Asesmen Mutu Internal 2025: UT Purwokerto Mantapkan Komitmen Mutu Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ)

Purwokerto, 21 Agustus 2025 – Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka (UT) melaksanakan Asesmen Mutu Internal (AMI) di UT Purwokerto pada 20–21 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Monitoring dan Pengendalian Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) yang digelar di seluruh UT Daerah pada Tahun Akademik 2024/2025. Tahun 2025 menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya AMI MPJJ dilaksanakan dengan paradigma baru yang mengacu pada Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UT. Indikator mutu AMI MPJJ dirumuskan berdasarkan Kebijakan dan Standar Mutu dalam SIMINTAS UT 2024, dengan fokus pada tiga area kebijakan, yaitu Daya Jangkau, Tata Kelola, dan Kualitas Akademik. Pembukaan kegiatan di UT Purwokerto dipimpin oleh Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., yang menekankan pentingnya asesmen sebagai upaya refleksi dan perbaikan berkelanjutan.  “Asesmen mutu ini adalah wujud komitmen UT Purwokerto untuk terus memberikan layanan akademik terbaik bagi mahasiswa dan masyarakat. Melalui asesmen ini, kami berharap dapat memperkuat budaya mutu sekaligus menjawab harapan pemangku kepentingan,” ungkapnya. Tim auditor Kantor Penjaminan Mutu UT yang bertugas terdiri atas Lead Auditor, Prof. Dr. Sugilar, M.Pd.; Auditor, Dra. Eko Kuswanti, M.Pd.; serta Auditor Magang, Isma Dwi Fiani, S.I.Kom., M.Si.. Para Auditor melakukan konfirmasi dokumen, wawancara dengan pimpinan, dosen, serta staf, dan meninjau langsung implementasi kebijakan untuk memastikan kesesuaian dengan standar mutu yang berlaku. Selain melakukan evaluasi, tim auditor juga mengidentifikasi beberapa praktik baik di UT Purwokerto. Di antaranya adalah: Dalam penutupannya, Prof. Sugilar menegaskan bahwa AMI MPJJ ini bukan sekadar evaluasi administratif, melainkan instrumen untuk menumbuhkan culture of quality secara bertahap dan berkesinambungan. “Kami berharap asesmen ini dapat mengidentifikasi praktik terbaik sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan, agar mutu penyelenggaraan pendidikan jarak jauh di UT Purwokerto semakin optimal,” jelasnya. Melalui asesmen ini, Kantor Penjaminan Mutu UT menegaskan komitmennya untuk mendampingi seluruh UT Daerah dalam memperkuat budaya mutu, meningkatkan kualitas akademik, serta memastikan layanan pendidikan tinggi jarak jauh tetap transparan, akuntabel, dan berdaya saing.

Asesmen Mutu Internal (AMI) MPJJ UT Ambon: Dorong Perbaikan Berkelanjutan

Ambon, 28 Agustus 2025 – Universitas Terbuka (UT) Ambon kembali menguatkan  komitmennya dalam menjaga kualitas pendidikan jarak jauh melalui pelaksanaan Asesmen Mutu Internal (AMI). Selama tiga hari, 25–27 Agustus 2025, pelaksanaan asesmen berfokus pada proses bisnis  UT Ambon yang dipimpin oleh Dra. Eko Kuswanti, M.Pd. bersama Pesi Suryani, M.Ak. dari Kantor Penjaminan Mutu UT Pusat. Direktur UT Ambon, Yuli Tirtariandi El Anshori, S.IP., M.AP. yang membuka kegiatan ini menekankan pentingnya asesmen sebagai upaya perbaikan berkelanjutan. “Kami berharap tim asesor dapat memberikan masukan yang berharga, agar UT Ambon semakin siap memenuhi harapan mahasiswa dan masyarakat luas.” ujarnya penuh optimisme. Sejalan dengan itu, Eko Kuswanti menegaskan bahwa AMI bukan sekadar evaluasi, tetapi mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam pengelolaan dan memberikan rekomendasi untuk peningkatan mutu UT Daerah. Selain itu, asesmen juga menekankan pentingnya dokumentasi sebagai bukti akuntabilitas dan transparansi. Selama asesmen, tim meninjau tiga area utama kebijakan UT Daerah yaitu Tata Kelola, Daya Jangkau, dan Kualitas Akademik. Hasilnya menunjukkan sebagian besar indikator berada pada level memuaskan dengan skor dominan 3 (cukup sesuai). Praktik terbaik pun berhasil diidentifikasi, antara lain efektivitas pemasaran dan kerja sama serta keberhasilan Layanan Pembelajaran dan Kegiatan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ). Namun demikian, asesor masih menemukan  beberapa ketidaksesuan dalam pengelolaan  yang perlu diperbaiki antara lain  kelengkapan dokumen,  ketersedian dokumen, validasi dokumen dan penggunaan format laporan. Area yang mendapat sorotan khusus adalah proses Admisi & Registrasi serta Asesmen Hasil Belajar Mahasiswa, yang perlu ditingkatkan agar implementasi mutu lebih optimal. Melalui kegiatan ini, UT Ambon menegaskan tekadnya untuk terus mengedepankan budaya mutu dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan. Hasil asesmen akan menjadi pijakan penting dalam melakukan tindak lanjut perbaikan berkelanjutan, sehingga kualitas tata kelola dan layanan akademik dapat terus meningkat sejalan dengan visi UT dalam memberikan akses pendidikan tinggi berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia. [Written by Pesi Suryani]

