Tim UT Persiapkan Akreditasi Internasional Bersama Robert Raback dari ACQUIN

Surabaya, 4 Juni 2025 – Saat ini Universitas Terbuka sudah memiliki 4 (empat) program studi terakreditasi internasional oleh FIBAA (Foundation for International Business Administration Accreditation). Keempat program studi tersebut adalah S1 Ekonomi Pembangunan, S1 Akuntansi, S1 Manajemen, dan S1 Ilmu Hukum. Keempatnya juga sudah diakui oleh Kementerian dan terdaftar di Pangkalan Data Dikti (PDDIKTI). Sukses yang diraih oleh 4 (empat) program studi tersebut, mendorong program-program studi lain di UT untuk meraih akreditasi internasional. Sebelas program studi jenjang sarjana (S1) sedang menyiapkan diri untuk mengajukan akreditasi internasional melalui lembaga akreditasi internasional ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute). Sebelas program studi tersebut adalah 8 (delapan) prodi FHISIP yaitu prodi Ilmu Pemerintahan, Ilmu Perpustakaan, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi, Ilmu Administrasi Bisnis, Sosiologi, Kearsipan, dan Perpajakan, serta 3 prodi FEB yaitu Pariwisata, Akuntansi Keuangan Publik, dan Ekonomi Syariah. Kegiatan ini  merupakan bagian dari langkah strategis UT menuju perguruan tinggi berkualitas dan berkelas dunia, serta menjadikan program-program studi UT terakreditasi internasional. Selain itu, akreditasi internasional melalui ACQUIN juga diharapkan dapat menumbuhkan motivasi baru bagi civitas academika UT untuk terus berkarya, melakukan penelitian kolaboratif, terlibat aktif dalam jejaring akademik internasional, serta menciptakan lebih banyak peluang kerja sama dan kolaborasi dengan lembaga pendidikan, riset, dan industri di berbagai negara. Untuk mempersiapkan akreditasi internasional tersebut, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) bersama FHISIP, dan FEB berkoordinasi untuk melaksanakan audiensi dan asistensi dokumen Self-Assessment Report (SAR) dengan perwakilan ACQUIN. Audiensi diikuti oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Irsanti Widuri Asih, S.Sos., M.Si., dan Prof. Daryono, S.H., M.A., Ph.D.​ sebagai koordinator internal untuk akreditasi internasional melalui ACQUIN. Audiensi dan asistensi dilakukan di Surabaya bersama Robert Raback, Project Manager lembaga akreditasi internasional ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute). Audiensi dan asistensi bersama Robert tidak hanya terkait penyusunan dokumen Self-Assessment Report (SAR), melainkan juga memperjelas mekanisme dan teknis akreditasi, jumlah program studi yang akan diakreditasi dalam satu klasterisasi, sekaligus menjadi momen transfer pengetahuan mengenai standar dan indikator mutu internasional yang harus dipenuhi. Selama diskusi, Robert juga menyampaikan berbagai masukan terkait strategi penyusunan dokumen SER & dokumen-dokumen penting lainnya, mekanisme pelaksanaan asesmen (luring, daring, dan/atau hybrid) agar memenuhi syarat yang ditetapkan oleh EQAR (the European Quality Assurance Register for Higher Education) dan BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi), penyajian data akademik, hingga penyesuaian sistem penjaminan mutu internal sesuai dengan kerangka kerja Eropa. Satu hal penting dan krusial yang juga perlu disiapkan oleh Tim Internal UT adalah menyiapkan materi overview komprehensif tentang sistem pembelajaran jarak jauh yang dipraktikkan UT. hal ini penting menurut Robert, karena ini kali pertama ACQUIN akan melakukan akreditasi terhadap institusi pendidikan jarak jauh.  (written by Farisi)

Universitas Terbuka Sambut Asesmen Lapangan BAN-PT untuk Program Studi Magister Ilmu Administrasi Publik

