Peningkatan Mutu Akademik di Universitas Terbuka Melalui Benchmarking Penjaminan Mutu

Dalam upaya meningkatkan akademik di Universitas Terbuka, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka melakukan benchmarking terkait penjaminan mutu akademik di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 5 Desember 2024 ini dihadiri oleh 5 (lima) orang perwakilan dari Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka dan 2 (dua) orang perwakilan dari Kantor Penjaminan Mutu ITS Surabaya. Kegiatan benchmarking ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dan best practices dalam implementasi sistem penjaminan mutu yang efektif di institusi pendidikan tinggi. Kegiatan ini ini diisi dengan pemaparan proses penjaminan mutu di ITS, diskusi, dan penyerahan cinderamata. Kepala Kantor Penjaminan Mutu ITS, Prof. Dr. Ir. Aulia Siti Aisjah, MT. menyampaikan bahwa seluruh proses penjaminan mutu akademik di ITS telah menggunakan sistem yang terintegrasi, sehingga program studi yang akan melakukan akreditasi tidak mengalami kesulitan akan penyajian data dan dokumen. Informasi ini diterima dengan baik oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. sebagai motivasi bagi Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka untuk melakukan perbaikan dan integrasi pada sistem penjaminan mutu di UT. Dalam kegiatan ini, seluruh peserta benchmarking sangat antusias untuk melakukan tanya jawab terkait tantangan dan solusi dalam penjaminan mutu akademik, termasuk perlunya melibatkan seluruh dosen untuk berkomitmen membangun budaya mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Kegiatan benchmarking ini diakhiri dengan penyerahan cinderamata sebagai bentuk kenang-kenangan. Kantor Penjaminan Mutu UT berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi titik awal bagi UT agar memiliki kesiapan dalam menghadapi tantangan untuk meningkatkan daya saing di dunia pendidikan di Indonesia.
Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka Lakukan Benchmarking Sistem Penjaminan Mutu ke Badan Penjaminan Mutu Universitas Negeri Malang

Malang, 12 November 2024 – Dalam upaya meningkatkan kualitas sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi, Tim Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Negeri Malang (UM). Dalam melaksanakan tugasnya, terutama menyelenggarakan fungsi pengelolaan penjaminan mutu dan pengelolaan reputasi universitas, Kepala BPM dibantu oleh 4 Ketua Bidang, yaitu Ketua Bidang Standar, Bidang Monev dan AMI, Bidang Akreditasi Nasional dan Bidang Akreditasi Internasional. Kegiatan benchmarking ini bertujuan untuk memperkuat sistem penjaminan mutu di UT dengan menggali pengalaman dan praktik-praktik baik yang telah diterapkan di UM di mana fokus utama diskusi mencakup implementasi sistem penjaminan mutu internal, pengelolaan audit mutu akademik, hingga inovasi dalam pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (outcome-based education). Rombongan dari UT yang dipimpin oleh Dra. Eko Kuswanti, M.Pd., selaku Manajer Pengembangan, Pengendalian Mutu, dan Manajemen Risiko pada KPM, didampingi oleh Staf Ahli Bidang Penjaminan Mutu dan Akreditasi Dr. Tuti Purwoningsih, S.Pd., M.Sc., Kasubbag Tata Usaha Nuriyawati, A.md., dan staf KPM Yogie Bagas Prambagyo, S.T. Rombongan diterima oleh Dr. Swasono Rahardjo, S.Pd, M.Si. selaku Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) didampingi oleh Ketua Bidang Monev dan AMI Maria Hidayati, S.S, M.Pd., Ketua Bidang Akreditasi Internasional Dr. Yogi Dwi Satrio, M.Pd., Subkoordinator Administrasi Fatikha Floressya A, M.M., dan beberapa dosen UM di Gedung Graha Rektorat UM. Dalam sambutannya, Kepala BPM UM menyampaikan apresiasinya atas inisiatif UT untuk belajar bersama demi meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Perwakilan Universitas Terbuka, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa UM dipilih sebagai mitra benchmarking karena rekam jejaknya yang telah diakui sebagai salah satu perguruan tinggi unggul dalam sistem penjaminan mutu internal. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan inspirasi dan wawasan baru untuk menyempurnakan sistem penjaminan mutu internal kami, sehingga layanan pendidikan jarak jauh di UT semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan stakeholder,” ujar perwakilan UT. UM, yang dikenal memiliki sistem mutu yang kuat, mengelola 139 program studi di berbagai jenjang pendidikan, termasuk program sarjana, magister, doktor, diploma, dan profesi. Dengan dukungan 1.180 dosen dan 970 tenaga kependidikan, UM telah berhasil mencapai berbagai prestasi akreditasi, di antaranya 21 program studi dengan peringkat A secara nasional, 63 program dengan predikat Unggul, dan Akreditasi International AQAS sebanyak 25 program studi dan ASIIN sebanyak 9 program studi. Dalam pelaksanaan SPMI, UM mengadopsi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang terintegrasi dengan sistem berbasis teknologi informasi. Aplikasi seperti AIMA (Audit Mutu Internal Aplikasi) dan Monevjar menjadi inovasi utama dalam memonitor monev pembelajaran dan memastikan mutu terjaga secara konsisten. Hasil evaluasi dari aplikasi ini dapat diakses langsung oleh berbagai pihak terkait, mulai dari BPM hingga Gugus Kendali Mutu (GKM) di tingkat program studi. Selain itu, UM juga menggunakan aplikasi SIAP (Sistem Informasi Akreditasi Prodi) untuk pengarsipan SK dan Sertifikat akreditasi prodi. Selain inovasi teknologi, UM juga memperhatikan aspek manajemen risiko yang dikelola secara sinergis antara BPM dan Badan Pengawasan Internal (BPI). Dalam pelaksanaan audit mutu, UM melibatkan 80 auditor yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan. Setiap auditor dijadwalkan untuk melaksanakan tiga kali audit per siklus, memastikan proses evaluasi berjalan konsisten sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kegiatan benchmarking ini menjadi kesempatan bagi UT untuk mengadopsi praktik terbaik dari UM serta menjadi wadah diskusi interaktif antara kedua institusi untuk saling berbagi pengalaman serta tantangan dalam menerapkan standar mutu yang berkelanjutan. Kegiatan diakhiri dengan pertukaran cinderamata antara Universitas Negeri Malang dan Universitas Terbuka. [Written by Yogie Bagas & Eko Kuswanti]
Benchmarking Universitas Surabaya ke Universitas Terbuka Terkait Penjaminan Mutu Pendidikan PTJJ

Universitas Terbuka, 23 September 2024 – Universitas Terbuka (UT) menerima kunjungan delegasi dari Universitas Surabaya (Ubaya) dalam rangka kegiatan benchmarking terkait penjaminan mutu pendidikan pada Program Pendidikan Jarak Jauh (PTJJ). Acara ini berlangsung di Ruang Sidang Mahoni Wisma 3 dan bertujuan untuk berbagi pengalaman praktik terbaik dalam sistem penjaminan mutu pendidikan. Kunjungan ini dipimpin oleh Dr. Dina Natalia Prayogo, Direktur Direktorat Pengembangan Mutu Akademik dan Inovasi (DPMAI) Universitas Surabaya, yang didampingi oleh Dianne Frisko Koan, Ph.D. (Manajer Audit Internal dan Monitoring Evaluasi) serta Audia Ratnasari, S.Psi., M.M. (Manajer Pengembangan dan Penerapan Standar). Mereka