Benchmark Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Mataram ke Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka

Tangerang Selatan, 25 November 2025 – Universitas Mataram melaksanakan benchmark ke Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka (KPM UT) sebagai upaya Benchmarking dan Kolaborasi Mutu, khususnya pada Penjaminan Mutu, Manajemen Risiko, Pengembangan SDM, Kurikulum, Bahan Ajar, dan Media Pembelajaran. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala KPM UT, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., didampingi oleh Manajer Penjaminan Mutu Akademik, Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si.; Manajer Pengembangan, Pengendalian Mutu, dan Manajemen Risiko, Dra. Eko Kuswanti, M.Pd.; Kasubbag Nuriyawati, A.Md.; serta sejumlah staf penjaminan mutu lainnya. KPM UT menerima rombongan tamu dari Universitas Mataram yang dipimpin oleh Dr. Ir. Sitti Latifah, M.Sc.F., IPU bersama YY Wima Riyayanatasya, S.I.Kom., M.A., beserta para koordinator terkait. Pertemuan berlangsung di Ruang Sidang KPM UT, di mana tuan rumah memaparkan berbagai aspek strategis dalam operasional Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), mulai dari pengembangan bahan ajar, pengembangan kurikulum, pengelolaan SDM, hingga sistem penjaminan mutu yang diterapkan di UT. Kegiatan benchmarking bertajuk “Benchmark Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Mataram ke Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka” ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai pilar-pilar utama sistem PJJ UT, termasuk proses produksi bahan ajar, mekanisme pengembangan kurikulum, tata kelola SDM berbasis Human Capital Management, serta implementasi sistem penjaminan mutu yang terintegrasi. Staff Ahli WR 1 Alpin Herman Saputra, S.Pd., M.Pd., Beliau memberikan pemaparan yang berfokus pada perencanaan dan pengembangan kurikulum di UT, ia menjelaskan bahwa perencanaan dan pengembangan kurikulum di UT didasarkan dan dilingkupi oleh ekosistem digital (digital ecosystem). Kantor WR1 mengembangkan Aplikasi Kurikulum untuk mendigitalkan dan mengintegrasikan kurikulum sehingga dapat diakses secara online oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholder). Al Hafid, S.Kom., MMSI., yang menjabat di Pusat Produksi Bahan Ajar Multimedia (P2BAM) memaparkan bahwa P2BAM berfokus pada pengembangan dan variasi bahan ajar yang melayani karakteristik unik UT sebagai institusi PJJ. UT memproduksi dua jenis produk utama: Bahan Ajar Cetak dan Digital. Bahan ajar cetak ini telah dikembangkan menjadi Buku Interaktif (BI) yang menyertakan elemen multimedia seperti video dan audio yang dapat diakses melalui QR Code di versi cetak. Kepala KPM UT, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., menjelaskan bahwa bahan ajar merupakan “roh” dari sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Universitas Terbuka. Keberadaan bahan ajar menjadi prasyarat mutlak sebelum sebuah program studi dapat dibuka. UT sendiri memproduksi dua kategori bahan ajar, yaitu Bahan Ajar Cetak (Buku Materi Pokok/BMP) dan Bahan Ajar Digital. BMP dirancang secara khusus untuk mendukung pembelajaran mandiri (self-instructional), di mana setiap “Bab” disebut “Modul” dan disusun secara sistematis mulai dari Pendahuluan, Uraian Materi, Latihan, Rangkuman, hingga Tes Formatif. Dr. Ir. Sitti Latifah, M.Sc.F., IPU., menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan utama untuk mengamati secara langsung implementasi sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di UT, terutama terkait penjaminan mutu, manajemen risiko, pengembangan SDM, pengembangan kurikulum, produksi bahan ajar, serta pengelolaan media pembelajaran. Pihak Universitas Mataram berharap kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi yang lebih mendalam, termasuk rencana pengiriman delegasi lanjutan untuk mempelajari secara teknis praktik-praktik pengembangan sumber belajar dan tata kelola mutu yang diterapkan UT. Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat SDM UT, Dr. Agus Joko Purwanto, M.Si., menekankan bahwa peran dosen di UT mencakup unsur manajerial yang cukup besar, mengingat karakteristik PJJ yang membuat interaksi dosen dan mahasiswa tidak berlangsung secara langsung. Oleh karena itu, media pembelajaran, kualitas konten, dan manajemen proses belajar harus dirancang serta dikelola secara efektif. Dalam aspek perencanaan dan efisiensi SDM, UT menerapkan pendekatan Human Capital Management, termasuk penyusunan Peta Jabatan (Job Map) yang ditetapkan melalui Peraturan Rektor sebagai instrumen pengendalian pertumbuhan dan pengelolaan SDM secara terukur. Kunjungan benchmarking ini memberikan gambaran komprehensif mengenai arsitektur sistem PJJ UT dan telah mengidentifikasi berbagai potensi kolaborasi. Sebagai tindak lanjut, telah disepakati bahwa tim kurikulum dan media pembelajaran Universitas Mataram akan melakukan kunjungan kedua pada bulan Januari mendatang untuk pembahasan yang lebih teknis dan mendetail. Sebagai simbol sinergi dan hubungan baik antar-institusi, kegiatan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari Universitas Terbuka kepada Universitas Mataram, dan sebaliknya. Pertukaran cinderamata tersebut menjadi penanda komitmen kedua pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sistem penjaminan mutu serta peningkatan kualitas pendidikan tinggi. [Penulis : Agung Pratama, S.Kom.]
Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka – Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Airlangga: Kolaborasi Mutu untuk Implementasi Manajemen Risiko & Asesmen Mutu Internal (AMI)

Surabaya, 21 November 2025 — Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka (KPM UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Badan Penjaminan Mutu Universitas Airlangga (BPM UNAIR) sebagai upaya penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal, khususnya pada implementasi Manajemen Risiko dan Audit Mutu Internal (AMI) Akademik. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala KPM UT Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., bersama Manajer Pengembangan, Pengendalian Mutu, dan Manajemen Risiko, Dra. Eko Kuswanti, M.Pd,; Staf Ahli Bidang Penjaminan Mutu dan Akreditasi Dr. Della Raymena Jovanka, S.Pd., M.Si.; Kasubbag Nuriyawati, A.Md. serta beberapa staf penjaminan mutu lainnya serta diterima langsung oleh Ketua BPM UNAIR Prof. Nurul Barizah S.H., LL.M., Ph.D. Sekretaris BPM Ramadhan Hardani Putra, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.RKG. dan para koordinator terkait bidang lainnya. Pertemuan berlangsung di Ruang Sidang BPM UNAIR dan dibuka dengan pemaparan sistem manajemen mutu UNAIR, dilanjutkan diskusi mendalam terkait Implementasi Manajemen Risiko dan AMI yang telah berjalan di universitas tersebut. Pada sesi pertama, BPM UNAIR menjelaskan penerapan manajemen risiko yang telah terintegrasi dengan instrumen akreditasi BAN-PT serta proses Audit Mutu Internal. Beberapa poin penting yang menjadi fokus pembahasan antara lain: Pendekatan sistematis UNAIR ini menjadi acuan penting bagi KPM UT untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko pada proses bisnis akademik maupun non-akademik. Sesi kedua membahas pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) yang menjadi salah satu keunggulan BPM UNAIR. Beberapa best practice yang dipelajari KPM UT meliputi: KPM UT menilai bahwa model AMI UNAIR dapat menjadi rujukan strategis dalam peningkatan mutu akademik serta peningkatan kesiapan akreditasi di lingkungan UT. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada BPM Universitas Airlangga sebagai simbol komitmen untuk memperkuat kolaborasi dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui benchmarking ini, KPM UT berharap dapat menerapkan berbagai praktik baik yang diperoleh dan memperkuat sistem penjaminan mutu Universitas Terbuka secara berkelanjutan.
