Sejumlah Program Studi Universitas Terbuka Raih Akreditasi Unggul dan Baik Sekali dari LAMDIK

Tangerang Selatan — Sejumlah program studi di Universitas Terbuka (UT) berhasil meraih peringkat akreditasi Unggul dan Baik Sekali dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), menunjukkan komitmen kuat perguruan tinggi tersebut dalam menjaga mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Keputusan akreditasi ini disahkan melalui ketetapan LAMDIK pada 30 Desember 2025 dan berlaku selama lima tahun, hingga 29 Desember 2030. Program studi jenjang sarjana yang meraih akreditasi Unggul antara lain, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pendidikan Biologi, Teknologi Pendidikan. Sementara itu, di jenjang magister, program studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini (MPAD) memperoleh akreditasi Baik Sekali. Kepala Subdirektorat Humas dan Pemasaran UT, Vika Ariyani, mengatakan capaian ini merupakan hasil dari proses penilaian komprehensif LAMDIK, yang mencakup berbagai aspek akademik, mulai dari kurikulum dan kualitas dosen hingga tata kelola program studi serta sistem pembelajaran yang diterapkan. “Hasil akreditasi tersebut mencerminkan bahwa program-program studi UT telah memenuhi standar mutu pendidikan tinggi secara konsisten,” ujar Vika dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/2026). Ia menambahkan bahwa UT sebagai perguruan tinggi negeri penyelenggara pendidikan jarak jauh terus berupaya memastikan fleksibilitas pembelajaran selaras dengan kualitas akademik. Menurut Vika, status akreditasi Unggul dan Baik Sekali ini menegaskan bahwa pendidikan tinggi yang bersifat terbuka tetap mampu mempertahankan standar mutu yang tinggi. Sistem pembelajaran UT yang adaptif dan berbasis teknologi dinilai mampu menjangkau masyarakat luas tanpa mengesampingkan kualitas proses belajar mengajar. UT dikenal sebagai perguruan tinggi yang menjangkau mahasiswa dari berbagai latar belakang dan wilayah. Dengan layanan pendidikan yang terstruktur, terukur, dan relevan dengan kebutuhan zaman, capaian akreditasi ini dipandang sebagai bukti nyata kemampuan UT dalam menghadapi tantangan dinamika pendidikan tinggi modern. Sumber dari: https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-8293442/sejumlah-prodi-ut-raih-akreditasi-unggul-baik-sekali-dari-lamdik

Asesmen Lapangan Akreditasi sebagai Upaya Peneguhan Identitas Keilmuan dan Peningkatan Mutu Program Studi Pendidikan Agama Islam FKIP UT

