Kegiatan Asesmen Mutu Internal (AMI) MPJJ di UT MANADO

“Tata Kelola Pendidikan Jarak Jauh Dikaji Ulang untuk Peningkatan Layanan Berkualitas”Manado, 30 Juli 2025 Momen Penting Pengawasan Mutu Selama tiga hari (28–30 Juli 2025), Universitas Terbuka (UT) Daerah Manado menjadi pusat pelaksanaan Asesmen Mutu Internal Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (AMI MPJJ). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh tim asesor dari Kantor Penjaminan Mutu UT Pusat, dengan fokus utama pada evaluasi manajemen internal sebagai tulang punggung tata kelola pendidikan jarak jauh. Baca selengkapnya : https://manado.ut.ac.id/kegiatan-asesmen-mutu-internal-ami-mpjj-di-ut-daerah-manado/#
Menjelang Asesmen Mutu Internal MPJJ 2025, Asesor Bersinergi dalam Penyamaan Persepsi

Sebagai wujud komitmen dalam penjaminan mutu Pendidikan Jarak Jauh, Kantor Penjaminan Mutu UT mengadakan kegiatan penyamaan persepsi terkait instrumen Asesmen Mutu Internal Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (AMI MPJJ). Acara tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 7 Juli 2025 dengan menghadirkan seluruh asesor AMI MPJJ, baik yang berasal dari KPM maupun berasal dari fakultas. Penyelenggaraan acara penyamaan persepsi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan dan keselarasan pemahaman asesor dalam melaksanakan asesmen yang akan dilakukan. Dalam acara ini, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. selaku Kepala KPM memberikan sambutan sekaligus mensosialisasikan instrumen AMI MPJJ 2025. Selain itu, disampaikan juga pengarahan teknis oleh Manajer Pengembangan, Penjaminan, dan Manajemen Risiko pada KPM UT, yaitu Dra. Eko Kuswanti, M.Pd. Ibu Eko juga menyampaikan jadwal pelaksanaan AMI MPJJ yang akan dimulai pada pertengahan Bulan Juli hingga akhir bulan September 2025. Para asesor berpartisipasi secara aktif dalam menyampaikan pendapat dan bertukar pikiran terkait instrumen yang disampaikan oleh pimpinan KPM dalam sesi diskusi. Hal ini dapat memperkuat semangat dan komitmen bersama demi tercapainya penjaminan mutu yang optimal, yang menjadi kunci keberhasilan dalam pelaksanaan AMI MPJJ. Hasil dari sesi diskusi interaktif mengindikasikan bahwa hal-hal terkait instrumen dan jadwal pelaksanaan AMI MPJJ akan segera disepakati dengan mempertimbangkan masukan dari asesor yang hadir. Kegiatan ini memberi gambaran bahwa kerja sinergi dari semua pihak yang terlibat menjadi dasar utama dalam peningkatan mutu layanan pendidikan untuk masa depan PJJ yang lebih baik. [written by: Sakina]
Membangun Fondasi Mutu Pendidikan Jarak Jauh melalui Sosialisasi Asesmen Mutu Internal MPJJ Tahun 2025

Dengan semangat meningkatkan kualitas pendidikan jarak jauh, Kantor Penjainan Mutu (KPM) menggelar acara Sosialisasi dan Penyamaan Persepsi Pelaksanaan Asesmen Mutu Internal (AMI) Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) secara daring pada Senin, 30 Juni 2025. Acara ini bertujuan untuk mempersiapkan pelaksanaan AMI MPJJ yang akan dilaksanakan mulai bulan Juli 2025 secara luring. Kegiatan ini dihadiri oleh para Direktur Universitas Terbuka (UT) Daerah, Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Manajer Pengembangan Pengendalian Mutu dan Manajemen Risiko pada Kantor Penjaminan Mutu, para asesor dan tim ICT. Rangkaian acara ini dimulai dari sambutan sekaligus pembukaan secara resmi AMI MPJJ oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., dilanjutkan dengan penjelasan teknis terkait AMI MPJJ 2025 oleh Manajer Pengembangan Pengendalian Mutu dan Manajemen Risiko, Dra. Eko Kuswanti, M.Pd., dan simulasi aplikasi AMI MPJJ oleh ICT pada KPM, Yogie Bagas Pambagyo, S.T. Dalam acara sosialisasi dan penyamaan persepsi ini, Kepala KPM menyampaikan bahwa KPM berupaya untuk terus mengawal Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME), termasuk evaluasi tahunan melalui AMI. Beliau juga menyampaikan bahwa paradigma asesor juga mengalami perubahan menuju fokus perbaikan dan peningkatan mutu. Pada sesi pembahasan teknis pelaksanaan AMI MPJJ, disampaikan bahwa dalam AMI MPJJ 2025, digunakan tiga