Pendampingan Pengisian Kelengkapan Dokumen Akreditasi Minimum Prodi S1 Kewirausahaan

Universitas Terbuka, 2 Mei 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka menggelar rapat pendampingan pengisian kelengkapan dokumen akreditasi minimum sebagai bagian dari persiapan pembukaan Program Studi S1 Kewirausahaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sidang 1 Gedung DAAK dan dipimpin oleh Ibu Rini Dwiyani H., selaku Manajer Penjaminan Mutu Akademik. Rapat dihadiri oleh tim KPM, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Tim Prodi, termasuk calon dosen dan tenaga kependidikan. Fokus utama rapat adalah finalisasi dokumen akreditasi minimum yang akan submit pada akun LEXA Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) pada hari Senin, 5 Mei 2025. Sejumlah dokumen penting yang telah dipastikan kelengkapannya antara lain: surat permohonan pimpinan perguruan tinggi, surat pertimbangan senat, dokumen identitas dan ijazah calon dosen tetap dan tidak tetap, surat pernyataan kesediaan bekerja penuh waktu, serta dokumen kebijakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Salah satu tantangan yang berhasil diselesaikan dalam rapat ini adalah penyelesaian Rencana Pembelajaran Semester (RPS) untuk seluruh mata kuliah, dengan satu RPS terakhir yang ditargetkan rampung pada hari yang sama. Disampaikan pula bahwa rekomendasi dari LLDikti tidak diperlukan, cukup diupload Peraturan Pemerintah (PP) No. 39 Tahun 2022 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Universitas Terbuka. Beberapa dokumen administratif lainnya disepakati untuk diunggah dalam bentuk PDF kosong sesuai dengan panduan dari LAMEMBA. Proses unggah (submit) dokumen akreditasi minimum akan dilakukan oleh tim prodi di KPM pada 5 Mei 2025. Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka menegaskan komitmennya dalam membuka Program Studi S1 Kewirausahaan yang diharapkan dapat menjawab tantangan zaman, serta mencetak lulusan berjiwa wirausaha yang inovatif, tangguh, dan kompetitif di dunia usaha dan industri. [Written by Pesi Suryani]

Menyelaraskan Standar Akreditasi LAMSPAK dengan Karakteristik PJJ: Tantangan dan Solusi

Universitas Terbuka, 5 Februari 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Pengkajian Instrumen Akreditasi LAMSPAK untuk Identifikasi dan Penyesuaian dengan Karakteristik Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) pada Rabu, 5 Februari 2025, di Ruang Sidang KPM, Gedung DAAK Lantai 2. Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau kembali instrumen akreditasi yang digunakan saat ini serta mengidentifikasi aspek yang perlu disesuaikan agar lebih relevan dengan sistem PJJ yang diterapkan oleh UT. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan 1 Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP), Wakil Direktur 1 Sekolah Pascasarjana (SPs), Prof. Aminudin Zuhairi, Ph.D., serta Tim Gugus Penjaminan Mutu (GPM) dari FHISIP dan SPs. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Prof. Imam Farisi, menyampaikan bahwa terdapat beberapa aspek dalam instrumen akreditasi yang kurang sesuai dengan karakteristik PJJ. “Beberapa poin yang perlu diperhatikan antara lain masa tempuh kurikulum yang di UT bersifat fleksibel dan tidak dibatasi oleh masa studi tertentu karena mengusung konsep belajar sepanjang hayat,” ungkap Prof. Imam Farisi. “Selain itu, syarat masuk mahasiswa di UT hanya mensyaratkan lulusan SMA/sederajat, sehingga memberikan kesempatan belajar yang lebih luas dan inklusif.” Lebih lanjut, Prof. Imam Farisi juga menyoroti peraturan terkait pendidik dalam PJJ yang termuat dalam Permendikbud No. 7 Tahun 2020 Pasal 50 Ayat 2, yang mendefinisikan pendidik dalam PJJ mencakup Dosen, Tutor, atau sebutan lainnya. Dalam sesi pengarahan, Prof. Aminudin Zuhairi, Ph.D., menyampaikan beberapa isu krusial terkait instrumen akreditasi PJJ, antara lain rasio dosen-mahasiswa yang berbeda dengan sistem pendidikan konvensional. “Dalam PJJ, konsep keterbukaan dan fleksibilitas sangat penting. BAN-PT telah mulai menerima model penerimaan mahasiswa baru yang diterapkan oleh UT, yang memungkinkan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya. Selain itu, beliau menambahkan bahwa instrumen akreditasi baru direncanakan akan mulai berlaku Agustus 2025 oleh BAN-PT. “Kita perlu memastikan bahwa standar yang ditetapkan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan karakteristik PJJ, agar tidak ada kesenjangan dalam proses penilaian akreditasi,” ujarnya. Dalam diskusi yang berlangsung, ditemukan bahwa dari 11 standar yang digunakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ilmu Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) berdasarkan PERBAN-PT No. 9 dan 16 Tahun 2024, terdapat 5 standar yang belum mengakomodasi unsur PJJ, yaitu: 1.      Standar 1: Standar Kompetensi Lulusan 2.      Standar 4: Standar Pengelolaan 3.      Standar 6: Standar Dosen dan Tenaga Kependidikan 4.      Standar 7: Standar Sarana dan Prasarana 5.      Standar 8: Standar Biaya Sebagai langkah tindak lanjut, UT berencana untuk melakukan analisis mendalam terkait Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) guna memastikan bahwa kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia kerja. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam upaya penyesuaian instrumen akreditasi agar lebih relevan dengan sistem PJJ, memastikan bahwa standar yang diterapkan dapat mencerminkan karakteristik unik dari pendidikan jarak jauh yang berbasis fleksibilitas dan keterbukaan. [Written by Pesi Suryani]