Tangerang Selatan — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) telah merampungkan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi yang berlangsung pada 12–13 Desember 2025. Bertempat di Ruang Sidang FKIP UT, kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk memverifikasi kesesuaian Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan realitas tata kelola dan penyelenggaraan akademik di lapangan. Kehadiran jajaran pimpinan universitas, yaitu Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., didampingi Wakil Rektor I, II, III, dan Wakil Rektor IV, serta Dekan FKIP beserta jajaran Wakil Dekan dan Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM), menegaskan dukungan penuh institusi terhadap proses penjaminan mutu tersebut. Sinergi antara pimpinan universitas dan fakultas ini dinilai oleh tim asesor sebagai modal penting dalam pengembangan Program Studi Pendidikan Agama Islam ke depan. Keterlibatan pimpinan universitas, fakultas, serta unit penjaminan mutu menunjukkan komitmen bersama dalam pelaksanaan asesmen lapangan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan. Selama kegiatan berlangsung, tim asesor melakukan rangkaian verifikasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan program studi, mulai dari tata pamong, pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, hingga dukungan sumber daya dan layanan pembelajaran. Catatan dan Rekomendasi Asesmen Lapangan Tim asesor menekankan pentingnya penegasan visi keilmuan Program Studi Pendidikan Agama Islam yang bersifat komparatif (distingsi) dan kompetitif (ekselensi). Kekhasan atau mazhab keilmuan PAI Universitas Terbuka diharapkan terdistribusi secara jelas dalam struktur dan implementasi kurikulum, tidak terbatas pada mata kuliah PAI yang bersifat konvensional. Asesor memberikan apresiasi terhadap kinerja dosen, tenaga kependidikan, serta pengembangan bahan ajar dan artikel ilmiah, yang diharapkan dapat terus ditingkatkan secara periodik sebagai bagian dari penguatan budaya akademik. Sistem pembelajaran PJJ dinilai telah berjalan dengan baik, namun perlu terus dikembangkan agar mampu membangun kesadaran, karakter, dan sikap (aspek afektif) mahasiswa. Dalam aspek kemahasiswaan, diperlukan penguatan interaksi dan kedekatan akademik melalui pengembangan kegiatan non-akademik untuk menciptakan academic climate yang kondusif bagi mahasiswa PJJ. Selain itu, bahan ajar diharapkan semakin mencerminkan visi dan mazhab keilmuan Program Studi PAI UT. Tata pamong dan tata kelola program studi dinilai telah berjalan baik dan konsisten hingga tingkat UT Daerah. Capaian Pembelajaran Lulusan juga dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat, mencerminkan pendidikan yang dinamis dan organis. Secara prinsip, pendidikan dipandang bukan sekadar proses administratif, melainkan upaya strategis dalam membangun peradaban bangsa. Sorotan Strategis Asesor: Penguatan Identitas Keilmuan dan Karakter Lulusan Dalam sesi penyampaian umpan balik, tim asesor memberikan apresiasi terhadap tata pamong Program Studi Pendidikan Agama Islam yang dinilai telah berjalan sesuai dengan fungsi dan ketentuan yang berlaku. Meski demikian, sejumlah catatan konstruktif disampaikan sebagai upaya penguatan mutu prodi secara berkelanjutan. Salah satu sorotan utama adalah perlunya penajaman identitas dan kekhasan keilmuan Program Studi Pendidikan Agama Islam. Asesor mendorong agar keunikan (uniqueness) prodi semakin dipertegas, khususnya dalam pengembangan keilmuan PAI yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan pendidikan keislaman di era modern. Pada aspek Sumber Daya Manusia (SDM), asesor menekankan pentingnya pemetaan keahlian dosen secara lebih terstruktur. Penyusunan roadmap pengembangan dosen, termasuk studi lanjut doktoral (S3), diharapkan dapat mengisi kebutuhan kepakaran prodi secara proporsional serta menghindari tumpang tindih bidang keahlian. Penguatan Kompetensi Mahasiswa dan Alumni Dalam bidang pembelajaran dan kemahasiswaan, tim asesor menyoroti pentingnya penguatan literasi digital mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam. Mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan pemanfaatan teknologi pembelajaran, baik dalam penggunaan perangkat lunak pendukung pembelajaran maupun optimalisasi Learning Management System (LMS) yang tersedia. Penempatan mata kuliah berbasis teknologi dan digital disarankan untuk diberikan pada semester awal, guna membekali mahasiswa sejak dini. Selain itu, masukan dari pengguna lulusan (user) menegaskan perlunya penguatan soft skills serta kemampuan berbahasa Inggris bagi alumni, agar lulusan PAI memiliki daya saing yang lebih luas. Mahasiswa juga menyampaikan harapan adanya penambahan porsi pembelajaran berbasis praktik guna memperkuat kompetensi aplikatif, khususnya dalam konteks pendidikan dan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Melalui pelaksanaan asesmen lapangan ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam FKIP Universitas Terbuka diharapkan dapat menjadikan seluruh catatan dan rekomendasi asesor sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, dalam rangka peningkatan mutu akademik, tata kelola program studi, serta pemenuhan standar akreditasi yang ditetapkan. [Written by Muhammad Rafy Zildan S. E.]

KPM UT Gelar Sosialisasi Aplikasi Sasaran Mutu (SARMUT) Akademik Tahun 2025

Tangerang Selatan – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka kembali memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas standar pendidikan dengan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan dan Aplikasi Sasaran Mutu (SARMUT) Akademik. Acara ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Selasa, 16 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam bagi seluruh fakultas dan sekolah terkait mengenai pentingnya penetapan dan pemantauan target capaian akademik melalui sistem aplikasi terbaru. Kegiatan ini dihadiri oleh 92 peserta yang meliputi para Wakil Dekan Fakultas dan Wakil Direktur Sekolah serta para Ketua Program Studi yang berada dalam lingkungan Universitas Terbuka, selain itu para GPM juga ikut meramaikan acara ini. Peserta yang turut serta mengikuti kegiatan merupakan perwakilan dari FHSIP, FST, FKIP, FEB, dan SPs. Terlaksananya kegiatan  ini diharapkan dapat mempermudah proses monitoring serta evaluasi mutu secara berkelanjutan di lingkungan universitas. KPM juga menetapkan batas waktu pengisian SARMUT Akademik 2024/2025 hingga bulan Februari 2026. Penyampaian Materi Strategis SARMUT Sesi utama diawali dengan presentasi materi terkait kebijakan dan urgensi SARMUT Akademik yang disampaikan oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa Sasaran Mutu bukan sekadar angka administratif, melainkan instrumen strategis untuk memastikan setiap proses akademik berjalan sesuai dengan standar akreditasi dan visi misi universitas. “SARMUT Akademik merupakan panduan kita dalam mengukur sejauh mana efektivitas program yang telah dijalankan. Dengan aplikasi ini, kita bergerak menuju digitalisasi penjaminan mutu yang lebih transparan dan akuntabel,” ujar Prof. Imam. Panduan Teknis Pengisian Aplikasi Setelah pemaparan teori dan kebijakan, acara dilanjutkan dengan sesi teknis yang dipandu oleh Mohamad Kautsar Firdaus, S.T. Pada sesi ini, peserta diberikan panduan langkah demi langkah (step-by-step) mengenai cara pengisian data pada Aplikasi SARMUT Akademik mulai dari, tata cara input target capaian tahunan, ekanisme unggah dokumen pendukung dan validasi data agar sesuai dengan standar sistem penjaminan mutu internal. Melalui sosialisasi ini, diharapkan UPPS dapat dioperasikan dengan baik. Written by M. Rafy Zildan

