Universitas Terbuka melakukan Audit Eksternal (surveillance) ISO 27001:2022

Dalam rangka  pemantauan atau pengawasan terhadap penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) yang telah  tersertifikasi pada tahun sebelumnya, Universitas Terbuka melalui Direktorat Sistem Informasi melakukan Audit Eksternal (surveillance) Sistem Manajemen Keamanan Informasi ISO 27001:2022 bekerja sama dengan BSI Group. Proses audit eksternal dimulai pada Senin, 29 September 2025 di Gedung Prof. Setijadi, Universitas Terbuka, dan dilanjutkan dengan audit daring hingga 1 Oktober 2025. Audit berlangsung selama tiga hari, dengan satu hari visitasi langsung dan dua hari audit secara daring. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si., didampingi oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., serta para pimpinan Direktorat Sistem Informasi dan Kantor Penjaminan Mutu. Dalam sambutanya Prof. Paken menekankan pentingnya konsistensi pada layanan UT khususnya di bidang manajemen kemanan informasi yang menjadi backbone proses bisnis dan layanan Universitas Terbuka. Audit eksternal dilaksanakan oleh Bapak Abraham Wahyu Kurniawan dengan supervisi Ibu Aisha Elfa dari PT BSI Group Indonesia. Pada kesempatan ini, tim auditor menegaskan bahwa fokus audit adalah menilai operasional dan efektivitas layanan dalam menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi sesuai dengan standar SMKI. Tujuan utama surveillance adalah memastikan Universitas Terbuka senantiasa mematuhi dan memelihara standar SMKI yang telah tersertifikasi, sehingga sertifikasi ISO 27001:2022 tetap valid, kredibel, dan berkelanjutan.

FST UT Gelar Sosialisasi Instrumen Akreditasi LAMPTIP Untuk Perkuat Kesiapan Program Studi FST

Universitas Terbuka (UT) melalui Fakultas Sains dan Teknologi menyelenggarakan kegiatan sosialisasi instrumen akreditasi unggul bagi program studi FST di lingkungan UT yang dibuka oleh Dr. Subekti Nurmawati, M.Si. selaku Dekan Fakultas FST dengan memberi sambutan awal. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 september 2025 dan bertempat di Ruang Auditorium FST, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan prodi dalam memenuhi indikator mutu unggulan. Dalam pertemuan tersebut, Dr. Ir. H. Mais Ilsan, MP, sebagai narasumber menyampaikan pokok-pokok instrumen akreditasi yang terdiri dari 6 instrumen, yang dimana terdapat 70 butir indikator, tidah hanya itu Dr. Ir. H. Mais Ilsan MP, juga menyampaikan indikator-indikator yang menjadi syarat terakreditasi unggul, termasuk kurikulum berbasis hasil (outcome based education), fasilitas laboratorium yang mendukung kompetensi, sistem pembelajaran daring (LMS) yang terintegrasi, serta analisis luaran pendidikan yang mencakup kelulusan tepat waktu, kelulusan maksimal dua kali masa tempuh, dan daya saing lulusan melalui waktu tunggu mendapatkan pekerjaan. Menurut Dr. Ir. H. Mais Ilsan, MP, unsur “E” dalam PPEPP dokumen yang dibutuhkan dalam RTM Program Studi, RTM UPPS, dan RTM Universitas membutuhkan dokumen undangan, daftar hadir, dokumentasi, dan berita acara. Berita acara tersebut memuat hasil diskusi program studi mengenai temuan yang dapat diselesaikan pada tingkat program studi, namun jika tidak dapat diselesaikan pada tingkat program studi maka akan dibawa ke tingkat RTM UPPS, dan jika tidak bias di selesaikan pada tingkat UPPS maka akan ditindaklanjuti di tingkat RTM Universitas. Para peserta—terdiri dari pengelola Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi, dan Dosen berinteraksi aktif melalui sesi tanya jawab, diskusi kelompok, dan refleksi atas kesiapan institusi masing-masing dalam menghadapi proses akreditas Kegiatan berlangsung dengan lancar dan kondusif. Diharapkan, melalui sosialisasi ini, seluruh program studi UT memperkuat upaya internalisasi standar mutu dan meningkatkan kapasitas untuk meraih akreditasi unggul. [Written by M. Rafy Zildan]  

