Mencapai Pengakuan atas Kekuatan Institusi dan Area Penguatan Strategis dari Tim Asesor LAMDIK, Program Studi Pendidikan Kimia Jalani Asesmen Lapangan

Tangerang Selatan — Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) telah melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka proses akreditasi pada 13–14 Januari 2026 bertempat di Ruang sidang FKIP. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan FKIP UT dan menjadi tahapan penting untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi riil penyelenggaraan pendidikan di lapangan. Pelaksanaan asesmen lapangan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas dan fakultas sebagai bentuk komitmen institusional terhadap penjaminan mutu berkelanjutan. Turut hadir Rektor, Para Wakil Rektor, Dekan FKIP beserta para jajaranya. Tim asesor yang bertugas dalam acara ini adalah Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D. dan Prof. Dr. Hairida, M.Pd. Hasil Asesmen: Pengakuan atas Kekuatan Institusi dan Area Penguatan StrategisBerdasarkan hasil asesmen lapangan, Tim asesor menilai bahwa Universitas Terbuka dan Prodi S1 Pendidikan Kimia telah menunjukkan kinerja yang sangat baik, terutama ditopang oleh komitmen kuat pimpinan universitas dan prodi sebagai modal utama dalam menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan. Pada aspek Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS), prodi dinilai telah selaras dan konsisten mulai dari tingkat universitas, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), hingga prodi. VMTS juga dinilai realistis dan didukung secara memadai oleh sarana prasarana serta sumber daya yang tersedia. Meski demikian, tim asesor merekomendasikan agar visi keilmuan prodi Pendidikan Kimia ke depan dapat lebih menonjolkan kekhasan atau keunggulan spesifik prodi sebagai pembeda akademik. Dari sisi tata pamong dan tata kelola, Prodi Pendidikan Kimia dinilai telah berjalan sangat baik serta didukung jejaring kerja sama nasional dan internasional yang kuat. Namun demikian, Tim asesor mencatat bahwa pendokumentasian kegiatan dan luaran masih perlu ditata lebih sistematis dan terorganisasi agar mudah ditelusuri dan dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan strategis. Pada aspek kerja sama, tim asesor mendorong agar ke depan tidak hanya berfokus pada kuantitas kerja sama, tetapi juga disertai pengukuran dampak yang nyata terhadap mahasiswa dan institusi, baik dalam peningkatan kompetensi, prestasi, maupun penguatan reputasi prodi. Penguatan Layanan Mahasiswa, SDM, dan Pembelajaran Dalam bidang kemahasiswaan, layanan yang diberikan dinilai sudah optimal. Tim asesor merekomendasikan agar layanan tersebut terus diarahkan untuk meningkatkan produktivitas karya akademik mahasiswa, sehingga mampu menghasilkan luaran yang berdampak dan berdaya saing. Aspek sumber daya manusia secara umum juga memperoleh penilaian positif. Meski demikian, tim asesor mendorong peningkatan jumlah dosen yang melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi serta penguatan jenjang jabatan fungsional sebagai bagian dari pengembangan karier dan mutu akademik. Sementara itu, pada aspek sarana prasarana dan keuangan, pengelolaan dinilai transparan dan terintegrasi melalui pemanfaatan sistem informasi. Untuk mendukung karakteristik pendidikan jarak jauh, asesor menyarankan pengembangan praktikum-praktikum virtual sebagai solusi atas keterbatasan akses praktik secara langsung di beberapa wilayah. Dalam aspek pendidikan dan pembelajaran, Prodi Pendidikan Kimia dinilai memiliki keunggulan yang sejalan dengan karakter Universitas Terbuka. Namun, integrasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ke dalam proses pembelajaran serta pemanfaatan bahan-bahan lokal dinilai belum terdokumentasi secara optimal dan perlu diperkuat ke depan. Riset, PKM, Kurikulum, dan Capaian Lulusan Pada bidang penelitian, Tim asesor mendorong peningkatan produktivitas publikasi ilmiah dosen agar kontribusi keilmuan prodi semakin terlihat. Adapun pada aspek pengabdian kepada masyarakat (PKM), kegiatan dinilai telah berkelanjutan, memiliki roadmap yang jelas, serta telah menjadi implementasi dari hasil penelitian dosen. Terkait kurikulum, tim asesor merekomendasikan adanya dokumentasi best practice sebagai contoh praktik baik yang dapat direplikasi dan dikembangkan. Sementara itu, pada aspek keluaran dan capaian, khususnya capaian IPK mahasiswa, dinilai masih dapat dioptimalkan mengingat jumlah mahasiswa yang relatif tidak besar sehingga layanan akademik dapat lebih terfokus. Selain itu, pelaksanaan tracer study juga perlu ditingkatkan, terutama dari sisi persentase partisipasi lulusan, agar data yang diperoleh semakin representatif dalam mendukung evaluasi dan pengembangan prodi. Akreditasi juga dipandang sebagai sarana penguatan budaya mutu dan peningkatan berkelanjutan. Dalam hal ini, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) memegang peran penting dalam memastikan siklus PPEPP berjalan efektif, mulai dari perencanaan hingga tindak lanjut hasil evaluasi dan rekomendasi asesor, sehingga mutu program studi dapat terus ditingkatkan secara sistematis. [Written by Muhammad Rafy Zildan]