Universitas Terbuka, 3 Juni 2025 – Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi Magister Ilmu Administrasi Publik (MIAP) secara daring selama 2 (dua) hari, yaitu pada tanggal 2-3 Juni 2025, bertempat di Ruang Auditorium FST UT. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penjaminan mutu eksternal yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) terhadap program S-2 yang berada di bawah naungan Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Terbuka. Dalam proses asesmen ini, BAN-PT mengutus dua asesor, yaitu: Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Terbuka, antara lain: Selama proses asesmen lapangan, Para Asesor melakukan verifikasi dan konfirmasi terkait data yang disajikan dalam borang akreditasi serta sesi wawancara dengan pimpinan UT, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan tutor. Para asesor menyampaikan apresiasi atas kerja keras Tim Akreditasi Prodi S-2 Administrasi Publik sehingga asesmen lapangan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Penutupan kegiatan asesmen dilaksanakan pada Selasa, 3 Juni 2025, dihadiri oleh: Dalam penutupan, para asesor BAN-PT secara resmi menyerahkan dokumen berita acara hasil asesmen kepada Direktur SPs, disertai dengan penyampaian rekomendasi untuk ditindaklanjuti sebagai bagian dari perbaikan yang berkelanjutan. Kegiatan akreditasi merupakan bukti nyata bahwa UT senantiasa melakukan evaluasi untuk perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan sehingga dapat menjangkau setiap lapisan masyarakat baik yang terjangkau maupun yang tidak terjangkau oleh jarak dan waktu. Prodi MIAP diharapkan mampu meraih akreditasi terbaik dan menjadi rujukan bidang ilmu administrasi publik melalui sistem pendidikan jarak jauh yang berkualitas dunia.  [Written by Berthon Jonathan]

Universitas Terbuka Sambut Asesmen LAMEMBA untuk Prodi D-III Perpajakan

Universitas Terbuka, 22 Mei 2025 – Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi D-III Perpajakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 22 hingga 23 Mei 2025, bertempat di Ruang Rasamala, Wisma 2 UT. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penjaminan mutu eksternal yang dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) terhadap program vokasi yang berada di bawah naungan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka. Dalam proses asesmen ini, LAMEMBA mengutus dua asesor, yaitu: Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Terbuka, antara lain: Dalam sambutannya, Rektor Universitas Terbuka, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. menyampaikan bahwa proses akreditasi merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menegakkan budaya mutu. “Kami menyambut baik asesmen lapangan ini sebagai bagian dari proses reflektif untuk memastikan bahwa program studi yang kami kelola benar-benar memenuhi standar nasional maupun internasional. Melalui proses akreditasi ini, kami ingin memastikan bahwa lulusan kami siap bersaing, memiliki daya saing tinggi, dan relevan dengan kebutuhan industri perpajakan saat ini,” tegas Pak Yunus.   Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Universitas Terbuka terus mendorong peningkatan kualitas program vokasi sebagai bentuk konkret dukungan terhadap agenda nasional dalam penguatan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan dunia kerja. Selama dua hari pelaksanaan, para asesor melakukan verifikasi dokumen borang, observasi fasilitas pendukung, serta sesi wawancara mendalam dengan pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, dan mitra pengguna lulusan. Para asesor juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan kesiapan UT dalam menghadapi proses asesmen. Mereka menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh sivitas akademika, keterpaduan sistem penjaminan mutu, serta keselarasan antara tata kelola akademik dengan standar mutu nasional dan internasional. Penutupan kegiatan asesmen dilaksanakan pada Jumat, 23 Mei 2025, dihadiri oleh: Dalam penutupan, para asesor LAMEMBA secara resmi menyerahkan dokumen berita acara hasil asesmen kepada Dekan FHISIP, disertai dengan penyampaian rekomendasi dan catatan evaluatif kepada Wakil Rektor Bidang Akademik untuk ditindaklanjuti sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi refleksi dari semangat UT dalam membangun tata kelola pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan dunia kerja. Dengan sinergi lintas unit yang solid dan komitmen terhadap mutu, Prodi D-III Perpajakan FHISIP UT diharapkan mampu meraih akreditasi terbaik dan menjadi rujukan nasional dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi perpajakan secara terbuka dan jarak jauh. [Written by Pesi Suryani]

Pendampingan Pengisian Kelengkapan Dokumen Akreditasi Minimum Prodi S1 Kewirausahaan

