Universitas Terbuka melakukan Audit Eksternal (surveillance) ISO 27001:2022

Dalam rangka pemantauan atau pengawasan terhadap penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) yang telah tersertifikasi pada tahun sebelumnya, Universitas Terbuka melalui Direktorat Sistem Informasi melakukan Audit Eksternal (surveillance) Sistem Manajemen Keamanan Informasi ISO 27001:2022 bekerja sama dengan BSI Group. Proses audit eksternal dimulai pada Senin, 29 September 2025 di Gedung Prof. Setijadi, Universitas Terbuka, dan dilanjutkan dengan audit daring hingga 1 Oktober 2025. Audit berlangsung selama tiga hari, dengan satu hari visitasi langsung dan dua hari audit secara daring. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si., didampingi oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., serta para pimpinan Direktorat Sistem Informasi dan Kantor Penjaminan Mutu. Dalam sambutanya Prof. Paken menekankan pentingnya konsistensi pada layanan UT khususnya di bidang manajemen kemanan informasi yang menjadi backbone proses bisnis dan layanan Universitas Terbuka. Audit eksternal dilaksanakan oleh Bapak Abraham Wahyu Kurniawan dengan supervisi Ibu Aisha Elfa dari PT BSI Group Indonesia. Pada kesempatan ini, tim auditor menegaskan bahwa fokus audit adalah menilai operasional dan efektivitas layanan dalam menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi sesuai dengan standar SMKI. Tujuan utama surveillance adalah memastikan Universitas Terbuka senantiasa mematuhi dan memelihara standar SMKI yang telah tersertifikasi, sehingga sertifikasi ISO 27001:2022 tetap valid, kredibel, dan berkelanjutan.
KPM UT Menyelenggarakan Workshop Finalisasi Penyusunan Self-Assessment Report (SAR) untuk Sertifikasi Internasional ICDE 2026

Bogor, 30 September 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) sukses menyelenggarakan Workshop Finalisasi Penyusunan Self-Assessment Report (SAR) ICDE 2026 pada 29–30 September 2025. Kegiatan ini menjadi langkah strategis UT dalam mempersiapkan diri menuju sertifikasi internasional dari International Council for Open and Distance Education (ICDE) tahun 2026. Workshop yang berlangsung di UT Bogor pada hari pertama dan dilanjutkan di Hotel Ibis Styles Bogor Raya pada hari kedua ini dihadiri oleh tim penyusun SAR yang terdiri dari para pimpinan fakultas, pusat, dan staf terkait. Acara dibuka dengan laporan progres penulisan SAR, dilanjutkan dengan paparan mengenai mekanisme penulisan SAR ICDE 2026 dan “Actions Taken” oleh Prof. Dr. Lidwina Sri Ardiasih, S.Pd., M.Ed. dan Ir. Kristanti Ambar Puspitasari, M.Ed., Ph.D. Selain sesi materi, peserta melakukan kerja mandiri, finalisasi Self-Assessment Report (SAR), serta diskusi virtual bersama Torunn Gjelsvik dari ICDE yang membahas detail teknis seperti template SAR, jadwal penandatanganan kontrak, mekanisme site visit, hingga pembayaran registrasi. Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada kompilasi enam kriteria utama SAR dan finalisasi dokumen pendukung sebelum penutupan. Manajer Penjaminan Mutu Akademik menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai wujud kesiapan UT di kancah global. “Penyusunan SAR ICDE 2026 bukan hanya soal memenuhi standar, tetapi juga refleksi atas capaian UT dalam menyediakan pendidikan tinggi jarak jauh yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global,” ujarnya. Setelah pelaksanaan workshop ini, UT menargetkan submit SAR ICDE pada bulan Desember 2025. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UT semakin menegaskan komitmennya untuk membangun budaya mutu dan inovasi dalam pendidikan jarak jauh. Hasil workshop ini diharapkan memperkuat posisi UT dalam proses akreditasi internasional sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan terbuka dan jarak jauh di Indonesia. [Written by Pesi Suryani]