trilogi utama, yaitu Daya Jangkau, Tata Kelola, dan Kualitas Akademik, yang menjadi dasar penilaian di tujuh area kualitas dari total 12 area dalam sistem SIMINTAS 2024. Selain itu, sosialisasi ini juga memberikan gambaran kepada seluruh peserta mengenai peran penting asesmen dalam meningkatkan mutu akademik dan tata kelola di tingkat masing-masing UT Daerah. Para peserta didorong untuk aktif berpartisipasi, menyiapkan data dan dokumen secara lengkap serta mengikuti seluruh proses asesmen dengan penuh tanggung jawab. Melalui kolaborasi yang baik, pelaksanaan AMI MPJJ diharapkan akan berjalan lancar dan memberi hasil yang optimal bagi peningkatan mutu pendidikan jarak jauh secara berkelanjutan. Dengan sosialisasi ini, diharapkan seluruh pihak terkait dapat menyambut pelaksanaan AMI MPJJ 2025 dengan kesiapan dan pemahaman yang utuh, demi peningkatan mutu pendidikan jarak jauh yang berkualitas. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antar semua pihak yang terlibat, mulai dari pimpinan UT Daerah hingga tim asesor. KPM menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan memantau setiap langkah pelaksanaan AMI MPJJ sehingga kualitas pendidikan yang dihasilkan mampu memenuhi standar nasional dan internasional. [written by: Sakina]
Perkuat Mutu Akademik, Prodi Magister Studi Lingkungan Laksanakan Asesmen Mutu Internal (AMI) dengan Standar BAN-PT 5.0

Tangerang Selatan, 18 November 2025 – Program Studi (PS) Magister Studi Lingkungan (MSL) melaksanakan Asesmen Mutu Internal (AMI) Akademik sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu berkelanjutan dan pemenuhan standar akreditasi nasional. Kegiatan AMI tahun ini menggunakan Instrumen AMI berbasis Instrumen Akreditasi BAN-PT Versi 5.0 (Unggul), yang telah diadaptasi ke dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi. Pelaksanaan AMI Lapangan berlangsung pada tanggal 31 Oktober 2025, yang mana sebelumnya pada tanggal 28-30 Oktober 2025 telah melaksanakan AMI Kecukupan dan Penilaian, yang melibatkan asesor internal. Asesmen ini dilaksanakan melalui telaah dokumen, validasi data, peninjauan proses akademik, serta wawancara dengan Ketua Program Studi dan para dosen. Ketua Program Studi Magister Studi Lingkungan, Dr. A. Hadian Pratama Hamzah, S.IP, M.I.L., menyampaikan bahwa penggunaan instrumen BAN-PT Versi 5.0 merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh aspek tata kelola, proses pembelajaran, penelitian, layanan kemahasiswaan, dan capaian lulusan telah memenuhi standar Unggul.“Dengan asesmen mutu internal yang lebih, kami ingin menghadirkan sistem yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan layanan mahasiswa. Hal ini sejalan dengan visi Universitas Terbuka sebagai institusi pendidikan tinggi terbuka, fleksibel, dan berkualitas,” ujarnya. Tim asesor internal yang ditugaskan oleh Kantor Penjaminan Mutu UT terdiri dari 3 (tiga) orang yakni sebagai Lead Asesor , Dra. Titi Chandrawati, M.Ed., Ph.D., Asesor, Editha Natalina Nababan,S.T.,M.Ak., dan Aseor Magang Dr. Andi Harmoko Arifin, S.E., M.Si. Dra. Titi Chandrawati, M.Ed., Ph.D. menjelaskan bahwa asesmen dilakukan secara objektif, independen, dan komprehensif sesuai pedoman AMI. Instrumen AMI berbasis BAN-PT Versi 5.0 menguji berbagai aspek antara lain: 1. Visi, misi, tata kelola, dan keberlanjutan program studi 2. Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran 3. Kinerja dosen, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan luaran akademik 4. Layanan mahasiswa, suasana akademik, dan sistem informasi. 5. Capaian pembelajaran, tracer study, serta kepuasan pemangku kepentingan 6. Pengelolaan sumber daya dan peningkatan mutu berkelanjutan Hasil AMI menunjukkan bahwa PS MSL telah melaksanakan sebagian besar proses akademik sesuai SN-Dikti dan Standar Penjaminan Mutu Internal, dengan sejumlah rekomendasi perbaikan konstruktif. Kegiatan AMI ditutup dengan penyampaian umpan balik oleh Asesor. Melaui AMI ini, Program Studi Magister Studi Lingkungan semakin siap menghadapi akreditasi BAN-PT dengan target peringkat Unggul. (Editha Natalina Nababan,S.T.,M.Ak.)
