Menuju Akreditasi Unggul: UT Bahas Rencana dan Target Reakreditasi Program Studi Tahun 2025

Jakarta, 9 Oktober 2025 — Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan rapat pengajuan reakreditasi bagi program studi di seluruh fakultas. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna UT ini dibuka oleh Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si. dan dipimpin oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd.  Rapat ini membahas kesiapan dan rencana tindak lanjut masing-masing program studi dalam menghadapi proses reakreditasi. Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. mengatatakan ”Berdasarkan data Kantor Penjaminan Mutu (KPM) prodi yang reakreditasi tahun 2025 dilingkungan UT sebanyak 25 prodi. Terdiri dari FKIP dangan 10 prodi, FST dengan 4 prodi, FHISIP dengan 9 prodi, FEB dengan 1 prodi, dan  Sekolah Pascasarjana dengan 1 prodi.” Dalam kesempatan tersebut, juga dibahas penetapan batas waktu pengajuan reakreditasi serta penyesuaian lembaga akreditasi bagi beberapa program studi, batas penyelesaian pengajuan reakreditasi tiap program studi berbeda-beda, batas pengajuan reakreditasi program studi Ilmu Pemerintahan, Ilmu Perpustakaan, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi dan Ilmu Hukum pada bulan Oktober 2025. Batas Pengajuan dokumen reakreditasi untuk program studi Ilmu Administrasi Bisnis, Sosiologi, dan Perpajakan pada bulan Desember 2025. Program studi FST juga memiliki batas pengajuan reakreditasi yang berbeda-beda, batas pengajuan dokumen reakreditasi untuk Program studi Matematika dan Sains data pada Desember 2025, sedangkan untuk Program studi Statistika dan Biologi batas pengajuan reakreditasi pada November 2025. FEB hanya terdapat 1 program studi yang mengajukan reakreditasi yaitu, program studi Ekonomi Pembangunan yang memiliki batas akhir pengajuan dokumen reakreditasi pada bulan November 2025. Tahun 2025 ini terdapat 6 (enam) program studi mengajukan reakreditasi melalui LAMSPAK, 2 (dua) Program studi mengajukan reakreditasi  ke BAN-PT, 2 (dua) Program studi mengajukan reakreditasi ke LAMEMBA, serta sebanyak 3 (tiga) program studi mengajukan reakreditasi ke LAMSAMA, dan hanya satu program studi mengajukan reakreditasi ke LAMINFOKOM UT menekankan pentingnya setiap program studi untuk menargetkan akreditasi unggul serta senantiasa mengacu pada matrik penilaian BAN-PT sebagai acuan utama dalam proses asesmen. Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu akademik di seluruh program studi guna mendukung pencapaian visi universitas sebagai pendidikan tinggi berkualitas dunia. [Written by Muhammad Rafy Zildan]

Universitas Terbuka Perkuat Budaya Mutu melalui Benchmarking ke Universitas Hasanuddin