Mengatasi Kesenjangan Paradigma Penilaian: UT Menginisiasi Adaptasi Instrumen Akreditasi LAMSPAK yang Responsif terhadap Karakteristik PJJ

Tangerang Selatan, 10 Desember 2025 – Dalam upaya memperkuat fondasi penjaminan mutu eksternal pada lanskap pendidikan tinggi yang kian dinamis, Universitas Terbuka (UT) menghelat Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pembahasan Usulan Instrumen PJJ kepada LAMSPAK”. Forum strategis yang diselenggarakan di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi (FST) ini menjadi titik temu krusial antara pimpinan UT, pakar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), dan regulator akreditasi. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh urgensi epistemologis untuk menjembatani kesenjangan antara karakteristik unik model pembelajaran PJJ dengan instrumen akreditasi yang saat ini diterapkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK). Sebagai pelopor PJJ di Indonesia, UT memandang perlu adanya rekontekstualisasi instrumen penilaian agar mampu memotret kinerja dan kualitas program studi PJJ secara presisi, komprehensif, dan berkeadilan. Hadir dalam kegiatan ini para pimpinan UT, ketua Asosiasi Profesi Pendidikan Jarak Jauh Indonesia (APPJJI), dan para pakar akreditasi dan regulasi PJJ. FGD dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik sekaligus Ketua APPJJI , Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Universitas Terbuka telah lebih dari empat dekade menyelenggarakan pendidikan jarak jauh dengan prinsip keterbukaan dan inklusivitas. Karena itu, diperlukan instrumen akreditasi yang benar-benar mencerminkan karakteristik PJJ UT. Kegiatan FGD dipandu oleh Dr. Zainur Hidayah, S.Pi., M.M., yang menjelaskan alur kegiatan serta tujuan utama FGD, yaitu mengkaji kesesuaian standar dan indikator instrumen LAMSPAK dengan regulasi yang mengatur PJJ. Materi utama disampaikan oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., yang menyoroti perlunya penyesuaian indikator agar sesuai dengan karakteristik PJJ. Beliau menekankan bahwa walaupun standar yang ada umumnya sudah relevan, terdapat beberapa indikator yang memerlukan adaptasi. Hal ini merujuk pada berbagai dasar regulasi, seperti: UU No. 20 Tahun 2003, PP No. 39 Tahun 2002, Permendikbud No. 84 Tahun 2017, Permendikbud No. 7 Tahun 2020. Dalam pemaparannya, sejumlah indikator usulan disampaikan, antara lain masa studi, keberhasilan studi, kebijakan penerimaan mahasiswa baru, rasio dosen terhadap mahasiswa aktif, jumlah bimbingan tugas akhir, serta dana operasional pendidikan yang dihitung dari keseluruhan unit penyelenggara layanan mahasiswa UT. FGD menghadirkan narasumber ahli, Prof. Dr. M. R. Khairul Muluk, M.Si., yang memberikan berbagai catatan penting terkait perubahan regulasi, terutama setelah berlakunya Permen 53 Tahun 2023. Beliau menjelaskan bahwa beberapa indikator dapat disesuaikan dan tidak harus menjadi syarat unggul apabila dianggap tidak relevan bagi konteks PJJ UT. Beberapa indikator yang dibahas secara rinci meliputi: Rerata IPK lulusan, Masa studi, Persentase keberhasilan studi, Kebijakan penerimaan mahasiswa baru, Rasio dosen terhadap mahasiswa, Rerata jumlah bimbingan tugas akhir, Dana operasional pendidikan. Prof. Muluk juga menegaskan bahwa beberapa indikator masih dapat dimodifikasi atau diusulkan kembali kepada LAMSPAK dan BAN-PT untuk disesuaikan dengan karakteristik khas PJJ. Ia turut memberikan solusi terhadap beberapa indikator yang berpotensi menjadi beban penilaian, seperti rerata IPK dan keberhasilan studi. Selain itu, disampaikan catatan khusus bagi Program Studi Perpajakan yang wajib melakukan reakreditasi pertama dan tetap dapat meluluskan mahasiswa berdasarkan status akreditasi sementara sesuai ketentuan Permen 53 Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023. Kegiatan FGD ditutup oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh peserta dan narasumber. Rektor UT turut menyerahkan cinderamata kepada Prof. Dr. M. R. Khairul Muluk, M.Si. sebagai bentuk penghargaan atas kesediaan beliau hadir dan memberikan masukan dalam FGD ini. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat landasan penyusunan instrumen akreditasi LAMSPAK yang lebih adil dan sesuai karakteristik Pendidikan Jarak Jauh, serta mendukung komitmen UT dalam menjamin mutu pendidikan tinggi bagi seluruh mahasiswa di Indonesia. Inisiatif strategis ini menegaskan peran Universitas Terbuka tidak hanya sebagai penyelenggara pendidikan, tetapi juga sebagai pemimpin pemikiran (thought leader) dalam pengembanan sistem penjaminan mutu PJJ di Indonesia, memastikan bahwa rekognisi terhadap kualitas akademik berjalan seiring dengan inovasi pembelajaran. [Penulis: Adam Suryapratama, S.Pt.]