Universitas Terbuka (UT) Perkuat Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal Melalui Benchmarking dan Kerja Sama dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Surabaya,19 November 2025 – Tim Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium BPM UNESA ini bertujuan untuk memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta meningkatkan pengelolaan manajemen risiko akademik di lingkungan Universitas Terbuka. Pertemuan dipimpin oleh Kepala Badan Penjaminan Mutu UNESA, Dr. Widowati Budijastuti, M.Si. dan dihadiri oleh jajaran pimpinan BPM UNESA. Dari Universitas Terbuka, tim dipimpin oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. bersama Manajer Pengembangan, Pengendalian Mutu, dan Manajemen Risiko, Dra. Eko Kuswanti, M.Pd,; Staf Ahli Bidang Penjaminan Mutu dan Akreditasi Dr. Della Raymena Jovanka, S.Pd., M.Si.; Kasubbag Nuriyawati, A.Md. serta beberapa staf penjaminan mutu lainnya. Dalam kegiatan ini, tim KPM UT memperoleh paparan terkait pelaksanaan SPMI UNESA yang telah mengadopsi siklus PPEPP secara penuh, dilengkapi dengan standar mutu, SOP, serta sistem audit internal yang mencakup audit kurikulum, pembelajaran, kinerja pimpinan, hingga audit penelitian dan PKM. Pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dilakukan secara berjenjang untuk memastikan efektivitas tindak lanjut rekomendasi audit. BPM UNESA juga menjelaskan pengelolaan manajemen risiko yang terbagi menjadi risiko akademik dan non-akademik. Proses manajemen risiko dilaksanakan melalui tahapan identifikasi, analisis, dan evaluasi rutin, disertai pendampingan kepada fakultas yang memerlukan penguatan pemenuhan standar risiko. Selain itu, UNESA telah mengintegrasikan seluruh aplikasi standar mutu dalam satu portal terpadu, sehingga memudahkan proses monitoring dokumen, pelaksanaan audit, dan evaluasi mutu secara real time. Melalui kegiatan benchmarking ini, UT memperoleh berbagai praktik baik yang dapat menjadi rujukan dalam penguatan SPMI, penyempurnaan dokumen mutu, serta pengelolaan risiko akademik di lingkungan UT. KPM UT berkomitmen menindaklanjuti hasil kegiatan sebagai bagian dari peningkatan mutu berkelanjutan. Sebagai tindak lanjut penguatan mutu, kegiatan benchmarking ini dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara KPM UT dan BPM UNESA mengenai Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal. Perjanjian ini bertujuan memperkuat kolaborasi kedua institusi melalui pertukaran praktik baik, peningkatan kapasitas auditor, pengembangan dokumen mutu, serta penyelarasan sistem manajemen risiko akademik. Kerja sama ini menjadi landasan strategis bagi UT untuk memperkuat implementasi SPMI yang adaptif, terintegrasi, dan selaras dengan kebutuhan UT sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh. Sebagai simbol sinergi dan hubungan baik antar-institusi, kegiatan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari UNESA kepada UT, dan sebaliknya. Pertukaran cinderamata tersebut menjadi penanda komitmen kedua pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sistem penjaminan mutu serta peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Kolaborasi Kelas Nasional: ITS Benchmark ke Universitas Terbuka Perkuat Sinergi PJJ dan Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi

