Asesmen Mutu Internal (AMI) MPJJ di UT Pontianak : Lebih dari sekadar evaluasi, AMI adalah langkah nyata UT Pontianak untuk terus berkembang, berbenah, dan memberikan layanan terbaik bagi civitas akademika.

Universitas Terbuka (UT) Pontianak melaksanakan Asesmen Mutu Internal (AMI) Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) tahun 2025 di kantor UT Pontianak, Jl. Karya Bhakti, Akcaya, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78121. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 23 hingga 26 September 2025 dipimpin oleh Lead Asesor Drs. Jamaludin M.Si. bersama Asesor Deri Aswar, S.E., M.Ak. dan dilakukan Supervisi oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. Asesmen Mutu Internal ini diikuti oleh seluruh pegawai UT Pontianak dengan tujuan mengevaluasi efektivitas sistem manajemen pendidikan jarak jauh, mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, memastikan pemenuhan standar nasional dan akreditasi, serta meningkatkan kepuasan mahasiswa dan kualitas layanan. Selama asesmen, tim meninjau tiga area utama kebijakan UT Daerah yaitu Tata Kelola meliputi 2 aspek manajemen internal dan sumber daya. Pada Daya Jangkau meliputi 3 Aspek terdiri dari admisi dan registrasi, mahasiswa dan profil mahasiswa, serta pemasaran dan kerjasama. Untuk yang terakhir Kualitas Akademik meliputi 2 Aspek terdiri dari pembelajaran dan layanan bantuan belajar serta Asesmen hasil.  Hasilnya menunjukkan sebagian besar indikator berada pada level memuaskan dengan skor dominan 3 (cukup sesuai)serta masuk dalam penilaian memenuhi syarat kualitas cukup baik.

UT Pangkal Pinang Raih Predikat “Cukup Baik” dalam Asesmen Mutu Internal

Pangkal Pinang, 17 September 2025 – Universitas Terbuka (UT) melalui Kantor Penjaminan Mutu (KPM) kembali melaksanakan kegiatan Asesmen Mutu Internal (AMI) sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas layanan pendidikan jarak jauh. Kegiatan yang dilaksanakan di UT Pangkal Pinang ini menjadi langkah penting dalam memastikan mutu pendidikan tetap terjaga sesuai standar yang berlaku di seluruh UT Daerah. AMI kali ini dipimpin oleh Prof. Dr. Milwan, S.Sos., M.Si. selaku lead asesor bersama Pesi Suryani, M.Ak. sebagai asesor. Pihak yang dinilai (asesi) adalah UT Daerah Pangkal Pinang dengan Direktur Ir. Ida Zubaidah, M.A., Ed.D. Dalam asesmen yang mencakup 30 indikator mutu, tim asesor melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek tata kelola, daya jangkau, dan kualitas akademik. Hasilnya, UT Pangkal Pinang memperoleh skor 290,91 dan dinyatakan masuk dalam kategori “Memenuhi Persyaratan Kualitas/Cukup Baik.” Capaian ini menunjukkan sebagian besar indikator telah terpenuhi dengan baik, meskipun beberapa aspek masih perlu disempurnakan. Direktur UT Pangkal Pinang, Ir. Ida Zubaidah, menyampaikan apresiasinya. “Kami menyambut baik asesmen ini sebagai sarana refleksi untuk perbaikan berkelanjutan. Hasil dan rekomendasi dari asesor akan menjadi masukan berharga bagi kami untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan di UT Pangkal Pinang,” ujarnya. Sementara itu, Prof. Dr. Milwan selaku lead asesor menekankan pentingnya tindak lanjut dari hasil asesmen. “Hasil asesmen menunjukkan banyak capaian positif di UT Pangkal Pinang. Namun demikian, masih ada beberapa aspek yang perlu diperkuat, terutama dalam penyempurnaan dokumen pendukung dan kesesuaian implementasi standar mutu. Ini akan menjadi pijakan penting bagi perbaikan berkelanjutan,” tuturnya. Pelaksanaan AMI ini kembali menegaskan komitmen UT Pangkal Pinang dalam membangun budaya mutu dan menghadirkan pendidikan tinggi jarak jauh yang terbuka, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. Dengan tindak lanjut yang tepat, hasil asesmen ini diharapkan mampu memperkuat posisi UT sebagai perguruan tinggi terbuka yang terpercaya di Indonesia. [Written by Pesi Suryani]