Asesmen Mutu Internal (AMI) MPJJ di UT Pontianak : Lebih dari sekadar evaluasi, AMI adalah langkah nyata UT Pontianak untuk terus berkembang, berbenah, dan memberikan layanan terbaik bagi civitas akademika.

Universitas Terbuka (UT) Pontianak melaksanakan Asesmen Mutu Internal (AMI) Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (MPJJ) tahun 2025 di kantor UT Pontianak, Jl. Karya Bhakti, Akcaya, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78121. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 23 hingga 26 September 2025 dipimpin oleh Lead Asesor Drs. Jamaludin M.Si. bersama Asesor Deri Aswar, S.E., M.Ak. dan dilakukan Supervisi oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. Asesmen Mutu Internal ini diikuti oleh seluruh pegawai UT Pontianak dengan tujuan mengevaluasi efektivitas sistem manajemen pendidikan jarak jauh, mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, memastikan pemenuhan standar nasional dan akreditasi, serta meningkatkan kepuasan mahasiswa dan kualitas layanan. Selama asesmen, tim meninjau tiga area utama kebijakan UT Daerah yaitu Tata Kelola meliputi 2 aspek manajemen internal dan sumber daya. Pada Daya Jangkau meliputi 3 Aspek terdiri dari admisi dan registrasi, mahasiswa dan profil mahasiswa, serta pemasaran dan kerjasama. Untuk yang terakhir Kualitas Akademik meliputi 2 Aspek terdiri dari pembelajaran dan layanan bantuan belajar serta Asesmen hasil.  Hasilnya menunjukkan sebagian besar indikator berada pada level memuaskan dengan skor dominan 3 (cukup sesuai)serta masuk dalam penilaian memenuhi syarat kualitas cukup baik.

UT Pangkal Pinang Raih Predikat “Cukup Baik” dalam Asesmen Mutu Internal

Pangkal Pinang, 17 September 2025 – Universitas Terbuka (UT) melalui Kantor Penjaminan Mutu (KPM) kembali melaksanakan kegiatan Asesmen Mutu Internal (AMI) sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas layanan pendidikan jarak jauh. Kegiatan yang dilaksanakan di UT Pangkal Pinang ini menjadi langkah penting dalam memastikan mutu pendidikan tetap terjaga sesuai standar yang berlaku di seluruh UT Daerah. AMI kali ini dipimpin oleh Prof. Dr. Milwan, S.Sos., M.Si. selaku lead asesor bersama Pesi Suryani, M.Ak. sebagai asesor. Pihak yang dinilai (asesi) adalah UT Daerah Pangkal Pinang dengan Direktur Ir. Ida Zubaidah, M.A., Ed.D. Dalam asesmen yang mencakup 30 indikator mutu, tim asesor melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek tata kelola, daya jangkau, dan kualitas akademik. Hasilnya, UT Pangkal Pinang memperoleh skor 290,91 dan dinyatakan masuk dalam kategori “Memenuhi Persyaratan Kualitas/Cukup Baik.” Capaian ini menunjukkan sebagian besar indikator telah terpenuhi dengan baik, meskipun beberapa aspek masih perlu disempurnakan. Direktur UT Pangkal Pinang, Ir. Ida Zubaidah, menyampaikan apresiasinya. “Kami menyambut baik asesmen ini sebagai sarana refleksi untuk perbaikan berkelanjutan. Hasil dan rekomendasi dari asesor akan menjadi masukan berharga bagi kami untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan di UT Pangkal Pinang,” ujarnya. Sementara itu, Prof. Dr. Milwan selaku lead asesor menekankan pentingnya tindak lanjut dari hasil asesmen. “Hasil asesmen menunjukkan banyak capaian positif di UT Pangkal Pinang. Namun demikian, masih ada beberapa aspek yang perlu diperkuat, terutama dalam penyempurnaan dokumen pendukung dan kesesuaian implementasi standar mutu. Ini akan menjadi pijakan penting bagi perbaikan berkelanjutan,” tuturnya. Pelaksanaan AMI ini kembali menegaskan komitmen UT Pangkal Pinang dalam membangun budaya mutu dan menghadirkan pendidikan tinggi jarak jauh yang terbuka, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. Dengan tindak lanjut yang tepat, hasil asesmen ini diharapkan mampu memperkuat posisi UT sebagai perguruan tinggi terbuka yang terpercaya di Indonesia. [Written by Pesi Suryani]