Tangerang Selatan, 23 Oktober 2025 — Universitas Terbuka menerima kunjungan benchmarking dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dengan tujuan memperkuat kolaborasi dan berbagi praktik baik dalam upaya pengembangan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan penjaminan mutu pendidikan tinggi. Kegiatan yang berlangsung di Kampus UT Pusat, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, ini dibuka secara resmi oleh Prof. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si. Wakil Rektor III Universitas Terbuka, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif ITS menjadikan UT sebagai mitra belajar dalam pengembangan sistem PJJ dan tata kelola mutu perguruan tinggi. “UT selalu terbuka untuk berbagi pengalaman, terutama dalam pengembangan sistem mutu dan transformasi digital pembelajaran jarak jauh. Kami percaya, sinergi antarperguruan tinggi seperti ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi nasional,” ujar Wakil Rektor III UT dalam sambutannya. Tim ITS dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Nurul Widiastuti, M.Si., Ph.D., dan beranggotakan sembilan pejabat strategis, termasuk Kepala Kantor Penjaminan Mutu ITS Prof. Dr. Ir. Sri Gunani Partiwi, M.T., Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi Bagus Jati Santoso, S.Kom., Ph.D., serta beberapa kepala program studi dari Sekolah Interdisiplin Manajemen dan Teknologi ITS. Kunjungan diterima oleh jajaran Kantor Penjaminan Mutu (KPM) UT bersama perwakilan dari Direktorat Sistem Informasi (DSI), Pusat Pengelolaan Pembelajaran Digital (P3D), serta Pusat Pengelolaan Bahan Ajar (PPBA). Dalam sesi paparan, Prof. Imam Farisi, Kepala KPM UT, memaparkan pengalaman UT dalam mengelola sistem penjaminan mutu berbasis digital melalui Aplikasi Asesmen Mutu Internal (AMI) Akademik dan MPJJ 2025, yang terintegrasi dengan laman kpm.ut.ac.id. Sistem ini memungkinkan program studi melakukan unggah dokumen, penilaian mandiri, serta peer review oleh asesor internal sesuai siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) dalam kerangka Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). “Melalui AMI Akademik dan MPJJ 2025, UT mendorong budaya mutu yang kolaboratif, bukan hanya evaluatif. Asesor internal berperan sebagai mitra sejawat untuk meningkatkan kualitas program studi, bukan sekadar menilai,” ujar Prof. Imam Farisi. Kegiatan diskusi berfokus pada lima tema utama: Selain diskusi utama yang membahas lima topik kunci — sistem pembelajaran PJJ, mekanisme penjaminan mutu, infrastruktur teknologi informasi, pengelolaan e-learning, serta pengelolaan SDM dosen dan tutor — tim ITS juga melakukan kunjungan langsung ke tiga unit operasional utama UT, yaitu: Melalui kunjungan ini, tim ITS berkesempatan melihat secara langsung bagaimana UT mengimplementasikan transformasi digital dalam setiap aspek layanan akademik dan non-akademik — mulai dari pengelolaan bahan ajar, sistem pembelajaran daring, hingga pemantauan mutu berbasis data. Dalam sesi penutupan, Prof. Nurul Widiastuti menyampaikan apresiasi tinggi atas keterbukaan UT dalam berbagi pengetahuan dan praktik terbaiknya. “UT adalah contoh nyata bagaimana sistem pendidikan jarak jauh dapat berjalan efektif dengan dukungan infrastruktur digital dan budaya mutu yang kuat. Benchmarking ini memberikan banyak inspirasi bagi ITS untuk memperkuat sistem pembelajaran kami,” ungkapnya. Baik UT maupun ITS sepakat untuk menjajaki kolaborasi strategis di masa depan, terutama dalam bidang digitalisasi penjaminan mutu, pengembangan sistem pembelajaran daring, serta peningkatan kompetensi asesor dan auditor internal. Kegiatan benchmarking ini semakin menegaskan posisi Universitas Terbuka sebagai Center of Excellence dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh, serta rujukan nasional dalam penerapan sistem penjaminan mutu berbasis teknologi informasi yang selaras dengan standar akreditasi nasional dan internasional.
