KPM Gelar Sosialisasi Pelaksanaan dan Aplikasi Asesmen Mutu Internal (AMI) Akademik 2025

Tanggerang Selatan, 15 Agustus 2025 – Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka menyelenggarakan Sosialisasi Pelaksanaan dan Aplikasi Asesmen Mutu Internal (AMI) Akademik 2025 di Aula Gedung Kualitas Lantai 3. Kegiatan ini dihadiri oleh para Ketua Program Studi, Wakil Dekan Bidang Akademik, Gugus Pengendali Mutu Program Studi dan Fakultas, serta para Asesor AMI Akademik di lingkungan Universitas Terbuka. Acara dibuka oleh Prof. Dr. Mohammad Imam Farisi, M.Pd., selaku Kepala KPM, yang menyampaikan materi tentang pelaksanaan AMI Akademik 2025 serta siklus PPEPP, SPMI, dan SPME bidang akademik. Peserta mendapatkan informasi mengenai jadwal AMI Akademik tahun 2025, kriteria program studi yang mengikuti AMI, dan instrumen yang digunakan. Pelaksanaan AMI Akademik 2025 akan berlangsung mulai 15 September hingga 15 Oktober 2025 untuk asesmen kecukupan, dan dilanjutkan asesmen lapangan pada 20 Oktober hingga 13 November 2025. Kegiatan ini mencakup 29 program studi di lingkungan Universitas Terbuka sesuai instrumen akreditasi masing-masing. Instrumen AMI yang digunakan merupakan adopsi dan adaptasi dari standar AMI serta instrumen akreditasi BAN-PT/LAM PTIP, LAMDIK, LAMEMBA, dan LAMSPAK. Hasil identifikasi menunjukkan jumlah indikator sebagai berikut: LAMDIK rata-rata 60 indikator, LAMEMBA 59 indikator, LAMSPAK rata-rata 70 indikator, dan LAM PTIP 57 indikator (sementara masih menggunakan instrumen BAN-PT Unggul). KPM menjembatani indikator tersebut dengan dokumen pendukung melalui panduan. Saat ini, standar yang sudah dipetakan dokumennya oleh KPM mencakup LAMEMBA, LAMSPAK, dan LAMDIK. Disampaikan pula bahwa posisi asesor internal berbeda dengan asesor eksternal. Asesor internal tidak memberikan judgment, tetapi berperan sebagai peer reviewer yang  memberikan saran perbaikan untuk meningkatkan kualitas budaya mutu di program studi masing-masing. Tim ICT KPM, yang diwakili oleh Abdul Rochim, S.Kom., memberikan penjelasan teknis pengisian instrumen AMI 2025. Proses pengisian dilakukan melalui laman kpm.ut.ac.id dengan login menggunakan SSO. Setiap program studi mengunggah dokumen pada aplikasi melalui link OneDrive. Sementara itu, asesor dapat memberikan penilaian pada masing-masing indikator yang sudah diisi oleh program studi. Adanya penjelasan  mengenai teknis pengisian instrumen AMI 2025 ini, diharapkan penggunaan aplikasi AMI Akademik dapat berjalan optimal. Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka menegaskan Kembali komitmennya dalam membangun budaya mutu yang berkesinambungan serta memastikan tata kelola akademik berjalan secara profesional dan akuntabel.  [ditulis oleh: Nyayu Miftahul ilmiyyah]

UT Ikut Serta dalam Penandatanganan Kontrak Program Equity 2025 WCU/THE Impact Rankings

Jakarta, Selasa (26/8/2025) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong penguatan daya saing pendidikan tinggi Indonesia di kancah global. Salah satu langkah strategisnya diwujudkan melalui penandatanganan kontrak Program Equity 2025 World Class University (WCU)/Times Higher Education (THE) Impact Rankings bersama 23 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH). Universitas Terbuka (UT) menjadi salah satu PTNBH penerima Program Equity 2025 yang didukung oleh pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kehadiran Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., dalam penandatanganan kontrak tersebut menegaskan komitmen UT untuk terus memperkuat kapasitas riset, publikasi ilmiah, serta reputasi akademik di tingkat internasional. Program Equity 2025 tidak hanya berorientasi pada pencapaian peringkat global, tetapi juga diarahkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi secara merata, sekaligus mendukung transformasi Indonesia menuju ekosistem pendidikan tinggi berkelas dunia. Dengan bergabungnya UT dalam program ini, diharapkan upaya peningkatan kualitas riset, inovasi, dan kontribusi pada pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs) semakin nyata. 🔗Baca selengkapnya di sumber resmi: Kemdiktisaintek Pacu Kampus Indonesia Jadi World Class University