Upaya Peningkatan Kesadaran Manajemen Risiko di Lingkungan UT Melalui Awareness ISO 31000:2018

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan penerapan manajemen risiko di lingkungan Universitas Terbuka, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) menyelenggarakan kegiatan pelatihan Awareness ISO 31000:2018 Manajemen Risiko pada hari Kamis, 24-25 Juli 2025. Kegiatan yang dilangsungkan secara daring dan luring ini dilakukan di Gedung Serbaguna Lantai 2 Universitas Terbuka dan melalui Zoom Meeting. Tujuan pelatihan ini, selain memberikan pemahaman terkait manajemen risiko, juga memberikan awareness atau kesadaran penuh dari para peserta terkait pentingnya manajemen risiko di unit masing-masing. Pelatihan ini menghadirkan Bp. Ichsan Setiadi, narasumber profesional dari British Standards Institution (BSI), yang merupakan lembaga internasional terkemuka yang bergerak di bidang standarisasi dan sertifikasi. Materi pelatihan yang disampaikan bersifat komprehensif dan aplikatif mengenai prinsip, kerangka kerja, serta penerapan proses manajemen risiko berbasis standar ISO 31000:2018, yang memberikan kerangka kerja dan prinsip untuk mengelola risiko secara sistematis, transparan, dan kredibel di dalam semua jenis organisasi, besar maupun kecil, publik maupun privat. Kegiatan pelatihan ini dibuka oleh Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., dan diikuti oleh berbagai pejabat dan staf dari seluruh unit kerja di lingkungan UT. Para peserta yang hadir secara luring antara lain Manajer Pengembangan, Pengendalian Mutu, dan Manajemen Risiko pada KPM, Manajer Penjaminan Mutu Akademik pada KPM, para Wakil Dekan Bidang Akademik seluruh fakultas, Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan pada Sekolah Pascasarjana, para Kasubbag Tata Usaha dan Asisten Manajer Tata Usaha pada kantor, lembaga, direktorat, dan pusat, dan unit-unit operasional lainnya, para asesor dan lead asesor, serta tim ICT. Sementara itu, peserta yang hadir secara luring adalah para Direktur dan Manager dari seluruh UT Daerah. Pelatihan ini memberikan wawasan yang luas dan mendalam mengenai cara mengelola risiko, mulai dari penentuan isu, penetapan pihak-pihak terkait, analisis kebutuhan dan harapan pihak-pihak terkait, serta pemetaan risiko, peluang, dan upaya tindak lanjut yang diperlukan. Para peserta sangat antusias menyimak pemaparan materi pelatihan yang diberikan dan banyak berpartisipasi dalam sesi diskusi di akhir sesi pelatihan. Besar harapan para peserta pelatihan agar manajemen risiko dapat segera diimplementasikan pada unit masing-masing. Melalui pelatihan ini, seluruh peserta dapat menyadari dan memahami pentingnya manajemen risiko sebagai bagian integral dari sistem penjaminan mutu dan tata kelola organisasi. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam meningkatkan budaya mutu dan kesiapan Universitas Terbuka dalam menghadapi risiko dan dinamika perubahan di dunia pendidikan tinggi, serta menjadi bagian dari komitmen Universitas Terbuka untuk terus mengembangkan tata kelola yang unggul, adaptif, dan berkelanjutan.[written by: Sakina Nursarifa Tantri]
Persiapkan ICDE Quality Review, KPM menyelenggarakan penyusunan Self Assesment Report (SAR) ICDE Tahap I