Workshop Persiapan Akreditasi Internasional ACQUIN Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Terbuka

Universitas Terbuka, 17 Januari 2025 – Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan Workshop Persiapan Akreditasi Internasional ACQUIN pada 15-17 Januari 2025 di Ruang Rasamala, Wisma 2 Universitas Terbuka. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan delapan program studi FHISIP dalam mengajukan akreditasi internasional melalui lembaga ACQUIN (Accreditation, Certification, and Quality Assurance Institute). Acara dimulai dengan sambutan dari Dekan FHISIP, Dr. Meita Istianda, S.IP., M.Si., yang menekankan pentingnya akreditasi internasional untuk meningkatkan daya saing global. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan, “Delapan program studi di FHISIP yang akan mengajukan akreditasi internasional ACQUIN diharapkan dapat memenuhi standar pendidikan global. Hal ini akan membuka peluang kolaborasi dosen dan mahasiswa dengan universitas internasional, serta meningkatkan layanan kepada mahasiswa.” cara secara resmi dibuka oleh Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Terbuka. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan, “Kami mendorong setiap program studi untuk dapat meraih akreditasi internasional. Salah satu langkah penting adalah memastikan bahan ajar yang digunakan dalam kurikulum baru sudah siap, termasuk penerjemahannya untuk memenuhi standar ACQUIN.” Workshop ini dipandu oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., Kepala Kantor Penjaminan Mutu UT, dan menghadirkan narasumber yang berpengalaman dalam bidang akreditasi dan penjaminan mutu: 1.      Prof. Dr.rer.nat. Imam Buchori, Ketua Majelis Akreditasi BAN-PT, yang memaparkan kebijakan akreditasi internasional pasca berlakunya Permendikbud No. 53 tahun 2023. 2.      Riyan Putra, M.Hum., dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang berbagi materi tentang persiapan akreditasi internasional ACQUIN serta pengalaman terbaik dalam pengajuan akreditasi tersebut. 3.      Prof. Daryono, S.H., M.A., Ph.D., yang memberikan penjelasan tentang penyamaan persepsi dalam penyusunan Self-Assessment Report (SAR) untuk ACQUIN. Workshop berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan seluruh peserta, yaitu dosen dan tim penjamin mutu dari program studi yang akan mengajukan akreditasi internasional. Kegiatan ini merupakan langkah strategis Universitas Terbuka dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring internasional, serta memastikan layanan pendidikan yang unggul sesuai standar global. Diharapkan, melalui persiapan yang matang ini, FHISIP UT dapat meraih akreditasi internasional ACQUIN dengan sukses. [Written by Pesi Suryani]

