Berburu Tips dan Semangat Positif Universitas Bengkulu dalam Meraih Akreditasi ACQUIN

Kamis, 4 Juli 2024, menjadi tonggak perjalanan UT dalam mengupayakan teraihnya akreditasi internasional untuk sejumlah program studi (prodi) pada rumpun ilmu sosial dan humaniora. Delegasi UT yang terdiri atas Manajer Penjaminan Mutu pada Kantor Penjaminan Mutu (KPM), Ketua Program Studi (Kaprodi) S1 Sosiologi, Kaprodi S1 Administrasi Bisnis, Kaprodi S1 Administrasi Publik, Kaprodi S1 Ilmu Komunikasi, Dosen Prodi S1 Ilmu Pemerintahan, dan Dosen Prodi D4 Kearsipan pada FHISIP serta Kaprodi S1 Pendidikan Matematika, Kaprodi S1 Pendidikan Fisika, Kaprodi S1 Teknologi Pendidikan, Kaprodi S1 Pendidikan Kewarganegaraan, dan Koordinantor Akreditasi Internasional pada FKIP, melakukan benchmarking ke Universitas Bengkulu (Unib) dalam rangka pengajuan akreditasi internasional ke lembaga ACQUIN (The Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute). Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Bengkulu, Dr. Yulian Fauzi, S.Si, M.Si, didampingi  Kepala Pusat Penjaminan Mutu LPMPP Unib Dr. Gita Mulyasari, SP, M.Si, dan anggota Task Force Akreditasi Internasional ACQUIN Unib, menerima delegasi UT di Ruang Pertemuan Gedung Rektorat dalam suasana penuh kekeluargaan. Pada acara pembukaan, Ketua LPMPP Unib menyampaikan keterbukaan mereka dalam menerima berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang datang dan berniat belajar dari pengalaman mereka, termasuk delegasi UT. Sementara itu, Manajer Penjaminan Mutu Akademik KPM UT, Dr. Irsanti Widuri Asih, S.Sos., M.Si. menyampaikan ungkapan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada Unib yang dengan tangan terbuka menerima kunjungan delegasi UT untuk mempelajari seluk beluk akreditasi internasional oleh ACQUIN. Capaian Unib dengan terakreditasinya 68 prodi dan 1 akreditasi institusi oleh ACQUIN, merupakan alasan utama mengapa Unib menjadi tujuan utama kegiatan benchmarking ini. Setelah acara pembukaan, pihak UT dan Unib terlibat dalam diskusi seru seputar pelaksanaan akreditasi ACQUIN, mulai persiapan, penyusunan dokumen self-evaluation report, pelaksanaan asesmen lapangan, hingga pasca pelaksanaan asesmen lapangan. Delegasi UT tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menggali berbagai informasi yang perlu diketahui dari pengalaman Unib. Acara pagi hingga siang hari itu diakhiri dengan pertukaran cinderamata, foto bersama, dan santap siang. Setelah acara di LPMPP, agenda selanjutnya adalah diskusi dengan perwakilan FISIP dan FKIP Unib. Delegasi UT pun terpisah ke dua klister, FISIP dan FKIP. Di dua fakultas ini, delegasi UT kembali mendapat sambutan hangat dan berbagai insights penting seputar proses akreditasi oleh ACQUIN. Dari hasil kunjungan ini, delegasi UT seperti mendapat energi baru karena aura positif yang ditularkan oleh teman-teman Unib. Delegasi UT pulang ke Pondok Cabe dengan segudang rencana di kepala untuk bersiap menghadapi proses akreditasi oleh ACQUIN.

Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Gelar Kick Off Meeting Transformasi Akreditasi Menuju Peringkat Unggul

Tangerang Selatan, 25 Juli 2024 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) telah melaksanakan kegiatan kick off meeting penyusunan borang konversi peringkat Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) pada Kamis, 25 Juli 2024, mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai, di Ruang Sidang KPM Lt. 2. UT telah memperoleh peringkat akreditasi A saat re-akreditasi institusi pada 2 Juli 2024. Namun, dengan komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan, UT berupaya mengonversi peringkat akreditasi yang telah diraih menjadi peringkat akreditasi unggul. Langkah ini sejalan dengan visi UT untuk menjadi perguruan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing global. Kegiatan ini melibatkan tim penyusun yang terdiri atas berbagai unit terkait di UT, termasuk dosen dari beberapa fakultas, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta Pusat Sumber Daya Manusia (PSDM). Kolaborasi lintas unit ini diharapkan dapat menghasilkan borang konversi yang komprehensif dan memenuhi standar akreditasi unggul. Berbagai materi penting dibahas dalam acara ini, antara lain pemaparan strategi dan rencana kerja tim penyusun, pembahasan standar dan kriteria akreditasi unggul, serta diskusi dan penyelarasan data serta informasi yang diperlukan. Kepala Kantor Penjaminan Mutu UT, Prof. Mohamad Imam Farisi, dalam sambutannya menyatakan, “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di UT. Melalui kegiatan penyusunan borang konversi ini, kami berharap dapat mencapai akreditasi unggul yang menjadi bukti nyata dedikasi kami dalam memberikan pendidikan terbaik bagi mahasiswa.” Kick off meeting penyusunan borang konversi ini menjadi langkah awal yang penting bagi UT dalam upaya peningkatan peringkat akreditasi. Diharapkan, dengan kerjasama dan komitmen dari seluruh pihak yang terlibat, UT dapat menghasilkan borang konversi yang memenuhi untuk mencapai akreditasi unggul.

