Menuju Penguatan Mutu Berkelanjutan, PBIS FKIP UT Rampungkan Asesmen Lapangan
12 Februari, 2026
oleh
Yogie Bagas Pambagyo, S.T., MOS.
Tangerang
Selatan — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris
(PBIS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT)
telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Asesmen
Lapangan (AL) dalam rangka proses akreditasi pada 6 - 7 Februari 2026 yang dilaksanakan di ruang
sidang FKIP. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya evaluasi
dan peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, khususnya pada program
studi Pendidikan Bahasa Inggris.
Tim
asesor teridiri dari Prof. Basikin, S.Pd., M.Phil., M.Ed., Ph. D. dan Dr.
Ngadiso, M. Pd. Asesmen Lapangan dilaksanakan untuk memverifikasi kesesuaian
antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi
(LKPS) dengan kondisi faktual di lapangan. Selama proses asesmen, tim asesor
melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek, mulai dari tata kelola, visi dan
misi, sumber daya manusia, pembelajaran, hingga luaran dan capaian tridarma
perguruan tinggi.
Pada
sesi penutupan, tim Asesor menyampaikan sejumlah catatan strategis sebagai bahan refleksi dan penguatan ke depan
bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Catatan tersebut mencakup
perlunya kejelasan Program dan Rencana
Strategis (PRGS) pada setiap kriteria akreditasi, serta pemahaman yang
utuh mengenai perbedaan dan keterkaitan antara visi kelembagaan, visi Unit Pengelola Program Studi (UPPS), dan visi
keilmuan program studi.
Tim
Asesor menekankan bahwa visi keilmuan, visi UPPS, dan visi perguruan tinggi
perlu disosialisasikan secara berkelanjutan kepada seluruh pemangku
kepentingan, baik internal maupun eksternal, agar menjadi acuan nyata dalam
pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Selaras dengan hal tersebut, profil lulusan diharapkan tetap
konsisten dengan visi dan misi yang telah ditetapkan.
Dalam
aspek penjaminan mutu, Program Studi PBIS dinilai telah memiliki sistem
penjaminan mutu, namun perlu terus diperkuat melalui pelaksanaan audit mutu internal secara
berkelanjutan serta audit mutu
eksternal, termasuk melalui asesmen lapangan. Integrasi sistem informasi
juga menjadi perhatian, dengan dorongan agar berbagai layanan akademik, seperti
Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM) dan tracer
study, terintegrasi dalam satu sistem yang mendorong tingkat partisipasi
secara optimal.
Tim Asesor juga
menyoroti pentingnya menjaga kualitas lulusan melalui penguatan kinerja tutor
pada tutorial online (tuton) dan tutorial webinar (tuweb). Selain itu, survei
kepuasan tutor dinilai perlu dilaksanakan secara sistematis dan dilaporkan
sebagai bagian dari evaluasi mutu layanan akademik.
Tim asesor teridiri dari Prof. Basikin, S.Pd., M.Phil., M.Ed., Ph. D. dan Dr. Ngadiso, M. Pd. Asesmen Lapangan dilaksanakan untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dengan kondisi faktual di lapangan. Selama proses asesmen, tim asesor melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek, mulai dari tata kelola, visi dan misi, sumber daya manusia, pembelajaran, hingga luaran dan capaian tridarma perguruan tinggi.
Pada sesi penutupan, tim Asesor menyampaikan sejumlah catatan strategis sebagai bahan refleksi dan penguatan ke depan bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Catatan tersebut mencakup perlunya kejelasan Program dan Rencana Strategis (PRGS) pada setiap kriteria akreditasi, serta pemahaman yang utuh mengenai perbedaan dan keterkaitan antara visi kelembagaan, visi Unit Pengelola Program Studi (UPPS), dan visi keilmuan program studi.
Tim Asesor menekankan bahwa visi keilmuan, visi UPPS, dan visi perguruan tinggi perlu disosialisasikan secara berkelanjutan kepada seluruh pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal, agar menjadi acuan nyata dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Selaras dengan hal tersebut, profil lulusan diharapkan tetap konsisten dengan visi dan misi yang telah ditetapkan.
Dalam aspek penjaminan mutu, Program Studi PBIS dinilai telah memiliki sistem penjaminan mutu, namun perlu terus diperkuat melalui pelaksanaan audit mutu internal secara berkelanjutan serta audit mutu eksternal, termasuk melalui asesmen lapangan. Integrasi sistem informasi juga menjadi perhatian, dengan dorongan agar berbagai layanan akademik, seperti Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa (EDOM) dan tracer study, terintegrasi dalam satu sistem yang mendorong tingkat partisipasi secara optimal.
Tim Asesor juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas lulusan melalui penguatan kinerja tutor pada tutorial online (tuton) dan tutorial webinar (tuweb). Selain itu, survei kepuasan tutor dinilai perlu dilaksanakan secara sistematis dan dilaporkan sebagai bagian dari evaluasi mutu layanan akademik.
Pada
bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, catatan diberikan terkait
perlunya peningkatan kolaborasi dan luaran kegiatan di tingkat nasional di luar
lingkungan Universitas Terbuka. Produktivitas dosen dalam penelitian dan PKM
juga menjadi perhatian untuk terus ditingkatkan guna memperkuat kontribusi
keilmuan program studi.
Dalam
aspek pembelajaran, Tim Asesor menekankan pentingnya proses pembelajaran yang
menyenangkan, didukung oleh penampilan pengajar, pemanfaatan media pembelajaran
yang variatif, serta pengembangan Learning Management System (LMS) yang memiliki kekhasan dan
keunggulan signifikan dibandingkan perguruan tinggi non pendidikan jarak jauh.
LMS diharapkan mampu mendorong interaksi antar mahasiswa, fasilitasi unggah
karya, serta diferensiasi materi sesuai dengan karakteristik mahasiswa.
Catatan
lainnya berkaitan dengan Dosen Tetap
Program Studi (DTPS), khususnya terkait kualifikasi pendidikan doktor
dan jabatan fungsional. Tim Asesor mendorong adanya kebijakan dan sistem yang
lebih tegas untuk mendukung studi lanjut dosen, percepatan kepangkatan, serta
penataan sumber daya dosen guna mendukung keberlanjutan mutu program studi.
Penyediaan ruang dosen bersama juga dinilai penting untuk membangun atmosfer
akademik yang lebih kuat.
Selain
itu, Tim Asesor mencatat bahwa animo calon mahasiswa Program Studi Pendidikan
Bahasa Inggris terus menunjukkan tren peningkatan. Hal ini menjadi modal
penting yang perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan akademik,
capaian pembelajaran, serta perbaikan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)
lulusan yang saat ini masih perlu dioptimalkan agar dapat meningkatkan daya
saing lulusan di dunia kerja.
Melalui penutupan Asesmen Lapangan ini, FKIP Universitas Terbuka menegaskan komitmennya untuk menjadikan seluruh catatan dan masukan Tim Asesor sebagai dasar penguatan tata kelola, peningkatan mutu pembelajaran, serta pengembangan berkelanjutan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sesuai dengan karakteristik PJJ. [Written By Muhammad Rafy Zildan, S. E]
di dalam Berita
Our blogs
and then Add to Home Screen.
To install this Web App in your ISO device press