Optimalisasi Layanan Pendidikan melalui AMI MPJJ 2025 di UT Serang

Serang, 25 September 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka melaksanakan kegiatan Asesmen Mutu Internal (AMI) Manajemen Pembelajaran Jarak Jauh (MPJJ) di UT Serang yang berlangsung pada 23 hingga 25 September 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan dan staf UT Serang. Tim Asesor pelaksanaan kegiatan AMI MPJJ UT Serang adalah Dra. Eko Kuswanti, M.Pd. dan Nyayu Miftahul Ilmiyyah, M.Si. Tujuan dari asesmen ini adalah untuk memastikan mutu penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh di UT Serang tetap terjaga sesuai standar penjaminan mutu yang berlaku. Palaksanaan asesmen berlangsung secara intensif dengan melibatkan jajaran pimpinan UT Serang, antara lain Direktur UT Serang Dr. Teguh Prakoso, S.Pd., M.Hum., Manajer Marketing dan Registrasi Darwin Effendi, S.Kom., Manajer Pembelajaran dan Ujian Rakhmini Juwita, S.E., M.Si., serta Kepala Subbagian Tata Usaha Arpan Dadi, S.E. Selain itu, tim Gugus Penjaminan Mutu (GPM) UT Serang juga turut hadir dalam pelaksanaan AMI. Direktur UT Serang, Dr. Teguh Prakoso, S.Pd., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa AMI MPJJ ini merupakan bagian penting dari upaya peningkatan mutu berkelanjutan. Hasil asesmen diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan agar layanan pendidikan di UT Serang semakin optimal dan berkualitas. Kegiatan AMI MPJJ diakhiri dengan penutupan pada 25 September 2025 yang ditandai dengan sesi refleksi, penyampaian hasil AMI, serta rekomendasi oleh Tim asesor. UT Serang berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil asesmen ini demi mewujudkan peningkatan mutu pembelajaran jarak jauh yang lebih baik di masa mendatang. [ditulis oleh Nyayu Miftahul Ilmiyyah].