Pembukaan Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi PPG Universitas Terbuka

Tangerang Selatan, 16 Desember 2024 – Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan pembukaan asesmen lapangan akreditasi Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang dilaksanakan pada tanggal 16-17 Desember 2024. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang 2 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UT dan dihadiri oleh sejumlah Pimpinan Universitas  serta tim penyusun borang akreditasi. Acara pembukaan asesmen ini dibuka langsung oleh Rektor UT, Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Ojat memaparkan perkembangan UT yang kini telah menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), sekaligus menekankan keunikan karakteristik UT sebagai institusi pendidikan jarak jauh (PJJ) yang berbeda dari universitas tatap muka. “UT berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan PJJ yang inovatif, sehingga mampu memberikan akses pendidikan tinggi kepada seluruh lapisan masyarakat, keunikan UT tidak ada batas waktu tempuh studi bagi mahasiswa” ujar Prof. Ojat. Turut hadir dalam kegiatan pembukaan ini Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A.; Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si.; Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) UT; Dekan FKIP; Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM); Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM); Kepala Puslakeu; Direktur Direktorat Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (DAAK); Direktur Direktorat Sistem Informasi (DSI); Wakil Dekan 1 dan 2 FKIP; Manajer Penjaminan Mutu; Ketua Program Studi (Kaprodi); dosen Program Studi PPG; Tim Gugus Kendali Mutu FKIP; dan Tim Penyusun Borang Prodi PPG. Tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) yang bertugas dalam asesmen ini adalah Prof. Dr. Kisyani Laksono, M.Hum., sebagai Lead Asesor, dan Dr. Idam Ragil Widianto Atmojo, M.Si., sebagai anggota asesor. Dalam dua hari asesmen ini, tim asesor akan melakukan penilaian terhadap Unit Pengelola Program Studi (UPPS) serta mencocokkan dokumen dan data yang telah disampaikan sebelumnya melalui Borang Akreditasi. Hari pertama kegiatan asesmen diawali dengan sesi konfirmasi kepada UPPS untuk memastikan kesesuaian dokumen dengan implementasi di lapangan. Proses ini mencakup berbagai aspek, termasuk tata kelola, penjaminan mutu internal, kurikulum, kualitas dosen, serta infrastruktur pendukung pembelajaran. Kegiatan ini merupakan langkah strategis bagi Program Studi PPG UT dalam upaya meningkatkan kualitas dan reputasi akademiknya. Dengan dukungan seluruh civitas akademika, diharapkan hasil asesmen ini akan menjadi tonggak pencapaian akreditasi unggul bagi Prodi PPG, sekaligus memperkuat kontribusi UT dalam mencetak guru profesional yang kompeten di seluruh Indonesia. [Written by Pesi Suryani]

Universitas Terbuka Memperoleh Sertifikat Akreditasi Internasional Dari Asian Association of Open Universities