Rahasia UT Malang Memperkuat Budaya Mutu dan SDGs melalui AMI MPJJ Jadi Komitmen Utama

Malang, 28 Agustus 2025 – Universitas Terbuka (UT) Malang kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan manajemen pendidikan tinggi jarak jauh yang berkualitas dan berkelanjutan melalui penyelenggaraan AMI MPJJ yang berlangsung selama empat hari, mulai 25 hingga 28 Agustus 2025. AMI dilaksanakan di Kantor UT Malang Lantai 2 Ruang Vicon, dengan menghadirkan tim asesor yang terdiri dari Lead Asesor Dra. Ace Sriati Rachman, M.Si., serta asesor Nisa Permata Basti, M.H. dan Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja, S.E., M.Si.. Kegiatan AMI MPJJ juga dihadiri oleh Direktur UT Malang, Dr. Lilik Sulistyowati, M.Si., beserta para manager dan seluruh staf UT Malang. AMI MPJJ merupakan bagian dari Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UT berdasarkan Kebijakan dan Standar Mutu di dalam SIMINTAS UT 2024. Tujuannya adalah untuk memastikan proses akademik maupun non-akademik berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan. Selama kegiatan berlangsung, mengikuti rangkaian audit yang menekankan aspek akuntabilitas, transparansi, dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Hasil AMI MPJJ UT Malang menunjukkan implementasi kebijakan Kualitas Akademik (Pembelajaran dan Layanan Bantuan Belajar serta Asesmen Hasil Belajar) cukup baik sesuai dengan standar dan indikator. Peningkatan area kualitas akademik juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya indikator SDGs 4 – Quality Education https://sdgs.ut.ac.id/sdgs-4 dengan memastikan adanya kesempatan yang setara bagi seluruh sivitas akademika tanpa diskriminasi, baik dalam proses pembelajaran, layanan, maupun pengembangan sumber daya manusia. UT Malang juga melakukan pemasaran dan kerjasama sesuai dengan indikator area kebijakan Daya Jangkau sehingga menghasilkan kinerja yang optimal. Area kebijakan peningkatan Daya Jangkau melalui pemasaran dan kerjasama sejalan dengan SDGs 17 – Partnerships For The Goals https://sdgs.ut.ac.id/sdgs-17. Direktur UT Malang, Dr. Lilik Sulistyowati, M.Si., menyampaikan bahwa AMI MPJJ menjadi instrumen penting dalam menumbuhkan budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi.  “Melalui AMI, UT Malang memastikan bahwa setiap langkah dalam penyelenggaraan pendidikan selalu dievaluasi dan ditingkatkan, sehingga dapat memberikan layanan terbaik kepada mahasiswa di seluruh wilayah,” ujarnya. Dengan berakhirnya pelaksanaan AMI tahun 2025, UT Malang menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan memperkuat tiga area kebijakan Tata Kelola, Akademik dan Daya Jangkau Kebijakan SIMINTAS. Proses ini menjadi wujud nyata UT Malang dalam mendukung tercapainya pendidikan berkualitas dan berkeadilan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. (Ditulis oleh: NPB)

KPM Gelar Sosialisasi Pelaksanaan dan Aplikasi Asesmen Mutu Internal (AMI) Akademik 2025

