KPM UT Bahas Persiapan Implementasi Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 4.1

Universitas Terbuka (UT) melalui Kantor Penjaminan Mutu (KPM) menyelenggarakan rapat pembahasan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 4.1 dari BAN-PT pada Kamis, 12 Maret 2026, di Ruang Rapat Meranti, Wisma III. Rapat ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Kerjasama, dan Bisnis. Rapat ini dipimpin oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd. ini secara khusus membahas implementasi indikator dan kriteria penilaian dalam IAPT 4.1 sesuai Peraturan BAN-PT Nomor 35 Tahun 2025, yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Dalam bidang pendidikan, pembahasan menitikberatkan pada capaian kompetensi lulusan, termasuk kepemilikan sertifikasi profesional, pengembangan karier, kontribusi inklusif, serta adaptasi global. Target yang ditetapkan antara lain minimal 30% lulusan memiliki sertifikasi atau menunjukkan peningkatan karier serta keterlibatan dalam aktivitas global. Pada bidang penelitian, yang menjadi isu dalam rapat adalah menyoroti pentingnya keterlibatan lulusan dalam riset kolaboratif, relevansi penelitian terhadap kebutuhan industri, serta pemanfaatan teknologi digital seperti big data. Selain itu, peningkatan jumlah lulusan yang berkarier di lembaga riset maupun memperoleh penghargaan penelitian juga menjadi perhatian. Sementara itu, dalam bidang PKM, pembahasan difokuskan pada kontribusi lulusan melalui inovasi berbasis teknologi, keterlibatan dalam program pemberdayaan masyarakat, serta penciptaan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Rapat juga membahas indikator penilaian lain, seperti penguatan data tracer study sebagai dasar evaluasi capaian lulusan. Berdasarkan data tracer study tahun 2023–2025, tingkat partisipasi program studi menunjukkan dinamika, yaitu sebesar 24,76% pada tahun 2023, meningkat menjadi 50,59% pada tahun 2024, dan kembali menurun menjadi 39,83% pada tahun 2025. Hal ini menjadi perhatian dalam upaya peningkatan kualitas dan konsistensi pengumpulan data tracer study ke depan. Selain itu, analisis terhadap penurunan mahasiswa baru, prestasi mahasiswa, serta tingkat keterserapan lulusan dalam dunia kerja menjadi bagian penting dalam evaluasi kinerja perguruan tinggi sesuai indikator IAPT 4.1. Melalui pembahasan ini, UT berkomitmen untuk memastikan kesiapan institusi dalam memenuhi standar akreditasi terbaru sekaligus meningkatkan kualitas lulusan yang kompeten dan berdaya saing global. [Written by Muhammaf Rafy Zildan S.E]
Enam Program Studi UT Raih Akreditasi Unggul, FKIP Dominasi dan Ilmu Pemerintahan Cetak Sejarah

Universitas Terbuka (UT) kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui hasil asesmen lapangan program studi tahun 2026, di mana 6 (enam) program studi berhasil meraih predikat Unggul dari berbagai Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Adapun lembaga akreditasi yang terlibat dalam capaian ini meliputi Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA), serta Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK), yang masing-masing melakukan penilaian sesuai dengan bidang keilmuan program studi. Program studi yang memperoleh predikat Unggul tersebut meliputi Pendidikan Kimia , Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Bahasa Inggris dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Statistika dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta Ilmu Pemerintahan dari Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP). Dari capaian tersebut, FKIP menjadi fakultas dengan jumlah program studi Unggul terbanyak, dengan 4 (empat) program studi yang berhasil meraih predikat tertinggi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Sementara itu, Program Studi Statistika memperoleh predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA). Secara khusus, Program Studi Ilmu Pemerintahan mencatatkan capaian strategis dengan meraih akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK). Capaian ini menjadi tonggak penting, karena Ilmu Pemerintahan UT merupakan program studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) pertama yang berhasil memperoleh predikat Unggul dari LAMSPAK. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif Unit Penjaminan Mutu UT melalui KPM dalam memfasilitasi proses akreditasi, mulai dari pendampingan penyusunan dokumen, koordinasi asesmen lapangan, hingga penguatan implementasi sistem penjaminan mutu internal di setiap program studi. Selain itu, peningkatan mutu program studi di UT dilaksanakan secara berkelanjutan melalui penerapan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Siklus ini memastikan bahwa setiap standar yang ditetapkan tidak hanya dilaksanakan, tetapi juga dievaluasi dan ditingkatkan secara konsisten guna mencapai kualitas pendidikan tinggi yang unggul. UT berkomitmen untuk mempertahankan capaian tersebut sekaligus terus mendorong peningkatan mutu program studi lainnya guna mencapai standar akreditasi tertinggi. [Written by Muhammad Rafy Zildan S.E]