Perkuat Komitmen Mutu Pendidikan, Prodi PPKn FKIP UT Jalani Asesmen Lapangan Menuju Akreditasi Unggul

Tangerang Selatan — Universitas Terbuka (UT) kembali membuktikan komitmen seriusnya dalam penjaminan mutu akademik secara berkelanjutan. Kali ini, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di bawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) sebagai tahapan krusial dalam proses akreditasi. Kegiatan ini berlangsung intensif selama dua hari, mulai tanggal 10 hingga 11 Desember 2025, bertempat di Ruang Sidang FKIP Universitas Terbuka. Asesmen lapangan ini merupakan tindak lanjut dari pengajuan dokumen akreditasi, di mana tim asesor melakukan verifikasi dan validasi lapangan untuk mencocokkan data pada Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi faktual di lapangan. Fokus evaluasi mencakup tata kelola program studi, kurikulum, kualitas sumber daya manusia, hingga sarana prasarana penunjang pembelajaran. Dukungan Penuh Pimpinan Universitas Agenda strategis ini mendapatkan atensi penuh dari jajaran pimpinan tinggi universitas. Kehadiran Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. dan lengkap dengan para Wakil Rektor menjadi bukti nyata bahwa penjaminan mutu bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan prioritas utama institusi. Turut hadir memberikan dukungan dalam pembukaan dan pelaksanaan asesmen tersebut adalah Wakil Rektor I, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D.; Wakil Rektor II, Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si.; Wakil Rektor III, Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si.; serta Wakil Rektor IV, Dr. Hendrian, S.E., M.Si. Di tingkat fakultas, Dekan FKIP Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc. memimpin langsung pendampingan didampingi oleh jajaran wakil dekan, yakni Dr. Heni Safitri, S.Pd., M.Si. (WD I), Dr. Mestika Sekarwinahyu, M.Pd. (WD II), dan Dr. Mukti Amini, M.Pd. (WD III). Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM) beserta tim, serta sivitas akademika Prodi PPKn juga hadir untuk memfasilitasi kebutuhan data yang diperlukan oleh asesor. Optimisme dan Budaya Mutu Selama proses asesmen, para asesor melakukan pendalaman terhadap keterlaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi di lingkungan Prodi PPKn. Dialog interaktif dilakukan tidak hanya dengan pimpinan, tetapi juga melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa guna mendapatkan gambaran utuh mengenai ekosistem akademik yang berjalan. Menanggapi pelaksanaan asesmen ini, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim dan dukungan pimpinan universitas. “Asesmen lapangan ini adalah momen pembuktian akuntabilitas akademik kami kepada masyarakat. Kami telah berupaya menyajikan potret tata kelola dan layanan pendidikan terbaik yang selama ini dijalankan oleh Prodi PPKn. Kami optimistis, sinergi antara dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan akan membuahkan hasil akreditasi Unggul yang menjadi standar kualitas FKIP UT,” ujar Prof.Ali di sela-sela kegiatan. Pelaksanaan Asesmen Lapangan ini diharapkan tidak hanya bermuara pada perolehan status akreditasi, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi pengelola program studi. Masukan konstruktif dari para asesor akan menjadi landasan penting dalam upaya perbaikan berkelanjutan (Continuous Quality Improvement) guna mencetak lulusan pendidik Pancasila dan Kewarganegaraan yang kompeten dan berdaya saing tinggi. (Penulis : Muhammad Rafy Zildan, S.E.)