Universitas Terbuka Perkuat Budaya Mutu melalui Benchmarking ke Universitas Hasanuddin

Makassar, 7 Oktober 2025 – Tim Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) melakukan kegiatan benchmarking ke Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Universitas Hasanuddin (Unhas), bertempat di Aula LPMPP Unhas, Makassar. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sistem penjaminan mutu akademik dan pengelolaan manajemen risiko di lingkungan UT. Pertemuan dipimpin oleh Ketua LPMPP Unhas, Prof. Dr. Ir. Musrizal Muin, M.Sc., dan dihadiri jajaran pimpinan. Dari Universitas Terbuka, tim dipimpin oleh Dra. Eko Kuswanti, M.Pd, bersama manajer penjaminan mutu akademik Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si. dan Kasubbag Nuriyawati, A.Md. dan beberapa staf penjaminan mutu UT. Dalam sambutannya, Ketua LPMPP Unhas menjelaskan bahwa lembaga ini memiliki peran strategis dalam pengendalian dan peningkatan mutu akademik. Saat ini Unhas memiliki 235 program studi, dengan 150 prodi berstatus akreditasi Unggul dan 83 prodi telah memperoleh akreditasi internasional. Untuk mendukung capaian tersebut, LPMPP Unhas telah mengembangkan berbagai inovasi, termasuk aplikasi pengukuran CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) serta Early Warning System yang membantu memantau masa berlaku akreditasi prodi secara real-time. Selain itu, LPMPP Unhas melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) setiap tahun menggunakan instrumen gabungan dari BAN-PT, LAM, dan LAI. Seluruh proses AMI kini dilakukan secara paperless, lengkap dengan dashboard grafik berbasis standar SNDikti. Audit dilakukan oleh 126 auditor internal, disesuaikan dengan bidang keilmuan masing-masing. Pada bidang manajemen risiko, Unhas memiliki Pusat Manajemen Risiko (PMR) di bawah koordinasi Wakil Rektor II. Unit ini menyusun risk register berdasarkan sasaran mutu dan indikator kinerja utama (IKU), serta bekerja sama dengan konsultan eksternal. Saat ini, sistem pengelolaan risiko masih berbasis Excel, namun tengah dikembangkan menjadi sistem aplikasi terintegrasi dengan perencanaan dan anggaran. Dari hasil kunjungan, tim UT mencatat tiga praktik baik utama (best practices) dari LPMPP Unhas, yaitu: Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama antara KPM Universitas Terbuka dan LPMPP Universitas Hasanuddin sebagai simbol komitmen untuk memperkuat kolaborasi dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. [Written by Abdul Rochim]
Benchmarking UT–UNAND: Sinergi SDGs 17 untuk Peningkatan Berkelanjutan Penjaminan Mutu Internal dan Eksternal

Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka (KPM-UT) melaksanakan benchmarking ke Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Andalas. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal di Universitas Terbuka. Benchmarking berlangsung pada Senin, 1 September 2025 di Ruang Rapat LPM Universitas Andalas (UNAND). Tim KPM-UT dipimpin oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi M.Pd. didampingi Manajer Penjaminan Mutu Akademik, Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja S.E. M.Si. serta tiga anggota tim lainnya. Kedatangan Tim KPM-UT disambut dengan hangat oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UNAND, Prof. dr. Hardisman, M.HID., Dr.PH. Bersama Kepala Bagian SPMI, Prof. Denny Helard, S.T, M.T, Ph.D. Kepala Bagian SPME, Dr. Devi Analia, S.P., M.Si., Kepala Kantor, Fitriani, SH. dan Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu, Dr. Elly Delfia, S.S., M. Hum. Dalam paparannya, Dr. Elly Delfia, S.S., M.Hum., selaku Sekretaris LPM UNAND, menjelaskan profil LPM dan berbagai aspek terkait Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) di UNAND. Prof. dr. Hardisman, M.HID., Dr.PH menegaskan bahwa UNAND terus memperkuat tata kelola mutu akademik dan manajemen risiko. LPM mengembangkan instrumen Audit Mutu Internal (AMI) dengan mengacu pada SN Dikti, ketentuan LAM, serta hasil evaluasi AMI sebelumnya. Fakultas dan program studi juga diberi ruang untuk memberikan masukan atas instrumen yang digunakan. Pendokumentasian mutu didukung oleh sistem berbasis teknologi informasi yang mengelola kebijakan, manual, standar, dan formulir SPMI secara terpusat. Padalevel fakultas, Gugus Penjaminan Mutu (GPM) menjadi perpanjangan tangan LPM, sementara di program studi fungsi serupa dijalankan oleh Gugus Kendali Mutu (GKM). Keduanya berperan dalam monitoring, evaluasi, dan pengendalian mutu akademik. Sementara itu, hal yang paling menarik dan menjadi masukan berharga untuk UT terkait pengelolaan risiko di UNAND. UNAND melakukan pengelolaan risiko melalui aplikasi SIMANIS, di mana setiap unit menginput risk register secara mandiri. Dalam implementasinya, Risk Owner bertanggung jawab mengidentifikasi risiko, sedangkan Risk Officer mengelola data pada aplikasi dengan koordinasi di bawah Sekretaris Universitas. Dengan langkah terintegrasi ini, UNAND memastikan sistem penjaminan mutu dan manajemen risiko berjalan lebih terstruktur, terdokumentasi, serta konsisten di seluruh unit kerja. Kegiatan benchmarking ditutup dengan pertukaran cenderamata antara KPM-UT dan LPM-UNAND, yang dilanjutkan dengan sesi foto Bersama. Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka berharap dapat mengadopsi praktik baik dari UNAND dalam pelaksanaan SPMI dan SPME. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam penerapan sistem penjaminan mutu, tetapi juga mencerminkan implementasi indikator SDG 17 – PARTNERSHIPS FOR THE GOALS https://sdgs.ut.ac.id/sdgs-17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui kolaborasi ini, UT menunjukkan komitmen terhadap peningkatan berkelanjutan (continuous improvement) dalam memastikan mutu akademik, layanan, dan tata kelola universitas sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Sinergi untuk Mutu: UT Belajar dan Berbagi Praktik Baik dengan UNP

Badan Penjamin Mutu Internal (BPMI) Universitas Negeri Padang (UNP) menerima kunjungan dari Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka (UT) dalam rangka benchmarking terkait Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Manajemen Resiko, Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 2 September 2025 di Ruang Sidang SPI, lt. 3 Rektorat UNP. Tim KPM-UT dipimpin oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi M.Pd. didampingi Manajer Penjaminan Mutu Akademik, Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja S.E. M.Si. serta tiga anggota tim lainnya. Kedatangan Tim KPM-UT disambut langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Internasional, Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si, M.Si. Bersama Kepala Badan Penjamin Mutu Internal (BPMI) Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Abna Hidayati, M.Pd. Kepala Divisi Akreditasi, Dr. Hansi Effendi, ST, M.Kom. Direktur Perencanaan Dan Manajemen Risiko, Yusrizal, S.Pd, M.Pd. Kepala Subdirektorat Manajemen Risiko, Sri Mulyani, S.Kom., M.Sc. dan Kepala Subbag. Umum, Hardiyanto, ST, M.CIO. Dalam kegiatan ini, Prof. Dr. Abna Hidayati, M.Pd., selaku Kepala BPMI UNP, menyampaikan bahwa Universitas Negeri Padang (UNP) telah menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara terstruktur mulai dari universitas, fakultas, hingga program studi dengan mengacu pada siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan Standar Mutu), serta didukung regulasi melalui Peraturan Rektor Nomor 06 Tahun 2022. Sri Mulyani, S.Kom., M.Sc., Kepala Subdirektorat Manajemen Risiko, menambahkan bahwa UNP menerapkan dua konsep risk register, yaitu top-down dan bottom-up, dengan penekanan pada arahan pengembangan agar unit kerja lebih mudah dalam implementasi. UNP juga mengembangkan sejumlah praktik baik dalam penjaminan mutu dan tata kelola risiko, antara lain pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) secara berkala dengan instrumen yang disusun berdasarkan indikator BAN-PT dan masukan dari unit kerja; sistem pendokumentasian SPMI berbasis teknologi informasi yang mengintegrasikan kebijakan, standar, prosedur, hingga laporan mutu agar lebih konsisten dan mudah diakses; serta pengelolaan risiko melalui panduan teknis, integrasi dengan perencanaan strategis, dan penyediaan indeks risiko lintas unit. Selain itu, survei kepuasan yang melibatkan mahasiswa, tenaga kependidikan, dan pemangku kepentingan eksternal rutin dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan. Struktur kelembagaan penjaminan mutu diperkuat melalui Gugus Penjamin Mutu Internal (GPMI) di tingkat fakultas dan Unit Penjaminan Mutu Internal (UPMI) di tingkat program studi. GPMI yang dibentuk melalui SK Rektor berperan mengendalikan mutu di fakultas, sementara UPMI melaksanakan penjaminan mutu operasional di prodi, mulai dari menjabarkan dokumen mutu, melakukan monitoring dan evaluasi, hingga melaporkan hasil secara periodik. Dengan sistem dan struktur ini, UNP menegaskan komitmennya membangun budaya mutu yang sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan. Kegiatan benchmarking ditutup dengan pertukaran cenderamata antara KPM-UT dan LP2MP-UNDIP, yang dilanjutkan dengan sesi foto Bersama. Dengan adanya benchmarking ini, diharapkan dapat terjalin hubungan yang lebih erat antara UNP dan Universitas Terbuka dalam Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan dan Manajemen Resiko Universitas. UT mengapresiasi langkah UNP yang dinilai komprehensif dalam mengelola mutu akademik maupun non-akademik. Kegiatan benchmarking ini diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran pengetahuan, penguatan tata kelola mutu, serta mendorong peningkatan akreditasi nasional maupun internasional di kedua institusi.