KAMIS, 3 Oktober 2024, Universitas Terbuka (UT) memperoleh “Certificate of Accreditation” dari Asian Association of Open Universities (AAOU). Sertifikat diserahkan langsung kepada Rektor UT oleh Prof. Melinda dP Bandalaria, Ph.D., selaku Ketua Tim Akreditasi AAOU. Sertifikat Akreditasi AAOU ini, juga merupakan yang pertama kali dikeluarkan oleh AAOU. Pemerolehan sertifikat akreditasi ini menjadi bukti kuat bahwa “internal quality assurance system” UT yang dikenal dengan nama SIMINTAS (Sistem Penjaminan Kualitas) UT terlaksana dengan baik dan konsisten. Sertifikat akreditasi diperoleh UT setelah dilaksanakan visitasi lapangan (onsite visitation) oleh Tim Akreditasi AAOU yang terdiri dari Melinda dP Bandalaria (Ketua, Chancellor of University of Philiipines Open University), Prof. Li Kam Cheong (Anggota, Hongkong Metropolitan University), dan Prof. Drs. T. Basaruddin, M.Sc., Ph.D. (Anggota, Universitas Indonesia, Dewan Eksekutif BAN-PT). Visitasi dilaksanakan di UT Pusat & UT Bogor selama 3(tiga) hari (1-3 Oktober 2024). Akreditasi tahun 2024 ini merupakan kali pertama dilakukan oleh AAOU Accreditation System Board kepada 3(tiga) institusi Pendidikan tinggi jarak jauh di Kawasan Asia, anggota AAOU, yaitu Open University of Malaysia (OUM), Universitas Terbuka, dan University of Philiipines Open University (UPOU). Di dalam Handbook of AAOU QA-Based Accreditation System (2023), tujuan akreditasi adalah: (1) mendorong dan membantu institusi dan universitas untuk meningkatkan diri melalui budaya evaluasi berkelanjutan dan bersiklus, penilaian mandiri, dan akreditasi untuk penjaminan mutu dan peningkatan; (2) memenuhi kebutuhan akan pengakuan internasional di antara lembaga-lembaga yang menawarkan pembelajaran terbuka; (3) meningkatkan kualitas pembelajaran terbuka; (4) memfasilitasi perbaikan berkelanjutan dalam penyediaan pembelajaran terbuka; dan (5) menentukan sumber pendanaan bagi keberlanjutan layanan akreditasi AAOU. Ada 10 kriteria (quality areas) yang diobservasi & diverifikasi secara empirik oleh Tim Akreditasi, untuk memastikan bahwa 10 kriteria tersebut secara konsisten dan regular dilaksanakan di semua lini dan jenjang di selingkung UT, dari pusat hingga daerah. Kesepuluh kriteria atau area kualitas tersebut didasarkan pada AAOU Quality Assurance Framework yang meliputi: policy and planning; internal management system; learners and learners’ profiles; infrastructure, media and learning resources; learner assessment and evaluation; research and community services; human resources; learner support; program design and curriculum development; and course design and development (https://www.aaou.org/quality-assurance-framework/). Kesepuluh kriteria atau area kualitas tersebut, lebih lanjut diidentifikasi dari 4(empat) dimensi kualitas, yaitu: Agility (mencakup indikator flexibility, responsiveness, adaptability, timeliness, relevance); Equity (mencakup indikator comprehensiveness, inclusiveness, impartiality, fairness, accessibility); Sustainability (mencakup indikator consistency, resiliency, innovativeness, progressiveness, creativity); dan Excellence (mencakup indikator efficiency, effectiveness, distinctiveness, outstanding). Sementara, jenjang atau peringkat akreditasi terdiri atas 4(empat) peringkat. Level-1 diberikan apabila institusi atau universitas memiliki pengetahuan dan kesadaran (knowledge & awareness) tentang pendidikan jarak jauh dan/atau pendidikan yang dimediasi teknologi. Level-2 diberikan apabila institusi atau universitas telah menerapkan atau menggunakan (application/use) pendidikan jarak jauh dan/atau pendidikan yang dimediasi teknologi. Level-3 diberikan apabila institusi atau universitas telah menerapkan dan memiliki inisiatif/kreativitas untuk menciptakan sesuatu yang “baru” (application and creation) dalam bentuk teknologi untuk pendidikan jarak jauh dan/atau pendidikan yang dimediasi teknologi. Level-4 diberikan apabila institusi atau universitas telah menerapkan, memiliki inisiatif/kreativitas untuk menciptakan sesuatu yang “baru” dalam bentuk teknologi, dan memiliki budaya berbagi, berkolaborasi, dan kemitraan (application, creation, and sharing) pendidikan jarak jauh dan/atau pendidikan yang dimediasi teknologi. Kami dari KPM menghaturkan terima kasih & apresiasi yang tinggi kepada Rektor, para Warek, Dekan & Wakil Dekan Fakultas, Direktur & Wakil Direktur SPs, Ketua LPPM, para Kepala Pusat, Direktur UT Bogor, para Penyusun Self-Assessment Report (SAR), partisipan mahasiswa & alumni UT Bogor, dan Bapak/Ibu teman2 yang telah berkontribusi aktif dalam kegiatan akreditasi ini. Semoga ini menjadi amal ibadah bagi kita. Semoga pencapaian ini menjadi pemicu & pemacu bagi kita agar semakin meningkatkan kesadaran dan komitmen kita untuk menjadikan kualitas sebagai parameter utama dalam penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi dalam rangka memberikan layanan terbaik & berkualitas bagi masyarakat secara berkelanjutan. Mengutip pernyataan Rektor, “kualitas merupakan satu-satunya cara dan jalan hidup bagi UT untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat & bangsa”.