Optimalisasi Layanan Pendidikan melalui AMI MPJJ 2025 di UT Serang

Serang, 25 September 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka melaksanakan kegiatan Asesmen Mutu Internal (AMI) Manajemen Pembelajaran Jarak Jauh (MPJJ) di UT Serang yang berlangsung pada 23 hingga 25 September 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan dan staf UT Serang. Tim Asesor pelaksanaan kegiatan AMI MPJJ UT Serang adalah Dra. Eko Kuswanti, M.Pd. dan Nyayu Miftahul Ilmiyyah, M.Si. Tujuan dari asesmen ini adalah untuk memastikan mutu penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh di UT Serang tetap terjaga sesuai standar penjaminan mutu yang berlaku. Palaksanaan asesmen berlangsung secara intensif dengan melibatkan jajaran pimpinan UT Serang, antara lain Direktur UT Serang Dr. Teguh Prakoso, S.Pd., M.Hum., Manajer Marketing dan Registrasi Darwin Effendi, S.Kom., Manajer Pembelajaran dan Ujian Rakhmini Juwita, S.E., M.Si., serta Kepala Subbagian Tata Usaha Arpan Dadi, S.E. Selain itu, tim Gugus Penjaminan Mutu (GPM) UT Serang juga turut hadir dalam pelaksanaan AMI. Direktur UT Serang, Dr. Teguh Prakoso, S.Pd., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa AMI MPJJ ini merupakan bagian penting dari upaya peningkatan mutu berkelanjutan. Hasil asesmen diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan agar layanan pendidikan di UT Serang semakin optimal dan berkualitas. Kegiatan AMI MPJJ diakhiri dengan penutupan pada 25 September 2025 yang ditandai dengan sesi refleksi, penyampaian hasil AMI, serta rekomendasi oleh Tim asesor. UT Serang berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil asesmen ini demi mewujudkan peningkatan mutu pembelajaran jarak jauh yang lebih baik di masa mendatang. [ditulis oleh Nyayu Miftahul Ilmiyyah].

Asesmen Mutu Internal sebagai Upaya Optimasi Peningkatan Kinerja dan Transparansi di Universitas Terbuka (UT) Bogor

Bogor, 11 September 2025 – Universitas Terbuka (UT) Bogor terus memperkuat komitmennya dalam menjaga mutu penyelenggaraan pendidikan jarak jauh melalui kegiatan Asesmen Mutu Internal (AMI) yang diselenggarakan pada 09 -10 Sepetember 2025 oleh Kantor Penjaminan Mutu (KPM). Langkah ini merupakan strategi untuk meningkatkan kinerja institusi sekaligus mewujudkan transparansi dalam tata kelola layanan akademik maupun non-akademik. Kegiatan asesmen ini dilaksanakan sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu internal berkesinambungan, sesuai dengan  kebijakan dan standar yang ditetapkan oleh UT Pusat dan regulasi pendidikan tinggi nasional. Melalui asesmen, UT Bogor berupaya optimalisasi memastikan setiap proses, mulai dari manajemen internal, sumber daya, pembelajaran, layanan administrasi, hingga dukungan mahasiswa, terlaksana secara efektif, efisien, dan terukur. Direktur-UT Bogor, Drs. Enang Rusyana, M.Pd., pada pembukaan asesmen menyampaikan bahwa AMI merupakan evaluasi formal dalam siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Penetapan (PPEPP) untuk menciptakan budaya mutu di lingkungan kampus. “Dengan asesmen mutu internal yang lebih terstruktur dan dijalankan secara sistematis, independen, serta terdokumentasi, kami ingin menghadirkan sistem yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan layanan mahasiswa. Hal ini sejalan dengan visi Universitas Terbuka sebagai institusi pendidikan tinggi terbuka, fleksibel, dan berkualitas,” ujarnya. Tim asesor terdiri dari 2 (dua) orang yakni  Drs.Yos Sudarso M.Pd (Lead Asesor), dan Editha Natalina Nababan,S.T.,M.Ak.(Asesor). Para asesor meninjau dokumen, mewawancarai pimpinan, dosen, dan staf, serta mengamati langsung implementasi kebijakan guna memastikan kesesuaian dengan standar mutu yang berlaku. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memperoleh bukti yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penilaian mutu. Fokus utama dari AMI sebagai  upaya optimasi peningkatan kinerja dan transparansi tahun ini mencakup: 1.       Evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas pembelajaran jarak jauh, 2.       Monitoring layanan administrasi akademik dan kemahasiswaan, 3.       Peningkatan keterbukaan informasi publik terkait hasil asesmen dan tindak lanjut perbaikan. Hasil asesmen yang diperoleh akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi strategis yang menjadi dasar perbaikan berkelanjutan. Dengan demikian, UT Bogor dapat terus meningkatkan kinerja, memberikan layanan prima, dan menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh.  Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka Bogor menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang bermutu, transparan, serta mampu menjawab tantangan era digital dan kebutuhan masyarakat luas.  (Editha Natalina Nababan,S.T.,M.Ak.)