Universitas Terbuka, 2 Mei 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka menggelar rapat pendampingan pengisian kelengkapan dokumen akreditasi minimum sebagai bagian dari persiapan pembukaan Program Studi S1 Kewirausahaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sidang 1 Gedung DAAK dan dipimpin oleh Ibu Rini Dwiyani H., selaku Manajer Penjaminan Mutu Akademik. Rapat dihadiri oleh tim KPM, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Tim Prodi, termasuk calon dosen dan tenaga kependidikan. Fokus utama rapat adalah finalisasi dokumen akreditasi minimum yang akan submit pada akun LEXA Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) pada hari Senin, 5 Mei 2025. Sejumlah dokumen penting yang telah dipastikan kelengkapannya antara lain: surat permohonan pimpinan perguruan tinggi, surat pertimbangan senat, dokumen identitas dan ijazah calon dosen tetap dan tidak tetap, surat pernyataan kesediaan bekerja penuh waktu, serta dokumen kebijakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Salah satu tantangan yang berhasil diselesaikan dalam rapat ini adalah penyelesaian Rencana Pembelajaran Semester (RPS) untuk seluruh mata kuliah, dengan satu RPS terakhir yang ditargetkan rampung pada hari yang sama. Disampaikan pula bahwa rekomendasi dari LLDikti tidak diperlukan, cukup diupload Peraturan Pemerintah (PP) No. 39 Tahun 2022 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Universitas Terbuka. Beberapa dokumen administratif lainnya disepakati untuk diunggah dalam bentuk PDF kosong sesuai dengan panduan dari LAMEMBA. Proses unggah (submit) dokumen akreditasi minimum akan dilakukan oleh tim prodi di KPM pada 5 Mei 2025. Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka menegaskan komitmennya dalam membuka Program Studi S1 Kewirausahaan yang diharapkan dapat menjawab tantangan zaman, serta mencetak lulusan berjiwa wirausaha yang inovatif, tangguh, dan kompetitif di dunia usaha dan industri. [Written by Pesi Suryani]

Menyelaraskan Standar Akreditasi LAMSPAK dengan Karakteristik PJJ: Tantangan dan Solusi

Universitas Terbuka, 5 Februari 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Pengkajian Instrumen Akreditasi LAMSPAK untuk Identifikasi dan Penyesuaian dengan Karakteristik Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) pada Rabu, 5 Februari 2025, di Ruang Sidang KPM, Gedung DAAK Lantai 2. Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau kembali instrumen akreditasi yang digunakan saat ini serta mengidentifikasi aspek yang perlu disesuaikan agar lebih relevan dengan sistem PJJ yang diterapkan oleh UT. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan 1 Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP), Wakil Direktur 1 Sekolah Pascasarjana (SPs), Prof. Aminudin Zuhairi, Ph.D., serta Tim Gugus Penjaminan Mutu (GPM) dari FHISIP dan SPs. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Prof. Imam Farisi, menyampaikan bahwa terdapat beberapa aspek dalam instrumen akreditasi yang kurang sesuai dengan karakteristik PJJ. “Beberapa poin yang perlu diperhatikan antara lain masa tempuh kurikulum yang di UT bersifat fleksibel dan tidak dibatasi oleh masa studi tertentu karena mengusung konsep belajar sepanjang hayat,” ungkap Prof. Imam Farisi. “Selain itu, syarat masuk mahasiswa di UT hanya mensyaratkan lulusan SMA/sederajat, sehingga memberikan kesempatan belajar yang lebih luas dan inklusif.” Lebih lanjut, Prof. Imam Farisi juga menyoroti peraturan terkait pendidik dalam PJJ yang termuat dalam Permendikbud No. 7 Tahun 2020 Pasal 50 Ayat 2, yang mendefinisikan pendidik dalam PJJ mencakup Dosen, Tutor, atau sebutan lainnya. Dalam sesi pengarahan, Prof. Aminudin Zuhairi, Ph.D., menyampaikan beberapa isu krusial terkait instrumen akreditasi PJJ, antara lain rasio dosen-mahasiswa yang berbeda dengan sistem pendidikan konvensional. “Dalam PJJ, konsep keterbukaan dan fleksibilitas sangat penting. BAN-PT telah mulai menerima model penerimaan mahasiswa baru yang diterapkan oleh UT, yang memungkinkan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya. Selain itu, beliau menambahkan bahwa instrumen akreditasi baru direncanakan akan mulai berlaku Agustus 2025 oleh BAN-PT. “Kita perlu memastikan bahwa standar yang ditetapkan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan karakteristik PJJ, agar tidak ada kesenjangan dalam proses penilaian akreditasi,” ujarnya. Dalam diskusi yang berlangsung, ditemukan bahwa dari 11 standar yang digunakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ilmu Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) berdasarkan PERBAN-PT No. 9 dan 16 Tahun 2024, terdapat 5 standar yang belum mengakomodasi unsur PJJ, yaitu: 1.      Standar 1: Standar Kompetensi Lulusan 2.      Standar 4: Standar Pengelolaan 3.      Standar 6: Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan 4.      Standar 7: Standar Sarana dan Prasarana 5.      Standar 8: Standar Biaya Sebagai langkah tindak lanjut, UT berencana untuk melakukan analisis mendalam terkait Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) guna memastikan bahwa kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia kerja. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam upaya penyesuaian instrumen akreditasi agar lebih relevan dengan sistem PJJ, memastikan bahwa standar yang diterapkan dapat mencerminkan karakteristik unik dari pendidikan jarak jauh yang berbasis fleksibilitas dan keterbukaan. [Written by Pesi Suryani]

