Asesmen Lapangan Akreditasi Nilai Kesiapan Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UT sebagai Model PJJ

Tangerang Selatan — Program Studi S1 Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi pada 23 Januari 2026 bertempat di Ruang sidang FKIP UT. Kegiatan ini merupakan tahapan penting untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi riil penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi pada Program Studi Pendidikan Matematika. Pelaksanaan asesmen lapangan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan dan para Pimpinan Fakultas, Para Pimpinan Fakultas Unit Pengelola Program Studi (UPPS), Ketua Program Studi, dosen, Kepala Kantor Penjamin Mutu serta tim penjaminan mutu. Kehadiran pimpinan institusi mencerminkan komitmen kuat Universitas Terbuka dalam menjamin mutu pendidikan jarak jauh (PJJ) secara berkelanjutan. Tim Asesor yang bertugas dalam Asesmen Lapangan ini adalah Prof. Yaya S. Kusumah, M.Sc. Ph.D. dan Prof. Dr. I Gusti Putu Suharta, M.Si. Berdasarkan hasil asesmen, Tim Asesor memberikan apresiasi terhadap dukungan sarana prasarana yang dimiliki Universitas Terbuka. Fasilitas yang luas, modern, serta ditopang oleh teknologi informasi yang andal dinilai sangat mendukung penyelenggaraan pendidikan jarak jauh dan bahkan berpotensi menjadi model bagi perguruan tinggi lain yang akan mengembangkan sistem PJJ. Pada aspek tata pamong dan tata kelola, Program Studi Pendidikan Matematika dinilai telah berjalan sangat baik. Proses pengambilan keputusan berlangsung cepat dan tepat, terutama ketika dibutuhkan dalam mendukung kegiatan akademik dan akreditasi. Kolaborasi yang solid antara dosen, program studi, dan UPPS juga menjadi kekuatan utama yang mempercepat dan melancarkan proses asesmen lapangan. Dalam aspek Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS), tim asesor menilai arah pengembangan program studi telah selaras dengan visi institusi. Namun demikian, VMTS disarankan untuk dilengkapi dengan indikator kinerja dan target tahun yang jelas agar ketercapaian visi dapat diukur secara lebih objektif dan terarah. Pada aspek kerja sama, tim asesor menekankan bahwa kemitraan tidak cukup berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU), tetapi perlu ditindaklanjuti melalui implementasi nyata dan keberlanjutan kerja sama. Selain itu, penguatan jejaring dengan pakar luar negeri dinilai penting untuk meningkatkan kompetensi dan kepakaran dosen melalui kolaborasi riset dan publikasi bersama, sebagai langkah menuju world class university. Publikasi dan diseminasi hasil tridarma juga didorong untuk terus ditingkatkan, khususnya pada level internasional, guna memperkuat reputasi akademik program studi. Pada aspek sumber daya manusia, pembinaan dosen dan tenaga kependidikan melalui pelatihan, peningkatan kesejahteraan, serta dukungan pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dinilai sudah baik dan layak diapresiasi. Ke depan, tim asesor mendorong peningkatan pendanaan dari sumber eksternal guna meningkatkan daya saing (competitiveness) dosen dan tenaga kependidikan. Selain itu, percepatan kenaikan jabatan akademik dosen, mulai dari Lektor, Lektor Kepala hingga Profesor, perlu terus didorong melalui pendampingan dan dukungan pendanaan yang memadai. Penerapan sistem reward and punishment yang adil dan proporsional juga dipandang penting sebagai bagian dari pengelolaan SDM yang profesional. Pada aspek tracer study, tim asesor mencatat bahwa pelaksanaannya belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan inovasi kegiatan dan program yang dapat melibatkan alumni secara lebih aktif agar data lulusan semakin representatif dan bermanfaat bagi pengembangan program studi. Tim asesor memberikan apresiasi tinggi terhadap sistem penjaminan mutu Universitas Terbuka yang dinilai sangat kuat dalam menetapkan standar serta memastikan implementasinya secara konsisten dan terkontrol, baik di UT pusat maupun UT daerah. Sistem ini dinilai mampu menjamin kualitas seluruh layanan pendidikan secara menyeluruh. AL ini menegaskan peran strategis Kantor Penjaminan Mutu (KPM) dalam membangun dan menjaga budaya mutu melalui implementasi siklus PPEPP secara konsisten. Akreditasi dipandang sebagai instrumen peningkatan berkelanjutan, di mana seluruh rekomendasi hasil asesmen menjadi dasar perbaikan dan pengembangan Program Studi S1 Pendidikan Matematika secara sistematis dan berkelanjutan. [Written by Muhammad Rafy Zildan S.E]
Asesmen Lapangan Akreditasi Soroti Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran Program Studi Statistika FST UT

Tangerang Selatan — Program Studi S1 Statistika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi pada 23 Januari 2026 yang dilaksanakan di Ruang Auditorium FST. Kegiatan ini merupakan tahapan penting untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi riil dalam penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi pada Program Studi S1 Statistika. Pelaksanaan asesmen lapangan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Para pimpinan fakultas, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), Ketua Program Studi, dosen, Kepala Kantor Penjaminan Mutu serta tim penjaminan mutu. Kehadiran seluruh unsur tersebut mencerminkan komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan. Tim Asesor yang bertugas dalam proses asesmen ini adalah Dr. Swasono Rahardjo, M.Si. dan Prof. Dr. Admi Nazra, M.Si., M.Sc. Berdasarkan hasil asesmen, Tim Asesor mencatat bahwa Program Studi Statistika memiliki potensi pengembangan yang besar. Namun demikian, peningkatan animo mahasiswa perlu terus didorong melalui strategi sosialisasi yang lebih masif dan terarah agar program studi semakin dikenal luas oleh masyarakat. Upaya ini dipandang penting untuk meningkatkan jumlah dan kualitas calon mahasiswa, sekaligus memperkuat daya tarik program studi di tengah persaingan pendidikan tinggi. Dalam aspek internasionalisasi, Tim Asesor mendorong agar Program Studi Statistika semakin menekankan penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini dinilai strategis untuk memastikan capaian pembelajaran lulusan selaras dengan kebutuhan global, dunia kerja, serta perkembangan keilmuan statistika. Penguatan kurikulum OBE juga diharapkan dapat menjadi fondasi dalam mengembangkan kerja sama akademik internasional, baik dalam bentuk kolaborasi kurikulum, riset bersama, maupun pertukaran akademik. Tim Asesor juga menyoroti pentingnya respons program studi terhadap pesatnya perkembangan teknologi. Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung dan meningkatkan kualitas pembelajaran statistika, baik dalam pengembangan bahan ajar, evaluasi pembelajaran, maupun penguatan pengalaman belajar mahasiswa. Integrasi teknologi ini diharapkan mampu memperkaya proses pembelajaran serta meningkatkan relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan era digital dan data-driven society. Penjaminan Mutu dan Peningkatan Berkelanjutan Pelaksanaan asesmen lapangan ini menjadi momentum refleksi bagi Program Studi Statistika dalam memperkuat budaya mutu dan peningkatan berkelanjutan. Tim Asesor menegaskan pentingnya peran sistem penjaminan mutu internal dalam memastikan seluruh rekomendasi hasil asesmen ditindaklanjuti secara sistematis. Dalam hal ini, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) memiliki peran strategis dalam mengawal implementasi siklus PPEPP secara konsisten, sehingga akreditasi tidak hanya dipandang sebagai proses penilaian, tetapi sebagai instrumen penguatan mutu berkelanjutan bagi Program Studi S1 Statistika. [Written by Muhammad Rafy Zildan S.E]