Terakreditasi A, Universitas Terbuka Konsisten Terdepan dalam Penyelenggaraan Kualitas Pendidikan Tinggi Jarak Jauh

Tahun 2024 menjadi tahun yang gemilang bagi Universitas Terbuka (UT). Pasalnya semenjak berdirinya UT pertama kali pada 40 tahun silam, sepanjang perjalanannya UT selalu berkomitmen dan memegang teguh mandat pemerintah yaitu memberikan akses pendidikan tinggi yang seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia. Tentunya pemberian akses pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada kuantitas semata, melainkan tetap dengan konsisten menjamin kualitas pendidikannya yang sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. Selaras dengan hal tersebut, UT terus berkomitmen dengan penuh dan bertindak secara nyata dalam meningkatkan kualitas mutu dan pelayanannya. Salah satu bukti kualitas penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) UT adalah dilihat dari peringkat Akreditasi Perguruan Tinggi (APT). Peringkat APT sangat penting sebagai wujud jaminan mutu pendidikan tinggi yang diselenggarakan UT dan tentunya akan menjadi salah satu pertimbangan bagi calon mahasiswa dalam memilih UT sebagai tempat kuliah. Predikat APT diukur dengan berbagai indikator antara lain kurikulum pendidikan, standar sarana dan prasarana pendidikan, sistem tata kelola akademik, kualitas SDM, hingga pencapaian Tri Dharma Perguruan Tinggi. Reakreditasi ini didasari oleh berakhirnya masa akreditasi APT UT tanggal 18 Juni 2024. Menindaklanjuti hal tersebut, UT telah menyiapkan dokumen borang akreditasi dan laporan evaluasi diri (LED) sejak 2022 dan dokumen-dokumen yang dibutuhkan sudah di-submit 6 bulan sebelum berakhirnya masa akreditasi, yaitu tanggal 18 Desember 2023. Proses akreditasi ini menggunakan instrumen akreditasi 7  standar khusus PJJ. Terdapat beberapa aspek yang menjadi penilaian, di antaranya adalah Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Tata Kelola dan Kerja Sama, Mahasiswa, Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Sarana Prasarana, Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Capaian dan Luaran. Proses reakreditasi APT UT terdiri dari 2 tahap yaitu Asesmen Kecukupan dan Asesmen Lapangan. Setelah tahapan Asesmen Kecukupan terpenuhi,  pada Kamis 16 Mei 2024 telah dilaksanakan Asesmen Lapangan APT UT yang diselenggarakan secara hybrid. Asesmen Lapangan APT UT ini diselenggarakan secara luring di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Kantor Pusat UT dan secara daring melalui Zoom Meeting. Tentunya dalam proses Asesmen Lapangan ini melibatkan seluruh elemen Civitas Academica UT, yang dimulai dari pemaparan oleh Rektor UT, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. Rektor pun menyampaikan kualitas proses penyelenggaraan PTTJJ dipelihara dengan sertifikasi dari the International Council for Open and Distance Education (ICDE) dan dalam operasionalisasinya dituangkan dalam milestone tahapan strategis 2021-2035 mulai Tahap I (2021-2025) menuju Integrasi jejaring Cyber University, Tahap II (2026-2030) menuju Ekosistem Pendidikan Digital, dan Tahap II (2031-2035) menuju Ekosistem Digital yang Tangguh. Berlangsung juga proses diskusi antara para asesor dan para pimpinan yang hadir secara luring, terdapat beberapa hal terkait bagaimana solusi UT dalam menghadapi berbagai kendala untuk menjaga kualitasnya, apa program-program operasional sebagai turunan dari Rencana Strategis UT, juga apa program-program besar UT setelah berubah status menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN-BH) dari status sebelumnya Pengelola Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU). Setelah diskusi antara Tim Asesor dan Jajaran Pimpinan UT, dilanjutkan dengan tahapan sinkronisasi data melalui wawancara Asesor Lapangan dengan para dosen, pegawai/tendik, pengguna lulusan, mahasiswa, alumni, dan mitra. Setelah itu dilanjutkan dengan bagian yang paling krusial yaitu  pembacaan Berita Acara oleh Tim Asesor dan diskusi hasil Berita Acara antara Tim Asesor, Jajaran Pimpinan UT, dan Tim Akreditasi. Setelah melewati proses asesmen, hasilnya berdasarkan No. SK: 1282/SK/BAN-PT/Ak/PT/VII/2024, BAN PTmenyatakan bahwa UT mendapatkan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dengan Peringkat A yang ditetapkan pada 02 Juli 2024. Rektor UT, Prof Ojat menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian UT saat ini, “Alhamdulillah melalui perjuangan yang sangat panjang, kerja keras, dan komitmen dari seluruh pimpinan dan staf, pada 2 Juli 2024, UT mendapatkan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) “A” dari Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT),” ungkapnya. Selain itu beliau juga mengucapkan rasa terima kasih dan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh keluarga besar UT serta seluruh pihak terkait yang telah berkontribusi ada capaian prestasi tertinggi ini. Tentunya untuk mencapai hasil ini bukanlah hal yang mudah untuk UT, terdapat banyak aspek yang harus UT maksimalkan agar dapat mencapai hasil tersebut. Bentuk konkret peningkatan kualitas UT dapat dilihat dari banyaknya layanan pendidikan UT yang telah mengalami peningkatan kualitas, mulai dari registrasi, LPKBJJ, tutorial, hingga ujian. Begitu juga dengan aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan publikasi dosen yang semakin meningkat, baik secara kuantitas maupun kualitas. Meningkatnya Akreditasi UT menjadi A ini menjadi bukti nyata bahwa UT secara konsisten menjamin mutu pendidikan tingginya mengingat penjaminan mutu bagi perguruan tinggi adalah kewajiban yang diatur melalui sejumlah regulasi pemerintah. UT memiliki sistem penjaminan kualitas (Simintas) yang terdiri atas 12 area (Kebijakan dan Perencanaan; Manajemen Internal; Sumber Daya; Pemasaran, Promosi, Admisi dan Registrasi; Mahasiswa dan Profil Mahasiswa; Pengembangan Program Studi; Pengembangan Mata Kuliah; Prasarana, Media, dan Sumber Belajar; Pembelajaran dan Layanan Bantuan Belajar; Asesmen dan Evaluasi Keberhasilan Belajar; Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat; dan Kerja Sama) serta kebijakan kualitas yang memuat 150 pernyataan praktik baik dalam penyelenggaraan PJJ. Simintas ini menjadi pegangan bagi seluruh proses bisnis UT dan dilaksanakan oleh seluruh unit baik di UT Pusat maupun di UT Daerah. Dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), UT melaksanakan Asesmen Mutu Internal (AMI) secara rutin bagi seluruh program studi di fakultas dan asesmen Manajemen Pembelajaran Jarak Jauh (MPJJ) bagi seluruh UT Daerah. Untuk Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) UT melakukan proses akreditasi untuk institusi dan program studi serta sertifikasi untuk institusi, manajemen keamanan informasi, perpustakaan, dan kearsipan. Melalui simintas baik secara internal maupun eksternal, maka kualitas layanan pendidikan tinggi yang diberikan UT bisa dipastikan terjamin. Hasil yang gemilang ini tentunya tidak terlepas dari keterlibatan kerja keras serta kolaborasi dan sinergi dari seluruh civitas academica dan para stakeholder UT. Harapannya dengan Akreditasi UT saat ini, UT terus menjadi semakin yang terdepan dan terpercaya dalam penyelenggaraan PTJJ dan tentunya yang utama adalah dengan konsisten dan memperluas jangkauannya kepada masyarakat akan Pendidikan Tinggi, mewujudkan Pendidikan Tinggi berkualitas dunia menuju World Class University, dan dapat memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas. Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Rektor (WR) Bidang Akademik, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. menyampaikan, “UT akan bergerak menuju apa yang menjadi balikan dari para asesor BAN PT saat asesmen lapangan, Insyaallah ke depannya UT akan makin baik dan lebih membanggakan,” ungkapnya.

