AUN-QA International Conference 2024

Pada tanggal 11 – 12 Desember 2024, Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka Prof. M. Imam Farisi dan Dr. Rini Dwiyani Hadiwidjaja ikut berpartisipasi menghadiei AUN-QA International Conference 2024 (AUN-QA IC) di Universitas Ton Duc Thang (TDTU), Ho Chi Minh City, Vietnam. AUN-QA merupakan jaringan penjaminan mutu ASEAN di bidang pendidikan tinggi dengan tanggung jawab untuk mempromosikan penjaminan mutu di institusi pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, serta bekerja sama dengan badan regional dan internasional demi kepentingan komunitas ASEAN. Universitas Ton Duc Thang (TDTU) menjadi tuan rumah AUN-QA International Conference 2024 yang dihadiri oleh peserta lebih dari 400 delegasi berasal dari hampir 120 universitas dari seluruh wilayah ASEAN. AUN-QA IC ini berfungsi sebagai forum akademik bagi para ahli, pendidik, dan pemimpin universitas untuk bertukar dan berbagi pengalaman mengenai penjaminan mutu pendidikan tinggi, memberikan pembaruan, serta menawarkan perspektif beragam tentang masa depan sektor pendidikan. Tujuannya adalah untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di kawasan ASEAN agar dapat memenuhi tuntutan masyarakat yang semakin meningkat serta tren integrasi internasional. Kegiatan konferensi hari pertama (11 Desember 2024), diawali dengan opening session yang selanjutnya sesi diskusi panel. Sesi diskusi panel terbagi menjadi 4 sesi. Sesi 1 dengan tema Going ‘All Out’: Knockout Strategies for Higher Education Success. Ada dua panelis yaitu Assoc. Prof. Dr. Dinh Hoang Bach dan Assoc. Prof. Dr. Bundit Thipakorn. Moderator: Mr. Johnson Ong Chee Bin. Sesi ini membahas strategi untuk mendorong perbaikan berkelanjutan dalam pendidikan tinggi. Fokusnya adalah pada keunggulan dalam pengajaran, penelitian, dan inovasi, serta peningkatan kesejahteraan dan kesuksesan mahasiswa. Para panelis juga membahas pentingnya keterlibatan global dan tanggung jawab sosial untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia yang terus berkembang. Sesi selanjutnya adalah Sesi kedua dengan tema Good Practices in Southeast & East Asia & Australia: Suggestions on Integrating AI with Database for Quality Assurance in Higher Education. Sesi ini membahas tentang integrasi AI dengan sistem database di institusi pendidikan tinggi. Panelis: Mr. Irving Neil Kwok, Prof. HongSeok Na, Assoc. Prof. Sheridan Gentili, Prof. Dongwook Han. Moderator: Prof. Dr. Eddy Chong Siong Choy. Panelis berbagi pengalaman dari Asia Tenggara, Asia Timur, dan Australia mengenai cara integrasi ini mendukung hasil pendidikan. Sesi 3:Leveraging AI for Forward-Thinking Quality Standards in ASEAN Higher Education. Fokus pada sesi 3 yaitu bagaimana AI dapat mentransformasikan pendidikan tinggi di ASEAN, memungkinkan institusi untuk menetapkan standar mutu yang lebih visioner. Panelisnya Mr. Adam Brimo, Prof. Dr. Chan Basaruddin, Assoc. Prof. Dr. Hamimah Ujir dengan moderator: Prof. Dr. Wan Ahmad Kamil Mahmood sebagai Special Advisor to AUN Executive Director. Sesi 4:Crafting and Utilizing an Effective Database Ecosystem. Sesi ini membahas pentingnya membangun ekosistem database yang efektif di pendidikan tinggi. Panelis yang terdiri dari Dr. Sawit Kasuriya, Mr. Fabrice Hénard, Assoc. Prof. Ir. Dr. Ungku Anisa Ungku Amirulddin dan Moderator: Prof. Dr. Satria Bijaksana berbagi strategi untuk mengelola data dalam jumlah besar, meningkatkan proses administratif, mendukung penelitian, dan memperbaiki pengalaman mahasiswa melalui sistem database yang kokoh. Selanjutnya kegiatan hari kedua (12 Desember 2024), dilanjutkan sesi diskusi panel yang terdiri dari 3 sesi panel sesi 5, sesi 6 dan sesi 7. Sesi 5 dengan temaHarboring an Environment of Excellence. Sesi ini membahas tentang pentingnya universitas membangun budaya mutu yang proaktif, institusi dapat mengantisipasi tantangan, mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Panelisnya adalah Prof. Dr. Fauza Ab. Ghaffar, Prof. Dr. Wyona C. Patalinghug, Dr. Nguyen