X
Cart 0


Indonesia

Mencapai Pengakuan atas Kekuatan Institusi dan Area Penguatan Strategis dari Tim Asesor LAMDIK, Program Studi Pendidikan Kimia Jalani Asesmen Lapangan
22 Januari, 2026 oleh
Mencapai Pengakuan atas Kekuatan Institusi dan Area Penguatan Strategis dari Tim Asesor LAMDIK, Program Studi Pendidikan Kimia Jalani Asesmen Lapangan
Yogie Bagas Pambagyo, S.T., MOS.
 
Tangerang Selatan — Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) telah melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka proses akreditasi pada 13–14 Januari 2026 bertempat di Ruang sidang FKIP. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan FKIP UT dan menjadi tahapan penting untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi riil penyelenggaraan pendidikan di lapangan.

Pelaksanaan asesmen lapangan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas dan fakultas sebagai bentuk komitmen institusional terhadap penjaminan mutu berkelanjutan. Turut hadir Rektor, Para Wakil Rektor, Dekan FKIP beserta para jajaranya. Tim asesor yang bertugas dalam acara ini adalah Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D. dan Prof. Dr. Hairida, M.Pd.



Hasil Asesmen: Pengakuan atas Kekuatan Institusi dan Area Penguatan Strategis

Berdasarkan hasil asesmen lapangan, Tim asesor menilai bahwa Universitas Terbuka dan Prodi S1 Pendidikan Kimia telah menunjukkan kinerja yang sangat baik, terutama ditopang oleh komitmen kuat pimpinan universitas dan prodi sebagai modal utama dalam menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan.

Pada aspek Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS), prodi dinilai telah selaras dan konsisten mulai dari tingkat universitas, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), hingga prodi. VMTS juga dinilai realistis dan didukung secara memadai oleh sarana prasarana serta sumber daya yang tersedia. Meski demikian, tim asesor merekomendasikan agar visi keilmuan prodi Pendidikan Kimia ke depan dapat lebih menonjolkan kekhasan atau keunggulan spesifik prodi sebagai pembeda akademik.

Dari sisi tata pamong dan tata kelola, Prodi Pendidikan Kimia dinilai telah berjalan sangat baik serta didukung jejaring kerja sama nasional dan internasional yang kuat. Namun demikian, Tim asesor mencatat bahwa pendokumentasian kegiatan dan luaran masih perlu ditata lebih sistematis dan terorganisasi agar mudah ditelusuri dan dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan strategis.

Pada aspek kerja sama, tim asesor mendorong agar ke depan tidak hanya berfokus pada kuantitas kerja sama, tetapi juga disertai pengukuran dampak yang nyata terhadap mahasiswa dan institusi, baik dalam peningkatan kompetensi, prestasi, maupun penguatan reputasi prodi.


Penguatan Layanan Mahasiswa, SDM, dan Pembelajaran

Dalam bidang kemahasiswaan, layanan yang diberikan dinilai sudah optimal. Tim asesor merekomendasikan agar layanan tersebut terus diarahkan untuk meningkatkan produktivitas karya akademik mahasiswa, sehingga mampu menghasilkan luaran yang berdampak dan berdaya saing.

Aspek sumber daya manusia secara umum juga memperoleh penilaian positif. Meski demikian, tim asesor mendorong peningkatan jumlah dosen yang melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi serta penguatan jenjang jabatan fungsional sebagai bagian dari pengembangan karier dan mutu akademik.

Sementara itu, pada aspek sarana prasarana dan keuangan, pengelolaan dinilai transparan dan terintegrasi melalui pemanfaatan sistem informasi. Untuk mendukung karakteristik pendidikan jarak jauh, asesor menyarankan pengembangan praktikum-praktikum virtual sebagai solusi atas keterbatasan akses praktik secara langsung di beberapa wilayah.

Dalam aspek pendidikan dan pembelajaran, Prodi Pendidikan Kimia dinilai memiliki keunggulan yang sejalan dengan karakter Universitas Terbuka. Namun, integrasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ke dalam proses pembelajaran serta pemanfaatan bahan-bahan lokal dinilai belum terdokumentasi secara optimal dan perlu diperkuat ke depan.


Riset, PKM, Kurikulum, dan Capaian Lulusan
Pada bidang penelitian, Tim asesor mendorong peningkatan produktivitas publikasi ilmiah dosen agar kontribusi keilmuan prodi semakin terlihat. Adapun pada aspek pengabdian kepada masyarakat (PKM), kegiatan dinilai telah berkelanjutan, memiliki roadmap yang jelas, serta telah menjadi implementasi dari hasil penelitian dosen.

Terkait kurikulum, tim asesor merekomendasikan adanya dokumentasi best practice sebagai contoh praktik baik yang dapat direplikasi dan dikembangkan. Sementara itu, pada aspek keluaran dan capaian, khususnya capaian IPK mahasiswa, dinilai masih dapat dioptimalkan mengingat jumlah mahasiswa yang relatif tidak besar sehingga layanan akademik dapat lebih terfokus.

Selain itu, pelaksanaan tracer study juga perlu ditingkatkan, terutama dari sisi persentase partisipasi lulusan, agar data yang diperoleh semakin representatif dalam mendukung evaluasi dan pengembangan prodi.

Akreditasi juga dipandang sebagai sarana penguatan budaya mutu dan peningkatan berkelanjutan. Dalam hal ini, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) memegang peran penting dalam memastikan siklus PPEPP berjalan efektif, mulai dari perencanaan hingga tindak lanjut hasil evaluasi dan rekomendasi asesor, sehingga mutu program studi dapat terus ditingkatkan secara sistematis. [Written by Muhammad Rafy Zildan]

 

di dalam ​Berita
Share this post
Our blogs

and then Add to Home Screen. To install this Web App in your ISO device press