Naik Kelas: UT Gapai World Class University dengan AAOU Accreditation System Pilot Run

Sebagai Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH) yang berupaya mengejar predikat World Class University (WCU), Universitas Terbuka (UT) terus melakukan perbaikan dan peningkatan standar penyelenggaraan Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTTJJ) bertaraf internasional. UT secara berkala dan berkelanjutan berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan untuk menjadi lembaga penyelenggara Pendidikan TInggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) yang unggul. Langkah strategis pun diambil UT dengan mengajukan diri sebagai salah satu dari 3 (tiga) open university anggota Asian Association of Open Universities (AAOU) yang diakreditasi sebagai bagian dari Pilot Run of the AAOU Accreditation System yang pertama. AAOU Accreditation System adalah sistem akreditasi yang dibentuk oleh AAOU untuk open universities khususnya di kawasan Asia. Melalui kegiatan Pilot Run ini, AAOU diharapkan dapat menyempurnakan instrumen akreditasi yang dapat diterapkan di seluruh perguruan tinggi jarak jauh di Asia, bahkan seluruh dunia. Selain itu, model akreditasi ini akan memperkuat posisi UT sebagai institusi pendidikan terbuka jarak jauh unggulan, tidak hanya di Asia tetapi juga di panggung global. Berita Selengkapnya: https://www.ut.ac.id/berita/2024/10/naik-kelas-ut-gapai-world-class-university-dengan-aaou-accreditation-pilot/

FHISIP dan FKIP UT Bersiap Mengajukan Akreditasi Internasional ke ACQUIN

Tangerang Selatan, 30 Agustus 2024 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan Workshop Persiapan Pengajuan Akreditasi ke Lembaga Akreditasi Internasional ACQUIN. Workshop ini dilaksanakan pada hari Jumat, 30 Agustus 2024, bertempat di Ruang Merbabu Gedung DSI Lantai 2, dan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., yang menekankan pentingnya pencapaian akreditasi internasional dalam upaya meningkatkan reputasi dan kualitas pendidikan di UT. Dalam sambutannya, Dr. Yunus menyampaikan bahwa akreditasi internasional tidak hanya merupakan pengakuan atas kualitas pendidikan UT di tingkat global, tetapi juga menjadi komitmen UT untuk terus meningkatkan standar akademik dan layanan kepada mahasiswa. Workshop ini menghadirkan Ir. Hendy Santosa, S.T., M.T., Ph.D., Sekretaris Bidang Penjaminan Mutu pada Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Bengkulu (Unib), sebagai narasumber utama. Beliau adalah sosok di balik kesuksesan Unib memperoleh akreditasi internasional untuk 68 program studi dan akreditasi institusi pada tahun 2023. Dalam sesi presentasinya, Ir. Hendy Santosa membagikan pengalaman dan panduan praktis mengenai pengisian Instrumen Self Assesment Report (SAR) sesuai dengan standar ACQUIN, memberikan wawasan dan langkah-langkah konkret kepada peserta untuk mempersiapkan diri dalam proses akreditasi. Peserta workshop terdiri dari Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Dekan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik, Kepala KPM, Wakil Dekan Bidang Akademik di FKIP dan FHISIP, Manajer Penjaminan Mutu pada KPM, serta para ketua program studi di kedua fakultas tersebut. Selain itu, turut hadir staf ahli bidang penjaminan mutu dan akreditasi serta para dosen yang mewakili program studi masing-masing. Partisipasi para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen UT dalam memastikan setiap program studi mampu mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi proses akreditasi internasional. Tujuan utama workshop ini adalah memberikan asistensi kepada dosen dan pimpinan program studi dalam memahami dan mengisi Instrumen Self Assessment Report sesuai dengan standar ACQUIN. Melalui workshop ini, UT berharap dapat memperkuat kemampuan seluruh unit operasional dan program studi dalam mempersiapkan akreditasi internasional, yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing UT di tingkat global. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis UT untuk meraih pengakuan internasional, memperkuat kualitas pendidikan, dan memastikan bahwa setiap proses dan prosedur di dalam UT memenuhi standar global yang ditetapkan. Dengan demikian, Universitas Terbuka dapat terus memberikan yang terbaik bagi para mahasiswa dan masyarakat luas. [Written by Pesi Suryani]