Audit Internal SMKI ISO 27001:2022 Direktorat Sistem Informasi Universitas Terbuka Berjalan Sukses

Tangerang Selatan, 28 Agustus 2025 – Universitas Terbuka melalui Kantor Penjaminan Mutu (KPM) memfasilitasi Audit Internal Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) berbasis ISO 27001:2022. Audit yang merupakan bagian dari surveillance rutin ini menempatkan Direktorat Sistem Informasi (DSI) sebagai auditee untuk menilai efektivitas penerapan sistem manajemen keamanan informasi di lingkungan Universitas Terbuka. Audit dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas komitmen tim auditor dalam mendukung keberlangsungan tata kelola keamanan informasi di Universitas Terbuka. “Penerapan ISO 27001:2022 tidak hanya sekadar pemenuhan standar internasional, tetapi juga merupakan upaya berkelanjutan kita untuk menjaga integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan data institusi dan mahasiswa. Terima kasih kepada tim auditor yang telah bekerja secara profesional,” ujar Prof. Paken dalam sambutannya. Pelaksanaan audit berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 26 hingga 28 Agustus 2025, dengan ruang lingkup mencakup proses-proses utama yang berada di bawah Direktorat Sistem Informasi. Melalui audit internal ini, Universitas Terbuka berkomitmen menjaga tata kelola keamanan informasi yang andal, sekaligus memastikan kesesuaian dengan standar internasional ISO 27001:2022. Audit ini dipimpin oleh Lead Auditor Arif Purnomo Muji Basuki, S.Kom., bersama auditor internal Harisman Indra, S.T.,dan Editha Natalina Nababan, M.Ak., Tim juga diperkuat oleh dua auditor magang, Yogie Bagas Pambagyo, S.T., dan Ibnu Abdul Haris, S.Kom. Selain itu, jalannya audit turut didampingi oleh auditor eksternal dari PT Lemti Unindo Inovasi. Tim auditee yang hadir meliputi Direktur DSI Dr. Muhammad Rif’an, S.T., M.T., Kepala Subdirektorat Pengamanan dan Audit Sistem Informasi DSI Agung Wicaksono, S.Kom., Kepala Subdirektorat Pengembangan Sistem Informasi DSI Deni Rudiana Aprizal, S.Kom., Kepala Subdirektorat Operasi DSI Iwan Susanto, S.Kom., M.T.I., dan juga beberapa staf DSI.  Selama proses audit, tim auditor meninjau dokumentasi, kebijakan, prosedur, serta efektivitas kontrol keamanan informasi yang telah diterapkan. Audit ini juga merupakan bagian dari evaluasi berkelanjutan untuk memastikan kesesuaian sistem dengan persyaratan ISO 27001:2022 sekaligus mendorong peningkatan berkelanjutan (continuous improvement). Audit internal resmi ditutup pada 28 Agustus 2025 dengan pemaparan temuan dan rekomendasi perbaikan yang bersifat membangun. Direktorat Sistem Informasi (DSI) menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti hasil audit sebagai langkah nyata dalam memperkuat sistem keamanan informasi di Universitas Terbuka. (Written By Yogie Bagas Pambagyo)

Asesmen Mutu Internal 2025: UT Purwokerto Mantapkan Komitmen Mutu Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ)