Universitas Terbuka, 27 Mei 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan kegiatan Workshop Penyusunan Self-Assessment Report (SAR) ICDE Tahap 1, bertempat di lantai dasar ruang Mahoni Wisma 3. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 09.00 hingga pukul 16.30 WIB. Kegiatan workshopini dibuka oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. selaku Kepala Kantor Penjaminan Mutu dan dihadiri oleh Manajer Penjaminan Mutu Akademik, para Asesor internal di KPM serta seluruh anggota tim penyusun SAR ICDE Tahun 2026. Hal yang menjadi fokus dalam kegiatan workshop penyusunan SAR ini adalah para tim penyusun menindaklanjuti action taken recommendation dari rumusan action plan recommendation dan kemudian akan menjadi bahan untuk dilakukan pemetaan atas kebutuhan data dan dokumen pendukung serta penyusunan SAR ICDE tahun 2026. Dalam kegiatan diskusi para tim Penyusun SAR menyampaikan pendapatnya dan memberikan masukan atas hasil action plan recommendation ke dalam bentuk action taken recommendation dan memetakan kebutuhan data dan dokumen dalam bentuk list sebagai sumber data yang mendukung penyusunan SAR ICDE tahun 2026. Ibu Dr. Tuti Purwoningsih, S.Pd., M.Sc. dan Ibu Irla Yulia, M.Si., hadir mewakili tim penyusun SAR untuk kriteria Course Design memberikan tanggapan dan masukan atas hasil action plan dan action taken recommendation menyusul kemudian di sesi selanjutnya Ibu Kurnia Endah Riana, S.E., M.Com., turut menyampaikan tanggapan dan pendapatnya untuk kriteria Course Design, Ibu Mailani Hamdani, S.E., M.Si. memberikan tanggapan dan pendapatnya mengenai action taken recommendation untuk kriteria Staff Support dan ibu Astri Dwi Jayanti Suhandoko, M.Ed., Ph.D. juga memberikan masukan, tanggapan dan pendapatnya untuk action taken recommendation kriteria bagian Course Delivery. Melalui kegiatan workshop ini, UT dan KPM kembali menegaskan komitmennya dalam rangka mewujudkan continuous improvement guna meningkatkan standar mutu pendidikan jarak jauh, memperluas rekognisi dalam skala internasional, serta memberikan layanan pendidikan berkualitas tinggi.(ditulis oleh: Nisa Permata Basti)
Perkuat Kesiapan, KPM Gelar Pembahasan Awal Penyusunan SAR ICDE 2026

Universitas Terbuka, 28 April 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) mengadakan kegiatan Pembahasan Template dan Timeline Self-Assessment Report (SAR) ICDE bertempat di Ruang Sidang KPM, Gedung DAAK Lantai 2. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang krusial dalam upaya UT memperoleh sertifikasi dari International Council for Open and Distance Education (ICDE) pada tahun 2026. Akreditasi ICDE merupakan salah satu pengakuan internasional bergengsi di bidang pendidikan jarak jauh, yang tidak hanya akan memperkuat posisi UT di kancah global, tetapi juga meningkatkan kepercayaan stakeholders terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan di UT. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala KPM, Manajer Penjaminan Mutu Akademik, serta seluruh anggota tim Penyusun Self-Assessment Report (SAR) ICDE 2026. Dalam arahannya, Kepala KPM, Prof. Imam, menegaskan pentingnya ketepatan waktu dan kualitas dalam penyusunan dokumen SAR. Berdasarkan arahan dari ICDE, Self-Assessment Report harus diserahkan paling lambat 31 Desember 2025. Initial meeting dengan pihak ICDE dijadwalkan sebelum 15 Februari 2026, penandatanganan kontrak antara UT dan ICDE harus dilaksanakan sebelum 20 Maret 2026, dan proses review oleh tim ICDE akan berlangsung antara Mei hingga Agustus 2026. “Kita targetkan akhir Oktober 2025 semua dokumen SAR sudah selesai. Ini membutuhkan kerja sama yang solid, pemahaman mendalam terhadap standar ICDE, dan kedisiplinan dalam mengikuti timeline,” ujar