Penguatan Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTJJ) dalam Konteks Akreditasi Nasional

Universitas Terbuka, 14 Juni 2024 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka menyelenggarakan acara bertajuk “Penguatan Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTJJ) dalam Konteks Akreditasi Nasional” di Ruang Sidang FHISIP Lt. 2. Acara ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mengenai akreditasi nasional bagi pendidikan jarak jauh. Acara dibuka oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., yang menjelaskan bahwa UT telah memperoleh sertifikat ICDE sebagai penyelenggara pendidikan jarak jauh. UT sebelumnya merupakan satu-satunya penyelenggara PJJ dengan mode tunggal, sementara kini banyak perguruan tinggi lainnya yang menyelenggarakan PJJ dengan mode ganda. Untuk memastikan proses bisnis internal UT sesuai dengan standar ISO, UT juga mengundang ISO Quality Assurance Agencies seperti SGS. Saat ini, UT memiliki sekitar 551 ribu mahasiswa dan lebih dari 2 juta alumni, yang banyak di antaranya berhasil menjadi ASN pada Seleksi CPNS. Harapannya, PJJ dapat terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Prof. Ari Purbayanto, Ph.D., Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, dan Prof. Dr. Mulyono S. Baskoro, M.Sc., Asesor BAN-PT, dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), menjadi narasumber utama dalam acara ini. Prof. Ari Purbayanto menjelaskan bahwa BAN-PT telah memperbarui instrumen khusus PJJ sesuai dengan Permendikbud No. 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Perguruan tinggi diberikan keleluasaan untuk menentukan target dan rencana strategis yang mengatur mengenai kebijakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan dosen diberi kebebasan untuk menentukan fokus Tri Dharma mereka. Evaluasi diri berdasarkan data dari lingkungan internal dan eksternal, analisis SWOT, dan identifikasi akar masalah menjadi bagian penting dari strategi pencapaian akreditasi unggul. Prof. Dr. Mulyono S. Baskoro membahas tentang draft instrumen PJJ dan pentingnya akreditasi internasional. Ia juga menyoroti bahwa hasil akreditasi internasional perlu dilaporkan kepada BAN-PT untuk penyetaraan selama masa transisi. Selain itu, Prof. Mulyono menegaskan bahwa PTJJ perlu menyesuaikan dengan standar dan kriteria yang ditetapkan untuk memastikan akreditasi nasional dan internasional dapat dicapai. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ari Purbayanto juga menjelaskan tentang skema automasi akreditasi yang akan diterapkan pada tahun 2025, di mana perpanjangan akreditasi akan diberikan selama PT memenuhi sejumlah parameter dalam pemantauan dan evaluasi mutu Pendidikan Tinggi (PEMPT) standar nasional pendidikan tinggi (SN Dikti). Pemerintah juga mendorong program studi untuk melakukan akreditasi internasional guna meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan di kancah global. Acara ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan kesiapan seluruh sivitas akademika Universitas Terbuka dalam mengimplementasikan standar penjaminan mutu yang baru, serta memastikan bahwa PTJJ tetap relevan dan akuntabel dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.

Terus Berkomitmen Memberikan Yang Terbaik dalam Mutu dan Layanan, UT Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi

Universitas Terbuka (UT) sebagai penyelenggara pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh (PTTJJ) selalu mengedepankan mutu dan layanan pembelajarannya. Salah satu bukti kualitas penyelenggaraan PTTJJ UT dapat dilihat dari nilai Akreditasi Perguruan Tinggi (APT). Nilai Akreditasi Perguruan Tinggi sangatlah penting sebagai wujud jaminan mutu pendidikan tinggi yang diselenggarakan UT yang akan menjadi salah satu pertimbangan bagi calon mahasiswa dalam memilih UT sebagai tempat kuliah. Predikat Akreditasi Perguruan Tinggi diukur dengan berbagai indikator antara lain kurikulum pendidikan, standar sarana dan prasarana pendidikan, sistem tata kelola akademik, kualitas SDM, hingga pencapaian Tri Dharma.   Sebagai upaya menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan serta layanan, pada Kamis, 16 Mei 2024 telah dilaksanakan Asesmen Lapangan APT UT secara hybrid. Acara ini diselenggarakan secara luring di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Kantor Pusat UT yang dihadiri Rektor, Prof. Dr. Paulina Pannen, M.Ls. dan Prof. Aminudin Zuhairi, Ph.D. (perwakilan para senior UT), para dekan, para direktur, Ketua LPPM, Kepala Kantor Penjaminam Mutu (KPM), para Kapus, Kepala UPPDJI, para Wadek Bagian Akademik, para staf ahli rektorat, tim penyusunan Borang dan Evaluasi Diri. Sedangkan secara daring dihadiri para Kaprodi, para Direktur dan manajer UT Daerah. Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang bertugas melaksanakan asesmen lapangan APT di UT adalah Prof. Dr. Angkasa, S.H., M. Hum. (Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman), Prof. Dr. Mulyono Baskoro, M.Sc. (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB), Prof. Dr. Indrianty  Sudirman, S.E., M.Si. (FEB Universitas Hasanuddin), dan Dr. Muhammad Rohmadi, S.S., M.Hum. (Universitas Sebelas Maret). Para asesor didampingi staf dari BAN-PT yaitu Ambar Setyaningsih. Pada kesempatan tersebut, Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. menyampaikan sambutan yang antara lain mengungkapkan terkait Visi dan Misi UT. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri ke-45 di Indonesia yang diresmikan pada 4 September 1984 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 41 Tahun 1984. Rektor UT menyampaikan, visi UT adalah menjadi Perguruan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) berkualitas dunia. Adapun Misi UT adalah; 1) Meningkatkan daya tampung pendidikan tinggi negeri; 2) Meningkatkan pemerataan akses pendidikan tinggi yang berkualitas dunia; 3) Mengembangkan budaya belajar sepanjang hayat; 4) Mendiseminasikan hasil kajian keilmuan dan pendidikan jarak jauh untuk mendukung pembangunan nasional dan global. Rektor pun menyampaikan kualitas proses penyelenggaraan PTTJJ dipelihara dengan sertifikasi dari the International Council for Open and Distance Education (ICDE) dan dalam operasionalisasinya dituangkan dalam milestone tahapan strategis 2021-2035 mulai Tahap I (2021-2025) menuju Integrasi jejaring Cyber University, Tahap II (2026-2030) menuju Ekosistem Pendidikan Digital, dan Tahap II (2031-2035) menuju Ekosistem Digital yang Tangguh. Dalam diskusi antara para asesor dan para pimpinan yang hadir secara luring, terdapat beberapa hal terkait bagaimana solusi UT dalam menghadapi berbagai kendala untuk menjaga kualitasnya,  apa program-program operasional sebagai turunan dari Rencana Strategis UT, juga apa program-program besar UT setelah berubah status menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN-BH) dari status sebelumnya Pengelola Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU).  Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM) UT menyampaikan bahwa UT selalu menjaga manajemen mutu penyelenggaraan PTTJJ-nya, sedangkan kendala mewujudkannya antara lain terkait ketersediaan SDM. Untuk itu dibutuhkan upaya mitigasi risiko dalam menjaga quality enhancement berupa pengembangan format legal untuk penyelenggaraan proses pembelajaran e-learning UT yang antara lain perlu disinkronkan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) .  