Asesmen Lapangan Prodi MSL UT: Langkah Strategis Tingkatkan Mutu Akademik

Tangerang Selatan, 20 September 2025 – Universitas Terbuka (UT) sukses menyelenggarakan asesmen lapangan akreditasi Program Magister Studi Lingkungan pada Sabtu, 20 September 2025, bertempat di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., dan berlangsung dengan khidmat serta dihadiri jajaran pimpinan UT. Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain :              1.      Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. (Rektor Universitas Terbuka)             2.      Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si. (Wakil Rektor III)             3.      Dr. Subekti Nurmawati, M.Si. (Dekan Fakultas Sains dan Teknologi)             4.      Prof. Dr. Maman Rumanta, M.Si. (Direktur Sekolah Pascasarjana)             5.      Dr. Ake Wihadanto, S.E., M.T. (Sekretaris MWA)             6.      Dr. Muhammad Rif’an, S.T., M.T. (Direktur DSI)             7.      Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. (Kepala KPM)             8.      Prof. Dr. Ernik Yuliana, S.Pi., M.T. (Wakil Dekan I)             9.      Prof. Dr. Dewi Juliah Ratnaningsih, S.Si., M.Si. (Wakil Direktur I)             10.  Dr. A. Hadian Pratama Hamzah, S.IP., M.I.L. (Kaprodi MSL) Dalam sambutannya, Rektor UT menegaskan komitmen universitas dalam menjaga mutu pendidikan tinggi jarak jauh berbasis teknologi. “UT hadir untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kami berkomitmen menjaga kualitas melalui penjaminan mutu dan perbaikan berkelanjutan, sehingga UT dapat menjadi mitra strategis perguruan tinggi lainnya menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Prof. Ali Muktiyanto. Asesmen lapangan ini dihadiri oleh dua asesor BAN-PT, yaitu Prof. Dr. Ignasius Loyola Setyawan Purnama, M.Si., dan Prof. Ir. Eddy Setiadyi Soedjono, Dipl. S.E., M.Sc., Ph.D. Lead asesor BAN-PT menyampaikan apresiasi atas kesiapan UT. “Kami melihat upaya serius Universitas Terbuka dalam membangun sistem akademik yang terstandar dan akuntabel. Hal ini penting untuk memastikan kualitas pembelajaran jarak jauh yang dapat dipercaya oleh masyarakat,” ungkap Prof. Ignasius Loyola Setyawan Purnama. Proses asesmen meliputi verifikasi dan validasi terhadap kurikulum, sumber daya manusia, serta sarana pendukung pembelajaran. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam menjamin mutu akademik yang terstandar, sekaligus memperkuat komitmen UT terhadap sistem akreditasi nasional yang transparan dan berkelanjutan. Rangkaian asesmen ditutup secara resmi oleh Rektor UT. Diharapkan, Program Magister Studi Lingkungan dapat meraih hasil akreditasi terbaik, sehingga semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap kualitas layanan pendidikan jarak jauh yang diselenggarakan UT. [Written by M. Rafy Zildan]

Asesmen Mutu Internal sebagai Upaya Optimasi Peningkatan Kinerja dan Transparansi di Universitas Terbuka (UT) Bogor

Bogor, 11 September 2025 – Universitas Terbuka (UT) Bogor terus memperkuat komitmennya dalam menjaga mutu penyelenggaraan pendidikan jarak jauh melalui kegiatan Asesmen Mutu Internal (AMI) yang diselenggarakan pada 09 -10 Sepetember 2025 oleh Kantor Penjaminan Mutu (KPM). Langkah ini merupakan strategi untuk meningkatkan kinerja institusi sekaligus mewujudkan transparansi dalam tata kelola layanan akademik maupun non-akademik. Kegiatan asesmen ini dilaksanakan sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu internal berkesinambungan, sesuai dengan  kebijakan dan standar yang ditetapkan oleh UT Pusat dan regulasi pendidikan tinggi nasional. Melalui asesmen, UT Bogor berupaya optimalisasi memastikan setiap proses, mulai dari manajemen internal, sumber daya, pembelajaran, layanan administrasi, hingga dukungan mahasiswa, terlaksana secara efektif, efisien, dan terukur. Direktur-UT Bogor, Drs. Enang Rusyana, M.Pd., pada pembukaan asesmen menyampaikan bahwa AMI merupakan evaluasi formal dalam siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Penetapan (PPEPP) untuk menciptakan budaya mutu di lingkungan kampus. “Dengan asesmen mutu internal yang lebih terstruktur dan dijalankan secara sistematis, independen, serta terdokumentasi, kami ingin menghadirkan sistem yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan layanan mahasiswa. Hal ini sejalan dengan visi Universitas Terbuka sebagai institusi pendidikan tinggi terbuka, fleksibel, dan berkualitas,” ujarnya. Tim asesor terdiri dari 2 (dua) orang yakni  Drs.Yos Sudarso M.Pd (Lead Asesor), dan Editha Natalina Nababan,S.T.,M.Ak.(Asesor). Para asesor meninjau dokumen, mewawancarai pimpinan, dosen, dan staf, serta mengamati langsung implementasi kebijakan guna memastikan kesesuaian dengan standar mutu yang berlaku. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memperoleh bukti yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penilaian mutu. Fokus utama dari AMI sebagai  upaya optimasi peningkatan kinerja dan transparansi tahun ini mencakup: 1.       Evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas pembelajaran jarak jauh, 2.       Monitoring layanan administrasi akademik dan kemahasiswaan, 3.       Peningkatan keterbukaan informasi publik terkait hasil asesmen dan tindak lanjut perbaikan. Hasil asesmen yang diperoleh akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi strategis yang menjadi dasar perbaikan berkelanjutan. Dengan demikian, UT Bogor dapat terus meningkatkan kinerja, memberikan layanan prima, dan menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh.  Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka Bogor menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang bermutu, transparan, serta mampu menjawab tantangan era digital dan kebutuhan masyarakat luas.  (Editha Natalina Nababan,S.T.,M.Ak.)