Makassar, 7 Oktober 2025 – Tim Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) melakukan kegiatan benchmarking ke Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Universitas Hasanuddin (Unhas), bertempat di Aula LPMPP Unhas, Makassar. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sistem penjaminan mutu akademik dan pengelolaan manajemen risiko di lingkungan UT. Pertemuan dipimpin oleh Ketua LPMPP Unhas, Prof. Dr. Ir. Musrizal Muin, M.Sc., dan dihadiri jajaran pimpinan. Dari Universitas Terbuka, tim dipimpin oleh Dra. Eko Kuswanti, M.Pd, bersama manajer penjaminan mutu akademik Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si. dan Kasubbag Nuriyawati, A.Md. dan beberapa staf penjaminan mutu UT. Dalam sambutannya, Ketua LPMPP Unhas menjelaskan bahwa lembaga ini memiliki peran strategis dalam pengendalian dan peningkatan mutu akademik. Saat ini Unhas memiliki 235 program studi, dengan 150 prodi berstatus akreditasi Unggul dan 83 prodi telah memperoleh akreditasi internasional. Untuk mendukung capaian tersebut, LPMPP Unhas telah mengembangkan berbagai inovasi, termasuk aplikasi pengukuran CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) serta Early Warning System yang membantu memantau masa berlaku akreditasi prodi secara real-time. Selain itu, LPMPP Unhas melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) setiap tahun menggunakan instrumen gabungan dari BAN-PT, LAM, dan LAI. Seluruh proses AMI kini dilakukan secara paperless, lengkap dengan dashboard grafik berbasis standar SNDikti. Audit dilakukan oleh 126 auditor internal, disesuaikan dengan bidang keilmuan masing-masing. Pada bidang manajemen risiko, Unhas memiliki Pusat Manajemen Risiko (PMR) di bawah koordinasi Wakil Rektor II. Unit ini menyusun risk register berdasarkan sasaran mutu dan indikator kinerja utama (IKU), serta bekerja sama dengan konsultan eksternal. Saat ini, sistem pengelolaan risiko masih berbasis Excel, namun tengah dikembangkan menjadi sistem aplikasi terintegrasi dengan perencanaan dan anggaran. Dari hasil kunjungan, tim UT mencatat tiga praktik baik utama (best practices) dari LPMPP Unhas, yaitu: Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama antara KPM Universitas Terbuka dan LPMPP Universitas Hasanuddin sebagai simbol komitmen untuk memperkuat kolaborasi dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. [Written by Abdul Rochim]

Pengumuman LAMSAMA terkait Pengajuan Akreditasi

PENGUMUMAN No. 16/LAMSAMA/IX/2025 Sehubungan dengan: bersama ini disampaikan bahwa Unit Pengelola Program Studi/Program Studi dapat mengajukan akreditasi ke LAMSAMA menggunakan IAPS 1.0. Batas finalisasi dokumen akreditasi melalui SALAM 1.0 adalah 19 Desember 2025.

KPM Universitas Terbuka Dapat Rekognisi atas Praktik Baik Penjaminan Mutu dalam FGD Strategi Akreditasi Unggul di Universitas Pertahanan RI

Bogor, 1 Oktober 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) mendapat kehormatan menjadi narasumber dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan (FTTP) Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI). FGD yang mengusung tema “Strategi Persiapan Akreditasi Unggul dan Penyusunan Dokumen LKPS serta LED sesuai Instrumen BAN-PT, LAM Infokom, dan LAM Teknik di Lingkungan FTTP Unhan RI” ini dilaksanakan pada Rabu, 1 Oktober 2025, bertempat di Ruang Teater Gedung Auditorium Lt. 2 Kampus Bela Negara Unhan RI, Sentul, Bogor. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pakar dan praktisi penjaminan mutu dari lembaga akreditasi nasional maupun perguruan tinggi. Salah satunya adalah Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si., Manajer Penjaminan Mutu Akademik KPM UT, yang menjadi narasumber bersama Prof. Dr.-Ing. Ir. Misri Gozan, M.Tech., IPU., ASEAN.Eng. (Kepala Komite Eksekutif LAM Teknik) dan Prof. Dra. Sri Hartati, M.Sc., Ph.D. (Kepala Komite Eksekutif LAM Infokom). Dalam paparannya, Dr. Rini Dwiyani menyampaikan materi mengenai best practice penjaminan mutu di Universitas Terbuka, termasuk berbagai strategi dan inovasi yang telah diterapkan UT dalam memastikan mutu akademik di seluruh sistem pembelajaran jarak jauh. Beliau juga memaparkan pencapaian UT dalam akreditasi nasional dan internasional, di antaranya akreditasi unggul dari BAN-PT, pengakuan dari Asian Association of Open Universities (AAOU), serta partisipasi aktif dalam proses sertifikasi internasional International Council for Open and Distance Education (ICDE). “Universitas Terbuka terus berkomitmen untuk membangun sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan dan terdokumentasi dengan baik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pengalaman UT menunjukkan bahwa keberhasilan akreditasi tidak hanya ditentukan oleh dokumen, tetapi oleh konsistensi budaya mutu yang hidup di seluruh lini organisasi,” ujar Dr. Rini.   Selain sesi pemaparan, kegiatan juga diisi dengan diskusi panel dan breakout session yang menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis terkait penguatan tata kelola mutu, penyusunan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED), serta penyusunan roadmap akreditasi unggul di lingkungan FTTP Unhan RI. Partisipasi KPM UT sebagai narasumber menjadi wujud nyata kontribusi UT dalam berbagi pengalaman dan praktik terbaik penjaminan mutu pendidikan jarak jauh kepada perguruan tinggi lain. Melalui forum ini, diharapkan terjalin sinergi dan kolaborasi antarperguruan tinggi dalam memperkuat sistem penjaminan mutu nasional menuju pengakuan internasional. [Written by Pesi Suryani]