Purwokerto, 21 Agustus 2025 – Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka (UT) melaksanakan Asesmen Mutu Internal (AMI) di UT Purwokerto pada 20–21 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Monitoring dan Pengendalian Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) yang digelar di seluruh UT Daerah pada Tahun Akademik 2024/2025. Tahun 2025 menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya AMI MPJJ dilaksanakan dengan paradigma baru yang mengacu pada Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UT. Indikator mutu AMI MPJJ dirumuskan berdasarkan Kebijakan dan Standar Mutu dalam SIMINTAS UT 2024, dengan fokus pada tiga area kebijakan, yaitu Daya Jangkau, Tata Kelola, dan Kualitas Akademik. Pembukaan kegiatan di UT Purwokerto dipimpin oleh Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., yang menekankan pentingnya asesmen sebagai upaya refleksi dan perbaikan berkelanjutan.  “Asesmen mutu ini adalah wujud komitmen UT Purwokerto untuk terus memberikan layanan akademik terbaik bagi mahasiswa dan masyarakat. Melalui asesmen ini, kami berharap dapat memperkuat budaya mutu sekaligus menjawab harapan pemangku kepentingan,” ungkapnya. Tim auditor Kantor Penjaminan Mutu UT yang bertugas terdiri atas Lead Auditor, Prof. Dr. Sugilar, M.Pd.; Auditor, Dra. Eko Kuswanti, M.Pd.; serta Auditor Magang, Isma Dwi Fiani, S.I.Kom., M.Si.. Para Auditor melakukan konfirmasi dokumen, wawancara dengan pimpinan, dosen, serta staf, dan meninjau langsung implementasi kebijakan untuk memastikan kesesuaian dengan standar mutu yang berlaku. Selain melakukan evaluasi, tim auditor juga mengidentifikasi beberapa praktik baik di UT Purwokerto. Di antaranya adalah: Dalam penutupannya, Prof. Sugilar menegaskan bahwa AMI MPJJ ini bukan sekadar evaluasi administratif, melainkan instrumen untuk menumbuhkan culture of quality secara bertahap dan berkesinambungan. “Kami berharap asesmen ini dapat mengidentifikasi praktik terbaik sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan, agar mutu penyelenggaraan pendidikan jarak jauh di UT Purwokerto semakin optimal,” jelasnya. Melalui asesmen ini, Kantor Penjaminan Mutu UT menegaskan komitmennya untuk mendampingi seluruh UT Daerah dalam memperkuat budaya mutu, meningkatkan kualitas akademik, serta memastikan layanan pendidikan tinggi jarak jauh tetap transparan, akuntabel, dan berdaya saing.

Asesmen Mutu Internal (AMI) MPJJ UT Ambon: Dorong Perbaikan Berkelanjutan

Ambon, 28 Agustus 2025 – Universitas Terbuka (UT) Ambon kembali menguatkan  komitmennya dalam menjaga kualitas pendidikan jarak jauh melalui pelaksanaan Asesmen Mutu Internal (AMI). Selama tiga hari, 25–27 Agustus 2025, pelaksanaan asesmen berfokus pada proses bisnis  UT Ambon yang dipimpin oleh Dra. Eko Kuswanti, M.Pd. bersama Pesi Suryani, M.Ak. dari Kantor Penjaminan Mutu UT Pusat. Direktur UT Ambon, Yuli Tirtariandi El Anshori, S.IP., M.AP. yang membuka kegiatan ini menekankan pentingnya asesmen sebagai upaya perbaikan berkelanjutan. “Kami berharap tim asesor dapat memberikan masukan yang berharga, agar UT Ambon semakin siap memenuhi harapan mahasiswa dan masyarakat luas.” ujarnya penuh optimisme. Sejalan dengan itu, Eko Kuswanti menegaskan bahwa AMI bukan sekadar evaluasi, tetapi mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam pengelolaan dan memberikan rekomendasi untuk peningkatan mutu UT Daerah. Selain itu, asesmen juga menekankan pentingnya dokumentasi sebagai bukti akuntabilitas dan transparansi. Selama asesmen, tim meninjau tiga area utama kebijakan UT Daerah yaitu Tata Kelola, Daya Jangkau, dan Kualitas Akademik. Hasilnya menunjukkan sebagian besar indikator berada pada level memuaskan dengan skor dominan 3 (cukup sesuai). Praktik terbaik pun berhasil diidentifikasi, antara lain efektivitas pemasaran dan kerja sama serta keberhasilan Layanan Pembelajaran dan Kegiatan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ). Namun demikian, asesor masih menemukan  beberapa ketidaksesuan dalam pengelolaan  yang perlu diperbaiki antara lain  kelengkapan dokumen,  ketersedian dokumen, validasi dokumen dan penggunaan format laporan. Area yang mendapat sorotan khusus adalah proses Admisi & Registrasi serta Asesmen Hasil Belajar Mahasiswa, yang perlu ditingkatkan agar implementasi mutu lebih optimal. Melalui kegiatan ini, UT Ambon menegaskan tekadnya untuk terus mengedepankan budaya mutu dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan. Hasil asesmen akan menjadi pijakan penting dalam melakukan tindak lanjut perbaikan berkelanjutan, sehingga kualitas tata kelola dan layanan akademik dapat terus meningkat sejalan dengan visi UT dalam memberikan akses pendidikan tinggi berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia. [Written by Pesi Suryani]