disambut oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu UT, Prof. Dr. Imam Farisi, M.Pd., serta Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si. (Manajer Penjaminan Mutu Akademik UT) dan beberapa staf dari penjaminan mutu. Dalam sambutannya, Prof. Imam menekankan pentingnya kegiatan benchmarking ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan jarak jauh. “Kunjungan ini merupakan kesempatan bagi kita untuk saling belajar dan memperkuat sistem penjaminan mutu yang ada”. Kami berharap kegiatan benchmarking ini dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan,” ungkapnya. Selama diskusi, Prof. Imam menjelaskan berbagai kebijakan dan praktik penjaminan mutu yang telah diterapkan di UT. Diskusi ini berlangsung interaktif, antara kedua belah pihak berbagi pengalaman terkait praktik baik, tantangan dan solusi dalam mengimplementasikan sistem penjaminan mutu untuk PTJJ. Kegiatan ini diakhiri dengan harapan bahwa benchmarking antara Universitas Surabaya dan Universitas Terbuka akan terus berlanjut, serta dapat menghasilkan inovasi dan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Kunjungan ini menunjukkan komitmen kedua institusi untuk terus berkolaborasi dalam meningkatkan standar pendidikan dan akreditasi di tanah air. [Written by Pesi Suryani]
Benchmarking (Studi Petik) KPM ke UGM: “Akreditasi Internasional dan Sistem Penjaminan Mutu Internasional untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan UT”

Bulaksumur – Jumat, 23 Agustus 2024, Tim dari Kantor Penjaminan Mutu (KPM) dan Program Studi Sarjana (S1) Agribisnis Universitas Terbuka melakukan benchmarking (studi petik) ke Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU), Universitas Gadjah Mada. Sebelumnya SPMRU UGM ini dikenal dengan nama Kantor Jaminan Mutu (KJM) yang merupakan unsur pelaksana administrasi dan pengembangan di UGM. Dalam melaksanakan tugasnya SPMRU terutama menyelenggarakan fungsi pengelolaan penjaminan mutu dan pengelolaan reputasi tingkat universitas. Kegiatan benchmarking atau “studi petik” ini merupakan agenda dari KPM dalam upaya untuk memperoleh insight terkait konsep, pengalaman, dan praktik baik yang dilakukan oleh PT lain dalam rangka penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan serta akreditasi nasional maupun internasional, dalam rangka untuk mewujudkan visi dan misi Universitas Terbuka (UT) sebagai perguruan tinggi jarak jauh berkualitas dunia. Agenda studi petik ini telah dilakukan sebelumnya oleh KPM bersama program-program studi yang berencana untuk melakukan akreditasi internasional ke lembaga internasional (LAI) bereputasi dan diakui oleh Kemendikbudristek, diantaranya yaitu ASIIN (Accreditation Agency for Study Programmes in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics) untuk displin ilmu rekayasa, matematika dan sains, pertanian, biologi. ASIIN berkantor pusat di Düsseldorf, Jerman. Studi petik dilakukan ke ke Universitas Bengkulu (UNIB), Institut Pertanian Bogor (sekarang lebih populer sebagai IPB University), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Tim UT dipimpin oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. ketua KPM, didampingi oleh Dra. Eko Kuswanti, M.Pd., Manajer Perencanaan, Pengembangan, dan Manajemen Risiko KPM; Dr. Ernik Yuliana, S.Pi., M.T., Wakil Dekan Bidang Akademik FST; Drs. Jan Hotman, M.Si. kaprodi S1 Agribisnis, dan 3 orang staf KPM dan prodi, yakni Mohamad Kautsar Firdaus, S.T., Nurul Aulia Rahma, A.Md., dan Bayu Eka Wicaksana, M.P. Rombongan diterima oleh Kepala SPMRU, Prof. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., Ph.D., Koordinator Bidang Sistem Penjaminan Mutu Internal, Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho,M.Agr., dan Koordinator Bidang Akreditasi Internasional, dr. Widya Wasityastuti, M.Sc., M.Med.Ed., Ph.D. Kegiatan benchmarking di Ruang Multimedia 2, Gedung Pusat UGM, Lantai 3 Sayap Selatan. Selain dari Tim UT, hadir pula pada saat yang bersamaan Tim penjaminan mutu dari Universitas Sriwijaya (UNSRI), dan Universitas Taruma Negara (UNTAR). Acara dibuka oleh Kepala SPMRU Prof. Indra Wijaya Kusuma, M.B.A., Ph.D. dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Tim dari UT telah berkenan untuk saling berbagi pemikiran, pengalaman dan praktik baik dalam pelaksanaan SPMI dan Akreditasi Internasional. Menurut beliau, pengelolaan penjaminan mutu dan pengelolaan reputasi universitas dilaksanakan bukan semata mata demi mengikuti persaingan global dan internasionalisasi saja, namun yang utama adalah meningkatnya kepercayaan stakeholders karena memang adanya kualitas mutu yang terjaga dan meningkat secara berkelanjutan dan diakui secara global, baik di bidang akademik, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta bidang pendukung lainnya dan menjadi universitas riset kelas dunia yang tetap beridentitas kerakyatan dan berakar pada sosio budaya Indonesia. Selanjutnya, Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho,M.Agr., Koordinator Bidang Sistem Penjaminan Mutu Internal, memberikan paparan tentang aturan, prosedur dan mekanisme, serta manajemen pelaksanaan SPMI yang berlaku di UGM. Dalam paparannya, Prof. Hartanto menyatakan bahwa SPMI di UGM seperti halnya SPMI di PT lain, mengikuti siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). SPMI di UGM juga merupakan jembatan bagi universitas dan program studi menuju pengakuan nasional dan internasional melalui proses akreditasi/sertifikasi nasional dan internasional. Paparan selanjutnya disampaikan oleh dr. Widya Wasityastuti, M.Sc., M.Med.Ed., Ph.D., Koordinator Bidang Akreditasi Internasional pada SPMRU UGM. Dalam paparannya, Ibu Widya menyatakan bahwa seiring dengan visi UGM untuk dapat menjadi perguruan tinggi berkelas dunia yang unggul dan inovatif (world-class university), maka kualitas UGM harus selevel dengan universitas bereputasi di dunia. Salah satu ukuran obkektifnya adalah melalui capaian internasional, yaitu akreditasi internasional. Dengan demikian tugas SPMRU semakin berkembang, tidak hanya bertugas dalam kegiatan terlaksananya penjaminan mutu internal dan mengawal proses akreditasi nasional, namun juga harus menjaga reputasi universitas secara internasional. Pengelolaannya dilakukan oleh SPMRU antara lain melalui koordinasi persiapan program-program studi untuk mendapatkan akreditasi internasional. Saat ini, UGM memiliki 286 program studi, 129 prodi terakreditasi “Unggul” dan dari prodi Unggul tersebut, 72 prodi memperoleh akreditasi internasional, dan 15 memperoleh sertifikasi internasional. ASIIN merupakan salah satu lembaga akreditasi Internasional yang telah mengakreditasi 37 prodi UGM. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan tali asih dari Kepala KPM-UT, Prof. Dr. Imam Farisi, M.Pd., kepada Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho,M.Agr., dan dr. Widya Wasityastuti, M.Sc., M.Med.Ed., Ph.D. Semoga benchmarking atau studi petik ini semakin menambah wawasan dan pengalaman bagi KPM UT dalam rangka mempersiapkan diri untuk menuju akreditasi internasional melalui ASIIN.