Universitas Terbuka Perkuat Sistem Penjaminan Mutu melalui Studi Banding ke LPPMP UNS

Solo, 17 Juni 2025 – Dalam upaya memperkuat kapabilitas kelembagaan di bidang pembelajaran dan sistem penjaminan mutu internal, Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka (KPM UT) melakukan kunjungan studi banding ke Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo. Kegiatan yang berlangsung di ruang sidang LPPMP UNS ini dipimpin langsung oleh Kepala KPM UT, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., bersama tim yang terdiri dari para manajer KPM UT dan staf ahli Wakil Rektor I UT. Rombongan KPM UT disambut hangat oleh jajaran pimpinan LPPMP UNS, antara lain Ketua LPPMP Prof. Dr. Sarwanto, S.Pd., M.Si., Sekretaris LPPMP Dr. Anjar Sri Ciptorukmi Nugraheni, S.H., M.Hum., serta sejumlah kepala unit terkait lainnya. Pertemuan dimulai pukul 08.30 WIB dan diawali dengan sambutan resmi dari Ketua LPPMP UNS, yang menekankan keterbukaan institusinya untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan penjaminan mutu dan kinerja unit-unit internal. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Imam Farisi menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta harapannya agar kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kerja sama strategis antara UT dan UNS dalam memberdayakan potensi kelembagaan, mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta meningkatkan daya saing kedua institusi. Kegiatan berlanjut dengan pemaparan materi mengenai sistem penjaminan mutu internal UNS oleh Dr. Anjar Sri Ciptorukmi Nugraheni, dilanjutkan dengan sesi presentasi pengelolaan manajemen risiko, dan diskusi interaktif. Para peserta aktif berdialog mengenai tantangan dan strategi implementasi penjaminan mutu akademik, termasuk pentingnya keterlibatan dosen dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan tinggi. Kunjungan ditutup dengan sesi tukar cinderamata sebagai simbol apresiasi dan penguatan hubungan kelembagaan antara UT dan UNS.
Universitas Terbuka Berbagi Best Practices Dengan Hamdan Bin Mohammed Smart University Dalam Benchmarking Cycle 2024

Universitas Terbuka, 18 Februari 2025 – Universitas Terbuka (UT) terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam pendidikan jarak jauh dengan berpartisipasi dalam Benchmarking Cycle 2024 bersama Hamdan Bin Mohammed Smart University (HBMSU). Dalam pertemuan daring ini, UT dan HBMSU berbagi pengalaman serta praktik terbaik dalam penerapan Student Information System (SIS) guna meningkatkan efektivitas layanan akademik berbasis teknologi. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 18 Februari 2025, pukul 14.00 WIB melalui Microsoft Teams ini dihadiri oleh perwakilan dari kedua institusi. Dari pihak HBMSU, hadir Maitha Al Teneiji (Vice Chancellor for AI & Technology), Bassel Al Daoudi (Smart Learning Solutions Development Manager), Waliullah Bukhari (e-Enterprise Solutions Development Manager), Mouzah Qareiny (Senior Software Engineer), serta Elena Tarasova (Senior Manager International Relations). Sementara itu, Universitas Terbuka diwakili oleh Erika Pradana Putri, S.T., M.Sc. sebagai pembicara, didampingi oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., Dr. Muhammad Rif’an, S.T., M.T., Firmansyah, S.Kom., M.M., Dr. Tuti Purwoningsih, S.Pd., M.Sc., Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si., ing. Mohamad Rajih Radiansyah, B.AS., M.Sc., Astri Dwi Jayanti Suhandoko, M.Ed., Ph.D., Irwandi, S.Kom., M.M., Pesi Suryani, M.Ak., serta Berthon Jonathan, M.H. Sesi diskusi