Dalam diskusi tersebut, Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) UT, Dr. Ake Wihadanto, S.E., M.T. menyampaikan wujud transformasi UT PTNBH, antara lain perombakan bidang kelembagaan, SDM, maupun akademik. Dalam bidang akademik, misalnya, UT telah melakukan lompatan peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi menuju World Class University (WCU). “Salah satunya yaitu pencapaian akreditasi internasional oleh Program Studi-Program Studi yang ada dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tegas Ake.  Dalam hal wujud inovasi transformasi UT PTN-BH, Rektor juga menambahkan, UT telah melakukan sinergi internasional dengan perguruan-perguruan tinggi di luar negeri, misalnya dengan Chungbuk National University dan Yeungnam University untuk pengembangan Prodi Entrepreuneurship dan program-program MBKM, misalnya untuk program magang, pertukaran atau lanjut studi untuk dosen dan mahasiswa, maupun untuk riset bersama. UT juga telah berkolaborasi dengan Coursera dan IDX untuk memperkaya bahan pembelajarannya. Rektor juga menegaskan, “Setelah menjadi PTN-BH, UT akan terus meningkatkan layanannya menjadi lebih cepat, UT akan terus berproses menjadi lebih baik, dan biaya pendidikan UT diupayakan tetap terjangkau”. Terkait biaya pendidikan, Pak Ake pun menambahkan, “UT telah mengelola endownment fund yang digunakan untuk peningkatan performa penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, peningkatan proses pembelajaraan yang lebih berkualitas, juga menjaga efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan tinggi.” Sedangkan Ketua Senat Akademik UT Prof. Dr. Chanif Nurcholis, M.Si. menyampaikan salah satu wujud pengembangan program-program UT setelah menjadi PTN-BH antara lain pengembangan Prodi-Prodi yang dibutuhkan masyarakat yang layanan pembelajarannya didukung dengan perangkat teknologi informasi untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa.  Dalam sesi diskusi antara asesor dan pimpinan itu pula, Dr. Muhamad Rohadi, S.S., M.H., salah satu asesor lapangan menyampaikan Rencana Strategi (Renstra) UT harus menjadi rujukan dari setiap komponen dari tiap jabaran program Tri Dharma PT. Pertanyaan beliau terkait perbedaan UT dengan PT konvensional pun dijelaskan oleh Pak Rektor, ”Perbedaan UT dan Perguruan Tinggi Konvensional adalah pada sistem pembelajarannya yang fleksibel dan akses layanannya yang menjangkau seluruh pelosok wilayah. UT nomor 1 untuk penyelenggaraan PTJJ, dan kini UT makin diminati dan menjadi pilihan masyarakat terbukti jumlah mahasiswa UT yang makin banyak. Dengan demikian UT yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi masyarakat”.  Pada akhir diskusi, Dr Rohmadi pun memberikan masukan bahwa hasil evaluasi diri yang disampaikan para asesor diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan kualitas penyelenggaraan PTTJJ UT yang lebih baik ke depannya. Dalam hal ini, semua unit yang ada di UT harus siap bersinergi untuk be better, sehingga kekuatan UT untuk mengakses pendidikan tinggi untuk semua masyarakat bisa makin terwujud. Dr Rohmadi menegaskan, ”Ke depan, UT akan lebih bisa menyinari dunia, lebih bermaslahat bagi masyarakat”.   Tahapan selanjutnya dari asesmen lapangan setelah sesi diskusi adalah dilakukan tahapan sinkronisasi data melalui wawancara asesor lapangan dengan para dosen, karyawan/tendik, pengguna, mahasiswa, alumni, dan mitra. Hal yang paling krusial dari asesmen lapangan APT UT ini adalah saat dibacakan Berita Acara oleh tim Asesor dan diskusi hasil Berita Acara antara tim asesor, pimpinan UT, dan tim akreditasi. Puji syukur kunjungan asesmen lapangan oleh para asesor Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) UT telah berjalan lancar, semoga hasil asesmen lapangan tim asesor ini sangat memuaskan sesuai harapan seluruh