Tingkatkan Akreditasi Program Studi KPM Gelar Workshop Asesmen Mutu Internal (AMI) Bidang Akademik 2025

Dalam rangka mendukung peningkatan mutu akademik Program Studi, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka menyelenggarakan kegiatan workshop Asesmen Mutu Internal (AMI) Bidang Akademik Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung selama 3 (tiga) hari mulai 26 sampai dengan 28 Mei 2025 ini dihadiri oleh pimpinan, pejabat terkait, serta seluruh program studi di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), dan Sekolah Pascasarjana (SPs). Kegiatan ini diselenggarakan di Wisma UT dan Aula Gedung Kualitas Lantai 3 dengan dipimpin oleh Kepala KPM, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. Kegiatan workshop ini bertujuan menyosialisasikan langkah-langkah pelaksanaan AMI Akademik 2025, yang berbasis siklus PPEPP (Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Dalam kegiatan workshop tersebut, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. menjelaskan bahwa AMI Akademik merupakan bagian dari siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UT yang dilakukan setiap tahun untuk evaluasi dan peningkatan mutu akademik di lingkungan Program Studi dan UPPS (Fakultas dan SPs). Pelaksanaan AMI Akademik direncanakan akan berlangsung dari bulan Juni hingga Desember 2025. Sebagai upaya mempersiapkan diri, UPPS (Fakultas dan SPs) dan Program Studi didorong untuk menyiapkan dokumen-dokumen berupa Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS) dan Dokumen/Lembar/Formulir Evaluasi Diri (DED/LED/FED) sesuai dengan standar instrumen Badan Akreditasi Nasional Pergurua Tinggi (BAN-PT) dan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) yang digunakan oleh masing-masing Program Studi dan instrumen terbaru yang berlaku mulai 19 Agustus 2025. Selain itu, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. juga menegaskan bahwa untuk pelaksanaan AMI Akademik tahun 2025 ini, Program Studi wajib mengunggah dokumen pendukung pada folder yang akan disediakan oleh KPM. Sebagai bahan evaluasi, UPPS (Fakultas dan SPs) dan Program Studi juga dihimbau untuk mengutamakan pentingnya kebaruan kurikulum sesuai capaian pembelajaran lulusan dan memastikan kelengkapan dokumentasi. Hingga saat ini, sejumlah Program Studi di FKIP, FST, FHISIP, FEB, dan SPs sedang mempersiapkan diri untuk diakreditasi, dan Kepala KPM menjelaskan bahwa Program Studi yang diakreditasi pada tahun 2025 ini tidak wajib mengikuti AMI Akademik 2025, namun harus melakukan perbaikan berkelanjutan untuk menghadapi AMI Akademik di tahun berikutnya. Hal ini juga berkaitan dengan materi yang disampaikan oleh Kepala KPM, bahwa AMI Akademik akan dilakukan dengan mengikuti pola siklus berulang dari AMI 1 hingga AMI 5, sampai dilakukannya akreditasi. Selain itu, AMI Akademik tidak ditujukan untuk menggantikan proses akreditasi formal, tetapi mendukung pengembangan mutu internal. Selama diskusi, peserta menanyakan penggunaan instrumen dan template sesuai panduan BAN-PT dan LAM dan ketentuan internal. Selain aspek teknis, diskusi juga mencakup standar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), perubahan nama Program Studi, serta mekanisme perpindahan dari penggunaan instrumen LAMEMBA ke LAMSPAK. Peserta sepakat bahwa pelaksanaan AMI Akademik 2025 akan disesuaikan dengan kebutuhan Program Studi dan mengikuti ketentuan yang berlaku, agar proses akreditasi berjalan lancar dan efisien. Pelaksanaan kegiatan workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Lingkungan Universitas Terbuka dan memastikan kesiapan seluruh Program Studi dalam mencapai standar mutu dan akreditasi yang diharapkan. [written by: Sakina]