Belajar dari ITB, Prodi S1 Biologi FST UT Akan Ajukan Akreditasi Internasional ke ASIIN

Institut Teknologi Bandung (ITB) memiliki 134 program studi (prodi), 48 di antaranya sudah terakreditasi internasional. Dua puluh di antara ke 48 prodi dengan akreditasi internasional tersebut telah mendapatkan akreditasi dari ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik) yang merupakan lembaga akreditasi internasional asal Jerman untuk disiplin ilmu rekayasa, matematika dan sains, pertanian, serta biologi. Komitmen kuat Universitas Terbuka (UT) untuk terus meningkatkan kualitas layanan dibuktikan dengan rencana untuk kembali melakukan akreditasi internasional. Kali ini, Prodi S1 Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) yang akan mengajukan akreditasi ke ASIIN. Untuk tujuan tersebut, pada Kamis 15 Agustus 2024, Prodi S1 Biologi UT melakukan studi banding (benchmarking) ke Satuan Penjaminan Mutu (SPM) ITB untuk belajar tentang seluk beluk pelaksanaan pengajuan akreditasi internasional ke ASIIN. Pada kegiatan ini, delegasi UT yang terdiri atas Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UT, Dr. Subekti Nurmawati, M.Si., Kaprodi S1 Biologi, Dr. Elizabeth Novi Kusumaningrum, S.Si., M.Si., Manajer Penjaminan Mutu Akademik, Dr. Irsanti Widuri Asih, M.Si. dan Sri Utami, S.ST., M.Kes., Dosen Prodi S1 Biologi diterima dengan tangan terbuka dan semangat berbagi oleh Sekretaris SPM ITB, Ir. Winny Wulandari, Ph.D. Selain itu, Bapak Intan Taufik S.Si., M.Si., Ph.D., seorang pengajar dari Prodi S1 Mikrobiologi Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB turut menyambut Delegasi UT untuk memberikan penjelasan terkait pengajuan akreditasi ke ASIIN. Pada pertemuan yang bertempat di Ruang Pertemuan A Gedung Rektorat ITB, Ir. Winny Wulandari, Ph.D. menyambut Delegasi UT dengan semangat berbagi untuk bisa sama-sama meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada Masyarakat melalui pendidikan tinggi. Delegasi UT yang diwakili oleh Dekan FST, Dr. Subekti Nurmawati, M.Si. mengekspresikan ungkapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada ITB karena telah menerima permohonan melakukan studi banding ini. Ibu Nurma menyatakan bahwa ITB dan UT sudah seperti saudara sepersusuan karena di awal UT berdiri, UT mendapat support penuh dari ITB dan banyak akademisi ITB yang menduduki posisi penting di UT, di antaranya Prof. Dr. Ir. Bambang Sutjiatmo yang pernah menjabat sebagai Rektor UT ke 3 periode (1996-2001) dan Prof. Ir. Subagjo yang pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor I UT. Pada acara diskusi, Ir. Winny Wulandari, Ph.D. menjelaskan terlebih dulu mengenai sistem penjaminan mutu yang diimplementasikan ITB. Untuk Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), ITB meramu sendiri instrumen Audit Mutu Internal (AMI) berbasis Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) yang ditentukan oleh Kemendikbudristek. SPMI ITB mengalami transformasi instrumen hingga yang terakhir digunakan menjadi 32 standar. Untuk Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME), ITB melakukan akreditasi baik pada Tingkat nasional maupun internasional ke BAN-PT, Lembaga Akreditasi Mandiri dan ke Lembaga Akreditasi Internasional. Untuk pengajuan akreditasi internasional ke ASIIN, selain penjelasan dari Ir. Winny Wulandari, Ph.D. terkait teknis pelaksanaan akreditasi, Delegasi UT juga mendapatkan penjelasan terkait substansi dari Bapak Intan Taufik S.Si., M.Si., Ph.D. Bapak Intan berbagi apa yang menjadi “ruh” dari akreditasi ASIIN dan berbagi tips apa saja yang perlu dipersiapkan secara matang dan fokus ketika mengisi instrument Sels-Assessment Report dan ketika visitasi. Sebagai bonus, di akhir pertemuan juga hadir Dr. Yosi Agustina Hidayat ST, MT, yang juga menjabat sebagai Sekretaris SPM ITB yang berbagi tentang strategi ITB untuk terus meningkatkan posisi pada pemeringkatan World Class University (WCU) terutama di QS World University Ranking (WUR) dan QA By Subject. Dari pertemuan ini, banyak hal yang didapatkan oleh Delegasi UT. Semoga semua oleh-oleh yang didapat dari ITB akan segera dieksekusi oleh Prodi S1 Biologi FST UT agar proses pengajuan akreditasi ke ASIIN dapat segera direalisasikan.