Kantor Penjaminan Mutu UT Selenggarakan Pendampingan dan Finalisasi Risk Register Unit Operasional

Tangerang Selatan, 16 Desember 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Pendampingan dan Finalisasi Risk Register Unit Operasional bertempat di Ruang Rasamala, Wisma 2 Universitas Terbuka. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan implementasi manajemen risiko institusi yang terintegrasi dengan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) serta siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP). Kegiatan pendampingan bertujuan untuk memastikan setiap unit operasional di lingkungan Universitas Terbuka memiliki risk register yang tersusun secara sistematis, terukur, dan selaras dengan sasaran strategis universitas. Pendampingan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan konsistensi unit kerja dalam mengelola risiko sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang baik. Gambar 1. Pendampingan manajemen risiko oleh Narasumber Pendampingan dan finalisasi risk register menghadirkan narasumber Dr. Siti Maghfiroh, SE., M.Si., Ak., CA., QIA., CRP, CRMP., CpoF., CACP., yang memberikan pemaparan terkait konsep dan praktik manajemen risiko di perguruan tinggi. Materi yang dibahas meliputi penelaahan risiko inheren dan residual pada proses bisnis unit, review kecukupan pengendalian (control adequacy), penyusunan risk treatment dan risk action plan, serta finalisasi risk register sesuai standar Manajemen Risiko Universitas Terbuka. Gambar 2. Pemaparan materi manajemen risiko oleh Narasumber Selain pemaparan materi, kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi pendampingan intensif kepada masing-masing unit operasional dalam mengisi dan menyempurnakan risk register. Proses pendampingan difokuskan pada identifikasi risiko utama, klarifikasi penyebab dan dampak risiko, penetapan tingkat probabilitas dan dampak, serta penentuan level risiko yang relevan dengan kondisi nyata unit kerja. Peserta juga didampingi dalam menurunkan risiko ke dalam rencana tindak lanjut yang dituangkan dalam bentuk action plan dan action taken yang jelas, terukur, dan dapat dimonitor secara berkelanjutan. Melalui forum ini, berbagai isu risiko yang dihadapi unit operasional dibahas secara komprehensif dengan memperhatikan standar yang berlaku serta karakteristik masing-masing unit. Pendampingan ini menegaskan bahwa manajemen risiko merupakan proses berkelanjutan yang memerlukan komitmen dan keterlibatan aktif seluruh unit kerja. Kepala Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka menyampaikan bahwa hasil finalisasi risk register unit operasional diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai instrumen kendali manajemen dalam mendukung pengambilan keputusan pimpinan, sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), serta sebagai masukan strategis dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM). Dengan terselenggaranya kegiatan pendampingan dan finalisasi risk register ini, Universitas Terbuka diharapkan dapat semakin memperkuat budaya sadar risiko, meningkatkan kualitas tata kelola, serta mendukung pencapaian tujuan dan kinerja institusi secara berkelanjutan. (ditulis oleh: Nisa Permata Basti)

Fokus pada Internasionalisasi dan Prestasi Mahasiswa, Prodi PBIN FKIP UT Rampungkan Asesmen Lapangan