Workshop Progress Check I Penyusunan Self-Assessment Report AAOU Accreditation

Dalam rangka mewujudkan visi Universitas Terbuka menjadi Perguruan Tinggi Terbuka  dan Jarak Jauh (PTJJ) Berkualitas Dunia, maka kualitas penyelenggaraan program pembelajaran yang diselenggarakan UT harus juga diakui oleh lembaga akreditasi internasional. Asian Association of Open University (AAOU) yang merupakan konsorsium universitas terbuka (open universities) di kawasan Asia saat ini tengah melakukan pilot project untuk menjadi lembaga pengakreditasi internasional tidak hanya bagi open university tapi juga bagi perguruan tinggi yang berbasis teknologi dalam penyelenggaraan pembelajarannya. UT menjadi salah satu perguruan tinggi yang memperoleh kesempatan untuk melakukan uji coba instrumen Self-assessment Report yang nantinya akan menjadi instrumen yang digunakan untuk melakukan akreditasi. Pengisian instrumen Self-assessment Report (SAR) tersebut berada di bawah koordinasi Kantor Penjaminan Mutu (KPM). Untuk itu pada hari Kamis dan Jumat, tanggal 29 Februari 2024 dan 01 Maret 2024 KPM menyelenggarakan Workshop I terkait Progress Check Penyusunan instrumen SAR AAOU. Kegiatan ini dihadiri oleh tim penyusun instrumen SAR AAOU yang terdiri atas perwakilan dosen dan asesor KPM sebagai penulis dan reviewer. Kegiatan workshop ini dibuka oleh Kepala KPM Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. Dalam arahannya beliau menyampaikan beberapa arti penting UT dalam menyusun SAR AAOU Accreditation karena diharapkan suatu saat UT akan bisa diakreditasi oleh AAOU ketika sudah resmi menjadi lembaga pengakreditasi. Pada workshop ini, Dr. Irsanti Widuri Asih, S.Sos.,M.Si selaku Manajer Penjaminan Mutu Akademik KPM berharap pengisian instrument AAOU Accreditation ini dapat selesai sesuai timeline yang telah ditentukan.

WUJUDKAN VISI MENJADI PT BERKUALITAS DUNIA, UT DIAKREDITASI INTERNASIONAL OLEH FIBAA

Sistem Penjaminan Mutu menjadi kata kunci bagi Univesitas Terbuka (UT) untuk menyediakan pembelajaran jarak jauh berkualitas tanpa batas. Selama ini semua Prodi yang ditawarkan UT telah mengacu Permendikbud Nomor 53 Tahun 2023 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.  Semua Prodi yang ada di UT juga telah dikareditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT) atau melalui Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Kini telah ada 13 program studi di UT yang mendapatkan Peringkat A dari BAN-PT. UT menyadari bahwa memperoleh rekognisi secara nasional, tidaklah cukup. Untuk itu, UT melakukan akreditasi program studi secara internasional untuk memperoleh perspektif global untuk menjamin bahwa program dan layanan yang disediakan UT sudah memenuhi tuntutan kriteria kualitas secara internasional. Disamping itu, UT juga mengundang the International Council for Open and Distance Education (ICDE) untuk melakukan reviu kualitas terhadap proses bisnis yang diselenggarakan UT sebagai institusi Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh. Sejak tahun 2022, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) sudah mempersiapkan diri untuk mengajukan akreditasi internasional untuk empat program studi ke lembaga Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA) yang berasal dari Jerman. Empat Program Studi yang akan diakreditasi adalah S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan S1 Ekonomi Pembangunan dari FEB, serta S1 Ilmu Hukum dari FHISIP. Sesuai dengan prosedur pengusulan akreditasi, FIBAA melakukan online visit pada 16-18 Oktober 2023, dengan Tim Reviewer yang terdiri dari: (1) Prof. Dr. Michael Koch (Science & Distance Learning Expert) dari SRH Distance University-The Mobile University, Dusseldorf, Germany; (2) Prof. Dr. Gabriel Lentner (Science) dari University for Further Education Krems, Austria; (3) Prof. Dr. Marcus Oehlrich (Science) dari University of Applied Sciences Bad Homburg, Germany; (4) Dr. Manfred Schmidt (Professional Practice) dari Sikos GnbH; (5) Carl Johann (Student Representative) dari Free University of Berlin, Germany; (6) Dr. Fosa Sarassina (Country Expert) dari Univesitas Gadjah Mada, Indonesia; dan (7) Prof. Dr. Sabine Haller (FIBAA Project Manager). Para pimpinan di lingkungan UT, FEB, dan FHISIP menghadiri online visit secara bersama-sama dari Ruang Sidang Sinabung Gedung Prof Setijadi Lt. 2 pada Senin (16 Oktober 2023). Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof. Ojat Darojat, Ph.D, menerima visitasi secara resmi dengan mempresentasikan profil UT, dilanjutkan dengan pemaparan profil program studi oleh Dekan FEB, Dr. Mairani Harsasi, M.Sc. Beberapa hal yang dibahas dalam pemaparan tersebut adalah perkembangan penyelenggaraan pendidikan UT, strategi pengembangan UT ke depan, hingga langkah internasionalisasi. Dalam upaya memperkuat internasionalisasi, Prof. Ojat menyampaikan bahwa UT sudah menyiapkan mata kuliah yang dapat diikuti mahasiswa luar negeri melalui Indonesia Cyber Education (ICE) Institute. Program lainnya adalah melaksanakan pertukaran mahasiswa ke luar negeri melalui program IISMA (Indonesian International Student Mobility Award). Agenda visitasi selanjutnya adalah focus group discussion (FGD) berdasarkan kelompok:  manajemen program studi; dosen dan tutor; mahasiswa dan alumni; serta unit pendukung di UT. Kegiatan online visit ditutup dengan pemaparan umpan balik singkat dari panel asesor kepada manajemen program studi serta kesan selama visitasi. Pada tanggal 18 Oktober 2023 telah dilakukan penutupan visitasi online oleh para asesor FIBAA dengan penyampaian sejumlah rekomendasi, terurama terkait internasionalisasi. Semoga empat Prodi FEB dan FHISIP UT yang divisitasi (Prodi S1 Manajemen. S1 Akuntansi, S1 Ekonomi Pembangunan, dan S1 Ilmu Hukum) mendapatkan hasil yang terbaik, mendapat sertifikat akreditasi internasional FIBAA. Semoga UT makin jaya dan sukses, mewujudkan visi menjadi Perguruan Tinggi Berkualitas Dunia.