Rahasia UT Malang Memperkuat Budaya Mutu dan SDGs melalui AMI MPJJ Jadi Komitmen Utama

Malang, 28 Agustus 2025 – Universitas Terbuka (UT) Malang kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan manajemen pendidikan tinggi jarak jauh yang berkualitas dan berkelanjutan melalui penyelenggaraan AMI MPJJ yang berlangsung selama empat hari, mulai 25 hingga 28 Agustus 2025. AMI dilaksanakan di Kantor UT Malang Lantai 2 Ruang Vicon, dengan menghadirkan tim asesor yang terdiri dari Lead Asesor Dra. Ace Sriati Rachman, M.Si., serta asesor Nisa Permata Basti, M.H. dan Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si.. Kegiatan AMI MPJJ juga dihadiri oleh Direktur UT Malang, Dr. Lilik Sulistyowati, M.Si., beserta para manager dan seluruh staf UT Malang. AMI MPJJ merupakan bagian dari Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UT berdasarkan Kebijakan dan Standar Mutu di dalam SIMINTAS UT 2024. Tujuannya adalah untuk memastikan proses akademik maupun non-akademik berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan. Selama kegiatan berlangsung, mengikuti rangkaian audit yang menekankan aspek akuntabilitas, transparansi, dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Hasil AMI MPJJ UT Malang menunjukkan implementasi kebijakan Kualitas Akademik (Pembelajaran dan Layanan Bantuan Belajar serta Asesmen Hasil Belajar) cukup baik sesuai dengan standar dan indikator. Peningkatan area kualitas akademik juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya indikator SDGs 4 – Quality Education https://sdgs.ut.ac.id/sdgs-4 dengan memastikan adanya kesempatan yang setara bagi seluruh sivitas akademika tanpa diskriminasi, baik dalam proses pembelajaran, layanan, maupun pengembangan sumber daya manusia. UT Malang juga melakukan pemasaran dan kerjasama sesuai dengan indikator area kebijakan Daya Jangkau sehingga menghasilkan kinerja yang optimal. Area kebijakan peningkatan Daya Jangkau melalui pemasaran dan kerjasama sejalan dengan SDGs 17 – Partnerships For The Goals https://sdgs.ut.ac.id/sdgs-17. Direktur UT Malang, Dr. Lilik Sulistyowati, M.Si., menyampaikan bahwa AMI MPJJ menjadi instrumen penting dalam menumbuhkan budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi.  “Melalui AMI, UT Malang memastikan bahwa setiap langkah dalam penyelenggaraan pendidikan selalu dievaluasi dan ditingkatkan, sehingga dapat memberikan layanan terbaik kepada mahasiswa di seluruh wilayah,” ujarnya. Dengan berakhirnya pelaksanaan AMI tahun 2025, UT Malang menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan memperkuat tiga area kebijakan Tata Kelola, Akademik dan Daya Jangkau Kebijakan SIMINTAS. Proses ini menjadi wujud nyata UT Malang dalam mendukung tercapainya pendidikan berkualitas dan berkeadilan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. (Ditulis oleh: NPB)

KPM Gelar Sosialisasi Pelaksanaan dan Aplikasi Asesmen Mutu Internal (AMI) Akademik 2025