Benchmarking UT–UNAND: Sinergi SDGs 17 untuk Peningkatan Berkelanjutan Penjaminan Mutu Internal dan Eksternal

Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka (KPM-UT) melaksanakan benchmarking ke Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Andalas. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal di Universitas Terbuka. Benchmarking berlangsung pada Senin, 1 September 2025 di Ruang Rapat LPM Universitas Andalas (UNAND). Tim KPM-UT dipimpin oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi M.Pd. didampingi Manajer Penjaminan Mutu Akademik, Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja S.E. M.Si. serta tiga anggota tim lainnya. Kedatangan Tim KPM-UT disambut dengan hangat oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UNAND, Prof. dr. Hardisman, M.HID., Dr.PH. Bersama Kepala Bagian SPMI, Prof. Denny Helard, S.T, M.T, Ph.D. Kepala Bagian SPME, Dr. Devi Analia, S.P., M.Si., Kepala Kantor, Fitriani, SH. dan Sekretaris  Lembaga Penjaminan Mutu, Dr. Elly Delfia, S.S., M. Hum. Dalam paparannya, Dr. Elly Delfia, S.S., M.Hum., selaku Sekretaris LPM UNAND, menjelaskan profil LPM dan berbagai aspek terkait Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) di UNAND. Prof. dr. Hardisman, M.HID., Dr.PH menegaskan bahwa UNAND terus memperkuat tata kelola mutu akademik dan manajemen risiko. LPM mengembangkan instrumen Audit Mutu Internal (AMI) dengan mengacu pada SN Dikti, ketentuan LAM, serta hasil evaluasi AMI sebelumnya. Fakultas dan program studi juga diberi ruang untuk memberikan masukan atas instrumen yang digunakan. Pendokumentasian mutu didukung oleh sistem berbasis teknologi informasi yang mengelola kebijakan, manual, standar, dan formulir SPMI secara terpusat. Padalevel fakultas, Gugus Penjaminan Mutu (GPM) menjadi perpanjangan tangan LPM, sementara di program studi fungsi serupa dijalankan oleh Gugus Kendali Mutu (GKM). Keduanya berperan dalam monitoring, evaluasi, dan pengendalian mutu akademik. Sementara itu, hal yang paling menarik dan menjadi masukan berharga untuk UT terkait pengelolaan risiko di UNAND. UNAND melakukan pengelolaan risiko melalui aplikasi SIMANIS, di mana setiap unit menginput risk register secara mandiri. Dalam implementasinya, Risk Owner bertanggung jawab mengidentifikasi risiko, sedangkan Risk Officer mengelola data pada aplikasi dengan koordinasi di bawah Sekretaris Universitas. Dengan langkah terintegrasi ini, UNAND memastikan sistem penjaminan mutu dan manajemen risiko berjalan lebih terstruktur, terdokumentasi, serta konsisten di seluruh unit kerja. Kegiatan benchmarking ditutup dengan pertukaran cenderamata antara KPM-UT dan LPM-UNAND, yang dilanjutkan dengan sesi foto Bersama. Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka berharap dapat mengadopsi praktik baik dari UNAND dalam pelaksanaan SPMI dan SPME. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam penerapan sistem penjaminan mutu, tetapi juga mencerminkan implementasi indikator SDG 17 – PARTNERSHIPS FOR THE GOALS https://sdgs.ut.ac.id/sdgs-17  tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Melalui kolaborasi ini, UT menunjukkan komitmen terhadap peningkatan berkelanjutan (continuous improvement) dalam memastikan mutu akademik, layanan, dan tata kelola universitas sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