Kembali, UT Memperoleh Gelar Akreditasi A Bagi Program Magister Pendidikan Dasar

Universitas Terbuka (UT) kembali mendapat pengakuan membanggakan. Kali ini, Program Studi Pendidikan Dasar pada Program Magister Universitas Terbuka mendapatkan Akreditasi A  dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) untuk periode 22 Februari 2023 sd 22 Februari 2028 dengan SK Direktur Dewan Eksekutif  BAN-PT No. 553/SK/BAN-PT/Ak/M/II/2023. Penilaian akreditasi A ini merupakan penghargaan BAN PT atas kerja keras perbaikan kualitas berkelanjutan yang dilakukan UT umumnya dan Program Magister Pendidikan Dasar khususnya, baik terkait baik terkait dengan proses maupun mutu  lulusan. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc. mengungkapkan rasa syukurnya, atas diraihnya Akreditasi A oleh Prodi Magister Pendidikan Dasar (MPDr), setelah sebelumnya FKIP juga telah mendapatkan akreditasi A pada Prodi PGPAUD, PGSD, dan Pendidikan Matematika. “Kami, UT khususnya  FKIP dan Program Pascasarjana (PPs) bersyukur atas diraihnya akreditasi A untuk prodi Magister Pendidikan Dasar,”ungkap Prof. Ucu Rahayu. Beliau menyampaikan bahwa upaya perolehan akreditasi A ini tidaklah mudah, Prodi MPDr terus menerus melakukan perbaikan, perbaikan berkelanjutan (continues improvement) di berbagai aspek, baik itu pada aspek tata pamong, akademik (kurikulum, proses pembelajaran, kegiatan penelitian dan abdimas), kemahasiswaan, sarana prasarana, dan lainnya. “Dengan diraihnya Akreditasi A oleh Prodi MPDr, harapannya akan membuka jalan perolehan akreditasi unggul bagi Prodi-Prodi lain di PPs. Dan dengan akreditasi A ini, MPDr siap bekerja sama dengan international bachalaurate untuk menghasilkan lulusan terstandar internasional,” tambah Prof. Ucu Rahayu.  Ungkapan rasa syukur disampaikan juga oleh Ketua Program Studi MPDr, Dr. Ir. Amalia Sapriati, M.A. “Hasil tersebut diperoleh atas kerja sama, partisipasi, dan dukungan, serta doa seluruh civitas Universitas Terbuka, mulai dari dukungan dari Prof. Ojat Darojat, M. Bus., Ph.D. selaku Rektor Universitas Terbuka, Dekanat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UT, pendampingan penuh dari Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan (PPMP-UT), para Kepala Pusat di UT dan jajarannya, para kepala UPBJJ dan jajarannya, Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi, dosen-dosen UT baik di UT Pusat maupun di UPBJJ, dan seluruh tim task force MPDr-PPs UT,” jelas Dr. Amalia. Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. pun menyatakan bahwa perolehan akreditasi A merupakan harapan dan sekaligus apresiasi atas kerja keras Program Magister Pendidikan Dasar. Namun demikian, perbaikan mutu berkelanjutan hendaknya menjadin kultur kualitas bagi semua pihak. Ada atau tidak ada akreditasi. continuous improvemet, terobosan, dan berbagai inovasi harus terus dilakukan agar program studi memiliki keunggulan dan mempu melahirkan kebanggaan bagi mahasiswa, masyarakat, dan para pemangku kepentingan lain. Tak lupa, Yunus pun menyanpaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang terlibat: Kepala Pusat Pengelolaan dan Penyelenggaraan Program Pascasarjana pada Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Dr. Siti Julaeha, M.A., Dekan FKIP Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc., Ketua Program Studi MPDr, Dr. Ir. Amalia Sapriati, M.A., pada pimpinan dan staf Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan (PPMP), para tutor, para mahasiswa, dan alumni, serta semua pihak yang telah berkontribusi atas diperolehnya Akreditasi A oleh Prodi Pendidikan Dasar pada Program Magister-UT tersebut. Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus.Ph.D pun menyampaikan ucapan syukur. “Alhamdulillah. Selamat atas capaian akreditasi Prodi MPDR UT yang luar biasa. Terimakasih atas kontribusi semua pihak yang telah membantu. Semoga berkah,” jelas Pak Rektor.  Prof. Ojat mengungkapkan bahwa capaian perolehan akreditasi di awal tahun 2023 ini sangat membanggakan dan kepada seluruh Prodi dan civitas akademika pendukungnya agar lebih meningkatkan kualitas di segala aspek proses pembelajaran, serta terus melakukan evaluasi diri dalam peningkatan mutu menuju Universitas Terbuka yang Berjaya. Dengan kualitas akademik yang terpercaya, diharapkan UT makin diminati oleh masyarakat Indonesia dan menjadi pilihan utama untuk melanjutkan studi.