Temu Nasional V Jaringan Penjaminan Mutu PTNBH di Padang Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pendidikan Tinggi

Padang, 2 Oktober 2025 – Jaringan Penjaminan Mutu (JPM) PTN-BH se-Indonesia kembali menyelenggarakan Temu Nasional ke-5. Tema yang diusung dalam Temu Nasional ke-5 adalah “Meningkatkan Daya Saing Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) Melalui Optimalisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal Menuju Kampus Berdampak”. Kegiatan dilaksanakan tanggal 1 dan 2 Oktober di Universitas Negeri Padang (UNP). Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UNP, Dr. Ir. Krismadinata, S.T, M.T, dan dihadiri 50an pemimpin dan praktisi penjaminan mutu dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) di seluruh Indonesia. Acara tahunan ini merupakan ajang strategis di kalangan pegiat penjaminan mutu PTNBH untuk memperkuat kolaborasi dan berbagi pemikiran serta praktik terbaik dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan tinggi di kalangan PTNBH khususnya, dan perguruan tinggi pada umumnya. Temu nasional JPM PTN-BH kali ini memiliki misi penting terkait dengan perubahan aturan terkait Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (PMPT) dari Permendikbudristek No. 53/2023 ke Permendiktisaintek No. 39/2025. Didasari oleh komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas penjaminan mutu, maka Jaringan Penjaminan Mutu PTN-Badan Hukum (JPM PTN-BH) memandang perlu menyampaikan masukan dan rekomendasi kepada Pemerintah dan BAN-PT, khususnya terkait status Akreditasi Perguruan Tinggi dan Program Studi. Sejumlah rekomendasi penting forum JPM PTN-BH sebagai berikut. Partisipasi aktif seluruh perwakilan PTN-BH menunjukkan komitmen bersama untuk mengawal proses revisi peraturan secara konstruktif, sehingga kebijakan yang dihasilkan nantinya dapat selaras dengan kebutuhan dan perkembangan perguruan tinggi di Indonesia. Temu nasional ke-5 ini semakin strategis dan penting, dengan hadirnya Ketua Dewan Eksekutif BAN-PT, Prof. Dr. Ari Purbayanto, Ph.D. Pada sesi ini beliau menyajikan materi tentang “Penguatan Akreditasi Perguruan Tinggi dan Program Studi”. Dalam sajiannya, beliau menegaskan bahwa “kemajuan pendidikan tidak lepas dari penerapan proses penjaminan mutu yang dilaksanakan atas dasar prinsip “continous quality improvement”, baik melalui Asesmen Mutu Internal (AMI) maupun Asesmen Mutu Eksternal melalui Akreditasi dan/atau Sertifikasi. Jika AMI merupakan kegiatan internal untuk mengevaluasi bahwa PT/Prodi telah melaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan proses penjaminan mutu berdasarkan standar mutu internal, maka AME merupakan kegiatan eksternal untuk mengevaluasi bahwa PT/Prodi telah melaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan proses penjaminan mutu berdasarkan standar mutu eksternal yang dikembangkan oleh lembaga-lembaga akreditasi (BAN-PT, LAM). Lebih lanjut beliau menjelaskan, jika PT/Prodi telah terakreditasi bermakna bahwa PT/Prodi tersebut telah diakusi keunggulannya, dan mampu memberikan keunggulan kompetitif tersebut dalam menarik calon mahasiswa dan perolehan pendanaan pemerintah dan program bantuan pembiayaan mahasiswa. Kegiatan temu nasional ke-5 PTNBH ditutup oleh Wakil Rektor bidang Akademik UNP Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt. dan disepakati Temu Nasional ke-6 akan dilaksanakan di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh pada tahun 2026.  [Written by Imam Farisi].

