Universitas Terbuka (UT) Perkuat Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal Melalui Benchmarking dan Kerja Sama dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Surabaya,19 November 2025 – Tim Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA).  Kegiatan yang berlangsung di Auditorium BPM UNESA ini bertujuan untuk memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta meningkatkan pengelolaan manajemen risiko akademik di lingkungan Universitas Terbuka. Pertemuan dipimpin oleh Kepala Badan Penjaminan Mutu UNESA, Dr. Widowati Budijastuti, M.Si. dan dihadiri oleh jajaran pimpinan BPM UNESA. Dari Universitas Terbuka, tim dipimpin oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. bersama Manajer Pengembangan, Pengendalian Mutu, dan Manajemen Risiko, Dra. Eko Kuswanti, M.Pd,;  Staf Ahli Bidang Penjaminan Mutu dan Akreditasi Dr. Della Raymena Jovanka, S.Pd., M.Si.; Kasubbag Nuriyawati, A.Md. serta beberapa staf penjaminan mutu lainnya. Dalam kegiatan ini, tim KPM UT memperoleh paparan terkait pelaksanaan SPMI UNESA yang telah mengadopsi siklus PPEPP secara penuh, dilengkapi dengan standar mutu, SOP, serta sistem audit internal yang mencakup audit kurikulum, pembelajaran, kinerja pimpinan, hingga audit penelitian dan PKM. Pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dilakukan secara berjenjang untuk memastikan efektivitas tindak lanjut rekomendasi audit. BPM UNESA juga menjelaskan pengelolaan manajemen risiko yang terbagi menjadi risiko akademik dan non-akademik. Proses manajemen risiko dilaksanakan melalui tahapan identifikasi, analisis, dan evaluasi rutin, disertai pendampingan kepada fakultas yang memerlukan penguatan pemenuhan standar risiko. Selain itu, UNESA telah mengintegrasikan seluruh aplikasi standar mutu dalam satu portal terpadu, sehingga memudahkan proses monitoring dokumen, pelaksanaan audit, dan evaluasi mutu secara real time. Melalui kegiatan benchmarking ini, UT memperoleh berbagai praktik baik yang dapat menjadi rujukan dalam penguatan SPMI, penyempurnaan dokumen mutu, serta pengelolaan risiko akademik di lingkungan UT. KPM UT berkomitmen menindaklanjuti hasil kegiatan sebagai bagian dari peningkatan mutu berkelanjutan. Sebagai tindak lanjut penguatan mutu, kegiatan benchmarking ini dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara KPM UT dan BPM UNESA mengenai Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal. Perjanjian ini bertujuan memperkuat kolaborasi kedua institusi melalui pertukaran praktik baik, peningkatan kapasitas auditor, pengembangan dokumen mutu, serta penyelarasan sistem manajemen risiko akademik. Kerja sama ini menjadi landasan strategis bagi UT untuk memperkuat implementasi SPMI yang adaptif, terintegrasi, dan selaras dengan kebutuhan UT sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh. Sebagai simbol sinergi dan hubungan baik antar-institusi, kegiatan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari UNESA kepada UT, dan sebaliknya. Pertukaran cinderamata tersebut menjadi penanda komitmen kedua pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sistem penjaminan mutu serta peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Asesmen Mutu Internal Prodi S1 Biologi UT Berjalan Lancar, Dorong Penguatan Mutu Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Terbuka melalui Kantor Penjaminan Mutu (KPM) telah melaksanakan Asesmen Mutu Internal (AMI) pada Program Studi S1 Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) pada 5 November 2025. Kegiatan Asesmen Lapangan (AL) ini merupakan bagian dari komitmen UT dalam menjaga standarisasi dan peningkatan mutu akademik di seluruh program studi. Asesmen dilaksanakan oleh dua asesor AMI KPM UT, yaitu Prof. Dr. Lina Warlina, M.Ed. dan Nyayu Miftahul Ilmiyyah, M.Si., yang memiliki pengalaman dalam pengembangan dan evaluasi mutu pendidikan sains di lingkungan perguruan tinggi. Pelaksanaan AMI bertujuan untuk mengevaluasi tingkat ketercapaian standar mutu akademik dan non-akademik Program Studi S1 Biologi, mengidentifikasi kekuatan serta aspek yang masih perlu ditingkatkan, serta memastikan keberlanjutan budaya mutu di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi. AMI juga menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan program studi menghadapi proses akreditasi eksternal, khususnya dengan menggunakan Instrumen Unggul BAN-PT Versi 5 untuk Program Sarjana, yang menilai aspek tata pamong, sistem penjaminan mutu internal, kurikulum berbasis capaian pembelajaran (OBE), penelitian dosen, publikasi ilmiah, luaran mahasiswa, hingga dukungan sarana dan prasarana. Selama pelaksanaan asesmen, asesor melakukan penelaahan terhadap dokumen dan data dukung, wawancara dengan Ketua Program Studi serta dosen S1 Biologi, dan peninjauan berbagai bukti pendukung akademik. Proses asesmen berlangsung lancar dan interaktif, dengan sejumlah catatan konstruktif yang diberikan kepada program studi sebagai dasar penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) untuk peningkatan mutu. Kegiatan ini semakin menegaskan komitmen Universitas Terbuka dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi, khususnya di bidang sains. Hasil asesmen diharapkan dapat mendorong Program Studi S1 Biologi untuk terus bertransformasi, memperkuat kinerja akademik, dan memantapkan langkah dalam meraih predikat Unggul pada asesmen eksternal mendatang. KPM UT akan terus mengawal proses peningkatan mutu ini guna memastikan kepercayaan publik terhadap layanan Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) yang diselenggarakan Universitas Terbuka tetap terjaga. [Penulis : Nyayu miftahul Ilmiyyah, M.Si]