Tangerang Selatan — Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBIN) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) telah menuntaskan rangkaian kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka proses akreditasi. Kegiatan yang berlangsung intensif pada 15–16 Desember 2025 di Ruang Sidang FKIP UT ini menjadi momentum strategis untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan fakta penyelenggaraan akademik di lapangan. Pelaksanaan asesmen ini mendapat perhatian serius dari pucuk pimpinan universitas. Hadir secara langsung memberikan dukungan adalah Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, Dekan FKIP beserta jajaran Wakil Dekan, Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM), serta Ketua Program Studi PBIN. Kehadiran para pimpinan ini dinilai oleh tim asesor sebagai bukti kuat komitmen UT dalam menjaga budaya mutu yang berkelanjutan.Dorongan Internasionalisasi dan Harmonisasi Visi Berdasarkan hasil telaah selama dua hari, tim asesor memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan, peraturan, dan pedoman Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) yang dinilai sudah sangat baik. Namun, asesor menyoroti pentingnya internalisasi visi yang lebih merata hingga ke tingkat UT Daerah, serta pelibatan pemangku kepentingan (stakeholders) yang lebih intensif dalam penyusunannya. Di sisi tata pamong, sistem penjaminan mutu internal UT dinilai telah berjalan sangat memadai. Kendati demikian, asesor mendorong Prodi PBIN untuk mulai melangkah ke kancah global. Penguatan kepemimpinan publik melalui kerja sama dengan institusi luar negeri menjadi rekomendasi utama untuk meningkatkan rekognisi prodi. Tanggapan Wakil Rektor I Menanggapi hasil asesmen tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., menekankan bahwa masukan asesor sejalan dengan peta jalan akademik universitas. “Kami melihat catatan asesor ini bukan sekadar evaluasi, melainkan akselerator bagi Prodi PBIN. Poin tentang penguatan jejaring internasional dan kompetensi kewirausahaan lulusan adalah hal yang sangat relevan. Prodi PBIN UT tidak boleh hanya unggul dalam kuantitas mahasiswa, tetapi juga harus memimpin dalam riset kebahasaan dan menghasilkan lulusan yang adaptif serta berdaya saing global,” tegas Prof. Rahmat Budiman. Fokus pada Riset, PKM, dan Inklusivitas Dalam aspek Tridharma Perguruan Tinggi, asesor memberikan catatan khusus terkait peta jalan (roadmap) Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Prodi diharapkan menyusun roadmap yang spesifik menonjolkan kekhasan keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Selain itu, partisipasi dosen dalam riset dan PKM perlu didorong agar lebih merata, termasuk melibatkan dosen mandiri, guna menghindari kesenjangan produktivitas. Asesor juga memberikan perspektif menarik terkait inklusivitas. Visualisasi media publikasi prodi disarankan untuk lebih mencerminkan kesetaraan gender sebagai bagian dari komitmen sosial institusi. Di sisi lain, meski infrastruktur dan pendanaan dinilai mapan, prodi didorong untuk lebih agresif mencari sumber pendanaan eksternal (hibah kompetitif) untuk mendukung keberlanjutan riset. Penguatan Prestasi dan Kreativitas Mahasiswa Pada aspek kemahasiswaan, tingginya animo mahasiswa yang melebihi daya tampung diapresiasi sebagai bukti kepercayaan publik. Namun, hal ini membawa tantangan tersendiri dalam penyediaan wadah pengembangan minat dan bakat. Asesor merekomendasikan adanya ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkreasi guna mendongkrak indeks kumulatif karya dan prestasi mahasiswa yang saat ini dinilai masih perlu ditingkatkan. Pendampingan intensif terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan hak paten, serta penanaman jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) dalam kurikulum, diharapkan dapat memperkaya profil lulusan PBIN UT di masa depan. Melalui asesmen lapangan ini, Prodi PBIN FKIP UT berkomitmen untuk segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi guna memastikan layanan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman dan standar mutu nasional. Melalui pelaksanaan asesmen lapangan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Terbuka diharapkan dapat terus melakukan perbaikan dan penguatan mutu secara berkelanjutan, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja. [Written by Muhammad Rafy Zildan S. E.]

Perkuat Identitas Keilmuan dan Kompetensi Lulusan, Prodi Pendidikan Biologi FKIP UT Tuntaskan Asesmen Lapangan