Sinergi untuk Mutu: UT Belajar dan Berbagi Praktik Baik dengan UNP

Badan Penjamin Mutu Internal (BPMI) Universitas Negeri Padang (UNP) menerima kunjungan dari Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka (UT) dalam rangka benchmarking terkait Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Manajemen Resiko, Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 2 September 2025 di Ruang Sidang SPI, lt. 3 Rektorat UNP. Tim KPM-UT dipimpin oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi M.Pd. didampingi Manajer Penjaminan Mutu Akademik, Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja S.E. M.Si. serta tiga anggota tim lainnya. Kedatangan Tim KPM-UT disambut langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Internasional, Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si, M.Si. Bersama Kepala Badan Penjamin Mutu Internal (BPMI) Universitas Negeri Padang, Prof. Dr. Abna Hidayati, M.Pd. Kepala Divisi Akreditasi, Dr. Hansi Effendi, ST, M.Kom. Direktur Perencanaan Dan Manajemen Risiko, Yusrizal, S.Pd, M.Pd. Kepala Subdirektorat Manajemen Risiko, Sri Mulyani, S.Kom., M.Sc. dan Kepala Subbag. Umum, Hardiyanto, ST, M.CIO. Dalam kegiatan ini, Prof. Dr. Abna Hidayati, M.Pd., selaku Kepala BPMI UNP, menyampaikan bahwa Universitas Negeri Padang (UNP) telah menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara terstruktur mulai dari universitas, fakultas, hingga program studi dengan mengacu pada siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan Standar Mutu), serta didukung regulasi melalui Peraturan Rektor Nomor 06 Tahun 2022. Sri Mulyani, S.Kom., M.Sc., Kepala Subdirektorat Manajemen Risiko, menambahkan bahwa UNP menerapkan dua konsep risk register, yaitu top-down dan bottom-up, dengan penekanan pada arahan pengembangan agar unit kerja lebih mudah dalam implementasi. UNP juga mengembangkan sejumlah praktik baik dalam penjaminan mutu dan tata kelola risiko, antara lain pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) secara berkala dengan instrumen yang disusun berdasarkan indikator BAN-PT dan masukan dari unit kerja; sistem pendokumentasian SPMI berbasis teknologi informasi yang mengintegrasikan kebijakan, standar, prosedur, hingga laporan mutu agar lebih konsisten dan mudah diakses; serta pengelolaan risiko melalui panduan teknis, integrasi dengan perencanaan strategis, dan penyediaan indeks risiko lintas unit. Selain itu, survei kepuasan yang melibatkan mahasiswa, tenaga kependidikan, dan pemangku kepentingan eksternal rutin dilakukan sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan. Struktur kelembagaan penjaminan mutu diperkuat melalui Gugus Penjamin Mutu Internal (GPMI) di tingkat fakultas dan Unit Penjaminan Mutu Internal (UPMI) di tingkat program studi. GPMI yang dibentuk melalui SK Rektor berperan mengendalikan mutu di fakultas, sementara UPMI melaksanakan penjaminan mutu operasional di prodi, mulai dari menjabarkan dokumen mutu, melakukan monitoring dan evaluasi, hingga melaporkan hasil secara periodik. Dengan sistem dan struktur ini, UNP menegaskan komitmennya membangun budaya mutu yang sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan. Kegiatan benchmarking ditutup dengan pertukaran cenderamata antara KPM-UT dan LP2MP-UNDIP, yang dilanjutkan dengan sesi foto Bersama. Dengan adanya benchmarking ini, diharapkan dapat terjalin hubungan yang lebih erat antara UNP dan Universitas Terbuka dalam Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan dan Manajemen Resiko Universitas. UT mengapresiasi langkah UNP yang dinilai komprehensif dalam mengelola mutu akademik maupun non-akademik. Kegiatan benchmarking ini diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran pengetahuan, penguatan tata kelola mutu, serta mendorong peningkatan akreditasi nasional maupun internasional di kedua institusi.