Prof. Imam. “Semakin rapi dan tepat waktu kita bekerja, semakin besar peluang UT untuk mendapatkan hasil terbaik.” Pada sesi diskusi, salah satu anggota tim penyusun SAR ICDE, Pak Ake, menekankan pentingnya keterkaitan tema SAR dengan arah strategis universitas. “Tema penyusunan SAR harus selaras dengan RPJP atau Renstra UT. Minimal kita harus siapkan tiga sampai empat tema yang relevan, dan semua anggota tim wajib memahami isi RPJP atau Renstra lima tahun ke depan. RPJP ini dapat diunduh di website UT,” jelas Pak Ake. Selama pembahasan, tim juga mendiskusikan struktur template SAR yang akan digunakan, pembagian tugas antaranggota, serta jadwal teknis untuk review dan finalisasi dokumen. Dengan pemahaman yang sama dan komitmen tinggi dari seluruh tim, KPM optimis dapat menyelesaikan penyusunan SAR sesuai target. Melalui kegiatan ini, UT kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan standar mutu pendidikan jarak jauh, memperluas pengakuan internasional, serta memberikan layanan pendidikan berkualitas tinggi bagi seluruh masyarakat di Indonesia dan dunia. [Written by Pesi Suryani]
Menuju Universitas Kelas Dunia: UT Menerima Sertifikat Kualitas Internasional ke-5 dari ICDE saat ICDE Leadership Summit 2024 di Jenewa – Swiss

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK), termasuk kecerdasan buatan (AI), sektor pendidikan harus beradaptasi dengan cepat. International Council for Open and Distance Education (ICDE), sebuah organisasi global terkemuka yang didedikasikan untuk menyediakan pendidikan berkualitas bagi semua, menyelenggarakan ICDE Leadership Summit 2024 dari 5-7 Juni di Jenewa, Swiss, sebuah kota global, pusat keuangan, dan pusat diplomasi dunia. Tema konferensi Tingkat tinggi (KTT) ini, “Ethical Leadership in the Age of AI: Rethinking Futures of Education,” menekankan pentingnya kepemimpinan etis di tengah perkembangan AI. Acara ini mempertemukan para pemimpin dari institusi pendidikan tinggi jarak jauh (DHEI) di seluruh dunia, termasuk Direktur Kebijakan dan Pembelajaran Sepanjang Hayat UNESCO, pimpinan ICDE, dan pejabat pemerintah. Acara ini menjadi panggung penting bagi para pemimpin DHEI untuk membahas tantangan dan peluang terkait AI dalam pendidikan. KTT ini bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi tentang etika terkait AI dalam pendidikan tinggi yang akan membentuk masa depan pendidikan. Presiden ICDE Dr. Mark Nichols secara resmi membuka acara tersebut, yang menampilkan 11 pembicara utama dan sekitar 100 peserta dari berbagai institusi. Selain itu, beberapa sesi panel diadakan setiap hari. Salah satu pembicara yang menonjol adalah Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., yang mempresentasikan tentang “Technological Infrastructures for Access, Diversity, Equity, and Inclusion at Universitas Terbuka.” Beliau juga berbicara dalam sesi panel bersama dengan dua panelis lainnya tentang “Prinsip Etis untuk Implementasi Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan.” Pada 6 Juni 2024, Prof. Ojat, didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Direktur Sekolah Pascasarjana, Staf Ahli Rektor, dan Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Urusan Internasional, menerima Certificate of Completion for ICDE Quality Review 2023. Sertifikat ini diberikan oleh Dr. Mark Nichols sebagai Presiden ICDE, Dr. Torunn Gjelsvik sebagai Sekretaris Jenderal, dan Prof. Dr. Ebba Ossianilson dan Prof. Dr. KC Li as quality reviewers. Sertifikat ini menegaskan dedikasi UT terhadap pendidikan berkualitas dan pengembangan di semua sektor agar sesuai dengan standar internasional.