Prodi PG PAUD UT Mendapat Akreditasi A dari BAN PT

Universitas Terbuka (UT) sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pilihan masyarakat, kembali mencetak penghargaan membanggakan dengan raihan akreditasi A untuk Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) untuk tahun 2022-2027. Akreditasi adalah pengakuan terhadap Perguruan Tinggi (PT) atau Program Studi (Prodi) yang menunjukkan PT atau Prodi tersebut dalam melaksanakan program pendidikan dan mutu lulusan yang dihasilkannya telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Penetapan peringkat akreditasi oleh BAN-PT dilakukan dengan menilai proses dan kinerja serta keterkaitan antara tujuan, masukan, proses, dan keluaran suatu perguruan tinggi atau Prodi. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr. Ucu Rahayu, M.Sc. mengungkapkan rasa syukurnya, “Kami panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Prodi PGPAUD memperoleh akreditasi A, setelah sebelumnya menyusul Prodi PGSD dan Pendidikan Matematika mendapatkan akreditasi yang sama. Akreditasi A ini diperoleh tidak dengan mudah. Prodi melakukan pembenahan dari berbagai aspek baik kurikulum, proses pembelajaran, mutu lulusan, serta SDM prodi. Hal ini sudah dilakukan dari beberapa tahun lalu. Perolehan akreditasi A ini tentunya merupakan suatu anugerah dan tantangan bagi kami untuk meningkatkan kualitas prodi semakin lebih baik lagi.” Ungkapan rasa syukur disampaikan juga oleh Ketua Program Studi PG PAUD UT, Dr. Mukti Amini, M.Pd. “Hasil tersebut diperoleh atas kerja sama dan dukungan seluruh civitas Universitas Terbuka, mulai dari dukungan dari Prof. Ojat Darojat, M. Bus selaku rektor Universitas Terbuka, Dekanat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UT, pendampingan penuh dari Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan (PPMP-UT), para Kepala Pusat di UT dan jajarannya, para kepala UPBJJ dan jajarannya, Ketua Jurusan, dosen PGPAUD-UT baik di pusat maupun di UPBJJ, dan seluruh tim task force PG PAUD UT.” Kaprodi PG PAUD Mukti Amini menjelaskan perjuangan program studi PG PAUD dalam hal akreditasi sudah dilakukan sejak tahun 2020. Perjalanan diawali dari himbauan dari Prof. Udan Kusmawan, M.A., Ph.D. selaku Dekan periode sebelumnya untuk melakukan reakreditasi, hingga akhirnya hari ini menerima hasil dari sebuah perjuangan yang cukup panjang. Akreditasi sebaiknya selalu diintegrasikan dengan kualitas dan jati diri Program Studi S1 PG PAUD UT yang sesungguhnya. Sehingga tidak hanya di atas kertas terakreditasi A, namun kualitas dan daya saing yang dimiliki tidak sesuai dengan capaian akreditasi tersebut. Walaupun capaian akreditasi tahun ini sangat membanggakan, Rektor meminta kepada seluruh civitas akademika untuk tidak berpuas diri. Kedepan Rektor mengharapkan kualitas setiap Prodi dapat ditingkatkan lagi sebagai upaya untuk terus melakukan evaluasi diri dalam peningkatan mutu menuju Universitas Terbuka yang Berjaya di kancah Internasional.