Audit Internal SMKI ISO 27001:2022 Direktorat Sistem Informasi Universitas Terbuka Berjalan Sukses

Tangerang Selatan, 28 Agustus 2025 – Universitas Terbuka melalui Kantor Penjaminan Mutu (KPM) memfasilitasi Audit Internal Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) berbasis ISO 27001:2022. Audit yang merupakan bagian dari surveillance rutin ini menempatkan Direktorat Sistem Informasi (DSI) sebagai auditee untuk menilai efektivitas penerapan sistem manajemen keamanan informasi di lingkungan Universitas Terbuka. Audit dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas komitmen tim auditor dalam mendukung keberlangsungan tata kelola keamanan informasi di Universitas Terbuka. “Penerapan ISO 27001:2022 tidak hanya sekadar pemenuhan standar internasional, tetapi juga merupakan upaya berkelanjutan kita untuk menjaga integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan data institusi dan mahasiswa. Terima kasih kepada tim auditor yang telah bekerja secara profesional,” ujar Prof. Paken dalam sambutannya. Pelaksanaan audit berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 26 hingga 28 Agustus 2025, dengan ruang lingkup mencakup proses-proses utama yang berada di bawah Direktorat Sistem Informasi. Melalui audit internal ini, Universitas Terbuka berkomitmen menjaga tata kelola keamanan informasi yang andal, sekaligus memastikan kesesuaian dengan standar internasional ISO 27001:2022. Audit ini dipimpin oleh Lead Auditor Arif Purnomo Muji Basuki, S.Kom., bersama auditor internal Harisman Indra, S.T.,dan Editha Natalina Nababan, M.Ak., Tim juga diperkuat oleh dua auditor magang, Yogie Bagas Pambagyo, S.T., dan Ibnu Abdul Haris, S.Kom. Selain itu, jalannya audit turut didampingi oleh auditor eksternal dari PT Lemti Unindo Inovasi. Tim auditee yang hadir meliputi Direktur DSI Dr. Muhammad Rif’an, S.T., M.T., Kepala Subdirektorat Pengamanan dan Audit Sistem Informasi DSI Agung Wicaksono, S.Kom., Kepala Subdirektorat Pengembangan Sistem Informasi DSI Deni Rudiana Aprizal, S.Kom., Kepala Subdirektorat Operasi DSI Iwan Susanto, S.Kom., M.T.I., dan juga beberapa staf DSI.  Selama proses audit, tim auditor meninjau dokumentasi, kebijakan, prosedur, serta efektivitas kontrol keamanan informasi yang telah diterapkan. Audit ini juga merupakan bagian dari evaluasi berkelanjutan untuk memastikan kesesuaian sistem dengan persyaratan ISO 27001:2022 sekaligus mendorong peningkatan berkelanjutan (continuous improvement). Audit internal resmi ditutup pada 28 Agustus 2025 dengan pemaparan temuan dan rekomendasi perbaikan yang bersifat membangun. Direktorat Sistem Informasi (DSI) menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti hasil audit sebagai langkah nyata dalam memperkuat sistem keamanan informasi di Universitas Terbuka. (Written By Yogie Bagas Pambagyo)