FST UT Gelar Sosialisasi Instrumen Akreditasi LAMPTIP Untuk Perkuat Kesiapan Program Studi FST

Universitas Terbuka (UT) melalui Fakultas Sains dan Teknologi menyelenggarakan kegiatan sosialisasi instrumen akreditasi unggul bagi program studi FST di lingkungan UT yang dibuka oleh Dr. Subekti Nurmawati, M.Si. selaku Dekan Fakultas FST dengan memberi sambutan awal. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 september 2025 dan bertempat di Ruang Auditorium FST, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan prodi dalam memenuhi indikator mutu unggulan. Dalam pertemuan tersebut, Dr. Ir. H. Mais Ilsan, MP, sebagai narasumber menyampaikan pokok-pokok instrumen akreditasi yang terdiri dari 6 instrumen, yang dimana terdapat 70 butir indikator, tidah hanya itu Dr. Ir. H. Mais Ilsan MP, juga menyampaikan indikator-indikator yang menjadi syarat terakreditasi unggul, termasuk kurikulum berbasis hasil (outcome based education), fasilitas laboratorium yang mendukung kompetensi, sistem pembelajaran daring (LMS) yang terintegrasi, serta analisis luaran pendidikan yang mencakup kelulusan tepat waktu, kelulusan maksimal dua kali masa tempuh, dan daya saing lulusan melalui waktu tunggu mendapatkan pekerjaan. Menurut Dr. Ir. H. Mais Ilsan, MP, unsur “E” dalam PPEPP dokumen yang dibutuhkan dalam RTM Program Studi, RTM UPPS, dan RTM Universitas membutuhkan dokumen undangan, daftar hadir, dokumentasi, dan berita acara. Berita acara tersebut memuat hasil diskusi program studi mengenai temuan yang dapat diselesaikan pada tingkat program studi, namun jika tidak dapat diselesaikan pada tingkat program studi maka akan dibawa ke tingkat RTM UPPS, dan jika tidak bias di selesaikan pada tingkat UPPS maka akan ditindaklanjuti di tingkat RTM Universitas. Para peserta—terdiri dari pengelola Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi, dan Dosen berinteraksi aktif melalui sesi tanya jawab, diskusi kelompok, dan refleksi atas kesiapan institusi masing-masing dalam menghadapi proses akreditas Kegiatan berlangsung dengan lancar dan kondusif. Diharapkan, melalui sosialisasi ini, seluruh program studi UT memperkuat upaya internalisasi standar mutu dan meningkatkan kapasitas untuk meraih akreditasi unggul. [Written by M. Rafy Zildan]
KPM UT Menyelenggarakan Workshop Finalisasi Penyusunan Self-Assessment Report (SAR) untuk Sertifikasi Internasional ICDE 2026

Bogor, 30 September 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka (UT) sukses menyelenggarakan Workshop Finalisasi Penyusunan Self-Assessment Report (SAR) ICDE 2026 pada 29–30 September 2025. Kegiatan ini menjadi langkah strategis UT dalam mempersiapkan diri menuju sertifikasi internasional dari International Council for Open and Distance Education (ICDE) tahun 2026. Workshop yang berlangsung di UT Bogor pada hari pertama dan dilanjutkan di Hotel Ibis Styles Bogor Raya pada hari kedua ini dihadiri oleh tim penyusun SAR yang terdiri dari para pimpinan fakultas, pusat, dan staf terkait. Acara dibuka dengan laporan progres penulisan SAR, dilanjutkan dengan paparan mengenai mekanisme penulisan SAR ICDE 2026 dan “Actions Taken” oleh Prof. Dr. Lidwina Sri Ardiasih, S.Pd., M.Ed. dan Ir. Kristanti Ambar Puspitasari, M.Ed., Ph.D. Selain sesi materi, peserta melakukan kerja mandiri, finalisasi Self-Assessment Report (SAR), serta diskusi virtual bersama Torunn Gjelsvik dari ICDE yang membahas detail teknis seperti template SAR, jadwal penandatanganan kontrak, mekanisme site visit, hingga pembayaran registrasi. Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada kompilasi enam kriteria utama SAR dan finalisasi dokumen pendukung sebelum penutupan. Manajer Penjaminan Mutu Akademik menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai wujud kesiapan UT di kancah global. “Penyusunan SAR ICDE 2026 bukan hanya soal memenuhi standar, tetapi juga refleksi atas capaian UT dalam menyediakan pendidikan tinggi jarak jauh yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global,” ujarnya. Setelah pelaksanaan workshop ini, UT menargetkan submit SAR ICDE pada bulan Desember 2025. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UT semakin menegaskan komitmennya untuk membangun budaya mutu dan inovasi dalam pendidikan jarak jauh. Hasil workshop ini diharapkan memperkuat posisi UT dalam proses akreditasi internasional sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan terbuka dan jarak jauh di Indonesia. [Written by Pesi Suryani]