Asesmen Lapangan Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP, mendorong Penguatan Good Corporate University dan Tridarma Perguruan Tinggi

Tangerang Selatan — Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi FKIP UT melaksanakan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) dalam rangka akreditasi pada 19–20 Januari 2026 bertempat di Ruang sidang FKIP. Kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan kondisi nyata penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi di Program Studi Pendidikan Ekonomi. Pelaksanaan asesmen lapangan dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor I, dan Wakil Rektor IV, serta jajaran Pimpinan Fakultas, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), Ketua Program Studi, serta Tim Akademik dan Penjaminan Mutu. Kehadiran pimpinan institusi menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung peningkatan mutu dan tata kelola program studi secara berkelanjutan. Para Asesor yang bertugas dalam acara ini adalah Prof. Indra Maipita, S.Pd., M.Si., Ph.D dan Dr. Mintasih Indriayu, M.Pd. Evaluasi VMTS, Tata Kelola, dan Kerja Sama Berdasarkan hasil asesmen, tim asesor menilai bahwa visi Program Studi Pendidikan Ekonomi telah relevan dengan arah pengembangan institusi. Namun demikian, pengukuran capaian visi ke depan disarankan tidak hanya menitikberatkan pada tingkat pemahaman, tetapi lebih diarahkan pada implementasi visi dalam bentuk program kerja dan kegiatan tridarma yang terukur. Pada aspek tata pamong dan tata kelola, program studi dinilai telah berjalan dengan baik. Meski demikian, tim asesor merekomendasikan agar kerja sama yang telah terjalin tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU), melainkan ditingkatkan hingga tahap implementasi kerja sama yang berdampak nyata, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kemahasiswaan, SDM, dan Penjaminan Mutu Dalam bidang kemahasiswaan, masa tunggu lulusan dinilai baik dan layanan kemahasiswaan berjalan optimal. Namun, asesor mendorong adanya upaya yang lebih sistematis untuk meningkatkan prestasi akademik dan nonakademik mahasiswa, termasuk melalui kebijakan dan program yang dapat memotivasi mahasiswa untuk berprestasi. Aspek sumber daya manusia dosen memperoleh penilaian positif, terutama dari sisi jabatan fungsional dan pengembangan karier. Ke depan, tim asesor merekomendasikan peningkatan kualifikasi pendidikan dosen serta penguatan rekognisi dosen di tingkat nasional dan internasional sebagai bagian dari penguatan reputasi akademik program studi. Pada aspek penjaminan mutu, tim asesor menekankan pentingnya sinkronisasi pengembangan bahan ajar dan bahan ujian secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Kolaborasi dosen dengan pakar eksternal dalam pengembangan bahan ajar dan evaluasi pembelajaran dipandang sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas akademik. Sarana Prasarana, Pembelajaran, dan Laboratorium Dalam aspek keuangan dan sarana prasarana, sumber pendanaan program studi dinilai memadai dengan dukungan sarana prasarana digital yang sangat baik. Namun demikian, tim asesor mendorong peningkatan pendanaan eksternal, khususnya melalui hibah dari luar perguruan tinggi. Pada aspek pendidikan dan pembelajaran, proses pembelajaran dinilai berjalan baik dengan dukungan sarana prasarana yang lengkap. Tim asesor memberikan perhatian pada pentingnya pemetaan dan penempatan mata kuliah per semester agar capaian pembelajaran mahasiswa dapat lebih optimal. Selain itu, keberadaan laboratorium microteaching dinilai tetap penting bagi mahasiswa kependidikan sebagai sarana penguatan kompetensi pedagogik. Penelitian, PKM, dan Kompetensi Lulusan Dalam bidang penelitian, tim asesor merekomendasikan penguatan roadmap, target, serta peningkatan kualitas luaran penelitian dosen. Hal serupa juga disampaikan pada aspek pengabdian kepada masyarakat (PKM), di mana pendanaan PKM diharapkan tidak hanya bersumber dari internal, tetapi juga dari pendanaan eksternal. Pada aspek luaran dan capaian, tim asesor mendorong peningkatan jumlah dan kualitas luaran, termasuk melalui kerja sama penelitian. Selain itu, program studi juga didorong untuk membekali lulusan dengan kompetensi tambahan di luar profesi guru, mengingat profesi pendidik juga dapat diakses oleh lulusan program studi nonkependidikan. Tim asesor juga memberikan masukan agar Program Studi Pendidikan Ekonomi dapat membuka peluang penerimaan mahasiswa dari fresh graduate, sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas input dan daya saing lulusan. Pelaksanaan Asesmen Lapangan ini diharapkan menjadi momentum refleksi dan penguatan berkelanjutan bagi Program Studi Pendidikan Ekonomi dalam meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi serta menghasilkan lulusan yang adaptif, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Asesmen lapangan juga menegaskan pentingnya peran Kantor Penjaminan Mutu (KPM) dalam membangun dan menjaga budaya mutu melalui implementasi siklus PPEPP secara konsisten. Akreditasi dipandang sebagai instrumen peningkatan berkelanjutan, di mana KPM berperan memastikan hasil evaluasi dan rekomendasi asesor ditindaklanjuti secara sistematis sebagai dasar perbaikan mutu program studi. [Written by Muhammad Rafy Zildan S.E]