Asesmen Lapangan LAMEMBA: Program Studi Ekonomi Syariah UT Siap Raih Akreditasi Unggul

Tangerang Selatan, 19 Agustus 2024 – Program Studi Sarjana Ekonomi Syariah (S1) Universitas Terbuka (UT) menjalani asesmen lapangan oleh tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari Senin – Selasa, 19 – 20 Agustus 2024, diawali dengan acara pembukaan pukul 08.00 WIB di Ruang Sidang Rasamala, Wisma II Lt. Dasar, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan UT. Asesmen lapangan ini dibuka secara resmi oleh Rektor UT, Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Ojat menegaskan bahwa proses akreditasi adalah langkah krusial untuk meningkatkan mutu pendidikan di UT dan memperkuat posisi universitas dalam persaingan global. Beliau juga menekankan komitmen UT dalam memastikan bahwa setiap program studi yang ditawarkan memenuhi standar yang telah ditetapkan baik di tingkat nasional maupun internasional. Jajaran pimpinan UT turut hadir dalam acara pembukaan ini, termasuk Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum, Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Bisnis, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Ketua lembaga, Direktur Direktorat, Kepala Kantor, Para Wakil Dekan FEB, staf ahli, tim penyusun borang, serta pihak-pihak terkait lainnya. Asesmen ini dipimpin oleh Prof. Dr. Hadi Sasana, S.E., M.Si. sebagai lead asesor, dengan Dr. M. Nazer, S.E., M.A. sebagai anggota asesor. Selama dua hari, tim asesor melakukan evaluasi mendalam terhadap tata kelola, penjaminan mutu, proses pembelajaran, serta kinerja dosen dalam tridharma perguruan tinggi. Selain itu, tim asesor juga meninjau fasilitas pendukung di UT dan mengadakan dialog dengan dosen dan mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif terkait pelaksanaan program studi. Penutupan asesmen dilaksanakan pada Selasa, 20 Agustus 2024, pukul 17.00 WIB di tempat yang sama. Pada kesempatan tersebut, hasil asesmen awal telah disampaikan oleh tim asesor kepada pimpinan UT dan FEB, yang akan menjadi dasar bagi evaluasi dan pengembangan lebih lanjut. Dengan pelaksanaan asesmen lapangan ini, Program Studi Sarjana Ekonomi Syariah (S1) UT diharapkan dapat meraih akreditasi unggul, yang akan memperkuat posisi UT sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terbaik di Indonesia. [Written by Pesi Suryani]

Prodi Akuntansi Keuangan Publik FEB UT Jalani Asesmen Lapangan LAMEMBA: Komitmen Menuju Akreditasi Unggul

Tangerang Selatan, 13 Agustus 2024 – Program Studi Akuntansi Keuangan Publik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Terbuka (UT), menjalani asesmen lapangan oleh tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA). Kegiatan asesmen yang berlangsung selama dua hari ini dimulai pada Selasa, 13 Agustus 2024, pukul 08.00 WIB di Ruang Sidang Rasamala, Wisma II Lt. Dasar, dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait. Acara asesmen lapangan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya proses akreditasi sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di UT. Dr. Yunus menyatakan bahwa asesmen ini merupakan bagian dari komitmen UT untuk memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh lembaga akreditasi, serta untuk memastikan bahwa program studi yang ada di UT selalu relevan dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Tim asesor dari LAMEMBA yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari dua orang, yaitu Prof. Dr. Wirawan Endro Dwi Radianto, M.ScA., Ak., CA sebagai lead asesor, dan Dr. Fazli Syam BZ, S.E., M.Si.Ak, CA sebagai anggota asesor. Selama dua hari pelaksanaan asesmen, tim asesor melakukan berbagai aktivitas penilaian, termasuk verifikasi data dan informasi yang telah disampaikan sebelumnya melalui Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS) dan Dokumen Evaluasi Diri (DED). Proses asesmen lapangan ini mencakup berbagai aspek, seperti evaluasi terhadap sistem tata pamong, penjaminan mutu internal, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kinerja dosen tetap dalam kegiatan tridharma. Selain itu, tim asesor juga meninjau fasilitas pendukung dan berdialog dengan dosen serta mahasiswa untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif terkait layanan pendidikan yang diberikan program studi. Acara penutupan asesmen dilaksanakan pada Rabu, 14 Agustus 2024, pukul 15.30 WIB di tempat yang sama. Pada sesi penutupan ini, hasil asesmen awal akan disampaikan oleh tim asesor kepada pimpinan FEB dan UT sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan dan pengembangan lebih lanjut. Dengan adanya asesmen lapangan ini, diharapkan Prodi Akuntansi Keuangan Publik FEB UT dapat meraih hasil yang optimal, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan di UT secara keseluruhan. [Written by Pesi Suryani]