Tanggerang Selatan, 15 Agustus 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka menyelenggarakan Sosialisasi Pelaksanaan dan Aplikasi Asesmen Mutu Internal (AMI) Akademik 2025 di Aula Gedung Kualitas Lantai 3. Kegiatan ini dihadiri oleh para Ketua Program Studi, Wakil Dekan Bidang Akademik, Gugus Pengendali Mutu Program Studi dan Fakultas, serta para Asesor AMI Akademik di lingkungan Universitas Terbuka. Acara dibuka oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., selaku Kepala KPM, yang menyampaikan materi tentang pelaksanaan AMI Akademik 2025 serta siklus PPEPP, SPMI, dan SPME bidang akademik. Peserta mendapatkan informasi mengenai jadwal AMI Akademik tahun 2025, kriteria program studi yang mengikuti AMI, dan instrumen yang digunakan. Pelaksanaan AMI Akademik 2025 akan berlangsung mulai 15 September hingga 15 Oktober 2025 untuk asesmen kecukupan, dan dilanjutkan asesmen lapangan pada 20 Oktober hingga 13 November 2025. Kegiatan ini mencakup 29 program studi di lingkungan Universitas Terbuka sesuai instrumen akreditasi masing-masing. Instrumen AMI yang digunakan merupakan adopsi dan adaptasi dari standar AMI serta instrumen akreditasi BAN-PT/LAM PTIP, LAMDIK, LAMEMBA, dan LAMSPAK. Hasil identifikasi menunjukkan jumlah indikator sebagai berikut: LAMDIK rata-rata 60 indikator, LAMEMBA 59 indikator, LAMSPAK rata-rata 70 indikator, dan LAM PTIP 57 indikator (sementara masih menggunakan instrumen BAN-PT Unggul). KPM menjembatani indikator tersebut dengan dokumen pendukung melalui panduan. Saat ini, standar yang sudah dipetakan dokumennya oleh KPM mencakup LAMEMBA, LAMSPAK, dan LAMDIK. Disampaikan pula bahwa posisi asesor internal berbeda dengan asesor eksternal. Asesor internal tidak memberikan judgment, tetapi berperan sebagai peer reviewer yang  memberikan saran perbaikan untuk meningkatkan kualitas budaya mutu di program studi masing-masing. Tim ICT KPM, yang diwakili oleh Abdul Rochim, S.Kom., memberikan penjelasan teknis pengisian instrumen AMI 2025. Proses pengisian dilakukan melalui laman kpm.ut.ac.id dengan login menggunakan SSO. Setiap program studi mengunggah dokumen pada aplikasi melalui link OneDrive. Sementara itu, asesor dapat memberikan penilaian pada masing-masing indikator yang sudah diisi oleh program studi. Adanya penjelasan  mengenai teknis pengisian instrumen AMI 2025 ini, diharapkan penggunaan aplikasi AMI Akademik dapat berjalan optimal. Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka menegaskan Kembali komitmennya dalam membangun budaya mutu yang berkesinambungan serta memastikan tata kelola akademik berjalan secara profesional dan akuntabel.  [ditulis oleh: Nyayu Miftahul ilmiyyah]

UT Ikut Serta dalam Penandatanganan Kontrak Program Equity 2025 WCU/THE Impact Rankings

Jakarta, Selasa (26/8/2025) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong penguatan daya saing pendidikan tinggi Indonesia di kancah global. Salah satu langkah strategisnya diwujudkan melalui penandatanganan kontrak Program Equity 2025 World Class University (WCU)/Times Higher Education (THE) Impact Rankings bersama 23 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH). Universitas Terbuka (UT) menjadi salah satu PTNBH penerima Program Equity 2025 yang didukung oleh pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kehadiran Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., dalam penandatanganan kontrak tersebut menegaskan komitmen UT untuk terus memperkuat kapasitas riset, publikasi ilmiah, serta reputasi akademik di tingkat internasional. Program Equity 2025 tidak hanya berorientasi pada pencapaian peringkat global, tetapi juga diarahkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi secara merata, sekaligus mendukung transformasi Indonesia menuju ekosistem pendidikan tinggi berkelas dunia. Dengan bergabungnya UT dalam program ini, diharapkan upaya peningkatan kualitas riset, inovasi, dan kontribusi pada pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs) semakin nyata. 🔗Baca selengkapnya di sumber resmi: Kemdiktisaintek Pacu Kampus Indonesia Jadi World Class University