Perkuat Mutu Akademik, Prodi Magister Studi Lingkungan Laksanakan Asesmen Mutu Internal (AMI) dengan Standar BAN-PT 5.0

Tangerang Selatan, 18 November 2025 – Program Studi (PS) Magister Studi Lingkungan (MSL) melaksanakan Asesmen Mutu Internal (AMI) Akademik sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu berkelanjutan dan pemenuhan standar akreditasi nasional. Kegiatan AMI tahun ini menggunakan Instrumen AMI berbasis Instrumen Akreditasi BAN-PT Versi 5.0 (Unggul), yang telah diadaptasi ke dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi.  Pelaksanaan AMI Lapangan  berlangsung pada tanggal 31 Oktober 2025, yang mana sebelumnya pada tanggal 28-30 Oktober 2025 telah melaksanakan AMI Kecukupan dan Penilaian, yang melibatkan asesor  internal.  Asesmen  ini   dilaksanakan melalui telaah dokumen, validasi data, peninjauan proses akademik, serta wawancara dengan Ketua  Program Studi  dan para dosen. Ketua Program Studi Magister Studi Lingkungan, Dr. A. Hadian Pratama Hamzah, S.IP, M.I.L., menyampaikan bahwa penggunaan instrumen BAN-PT Versi 5.0 merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh aspek tata kelola, proses pembelajaran, penelitian, layanan kemahasiswaan, dan capaian lulusan telah memenuhi standar Unggul.“Dengan asesmen mutu internal yang lebih, kami ingin menghadirkan sistem yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan layanan mahasiswa.  Hal ini sejalan dengan visi Universitas Terbuka sebagai institusi pendidikan tinggi terbuka, fleksibel, dan berkualitas,” ujarnya. Tim asesor internal yang ditugaskan oleh Kantor Penjaminan Mutu UT terdiri dari 3 (tiga) orang yakni  sebagai  Lead Asesor , Dra. Titi Chandrawati, M.Ed., Ph.D., Asesor, Editha Natalina Nababan,S.T.,M.Ak., dan Aseor Magang Dr. Andi Harmoko Arifin, S.E., M.Si.  Dra. Titi Chandrawati, M.Ed., Ph.D. menjelaskan bahwa asesmen dilakukan secara objektif, independen, dan komprehensif sesuai pedoman AMI. Instrumen AMI berbasis BAN-PT Versi 5.0 menguji berbagai aspek antara lain: 1.       Visi, misi, tata kelola, dan keberlanjutan program studi 2.       Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran 3.       Kinerja dosen, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan luaran akademik 4.       Layanan mahasiswa, suasana akademik, dan sistem informasi. 5.       Capaian pembelajaran, tracer study, serta kepuasan pemangku kepentingan 6.       Pengelolaan sumber daya dan peningkatan mutu berkelanjutan Hasil AMI menunjukkan bahwa  PS MSL  telah melaksanakan sebagian besar proses akademik sesuai SN-Dikti dan Standar Penjaminan Mutu Internal, dengan sejumlah rekomendasi perbaikan konstruktif. Kegiatan AMI ditutup dengan penyampaian umpan balik oleh Asesor. Melaui  AMI ini, Program Studi Magister Studi Lingkungan semakin siap menghadapi akreditasi BAN-PT dengan target peringkat Unggul. (Editha Natalina Nababan,S.T.,M.Ak.)