ICDE Kawal UT Menjaga Kualitas Layanan PTJJ Berstandar Internasional

Dalam upaya menjaga kewibawaan akademik dan menghasilkan pendidikan berkualitas, Universitas Terbuka (UT) terus melakukan perbaikan dan peningkatan standar penyelenggaraan Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTTJJ) skala internasional sejak tahun 2005. Dalam hal ini, UT secara berkala dan berkelanjutan berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan untuk menjadi lembaga penyelenggara Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang unggul. Salah satu langkah penting yang diambil UT untuk meningkatkan dan menjamin kualitas layanan pendidikan adalah dengan mengundang quality reviewers dari the International Council for Open and Distance Education (ICDE). Pada tahun ini, UT telah melakukan review kualitas untuk kali kelima oleh ICDE setelah sebelumnya dilakukan pada tahun 2005, 2010, 2016, dan 2019. Tim reviewer dari ICDE tahun ini terdiri dari Prof. Ebba Ossiannilsson (Chair of the ICDE OER Advocacy Committee and ICDE OER Ambassador for Global Advocacy, Sweden), Prof. Morten Flate Paulsen (The Norwegian of Science and Technology dan Former ICDE Secretary General), dan Prof. Kam Cheong Li (Dean of School of Open Learning at Hong Kong Metropolitan University). Para quality reviewers dari ICDE tersebut akan memastikan seluruh proses bisnis penyelenggaraan pendidikan jarak jauh UT mulai dari proses rekrutmen, pengembangan bahan ajar, layanan pembelajaran, asesmen, hingga sistem manajemen kelembagaan PTJJ UT sesuai standar internasional. ICDE sangat menekankan pentingnya penjaminan kualitas pendidikan tinggi dalam sistem Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ). Review kualitas yang dilakukan oleh ICDE bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung kualitas lembaga pendidikan terbuka dan jarak jauh. Proses review kualitas yang dilakukan oleh ICDE di UT melibatkan berbagai pihak, termasuk pimpinan UT (rektorat, fakultas/sekolah pascasarjana, program studi, dan kepala unit lainnya) di kantor UT Pusat dan kantor UT Daerah, serta melibatkan mahasiswa, alumni, dan tutor. Review dilaksanakan selama lima hari di Kantor UT Pusat dan Kantor UT Daerah di Jambi, Bandung, dan Malang, pada tanggal 17-21 Juli 2023. Dalam membuka acara Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., Rektor UT menyampaikan tema Visitasi ICDE Quality Review tahun 2023 kali ini yaitu “Transforming for Greater Autonomy in the New Indonesia’s Distance Higher Education Competitive Environment”. “Tahun ini merupakan kegiatan ICDE review yang kelima, setelah 2005, 2010, 2016, dan 2019. Hal ini menandakan bahwa Universitas Terbuka selalu menjadikan Penjaminan Kualitas Pendidikan institusi selalu seiring dengan standar terbaik yang disepakati oleh konsorsium pendidikan jarak jauh (PJJ) internasional,” ujar Pak Rektor. Prof. Ojat menambahkan, setelah UT menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), terdapat tantangan besar yang dihadapi sebagai perguruan tinggi negeri jarak jauh di Indonesia. UT bertekad untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, UT juga dipercaya oleh pemerintah untuk meningkatkan jumlah 1 juta mahasiswa sebagai langkah untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi masyarakat Indonesia di berbagai pelosok tanah air. UT juga dipercaya menjadi ketua konsorsium Indonesia Cyber Education (ICE) Institute sebagai lokapasar digital mata kuliah daring berkualias yang disediakan mitra-mitra PTN dan PTS terkenal di Indonesia. Dengan kolaborasi yang kuat antara UT dan ICDE, diharapkan layanan pendidikan terbuka jarak jauh semakin maju dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Sambutan awal disampaikan oleh Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D., Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi melalui zoom. Beliau menekankan bahwa UT saat ini adalah PTN-BH, yakni memiliki otonomi dalam hal pengelolaan layanan pendidikan dan juga keuangan, sehingga menjadi sangat penting bagi UT untuk bisa mendapatkan masukan dari para reviewer untuk penyelenggaraan kampus PJJ dengan status PTN BH. Kementerian Dikbud Ristekdikti selalu mendukung rekognisi internasional dan masukan dari konsorsium Pendidikan Jarak jauh (PJJ) internasional untuk meningkatkan kualitas dan layanan pendidikannya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan aspek Penjaminan Kualitas untuk Pendidikan untuk dapat meningkatkan kualitas ilmu seluruh mahasiswanya, agar bisa menjadi lulusan yang bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, serta solusi atas berbagai permasalahan yang dimiliki bangsa ini. Prof. Nizam pun sangat mengapresiasi seluruh upaya yang dilakukan oleh Universitas Terbuka agar bisa menjadi kampus PJJ dengan visi menjadi pelopor kampus PJJ terbaik dalam skala dunia. Terkait peningkatan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi, Prof. Nizam menyampaikan hal sejalan dengan ulasan Prof. Ojat. “Akses kuliah PTJJ seperti yang dilakukan UT, membuka kesempatan masyarakat khususnya para generasi muda yang mengalami hambatan geografis untuk bisa kuliah secara berkulitas,” ujar Prof. Nizam. Prof. Ebba Ossiannilsson dalam sambutannya sangat mengapresiasi undangan dari Universitas Terbuka dalam kegiatan Quality Reviewers pada ICDE 2023, dimana beliau sudah lima kali bertugas sebagai reviewer, dan dari setiap kunjungan yang dilakukan, beliau sangat menikmati keindahan kampus Universitas Terbuka dengan nuansa alam dan taman lingkungan di dalam kampus. Berdasarkan pengalaman ICDE Quality Review sebelumnya, didapat kesan bahwa seluruh dosen, pegawai, manajer, dan pengelola yang bekerja di Universitas Terbuka sudah menerapkan kaidah-kaidah kampus PJJ dan sangat menjiwainya, dimulai “dari tangan, hati, hingga kepala”. Prof. Ebba menantikan kolaborasi dengan Universitas Terbuka untuk dapat bekerja sama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pengelolaan institusi PTTJJ hingga dapat mendapatkan rekognisi internasional dan menjangkau mahasiswa dari luar negeri. Prof. Morten Flate Paulsen dan Prof. Kam Cheong Li pun menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada ICDE untuk dapat mereview berbagai layanan di UT. Prof. Morten saat bertemu tim media menyampaikan, setelah Pandemi Covid-19, memang ada tantangan PTJJ karena perguruan tinggi konvensional pun memanfaatkan teknologi digital. “Karakteristik UT dibanding PT konvensional adalah UT terbuka bagi semua orang untuk kuliah, termasuk bagi para pekerja, ibu rumah tangga, dan kelompok disabilitas yang tidak mungkin kuliah di PT konvensional, bisa kuliah di UT. Lewat PTJJ bisa terlayani,” jelas Prof. Morten. Sementara Prof. Kam Cheong Li menyampaikan ke media dari aspek lain. Beliau mengapresiasi tentang komitmen UT yang bersungguh-sungguh menunjukkan pada kualitas internasional. “Sebagai salah satu universitas terbuka di Asia, kualitas layanan UT terus meningkat,” papar Prof. Kam Cheong Li. Hal ini sejalan dengan paparan akhir Prof. Ojat saat menutup presentasi terkait upaya UT untuk menjamin kualitas proses penyelenggaraan PTJJ. “Kualitas adalah pilar terpenting UT dan akan terus dipertahankan untuk ke depannya,” tegas Pak Rektor. Dengan adanya review yang dilakukan oleh lembaga internasional seperti ICDE, UT terus berupaya meningkatkan kualitasnya hingga menjadi lembaga pendidikan terbuka jarak jauh yang berkualitas dunia. Hal ini merupakan perwujudan dari komitmen UT dalam menjaga kewibawaan akademik yang semakin kuat. UT sebagai penyelenggara pendidikan tinggi dan jarak jauh sangatkah memberikan akses kuliah berkualitas bagi seluruh masyarakat