X
Cart 0


Indonesia

Penguatan Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTJJ) dalam Konteks Akreditasi Nasional
17 Juni, 2024 oleh
Penguatan Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTJJ) dalam Konteks Akreditasi Nasional
Yogie Bagas Pambagyo, S.T., MOS.
 

Universitas Terbuka, 14 Juni 2024  Kantor Penjaminan Mutu (KPM) Universitas Terbuka menyelenggarakan acara bertajuk "Penguatan Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTJJ) dalam Konteks Akreditasi Nasional" di Ruang Sidang FHISIP Lt. 2. Acara ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mengenai akreditasi nasional bagi pendidikan jarak jauh.

Acara dibuka oleh Rektor Universitas Terbuka, Prof. Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., yang menjelaskan bahwa UT telah memperoleh sertifikat ICDE sebagai penyelenggara pendidikan jarak jauh. UT sebelumnya merupakan satu-satunya penyelenggara PJJ dengan mode tunggal, sementara kini banyak perguruan tinggi lainnya yang menyelenggarakan PJJ dengan mode ganda. Untuk memastikan proses bisnis internal UT sesuai dengan standar ISO, UT juga mengundang ISO Quality Assurance Agencies seperti SGS. Saat ini, UT memiliki sekitar 551 ribu mahasiswa dan lebih dari 2 juta alumni, yang banyak di antaranya berhasil menjadi ASN pada Seleksi CPNS. Harapannya, PJJ dapat terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi.


Prof. Ari Purbayanto, Ph.D., Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, dan Prof. Dr. Mulyono S. Baskoro, M.Sc., Asesor BAN-PT, dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), menjadi narasumber utama dalam acara ini. Prof. Ari Purbayanto menjelaskan bahwa BAN-PT telah memperbarui instrumen khusus PJJ sesuai dengan Permendikbud No. 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Perguruan tinggi diberikan keleluasaan untuk menentukan target dan rencana strategis yang mengatur mengenai kebijakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan dosen diberi kebebasan untuk menentukan fokus Tri Dharma mereka. Evaluasi diri berdasarkan data dari lingkungan internal dan eksternal, analisis SWOT, dan identifikasi akar masalah menjadi bagian penting dari strategi pencapaian akreditasi unggul.

Prof. Dr. Mulyono S. Baskoro membahas tentang draft instrumen PJJ dan pentingnya akreditasi internasional. Ia juga menyoroti bahwa hasil akreditasi internasional perlu dilaporkan kepada BAN-PT untuk penyetaraan selama masa transisi. Selain itu, Prof. Mulyono menegaskan bahwa PTJJ perlu menyesuaikan dengan standar dan kriteria yang ditetapkan untuk memastikan akreditasi nasional dan internasional dapat dicapai.