Tangerang Selatan — Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) telah merampungkan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi yang berlangsung pada 12–13 Desember 2025. Bertempat di Ruang Sidang FKIP UT, kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk memverifikasi kesesuaian Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan realitas tata kelola dan akademik di lapangan. Kehadiran jajaran pimpinan tertinggi Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. didampigi Wakil Rektor I, II, III dan Wakil Rektor IV, serta Dekan FKIP beserta jajaran para Wakil Dekan dan Kepala Kantor Penjaminan Mutu (KPM), menegaskan dukungan penuh institusi terhadap proses penjaminan mutu ini. Sinergi pimpinan universitas dan fakultas ini dinilai asesor sebagai modal kuat dalam pengembangan program studi ke depan. Kehadiran pimpinan universitas, fakultas, dan unit penjaminan mutu menunjukkan dukungan dan komitmen penuh terhadap pelaksanaan asesmen lapangan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan. Selama kegiatan berlangsung, asesor melakukan rangkaian verifikasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan program studi, mulai dari tata kelola, pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, hingga dukungan sumber daya dan layanan pembelajaran. Catatan dan Rekomendasi Asesmen Lapangan Sorotan Strategis Asesor: Dari Identitas hingga Kompetensi Digital Dalam sesi penyampaian umpan balik, tim asesor memberikan apresiasi atas tata pamong yang telah berjalan sesuai fungsi. Namun, sejumlah catatan konstruktif disampaikan untuk mengakselerasi kualitas Prodi Pendidikan Biologi. Salah satu sorotan utama adalah perlunya penajaman visi keilmuan. Asesor mendorong agar ciri khas atau uniqueness Prodi Pendidikan Biologi UT lebih dipertegas, sehingga memiliki diferensiasi yang kuat dibandingkan prodi sejenis di perguruan tinggi lain. Selain itu, aspek Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi perhatian khusus. Asesor menyarankan adanya pemetaan (roadmap) keahlian dosen yang lebih presisi. Hal ini penting agar studi lanjut doktoral (S3) para dosen dapat mengisi kekosongan kepakaran yang dibutuhkan prodi, serta menghindari penumpukan keahlian di satu bidang tertentu. Penguatan Kompetensi Mahasiswa dan Alumni Di sisi pembelajaran dan kemahasiswaan, asesor menekankan urgensi literasi digital. Mahasiswa perlu mendapatkan pendalaman pemanfaatan teknologi, mulai dari penguasaan perangkat lunak produktivitas hingga optimalisasi Learning Management System (LMS). Penempatan mata kuliah berbasis digital disarankan untuk ditarik ke semester awal guna membekali mahasiswa sejak dini. Masukan dari pengguna lulusan (user) juga menjadi catatan penting. Alumni diharapkan tidak hanya kuat secara teoretis, tetapi juga dibekali soft skills dan kemampuan Bahasa Inggris yang mumpuni. Merespons hal ini, mahasiswa turut mengusulkan penambahan porsi mata kuliah praktikum untuk memperkuat kompetensi aplikatif mereka. Melalui asesmen lapangan ini, Program Studi Pendidikan Biologi diharapkan dapat menjadikan seluruh catatan dan rekomendasi sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam rangka peningkatan mutu akademik dan tata kelola, serta pemenuhan standar akreditasi yang ditetapkan. [Written by Muhammad Rafy Zildan S. E.]

Perkuat Mutu Akademik, AMI Prodi Akuntansi Keuangan Publik FEB UT Terselenggara Optimal

Program Studi Akuntansi Keuangan Publik (AKP) telah melaksanakan Asesmen Lapangan Audit Mutu Internal (AMI) pada 3 Desember 2025 sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim auditor yang ditugaskan oleh Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka (UT), terdiri atas Dr. Kurnia Endah Riana, S.E.., M.Com., Dian Sugiarti, S.Pd., M.Si., dan Eka Wirajuang Darurrohmah, S.E.I., M.Ak. Pelaksanaan AMI ini berorientasi pada pemastian mutu internal yang selaras dengan standar nasional serta standar lembaga akreditasi mandiri, khususnya Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA). Seluruh proses asesmen mengacu pada kriteria utama LAMEMBA yang mencakup tata pamong dan tata kelola, kurikulum dan pembelajaran, capaian pembelajaran lulusan, kualitas sumber daya, penelitian dan pengabdian masyarakat, serta keberlanjutan program studi. Selama asesmen berlangsung, kegiatan berjalan lancar, profesional, dan konstruktif. Tim auditor melakukan telaah menyeluruh terhadap dokumen mutu, proses operasional pendidikan, implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), mekanisme evaluasi pembelajaran, serta kinerja tridharma dosen. Selain itu, penilaian juga difokuskan pada keterlacakan luaran program studi, sinergi dengan mitra industri, serta strategi peningkatan kompetensi lulusan agar semakin relevan dengan dinamika kebutuhan sektor publik dan industri keuangan. Tim auditor memberikan sejumlah masukan strategis yang dinilai sangat bermanfaat bagi penguatan tata kelola, peningkatan efisiensi sistem penjaminan mutu internal, serta penajaman arah pengembangan program studi ke depan. Program Studi AKP menyambut rekomendasi tersebut dengan antusias sebagai komitmen nyata untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan menghadirkan layanan akademik yang unggul. Hasil asesmen ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan Program Studi AKP dalam mempertahankan akreditasi Unggul yang telah diraih, sekaligus memastikan seluruh aspek penilaian LAMEMBA dapat dipenuhi secara optimal dan berkesinambungan. Langkah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya mutu, meningkatkan daya saing, dan mengokohkan posisi Program Studi AKP sebagai penyelenggara pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu, teknologi, dan kebutuhan dunia profesi. Dengan terselenggaranya asesmen lapangan ini, Program Studi Akuntansi Keuangan Publik menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas tinggi yang relevan, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung visi Universitas Terbuka dalam menyediakan akses pendidikan tinggi yang bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat. [Penulis : Dian Sugiarti, S.Pd., M.Si]

