali membuktikan komitmen seriusnya dalam penjaminan mutu akademik secara berkelanjutan. Kali ini, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di bawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) sebagai tahapan krusial dalam proses akreditasi. Kegiatan ini berlangsung intensif selama dua hari, mulai tanggal 10 hingga 11 Desember 2025, bertempat di Ruang Sidang FKIP Universitas Terbuka. Asesmen lapangan ini merupakan tindak lanjut dari pengajuan dokumen akreditasi, di mana tim asesor melakukan verifikasi dan validasi lapangan untuk mencocokkan data pada Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi faktual di lapangan. Fokus evaluasi mencakup tata kelola program studi, kurikulum, kualitas sumber daya manusia, hingga sarana prasarana penunjang pembelajaran. Dukungan Penuh Pimpinan Universitas Agenda strategis ini mendapatkan atensi penuh dari jajaran pimpinan tinggi universitas. Kehadiran Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. dan lengkap dengan para Wakil Rektor menjadi bukti nyata bahwa penjaminan mutu bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan prioritas utama institusi. Turut hadir memberikan dukungan dalam pembukaan dan pelaksanaan asesmen tersebut adalah Wakil Rektor I, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D.; Wakil Rektor II, Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si.; Wakil Rektor III, Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si.; serta Wakil Rektor IV, Dr. Hendrian, S.E., M.Si. Di tingkat fakultas, Dekan FKIP Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc. memimpin langsung pendampingan didampingi oleh jajaran wakil dekan, yakni Dr. Heni Safitri, S.Pd., M.Si. (WD I), Dr. Mestika Sekarwinahyu, M.Pd. (WD II), dan Dr. Mukti Amini, M.Pd. (WD III). Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM) beserta tim, serta sivitas akademika Prodi PPKn juga hadir untuk memfasilitasi kebutuhan data yang diperlukan oleh asesor. Optimisme dan Budaya Mutu Selama proses asesmen, para asesor melakukan pendalaman terhadap keterlaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi di lingkungan Prodi PPKn. Dialog interaktif dilakukan tidak hanya dengan pimpinan, tetapi juga melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa guna mendapatkan gambaran utuh mengenai ekosistem akademik yang berjalan. Menanggapi pelaksanaan asesmen ini, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim dan dukungan pimpinan universitas. “Asesmen lapangan ini adalah momen pembuktian akuntabilitas akademik kami kepada masyarakat. Kami telah berupaya menyajikan potret tata kelola dan layanan pendidikan terbaik yang selama ini dijalankan oleh Prodi PPKn. Kami optimistis, sinergi antara dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan akan membuahkan hasil akreditasi Unggul yang menjadi standar kualitas FKIP UT,” ujar Prof.Ali di sela-sela kegiatan. Pelaksanaan Asesmen Lapangan ini diharapkan tidak hanya bermuara pada perolehan status akreditasi, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi pengelola program studi. Masukan konstruktif dari para asesor akan menjadi landasan penting dalam upaya perbaikan berkelanjutan (Continuous Quality Improvement) guna mencetak lulusan pendidik Pancasila dan Kewarganegaraan yang kompeten dan berdaya saing tinggi. (Penulis : Muhammad Rafy Zildan, S.E.)