Asesmen Mutu Internal Prodi Doktor Administrasi Publik UT Berjalan Sukses, Perkuat Komitmen Mutu Sekolah Pascasarjana

Universitas Terbuka melalui Kantor Penjaminan Mutu (KPM) telah melaksanakan Asesmen Mutu Internal (AMI) untuk Program Studi Doktor Administrasi Publik (DAP) di bawah Sekolah Pascasarjana, pada 3–4 November 2025. Kegiatan Asesmen Lapangan (AL) ini menjadi agenda penting dalam memastikan penyelenggaraan program doktor berjalan sesuai standar mutu yang ditetapkan UT. Pelaksanaan asesmen dilakukan oleh tiga asesor AMI dari KPM UT, yaitu Dr. Agus Priyanto, M.Si., Nyayu Miftahul Ilmiyyah, M.Si., dan Dr. M. Jeffri Arlinandes Chandra, S.H., M.H., yang memiliki pengalaman dan kompetensi dalam penjaminan mutu perguruan tinggi. Kegiatan AMI tahun ini bertujuan untuk mengevaluasi ketercapaian standar mutu akademik dan non-akademik Program Studi Doktor Administrasi Publik, mengidentifikasi kekuatan serta aspek yang perlu ditingkatkan, dan memastikan keberlanjutan budaya mutu di lingkungan Sekolah Pascasarjana. Selain itu, AMI juga menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan program studi menghadapi penilaian eksternal, khususnya akreditasi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sektor Publik dan Administrasi (LAMSPAK). Dalam pelaksanaannya, asesor menggunakan Instrumen Doktoral LAMSPAK, yang meliputi penilaian terhadap sejumlah komponen penting seperti tata kelola, visi misi, kurikulum berbasis riset, kualitas publikasi, luaran akademik, proses pembimbingan disertasi, serta dukungan sumber daya. Penggunaan instrumen ini memastikan asesmen dilakukan secara terukur, komprehensif, dan selaras dengan standar akreditasi nasional tingkat doktoral. Selama dua hari asesmen, tim asesor melakukan penelaahan dokumen dan data dukung, wawancara dengan ketua program studi, dan dosen serta peninjauan bukti pendukung. Proses asesmen berjalan lancar, interaktif, dan menghasilkan sejumlah catatan konstruktif yang akan menjadi dasar penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) oleh program studi. Pelaksanaan AMI ini mempertegas komitmen Universitas Terbuka, dalam menjaga dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi pada jenjang doktor. Hasil asesmen diharapkan menjadi pendorong bagi Program Studi Doktor Administrasi Publik untuk terus bertransformasi, memperkuat kinerja akademik, serta memantapkan langkah menuju predikat Unggul di tingkat nasional maupun internasional. KPM UT akan terus mengawal proses peningkatan mutu ini guna memastikan kepercayaan publik terhadap Universitas Terbuka senantiasa terjaga. [Penulis : Nyayu Miftahul Ilmiyyah, M.Si]

UT Mantapkan Penyusunan SDGs: Rapat Koordinasi hingga Workshop Finalisasi Menuju Submisi THE Impact Rankings 2025