Penyusunan Instrumen AMI MPJJ untuk Penyelenggaraan PTJJ di UT Daerah Berkualitas

Universitas Terbuka, 23 April 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan Workshop Penyusunan Instrumen Asesmen Mutu Internal (AMI) Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) Untuk UT Daerah. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi keterlaksanaan Sistem Penjaminan Kualitas (SIMINTAS) UT di UT Daerah. Selama ini, AMI MPJJ UT Daerah menggunakan instrumen berbasis klausul-klausul ISO 9001:2018 tentang Sistem Manajemen Mutu (SMM). Mulai tahun 2025, instrumen AMI MPJJ UT Daerah disusun berdasarkan area kualitas (quality areas) dan kebijakan kualitas (quality policies) yang terdapat di dalam dokumen SIMINTAS UT 2024. Langkah ini diambil untuk mengetahui sejauh mana relevansi proses-proses bisnis UT Daerah dengan kebijakan kualitas dalam SIMINTAS UT, mengingat pentingnya penjaminan kualitas pendidikan jarak jauh dalam menghadapi tantangan zaman dan untuk mendorong tercapainya upaya peningkatan berkelanjutan (continuous improvement) di semua unit operasional UT, khususnya UT Daerah. Penyusunan Instrumen AMI MPJJ UT Daerah bertujuan untuk menjadi alat ukur yang efektif dalam mengidentifikasi dan memastikan pelaksanaan berbagai kebijakan mutu di dalam SIMINTAS UT 2024 yang telah ditetapkan pada proses-proses bisnis UT Daerah. Instrumen ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan standar kualitas pendidikan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan jarak jauh yang diselenggarakan oleh UT berbasis SIMINTAS. Workshop Penyusunan Instrumen AMI MPJJ telah dilaksanakan pada hari Rabu-Kamis, tanggal 23-24 April 2025, dihadiri oleh seluruh Asesor Internal, Kepala Kantor Penjaminan Mutu KPM, serta Manajer Pengembangan, Pengendalian Mutu, dan Manajemen Risiko pada KPM. Dalam kegiatan ini, peserta berkolaborasi untuk merumuskan dan mendiskusikan berbagai aspek penting yang harus tercakup dalam instrumen tersebut. Instrumen AMI MPJJ UT Daerah dirancang dengan komprehensif, terdiri dari tujuh area kualitas dan tiga puluh kebijakan kualitas. Di dalam instrumen ini terdapat bobot, kebijakan sasaran mutu UT daerah, serta sejumlah indikator dan kriteria penilaian. Dokumen pendukung dan acuan seperti pedoman, panduan, serta formulir rekaman juga disertakan untuk mendukung proses penilaian yang lebih akurat dan menyeluruh. Sebelum penerapan secara luas di seluruh UT Daerah, akan dilakukan review oleh pakar dari UT yang berpengalaman di bidang audit dan asesmen serta akan dilaksanakan uji coba dan simulasi berbasis aplikasi di UT Daerah terdekat untuk mendapatkan masukan. Penilaian awal ini diyakini akan mengevaluasi efisiensi dan efektivitas instrumen yang telah disusun, sehingga dapat diterapkan dengan baik dan berguna di seluruh wilayah. Dengan adanya Instrumen AMI MPJJ UT Daerah, UT berkomitmen untuk terus meningkatkan standar kualitasnya dan memastikan bahwa pendidikan yang diberikan memenuhi tuntutan dan kebutuhan mahasiswa. [Written by Sakina Nusarifa Tantri/Nisa Permata Basti/Pesi Suryani/Nyayu Miftahul Ilmiyyah]
Penyamaan Persepsi Asesmen Mutu Internal (AMI) Akademik 2024

Asesmen Mutu Internal (AMI) adalah kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun untuk memastikan bahwa Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Perguruan Tinggi telah berjalan secara efektif. AMI merupakan suatu proses yang memberikan diagnostik dan refleksi untuk perbaikan dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Dalam memastikan hal tersebut, Universitas Terbuka akan menyelenggarakan kegiatan AMI mulai bulan September sampai dengan November 2024. Dengan akan dilaksanakannya kegiatan AMI tersebut, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka mengadakan kegiatan penyamaan persepsi bagi yang diikuti oleh seluruh Ketua Program Studi dan para asesor AMI pada tanggal 10 September 2024 secara online melalui Zoom Meeting. Kegiatan penyamaan persepsi AMI dilakukan untuk memberikan kesamaan dalam persepsi terkait tujuan AMI, langkah-langkah asesmen yang dilakukan, jadwal pelaksanaan, instrumen yang akan digunakan, serta cara pengisian instrumen. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Ketua Program Studi, lead asesor, asesor, asesor magang, dan staf Kantor Penjaminan Mutu (KPM). Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. selaku Kepala KPM memberikan sambutan dalam kegiatan penyamaan persepsi, sekaligus membuka rangkaian kegiatan AMI 2024 dengan mengutip kalimat dari Bapak Rektor, Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D: “Kualitas merupakan satu-satunya pilihan dan cara hidup kita dalam rangka menawarkan program-program pendidikan berkualitas kepada masyarakat.” Hal ini memiliki makna bahwa kualitas merupakan branding utama dari Universitas Terbuka yang harus diwujudkan bersama. Dalam kegiatan penyamaan persepsi AMI tersebut, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. juga menyampaikan hasil AMI yang telah dilaksanakan pada tahun 2023 untuk masing-masing kriteria di seluruh Program Studi, baik di jenjang Diploma, Sarjana, Magister, dan Doktor. Hasil AMI 2023 ini merupakan dasar bagi Program Studi untuk melakukan perbaikan-perbaikan untuk AMI 2024. Diharapkan melalui AMI 2024 nantinya, kualitas akademik di UT mengalami peningkatan berkelanjutan untuk mendukung terselenggaranya pendidikan jarak jauh yang berkualitas tanpa batas.
Penjaminan Kualitas Manajemen Berkelanjutan Melalui AMI MPJJ 2024

Dalam rangka meningkatkan kualitas manajemen secara berkelanjutan, Universitas Terbuka telah melaksanakan Audit Mutu Internal Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (AMI MPJJ), yang dikoordinasikan oleh Kantor Penjaminan Mutu (KPM). AMI MPJJ merupakan suatu proses pengujian untuk memastikan kegiatan penjaminan mutu di UT telah sesuai dengan prosedur dan standar yang ditentukan untuk mencapai visi misi UT. AMI MPJJ juga dapat memberikan informasi mengenai area-area yang memerlukan perbaikan lebih lanjut. Fokus pada AMI MPJJ ini meliputi kebijakan mutu terkait daya jangkau, tata kelola, dan kualitas akademik. Implementasi pelaksanaan AMI MPJJ dilakukan melalui 3 (tiga) tahapan, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. AMI MPJJ pada tahun 2024 ini dilakukan menggunakan bantuan aplikasi e-audit yang diakses melalui laman https://e-audit.mpjj.ut.ac.id/. Pelaksanaan AMI MPJJ dimulai pada bulan Juni 2024 sampai dengan bulan Agustus 2024. Sebanyak 39 UT Daerah dan 1 UT Layanan Luar Negeri telah diaudit oleh para auditor kompeten yang terdiri dari Lead Auditor, Auditor, dan Auditor Magang, yang secara keseluruhan berjumlah 48 orang. Pelaksanaan AMI MPJJ secara luring ini berjalan dengan lancar sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Hasil dari AMI MPJJ ini adalah temuan-temuan audit yang terdiri dari temuan besar (major), yaitu temuan yang berdampak luas dan mengancam kegiatan organisasi dan temuan kecil (minor), yaitu temuan yang tidak berdampak luas terhadap kegiatan organisasi. Temuan-temuan tersebut nantinya menjadi dasar untuk merekomendasikan saran perbaikan dalam pelaksanaan manajemen pendidikan jarak jauh. Saran perbaikan yang diberikan melalui rangkaian kegiatan AMI MPJJ ini diharapkan lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses yang telah berjalan. Selain temuan dan saran perbaikan, juga ditemukan praktik baik yang dilakukan di beberapa UT Daerah. Praktik baik tersebut juga dapat diinformasikan dan diimplementasikan di UT Daerah lain.