Workshop Persiapan Akreditasi Internasional ACQUIN Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Terbuka

Universitas Terbuka, 17 Januari 2025 – Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan Workshop Persiapan Akreditasi Internasional ACQUIN pada 15-17 Januari 2025 di Ruang Rasamala, Wisma 2 Universitas Terbuka. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan delapan program studi FHISIP dalam mengajukan akreditasi internasional melalui lembaga ACQUIN (Accreditation, Certification, and Quality Assurance Institute). Acara dimulai dengan sambutan dari Dekan FHISIP, Dr. Meita Istianda, S.IP., M.Si., yang menekankan pentingnya akreditasi internasional untuk meningkatkan daya saing global. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan, “Delapan program studi di FHISIP yang akan mengajukan akreditasi internasional ACQUIN diharapkan dapat memenuhi standar pendidikan global. Hal ini akan membuka peluang kolaborasi dosen dan mahasiswa dengan universitas internasional, serta meningkatkan layanan kepada mahasiswa.” cara secara resmi dibuka oleh Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Terbuka. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan, “Kami mendorong setiap program studi untuk dapat meraih akreditasi internasional. Salah satu langkah penting adalah memastikan bahan ajar yang digunakan dalam kurikulum baru sudah siap, termasuk penerjemahannya untuk memenuhi standar ACQUIN.” Workshop ini dipandu oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., Kepala Kantor Penjaminan Mutu UT, dan menghadirkan narasumber yang berpengalaman dalam bidang akreditasi dan penjaminan mutu: 1.      Prof. Dr.rer.nat. Imam Buchori, Ketua Majelis Akreditasi BAN-PT, yang memaparkan kebijakan akreditasi internasional pasca berlakunya Permendikbud No. 53 tahun 2023. 2.      Riyan Putra, M.Hum., dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang berbagi materi tentang persiapan akreditasi internasional ACQUIN serta pengalaman terbaik dalam pengajuan akreditasi tersebut. 3.      Prof. Daryono, S.H., M.A., Ph.D., yang memberikan penjelasan tentang penyamaan persepsi dalam penyusunan Self-Assessment Report (SAR) untuk ACQUIN. Workshop berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan seluruh peserta, yaitu dosen dan tim penjamin mutu dari program studi yang akan mengajukan akreditasi internasional. Kegiatan ini merupakan langkah strategis Universitas Terbuka dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring internasional, serta memastikan layanan pendidikan yang unggul sesuai standar global. Diharapkan, melalui persiapan yang matang ini, FHISIP UT dapat meraih akreditasi internasional ACQUIN dengan sukses. [Written by Pesi Suryani]

Pembukaan Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi PPG Universitas Terbuka