diawali dengan sambutan dari Maitha Al Teneiji yang memaparkan implementasi SIS di HBMSU dan bagaimana sistem tersebut mendukung strategi pembelajaran berbasis teknologi. Erika Pradana Putri kemudian mempresentasikan sistem informasi akademik Universitas Terbuka, yang telah dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam sistem pembelajaran jarak jauh. Diskusi ini diikuti dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana kedua institusi saling berbagi wawasan mengenai efektivitas implementasi SIS, tantangan yang dihadapi, serta strategi inovatif untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa. Maitha Al Teneiji menyampaikan bahwa HBMSU sangat mengapresiasi kesempatan ini untuk bertukar pengalaman dengan Universitas Terbuka. “Kami percaya bahwa kolaborasi antarinstitusi merupakan kunci dalam membangun sistem pendidikan berbasis teknologi yang lebih inklusif dan efisien,” ujarnya. Sementara itu, Erika Pradana Putri menekankan bahwa sesi ini menjadi peluang berharga bagi UT untuk terus mengembangkan sistem informasi akademiknya agar lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. Keterlibatan Universitas Terbuka dalam Benchmarking Cycle 2024 menegaskan komitmen institusi dalam mengadopsi dan mengembangkan solusi digital yang mendukung pembelajaran jarak jauh berkualitas tinggi. Ke depan, UT dan HBMSU akan terus menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas dalam inovasi teknologi pendidikan untuk meningkatkan aksesibilitas dan pengalaman belajar mahasiswa.[Written by Pesi Suryani]
Benchmarking Sistem Penjaminan Mutu Internal: Kolaborasi KPM Universitas Terbuka dan LP2MP Universitas Diponegoro

Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka (KPM-UT) melaksanakan benchmarking implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) ke Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Diponegoro (LP2MP-UNDIP). Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas sistem penjaminan mutu internal di Universitas Terbuka. Benchmarking berlangsung pada Selasa, 10 Desember 2024, di Ruang Rapat Gedung LP2MP Universitas Diponegoro. Tim KPM-UT dipimpin oleh Manajer Pengembangan, Penjaminan, dan Manajemen Risiko, Dra. Eko Kuswanti, M.Pd, didampingi Staf Ahli Penjaminan Mutu Akademik dan Akreditasi, Dr. Tuti Purwoningsih, M.Sc, serta tiga anggota tim lainnya. Kedatangan Tim KPM-UT disambut dengan hangat oleh Ketua LP2MP-UNDIP, Prof. Dr. Ir. Setia Budi Sasongko, DEA, bersama Kepala Pusat Penjaminan Mutu Internal, Dr. Naniek Utami Handayani, S.Si, MT, dan Sekretaris Pusat Penjaminan Mutu Internal, Dr. Diana Puspita Sari, ST, MT. Dalam paparannya, Prof. Dr. Ir. Setia Budi Sasongko, DEA, menjelaskan berbagai aspek terkait implementasi SPMI di Universitas Diponegoro. Topik yang dibahas meliputi standar audit manajemen mutu internal, pengembangan aplikasi untuk integrasi data, mekanisme pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), dan pemberian penghargaan kepada program studi serta auditor yang berprestasi. Kegiatan benchmarking ditutup dengan pertukaran cenderamata antara KPM-UT dan LP2MP-UNDIP, yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka berharap dapat mengadopsi praktik terbaik dari Universitas Diponegoro dalam pelaksanaan audit mutu internal, sekaligus mempererat kerja sama antara kedua institusi. Kegiatan ini mencerminkan komitmen Universitas Terbuka dalam terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi jarak jauh di Indonesia melalui penerapan sistem penjaminan mutu yang andal dan efektif.