UT Kupang Laksanakan AMI MPJJ 2025

​Kupang, 11 Agustus 2025 – Universitas Terbuka (UT) Kupang melaksanakan Asesmen Mutu Internal (AMI) Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) tahun 2025 di kantor UT Kupang, Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 13 Agustus 2025, dan dipimpin oleh Lead Asesor Durri Andriani bersama Asesor Pesi Suryani. Asesmen ini diikuti oleh seluruh pegawai UT Kupang dengan tujuan mengevaluasi efektivitas sistem manajemen pendidikan jarak jauh, mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, memastikan pemenuhan standar nasional dan akreditasi, serta meningkatkan kepuasan mahasiswa dan kualitas layanan. Direktur UT Kupang, Dr. Ajat Sudrajat, M.Pd., menegaskan pentingnya pelaksanaan AMI MPJJ bagi UT. “Audit ini menjadi momen penting untuk meninjau keseluruhan proses bisnis di UT — mulai dari pelayanan umum, pemasaran, bisnis, hingga manajer di berbagai lini pekerjaan. Kami beruntung dan berkewajiban memastikan seluruh UT di daerah dapat diaudit agar tetap berada di jalur yang benar,” ujarnya. UT Kupang memiliki 29 pegawai sumber daya manusia dan 7 dosen, mayoritas perempuan. Dr. Ajat memberikan apresiasi atas komitmen dan semangat tim yang akan mendampingi proses asesmen hingga target pendidikan tercapai. Lead Asesor, Durri Andriani, menjelaskan bahwa AMI MPJJ merupakan audit mutu internal yang wajib dilakukan secara periodik sesuai peraturan pemerintah, selain asesmen eksternal oleh BAN-PT atau lembaga akreditasi mandiri. Tahun ini, UT mulai menerapkan sistem berbasis aplikasi AMI PJJ, yang meliputi pengisian 213 indikator, pengunggahan dokumen, asesmen dokumen, dan observasi lapangan. “Tujuannya menjamin kualitas layanan sesuai standar nasional dan memenuhi kebutuhan mahasiswa, sehingga lulusan dapat tepat waktu dan tepat kualitas,” ungkap Durri. Jika ditemukan kekurangan, unit diberikan waktu dua minggu untuk melakukan perbaikan sebelum penilaian akhir. Durri berharap pelaksanaan AMI MPJJ ke depan semakin lancar, indikator lebih relevan, dan hasil audit dapat diimplementasikan secara optimal.

Prodi Teknologi Pangan Universitas Terbuka Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT, Langkah Strategis Menuju Akreditasi Unggul

Universitas Terbuka (UT) menegaskan langkah nyatanya dalam peningkatan mutu pendidikan melalui pelaksanaan asesmen lapangan untuk Program Studi Teknologi Pangan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Kegiatan ini digelar pada Selasa, 5 Agustus 2025, bertempat di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Terbuka. Asesmen ini merupakan bagian dari proses akreditasi nasional yang bertujuan menilai kinerja program studi secara menyeluruh, mencakup tata kelola akademik, proses pembelajaran, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Dua asesor dari BAN-PT hadir dalam kegiatan ini, yaitu Prof. Dr. Ir. Nurheni Sri Palupi, M.Si. dari IPB dan Prof. Dr. Ir. Murhadi, M.Si. dari Universitas Lampung. Mereka didampingi oleh Ibu Ambar Setyaningsih, pendamping dari BAN-PT. Acara pembukaan asesmen dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., yang mewakili Rektor Universitas Terbuka. Turut hadir jajaran pimpinan universitas, meliputi Para Ketua Lembaga, Dekan FST, Para Direktur pada Direktorat, Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Para Kepala Pusat, Ketua Program Studi Teknologi Pangan, serta Dosen dan Staf Akademik Program Studi Teknologi Pangan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan asesmen meliputi penelaahan dokumen, pemaparan profil program studi, sesi diskusi bersama pimpinan universitas dan dosen, hingga peninjauan fasilitas akademik. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan menunjukkan kesiapan UT dalam memenuhi standar akreditasi yang ditetapkan. Selama kegiatan berlangsung, para asesor juga memberikan sejumlah rekomendasi strategis yang bertujuan memperkuat kualitas program studi ke depan. Beberapa catatan penting antara lain perlunya keselarasan visi, misi, tujuan, dan sasaran (VMTS) dengan arah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) dan sains data. Asesor juga menyarankan peningkatan kualitas kurikulum agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan zaman. Selain itu, dorongan untuk meningkatkan daya saing penelitian dan publikasi di tingkat nasional dan internasional menjadi perhatian utama, termasuk menjalin kerja sama dengan instansi lokal untuk mendukung kegiatan praktikum mahasiswa. Tak kalah penting, evaluasi diri secara berkala dengan pendekatan SWOT serta pelaksanaannya melalui Forum Group Discussion (FGD) juga dianjurkan sebagai upaya menjaga dan meningkatkan kualitas program studi secara berkelanjutan. Acara ditutup secara resmi oleh Rektor Universitas Terbuka, menandai berakhirnya proses asesmen yang diharapkan dapat memberikan hasil terbaik untuk Program Studi Teknologi Pangan. Asesmen lapangan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan Universitas Terbuka untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh, serta mencetak lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi di bidang teknologi pangan. [ditulis oleh: Nyayu Miftahul ilmiyyah]