Tangerang Selatan, 16 Desember 2024 – Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan pembukaan asesmen lapangan akreditasi Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dilaksanakan pada tanggal 16-17 Desember 2024. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang 2 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UT dan dihadiri oleh sejumlah Pimpinan Universitas  serta tim penyusun borang akreditasi. Acara pembukaan asesmen ini dibuka langsung oleh Rektor UT, Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Ojat memaparkan perkembangan UT yang kini telah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), sekaligus menekankan keunikan karakteristik UT sebagai institusi pendidikan jarak jauh (PJJ) yang berbeda dari universitas tatap muka. “UT berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan PJJ yang inovatif, sehingga mampu memberikan akses pendidikan tinggi kepada seluruh lapisan masyarakat, keunikan UT tidak ada batas waktu tempuh studi bagi mahasiswa” ujar Prof. Ojat. Turut hadir dalam kegiatan pembukaan ini Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A.; Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si.; Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) UT; Dekan FKIP; Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM); Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM); Kepala Puslakeu; Direktur Direktorat Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (DAAK); Direktur Direktorat Sistem Informasi (DSI); Wakil Dekan 1 dan 2 FKIP; Manajer Penjaminan Mutu; Ketua Program Studi (Kaprodi); dosen Program Studi PPG; Tim Gugus Kendali Mutu FKIP; dan Tim Penyusun Borang Prodi PPG. Tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) yang bertugas dalam asesmen ini adalah Prof. Dr. Kisyani Laksono, M.Hum., sebagai Lead Asesor, dan Dr. Idam Ragil Widianto Atmojo, M.Si., sebagai anggota asesor. Dalam dua hari asesmen ini, tim asesor akan melakukan penilaian terhadap Unit Pengelola Program Studi (UPPS) serta mencocokkan dokumen dan data yang telah disampaikan sebelumnya melalui Borang Akreditasi. Hari pertama kegiatan asesmen diawali dengan sesi konfirmasi kepada UPPS untuk memastikan kesesuaian dokumen dengan implementasi di lapangan. Proses ini mencakup berbagai aspek, termasuk tata kelola, penjaminan mutu internal, kurikulum, kualitas dosen, serta infrastruktur pendukung pembelajaran. Kegiatan ini merupakan langkah strategis bagi Program Studi PPG UT dalam upaya meningkatkan kualitas dan reputasi akademiknya. Dengan dukungan seluruh civitas akademika, diharapkan hasil asesmen ini akan menjadi tonggak pencapaian akreditasi unggul bagi Prodi PPG, sekaligus memperkuat kontribusi UT dalam mencetak guru profesional yang kompeten di seluruh Indonesia. [Written by Pesi Suryani]

Universitas Terbuka Memperoleh Sertifikat Akreditasi Internasional Dari Asian Association of Open Universities