Penyamaan Persepsi Asesor AMI MPJJ Tahun 2024

Universitas Terbuka, 20 Juni 2024 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) melaksanakan kegiatan Penyamaan Persepsi Asesor Audit Mutu Internal (AMI) untuk Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) di Ruang Rasamala Wisma 2 Lantai Dasar. Acara ini diadakan dengan tujuan utama untuk menyatukan pemahaman para asesor terkait dengan proses pelaksanaan AMI MPJJ tahun 2024. Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., selaku Kepala Kantor Penjaminan Mutu, memberikan paparan mendalam mengenai evaluasi pelaksanaan AMI MPJJ tahun 2023. Dalam paparannya, beliau menyoroti pencapaian yang telah dicapai serta area yang perlu ditingkatkan untuk memperbaiki kualitas pendidikan jarak jauh. Materi lain yang disampaikan mencakup peran Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dalam implementasi AMI MPJJ, dasar-dasar, area fokus audit, dan tahapan-tahapan yang perlu diikuti oleh para asesor. “Kegiatan ini sangat penting untuk memastikan konsistensi dan keselarasan dalam pelaksanaan AMI MPJJ ke depan, sehingga kualitas pendidikan jarak jauh dapat terus meningkat,” ungkap Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. Acara ini dihadiri oleh para asesor yang akan terlibat dalam AMI MPJJ tahun 2024, termasuk perwakilan dari berbagai lembaga terkait. Diskusi interaktif antara narasumber dan peserta turut dilakukan untuk memperjelas berbagai aspek terkait pelaksanaan AMI MPJJ ke depan. Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan para asesor AMI MPJJ dapat memiliki pemahaman yang seragam serta siap menjalankan tugas mereka secara optimal. Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam mencapai tujuan peningkatan mutu pendidikan jarak jauh sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Audit Mutu Internal (AMI) Prodi S1 Administrasi Publik

Program Studi S1 Administrasi Publik di Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Terbuka (FHISIP UT) menggelar kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memastikan kualitas internal dari program studi tersebut. Acara tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pengelolaan administrasi di lingkungan FHISIP U. Audit ini dipimpin oleh Dr. Idha Novianti, S.Si., M.Pd. dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka, serta Nisa Permata Basti, M.H. dari Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka. Kedua auditor tersebut memiliki pengalaman dan keahlian yang relevan dalam bidang administrasi dan manajemen pendidikan. Tim Program Studi S1 Administrasi Publik yang dipimpin oleh Ridho Harta, S.Sos., M.Si. menunjukkan keseriusan dan antusiasme selama sesi audit. Mereka dengan teliti menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh para auditor, menunjukkan pemahaman yang baik terhadap sistem administrasi, dan prosedur yang diterapkan di dalam program studi tersebut. Hasil dari AMI menunjukkan bahwa Program Studi S1 Administrasi Publik telah mencapai tingkat kualitas yang cukup baik, meskipun terdapat beberapa area yang memerlukan revisi. Evaluasi ini merupakan langkah penting dalam menjaga dan meningkatkan standar kualitas pendidikan di FHISIP UT. Diharapkan bahwa rekomendasi dari AMI ini dapat diimplementasikan dengan efektif untuk terus mengoptimalkan kualitas program studi tersebut. Kegiatan monitoring AMI terdiri dari audit, asesmen dan evaluasi yang dilakukan secara berkala untuk mengetahui kesesuaian dan ketidaksesuaian antara pelaksanaan dengan perencanaan.