Kegiatan Asesmen Mutu Internal (AMI) MPJJ di UT MANADO

“Tata Kelola Pendidikan Jarak Jauh Dikaji Ulang untuk Peningkatan Layanan Berkualitas”Manado, 30 Juli 2025 Momen Penting Pengawasan Mutu Selama tiga hari (28–30 Juli 2025), Universitas Terbuka (UT) Daerah Manado menjadi pusat pelaksanaan Asesmen Mutu Internal Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (AMI MPJJ). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh tim asesor dari Kantor Penjaminan Mutu UT Pusat, dengan fokus utama pada evaluasi manajemen internal sebagai tulang punggung tata kelola pendidikan jarak jauh. Baca selengkapnya : https://manado.ut.ac.id/kegiatan-asesmen-mutu-internal-ami-mpjj-di-ut-daerah-manado/#

Upaya Peningkatan Kesadaran Manajemen Risiko di Lingkungan UT Melalui Awareness ISO 31000:2018

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan penerapan manajemen risiko di lingkungan Universitas Terbuka, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) menyelenggarakan kegiatan pelatihan Awareness ISO 31000:2018 Manajemen Risiko pada hari Kamis, 24-25 Juli 2025. Kegiatan yang dilangsungkan secara daring dan luring ini dilakukan di Gedung Serbaguna Lantai 2 Universitas Terbuka dan melalui Zoom Meeting. Tujuan pelatihan ini, selain memberikan pemahaman terkait manajemen risiko, juga memberikan awareness atau kesadaran penuh dari para peserta terkait pentingnya manajemen risiko di unit masing-masing. Pelatihan ini menghadirkan Bp. Ichsan Setiadi, narasumber profesional dari British Standards Institution (BSI), yang merupakan lembaga internasional terkemuka yang bergerak di bidang standarisasi dan sertifikasi. Materi pelatihan yang disampaikan bersifat komprehensif dan aplikatif mengenai prinsip, kerangka kerja, serta penerapan proses manajemen risiko berbasis standar ISO 31000:2018, yang memberikan kerangka kerja dan prinsip untuk mengelola risiko secara sistematis, transparan, dan kredibel di dalam semua jenis organisasi, besar maupun kecil, publik maupun privat. Kegiatan pelatihan ini dibuka oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., dan diikuti oleh berbagai pejabat dan staf dari seluruh unit kerja di lingkungan UT. Para peserta yang hadir secara luring antara lain Manajer Pengembangan, Pengendalian Mutu, dan Manajemen Risiko pada KPM, Manajer Penjaminan Mutu Akademik pada KPM, para Wakil Dekan Bidang Akademik seluruh fakultas, Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan pada Sekolah Pascasarjana, para Kasubbag Tata Usaha dan Asisten Manajer Tata Usaha pada kantor, lembaga, direktorat, dan pusat, dan unit-unit operasional lainnya, para asesor dan lead asesor, serta tim ICT. Sementara itu, peserta yang hadir secara luring adalah para Direktur dan Manager dari seluruh UT Daerah. Pelatihan ini memberikan wawasan yang luas dan mendalam mengenai cara mengelola risiko, mulai dari penentuan isu, penetapan pihak-pihak terkait, analisis kebutuhan dan harapan pihak-pihak terkait, serta pemetaan risiko, peluang, dan upaya tindak lanjut yang diperlukan. Para peserta sangat antusias menyimak pemaparan materi pelatihan yang diberikan dan banyak berpartisipasi dalam sesi diskusi di akhir sesi pelatihan. Besar harapan para peserta pelatihan agar manajemen risiko dapat segera diimplementasikan pada unit masing-masing. Melalui pelatihan ini, seluruh peserta dapat menyadari dan memahami pentingnya manajemen risiko sebagai bagian integral dari sistem penjaminan mutu dan tata kelola organisasi. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam meningkatkan budaya mutu dan kesiapan Universitas Terbuka dalam menghadapi risiko dan dinamika perubahan di dunia pendidikan tinggi, serta menjadi bagian dari komitmen Universitas Terbuka untuk terus mengembangkan tata kelola yang unggul, adaptif, dan berkelanjutan.[written by: Sakina Nursarifa Tantri]