KAMIS, 3 Oktober 2024, Universitas Terbuka (UT) memperoleh “Certificate of Accreditation” dari Asian Association of Open Universities (AAOU). Sertifikat diserahkan langsung kepada Rektor UT oleh Prof. Melinda dP Bandalaria, Ph.D., selaku Ketua Tim Akreditasi AAOU. Sertifikat Akreditasi AAOU ini, juga merupakan yang pertama kali dikeluarkan oleh AAOU. Pemerolehan sertifikat akreditasi ini menjadi bukti kuat bahwa “internal quality assurance system” UT yang dikenal dengan nama SIMINTAS (Sistem Penjaminan Kualitas) UT terlaksana dengan baik dan konsisten. Sertifikat akreditasi diperoleh UT setelah dilaksanakan visitasi lapangan (onsite visitation) oleh Tim Akreditasi AAOU yang terdiri dari Melinda dP Bandalaria (Ketua, Chancellor of University of Philiipines Open University), Prof. Li Kam Cheong (Anggota, Hongkong Metropolitan University), dan Prof. Drs. T. Basaruddin, M.Sc., Ph.D. (Anggota, Universitas Indonesia, Dewan Eksekutif BAN-PT). Visitasi dilaksanakan di UT Pusat & UT Bogor selama 3(tiga) hari (1-3 Oktober 2024). Akreditasi tahun 2024 ini merupakan kali pertama dilakukan oleh AAOU Accreditation System Board kepada 3(tiga) institusi Pendidikan tinggi jarak jauh di Kawasan Asia, anggota AAOU, yaitu Open University of Malaysia (OUM), Universitas Terbuka, dan University of Philiipines Open University (UPOU). Di dalam Handbook of AAOU QA-Based Accreditation System (2023), tujuan akreditasi adalah: (1) mendorong dan membantu institusi dan universitas untuk meningkatkan diri melalui budaya evaluasi berkelanjutan dan bersiklus, penilaian mandiri, dan akreditasi untuk penjaminan mutu dan peningkatan; (2) memenuhi kebutuhan akan pengakuan internasional di antara lembaga-lembaga yang menawarkan pembelajaran terbuka; (3) meningkatkan kualitas pembelajaran terbuka; (4) memfasilitasi perbaikan berkelanjutan dalam penyediaan pembelajaran terbuka; dan (5) menentukan sumber pendanaan bagi keberlanjutan layanan akreditasi AAOU. Ada 10 kriteria (quality areas) yang diobservasi & diverifikasi secara empirik oleh Tim Akreditasi, untuk memastikan bahwa 10 kriteria tersebut secara konsisten dan regular dilaksanakan di semua lini dan jenjang di selingkung UT, dari pusat hingga daerah. Kesepuluh kriteria atau area kualitas tersebut didasarkan pada AAOU Quality Assurance Framework yang meliputi: policy and planning; internal management system; learners and learners’ profiles; infrastructure, media and learning resources; learner assessment and evaluation; research and community services; human resources; learner support; program design and curriculum development; and course design and development (https://www.aaou.org/quality-assurance-framework/). Kesepuluh kriteria atau area kualitas tersebut, lebih lanjut diidentifikasi dari 4(empat) dimensi kualitas, yaitu: Agility (mencakup indikator flexibility, responsiveness, adaptability, timeliness, relevance); Equity (mencakup indikator comprehensiveness, inclusiveness, impartiality, fairness, accessibility); Sustainability (mencakup indikator consistency, resiliency, innovativeness, progressiveness, creativity); dan Excellence (mencakup indikator efficiency, effectiveness, distinctiveness, outstanding). Sementara, jenjang atau peringkat akreditasi terdiri atas 4(empat) peringkat. Level-1 diberikan apabila institusi atau universitas memiliki pengetahuan dan kesadaran (knowledge & awareness) tentang pendidikan jarak jauh dan/atau pendidikan yang dimediasi teknologi. Level-2 diberikan apabila institusi atau universitas telah menerapkan atau menggunakan (application/use) pendidikan jarak jauh dan/atau pendidikan yang dimediasi teknologi. Level-3 diberikan apabila institusi atau universitas telah menerapkan dan memiliki inisiatif/kreativitas untuk menciptakan sesuatu yang “baru” (application and creation) dalam bentuk teknologi untuk pendidikan jarak jauh dan/atau pendidikan yang dimediasi teknologi. Level-4 diberikan apabila institusi atau universitas telah menerapkan, memiliki inisiatif/kreativitas untuk menciptakan sesuatu yang “baru” dalam bentuk teknologi, dan memiliki budaya berbagi, berkolaborasi, dan kemitraan (application, creation, and sharing) pendidikan jarak jauh dan/atau pendidikan yang dimediasi teknologi. Kami dari KPM menghaturkan terima kasih & apresiasi yang tinggi kepada Rektor, para Warek, Dekan & Wakil Dekan Fakultas, Direktur & Wakil Direktur SPs, Ketua LPPM, para Kepala Pusat, Direktur UT Bogor, para Penyusun Self-Assessment Report (SAR), partisipan mahasiswa & alumni UT Bogor, dan Bapak/Ibu teman2 yang telah berkontribusi aktif dalam kegiatan akreditasi ini. Semoga ini menjadi amal ibadah bagi kita. Semoga pencapaian ini menjadi pemicu & pemacu bagi kita agar semakin meningkatkan kesadaran dan komitmen kita untuk menjadikan kualitas sebagai parameter utama dalam penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi dalam rangka memberikan layanan terbaik & berkualitas bagi masyarakat secara berkelanjutan. Mengutip pernyataan Rektor, “kualitas merupakan satu-satunya cara dan jalan hidup bagi UT untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat & bangsa”.

