Universitas Terbuka (UT) Tunjukkan Komitmen Kuat pada Pembangunan Berkelanjutan di GSDC 2026 dan Catat Lompatan Peringkat di THE Impact Ratings 2026

TANGERANG – Universitas Terbuka (UT) kembali mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi terdepan dalam agenda keberlanjutan global dengan berpartisipasi aktif dalam momentum Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 di Jakarta. Keterlibatan ini bertepatan dengan lonjakan prestasi UT yang luar biasa pada pemeringkatan Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2026 tingkat global. Keterlibatan langsung UT dalam kongres global ini disorot secara menonjol melalui partisipasi Dr. Kurnia Indah Riana, Sekretaris Universitas Terbuka. Pada tanggal 22 Juni 2026, di ajang GSDC tersebut, Dr. Riana mewakili UT dengan memberikan pemaparan bertajuk “Let’s collaborate for inclusive, quality higher education” pada sesi SDG Showcase di Impact Stage. Pemaparan ini menggarisbawahi misi utama UT dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif, fleksibel, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Sejalan dengan kiprah global tersebut, UT juga menorehkan pencapaian bersejarah dalam THE Impact Ratings 2026. Peringkat UT secara gemilang berhasil melesat ke posisi 801–1000 dunia, naik signifikan dari rentang posisi 1001–1500 pada tahun 2025. Lonjakan peringkat ini turut diikuti dengan peningkatan skor keseluruhan dari 51,8 menjadi 56,9, yang sekaligus menegaskan bahwa UT telah sukses melampaui target Rencana Strategis (Renstra) perguruan tinggi. Evaluasi THE Impact Ratings 2026, yang menilai 1.603 universitas dari 116 negara dan wilayah, menyoroti komitmen total UT terhadap seluruh aspek pembangunan berkelanjutan. Tahun ini, tingkat partisipasi UT meningkat drastis dengan mengikuti dan dievaluasi pada seluruh 17 Sustainable Development Goals (SDGs) secara penuh, sebuah ekspansi masif dari yang sebelumnya hanya berpartisipasi di 5 SDGs pada edisi tahun 2025. Komitmen komprehensif ini tercermin dari lima pilar kategori dengan perolehan skor tertinggi (Top Scorers) yang berhasil diraih oleh UT di tahun 2026: Pencapaian luar biasa yang menempatkan UT pada posisi terbaik di SDG 16 menegaskan dedikasi universitas terhadap tata kelola kelembagaan yang kuat, akuntabilitas, transparansi, serta konsistensi dalam membangun kepercayaan publik. Sementara itu, kekuatan pada SDG 4 sangat relevan dengan jati diri UT sebagai perguruan tinggi jarak jauh (PTJJ) perintis yang adaptif dalam menjangkau masyarakat tanpa sekat batasan ruang maupun waktu. Keberhasilan UT di THE Impact Ratings 2026 serta perannya di ajang GSDC membuktikan bahwa kampus ini tidak sekadar berpartisipasi dalam wacana keberlanjutan global, melainkan telah mengambil langkah nyata terukur untuk memberikan dampak positif ke tengah masyarakat luas. UT akan terus mendefinisikan ulang makna ekosistem pendidikan masa depan menjadi institusi yang responsif yang hadir mendekat untuk memberdayakan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Maju.

KPM Universitas Terbuka Matangkan Persiapan Akreditasi Prodi

TANGERANG SELATAN — Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) menggelar rapat koordinasi strategis guna membahas Progress Persiapan Pengajuan Akreditasi Program Studi pada hari Senin, 20 Juli 2026. Bertempat di Ruang Sidang KPM Lantai 2, Gedung DAAK Kantor UT Pusat Pondok Cabe, pertemuan ini dipimpin langsung oleh Kepala KPM UT, Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., undangan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan bidang akademik di tiap fakultas, para pengelola dan perwakilan dari rogram studi, dan tim Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Akademik. Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis dan krusial dalam menyelaraskan pemahaman terkait pengalihan proses akreditasi beberapa program studi dari BAN-PT ke Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) sesuai rumpun keilmuan masing-masing. Dalam diskusi pembahasan tersebut, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) dipastikan dialihkan ke LAM DEPILLAR, sementara Program Studi Pariwisata akan memproses akreditasinya melalui LAM Wisata. Prof. Imam mengingatkan agar setiap tim prodi menetapkan tenggat pengunggahan dokumen maksimal enam bulan sebelum masa berlaku akreditasi berakhir demi menjaga kepastian dan kelancaran proses penilaian. Menyesuaikan Keunikan PJJ dan Solusi Fasilitas di Daerah Salah satu yang menjadi fokus diskusi yang mengemuka dalam rapat ini adalah strategi penyesuaian karakteristik Sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dengan kriteria penilaian lembaga akreditasi. Pihak KPM menekankan pentingnya menyampaikan keunikan dan spesifikasi model PJJ secara langsung kepada masing-masing LAM agar proses evaluasi dapat berjalan objektif. Menjawab tantangan pemenuhan fasilitas laboratorium dan sarana praktikum—seperti yang disyaratkan pada rumpun LAM INFOKOM maupun LAMSAMA—UT menyiasatinya dengan mendorong UT Daerah/UPBJJ membangun kerja sama strategis bersama perguruan tinggi setempat di berbagai wilayah. Langkah ini memastikan mahasiswa di daerah tetap mendapatkan akses fasilitas praktikum yang memadai. Selain itu, guna memenuhi ketentuan LAM WISATA, UT juga siap memfasilitasi pembentukan Industrial Board of Directors demi menguatkan keterlibatan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) dalam penerapan Tridarma Perguruan Tinggi. Target Predikat “Unggul” dan Penguatan Asosiasi Profesi Dalam rapat ini, sejumlah langkah aksi konkret untuk masing-masing program studi turut dirumuskan: Di samping target teknis prodi, Prof. Imam mengimbau seluruh pengelola prodi dan para dosen/asesor untuk lebih proaktif terlibat dalam asosiasi profesi nasional. Keaktifan ini dinilai penting agar suara, aspirasi, serta sistem pembelajaran PJJ semakin dipahami dan diperhitungkan di tingkat nasional. Komitmen Pendampingan Mutu Berkelanjutan Menutup rangkaian rapat, Kepala KPM menegaskan pentingnya konsistensi serta sinkronisasi data antara Data Kuantitatif Program Studi (DKPS) dan narasi Laporan Evaluasi Diri (LED). Tim KPM menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan intensif berlandaskan pada siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Melalui sinergi lintas unit ini, Universitas Terbuka optimistis seluruh target peningkatan mutu dan status akreditasi program studi dapat tercapai dengan hasil optimal dan terbaik. [Written By Muhammad Rafy Zildan S. E.]