Tanggerang Selatan, 15 Agustus 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka menyelenggarakan Sosialisasi Pelaksanaan dan Aplikasi Asesmen Mutu Internal (AMI) Akademik 2025 di Aula Gedung Kualitas Lantai 3. Kegiatan ini dihadiri oleh para Ketua Program Studi, Wakil Dekan Bidang Akademik, Gugus Pengendali Mutu Program Studi dan Fakultas, serta para Asesor AMI Akademik di lingkungan Universitas Terbuka. Acara dibuka oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., selaku Kepala KPM, yang menyampaikan materi tentang pelaksanaan AMI Akademik 2025 serta siklus PPEPP, SPMI, dan SPME bidang akademik. Peserta mendapatkan informasi mengenai jadwal AMI Akademik tahun 2025, kriteria program studi yang mengikuti AMI, dan instrumen yang digunakan. Pelaksanaan AMI Akademik 2025 akan berlangsung mulai 15 September hingga 15 Oktober 2025 untuk asesmen kecukupan, dan dilanjutkan asesmen lapangan pada 20 Oktober hingga 13 November 2025. Kegiatan ini mencakup 29 program studi di lingkungan Universitas Terbuka sesuai instrumen akreditasi masing-masing. Instrumen AMI yang digunakan merupakan adopsi dan adaptasi dari standar AMI serta instrumen akreditasi BAN-PT/LAM PTIP, LAMDIK, LAMEMBA, dan LAMSPAK. Hasil identifikasi menunjukkan jumlah indikator sebagai berikut: LAMDIK rata-rata 60 indikator, LAMEMBA 59 indikator, LAMSPAK rata-rata 70 indikator, dan LAM PTIP 57 indikator (sementara masih menggunakan instrumen BAN-PT Unggul). KPM menjembatani indikator tersebut dengan dokumen pendukung melalui panduan. Saat ini, standar yang sudah dipetakan dokumennya oleh KPM mencakup LAMEMBA, LAMSPAK, dan LAMDIK. Disampaikan pula bahwa posisi asesor internal berbeda dengan asesor eksternal. Asesor internal tidak memberikan judgment, tetapi berperan sebagai peer reviewer yang  memberikan saran perbaikan untuk meningkatkan kualitas budaya mutu di program studi masing-masing. Tim ICT KPM, yang diwakili oleh Abdul Rochim, S.Kom., memberikan penjelasan teknis pengisian instrumen AMI 2025. Proses pengisian dilakukan melalui laman kpm.ut.ac.id dengan login menggunakan SSO. Setiap program studi mengunggah dokumen pada aplikasi melalui link OneDrive. Sementara itu, asesor dapat memberikan penilaian pada masing-masing indikator yang sudah diisi oleh program studi. Adanya penjelasan  mengenai teknis pengisian instrumen AMI 2025 ini, diharapkan penggunaan aplikasi AMI Akademik dapat berjalan optimal. Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka menegaskan Kembali komitmennya dalam membangun budaya mutu yang berkesinambungan serta memastikan tata kelola akademik berjalan secara profesional dan akuntabel.  [ditulis oleh: Nyayu Miftahul ilmiyyah]

UT Kupang Laksanakan AMI MPJJ 2025

​Kupang, 11 Agustus 2025 – Universitas Terbuka (UT) Kupang melaksanakan Asesmen Mutu Internal (AMI) Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) tahun 2025 di kantor UT Kupang, Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 13 Agustus 2025, dan dipimpin oleh Lead Asesor Durri Andriani bersama Asesor Pesi Suryani. Asesmen ini diikuti oleh seluruh pegawai UT Kupang dengan tujuan mengevaluasi efektivitas sistem manajemen pendidikan jarak jauh, mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, memastikan pemenuhan standar nasional dan akreditasi, serta meningkatkan kepuasan mahasiswa dan kualitas layanan. Direktur UT Kupang, Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd., menegaskan pentingnya pelaksanaan AMI MPJJ bagi UT. “Audit ini menjadi momen penting untuk meninjau keseluruhan proses bisnis di UT — mulai dari pelayanan umum, pemasaran, bisnis, hingga manajer di berbagai lini pekerjaan. Kami beruntung dan berkewajiban memastikan seluruh UT di daerah dapat diaudit agar tetap berada di jalur yang benar,” ujarnya. UT Kupang memiliki 29 pegawai sumber daya manusia dan 7 dosen, mayoritas perempuan. Dr. Ajat memberikan apresiasi atas komitmen dan semangat tim yang akan mendampingi proses asesmen hingga target pendidikan tercapai. Lead Asesor, Durri Andriani, menjelaskan bahwa AMI MPJJ merupakan audit mutu internal yang wajib dilakukan secara periodik sesuai peraturan pemerintah, selain asesmen eksternal oleh BAN-PT atau lembaga akreditasi mandiri. Tahun ini, UT mulai menerapkan sistem berbasis aplikasi AMI PJJ, yang meliputi pengisian 213 indikator, pengunggahan dokumen, asesmen dokumen, dan observasi lapangan. “Tujuannya menjamin kualitas layanan sesuai standar nasional dan memenuhi kebutuhan mahasiswa, sehingga lulusan dapat tepat waktu dan tepat kualitas,” ungkap Durri. Jika ditemukan kekurangan, unit diberikan waktu dua minggu untuk melakukan perbaikan sebelum penilaian akhir. Durri berharap pelaksanaan AMI MPJJ ke depan semakin lancar, indikator lebih relevan, dan hasil audit dapat diimplementasikan secara optimal.