Malang, 21 September 2026 – Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka (KPM UT) melaksanakan Asesmen Mutu Internal bidang Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (AMI MPJJ) di Universitas Terbuka Malang (UT Malang). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan UT untuk memastikan sistem penjaminan mutu internal diterapkan di seluruh unit layanan, khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan jarak jauh.
Asesmen dilaksanakan oleh tim asesor KPM UT, yang terdiri atas Drs. Jamaludin, M.Si. selaku Lead Asesor, Vica Ananta Kusuma, S.Pd., M.A. selaku Asesor, dan Yogie Bagas Pambagyo, S.T. selaku Asesor Magang.

Sementara itu, dari pihak asesi hadir Rini Yayuk Priyati, S.E., M.Ec., Ph.D. selaku Direktur UT Malang, didampingi Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi, dan Ujian; Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni; Manajer Keuangan, Sumber Daya, dan Umum; serta para Gugus Pengendali Mutu (GPM) UT Malang.

AMI MPJJ ini bertujuan memastikan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) di UT Malang berjalan dengan baik. Melalui asesmen ini, UT Malang diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas tata kelola dan layanan pendidikan jarak jauh secara berkelanjutan, sejalan dengan komitmen Universitas Terbuka dalam mewujudkan budaya mutu.
Ruang Lingkup Asesmen
Asesmen mencakup empat aspek utama. Pertama, aspek Manajemen Internal, yang meliputi pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), analisis risiko proses bisnis, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, serta koordinasi internal. Aspek ini juga mencakup evaluasi kinerja pegawai, pencapaian sasaran mutu, dan penanganan keluhan mahasiswa maupun tutor.
Kedua, aspek Sumber Daya, yang meliputi pelaksanaan tugas Tim GPM, analisis kebutuhan sumber daya manusia, pelatihan pegawai, serta pengelolaan sarana dan prasarana. Untuk mendukung lingkungan pendidikan dan kerja yang aman, asesor juga meninjau keberadaan dan fungsi Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS).

Ketiga, aspek Admisi dan Registrasi, yang meliputi penyampaian informasi tahapan admisi kepada calon mahasiswa, sosialisasi perubahan layanan administrasi, sistem layanan administrasi, penjaringan calon penerima beasiswa, dan layanan bagi mahasiswa berkebutuhan khusus. Aspek ini juga mencakup layanan terkait mahasiswa dan profil mahasiswa, termasuk pelaksanaan LPKBJJ.
Keempat, aspek Pemasaran dan Kerja Sama, yang berfokus pada kegiatan pemasaran kepada calon mahasiswa, masyarakat, dan pemangku kepentingan, pengembangan jejaring dan kemitraan, serta pengelolaan perjanjian kerja sama. Aspek ini menegaskan pentingnya sinergi antara layanan akademik dan jejaring eksternal untuk mendukung pertumbuhan layanan UT Daerah.
Praktik Baik UT Malang
Asesmen mencatat sejumlah praktik baik yang menjadi kekuatan UT Malang. Salah satunya adalah keberhasilan menyelenggarakan kegiatan berskala besar, yaitu UT Malang Fun Run, yang diikuti oleh ribuan peserta. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana sosialisasi dan promosi (sosprom) yang sangat efektif untuk memperkenalkan UT kepada masyarakat luas.

Upaya sosialisasi dan promosi tersebut didukung oleh media informasi yang beragam dan berbasis teknologi informasi, seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan website. Melalui kanal-kanal digital ini, informasi tentang UT dapat menjangkau masyarakat dan calon mahasiswa secara lebih luas.
Di lingkungan internal, UT Malang berhasil menciptakan suasana kerja yang akademis, aman, dan nyaman. Kondisi ini menjadi modal penting bagi seluruh pegawai untuk memberikan layanan pendidikan jarak jauh secara optimal.
Berbagai praktik baik tersebut tercermin dalam kinerja UT Malang yang baik. Atas capaian ini, UT Malang meraih peringkat 1 pada Rektor Awards dalam rangka Dies Natalis ke-42 Universitas Terbuka.
Ruang Peningkatan
Selain praktik baik, asesmen juga mengidentifikasi dua ruang peningkatan sebagai dasar perbaikan berkelanjutan.
Pertama, pada aspek manajemen risiko, analisis risiko perlu dilakukan secara berkala, termasuk penyusunan strategi dan analisis risiko residual setelah mitigasi. Pengelolaan risiko yang lebih sistematis akan membantu UT Malang mengantisipasi hambatan dalam proses bisnis.
Kedua, pada aspek dokumentasi, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, tetapi evaluasi dan tindak lanjutnya belum seluruhnya terdokumentasi dengan baik. Padahal, dokumentasi tersebut merupakan bukti pelaksanaan siklus penjaminan mutu sekaligus dasar perbaikan pada periode berikutnya.
Tindak Lanjut dan Hasil Penilaian
Berdasarkan ketidaksesuaian tersebut, pada sesi penutupan disampaikan sejumlah rekomendasi tindak lanjut agar hasil asesmen berdampak nyata terhadap peningkatan mutu. Tindak lanjut tersebut meliputi perbaikan aspek yang belum memenuhi standar, penyusunan analisis risiko pada proses bisnis UT Daerah, serta peninjauan ulang analisis profil risiko setiap semester.

Selain itu, UT Malang diharapkan menyusun laporan pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut untuk seluruh proses bisnis dengan lebih komprehensif dan sesuai dengan Dokumen Kendali Mutu yang berlaku di UT.
Penutup
Pelaksanaan AMI MPJJ di UT Malang menegaskan bahwa penjaminan mutu bukan sekadar kegiatan penilaian, melainkan bagian dari pembelajaran organisasi. Praktik baik perlu dipertahankan dan direplikasi, sedangkan ruang peningkatan perlu ditindaklanjuti secara sistematis melalui siklus PPEPP.

Dengan komitmen seluruh pimpinan dan sivitas UT Malang, hasil AMI MPJJ diharapkan dapat memperkuat budaya mutu dalam setiap proses bisnis dan layanan. Dengan demikian, UT Malang dapat memberikan layanan pendidikan jarak jauh yang semakin berkualitas, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa dan masyarakat.
Ke depan, KPM UT akan terus mendorong pelaksanaan AMI sebagai instrumen penting untuk memastikan sistem penjaminan mutu berjalan secara konsisten dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan mutu Universitas Terbuka. (Ditulis oleh Yogie Bagas Pambagyo, S.T.)