Tangerang Selatan, 10 November 2025 — Proses UT menuju submisi THE Impact Rankings 2025 melalui beberapa rangkaian kegiatan atau pertemuan. Pertemuan pada tanggal 17 Oktober 2025, merupakan rapat memantapkan progres setiap tim, menyamakan persepsi, serta memastikan kesiapan submisi evidence pada aplikasi THE Impact Ratings. Dalam arahannya, Dr. Rini menekankan pentingnya kolaborasi lintas tim untuk menyusun laporan dan eviden secara efisien serta tepat waktu. Selain membahas pembagian tugas, rapat juga menyoroti penggunaan template atau kertas kerja penyusunan SDGs, seperti disampaikan oleh Khalis Narendra dari tim KPM. Template ini diharapkan dapat membantu proses pengayaan data dan penyelarasan format antar tim. Menindaklanjuti agenda tersebut, pada 1–2 November 2025, tim KPM bersama Direktorat Sistem Informasi (DSI) melakukan pengembangan dan penataan website SDGs UT. Pembaruan dilakukan dengan mengadaptasi struktur referensi dari website Sustainability IPB, menghasilkan tampilan yang lebih terstruktur dibandingkan versi sebelumnya. Perbaikan mencakup penambahan tab informasi untuk memudahkan navigasi dan penyelarasan data. Sebagai bagian akhir rangkaian kegiatan, pada 3–4 November 2025, KPM menyelenggarakan workshop finalisasi dokumen SDGs di GSG, Ruang Pelatihan 2 lantai 1. Dalam agenda ini, Dr. Rini kembali menegaskan target finalisasi data dan publikasi website. Data numerik ditetapkan untuk final paling lambat 7 November 2025, sementara deadline submisi evidence ke sistem THE Impact Rankings ditetapkan pada 10 November 2025. Pada sesi workshop, Khalis Narendra memaparkan peningkatan struktur website SDGs UT, sekaligus melakukan sinkronisasi data dengan tim DSI dan unit pengampu indikator. Workshop juga digunakan untuk finalisasi berita dan penelusuran data dukung, termasuk klarifikasi teknis antar unit. Melalui rangkaian kegiatan ini, UT menunjukkan komitmen kuat dalam pelaporan kontribusi terhadap SDGs serta peningkatan peringkat internasional melalui tata kelola evidence yang akurat, transparan, dan sesuai standar pemeringkatan global. [Written by Muhammad Rafy Zildan]

Kolaborasi Kelas Nasional: ITS Benchmark ke Universitas Terbuka Perkuat Sinergi PJJ dan Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi

Tangerang Selatan, 23 Oktober 2025 — Universitas Terbuka menerima kunjungan benchmarking dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dengan tujuan memperkuat kolaborasi dan berbagi praktik baik dalam upaya pengembangan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan penjaminan mutu pendidikan tinggi. Kegiatan yang berlangsung di Kampus UT Pusat, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, ini dibuka secara resmi oleh Prof. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si. Wakil Rektor III Universitas Terbuka, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif ITS menjadikan UT sebagai mitra belajar dalam pengembangan sistem PJJ dan tata kelola mutu perguruan tinggi. “UT selalu terbuka untuk berbagi pengalaman, terutama dalam pengembangan sistem mutu dan transformasi digital pembelajaran jarak jauh. Kami percaya, sinergi antarperguruan tinggi seperti ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi nasional,” ujar Wakil Rektor III UT dalam sambutannya. Tim ITS dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Nurul Widiastuti, M.Si., Ph.D., dan beranggotakan sembilan pejabat strategis, termasuk Kepala Kantor Penjaminan Mutu ITS Prof. Dr. Ir. Sri Gunani Partiwi, M.T., Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi Bagus Jati Santoso, S.Kom., Ph.D., serta beberapa kepala program studi dari Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi ITS. Kunjungan diterima oleh jajaran Kantor Penjaminan Mutu (KPM) UT bersama perwakilan dari Direktorat Sistem Informasi (DSI), Pusat Pengelolaan Pembelajaran Digital (P3D), serta Pusat Pengelolaan Bahan Ajar (PPBA). Dalam sesi paparan, Prof. Imam Farisi, Kepala KPM UT, memaparkan pengalaman UT dalam mengelola sistem penjaminan mutu berbasis digital melalui Aplikasi Asesmen Mutu Internal (AMI) Akademik dan MPJJ 2025, yang terintegrasi dengan laman kpm.ut.ac.id. Sistem ini memungkinkan program studi melakukan unggah dokumen, penilaian mandiri, serta peer review oleh asesor internal sesuai siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) dalam kerangka Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). “Melalui AMI Akademik dan MPJJ 2025, UT mendorong budaya mutu yang kolaboratif, bukan hanya evaluatif. Asesor internal berperan sebagai mitra sejawat untuk meningkatkan kualitas program studi, bukan sekadar menilai,” ujar Prof. Imam Farisi. Kegiatan diskusi berfokus pada lima tema utama: Selain diskusi utama yang membahas lima topik kunci — sistem pembelajaran PJJ, mekanisme penjaminan mutu, infrastruktur teknologi informasi, pengelolaan e-learning, serta pengelolaan SDM dosen dan tutor — tim ITS juga melakukan kunjungan langsung ke tiga unit operasional utama UT, yaitu: Melalui kunjungan ini, tim ITS berkesempatan melihat secara langsung bagaimana UT mengimplementasikan transformasi digital dalam setiap aspek layanan akademik dan non-akademik — mulai dari pengelolaan bahan ajar, sistem pembelajaran daring, hingga pemantauan mutu berbasis data. Dalam sesi penutupan, Prof. Nurul Widiastuti menyampaikan apresiasi tinggi atas keterbukaan UT dalam berbagi pengetahuan dan praktik terbaiknya. “UT adalah contoh nyata bagaimana sistem pendidikan jarak jauh dapat berjalan efektif dengan dukungan infrastruktur digital dan budaya mutu yang kuat. Benchmarking ini memberikan banyak inspirasi bagi ITS untuk memperkuat sistem pembelajaran kami,” ungkapnya. Baik UT maupun ITS sepakat untuk menjajaki kolaborasi strategis di masa depan, terutama dalam bidang digitalisasi penjaminan mutu, pengembangan sistem pembelajaran daring, serta peningkatan kompetensi asesor dan auditor internal. Kegiatan benchmarking ini semakin menegaskan posisi Universitas Terbuka sebagai Center of Excellence dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh, serta rujukan nasional dalam penerapan sistem penjaminan mutu berbasis teknologi informasi yang selaras dengan standar akreditasi nasional dan internasional.