Asesmen Lapangan LAMDIK: Prodi Teknologi Pendidikan Jalani Verifikasi Mutu Akademik

Tangerang Selatan — Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Terbuka (UT) melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) sebagai bagian dari proses akreditasi dan penjaminan mutu pendidikan tinggi. Kegiatan ini berlangsung pada 5–6 Desember 2025 dan bertujuan untuk menilai kesesuaian antara Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi faktual penyelenggaraan program studi di lapangan. Asesmen lapangan dilaksanakan oleh Prof. Dr. Drs. Darmansyah, ST., M.Pd. dan Dr. Utari Dewi, S.Sn., M.Pd. selaku asesor LAMDIK, yang melakukan verifikasi dan validasi data secara komprehensif pada program studi Teknologi Pendidikan yang diketuai oleh Dra. Marisa, M.Pd. Kehadiran asesor mencerminkan komitmen LAMDIK dalam memastikan proses akreditasi berjalan objektif, transparan, dan akuntabel. Kegiatan asesmen dibuka oleh Rektor Universitas Terbuka  Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. dihadiri dan didampingi oleh jajaran pimpinan lainnya Prof. Rahmat Budiman, Ph.D. – Wakil Rektor I, Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si. – Wakil Rektor III, Dr. Hendrian, S.E., M.Si. – Wakil Rektor IV. Selain itu, Dekan FKIP Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc. dan para Wakil Dekan FKIP Dr. Heni Safitri, S.Pd., M.Si. (Wakil Dekan bidang Akademik), Dra. Isti Rokhiyah, M.A., Ph.D. (Wakil Dekan bidang Keuangan, SDM, dan Umum), Dr. Mukti Amini, M.Pd. (Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan, Layanan Pembelajaran, dan Kerja Sama). Kehadiran seluruh pimpinan universitas dan unit pendukung memperlihatkan dukungan penuh terhadap peningkatan mutu Prodi Teknologi Pendidikan. Selama pelaksanaan asesmen, asesor melakukan serangkaian kegiatan yang meliputi penelaahan dokumen akademik dan nonakademik, evaluasi kurikulum, pemeriksaan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran, serta wawancara dengan pimpinan program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni. Proses ini dilakukan untuk memastikan keselarasan antara data yang dilaporkan dalam LED dengan kondisi nyata di lapangan. Berdasarkan hasil asesmen lapangan, asesor LAMDIK memberikan sejumlah catatan positif terhadap Program Studi Teknologi Pendidikan. Visi, Misi, Strategi, dan Tujuan (VMST) dinilai telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, bersifat realistis, serta memiliki relevansi yang kuat dengan Unit Pengelola Program Studi (UPPS). Selain itu, visi program studi juga dinilai memiliki keunikan keilmuan yang menjadi ciri khas Prodi Teknologi Pendidikan. Dari aspek tata pamong, UPPS dinilai telah menunjukkan kepemimpinan yang baik dan efektif dalam mendukung penyelenggaraan dan pengembangan program studi. Di samping capaian tersebut, asesor juga menyampaikan beberapa rekomendasi perbaikan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu berkelanjutan. Rekomendasi tersebut mencakup perlunya peninjauan kembali pendataan kerja sama agar lebih akurat dan terdokumentasi secara sistematis, penyempurnaan dokumen kurikulum agar sepenuhnya sesuai dengan ketentuan, serta penguatan dan pelengkapan data penelitian pada Kriteria 7. Selain itu, prestasi mahasiswa perlu terus dikawal dan ditingkatkan sebagai bagian dari capaian kinerja akademik program studi. Menanggapi hasil asesmen tersebut, pimpinan Program Studi Teknologi Pendidikan bersama unit penjaminan mutu menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh catatan dan rekomendasi yang diberikan. Asesmen lapangan ini dipandang tidak hanya sebagai proses evaluasi, tetapi juga sebagai momentum refleksi dan perbaikan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kualitas akademik, tata kelola, dan daya saing lulusan. Selanjutnya, hasil asesmen lapangan akan dirumuskan dalam Berita Acara resmi oleh asesor dan disampaikan kepada LAMDIK untuk proses penilaian lebih lanjut. Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Terbuka berharap hasil akreditasi yang diperoleh dapat mencerminkan komitmen kuat terhadap mutu pendidikan tinggi dan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Prodi Teknologi Pendidikan berharap dapat memenuhi standar LAMDIK dan meraih peringkat akreditasi UNGGUL sebagai bukti komitmen terhadap mutu pendidikan.