Asesmen Lapangan Pertama Prodi Bidang Ilmu Ekonomi Dan Bisnis oleh LAMEMBA

Tangerang Selatan, 5 Agustus 2024 – Pada tahun 2024, sejumlah program studi pada bidang ilmu ekonomi dan bisnis di Universitas Terbuka (UT), baik pada level sarjana maupun magister, mengajukan akreditasi ke Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA). Program studi yang mengajukan akreditasi antara lain S1 Akuntansi Keuangan Publik, S1 Ekonomi Syariah, dan Magister Manajemen. Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS) dan Dokumen Evaluasi Diri (DED) telah diunggah ke LAMEMBA melalui laman sistem akreditasi Lexa pada tanggal 8 Mei. Setelah menunggu sekitar tiga bulan, pada hari Senin, 5 Agustus 2024, untuk pertama kalinya, program studi Magister Manajemen menjalani asesmen lapangan oleh asesor LAMEMBA. Asesmen ini dihadiri oleh dua orang asesor LAMEMBA, yaitu Prof. Dr. Tanti Handriana, S.E., M.Si., dan Prof. Dr. Nur Afifah, S.E., M.Si. Acara pembukaan asesmen lapangan dihadiri oleh Rektor UT, Ketua Senat Akademik Universitas (SAU), Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA), Wakil Rektor 2 dan Wakil Rektor 3, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Para Direktur Direktorat, Para Kepala Pusat, Kaprodi Magister Manajemen, Staf Ahli, Ketua Gugus Pengendali Mutu (GPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Sekolah Pascasarjana (SPs). Dalam acara pembukaan, Rektor UT menyampaikan bahwa budaya mutu telah menggelora di UT sejak 2002. UT telah melalui berbagai proses sertifikasi untuk memastikan bahwa proses bisnis layanan pendidikan yang diberikan telah memenuhi standar-standar yang ditentukan, antara lain standar dari the International Council for Open and Distance Education (ICDE) dan International Standard Organisations (ISO). Selanjutnya, Prof. Tanti dan Prof. Afifah sebagai tim asesor menyampaikan bahwa esensi pelaksanaan asesmen lapangan adalah untuk mengklarifikasi, mengkonfirmasi, dan memvalidasi semua data dan informasi yang dituangkan dalam DKPS dan DED dan akan dilaporkan ke Dewan Eksekutif LAMEMBA. Agenda asesmen lapangan yang diselenggarakan selama dua hari ini antara lain mencakup konfirmasi hal-hal terkait kebijakan pengembangan, sistem tata pamong, sistem penjaminan mutu internal (SPMI), kerja sama, proses pembelajaran, penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), dan keluaran dari kegiatan tri dharma dosen tetap. Selain melakukan pengecekan fasilitas, para asesor juga akan melakukan konfirmasi kinerja Prodi Magister Manajemen kepada dosen dan mahasiswa. Dari proses asesmen lapangan ini, diharapkan Prodi Magister Manajemen akan mendapatkan hasil maksimal, yaitu peringkat akreditasi Unggul. Selamat dan sukses untuk Prodi Magister Manajemen!