UT Mantapkan Langkah Akreditasi Internasional untuk FHSIP dan FEB

Tangerang Selatan, 17 Oktober 2025 – Universitas Terbuka (UT) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu dan daya saing program studi melalui upaya meraih akreditasi internasional. Dalam rapat koordinasi yang berlangsung secara daring, tim dari Fakultas Hukum, Sosial, dan Ilmu Politik (FHSIP) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) membahas perkembangan, tantangan, serta strategi menuju pencapaian standar akreditasi global. Rapat yang dipimpin oleh Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si. tersebut menyoroti pentingnya kesiapan akademik dan administratif di setiap program studi. Diskusi melibatkan sejumlah pimpinan dan dosen yang aktif dalam proses akreditasi, termasuk Dr. Della Raymena Jovanka, S.Pd., M.Si., Dr. Irsanti Widuri Asih, S.Sos., M.Si., dan Ratna Marta Dhewi, S.E., M.Acc., Ak. Dalam pertemuan tersebut, tim membahas rencana akreditasi internasional untuk prodi di FHISIP dan FEB melaui lembaga AHPGS dan IACBE yang akan kita mulaii tahun 2026, menggantikan lembaga akreditasi sebelumnya, ACQUIN. Pengajuan akreditasi ke ACQUIN ditunda dan tidak lagi digunakan karena ketentuan regulasi dan kesepakatan pimpinan. “Proses akreditasi internasional merupakan langkah strategis menuju pengakuan global. Namun, setiap tahapan harus ditempuh dengan cermat dan sesuai prosedur,” ujar Dr. Rini Dwiyani. Dr. Della Raymena sebagai Staf Ahli Bidang Penjaminan Mutu dan Akreditasi UT menambahkan bahwa secara langsung, keberhasilan memperoleh akreditasi internasional pada tingkat program studi maupun institusi merupakan bukti nyata capaian IKU 8 yang diatur oleh Kemendikbudristek. Namun demikian, akreditasi internasional bukan hanya target administratif untuk memenuhi IKU, tetapi merupakan “strategi transformasi mutu UT yang memastikan bahwa setiap aspek penyelenggaraan pendidikan jarak jauh memenuhi standar global, relevan dengan kebutuhan industry” tuturnya. Melalui langkah konsisten ini, UT berharap dapat meningkatkan jumlah program studi berakreditasi internasional sekaligus memperkuat reputasi di tingkat global. Capaian ini diharapkan menjadi bukti nyata kesungguhan UT dalam menghadirkan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang diakui secara internasional. [Written by Muhammad Rafy Zildan]

Pengumuman Pelaksanaan Perpanjangan Akreditasi Melalui Mekanisme Pemantauan

Dalam rangka transformasi dari Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 ke Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, berikut disampaikan hal-hal teknis tindaklanjut pelaksanaan perpanjangan akreditasi melalui mekanisme pemantauan yang perlu dilakukan oleh Perguruan Tinggi maupun Program Studi.Selengkapnya pada Lampiran : ​SURAT EDARANNomor : 1509/BAN-PT/LL/2025