Naik Kelas: UT Gapai World Class University dengan AAOU Accreditation System Pilot Run

Sebagai Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH) yang berupaya mengejar predikat World Class University (WCU), Universitas Terbuka (UT) terus melakukan perbaikan dan peningkatan standar penyelenggaraan Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTTJJ) bertaraf internasional. UT secara berkala dan berkelanjutan berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan untuk menjadi lembaga penyelenggara Pendidikan TInggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) yang unggul. Langkah strategis pun diambil UT dengan mengajukan diri sebagai salah satu dari 3 (tiga) open university anggota Asian Association of Open Universities (AAOU) yang diakreditasi sebagai bagian dari Pilot Run of the AAOU Accreditation System yang pertama. AAOU Accreditation System adalah sistem akreditasi yang dibentuk oleh AAOU untuk open universities khususnya di kawasan Asia. Melalui kegiatan Pilot Run ini, AAOU diharapkan dapat menyempurnakan instrumen akreditasi yang dapat diterapkan di seluruh perguruan tinggi jarak jauh di Asia, bahkan seluruh dunia. Selain itu, model akreditasi ini akan memperkuat posisi UT sebagai institusi pendidikan terbuka jarak jauh unggulan, tidak hanya di Asia tetapi juga di panggung global. Berita Selengkapnya: https://www.ut.ac.id/berita/2024/10/naik-kelas-ut-gapai-world-class-university-dengan-aaou-accreditation-pilot/

FHISIP dan FKIP UT Bersiap Mengajukan Akreditasi Internasional ke ACQUIN

Tangerang Selatan, 30 Agustus 2024 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan Workshop Persiapan Pengajuan Akreditasi ke Lembaga Akreditasi Internasional ACQUIN. Workshop ini dilaksanakan pada hari Jumat, 30 Agustus 2024, bertempat di Ruang Merbabu Gedung DSI Lantai 2, dan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., yang menekankan pentingnya pencapaian akreditasi internasional dalam upaya meningkatkan reputasi dan kualitas pendidikan di UT. Dalam sambutannya, Dr. Yunus menyampaikan bahwa akreditasi internasional tidak hanya merupakan pengakuan atas kualitas pendidikan UT di tingkat global, tetapi juga menjadi komitmen UT untuk terus meningkatkan standar akademik dan layanan kepada mahasiswa. Workshop ini menghadirkan Ir. Hendy Santosa, S.T., M.T., Ph.D., Sekretaris Bidang Penjaminan Mutu pada Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Bengkulu (Unib), sebagai narasumber utama. Beliau adalah sosok di balik kesuksesan Unib memperoleh akreditasi internasional untuk 68 program studi dan akreditasi institusi pada tahun 2023. Dalam sesi presentasinya, Ir. Hendy Santosa membagikan pengalaman dan panduan praktis mengenai pengisian Instrumen Self Assesment Report (SAR) sesuai dengan standar ACQUIN, memberikan wawasan dan langkah-langkah konkret kepada peserta untuk mempersiapkan diri dalam proses akreditasi. Peserta workshop terdiri dari Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dekan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik, Kepala KPM, Wakil Dekan Bidang Akademik di FKIP dan FHISIP, Manajer Penjaminan Mutu pada KPM, serta para ketua program studi di kedua fakultas tersebut. Selain itu, turut hadir staf ahli bidang penjaminan mutu dan akreditasi serta para dosen yang mewakili program studi masing-masing. Partisipasi para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen UT dalam memastikan setiap program studi mampu mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi proses akreditasi internasional. Tujuan utama workshop ini adalah memberikan asistensi kepada dosen dan pimpinan program studi dalam memahami dan mengisi Instrumen Self Assessment Report sesuai dengan standar ACQUIN. Melalui workshop ini, UT berharap dapat memperkuat kemampuan seluruh unit operasional dan program studi dalam mempersiapkan akreditasi internasional, yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing UT di tingkat global. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis UT untuk meraih pengakuan internasional, memperkuat kualitas pendidikan, dan memastikan bahwa setiap proses dan prosedur di dalam UT memenuhi standar global yang ditetapkan. Dengan demikian, Universitas Terbuka dapat terus memberikan yang terbaik bagi para mahasiswa dan masyarakat luas. [Written by Pesi Suryani]