Huy Phuc, dan Ms. Kylie Colvin. Moderator: Dr. Yu Un Oppusunggu (Anggota Dewan AUN-QA dan Dosen Senior di Universitas Indonesia). Sesi 6 memiliki tema Strategies for Future-Proofing Quality Culture in ASEAN Higher Education. Fokus sesi ini mempersiapkan budaya kualitas di pendidikan tinggi ASEAN untuk masa depan memerlukan pendekatan strategis yang dapat beradaptasi dengan perubahan tuntutan dan tantangan. Panelis terdiri dari Dr. Karen Treloar, Assoc. Prof. Sompop Prathanturarug, Prof. Dr. Clarita D. Carillo, dan Prof. Reini Wirahadikusumah. Moderator: Dr. Milabel E. Ho (Direktur Eksekutif, AACCUP, Filipina) Sesi terakhir sesi 7 dengan tema Methods, Techniques, and Practices to Stay Ahead of the Curve. Sesi ini menyumpulkan bahwa untuk tetap terdepan dalam pendidikan tinggi, pemangku kepentingan harus mengadopsi metode dan praktik yang proaktif. Pendekatan ini melibatkan pencarian peluang perbaikan secara berkelanjutan, mengikuti tren industri, dan menerapkan strategi inovatif. Panelis yang berbagi pengalaman adalah Assoc. Prof. Dr. Tan Kay Chuan, Prof. Dr. Rosemary Seva, Ms. Cara Dinneen, dan Assoc. Prof. Dr. Amalina Muhammad Afifi. Moderator: Assoc. Prof. Dr. Thanapan Laiprakopsub (Wakil Direktur Eksekutif AUN). Berpartisipasi dalam mengikuti AUN-QA IC 2024 dapat memberikan berbagai manfaat bagi Universitas Terbuka, di antaranya adalah peningkatan kualitas Pendidikan, UT dapat memperoleh wawasan dan strategi terbaru tentang pengelolaan kualitas pendidikan yang dapat diimplementasikan dan untuk meningkatkan standar akademik dan pengajaran. Selain itu, UT dapat mengadopsi praktik terbaik berbagai metode, teknik, dan praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan tinggi yang telah terbukti efektif, yang dapat diterapkan untuk memperbaiki sistem internal. Kemudian mengikuti AUN-QA IC 2024 dapat sebagai Persiapan untuk Akreditasi Internasional dapat memperoleh pemahaman lebih baik tentang kriteria dan proses akreditasi AUN-QA yang dapat meningkatkan proses akreditasi internasional dan meningkatkan pengakuan global.
Benchmarking Sistem Penjaminan Mutu Internal: Kolaborasi KPM Universitas Terbuka dan LP2MP Universitas Diponegoro

Kantor Penjaminan Mutu Universitas Terbuka (KPM-UT) melaksanakan benchmarking implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) ke Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Diponegoro (LP2MP-UNDIP). Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas sistem penjaminan mutu internal di Universitas Terbuka. Benchmarking berlangsung pada Selasa, 10 Desember 2024, di Ruang Rapat Gedung LP2MP Universitas Diponegoro. Tim KPM-UT dipimpin oleh Manajer Pengembangan, Penjaminan, dan Manajemen Risiko, Dra. Eko Kuswanti, M.Pd, didampingi Staf Ahli Penjaminan Mutu Akademik dan Akreditasi, Dr. Tuti Purwoningsih, M.Sc, serta tiga anggota tim lainnya. Kedatangan Tim KPM-UT disambut dengan hangat oleh Ketua LP2MP-UNDIP, Prof. Dr. Ir. Setia Budi Sasongko, DEA, bersama Kepala Pusat Penjaminan Mutu Internal, Dr. Naniek Utami Handayani, S.Si, MT, dan Sekretaris Pusat Penjaminan Mutu Internal, Dr. Diana Puspita Sari, ST, MT. Dalam paparannya, Prof. Dr. Ir. Setia Budi Sasongko, DEA, menjelaskan berbagai aspek terkait implementasi SPMI di Universitas Diponegoro. Topik yang dibahas meliputi standar audit manajemen mutu internal, pengembangan aplikasi untuk integrasi data, mekanisme pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), dan pemberian penghargaan kepada program studi serta auditor yang berprestasi. Kegiatan benchmarking ditutup dengan pertukaran cenderamata antara KPM-UT dan LP2MP-UNDIP, yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka berharap dapat mengadopsi praktik terbaik dari Universitas Diponegoro dalam pelaksanaan audit mutu internal, sekaligus mempererat kerja sama antara kedua institusi. Kegiatan ini mencerminkan komitmen Universitas Terbuka dalam terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi jarak jauh di Indonesia melalui penerapan sistem penjaminan mutu yang andal dan efektif.