Benchmarking (Studi Petik) KPM ke IPB “Tingkatkan Kualitas Pendidikan UT Melalui Akreditasi Internasional”

Dalam upaya untuk mewujudkan visi dan misi Universitas Terbuka (UT) sebagai perguruan tinggi jarak jauh berkualitas dunia, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) menginisiasi untuk melakukan benchmarking (studi petik) ke sejumlah perguruan tinggi (PT) yang telah memiliki program-program studi terakreditasi oleh Lembaga Akreditasi Internasional (LAI) bereputasi dan diakui oleh Kemendikbudristek. Setelah sebelumnya melakukan studi petik ke Universitas Bengkulu (UNIB), KPM bersama program studi S1 Teknologi Pangan pada Fakultas Sains dan Teknologi (FST) kembali melakukan kunjungan ke Kantor Manajemen Mutu (KMM) Institut Pertanian Bogor (sekarang lebih populer sebagai IPB University). Tujuannya adalah untuk belajar dan memperoleh sharing pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik (good practices) KPM dan prodi-prodi IPB melakukan akreditasi internasional melalui LAI ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik) yang berasal dari Jerman untuk displin ilmu rekayasa, matematika dan sains, pertanian, biologi. Berdasarkan data, ada 20 program studi (S1 dan S2) di IPB yang terakreditasi melalui LAI ASIIN. Benchmarking dilaksanakan hari Rabu, 31 Juli 2024 bertempat di ruang sidang Rektor 2 gedung Andi Hakim Nasoetion Lt. 2 Kampus IPB Dramaga Bogor. Hadir dari KPM UT adalah Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. (Kepala Kantor Penjaminan Mutu) ditemani oleh Dr. Dewi Juliah Ratnaningsih, S.Si., M.Si. (Wadek Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FST), Rina Rismaya, Ssi., M.Si., dan Dr. Ing. Mohammad Rajih Radiansyah, B.As., M.Sc. Keduanya adalah dosen prodi S1 Teknologi pangan FST. Dari pihak IPB, hadir Dr. Veralianta Br Sebayang, S.P., M.Si. (KepalaBidang Standar dan Asesment Mutu pada KMM), Dr. Dimas Andrianto, S.Si., M.Si. (Sekretaris Departemen Biokimia), Eny Widiya Astuti, S.T.P., M.Si. (Asdir Kajian Strategis pada Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik), dan staf dari KMM. Selama tiga jam dimanfaatkan penuh untuk sesi presentasi dan diskusi dengan pihak KMM IPB seputar pelaksanaan akreditasi ASIIN, mulai persiapan, penyusunan dokumen self-evaluation report, pelaksanaan asesmen lapangan, hingga pasca pelaksanaan asesmen lapangan. Acara diakhiri dengan pertukaran cinderamata, dan foto bersama. Menurut Dr. Dimas Andrianto, ASIIN telah mengakreditasi 61 program studi pada 5 universitas di Indonesia. Untuk mengajukan akreditasi via ASIIN, seperti pada lembaga-lembaga akreditasi nasional maupun internasional, sejumlah dokumen yang harus disiapkan, yaitu: kurikulum; dokumen akademik mahasiswa (portofolio, transkrip akademik, dan data mahasiswa); aturan dan prosedur akademik, non-akademik serta penjaminan mutu; hasil-hasil survei (lulusan dan pengguna); suplemen ijazah sesuai dengan format dan ketentuan ASIIN; serta dokumen-dokumen pendukung lainnya. Semoga benchmarking ini semakin menambah wawasan dan pengalaman bagi UT dalam rangka mempersiapkan diri untuk menuju akreditasi internasional melalui ASIIN.